Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Menggali Ide Muatan Positif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Menggali Ide Muatan Positif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Menggali Ide Muatan Positif

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menggali Ide Muatan Positif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenggali Ide Muatan Positif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan minimal satu ide muatan positif dari lingkungan sekitar (misalnya ajakan menjaga kebersihan atau melestarikan permainan tradisional) yang akan dituangkan dalam karya seni.
  2. Murid dapat membuat sketsa sederhana yang memuat ide positif tersebut dengan menggunakan garis, bentuk, dan/atau warna dasar secara mandiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa saja hal baik atau masalah di sekitar sekolah atau rumahmu yang ingin kamu ceritakan kepada orang lain?
  2. Kalau kamu bisa membuat sebuah gambar yang bisa mengajak teman-temanmu melakukan sesuatu yang baik, kira-kira pesan apa yang ingin kamu sampaikan?
  3. Pernahkah kamu melihat poster atau gambar yang membuatmu ingin berubah atau berbuat baik? Gambar seperti apa itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid. (3 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan 'momen hening singkat' selama 30 detik: murid memejamkan mata dan membayangkan satu hal di lingkungan sekitar yang ingin mereka lihat menjadi lebih baik. (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya lisan: 'Siapa yang pernah melihat gambar atau tulisan yang mengajak orang berbuat baik? Ceritakan satu!' — guru mencatat respons murid sebagai peta awal pengetahuan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab secara spontan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan menggali ide positif dari lingkungan kita, lalu menuangkannya dalam bentuk sketsa.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 3–4 contoh gambar/poster sederhana bertema muatan positif (misalnya: ajakan membuang sampah pada tempatnya, gambar anak bermain permainan tradisional, ajakan menanam pohon). Gambar dapat dicetak atau ditampilkan via layar/papan. (3 menit)
  • Guru memandu murid mengamati setiap contoh gambar dengan pertanyaan terarah: 'Pesan apa yang ingin disampaikan gambar ini? Siapa kira-kira yang ingin diajak oleh pembuat gambar ini?' (4 menit)
  • Murid berpasangan (turn & talk) mendiskusikan: 'Dari gambar-gambar tadi, ide positif mana yang menurutmu paling penting untuk lingkungan sekitarmu? Mengapa?' — masing-masing pasangan berbagi 1 ide ke kelas. (4 menit)
  • Guru membuat daftar ide muatan positif di papan tulis berdasarkan masukan murid, lalu mengajak kelas mengkategorikannya (tema kebersihan, alam/lingkungan, permainan/budaya, dll.) sebagai peta ide bersama. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membuka 'Lembar Eksplorasi Ide' (selembar kertas HVS yang dibagi 2: kolom kiri 'Ide Positifku' dan kolom kanan 'Gambar/Simbol yang Mewakili Ide Itu'). Guru membagikan lembar tersebut. (2 menit)
  • Murid secara mandiri menuliskan minimal 1 ide muatan positif dari lingkungan sekitarnya di kolom kiri, lalu mencoret-coret simbol atau gambar kasar yang terlintas di kolom kanan sebagai warm-up visual. (5 menit)
  • Murid memilih 1 ide terbaik dari lembar eksplorasi, lalu mulai membuat sketsa sederhana di kertas gambar menggunakan pensil. Guru mengingatkan: 'Sketsamu tidak harus sempurna — yang penting idenya terlihat jelas.' (12 menit)
  • Selama murid membuat sketsa, guru berkeliling melakukan asesmen proses: mengajukan pertanyaan singkat ('Pesan apa yang ingin ditunjukkan gambarmu?'), memberikan umpan balik afirmatif dan satu saran konkret per murid. (bersamaan dengan langkah sebelumnya)
  • Murid menambahkan judul atau kata kunci singkat pada sketsanya untuk memperjelas pesan positif yang ingin disampaikan. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 3–4 murid secara sukarela untuk menunjukkan sketsanya ke kelas dan menyebutkan satu kalimat: 'Ide positif saya adalah … karena …' (4 menit)
  • Murid mengisi 'Tiket Keluar Refleksi' (isian singkat di sudut kertas sketsa atau sticky note): (a) Ide positif apa yang saya pilih? (b) Kenapa ide ini penting buat lingkunganku? (c) Satu hal yang masih ingin saya perbaiki dari sketsa saya. (3 menit)
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas singkat: 'Apa yang kalian rasakan saat menggambar ide yang benar-benar peduli kepada lingkungan?' — guru menghubungkan jawaban murid dengan makna berkarya seni untuk kebaikan bersama. (2 menit)

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kalian berhasil menggali ide positif dari lingkungan dan menuangkannya dalam sketsa — itu adalah langkah awal membuat karya seni yang berdampak.' (2 menit)
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas hasil sketsa yang sudah terlihat (memuji keberanian berekspresi, bukan hanya hasil akhir). (2 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Simpan sketsamu, karena pertemuan berikutnya kita akan mengembangkannya menjadi karya 2D yang lebih lengkap.' (1 menit)
  • Guru menutup dengan mengajak murid bertepuk tangan untuk diri sendiri atas ide-ide positif yang sudah mereka hasilkan hari ini, lalu berdoa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan menemukan ide, guru menyediakan kartu bantuan berisi 6–8 contoh tema muatan positif bergambar (ikon sederhana + kata kunci) sebagai pilihan awal.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat membuat 2 alternatif sketsa dengan ide berbeda dan menuliskan perbandingan alasan pemilihan ide. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berdiskusi dulu dengan guru atau teman sebangku sebelum mulai membuat sketsa mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan akomodasi dapat menyampaikan ide muatan positifnya secara lisan kepada guru, lalu menggambar sketsa dengan panduan garis bantu (template bentuk dasar yang sudah tersedia). Murid yang sudah lebih mahir dapat menambahkan warna dasar pada sketsa mereka sebagai lapisan ekspresi tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah melihat gambar atau tulisan yang mengajak orang berbuat baik? Ceritakan satu!' — guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan belajar murid.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi murid yang sudah familiar dengan konsep pesan visual positif dan yang belum.

Proses:

  • Observasi oleh guru saat murid mengisi Lembar Eksplorasi Ide: apakah murid dapat mengidentifikasi minimal 1 ide muatan positif dari lingkungan sekitar.
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling: 'Pesan apa yang ingin ditunjukkan gambarmu? Kenapa kamu memilih ide ini?' — sebagai asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) dengan umpan balik langsung.
  • Observasi kualitas sketsa yang sedang dikerjakan: apakah gambar mulai memperlihatkan koneksi antara ide positif yang dipilih dengan elemen visual yang dibuat.

Akhir:

  • Tiket Keluar Refleksi: murid menjawab 3 pertanyaan singkat (ide positif yang dipilih, alasan penting, satu hal yang ingin diperbaiki) — dinilai sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Hasil sketsa akhir dinilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (a) kesesuaian ide dengan tema muatan positif lingkungan, dan (b) kejelasan visual pesan yang ingin disampaikan.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi berpasangan (turn & talk) — guru mencatat murid yang mampu menyebutkan ide muatan positif dengan alasan yang relevan.
  • Umpan balik langsung saat berkeliling selama murid membuat sketsa — fokus pada kejelasan pesan dan keterkaitan gambar dengan ide positif.
  • Tiket Keluar Refleksi (3 isian singkat) sebagai bukti pemahaman dan kesadaran diri murid di akhir sesi.

Sumatif:

  • Penilaian sketsa berdasarkan rubrik 4 level: (1) kesesuaian ide dengan tema muatan positif, (2) kejelasan pesan yang dapat ditangkap dari gambar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan Ide Muatan Positif (TP 4.6.2.1)Murid belum dapat menyebutkan atau menuliskan ide muatan positif dari lingkungan sekitar, bahkan dengan bantuan kartu petunjuk.Murid dapat menyebutkan atau menuliskan satu ide muatan positif, tetapi ide tersebut tidak terkait dengan lingkungan sekitar yang nyata atau masih sangat umum (misalnya hanya menulis 'berbuat baik').Murid dapat menemukan dan menuliskan satu ide muatan positif yang spesifik dari lingkungan sekitarnya (misalnya 'ajakan membuang sampah di tempatnya') dengan alasan singkat.Murid dapat menemukan lebih dari satu ide muatan positif yang spesifik dan relevan dengan lingkungannya, disertai alasan yang jelas mengapa ide tersebut penting bagi lingkungan sekitar.
Membuat Sketsa dengan Pesan Positif (TP 4.6.2.2)Sketsa belum dibuat atau hanya berupa coretan acak yang tidak dapat dikaitkan dengan ide muatan positif apa pun.Sketsa sudah ada tetapi pesan positif yang ingin disampaikan tidak dapat dikenali atau dipahami tanpa penjelasan panjang dari murid.Sketsa memperlihatkan gambar sederhana yang secara visual dapat dihubungkan dengan ide muatan positif yang dipilih, meskipun beberapa elemen masih kurang jelas.Sketsa memperlihatkan gambar yang jelas dan terstruktur, pesan positifnya dapat dipahami langsung oleh orang lain, dan dilengkapi judul atau kata kunci yang memperkuat pesan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan setidaknya satu ide muatan positif dari lingkungan sekitar? Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih lanjut?
  • Apakah contoh gambar/poster yang saya tampilkan cukup memantik ide murid, atau perlu diganti dengan contoh yang lebih dekat dengan konteks lingkungan murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk tahap Mengaplikasi (membuat sketsa) cukup? Apakah ada murid yang tidak sempat menyelesaikan sketsa dasar mereka?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini? Apa yang perlu saya sesuaikan untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Ide positif apa yang kamu pilih hari ini, dan kenapa ide itu terasa penting bagimu?
  • Bagian mana dari proses hari ini yang paling kamu sukai — saat mencari ide, saat menggambar, atau saat berbagi dengan teman?
  • Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki atau tambahkan pada sketsamu di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 6 'Membuat Karya Seni yang Berdampak'
  2. Contoh gambar/poster bertema muatan positif lingkungan (dicetak atau ditampilkan via proyektor/layar) — minimal 3 contoh dari tema berbeda
  3. Lembar Eksplorasi Ide (kertas HVS A4, dibagi 2 kolom: 'Ide Positifku' dan 'Gambar/Simbol yang Mewakili')
  4. Kertas gambar A4 untuk sketsa murid
  5. Pensil, penghapus (alat utama membuat sketsa)
  6. Kartu Bantuan Tema (kartu bergambar 6–8 ikon tema muatan positif untuk murid yang membutuhkan dukungan konten)
  7. Sticky note atau sudut kertas untuk Tiket Keluar Refleksi
  8. Papan tulis dan spidol (untuk membuat peta ide bersama kelas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.