Modul AjarBab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4 Bab 6: Membuat Karya Seni yang Berdampak

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 4 untuk Bab 6 "Membuat Karya Seni yang Berdampak", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4 Bab 6: Membuat Karya Seni yang Berdampak

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 6

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 6 — Membuat Karya Seni yang Berdampak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 6 — Membuat Karya Seni yang Berdampak
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.6.1 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat karya seni rupa bertema lingkungan
  2. TP 4.6.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
  3. TP 4.6.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya tentang kebaikan bagi lingkungan sekitar
  4. TP 4.6.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perbedaan goresan antara pensil warna dan krayon saat digoreskan di atas kertas gambar?
  2. Apa yang terjadi pada warna krayon jika kita menekan kuat dibandingkan menggoreskannya secara lembut?
  3. Bagaimana prosedur menggunakan pensil warna agar menghasilkan arsiran yang rapi untuk menggambar daun atau rumput?
  4. Bagaimana cara kita menghasilkan warna hijau daun atau cokelat tanah jika warna tersebut tidak ada langsung di dalam kotak krayon atau cat kita?
  5. Apa perbedaan hasil warna pada kertas gambar jika kita menggoreskan krayon tebal-tipis dibandingkan jika kita mencampurkan dua warna cat air?
  6. Saat melihat sudut taman atau halaman sekolah, bentuk garis apa saja yang membentuk pohon, pagar, atau jalan setapak di sana?
  7. Bagaimana cara kita memindahkan objek nyata yang kita lihat di lingkungan sekolah ke dalam bentuk gambar sketsa garis sederhana?
  8. Masalah kebersihan apa yang pernah kalian lihat di sekitar sekolah atau lingkungan rumah?
  9. Bagaimana wujud tumpukan sampah atau saluran air kotor tersebut jika kita buat menjadi karya gambar dua dimensi?
  10. Bagaimana gambar yang kita buat bisa membuat orang yang melihatnya merasa ingin menjaga kebersihan lingkungan?
  11. Harapan baik apa tentang lingkungan sekitar yang ingin kamu sampaikan melalui warna dan bentuk pada karyamu?
  12. Bagian mana dari karyamu sendiri yang paling kamu sukai saat melihat unsur warna atau garisnya?
  13. Kosakata seni rupa apa yang paling tepat untuk menggambarkan keindahan karya temanmu?
  14. Bagaimana gambar atau poster yang kita buat dapat menggugah perasaan orang lain agar ikut merawat kebersihan lingkungan?
  15. Kosa kata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan untuk menceritakan keindahan dan makna dari karya kita sendiri maupun karya teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenal dan Menguji Coba Alat dan Bahan Gambar untuk Tema Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat karya seni rupa bertema lingkungan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan media gambar berupa kertas serta peranti mewarnai (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menguji coba alat dan bahan gambar (pensil warna dan krayon) beserta prosedur penggunaannya untuk tema lingkungan (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 alat gambar nyata (pensil warna dan krayon) lalu menanyakan sifat fisiknya: (1) 'Alat mana yang berujung runcing keras dan menghasilkan garis tipis?' (acuan: pensil warna); (2) 'Alat mana yang bertekstur lilin tebal dan menghasilkan goresan pekat?' (acuan: krayon) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang prosedur penggunaan 2 alat gambar: memegang pensil warna dengan sudut kemiringan tertentu untuk mengarsir searah, serta memegang krayon dengan variasi tekanan lembut versus kuat untuk menghasilkan kepekatan berbeda (7 menit).
  • Murid mengamati 3 lembar contoh hasil goresan pada kertas gambar yang disiapkan guru: Kartu A (arsiran pensil warna rapat searah), Kartu B (goresan krayon bertekanan kuat/tebal), dan Kartu C (goresan krayon tipis bertekanan lembut) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Uji Coba Eksplorasi Alat Gambar bertema lingkungan yang memuat 4 kotak uji: Kotak 1 (menguji goresan garis tipis pensil warna), Kotak 2 (menguji arsiran searah pensil warna pada bentuk daun), Kotak 3 (menguji blok krayon bertekanan lembut pada bentuk awan), dan Kotak 4 (menguji blok krayon bertekanan kuat pada bentuk batang pohon) (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan menggembirakan 'Uji Coba Gores Cepat': guru memberikan instruksi ritmis 'Tipis-Lembut' dan 'Pekat-Tebal', murid secara bergantian menguji respons alat di atas kertas uji coba sesuai ketukan tempo dengan antusias (8 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan uji coba prosedur penggunaan alat dan bahan pada seluruh 4 kotak uji di lembar kerja masing-masing, menguji daya tutup warna dan ketebalan garis sesuai prosedur yang telah dipelajari (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan hasil uji coba pada lembar kerjanya sendiri antara karakter goresan pensil warna dan krayon (5 menit).
  • Murid menandai pada lembar uji coba alat mana yang paling sesuai prosedur untuk objek berbidang luas dan alat mana yang paling tepat untuk objek bergaris detail (acuan refleksi: krayon untuk bidang luas/tebal; pensil warna untuk garis detail/arsiran halus) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil uji coba mengenai karakter alat pensil warna dan krayon beserta prosedur penggunaannya (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap lembar hasil uji coba murid dan mengapresiasi proses eksplorasi alat (3 menit).
  • Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang pencampuran media dan menutup sesi dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh panduan visual gradasi tekanan pensil warna dan krayon di meja murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Murid yang telah menguasai prosedur dasar diberikan tantangan menguji coba variasi sudut kemiringan krayon (sisi runcing vs sisi rebah), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan difokuskan pada uji coba tekanan kuat dan lembut pada 2 kotak utama.
  • Produk: Uji coba minimal memuat 3 dari 4 kotak uji untuk murid yang membutuhkan penyesuaian laju kerja, dan memenuhi seluruh 4 kotak uji lengkap bagi murid lainnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali ciri alat gambar: (1) Pertanyaan: 'Alat gambar mana yang berujung runcing keras dan menghasilkan garis tipis?' (Acuan jawaban: Pensil warna); (2) Pertanyaan: 'Alat gambar mana yang bertekstur lilin tebal dan menghasilkan warna pekat?' (Acuan jawaban: Krayon).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba 4 kotak pada Lembar Uji Coba: (1) Kotak 1: menguji garis tipis pensil warna (acuan: goresan tajam berujung runcing, tidak putus); (2) Kotak 2: menguji arsiran pensil warna pada daun (acuan: arsiran searah, kerapatan teratur); (3) Kotak 3: menguji krayon lembut pada awan (acuan: lapisan lilin tipis tembus pandang); (4) Kotak 4: menguji krayon tebal pada batang pohon (acuan: lapisan lilin padat dan warna pekat menutup kertas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman hasil uji coba: Murid menunjukkan lembar uji coba dan menyatakan kesesuaian prosedur alat: alat bergaris detail adalah pensil warna, alat pewarna bidang pekat adalah krayon (kriteria ketercapaian: lembar uji coba memuat minimal 3 dari 4 kotak terisi uji coba goresan sesuai prosedur masing-masing alat).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi ciri fisik dan fungsi alat gambar pensil warna serta krayon.
  • Asesmen unjuk kerja proses uji coba prosedur alat dan bahan pada lembar uji coba 4 kotak eksplorasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian alat dan bahan serta prosedur penggunaannyaMenguji coba kurang dari 2 kotak uji coba alat dan bahan tanpa menerapkan prosedur tekanan/arah goresan yang tepat.Menguji coba 2 dari 4 kotak uji coba alat dan bahan (pensil warna dan krayon) sesuai prosedur penggunaannya dengan bantuan guru.Menguji coba 3 dari 4 kotak uji coba alat dan bahan (pensil warna dan krayon) sesuai prosedur penggunaannya secara mandiri.Menguji coba seluruh 4 kotak uji coba alat dan bahan (pensil warna garis tipis, pensil warna arsiran searah, krayon tekanan lembut, krayon tekanan pekat) tepat sesuai prosedur penggunaannya secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit cukup untuk memfasilitasi seluruh murid melakukan uji coba 4 teknik goresan pensil warna dan krayon?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan uji gores cepat dalam memahami variasi tekanan alat gambar?

Murid:

  • Alat gambar mana yang paling mudah kamu kendalikan saat menggores garis dan mewarnai bidang?
  • Apa perbedaan rasa di tanganmu saat menekan krayon dengan kuat dibandingkan saat menggoreskannya dengan lembut?

Pertemuan 2 — Menguji Coba Prosedur Pewarnaan dan Pencampuran Media untuk Tema Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat karya seni rupa bertema lingkungan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba prosedur pewarnaan (gradasi tebal-tipis) dan pencampuran warna menggunakan alat dan bahan pewarna yang dimiliki untuk tema lingkungan (daun, tanah, langit) (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 lembar kartu warna uji (Kartu A: campuran biru + kuning; Kartu B: campuran merah + kuning) dan meminta murid menuliskan tebakan warna hasil pencampuran pada kertas memo masing-masing (acuan: Kartu A = hijau; Kartu B = jingga/oranye) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati demonstrasi guru di depan kelas mengenai prosedur pencampuran warna primer (biru dan kuning menjadi hijau untuk dedaunan; merah dan kuning menjadi jingga untuk tanah/matahari) serta prosedur gradasi goresan satu media krayon dari tekanan kuat ke tekanan lembut (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mencermati lembar uji coba warna 'Eksplorasi Warna Alam' yang memuat 4 kotak target uji: Kotak 1 (Pencampuran Biru + Kuning -> target: Hijau Daun), Kotak 2 (Pencampuran Merah + Kuning -> target: Jingga Senja), Kotak 3 (Gradasi Krayon: Biru Tua ke Biru Muda -> target: Langit Cerah), Kotak 4 (Pencampuran/Tumpang Krayon: Cokelat + Kuning -> target: Tanah Subur) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti 'Tantangan Ramuan Warna Alam' secara menggembirakan: murid berlomba dalam waktu terbatas untuk menguji coba mencampurkan media cat air/krayon di palet atau kertas uji guna menemukan warna hijau daun yang paling tepat (15 menit).
  • Murid secara mandiri mempraktikkan prosedur pewarnaan pada lembar kerja uji coba 4 kotak: melakukan prosedur pencampuran warna cat air pada Kotak 1 dan 2, serta menguji prosedur gradasi tekanan dan pelapisan (layering) krayon pada Kotak 3 dan 4 sesuai petunjuk teknis (25 menit).
  • Guru berkeliling mengamati pengujian prosedur murid menggunakan lembar ceklis formatif proses, memberikan bimbingan langsung kepada murid yang takaran airnya terlalu banyak atau goresan krayonnya belum menghasilkan gradasi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan lembar uji coba warnanya di meja masing-masing, memeriksa kembali apakah seluruh 4 kotak target uji coba telah terisi dengan perubahan warna dan gradasi yang sesuai acuan (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat catatan teknis di bawah lembar uji mengenai prosedur yang paling berhasil mereka lakukan (misal: 'Krayon ditekan kuat lalu perlahan dilemaskan menghasilkan warna langit yang halus') (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prosedur pencampuran dan gradasi warna yang telah diuji coba untuk merepresentasikan objek lingkungan alam (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas keberhasilan pengujian prosedur pewarnaan seluruh murid dan mengarahkan murid untuk membersihkan serta merapikan kembali alat dan bahan pewarna ke tempat semula (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual proporsi takaran warna (misal: 1 tetes kuning + 1 tetes biru) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan teknik memegang kuas atau krayon dengan sudut kemiringan yang tepat; murid yang cepat diberikan tantangan mencoba variasi 3 tingkatan warna tanah (cokelat muda, cokelat sedang, cokelat tua).
  • Produk: Hasil uji coba warna dinilai dari kesesuaian penerapan prosedur pencampuran dan gradasi pada minimal 3 dari 4 kotak target uji.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengidentifikasi hasil pencampuran warna dasar secara tertulis pada 2 kartu uji diagnostik berikut: Kartu 1: Biru + Kuning (acuan tepat: Hijau); Kartu 2: Merah + Kuning (acuan tepat: Jingga/Oranye).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pengujian prosedur pewarnaan pada Lembar Uji Coba 'Eksplorasi Warna Alam' dengan 4 target: (1) Kotak 1: Mencampur biru dan kuning hingga menghasilkan warna hijau daun; (2) Kotak 2: Mencampur merah dan kuning hingga menghasilkan warna jingga senja; (3) Kotak 3: Menggoreskan krayon biru dari tekanan kuat ke tekanan ringan menghasilkan efek gradasi halus; (4) Kotak 4: Menumpuk goresan krayon cokelat dan kuning menghasilkan warna tanah. Kriteria ketercapaian: murid tepat mempraktikkan prosedur pada minimal 3 dari 4 kotak target.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil lembar uji coba pewarnaan murid berdasarkan 4 target acuan: Kotak 1 menghasilkan hijau, Kotak 2 menghasilkan jingga, Kotak 3 menampilkan gradasi biru tebal ke tipis, Kotak 4 menghasilkan efek warna tanah, disertai catatan refleksi teknis satu kalimat pada lembar kerja.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: tebakan warna hasil percampuran 2 warna primer pada kartu uji.
  • Asesmen formatif unjuk kerja proses: observasi pengujian prosedur pencampuran media dan gradasi warna pada lembar uji coba 4 kotak target.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian Prosedur Pencampuran Media WarnaBelum mampu menerapkan prosedur pencampuran warna; warna yang dihasilkan di Kotak 1 dan 2 masih berupa warna tunggal yang tidak tercampur atau tidak sesuai acuan target.Menerapkan prosedur pencampuran warna pada 1 dari 2 kotak target dengan tepat (hanya Kotak 1 hijau atau Kotak 2 jingga) dengan bantuan arahan guru.Menerapkan prosedur pencampuran warna pada kedua kotak target (Kotak 1: hijau daun; Kotak 2: jingga senja) secara mandiri dan tepat.Menerapkan prosedur pencampuran warna pada kedua kotak target dengan takaran pigmen/media yang sangat seimbang, menghasilkan warna hijau dan jingga yang bersih merata secara mandiri.
Pengujian Prosedur Gradasi dan Pelapisan PewarnaanBelum mampu menerapkan prosedur gradasi goresan maupun pelapisan; warna di Kotak 3 dan 4 masih rata satu tekanan tanpa transisi tebal-tipis atau percampuran lapisan.Menerapkan prosedur gradasi atau pelapisan pada 1 dari 2 kotak target (hanya Kotak 3 gradasi biru atau Kotak 4 lapisan tanah) dengan bantuan guru.Menerapkan prosedur gradasi goresan biru tebal ke tipis pada Kotak 3 dan pelapisan krayon cokelat-kuning pada Kotak 4 secara tepat dan mandiri.Menerapkan prosedur gradasi goresan dan pelapisan media secara konsisten pada kedua kotak target dengan transisi warna yang sangat halus dan rapi tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi langkah teknis pencampuran cat dan teknik tekanan krayon dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana kesiapan dan pengelolaan alat bahan (air, lap, krayon, palet) selama kegiatan uji coba berlangsung di kelas?

Murid:

  • Apa hal paling menarik saat kamu mencoba mencampurkan warna untuk tema lingkungan hari ini?
  • Teknik pewarnaan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan: mencampur cat atau membuat gradasi krayon?

Pertemuan 3 — Membuat Sketsa Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menata posisi duduk murid agar siap berkarya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: membuat gambar sketsa karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan langsung pada lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan bentuk garis dasar dari 3 objek visual yang ditunjukkan guru: (1) tiang bendera [acuan: garis lurus vertikal], (2) lengkungan daun palem [acuan: garis lengkung], dan (3) susunan bata paving [acuan: garis zig-zag/kotak teratur] untuk memetakan kemampuan pengamatan visual (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu murid melakukan kegiatan joyful 'Tebak Garis Objek': guru menggambar kontur cepat satu objek di papan tulis tanpa mengangkat pensil (misal: bentuk pohon kamboja di taman sekolah), lalu murid bersama-sama menebak objek lingkungan yang digambar berdasarkan ciri garisnya (10 menit).
  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan cara membuat sketsa kasar (drafting garis) berdasarkan pengamatan objek lingkungan: menentukan objek utama (fokus pengamatan), menarik garis kontur luar, dan menambahkan detail bentuk sederhana tanpa perlu diwarnai tebal terlebih dahulu (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak berkeliling di area lingkungan sekitar sekolah (halaman, taman bunga, atau lorong kelas) dengan membawa buku gambar dan pensil untuk mengamati serta memilih satu sudut objek lingkungan yang menarik perhatian mereka secara langsung (15 menit).
  • Murid duduk tenang di tempat pengamatan yang dipilih dan mulai membuat sketsa karya seni rupa menggunakan garis pensil, merekam bentuk nyata tanaman, bangunan, pot bunga, atau fasilitas lingkungan yang mereka lihat dengan memperhatikan proporsi bentuk dasar (25 menit).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual bagi murid yang memerlukan panduan penarikan garis kontur dan memastikan murid menggambar berdasarkan objek pengamatan nyata di depannya, bukan mengimajinasikan objek fiksi yang tidak ada di lokasi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan buku gambar di atas meja masing-masing, lalu memeriksa kembali sketsa yang telah dibuat untuk mencocokkan apakah unsur garis dan bentuk yang digambar sudah mewakili objek pengamatan lingkungan sekolah yang dipilih (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil sketsa murid terkait ketepatan menangkap bentuk objek nyata lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sketsa adalah langkah awal menangkap bentuk nyata lingkungan sebelum mengembangkan karya seni lebih lanjut, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan sudut area pengamatan: area dengan bentuk geometris tegas (teras/pagar kelas) untuk murid yang membutuhkan struktur sederhana, dan area tanaman/taman alami dengan kontur organik untuk murid yang siap tantangan visual lebih kompleks.
  • Proses: Memberikan scaffolding berupa panduan membuat bentuk geometris bantu (lingkaran/segiempat samar) sebelum menarik garis detail bagi murid yang ragu menarik garis bebas; membiarkan murid mandiri langsung menarik garis kontur objek bagi yang sudah terbiasa.
  • Produk: Tingkat kerincian sketsa: murid dengan kesulitan menggambar cukup menangkap 1 objek utama lingkungan dengan garis kontur yang jelas; murid yang lebih mahir dapat menambahkan objek latar depan dan latar belakang pada sketsa lingkungannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengidentifikasi bentuk garis dasar dari 3 gambar/objek lingkungan sekolah yang ditunjukkan guru: (1) Tiang bendera (acuan jawaban: garis lurus vertikal), (2) Lengkungan pelepah daun palem taman (acuan jawaban: garis lengkung), (3) Paving block halaman (acuan jawaban: garis lurus/pola kotak-kotak). Kriteria kesiapan: murid siap jika mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 3 bentuk garis dasar tersebut secara tepat.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan observasi dan menggambar sketsa objek lingkungan sekolah: guru memeriksa apakah murid fokus menggambar objek nyata yang berada di hadapannya dan bagaimana kelancaran murid dalam menggoreskan garis kontur bentuk objek.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar sketsa karya seni rupa hasil pengamatan lingkungan sekolah dengan kriteria: (1) memuat representasi visual objek nyata lingkungan sekolah yang diamati (misal pohon, pot bunga, pagar, atau gedung sekolah), dan (2) tersusun atas garis-garis sketsa kontur dan detail bentuk yang jelas (acuan: minimal terdapat 1 objek utama lingkungan yang dikenali bentuk dasarnya dengan goresan garis pensil).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid membuat sketsa di luar kelas berdasarkan objek pengamatan lingkungan
  • Pemeriksaan produk lembar sketsa pengamatan lingkungan sekolah menggunakan rubrik penilaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Representasi Objek Pengamatan LingkunganSketsa belum menggambarkan objek nyata dari lingkungan sekolah yang diamati, bentuk garis masih berupa coretan acak tanpa bentuk objek yang dapat dikenali.Sketsa mulai menampilkan bentuk objek lingkungan sekolah, namun hanya sebagian kecil bagian objek yang dikenali dan masih membutuhkan bantuan penuh guru untuk menentukan objek yang digambar.Sketsa menampilkan 1 objek utama lingkungan sekolah yang diamati secara jelas dengan bentuk dasar dan kontur garis yang mudah dikenali secara mandiri.Sketsa menampilkan objek utama lingkungan sekolah beserta detail pendukung di sekitarnya (seperti daun, tekstur batang, atau bayangan garis) secara utuh, proporsional, dan mandiri berdasarkan pengamatan langsung.
Kerapian dan Kejelasan Goresan Garis SketsaGoresan garis sketsa terputus-putus ragu, banyak bekas hapusan yang merusak kertas, dan garis bentuk tidak menyatu membentuk wujud objek.Goresan garis sketsa mulai menyatu membentuk wujud objek, tetapi garis masih tampak ragu dan banyak pengulangan garis tebal yang tidak terarah.Goresan garis sketsa dibuat dengan mantap, garis kontur luar objek terlihat jelas dan tegas, serta lembar gambar bersih.Goresan garis sketsa sangat luwes dan bervariasi (memadukan garis tipis untuk rancangan awal dan garis tegas untuk kontur akhir objek) secara rapi dan bersih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit observasi dan 30 menit menggambar sketsa di luar kelas cukup efektif untuk murid kelas 4?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama proses pengamatan objek nyata di lingkungan sekolah, apakah ada yang mengalami kesulitan menemukan objek untuk disketsa?

Murid:

  • Objek lingkungan sekolah apa yang paling mudah dan paling sulit kamu gambar ke dalam bentuk sketsa hari ini?
  • Bagian mana dari garis sketsamu yang menurutmu sudah paling mirip dengan bentuk asli benda yang kamu amati?

Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengamatan Masalah Kebersihan Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan dua foto kondisi lingkungan: Foto A (sudut selokan tersumbat sampah plastik kemasan) dan Foto B (halaman rumput bersih terpangkas rapi). Murid diminta mengidentifikasi foto mana yang memuat masalah kebersihan dan menyebutkan objek rupa yang tampak (acuan: Foto A memuat masalah kebersihan dengan objek rupa kantong kresek, botol plastik, dan air selokan keruh) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan masalah kebersihan lingkungan sekitar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang cara memindahkan hasil amatan objek masalah kebersihan ke dalam bidang gambar dengan menyusun unsur garis, bentuk, dan warna (10 menit).
  • Guru mengadakan aktivitas tebak bentuk menyenangkan di papan tulis: guru menarik garis kontur cepat menyerupai objek sampah nyata (botol penyok, kantong plastik kusut, daun berserakan) dan murid secara serempak menebak objek masalah kebersihan tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid menyiapkan kertas gambar A4 serta media pewarna (krayon/pensil warna), lalu menentukan 1 objek masalah kebersihan nyata yang diamati (pilihan: sampah plastik di selokan, tempat sampah meluap, atau sampah dedaunan kering menumpuk di saluran air) (10 menit).
  • Murid menggambar garis kontur dan bentuk objek masalah kebersihan lingkungan secara mandiri pada kertas gambar berdasarkan ingatan dan catatan amatan (20 menit).
  • Murid menyelesaikan pewarnaan karya seni rupa dengan mengisi warna bidang secara penuh dan mewujudkan kesan objek lingkungan yang diamati (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan karya di atas meja masing-masing, memeriksa kelengkapan unsur rupa karyanya secara berkesadaran, serta memastikan objek masalah kebersihan lingkungan terwujud jelas pada gambar (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil karya seni rupa yang telah dibuat murid berdasarkan kesesuaian objek amatan (3 menit).
  • Murid merapikan kembali meja belajar, alat gambar, dan media warna ke tempat semula (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih satu dari 3 fokus objek masalah kebersihan yang diamati: tumpukan sampah kemasan plastik, tong sampah kelas yang meluap, atau saluran air tersumbat dedaunan.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan mengawali bentuk, guru menyediakan kartu referensi visual bentuk sederhana objek sampah; bagi murid mahir, ditantang memadukan 2 atau lebih objek amatan sekaligus dalam satu komposisi.
  • Produk: Semua murid menghasilkan karya seni rupa dua dimensi bertema masalah kebersihan lingkungan; kedalaman variasi unsur bentuk dan detail pewarnaan disesuaikan dengan kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid diminta mengidentifikasi foto mana yang memuat masalah kebersihan dari dua foto yang ditampilkan guru (Foto A: sudut selokan tersumbat sampah plastik; Foto B: halaman rumput bersih). Acuan: Murid tepat memilih Foto A dan dapat menyebutkan minimal 1 objek amatan nyata (plastik kemasan, air keruh, atau botol bekas).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja pembuatan karya rupa saat murid menggambar dan mewarnai objek masalah kebersihan lingkungan. Kriteria pengamatan: (1) Kehadiran bentuk objek masalah kebersihan lingkungan hasil amatan (misal: botol/kresek/timbunan sampah/selokan keruh); (2) Ketuntasan visualisasi wujud rupa (garis, bentuk, dan bidang berwarna terisi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi hasil karya: Murid menunjukkan karyanya kepada guru dan memastikan wujud objek rupa yang dibuat selaras dengan masalah kebersihan yang diamati (kriteria penerimaan: gambar menampilkan secara visual wujud masalah kebersihan lingkungan secara jelas tanpa bidang yang kosong terbengkalai).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengenali objek masalah kebersihan lingkungan.
  • Observasi unjuk kerja berkarya rupa selama kegiatan inti menggunakan rubrik pengamatan pembuatan karya berdasarkan amatan lingkungan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Objek Seni Rupa dengan Hasil Pengamatan LingkunganBelum menampilkan bentuk objek yang mencerminkan masalah kebersihan lingkungan sekitar; gambar tidak menunjukkan wujud amatan lingkungan.Menampilkan bentuk objek masalah kebersihan lingkungan, namun belum jelas wujudnya dan membutuhkan bimbingan penuh guru untuk membentuknya.Menampilkan 1 objek masalah kebersihan lingkungan sekitar (misal: sampah plastik, selokan kotor, atau tempat sampah meluap) dengan bentuk rupa yang jelas dan mandiri.Menampilkan 2 atau lebih objek masalah kebersihan lingkungan sekitar secara mendetail dengan susunan bentuk yang saling melengkapi secara mandiri.
Penyelesaian Visualisasi Karya (Garis, Bentuk, dan Warna)Goresan garis belum membentuk objek yang utuh dan bidang gambar belum diwarnai.Garis dan bentuk sudah membentuk objek amatan, namun pewarnaan hanya sebagian kecil atau belum merata pada bidang objek.Garis, bentuk, dan pewarnaan objek amatan terselesaikan dengan rapi dan bidang objek terwarnai penuh.Garis, bentuk, dan pewarnaan terselesaikan sangat rapi, penuh, serta menunjukkan variasi warna yang memperjelas karakter objek amatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan karya seni rupa dua dimensi dari sketsa hingga pewarnaan?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam memvisualisasikan objek nyata masalah kebersihan lingkungan ke atas kertas gambar?

Murid:

  • Bagian mana dari objek masalah kebersihan lingkungan yang paling mudah dan paling menantang untuk digambar?
  • Apakah gambar yang kamu buat sudah memperlihatkan keadaan lingkungan yang sebenarnya kamu amati?

Pertemuan 5 — Menghasilkan Karya Seni Rupa yang Berdampak pada Perasaan Peduli Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya tentang kebaikan bagi lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghasilkan karya seni rupa dua dimensi yang memuat pesan visual harapan atau perasaan peduli terhadap kebaikan lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan 2 contoh gambar poster lingkungan: Gambar A (taman bunga bersih penuh warna cerah) dan Gambar B (gambar acak garis tanpa objek lingkungan), lalu meminta murid memilih gambar mana yang memunculkan perasaan peduli atau mewakili harapan lingkungan sehat (kunci acuan: Gambar A karena memuat visual lingkungan yang terawat dan membangkitkan rasa peduli) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati demonstrasi visual guru mengenai cara memadukan unsur bentuk dan pilihan warna untuk memunculkan dampak perasaan peduli dan menyampaikan harapan kebaikan bagi lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid memainkan permainan tebak emosi visual 'Kartu Rasa Rupa': murid mengamati 3 kartu contoh visual lingkungan (Kartu 1: pohon rindang dengan burung berkicau bernuansa hijau cerah; Kartu 2: aliran parit jernih dengan bebatuan; Kartu 3: tempat sampah terpilah rapi dengan simbol senyum) dan secara ceria memilih kartu yang memicu rasa damai serta harapan lingkungan lestari (acuan: ketiganya memicu emosi positif/harapan baik terhadap alam) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri merancang dan mulai menggambar karya seni rupa dua dimensi pada kertas gambar bertema kebaikan lingkungan, menentukan objek visual yang mewakili harapannya (misalnya tanaman hijau, lingkungan sekolah bersih, atau tempat sampah rapi) (25 menit).
  • Murid menyelesaikan pewarnaan karya seni rupa tersebut menggunakan media pewarna (krayon atau pensil warna) dengan memadukan warna-warna yang berdampak pada munculnya perasaan peduli lingkungan sekitar (misalnya hijau segar, biru jernih, kuning cerah) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil karya di atas meja masing-masing, lalu hening sejenak mencermati karyanya sendiri untuk memeriksa apakah visual yang dibuat sudah memancarkan harapan kebaikan bagi lingkungan (5 menit).
  • Murid menandai kartu ceklis mandiri berupa tanda centang pada kolom 'Sudah' jika karyanya memuat minimal 1 objek lingkungan sekitar dan 1 nuansa warna pembangun rasa peduli (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa karya seni rupa dapat digubah sedemikian rupa untuk menyentuh perasaan dan menyampaikan harapan kebaikan bagi lingkungan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketuntasan karya visual murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (tanpa menutup bab secara keseluruhan karena masih ada pertemuan apresiasi berikutnya) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu referensi visual objek lingkungan sederhana (seperti daun, pohon, tempat sampah); murid yang mahir mengeksplorasi komposisi objek lingkungan yang lebih kaya (ekosistem taman sekolah lengkap).
  • Proses: Guru memberikan bimbingan bertahap pada pemilihan warna bagi murid yang ragu menentukan nuansa warna berdampak, sementara murid yang mandiri langsung berkarya secara penuh.
  • Produk: Variasi detail objek visual karya disesuaikan dengan kesiapan murid, asalkan seluruh karya secara jelas menampilkan unsur lingkungan yang berdampak pada perasaan peduli.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi visual diagnostik di awal pembelajaran: Murid memilih antara Gambar A (taman bersih berwarna cerah) atau Gambar B (corak garis tanpa objek lingkungan) yang mewakili pesan/harapan kebaikan lingkungan (acuan: Gambar A menunjukkan kepedulian lingkungan melalui objek taman terawat).

Proses:

  • Pengamatan proses berkarya murid menggunakan lembar observasi: memeriksa apakah murid menuangkan objek lingkungan nyata/harapan (seperti tanaman, parit bersih, tempat pemilahan sampah) dan menerapkan paduan warna yang membangkitkan perasaan peduli lingkungan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek kesesuaian karya akhir murid berdasarkan 2 kriteria operasional penerimaan karya: (1) Karya rupa dua dimensi memuat minimal satu objek nyata lingkungan sekitar (pohon/taman/tempat sampah/parit bersih); (2) Komposisi warna dan bentuk mampu menampilkan harapan kebaikan atau perasaan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menghasilkan karya seni rupa dengan fokus pada kehadiran objek lingkungan dan nuansa visual pembangun rasa peduli
  • Ceklis refleksi mandiri murid terhadap keselarasan karya dengan pesan harapan kebaikan lingkungan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Visualisasi Harapan Kebaikan LingkunganBelum mampu memvisualisasikan objek lingkungan sekitar pada karya seni rupa sehingga belum tampak harapan kebaikan lingkungan.Mampu memvisualisasikan objek lingkungan sekitar secara sederhana dengan bantuan/arahan guru agar memunculkan harapan kebaikan lingkungan.Mampu memvisualisasikan minimal 1 objek lingkungan sekitar secara mandiri yang menampilkan harapan kebaikan bagi lingkungan.Mampu memvisualisasikan beragam objek lingkungan sekitar secara terpadu dan mandiri yang dengan sangat jelas memancarkan harapan kebaikan bagi lingkungan.
Dampak Karya pada Perasaan PeduliPilihan bentuk dan warna pada karya belum berdampak pada munculnya perasaan peduli lingkungan.Pilihan bentuk dan warna pada karya mulai memunculkan kesan kepedulian lingkungan dengan bimbingan guru.Pilihan bentuk dan paduan warna pada karya secara mandiri berhasil memunculkan dampak perasaan peduli lingkungan.Pilihan bentuk dan paduan warna pada karya secara mandiri dan konsisten sangat kuat membangkitkan dampak perasaan peduli serta menggugah rasa cinta lingkungan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembuatan karya seni rupa berdampak ini sudah memfasilitasi murid dalam menuangkan kepedulian lingkungannya secara otentik?
  • Bagian mana dari proses pengungkapan harapan lingkungan melalui warna yang masih membutuhkan bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Perasaan apa yang muncul saat kamu melihat hasil karyamu sendiri?
  • Harapan baik apa yang paling ingin kamu sampaikan kepada orang lain lewat karyamu?

Pertemuan 6 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Seni Rupa Diri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merefleksikan karya sendiri serta mengapresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memasangkan 3 kartu kosakata seni rupa dengan definisi visualnya di papan tulis: (1) Warna kontras -> warna terang bertemu warna gelap yang mencolok; (2) Garis tegas -> goresan garis tebal dan jelas; (3) Keseimbangan -> penataan gambar yang terasa pas dan tidak berat sebelah (acuan: pasangan definisi di atas) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu murid menelaah 4 kosakata seni rupa utama yang akan digunakan untuk apresiasi: 'garis tebal/tipis', 'warna cerah/gelap/kontras', 'tekstur visual semu', dan 'komposisi seimbang' dengan menunjukkannya pada contoh karya (15 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil memainkan permainan kartu cepat 'Tebak Unsur Rupa': murid mencocokkan kartu nama unsur rupa dengan bagian gambar berukuran besar di dinding untuk membiasakan penggunaan kosakata secara tepat dan menyenangkan (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memajang karya seni rupa dua dimensi bertema lingkungan buatan masing-masing dari pertemuan sebelumnya di atas meja meja pameran kelas (10 menit).
  • Murid melakukan refleksi terhadap karya sendiri dengan menuliskan catatan apresiasi mandiri menggunakan minimal 2 kosakata rupa pada lembar refleksi: menyebutkan unsur garis/warna yang digunakan dan bagian yang paling memuaskan (15 menit).
  • Murid melakukan 'Gallery Walk' mengamati karya teman sekelas, lalu memilih satu karya teman untuk diapresiasi secara tertulis pada kartu apresiasi menggunakan minimal 2 kosakata rupa yang relevan (acuan kosakata: garis tebal/tipis, warna cerah/gelap/kontras, tekstur visual, komposisi) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid membacakan catatan refleksi diri dan apresiasi untuk karya teman, mencocokkan ketepatan penggunaan kosa kata rupa dengan bukti visual pada karya yang ditunjuk (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kosakata seni rupa dalam menyampaikan apresiasi dan refleksi karya secara objektif dan santun (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses refleksi dan apresiasi hari ini serta mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif berkarya dan apresiasi lisan pada pertemuan berikutnya (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kosakata seni rupa bergambar (visual glossary) untuk murid yang membutuhkan bantuan dalam mengingat istilah seni rupa.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan berupa kalimat pemantik refleksi rumpang (scaffolding). Bagi murid yang mahir, murid diarahkan merefleksikan 3 atau lebih unsur rupa secara mendalam.
  • Produk: Catatan refleksi dan apresiasi dapat berupa uraian tertulis terstruktur pada lembar apresiasi atau kartu komentar apresiatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menjodohkan 3 kartu istilah rupa dengan definisinya: (1) Warna kontras -> warna terang bertemu warna gelap; (2) Garis tegas -> goresan garis tebal dan jelas; (3) Keseimbangan -> penataan gambar yang terasa pas dan seimbang (acuan: ketepatan pasangan istilah dan definisi tersebut).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam merefleksikan karya sendiri dan menuliskan apresiasi karya teman menggunakan lembar ceklis kosa kata rupa (kriteria: memuat minimal 2 kosa kata rupa yang sesuai dengan wujud fisik karya, seperti warna cerah/kontras, garis tegas/tipis, komposisi).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar kartu apresiasi: memeriksa ketepatan penggunaan minimal 2 kosakata rupa dalam menjelaskan karya teman (acuan kosa kata yang diterima: garis, warna kontras/cerah/gelap, bentuk, tekstur, komposisi seimbang yang sesuai kenyataan visual karya).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja refleksi karya sendiri dan apresiasi karya teman menggunakan lembar observasi ketepatan kosa kata seni rupa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Karya Sendiri dengan Kosakata Seni RupaBelum mampu menggunakan kosakata seni rupa untuk merefleksikan karya sendiri (hanya menuliskan kesan umum seperti 'bagus' tanpa istilah rupa).Merefleksikan karya sendiri dengan menggunakan 1 kosakata seni rupa secara tepat sesuai wujud karyanya.Merefleksikan karya sendiri dengan menggunakan 2 kosakata seni rupa secara tepat sesuai wujud karyanya.Merefleksikan karya sendiri secara mandiri menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa secara tepat dan mendalam sesuai wujud karyanya.
Apresiasi Karya Teman dengan Kosakata Seni RupaBelum mampu mengapresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (hanya memberikan komentar di luar unsur visual).Mengapresiasi karya teman menggunakan 1 kosakata seni rupa yang sesuai dengan karya teman.Mengapresiasi karya teman menggunakan 2 kosakata seni rupa yang sesuai dengan wujud visual karya teman.Mengapresiasi karya teman secara mandiri menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa yang sangat tepat dan selaras dengan wujud visual karya teman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri menggunakan kosakata seni rupa saat memberikan apresiasi?
  • Bagian mana dari aktivitas Gallery Walk yang paling efektif memicu respon apresiatif murid?

Murid:

  • Kosakata seni rupa apa yang paling sering saya gunakan saat mengomentari karya hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya ketika karya saya mendapatkan komentar positif dari teman menggunakan istilah seni rupa?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.6.1 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat karya seni rupa bertema lingkungan
  • TP 4.6.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
  • TP 4.6.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya tentang kebaikan bagi lingkungan sekitar
  • TP 4.6.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kesiapan alat dan bahan gambar murid (kertas gambar A4, pensil gambar, pewarna krayon/pensil warna), serta menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 6 yang mencakup berkarya seni rupa dua dimensi dan penilaian lisan (3 menit).
  • Guru membacakan petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif secara mandiri: 60 menit berkarya dua dimensi bertema kepedulian lingkungan secara serentak, dilanjutkan 42 menit penilaian lisan bergiliran di meja guru (1,5 menit per murid) sambil murid lain menata dan mengamati karya di meja masing-masing (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria rubrik karya dua dimensi (penerapan alat/bahan, penggambaran objek hasil pengamatan lingkungan, muatan pesan harapan kebaikan lingkungan) dan kriteria penilaian lisan (penggunaan kosa kata seni rupa: warna, garis, bentuk, pesan; refleksi karya diri; apresiasi santun terhadap karya teman) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa dua dimensi (poster/gambar tematik lingkungan) pada kertas A4 dengan menerapkan alat dan bahan pewarnaan secara tepat, memuat representasi objek nyata hasil pengamatan lingkungan sekolah/sekitar (misalnya tempat sampah pilah, tanaman sekolah, selokan bersih), serta memuat pesan visual/slogan harapan perbaikan lingkungan (50 menit).
  • Tugas 2: Murid meletakkan karya di atas meja masing-masing, kemudian secara bergiliran dipanggil ke meja guru (1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit) untuk menyampaikan refleksi lisan karya sendiri dan apresiasi lisan terhadap satu karya teman dengan menyebutkan kosa kata seni rupa (unsur garis, warna, bentuk, serta pesan visual karya), sementara murid yang sedang menunggu giliran mengamati karya di meja teman tanpa bersuara (42 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereview keterlaksanaan seluruh rangkaian asesmen sumatif bab 6 dan menyimpulkan pengalaman menuangkan kepedulian lingkungan melalui bahasa rupa (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan lembar karya seni rupa dua dimensi murid, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian berkarya sepanjang asesmen, serta menutup pertemuan bab 6 dengan doa penutup dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format media: murid dapat memilih menggunakan media pewarna krayon, pensil warna, atau spidol sesuai kenyamanan sensori tanpa menurunkan kriteria karya.
  • Proses: Akomodasi akses waktu: murid yang memerlukan bantuan fisik/motorik halus diberikan meja yang lebih leluasa dan waktu transisi giliran lisan yang fleksibel tanpa mengubah durasi penilaian.
  • Produk: Standar bukti karya seni rupa dua dimensi dan kriteria lisan tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kelengkapan dan kesiapan alat bahan berkarya seni rupa dua dimensi murid sebelum pengerjaan tugas sumatif dimulai (kertas A4, pensil, penghapus, pewarna krayon/pensil warna).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam pengerjaan mandiri karya dua dimensi dan kepatuhan terhadap ketertiban selama giliran asesmen lisan berlangsung.

Sumatif Bab:

  • penilaian produk berkarya rupa dan penilaian lisan apresiasi: karya seni rupa dua dimensi bertema kepedulian lingkungan yang memuat pesan harapan positif serta rekaman lisan refleksi dan apresiasi karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  • unjuk kerja dan penilaian produk serentak: karya seni rupa dua dimensi (poster/gambar tematik lingkungan) yang dibuat serentak oleh seluruh murid dengan menerapkan alat, bahan, teknik secara tepat berdasarkan pengamatan lingkungan serta memuat pesan visual harapan perbaikan lingkungan (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kriteria: teknik penggunaan alat/bahan, representasi objek lingkungan, dan muatan pesan/harapan))
  • penilaian lisan bergiliran: penyampaian refleksi karya sendiri dan apresiasi terhadap satu karya teman secara lisan menggunakan kosa kata seni rupa (warna, garis, bentuk, pesan) dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain merapikan alat dan memajang karya di meja masing-masing (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa, kemampuan merefleksi karya sendiri, dan kesantunan mengapresiasi karya teman))

Sumatif:

  • penilaian produk berkarya rupa dan penilaian lisan apresiasi: karya seni rupa dua dimensi bertema kepedulian lingkungan yang memuat pesan harapan positif serta rekaman lisan refleksi dan apresiasi karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  • unjuk kerja dan penilaian produk serentak: karya seni rupa dua dimensi (poster/gambar tematik lingkungan) yang dibuat serentak oleh seluruh murid dengan menerapkan alat, bahan, teknik secara tepat berdasarkan pengamatan lingkungan serta memuat pesan visual harapan perbaikan lingkungan (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kriteria: teknik penggunaan alat/bahan, representasi objek lingkungan, dan muatan pesan/harapan))
  • penilaian lisan bergiliran: penyampaian refleksi karya sendiri dan apresiasi terhadap satu karya teman secara lisan menggunakan kosa kata seni rupa (warna, garis, bentuk, pesan) dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain merapikan alat dan memajang karya di meja masing-masing (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencakup 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa, kemampuan merefleksi karya sendiri, dan kesantunan mengapresiasi karya teman))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Penggunaan Alat dan Bahan (TP 4.6.1)Menggunakan alat dan bahan pewarnaan secara acak-acakan, bidang gambar tidak tertutup warna dengan rapi (banyak robek atau kotor noda di luar bidang gambar).Menggunakan alat dan bahan pewarnaan dengan cukup rapi pada sebagian bidang gambar, namun aplikasi warna belum merata dan ada kendala prosedur teknis (terdapat 1-2 bagian warna melenceng jauh keluar garis batas).Menggunakan alat dan bahan pewarnaan sesuai prosedur secara tepat dan rapi, seluruh bidang gambar tertutup warna secara merata tanpa merusak kertas gambar.Menggunakan alat dan bahan pewarnaan dengan prosedur teknik yang sangat rapi, variatif, memadukan gradasi/transisi warna secara bersih dan konsisten pada seluruh bidang karya.
Representasi Objek Pengamatan Lingkungan (TP 4.6.2)Karya tidak memuat objek lingkungan nyata hasil pengamatan (hanya gambar abstrak tanpa konteks lingkungan).Memuat 1 objek lingkungan hasil pengamatan (misal: hanya pohon atau hanya tempat sampah) tetapi bentuk visualnya belum jelas dikenali.Memuat minimal 2 objek lingkungan hasil pengamatan yang digambarkan secara jelas dan dapat dikenali bentuk visualnya (daftar acuan objek: pepohonan/tanaman sekolah, tempat sampah terpilah, selokan air bersih, halaman sekolah, gedung kelas, atau area taman).Memuat 3 atau lebih objek lingkungan hasil pengamatan secara jelas, proporsional, dan terpadu membentuk latar lingkungan sekitar yang utuh.
Muatan Pesan Harapan Kebaikan Lingkungan (TP 4.6.3)Karya tidak memuat pesan harapan kebaikan lingkungan baik secara visual maupun teks/slogan.Karya memuat simbol atau teks ajakan lingkungan tetapi maknanya belum jelas atau tidak selaras dengan visual yang digambar.Karya menampilkan pesan harapan perbaikan/kebaikan lingkungan yang jelas dan menggugah perasaan peduli lingkungan melalui keterpaduan gambar dan tulisan slogan (daftar acuan pesan: ajakan menjaga kebersihan, memilah sampah, merawat tanaman, atau menghemat air).Karya menampilkan pesan harapan perbaikan lingkungan yang sangat kuat, menyentuh perasaan kepedulian secara mendalam melalui harmoni ekspresi visual dan slogan yang bermakna positif.
Apresiasi dan Refleksi Lisan Berbahasa Rupa (TP 4.6.4)Murid belum mampu menyampaikan refleksi karya sendiri maupun apresiasi karya teman secara lisan, serta tidak menggunakan kosa kata seni rupa.Menyampaikan refleksi atau apresiasi lisan namun hanya menggunakan 1 kosa kata seni rupa (hanya menyebut warna atau hanya bentuk) dan membutuhkan bimbingan pertanyaan guru.Menyampaikan refleksi karya sendiri dan apresiasi satu karya teman secara mandiri menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang tepat dari daftar acuan (daftar acuan kosa kata: garis [lurus/lengkung/tebal/tipis], warna [cerah/gelap/primer/sekunder], bentuk [geometris/organis], dan pesan visual) serta bertutur secara santun.Menyampaikan refleksi karya sendiri dan apresiasi karya teman secara mandiri, fasih, dan santun dengan menggunakan seluruh 4 kosa kata seni rupa acuan (garis, warna, bentuk, pesan visual) secara runtut dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 60 menit berkarya dan 42 menit penilaian lisan bergiliran (1,5 menit per anak) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid dalam menggunakan kosa kata seni rupa saat merefleksikan dan mengapresiasi karya secara lisan?

Murid:

  • Pesan kebaikan apa yang paling ingin kamu sampaikan kepada orang lain melalui karya gambarmu hari ini?
  • Kosa kata seni rupa apa saja yang kamu gunakan saat menceritakan karyamu dan mengapresiasi karya temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021/2023 revisi)
  2. Kertas gambar ukuran A4 dengan lembar 4 kotak uji coba
  3. Pensil warna dan krayon (oil pastel/wax crayon)
  4. Contoh kartu sampel goresan garis dan arsiran tekstur alat rupa
  5. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 6.
  6. Media pewarna: krayon/oil pastel dan cat air beserta kuas serta palet.
  7. Kertas gambar/Lembar Uji Coba Warna 4 Kotak, kain lap, dan wadah air bersih.
  8. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi Bab 6)
  9. Buku gambar/sketsa A4
  10. Pensil grafis (2B/HB) dan penghapus
  11. Lingkungan fisik area sekolah (taman, halaman, koridor, lapangan)
  12. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 6
  13. Foto/dokumentasi masalah kebersihan lingkungan sekitar sekolah (selokan tersumbat, tempat sampah meluap)
  14. Kertas gambar A4, pensil, penghapus, krayon atau pensil warna
  15. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  16. Kertas gambar ukuran A4 atau buku gambar murid.
  17. Pewarna kering (krayon, pensil warna, atau spidol).
  18. Kartu contoh visual 'Rasa Rupa' tentang lingkungan sekitar buatan guru.
  19. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 4 SD Kemendikbudristek
  20. Karya seni rupa dua dimensi bertema lingkungan hasil karya murid pertemuan sebelumnya
  21. Kartu kosakata seni rupa (garis, warna cerah/gelap/kontras, tekstur, komposisi seimbang)
  22. Lembar refleksi diri dan kartu apresiasi teman
  23. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  24. Kertas gambar A4, pensil gambar, penghapus, pewarna krayon/pensil warna.
  25. Karya seni rupa dua dimensi buatan murid di kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.