Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mempresentasikan Umpan Balik Karya Seni Rupa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Mempresentasikan Umpan Balik Karya Seni Rupa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mempresentasikan Umpan Balik Karya Seni Rupa

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mempresentasikan Umpan Balik Karya Seni Rupa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMempresentasikan Umpan Balik Karya Seni Rupa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan umpan balik terhadap karya seni rupa milik sendiri atau teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai dengan percaya diri.
  2. Murid dapat menghargai perbedaan tanggapan yang diberikan oleh teman terhadap karya seni rupa yang sama dengan sikap terbuka dan saling menghormati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa senang saat teman memberikan komentar tentang karyamu? Apa yang membuat komentar itu terasa menyenangkan atau kurang nyaman?
  2. Kalau dua orang melihat lukisan yang sama tetapi punya pendapat berbeda, siapakah yang benar? Mengapa?
  3. Bagaimana caramu menyampaikan pendapat tentang karya teman agar ia merasa dihargai, bukan disakiti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk dalam lingkaran atau formasi setengah lingkaran agar terasa hangat dan setara (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan satu karya seni rupa sederhana (poster atau gambar di papan) dan meminta 2–3 murid menyebut satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat melihat karya tersebut. Guru mencatat kata-kata yang muncul sebagai peta awal pemahaman murid tentang menanggapi karya.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua secara lisan, memberi ruang murid merespons bebas tanpa dinilai benar/salah.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar cara menyampaikan umpan balik tentang karya seni dengan percaya diri, dan juga belajar menghargai pendapat teman yang mungkin berbeda dari kita.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: bermain 'Koper Hitam Lukisan', lalu sesi berbagi dan refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 3–4 karya seni rupa berbeda (bisa gambar di papan atau lembar cetak) dan mengingatkan kembali kosakata seni rupa yang sudah dipelajari: garis, warna, bentuk, tekstur, keseimbangan, pesan/tema.
  • Guru memberi contoh langsung: memodelkan cara memberikan umpan balik yang baik dengan menggunakan struktur sederhana 'Saya melihat… — Saya merasa… — Saya ingin tahu…' (format Think-Feel-Wonder yang ramah usia SD).
  • Murid mengamati contoh yang diberikan guru dan mencermati kosakata seni rupa yang dipakai dalam contoh umpan balik tersebut.
  • Guru membuka tanya jawab singkat: 'Apa bedanya komentar yang membangun dengan komentar yang menyakitkan?' Murid menjawab secara bergantian untuk membangun kesadaran bersama tentang etika memberi umpan balik.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Koper Hitam' — setiap kartu bergambar koper hitam kosong berukuran setengah lembar A4. Setiap murid mendapat satu kartu.
  • Guru menempelkan atau meletakkan 5–6 karya seni (milik murid dari pertemuan sebelumnya atau karya yang disiapkan guru) di sekitar ruang kelas, sehingga murid bisa berkeliling seperti galeri mini.
  • Murid berkeliling ruang kelas (±10 menit), memilih satu karya yang paling menarik perhatian mereka, lalu menuliskan umpan balik di kartu koper hitamnya menggunakan struktur 'Saya melihat… — Saya merasa… — Saya ingin tahu…' dan minimal satu kosakata seni rupa.
  • Setelah menulis, murid duduk kembali. Guru memfasilitasi sesi presentasi: secara bergantian (pilih 4–5 murid sukarela atau ditunjuk bergilir), murid maju dan mempresentasikan umpan baliknya di depan kelas — menyebutkan karya mana yang dipilih dan membacakan isi kartu koper hitamnya dengan suara jelas.
  • Setelah setiap presentasi, guru mengajak teman sekelas memberi respons singkat dengan gerakan 'jempol ke atas' atau 'tepuk pelan' sebagai apresiasi, bukan persetujuan atau penolakan isi.
  • Guru mencatat di papan: kosakata seni rupa apa saja yang muncul dalam presentasi murid, sebagai umpan balik formatif visual yang bisa dilihat semua murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang perbedaan tanggapan: pilih satu karya yang dikomentari lebih dari satu murid, bacakan dua komentar yang berbeda, lalu tanyakan: 'Mengapa dua orang bisa punya tanggapan yang berbeda terhadap karya yang sama? Apakah keduanya bisa benar?'
  • Murid diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya tentang pertanyaan tersebut. Guru menegaskan bahwa perbedaan perspektif adalah hal yang normal dan justru memperkaya apresiasi seni.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa secara lisan bagi yang belum lancar menulis) dengan 3 pertanyaan: (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang memberi umpan balik; (2) Bagaimana perasaanku saat mempresentasikan pendapatku tadi; (3) Satu hal yang ingin aku lakukan berbeda saat memberi umpan balik berikutnya.
  • Guru menutup tahap ini dengan mengingatkan nilai penting: 'Setiap karya dan setiap pendapat memiliki nilainya sendiri. Menghargai perbedaan adalah tanda bahwa kita sudah berpikir dengan matang.'

Penutup:

  • Guru mengumpulkan kartu koper hitam dan lembar refleksi murid sebagai dokumentasi asesmen proses.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada kelas: menyebut 2–3 contoh kosakata seni rupa yang dipakai murid dengan baik hari ini sebagai penguatan positif.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga sebagai penutup refleksi bersama: 'Bagaimana caramu menyampaikan pendapat tentang karya teman agar ia merasa dihargai?' — murid menjawab secara round-robin singkat (setiap murid satu kata atau satu kalimat pendek).
  • Guru menyampaikan kaitan dengan pembelajaran berikutnya: 'Di pertemuan mendatang, kita akan belajar bagaimana karya seni bisa memberi dampak positif bagi orang lain.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan apresiasi atas keberanian murid berbagi pendapat hari ini.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu umpan balik yang sudah dilengkapi kalimat rumpang ('Saya melihat ___. Saya merasa ___ karena ___. Saya ingin tahu ___.'). Murid yang sudah mahir dapat diberi tantangan menulis umpan balik dengan minimal dua kosakata seni rupa dan satu kalimat tentang pesan/tema karya.
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri untuk presentasi di depan kelas dapat menyampaikan umpan baliknya kepada satu teman dulu (pair share) sebelum maju ke depan, atau guru mendampingi mereka saat presentasi. Murid yang cepat dapat langsung menjadi 'teman mentor' yang membantu temannya menemukan kosakata seni rupa yang tepat.
  • Produk: Murid dapat memilih menyampaikan umpan balik secara lisan (presentasi verbal), tertulis (kartu koper hitam), atau menggambar ulang satu elemen karya yang paling berkesan disertai satu kalimat penjelasan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan satu karya seni di papan dan meminta 2–3 murid menyebut satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat melihat karya tersebut. Ini bukan penilaian formal, melainkan pemetaan awal untuk mengetahui kesiapan belajar dan perbendaharaan kosakata seni rupa yang sudah dimiliki murid sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid menulis di kartu koper hitam: apakah murid menggunakan minimal satu kosakata seni rupa dan mengikuti struktur umpan balik yang diajarkan.
  • Observasi presentasi lisan: guru menggunakan lembar checklist sederhana per murid (3 indikator: menggunakan kosakata seni rupa, menyampaikan dengan suara jelas, menyebutkan karya yang dipilih).
  • Diskusi tentang perbedaan tanggapan: guru mencatat murid yang mampu menyampaikan argumen tentang mengapa perbedaan perspektif itu valid dan perlu dihargai.

Akhir:

  • Kartu koper hitam dinilai dengan rubrik 4 level pada 3 aspek: penggunaan kosakata seni rupa, kelengkapan dan kejelasan umpan balik, serta penghargaan terhadap perbedaan (dibuktikan dari pilihan kata yang tidak merendahkan karya).
  • Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) digunakan untuk mengukur ketercapaian TP 4.5.4.2 tentang menghargai perbedaan tanggapan — guru menilai apakah murid menunjukkan kesadaran bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan berharga.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid berkeliling galeri dan menulis umpan balik: guru memantau penggunaan kosakata seni rupa dan kelengkapan struktur 'Saya melihat — Saya merasa — Saya ingin tahu'.
  • Presentasi lisan kartu koper hitam: guru mengamati kepercayaan diri murid saat berbicara di depan kelas (kontak mata, volume suara, kelancaran).
  • Catatan guru di papan tentang kosakata seni rupa yang muncul selama presentasi sebagai umpan balik formatif visual bagi seluruh kelas.
  • Diskusi kelas tentang perbedaan tanggapan: guru mengamati apakah murid mampu menerima dan menghargai perspektif yang berbeda.

Sumatif:

  • Lembar refleksi diri murid: dinilai berdasarkan kemampuan murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri dan menunjukkan kesadaran tentang etika memberi umpan balik.
  • Kartu koper hitam yang dikumpulkan: dinilai berdasarkan rubrik aspek penggunaan kosakata seni rupa, kelengkapan struktur umpan balik, dan kualitas argumentasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosakata Seni Rupa dalam Umpan BalikTidak menggunakan kosakata seni rupa sama sekali; umpan balik hanya berupa 'bagus' atau 'jelek' tanpa penjelasan.Menggunakan 1 kosakata seni rupa (misal: warna atau garis) namun belum dikaitkan dengan elemen karya yang konkret.Menggunakan 2 kosakata seni rupa dan mengaitkannya dengan elemen karya yang spesifik dalam umpan balik.Menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa secara tepat, mengaitkannya dengan elemen karya yang spesifik, dan menjelaskan dampak elemen tersebut pada perasaan atau pesan karya.
Kelengkapan dan Kejelasan Umpan Balik (Struktur Saya Melihat–Merasa–Ingin Tahu)Umpan balik tidak mengikuti struktur yang diajarkan dan tidak memberikan informasi yang jelas tentang karya yang diamati.Mengisi 1 dari 3 komponen struktur (misal hanya menuliskan apa yang dilihat tanpa perasaan atau pertanyaan).Mengisi 2 dari 3 komponen struktur dengan kalimat yang cukup jelas dan mudah dipahami.Mengisi ketiga komponen struktur dengan lengkap, jelas, dan runtut; kalimat mudah dipahami dan menunjukkan pengamatan yang seksama terhadap karya.
Kepercayaan Diri saat Presentasi LisanTidak mau maju presentasi atau hanya membaca dengan suara sangat pelan sehingga tidak terdengar; menolak tampil meski sudah didampingi.Mau maju presentasi namun suara sangat pelan, banyak terhenti, dan lebih banyak melihat kartu daripada audiens.Menyampaikan umpan balik dengan suara yang cukup jelas, sesekali menatap audiens, dan menyelesaikan presentasi hingga tuntas.Menyampaikan umpan balik dengan suara jelas, menatap audiens, bersikap tenang, dan mampu merespons pertanyaan atau komentar teman dengan singkat.
Menghargai Perbedaan TanggapanMenolak atau meremehkan pendapat teman yang berbeda; menggunakan kata-kata yang merendahkan tanggapan orang lain.Menerima perbedaan pendapat namun belum mampu menjelaskan alasan mengapa perbedaan itu bisa terjadi.Menerima perbedaan pendapat dan mampu menyebutkan bahwa setiap orang bisa memiliki perspektif yang berbeda tanpa ada yang salah.Secara aktif menghargai perbedaan pendapat, mampu menjelaskan mengapa perbedaan perspektif memperkaya apresiasi seni, dan menggunakan bahasa yang menghormati saat merespons tanggapan teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan umpan balik mereka, termasuk murid yang cenderung pasif atau pemalu?
  • Apakah kosakata seni rupa yang saya modelkan cukup jelas dan mudah ditiru oleh murid kelas 4?
  • Bagian mana dari kegiatan 'Koper Hitam Lukisan' yang paling memotivasi murid, dan apa yang perlu saya perbaiki di pertemuan berikutnya?
  • Apakah saya berhasil menciptakan atmosfer yang aman bagi murid untuk berbeda pendapat tanpa takut dihakimi?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang cara memberi umpan balik yang baik kepada karya teman.
  • Bagaimana perasaanku saat menyampaikan pendapatku di depan teman-teman tadi? Apa yang membuatku merasa seperti itu?
  • Apakah aku sudah menghargai pendapat teman yang berbeda dari pendapatku? Apa yang aku lakukan untuk menunjukkan itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni rupa milik murid dari pertemuan sebelumnya (atau gambar/poster yang disiapkan guru sebagai pengganti).
  2. Kartu 'Koper Hitam Lukisan' — lembar bergambar koper hitam berukuran setengah A4, digambar manual atau dicetak oleh guru.
  3. Lembar refleksi diri murid dengan 3 pertanyaan (bisa ditulis tangan di kertas HVS bila tidak ada lembar cetak).
  4. Papan tulis atau papan tempel untuk menampilkan karya dan mencatat kosakata seni rupa yang muncul selama pembelajaran.
  5. Referensi guru: Kartika, Dharsono Sony. Seni Rupa Modern (edisi revisi). Bandung: Rekayasa Sains, 2017.
  6. Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 5 tentang Menanggapi Karya Seni Rupa.
  7. Alat tulis (pensil, pulpen) untuk murid mengisi kartu koper hitam dan lembar refleksi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.