MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Membuat Jurnal Visual untuk Memberikan Umpan Balik pada Sampul Buku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Membuat Jurnal Visual untuk Memberikan Umpan Balik pada Sampul Buku |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membuat jurnal visual yang berisi tanggapan pribadi terhadap sampul buku dengan menggunakan minimal dua unsur rupa (warna, garis, bentuk, tekstur, atau ruang).
- Murid dapat menuliskan alasan yang jelas mengapa bagian tertentu dari sampul buku disukai atau tidak disukai, menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian memilih buku hanya karena sampulnya terlihat menarik? Apa yang membuat sampul itu menarik perhatian kalian?
- Bagaimana cara kita memberitahu orang lain apa yang kita suka dari sebuah gambar dengan cara yang jelas dan sopan?
- Kalau kalian menjadi pembuat sampul buku, bagian mana yang paling ingin kalian tonjolkan — warna, gambar, atau tulisan? Mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk melingkar atau menghadap ke depan dengan nyaman.
- Guru menampilkan 2–3 sampul buku cerita anak yang berwarna-warni di depan kelas (bisa cetak atau ditampilkan via layar/papan tulis).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian memilih buku hanya karena sampulnya terlihat menarik? Apa yang membuat sampul itu menarik?' Murid diberi waktu 1–2 menit untuk berpikir lalu beberapa murid berbagi jawaban singkat.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan secara lisan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat melihat sampul buku yang ditampilkan. Guru mengamati apakah murid sudah mengenal istilah seni rupa dasar (warna, garis, bentuk) untuk menyesuaikan penjelasan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar membuat jurnal visual — yaitu catatan bergambar — untuk menyampaikan pendapat kita tentang sampul buku menggunakan bahasa seni rupa.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan secara singkat apa itu jurnal visual: catatan pribadi yang memadukan tulisan dan gambar/sketsa untuk merekam pengamatan dan perasaan terhadap sebuah karya.
- Guru menampilkan contoh jurnal visual sederhana (bisa digambar manual di papan tulis atau dicetak) yang memperlihatkan: (a) sketsa bagian sampul yang dikomentari, (b) unsur rupa yang diidentifikasi (mis. 'warna merah cerah', 'garis tebal'), (c) kalimat alasan singkat ('Saya suka bagian ini karena...').
- Guru mengajak murid mengamati satu sampul buku bersama-sama dan mempraktikkan identifikasi unsur rupa secara klasikal: 'Warna apa yang mendominasi? Bentuk apa yang muncul? Garis seperti apa yang digunakan?'
- Murid merespons pertanyaan guru secara lisan; guru menuliskan temuan murid di papan tulis sebagai 'bank kata' seni rupa yang bisa digunakan saat membuat jurnal.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap murid menerima Lembar Kerja Jurnal Visual yang berisi: kolom nama, kelas, sketsa area kosong, kolom 'Unsur Rupa yang Saya Temukan', dan kolom 'Alasan Saya Suka / Tidak Suka Bagian Ini'.
- Guru membagikan atau menampilkan sampul buku yang menjadi objek pengamatan (tiap murid mengamati sampul yang sama agar diskusi terfokus; bila memungkinkan, sediakan 2–3 pilihan sampul yang berbeda).
- Murid mengamati sampul buku secara mandiri selama ±3 menit, lalu mulai mengisi jurnal visual mereka: membuat sketsa sederhana bagian yang menarik perhatian mereka, menuliskan unsur rupa yang ditemukan, dan menuliskan minimal satu alasan mengapa bagian tersebut disukai atau tidak disukai.
- Guru berkeliling memantau proses, memberikan pertanyaan pancingan perorangan bila murid kesulitan: 'Coba lihat warnanya — apa yang kamu rasakan saat melihat warna itu?' atau 'Bagian mana yang paling pertama menarik matamu?'
- Asesmen Proses (Formatif): Guru mengamati kelengkapan sketsa dan kalimat alasan murid; memberikan umpan balik lisan singkat secara individual ('Bagus, sekarang coba tambahkan satu alasan mengapa kamu memilih bagian itu').
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah jurnal visual selesai, murid diajak duduk dalam kelompok kecil (3–4 orang) untuk saling menunjukkan jurnal visual mereka dan berbagi: 'Bagian mana dari sampul yang kamu pilih? Mengapa?'
- Perwakilan 2–3 murid (sukarela) mempresentasikan jurnal visual mereka di depan kelas secara singkat (1–2 menit per murid), menunjukkan sketsa dan membacakan alasan mereka.
- Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apakah teman kalian punya pendapat yang berbeda tentang sampul yang sama? Apa yang kalian pelajari dari perbedaan pendapat itu?' — menegaskan bahwa perbedaan selera dalam seni adalah hal yang wajar dan berharga.
- Murid mengisi bagian refleksi diri di bawah lembar kerja: 'Satu hal yang saya pelajari hari ini tentang cara melihat karya seni adalah...' dan 'Lain kali, saya ingin mencoba...'
- Guru merangkum pembelajaran: mengingatkan kembali unsur rupa yang sudah diidentifikasi dan menegaskan bahwa memberikan umpan balik yang baik berarti memberikan alasan yang jelas berdasarkan pengamatan, bukan sekadar 'bagus' atau 'jelek'.
Penutup:- Guru mengajak murid melakukan 'satu kata penutup': tiap murid menyebutkan satu kata yang mewakili pengalaman belajar hari ini (mis. menyenangkan, penasaran, terinspirasi).
- Guru mengumpulkan Lembar Kerja Jurnal Visual sebagai asesmen sumatif pertemuan ini.
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid berbagi pendapat dan menegaskan bahwa setiap tanggapan yang disertai alasan adalah tanggapan yang baik.
- Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Di rumah, kalian bisa mencoba membuat jurnal visual untuk sampul buku favoritmu sendiri.'
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum menguasai kosa kata seni rupa: sediakan 'kartu bantuan' bergambar yang berisi ilustrasi unsur rupa beserta namanya (kartu warna, kartu jenis garis, kartu bentuk dasar) sebagai referensi saat mengisi jurnal. Untuk murid yang sudah mahir: tawarkan sampul buku dengan komposisi yang lebih kompleks sebagai objek pengamatan.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan saat tahap Mengaplikasi — satu murid mendeskripsikan secara lisan, murid lain membantu menuliskan. Murid yang cepat selesai dapat diminta mengamati sampul kedua dan membandingkan keduanya dalam jurnal mereka.
- Produk: Murid yang belum siap menulis panjang dapat menyampaikan alasan secara lisan kepada guru atau merekam suara sebagai pengganti tulisan. Murid yang sudah mampu dapat menambahkan warna pada sketsa mereka dan menulis dua alasan per unsur rupa yang ditemukan.
ASESMENAwal:- Di awal pendahuluan, guru meminta murid menyebutkan secara lisan atau menuliskan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat melihat sampul buku yang ditampilkan. Guru menggunakannya untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal kosa kata seni rupa (apakah menjawab dengan kata emosi umum seperti 'bagus/jelek' atau sudah menggunakan istilah seni rupa seperti 'warnanya cerah').
Proses:- Selama tahap Mengaplikasi, guru melakukan observasi berkeliling dan mencatat pada lembar pantau sederhana (checklist nama murid): apakah murid (a) membuat sketsa bagian sampul, (b) menuliskan unsur rupa yang ditemukan, (c) menuliskan alasan suka/tidak suka. Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada murid yang membutuhkan dorongan atau koreksi.
Akhir:- Jurnal visual yang telah selesai dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (1) Penggunaan Unsur Rupa dalam Jurnal Visual, dan (2) Kejelasan Alasan Tertulis. Hasil penilaian digunakan sebagai data pencapaian TP 4.5.3.1 dan 4.5.3.2.
Formatif:- Observasi lisan saat tahap Memahami: guru mencatat apakah murid dapat menyebutkan minimal satu unsur rupa dari sampul buku.
- Pemantauan proses saat tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan memberikan umpan balik lisan individual terhadap kelengkapan sketsa dan kalimat alasan.
- Presentasi mini kelompok kecil saat tahap Merefleksi: guru mengamati kemampuan murid mengartikulasikan alasan suka/tidak suka menggunakan kosa kata seni rupa.
Sumatif:- Jurnal visual yang dikumpulkan di akhir pertemuan dinilai menggunakan rubrik dengan dua aspek: (1) penggunaan unsur rupa dalam sketsa dan deskripsi, dan (2) kelengkapan serta kejelasan alasan tertulis.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Unsur Rupa dalam Jurnal Visual (TP 4.5.3.1) | Murid membuat sketsa tanpa mengidentifikasi unsur rupa apa pun, atau tidak membuat sketsa sama sekali. | Murid membuat sketsa sederhana dan menyebutkan satu unsur rupa (mis. hanya warna), namun belum dikaitkan dengan bagian spesifik pada sampul. | Murid membuat sketsa yang menggambarkan bagian sampul dan menyebutkan dua unsur rupa dengan cukup tepat, dikaitkan dengan bagian yang digambar. | Murid membuat sketsa yang jelas menggambarkan bagian sampul dan menyebutkan dua atau lebih unsur rupa secara tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai, dikaitkan dengan bagian spesifik yang diamati. | | Kejelasan Alasan Tertulis (TP 4.5.3.2) | Murid tidak menuliskan alasan, atau hanya menulis 'bagus' / 'jelek' tanpa penjelasan lebih lanjut. | Murid menuliskan alasan singkat namun bersifat umum dan belum dikaitkan dengan unsur rupa atau bagian spesifik dari sampul (mis. 'Saya suka karena keren'). | Murid menuliskan alasan yang dikaitkan dengan bagian spesifik dari sampul dan menyebutkan satu unsur rupa sebagai dasar alasannya, meski belum sepenuhnya menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. | Murid menuliskan alasan yang jelas dan spesifik, menyebutkan bagian sampul yang disukai/tidak disukai, menggunakan minimal satu kosa kata seni rupa dengan tepat, dan menjelaskan dampak atau perasaan yang ditimbulkan oleh bagian tersebut. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal satu unsur rupa dari sampul buku? Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih lanjut?
- Apakah contoh jurnal visual yang saya tampilkan sudah cukup jelas dan membantu murid memahami cara mengisinya?
- Bagaimana kualitas alasan yang ditulis murid — apakah sudah menggunakan kosa kata seni rupa atau masih bersifat umum? Apa yang perlu saya perbaiki dalam penjelasan konsep?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu bantuan, pilihan produk) efektif menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?
Refleksi Murid:- Satu hal yang saya pelajari hari ini tentang cara melihat sampul buku adalah...
- Bagian yang paling menarik dari kegiatan hari ini adalah...
- Saya masih ingin tahu lebih lanjut tentang...
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
- Sampul buku cerita anak (2–3 judul berbeda, dicetak atau ditampilkan via proyektor/layar)
- Lembar Kerja Murid Bab V: Jurnal Visual Sampul Buku (disiapkan guru)
- Contoh jurnal visual buatan guru (digambar manual di papan tulis atau dicetak sebagai model)
- Kartu bantuan unsur rupa bergambar (warna, garis, bentuk, tekstur, ruang) — opsional untuk diferensiasi
- Alat tulis: pensil, pensil warna/krayon, pulpen
- Kartika, Dharsono Sony. Seni Rupa Modern (edisi revisi). Bandung: Rekayasa Sains, 2017 — referensi guru
|