Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengumpulkan Bahan untuk Konstruksi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Mengumpulkan Bahan untuk Konstruksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengumpulkan Bahan untuk Konstruksi

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengumpulkan Bahan untuk Konstruksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengumpulkan Bahan untuk Konstruksi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengumpulkan benda-benda tidak terpakai di sekitar yang memiliki volume dan ruang untuk digunakan sebagai bahan konstruksi.
  2. Murid dapat menganalisis kesesuaian bentuk dan ukuran benda yang dikumpulkan untuk dijadikan bahan konstruksi sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat bangunan atau mainan yang dibuat dari barang bekas? Kira-kira benda apa saja yang bisa dipakai?
  2. Kalau kalian ingin membangun menara setinggi mungkin dari benda-benda bekas, benda seperti apa yang paling cocok untuk bagian bawah dan bagian atas? Mengapa?
  3. Apa bedanya kaleng susu dengan bungkus tisu dalam hal bentuk dan ukurannya? Mana yang menurut kalian lebih kuat dijadikan alas bangunan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (± 3 menit).
  • Guru menampilkan satu foto diorama atau miniatur bangunan sederhana yang dibuat dari bahan bekas (kardus, kaleng, gulungan tisu) dan meminta murid mengamatinya sejenak.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sebelum menjawab.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru meminta murid menyebutkan secara lisan dua benda tidak terpakai di rumah yang menurutnya bisa dipakai untuk membangun sesuatu, sambil menjelaskan alasannya singkat. Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar memilih dan menganalisis benda bekas yang tepat untuk konstruksi seni.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep bangun ruang secara singkat: benda yang memiliki volume dan ruang (tiga dimensi), misalnya tabung (kaleng), kubus/balok (kardus), bola, dan lain-lain. Guru menunjukkan contoh benda nyata.
  • Guru memperlihatkan contoh benda simetris dan asimetris dari koleksi bahan bekas, lalu menjelaskan perbedaannya secara visual.
  • Murid diminta mengamati benda-benda bekas yang sudah disiapkan di meja kelompok (minimal 6–8 jenis benda berbeda). Murid mengidentifikasi nama bangun ruang dari setiap benda secara mandiri pada lembar observasi sederhana.
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Benda mana yang menurutmu paling besar volumenya? Benda mana yang paling stabil kalau ditaruh di bawah?' Murid menjawab bergantian.
  • Guru mengaitkan kegiatan ini dengan pengalaman nyata murid: benda bekas di sekitar rumah dan sekolah bisa menjadi bahan seni yang bernilai, sekaligus mengurangi sampah.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat kantong atau wadah kosong dan ditugaskan untuk 'berburu' bahan konstruksi dari benda tidak terpakai yang disediakan di meja eksplorasi atau sudut kelas.
  • Setiap kelompok mengumpulkan minimal 5 benda tidak terpakai, lalu mencatat nama benda, bentuk bangun ruang, dan ukuran relatifnya (besar/sedang/kecil) pada tabel sederhana di lembar kerja.
  • Setelah mengumpulkan, tiap kelompok mendiskusikan dan menjawab pertanyaan analisis pada lembar kerja: (a) Benda mana yang cocok dijadikan alas/dasar bangunan? Mengapa? (b) Benda mana yang cocok dijadikan bagian tengah atau atas? Mengapa? (c) Adakah benda yang bentuk atau ukurannya tidak sesuai? Alasannya apa?
  • Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan pendorong ke tiap kelompok ('Coba kalian cek, apakah benda ini bisa berdiri sendiri dengan stabil?'), dan memberi umpan balik langsung.
  • Asesmen Proses: Guru mengamati keterlibatan murid, kelogisan alasan yang diberikan saat diskusi kelompok, dan kelengkapan tabel pada lembar kerja. Guru mencatat temuan pada lembar observasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Tiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya secara singkat (1–2 menit per kelompok): benda apa yang mereka pilih, dan mengapa benda tersebut cocok untuk konstruksi.
  • Murid dari kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan satu tanggapan atau pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
  • Guru merangkum pola yang muncul dari presentasi semua kelompok: prinsip umum memilih bahan konstruksi berdasarkan bentuk, ukuran, dan stabilitas.
  • Murid mengisi bagian refleksi individu di lembar kerja: (a) Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini? (b) Benda apa yang paling menarik kamu temukan dan mengapa? (c) Apa yang masih ingin kamu coba atau ketahui lebih lanjut?

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa ciri benda yang baik untuk dijadikan bahan konstruksi (memiliki volume, bentuk stabil, ukuran proporsional).
  • Asesmen Akhir: Murid secara individual memilih dua benda dari kumpulan bahan di depan kelas dan menuliskan satu alasan mengapa benda tersebut cocok dan satu alasan mengapa benda lain kurang cocok untuk konstruksi (ditulis di sticky note atau kartu kecil, dikumpulkan ke guru).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok dan proses eksplorasi murid hari ini.
  • Guru menyampaikan keterkaitan dengan pertemuan berikutnya: bahan yang sudah dianalisis akan mulai digunakan untuk membangun konstruksi.
  • Guru mengingatkan murid untuk membawa bahan bekas dari rumah pada pertemuan berikutnya (opsional, sebagai pengayaan).
  • Salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep bangun ruang diberikan kartu visual bergambar (kubus, tabung, bola, balok) beserta nama bangun ruang sebagai panduan saat mengisi lembar kerja. Murid yang sudah mahir dapat diberikan tantangan tambahan: mengidentifikasi lebih dari dua bangun ruang gabungan pada satu benda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur di lembar kerja (misalnya, 'Benda ini berbentuk... karena memiliki sisi berbentuk...'). Murid yang cepat dalam proses analisis diminta menyusun urutan benda dari paling stabil ke paling tidak stabil dan menjelaskan alasannya.
  • Produk: Murid yang memerlukan akomodasi dapat menyampaikan analisis benda secara lisan kepada guru sebagai pengganti tulisan di lembar kerja. Murid yang sudah berkembang dapat membuat sketsa kasar rancangan konstruksi dari benda yang mereka pilih sebagai produk tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menyebutkan secara lisan dua benda tidak terpakai yang menurutnya bisa digunakan untuk konstruksi, disertai alasan singkat. Guru menggunakan respons ini untuk memetakan sejauh mana murid sudah mengenal konsep bangun ruang dan bahan konstruksi sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat kegiatan eksplorasi dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi: aspek yang diamati meliputi kemampuan mengidentifikasi bangun ruang pada benda, keaktifan diskusi, dan kelogisan alasan pada tabel lembar kerja.
  • Umpan balik langsung oleh guru saat berkeliling ke tiap kelompok: guru mengajukan pertanyaan pendorong dan mencatat respons murid untuk menilai pemahaman proses.

Akhir:

  • Murid secara individual mengisi kartu analisis (sticky note atau kartu kecil): memilih dua benda dari koleksi kelas, lalu menjelaskan mengapa satu benda cocok dan satu benda kurang cocok untuk dijadikan bahan konstruksi. Hasilnya dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik aspek 'Analisis Kesesuaian Benda'.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi pemantik: guru mencatat kemampuan murid menyebutkan benda bekas dan alasan penggunaannya.
  • Pengamatan guru saat eksplorasi kelompok: keterlibatan aktif, kelogisan diskusi, dan kelengkapan tabel lembar kerja.
  • Presentasi kelompok singkat: guru menilai kemampuan murid menjelaskan pilihan benda berdasarkan bentuk dan ukuran.

Sumatif:

  • Kartu analisis individu di penutup: murid memilih dua benda dan menuliskan alasan kesesuaian dan ketidaksesuaian benda untuk konstruksi — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Benda BervolumeMurid belum dapat menyebutkan atau menunjukkan benda tidak terpakai yang memiliki volume dan ruang, meskipun sudah diberi contoh.Murid dapat menyebutkan satu benda tidak terpakai yang memiliki volume, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih benda tidak terpakai yang memiliki volume dan ruang, serta menyebutkan nama bangun ruangnya dengan benar.Murid dapat menyebutkan tiga atau lebih benda tidak terpakai, mengidentifikasi nama bangun ruangnya dengan tepat, dan menjelaskan karakteristik volume benda tersebut dengan kalimatnya sendiri.
Menganalisis Kesesuaian Bentuk dan Ukuran BendaMurid belum dapat menjelaskan mengapa suatu benda cocok atau tidak cocok untuk konstruksi, atau alasan yang diberikan tidak relevan.Murid dapat memberikan satu alasan kesesuaian benda untuk konstruksi, tetapi alasan masih bersifat umum (misalnya, 'karena besar') dan belum mengaitkan dengan bentuk atau ukuran secara spesifik.Murid dapat menganalisis kesesuaian benda berdasarkan bentuk dan ukuran dengan alasan yang logis untuk satu benda cocok dan satu benda kurang cocok.Murid dapat menganalisis kesesuaian bentuk dan ukuran beberapa benda sekaligus, memberikan alasan yang logis dan spesifik (misalnya mengaitkan stabilitas, posisi dalam bangunan, dan proporsi), serta membandingkan antar benda secara sistematis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan eksplorasi benda bekas hari ini cukup efektif membantu murid memahami konsep bangun ruang secara kontekstual?
  • Murid mana yang masih kesulitan menganalisis kesesuaian benda? Dukungan apa yang perlu disiapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan sesuai rencana? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda secara efektif?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang benda-benda di sekitarmu?
  • Benda apa yang paling menarik kamu temukan hari ini, dan mengapa menurutmu benda itu menarik untuk dijadikan bahan konstruksi?
  • Apa yang masih terasa sulit bagimu dalam memilih benda yang cocok untuk konstruksi? Apa yang ingin kamu coba pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2022 — Bab IV Membuat Konstruksi Sederhana.
  2. Koleksi benda tidak terpakai: kardus bekas berbagai ukuran, kaleng bekas, gulungan tisu/kertas, botol plastik kecil, kotak korek api, bungkus produk rumah tangga.
  3. Lembar kerja murid (tabel identifikasi bangun ruang + pertanyaan analisis + bagian refleksi individu).
  4. Kartu visual bangun ruang (kubus, balok, tabung, bola, kerucut) sebagai alat bantu diferensiasi.
  5. Foto atau gambar diorama/miniatur bangunan dari bahan bekas (ditampilkan melalui proyektor atau dicetak).
  6. Sticky note atau kartu kecil untuk asesmen akhir individu.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.