Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengenal Prinsip Keseimbangan dan Komposisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Mengenal Prinsip Keseimbangan dan Komposisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengenal Prinsip Keseimbangan dan Komposisi

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Prinsip Keseimbangan dan Komposisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Prinsip Keseimbangan dan Komposisi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan prinsip keseimbangan dalam menyusun benda dengan menggunakan kata-kata sendiri secara lisan maupun tulisan.
  2. Murid dapat mengidentifikasi minimal dua jenis komposisi (simetris, asimetris, dominan, sepertiga bidang) yang terdapat dalam contoh karya konstruksi yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat tumpukan buku atau mainan yang hampir jatuh? Menurutmu, apa yang membuat tumpukan itu tidak seimbang?
  2. Kalau kamu melihat foto sebuah bangunan, bagian mana yang paling pertama menarik perhatianmu — dan mengapa?
  3. Bagaimana cara seniman atau arsitek mengatur letak benda-benda supaya tampak enak dilihat dan tidak gampang roboh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran. (2 menit)
  • Guru meminta murid meletakkan dua buku di atas meja: satu di tengah, satu di pinggir. Murid mengamati mana yang lebih stabil. (2 menit) — Asesmen Awal diagnostik
  • Guru menanyakan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, mempersilakan 2–3 murid menjawab secara lisan. Guru mencatat respons di papan tulis sebagai 'pengetahuan awal kelas'. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar tentang prinsip keseimbangan dan jenis-jenis komposisi dalam karya konstruksi. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4 gambar (atau kartu bergambar cetak) yang masing-masing mencontohkan satu jenis komposisi: simetris, asimetris, dominan, dan sepertiga bidang. Gambar dipilih dari karya seni atau bangunan yang dekat dengan kehidupan murid (rumah adat, taman kota, rak buku). (3 menit)
  • Guru menjelaskan pengertian keseimbangan secara singkat: 'Keseimbangan adalah prinsip mengatur letak elemen dalam karya sehingga terasa stabil dan nyaman dipandang.' Guru menggunakan analogi timbangan: ketika kedua sisi sama berat, timbangan seimbang. (3 menit) — Berkesadaran: murid diminta menutup mata sejenak dan membayangkan timbangan sebelum penjelasan dimulai.
  • Guru menjelaskan 4 jenis komposisi satu per satu sambil menunjuk gambar contoh. Untuk setiap jenis, guru mengajukan satu pertanyaan cek pemahaman: 'Kira-kira, gambar ini simetris atau asimetris? Mengapa?' (5 menit) — Bermakna: contoh diambil dari benda yang pernah dilihat murid sehari-hari.
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan satu gambar tambahan yang diberikan guru (kartu gambar berbeda tiap pasangan) dan menentukan jenis komposisinya beserta alasannya. (4 menit)
  • Beberapa pasangan mempresentasikan hasil diskusi singkat (masing-masing 30 detik). Guru memberi umpan balik afirmatif dan meluruskan jika ada miskonsepsi. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima amplop berisi potongan bentuk geometris dari kertas karton (persegi, segitiga, lingkaran, persegi panjang) dengan berbagai ukuran. (2 menit) — Menggembirakan: amplop diberi label nama kelompok yang unik sesuai nama bangunan terkenal.
  • Setiap kelompok bertugas menyusun potongan bentuk tersebut di atas selembar kertas A3 sebanyak dua kali: (a) satu susunan dengan komposisi simetris, dan (b) satu susunan dengan komposisi yang mereka pilih sendiri (asimetris, dominan, atau sepertiga bidang). Murid menempel dengan lem sementara (tidak permanen). (10 menit) — Bermakna: murid mengaitkan susunan dengan bayangan 'bangunan impian' mereka.
  • Selama aktivitas, guru berkeliling melakukan observasi, mengajukan pertanyaan pembimbing seperti: 'Mengapa kalian meletakkan bentuk besar di tengah?' atau 'Apakah sisi kiri dan kanan terasa seimbang?' — Asesmen Proses (observasi dan tanya jawab).
  • Setiap kelompok memberi judul pada kedua susunan mereka dan menuliskan satu kalimat penjelasan di sticky note: jenis komposisi apa yang mereka buat dan mengapa mereka merasa susunan itu seimbang atau menarik. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Kelompok melakukan 'Gallery Walk' singkat: semua hasil susunan ditempel di dinding atau meja berbeda. Murid berjalan berkeliling selama 3 menit untuk melihat karya kelompok lain. (3 menit) — Menggembirakan: murid boleh memberikan 'bintang tempel' pada satu karya yang menurut mereka paling seimbang.
  • Kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru memandu refleksi terbimbing dengan pertanyaan: 'Jenis komposisi mana yang paling sulit dibuat? Mengapa?', 'Apa yang akan kamu ubah dari susunanmu jika diberi kesempatan lagi?' (3 menit) — Berkesadaran: murid diminta menjawab dalam hati dulu sebelum berbagi.
  • Murid mengisi kartu refleksi diri secara individual (disediakan guru, berisi 2 pertanyaan pendek: 'Hari ini aku memahami…' dan 'Aku masih ingin tahu…'). (3 menit)
  • Guru merangkum temuan dari refleksi murid dan menghubungkan kembali ke tujuan pembelajaran: bagaimana prinsip keseimbangan dan komposisi akan digunakan pada pertemuan berikutnya saat membangun miniatur. (2 menit)

Penutup:

  • Guru mengajukan pertanyaan penutup lisan kepada 2–3 murid: 'Sebutkan satu jenis komposisi yang kamu ingat dan jelaskan cirinya dengan satu kalimat.' — Asesmen Akhir. (3 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menyebutkan satu hal konkret yang ia amati sebagai kemajuan hari ini. (1 menit)
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: murid akan mulai mengonstruksi miniatur bangunan menggunakan bahan daur ulang dengan menerapkan prinsip yang sudah dipelajari hari ini. (1 menit)
  • Murid merapikan meja dan perlengkapan. Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu referensi bergambar yang berisi definisi singkat dan contoh visual keempat jenis komposisi, sehingga mereka dapat merujuk kartu tersebut selama aktivitas kelompok.
  • Proses: Murid yang cepat memahami materi ditantang untuk mencari contoh komposisi dari gambar di buku teks atau majalah yang tersedia di kelas, lalu menuliskan analisis singkat (jenis komposisi dan alasannya) pada sticky note tambahan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan penyesuaian dapat menyampaikan penjelasan jenis komposisi secara lisan kepada guru atau teman, sebagai alternatif dari penulisan kalimat di sticky note.

ASESMEN

Awal:

  • Aktivitas diagnostik: murid meletakkan dua buku di posisi berbeda dan mengamati stabilitas — guru menggali pengetahuan awal tentang keseimbangan secara non-formal.
  • Tanya jawab lisan menggunakan pertanyaan pemantik untuk memetakan pemahaman awal murid tentang keseimbangan dan komposisi sebelum materi disampaikan.

Proses:

  • Observasi langsung saat diskusi berpasangan: guru mencatat siapa yang sudah dapat membedakan jenis komposisi dan siapa yang masih perlu bimbingan.
  • Pertanyaan pembimbing saat aktivitas kelompok menyusun bentuk: 'Mengapa kalian meletakkan bentuk ini di sini?' dan 'Apakah susunan ini terasa seimbang?' — digunakan untuk memberikan umpan balik langsung.
  • Gallery Walk dengan bintang tempel: memberi guru gambaran komposisi mana yang paling dipahami murid secara visual.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan penutup kepada 2–3 murid: murid menyebutkan satu jenis komposisi dan menjelaskan cirinya dalam satu kalimat — dicatat guru pada lembar observasi singkat.
  • Kartu refleksi diri individual: digunakan guru sebagai data untuk merencanakan diferensiasi pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi berpasangan pada tahap Memahami: mencatat kemampuan murid mengidentifikasi jenis komposisi dari gambar.
  • Pertanyaan pembimbing lisan saat guru berkeliling pada tahap Mengaplikasi: menilai pemahaman konsep keseimbangan secara kontekstual.
  • Kartu refleksi diri murid pada akhir tahap Merefleksi: menilai kesadaran murid terhadap proses belajarnya sendiri.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan penutup: murid diminta menyebutkan dan menjelaskan satu jenis komposisi — dinilai menggunakan rubrik dua aspek (ketepatan konsep dan kemampuan menjelaskan).
  • Hasil susunan bentuk geometris kelompok beserta sticky note penjelasan: dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi jenis komposisi dan kelengkapan penjelasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan prinsip keseimbangan (TP 4.4.2.1)Murid belum dapat menjelaskan prinsip keseimbangan meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan kata 'seimbang' tetapi belum dapat menjelaskan artinya secara kontekstual.Murid dapat menjelaskan prinsip keseimbangan dengan kata-kata sendiri dan memberikan satu contoh konkret.Murid dapat menjelaskan prinsip keseimbangan secara runtut, memberikan lebih dari satu contoh konkret, dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Mengidentifikasi jenis komposisi (TP 4.4.2.2)Murid belum dapat mengidentifikasi jenis komposisi bahkan dengan bantuan kartu referensi.Murid dapat mengidentifikasi satu jenis komposisi tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Murid dapat mengidentifikasi dua jenis komposisi dengan tepat disertai alasan yang relevan.Murid dapat mengidentifikasi tiga atau lebih jenis komposisi dengan tepat, menjelaskan ciri khasnya, dan membandingkan perbedaan antara jenis-jenis tersebut.
Partisipasi dan kolaborasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi atau penyusunan bentuk kelompok.Murid terlibat dalam aktivitas fisik (menyusun bentuk) tetapi belum berkontribusi dalam diskusi ide.Murid aktif menyusun bentuk dan berkontribusi minimal satu ide komposisi yang dipertimbangkan kelompok.Murid aktif memimpin diskusi, mengusulkan ide komposisi, dan membantu teman yang kesulitan memahami konsep.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti penjelasan empat jenis komposisi, atau ada bagian yang perlu disederhanakan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah aktivitas menyusun bentuk geometris cukup efektif untuk membantu murid memahami keseimbangan secara konkret?
  • Murid mana yang menunjukkan kemajuan signifikan hari ini, dan murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional, atau perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku memahami bahwa keseimbangan dalam seni berarti…
  • Jenis komposisi yang paling mudah aku kenali adalah… karena…
  • Satu hal yang masih membuatku penasaran tentang komposisi adalah…
  • Pada pertemuan berikutnya, aku ingin mencoba membuat komposisi jenis…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Rupa Kelas 4 SD — Bab IV Membuat Konstruksi Sederhana (halaman 103–115)
  2. Kartu gambar contoh komposisi (simetris, asimetris, dominan, sepertiga bidang) — disiapkan guru dari gambar bangunan atau karya seni yang familiar
  3. Potongan bentuk geometris dari kertas karton (persegi, segitiga, lingkaran, persegi panjang) berbagai ukuran
  4. Kertas A3 sebagai alas penyusunan bentuk
  5. Lem sementara (repositionable) atau isolasi kertas
  6. Sticky note / kertas catatan kecil
  7. Kartu refleksi diri (disiapkan guru, berisi dua pertanyaan: 'Hari ini aku memahami…' dan 'Aku masih ingin tahu…')
  8. Bintang tempel (stiker bintang) untuk aktivitas Gallery Walk
  9. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat pengetahuan awal kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.