MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menghasilkan miniatur bangunan umum (tempat ibadah, sekolah, atau bangunan umum lainnya) dari benda-benda di sekitar dengan menerapkan prinsip keseimbangan dan teknik penempelan yang kuat.
- Murid dapat menyajikan dan menjelaskan karya miniatur bangunan umum yang dibuat, termasuk makna yang terkandung, dampak pada perasaan diri sendiri/orang lain, atau harapan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bangunan umum apa yang paling berkesan bagimu dan mengapa tempat itu terasa penting?
- Jika kamu bisa membangun satu bangunan untuk warga di sekitarmu, bangunan apa yang akan kamu buat dan apa harapanmu untuk bangunan tersebut?
- Bagaimana caranya agar sebuah bangunan yang kita susun dari benda-benda kecil bisa berdiri kokoh dan tidak mudah roboh?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan.
- Guru melakukan asesmen awal singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Benda apa yang sudah kamu bawa hari ini? Kira-kira bangunan apa yang ingin kamu buat?' — untuk mengetahui kesiapan bahan dan ide awal setiap murid.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 2–3 menit agar murid berpikir dan berbagi jawaban singkat secara lisan.
- Guru mengingatkan kembali prinsip keseimbangan yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya dengan menunjukkan contoh miniatur yang berdiri kokoh versus yang mudah roboh.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membuat miniatur bangunan umum sebagai asesmen sumatif, lalu mempresentasikan maknanya di depan kelas.
- Guru menjelaskan alur kegiatan dan kriteria penilaian secara singkat agar murid memahami apa yang diharapkan dari karya mereka.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid mengamati benda-benda yang sudah mereka bawa dari rumah dan meletakkannya di atas meja.
- Murid diminta menyusun daftar mental (atau coretan singkat di kertas) tentang bentuk benda yang ada: mana yang cocok sebagai fondasi (bawah), dinding, dan atap bangunan.
- Guru mengajukan pertanyaan pengarah: 'Benda mana yang paling berat dan paling stabil? Taruh di mana supaya bangunan tidak oleng?'
- Murid diminta menentukan jenis bangunan umum yang akan dibuat (tempat ibadah, sekolah, puskesmas, dll.) dan menjelaskan pilihannya dalam satu kalimat kepada teman sebangku.
- Guru berkeliling untuk memastikan setiap murid sudah memiliki konsep awal yang jelas sebelum mulai membangun.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mulai menyusun benda-benda dari bagian bawah (fondasi) ke atas secara bertahap, menerapkan prinsip keseimbangan agar bangunan berdiri kokoh.
- Murid menempelkan setiap bagian menggunakan lem/selotip/karet gelang dengan teknik penempelan yang kuat sehingga sambungan tidak mudah lepas.
- Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif: menanyakan pertimbangan konstruksi murid, misalnya 'Kenapa kamu pilih kotak ini sebagai atap? Sudah stabil?' untuk mendorong refleksi saat berkarya.
- Jika ada bagian yang belum seimbang atau sambungan yang lemah, guru mendorong murid untuk memperbaiki secara mandiri sebelum karya dinyatakan selesai.
- Murid menambahkan detail sederhana (jendela, pintu, hiasan) untuk memperkuat identitas bangunan umum yang mereka buat.
- Murid memeriksa kembali keseluruhan konstruksi: apakah bangunan berdiri tanpa dipegang? Apakah semua bagian terekat dengan baik?
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah karya selesai, murid meletakkan miniatur di atas meja dan mengamatinya dari berbagai sisi.
- Murid mengisi lembar refleksi singkat (atau menjawab secara lisan jika tidak ada lembar): (1) Bangunan apa yang kamu buat? (2) Apa harapanmu untuk bangunan ini? (3) Bagian mana yang paling sulit dibuat dan bagaimana kamu mengatasinya?
- Murid maju satu per satu (atau secara bergantian dalam kelompok kecil) untuk menyajikan karya: memegang/menunjukkan miniatur sambil menjelaskan jenis bangunan, proses pembuatan, dan makna/harapan di balik karya tersebut (masing-masing ±1 menit).
- Teman-teman kelas diberikan kesempatan untuk merespons dengan satu kalimat apresiasi atau pertanyaan sederhana.
- Guru memberikan umpan balik afirmatif dan konstruktif setelah setiap presentasi, menyoroti penerapan prinsip keseimbangan dan kebermaknaan karya.
Penutup:- Guru mengajak murid melakukan refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang paling berkesan dari kegiatan membuat miniatur hari ini?'
- Guru merangkum pembelajaran: menghubungkan pengalaman berkarya murid dengan pentingnya bangunan umum bagi kehidupan masyarakat.
- Guru menyampaikan apresiasi atas usaha semua murid dalam menyelesaikan karya dan berani mempresentasikannya.
- Karya miniatur disimpan dengan aman (boleh dibawa pulang atau dipajang di kelas sesuai kesepakatan).
- Guru menutup pelajaran dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum memiliki banyak bahan benda dapat diberi pilihan bahan tambahan dari sudut bahan kelas (koran bekas, kardus, atau potongan karton) agar tetap bisa berkarya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih (lambat) diberikan panduan langkah bergambar dan boleh bertanya kepada guru atau teman kapan saja. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan detail bangunan (papan nama, pagar, taman kecil) atau membantu teman yang kesulitan.
- Produk: Murid yang kesulitan berbicara di depan kelas boleh menyajikan karya hanya kepada guru atau menuliskan penjelasannya di secarik kertas yang dibacakan saat presentasi.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat di pendahuluan: 'Benda apa yang sudah kamu bawa? Bangunan umum apa yang ingin kamu buat?' untuk mengecek kesiapan bahan dan pengetahuan awal tentang jenis bangunan umum.
- Guru meminta murid menyebutkan satu contoh prinsip keseimbangan yang mereka ingat dari pelajaran sebelumnya untuk mengaktifkan pengetahuan prasyarat.
Proses:- Observasi langsung saat murid menyusun dan menempel benda: guru menggunakan catatan anekdot singkat untuk merekam siapa yang sudah memahami prinsip keseimbangan dan siapa yang masih perlu bimbingan.
- Pertanyaan pengarah selama tahap Mengaplikasi: 'Sudah stabil? Bagian mana yang perlu diperkuat?' sebagai umpan balik formatif yang mendorong murid berpikir kritis tentang konstruksinya.
- Pada tahap Merefleksi, lembar refleksi singkat (3 pertanyaan) diisi murid sebagai bukti proses berpikir mereka.
Akhir:- Penilaian produk miniatur menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk aspek: keseimbangan, kekuatan penempelan, kesesuaian tema, dan kreativitas.
- Penilaian presentasi lisan murid saat menyajikan karya: dinilai dari kejelasan penjelasan, kemampuan mengungkapkan makna/harapan, dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Formatif:- Tanya jawab lisan saat asesmen awal untuk mengetahui kesiapan bahan dan ide awal murid.
- Observasi berkeliling selama tahap Mengaplikasi: guru mencatat kemampuan murid menerapkan prinsip keseimbangan dan teknik penempelan.
- Umpan balik langsung (lisan) dari guru saat murid mengalami kesulitan konstruksi.
Sumatif:- Penilaian produk miniatur bangunan umum berdasarkan rubrik 4 aspek: keseimbangan konstruksi, kekuatan penempelan, kesesuaian dengan tema bangunan umum, dan kreativitas.
- Penilaian presentasi lisan: kemampuan murid menjelaskan karya, mengungkapkan makna/harapan, dan menjawab pertanyaan teman.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keseimbangan Konstruksi | Miniatur tidak dapat berdiri sendiri; konstruksi sangat tidak seimbang dan mudah roboh. | Miniatur dapat berdiri namun mudah goyah; keseimbangan belum konsisten di semua sisi. | Miniatur dapat berdiri cukup kokoh; prinsip keseimbangan diterapkan dengan baik meskipun ada satu atau dua bagian yang kurang stabil. | Miniatur berdiri kokoh dan seimbang dari semua sisi; susunan benda dari bawah ke atas menunjukkan pemahaman prinsip keseimbangan yang kuat. | | Kekuatan Penempelan | Banyak bagian yang lepas atau tidak terekat; sambungan sangat lemah sehingga konstruksi mudah hancur. | Sebagian besar bagian terekat, namun masih ada beberapa sambungan yang lemah atau mudah terlepas. | Hampir semua bagian terekat dengan kuat; teknik penempelan sudah tepat dan sambungan terlihat rapi. | Semua bagian terekat dengan sangat kuat dan rapi; teknik penempelan diterapkan secara konsisten dan terencana di seluruh konstruksi. | | Kesesuaian Tema Bangunan Umum | Karya tidak menunjukkan ciri khas bangunan umum yang dimaksud; sulit dikenali sebagai bangunan umum tertentu. | Karya memiliki satu atau dua ciri bangunan umum namun identitasnya kurang jelas. | Karya cukup jelas menggambarkan bangunan umum tertentu (misalnya masjid, sekolah) dengan beberapa detail yang mendukung. | Karya sangat jelas mencerminkan bangunan umum tertentu, dilengkapi detail yang memperkuat identitas dan fungsi bangunan tersebut. | | Kreativitas dan Ekspresi | Karya sangat sederhana dan tidak menunjukkan ide orisinal; benda-benda hanya ditumpuk tanpa perencanaan bentuk. | Karya menunjukkan sedikit ide kreatif; ada usaha untuk membentuk bangunan meskipun belum terlihat ekspresi pribadi. | Karya menunjukkan ide kreatif yang jelas; murid memilih dan menyusun benda dengan pertimbangan estetis dan ekspresif. | Karya sangat orisinal dan ekspresif; murid memanfaatkan benda-benda di sekitar secara imajinatif dan hasil akhirnya mencerminkan kepribadian serta harapan murid. | | Kemampuan Menyajikan dan Menjelaskan Karya | Murid tidak dapat menjelaskan karya; presentasi tidak dilakukan atau sangat tidak jelas. | Murid dapat menyebutkan nama bangunan yang dibuat tetapi belum dapat menjelaskan proses atau makna karya. | Murid dapat menjelaskan jenis bangunan, proses pembuatan, dan makna/harapan karya dengan cukup jelas. | Murid menjelaskan karya dengan percaya diri, runtut, dan menarik; mampu mengungkapkan dampak emosional atau harapan secara mendalam dan menjawab pertanyaan teman dengan baik. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil menyelesaikan miniatur dalam waktu yang tersedia? Jika tidak, apa yang perlu saya sesuaikan pada pertemuan berikutnya?
- Apakah instruksi tentang prinsip keseimbangan dan teknik penempelan sudah cukup jelas dipahami murid sebelum mereka mulai berkarya?
- Bagaimana kualitas presentasi murid secara keseluruhan? Apakah murid sudah mampu mengungkapkan makna karya dengan baik?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan yang berbeda-beda?
Refleksi Murid:- Bangunan umum apa yang kamu buat, dan apa harapanmu untuk bangunan itu?
- Bagian mana yang paling sulit saat membuat miniatur, dan bagaimana kamu berhasil mengatasinya?
- Apa yang kamu rasakan saat melihat hasil karyamu sendiri? Apakah ada yang ingin kamu perbaiki?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab IV: Membuat Konstruksi Sederhana
- Benda-benda tidak terpakai dari sekitar rumah/sekolah: kotak bekas, botol plastik, kardus, gulungan tisu, tutup botol, dll.
- Alat tempel: lem tembak (digunakan guru untuk murid kecil), lem UHU, selotip, karet gelang
- Contoh foto atau gambar bangunan umum (masjid, gereja, sekolah, puskesmas) sebagai referensi visual — bisa ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor
- Lembar refleksi murid (cetak atau lisan)
- Catatan anekdot guru untuk asesmen proses
|