Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Refleksi dan Apresiasi Karya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Refleksi dan Apresiasi Karya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Refleksi dan Apresiasi Karya

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Refleksi dan Apresiasi Karya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikRefleksi dan Apresiasi Karya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merefleksikan proses dan hasil karya sendiri menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa yang sesuai (misalnya: garis, warna, keseimbangan, bentuk, komposisi).
  2. Murid mampu mengapresiasi karya teman sekelas dengan memberikan tanggapan positif dan konstruktif secara lisan maupun tulisan.
  3. Murid mampu menjelaskan dampak karya seni rupa terhadap perasaan atau harapan penonton dengan menggunakan kalimat yang jelas dan runtut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu melihat lukisan atau karya seni, apa yang pertama kali kamu rasakan dan mengapa?
  2. Bagaimana caramu menjelaskan karyamu sendiri kepada orang lain agar mereka benar-benar mengerti maksudmu?
  3. Menurutmu, apakah sebuah karya seni bisa membuat orang yang melihatnya merasakan sesuatu yang berbeda-beda? Mengapa bisa begitu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memastikan suasana kelas kondusif. Karya-karya 2D dan 3D yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya sudah dipajang di dinding atau meja kelas seperti suasana galeri mini.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 3-4 murid secara acak: 'Sebutkan satu kata seni rupa yang kamu ingat dari karya yang sudah kamu buat!' Guru mencatat kosakata yang muncul di papan tulis sebagai peta awal pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid menjawab secara singkat tanpa penilaian benar-salah untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar berbicara tentang karya kita sendiri dan karya teman, seperti seorang seniman sungguhan yang presentasi di galeri seni.'
  • Guru menyepakati aturan apresiasi bersama murid: berbicara jujur namun sopan, mendengarkan tanpa menyela, dan menemukan hal positif terlebih dahulu sebelum memberi saran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua contoh karya anonim (bisa dari buku atau karya tahun lalu) di papan tulis dan memodelkan cara merefleksikan karya: 'Pada karya ini saya melihat penggunaan garis tegas dan warna kontras yang membuat saya merasa karya ini penuh semangat. Unsur yang menonjol adalah keseimbangan antara sisi kiri dan kanan.'
  • Guru menjelaskan perbedaan antara refleksi diri (bicara tentang karya sendiri) dan apresiasi (bicara tentang karya orang lain), serta menekankan penggunaan kosakata seni rupa: garis, warna, bentuk, tekstur, komposisi, keseimbangan, proporsi.
  • Guru membagikan 'Kartu Kosakata Seni Rupa' (kartu kecil berisi 8-10 kosakata beserta gambar/definisi singkat) kepada tiap murid sebagai alat bantu sepanjang kegiatan.
  • Murid diminta mengidentifikasi minimal 3 kosakata dari kartu yang relevan dengan karya mereka sendiri sebelum mulai berbicara — ini dilakukan secara mandiri selama 3 menit (prinsip Berkesadaran: murid berpikir sadar sebelum bertindak).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Gallery Walk Sesi 1 — Refleksi Karya Sendiri (10 menit): Setiap murid berdiri di depan karya miliknya sendiri. Dengan bantuan Kartu Kosakata Seni Rupa, murid menuliskan refleksi singkat (3-5 kalimat) di sticky note yang ditempelkan di bawah karya mereka, menjawab: (a) Apa yang paling kamu suka dari karyamu? (b) Unsur seni apa yang kamu gunakan? (c) Apa yang ingin kamu ceritakan lewat karya ini?
  • Gallery Walk Sesi 2 — Apresiasi Karya Teman (12 menit): Murid berputar mengelilingi galeri mini secara bebas. Setiap murid wajib memberikan tanggapan tertulis pada sticky note berwarna berbeda di minimal 2 karya teman, menggunakan struktur: 'Saya suka ... karena ... Saranku adalah ...' Guru mengingatkan agar saran disampaikan dengan kalimat positif dan membangun.
  • Sesi Berbagi Lisan (8 menit): Guru memilih 3-4 murid secara sukarela untuk berbagi refleksi atau apresiasi mereka secara lisan di depan kelas. Teman-teman yang mendengarkan diajak memberi tepuk tangan atau jempol sebagai respons apresiasi (prinsip Menggembirakan: suasana hangat dan saling menghargai).
  • Selama gallery walk, guru berkeliling melakukan observasi, mencatat murid yang menggunakan kosakata seni rupa secara tepat maupun yang masih belum, sebagai data asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk dan menampilkan pertanyaan refleksi di papan tulis: 'Bagaimana perasaanmu saat karyamu diapresiasi orang lain? Apa yang kamu pelajari dari tanggapan teman tentang karyamu?'
  • Murid mengisi Lembar Refleksi Diri (dibagikan guru) secara mandiri selama 5 menit. Lembar berisi 3 pertanyaan: (1) Kosakata seni rupa apa yang kamu gunakan hari ini? (2) Apa yang sudah baik dari proses refleksi dan apresiasimu? (3) Apa yang ingin kamu tingkatkan pada karya berikutnya? (prinsip Berkesadaran: murid mengelola proses belajarnya sendiri)
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Siapa yang tadi mendapat tanggapan yang membuatmu berpikir ulang tentang karyamu? Ceritakan!' — 2-3 murid berbagi secara spontan.
  • Guru menghubungkan kegiatan hari ini dengan makna yang lebih besar: 'Seniman profesional pun selalu merefleksikan karyanya dan mendengar pendapat orang lain. Itulah cara kita terus berkembang.' (prinsip Bermakna: menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata)

Penutup:

  • Guru meminta murid memilih satu sticky note apresiasi dari teman yang paling berkesan, membacanya dalam hati, lalu menyimpannya sebagai kenangan positif.
  • Asesmen Akhir: Guru meminta murid secara lisan (bergantian 2-3 murid, sisanya ditugaskan tertulis) menjawab: 'Jelaskan dalam 2-3 kalimat: bagaimana karya seni yang kamu buat bisa memengaruhi perasaan orang yang melihatnya?' — jawaban lisan dicatat guru, jawaban tertulis dikumpulkan.
  • Guru merangkum pembelajaran: kosakata seni rupa yang digunakan hari ini, pentingnya saling mengapresiasi, dan hubungan karya seni dengan perasaan penonton.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid boleh menyempurnakan karya mereka di rumah jika ingin, berdasarkan masukan teman hari ini.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid memberi tepuk tangan untuk semua karya yang sudah dipajang sebagai bentuk penghargaan kolektif.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum menguasai kosakata seni rupa mendapat Kartu Kosakata bergambar dengan definisi yang lebih sederhana dan contoh visual yang lebih konkret. Murid yang sudah mahir mendapat tantangan tambahan: menjelaskan karya menggunakan minimal 5 kosakata dan mengidentifikasi prinsip desain yang digunakan (misalnya: keseimbangan, irama, kontras).
  • Proses: Murid yang kesulitan menulis refleksi dapat menyampaikannya secara lisan kepada guru atau teman sebaya yang berperan sebagai 'penulis pembantu'. Murid yang cepat dapat diminta mengapresiasi lebih dari 2 karya teman dan membuat peringkat 3 karya favorit beserta alasannya menggunakan kosakata seni rupa.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi lembar refleksi dengan panduan kalimat rumpang (fill-in-the-blank). Murid yang berkembang pesat dapat membuat 'ulasan mini galeri' dalam bentuk paragraf utuh seolah-olah mereka adalah kurator pameran seni.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 3-4 murid secara acak di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu kata seni rupa yang kamu ingat dari karya yang sudah kamu buat!' untuk memetakan kosakata yang sudah dikuasai murid.
  • Guru mencatat kosakata yang disebutkan di papan tulis sebagai baseline pemahaman awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan selama gallery walk: guru mencatat pada lembar observasi sederhana (nama murid – kosakata yang digunakan – kualitas tanggapan) untuk memantau perkembangan tiap murid.
  • Review cepat sticky note apresiasi: guru membaca beberapa sticky note selama murid masih berputar untuk segera memberikan umpan balik lisan jika ada murid yang tanggapannya belum konstruktif.
  • Tanya jawab spontan kepada murid tertentu yang terlihat pasif: 'Apa yang kamu suka dari karya temanmu ini?' untuk memastikan semua murid terlibat aktif.

Akhir:

  • Pengumpulan Lembar Refleksi Diri yang berisi jawaban tertulis murid tentang kosakata yang digunakan, proses refleksi diri, dan rencana peningkatan karya berikutnya.
  • Jawaban lisan atau tertulis terhadap pertanyaan: 'Jelaskan dalam 2-3 kalimat bagaimana karya seni yang kamu buat bisa memengaruhi perasaan orang yang melihatnya?' — dinilai berdasarkan rubrik aspek Berdampak.

Formatif:

  • Observasi guru selama gallery walk: mencatat penggunaan kosakata seni rupa yang tepat dalam tulisan di sticky note.
  • Ceklis keaktifan partisipasi: apakah murid memberikan tanggapan pada minimal 2 karya teman.
  • Pemantauan lisan saat sesi berbagi: kualitas kalimat apresiasi yang disampaikan (positif, konstruktif, menggunakan kosakata seni).

Sumatif:

  • Lembar Refleksi Diri yang dikumpulkan di akhir: dinilai berdasarkan rubrik ketepatan kosakata, kedalaman refleksi, dan kemampuan menjelaskan dampak karya.
  • Jawaban lisan/tertulis pertanyaan penutup tentang dampak karya seni terhadap perasaan penonton.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosakata Seni Rupa dalam Refleksi Diri (TP 4.3.9.1)Murid belum menggunakan kosakata seni rupa, atau menggunakan kata-kata umum yang tidak berkaitan dengan seni rupa (misal: 'bagus', 'suka') tanpa penjelasan unsur seni.Murid menggunakan 1-2 kosakata seni rupa dengan tepat dalam refleksi, namun penjelasannya masih sangat singkat dan belum menghubungkan kosakata dengan karya secara spesifik.Murid menggunakan 3-4 kosakata seni rupa dengan tepat dan mampu menjelaskan hubungan antara kosakata tersebut dengan pilihan artistik dalam karyanya.Murid menggunakan 5 atau lebih kosakata seni rupa dengan tepat dan menjelaskan secara runtut bagaimana unsur-unsur seni yang dipilih mendukung maksud atau pesan karya mereka.
Kualitas Apresiasi Karya Teman (TP 4.3.9.2)Murid tidak memberikan tanggapan, atau tanggapannya hanya berupa kata tunggal ('bagus', 'jelek') tanpa alasan dan tidak menggunakan kosakata seni rupa.Murid memberikan tanggapan positif saja tanpa saran konstruktif, atau memberikan saran tanpa didasari alasan yang jelas. Kosakata seni rupa belum digunakan.Murid memberikan tanggapan yang mencakup pujian dan saran konstruktif menggunakan 1-2 kosakata seni rupa. Kalimat jelas dan tidak menyinggung.Murid memberikan apresiasi yang seimbang (positif dan konstruktif), menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa secara tepat, dengan alasan yang spesifik dan kalimat yang santun dan mendorong teman untuk berkembang.
Kemampuan Menjelaskan Dampak Karya terhadap Perasaan/Harapan Penonton (TP 4.3.9.3)Murid tidak dapat menjelaskan dampak karya terhadap penonton, atau jawabannya tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan.Murid dapat menyebutkan satu perasaan yang mungkin dirasakan penonton (misal: 'senang') namun tidak dapat menjelaskan mengapa karya tersebut bisa menimbulkan perasaan itu.Murid dapat menjelaskan dampak karya terhadap perasaan penonton dengan menyebut 1-2 unsur seni yang menjadi penyebabnya, menggunakan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan secara runtut dan spesifik bagaimana pilihan unsur seni (warna, garis, bentuk, komposisi) dalam karya mereka dirancang untuk menimbulkan perasaan atau mewakili harapan tertentu pada penonton.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa dalam refleksi dan apresiasinya? Jika belum, strategi apa yang perlu saya ubah pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana gallery walk kondusif dan memungkinkan semua murid terlibat aktif, termasuk murid yang cenderung pasif atau pemalu?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kartu kosakata bergambar, lembar rumpang) benar-benar membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan cukup memicu rasa ingin tahu murid dan terhubung dengan pengalaman mereka yang nyata?

Refleksi Murid:

  • Kosakata seni rupa apa saja yang berhasil kamu gunakan hari ini ketika berbicara tentang karyamu?
  • Tanggapan dari teman mana yang paling membuat kamu berpikir? Mengapa tanggapan itu berkesan bagimu?
  • Apakah menurutmu karya seni yang kamu buat sudah berhasil menyampaikan perasaan atau harapan yang kamu inginkan kepada penonton? Jelaskan!

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni 2D dan 3D murid dari pertemuan-pertemuan sebelumnya (Bab 3)
  2. Kartu Kosakata Seni Rupa (disiapkan guru: berisi kata garis, warna, bentuk, tekstur, komposisi, keseimbangan, proporsi, irama — dilengkapi gambar dan definisi singkat)
  3. Sticky note dua warna (satu warna untuk refleksi diri, satu warna untuk apresiasi teman)
  4. Lembar Refleksi Diri (disiapkan guru sesuai kebutuhan diferensiasi: lembar reguler dan lembar dengan kalimat rumpang)
  5. Lembar observasi guru (untuk mencatat data asesmen proses selama gallery walk)
  6. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Fase B (Kemdikbudristek)
  7. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat kosakata seni rupa selama diskusi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.