MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Membuat Sketsa Karya Dua Dimensi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Membuat Sketsa Karya Dua Dimensi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui kegiatan eksplorasi dan berkarya, murid dapat membuat sketsa rumah adat atau flora/fauna endemik daerahnya dengan menerapkan lima unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur, ruang) secara tepat.
- Melalui proses menggambar, murid dapat menerapkan prinsip keseimbangan (simetris atau asimetris) dalam komposisi sketsa dua dimensi yang dibuatnya.
- Melalui diskusi dan pengamatan, murid dapat mengidentifikasi penggunaan lima unsur rupa dan prinsip keseimbangan pada karya sketsa milik sendiri maupun teman.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat rumah adat atau hewan/tumbuhan khas dari daerahmu? Apa yang paling menarik dari tampilannya?
- Jika kamu ingin menggambar rumah adat atau makhluk hidup khas daerahmu, garis dan bentuk seperti apa yang akan kamu buat terlebih dahulu?
- Menurutmu, mengapa sebuah gambar bisa terlihat seimbang? Apa yang membuat satu sisi gambar tidak terasa 'berat sebelah'?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid duduk melingkar atau dalam formasi yang nyaman (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi jeda agar murid berpikir sebelum menjawab secara lisan.
- Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua gambar sketsa sederhana (satu dengan komposisi seimbang, satu tidak) dan meminta murid menunjuk mana yang terasa lebih 'enak dilihat' serta alasannya secara singkat.
- Guru mencatat respons murid di papan tulis untuk memetakan pemahaman awal tentang keseimbangan dan unsur rupa.
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan membuat sketsa rumah adat atau flora/fauna khas daerah kita dengan menggunakan lima unsur rupa dan prinsip keseimbangan.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan kartu visual atau gambar di papan yang menunjukkan contoh penerapan lima unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur, ruang) pada satu gambar sketsa rumah adat atau fauna endemik.
- Guru mengajak murid mengamati gambar bersama-sama dan meminta murid menyebutkan: 'Unsur rupa apa yang kalian lihat di sini?' sambil menunjuk bagian-bagian gambar secara bergantian.
- Guru menjelaskan prinsip keseimbangan secara konkret dengan analogi: 'Bayangkan gambar ini adalah timbangan — bagian kiri dan kanan harus terasa sama beratnya agar enak dilihat.' Guru menunjukkan contoh keseimbangan simetris dan asimetris.
- Murid berdiskusi berpasangan (2 menit) untuk menjawab: 'Unsur rupa mana yang paling mudah kamu kenali? Unsur mana yang menurutmu paling penting untuk membuat gambar terlihat seimbang?'
- Perwakilan 2–3 pasang murid berbagi jawaban secara singkat kepada kelas.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid memilih tema sketsa: rumah adat ATAU flora/fauna endemik dari daerah asal atau daerah tempat tinggal mereka.
- Murid berdiskusi singkat dengan teman sebangku (3 menit) untuk mencari ide: bentuk seperti apa, unsur rupa mana yang akan dominan, dan bagaimana mereka akan menyusun komposisi agar seimbang.
- Murid mulai membuat sketsa di kertas gambar menggunakan pensil. Guru mengingatkan: 'Mulai dari garis besar dulu, belum perlu sempurna — sketsa adalah rancangan awal!'
- Selama murid berkarya, guru berkeliling dan memberikan umpan balik formatif secara individual: mengajukan pertanyaan seperti 'Di mana unsur garis-mu paling kuat?' atau 'Apakah gambarmu sudah terasa seimbang dari kiri ke kanan?'
- Guru mencatat observasi singkat tentang proses kerja murid (siapa yang sudah menerapkan lima unsur, siapa yang belum mencantumkan prinsip keseimbangan) untuk keperluan diferensiasi.
- Murid menyelesaikan sketsa dasar dalam waktu ±20 menit, lalu menambahkan detail atau pola tekstur sederhana jika waktu masih ada.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menempelkan hasil sketsa di meja atau dinding kelas untuk kegiatan 'galeri keliling' singkat (3–4 menit): setiap murid berjalan melihat sketsa milik teman.
- Setiap murid mengambil satu sticky note (atau kertas kecil) dan menulis satu kalimat apresiasi atau satu pertanyaan untuk sketsa teman yang paling menarik perhatian mereka, lalu menempelkannya di dekat sketsa tersebut.
- Murid kembali ke tempat duduk dan membaca catatan yang ditinggalkan teman di sketsa mereka sendiri.
- Guru memimpin refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Unsur rupa mana yang berhasil kamu terapkan dengan baik? Apa yang ingin kamu perbaiki jika kamu menggambar ulang?'
- Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan dengan pilihan simbol bintang/senyum/tanda tanya) yang disediakan guru.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Lima unsur rupa apa saja yang sudah kita pakai hari ini? Bagaimana cara kita menjaga keseimbangan dalam sketsa?'
- Guru memberikan umpan balik umum tentang apa yang sudah berjalan baik di kelas hari ini dan satu hal yang bisa ditingkatkan pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan bahwa sketsa yang dibuat hari ini akan menjadi dasar untuk kegiatan mewarnai di pertemuan berikutnya.
- Guru menutup kelas dengan mengajak murid mengapresiasi karya masing-masing: 'Tepuk tangan untuk karya kalian hari ini!'
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum familiar dengan rumah adat atau fauna endemik dapat disediakan referensi visual berupa kartu gambar atau buku bergambar yang sudah disiapkan guru. Murid yang sudah punya pengetahuan awal diberi kebebasan memilih objek yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat menggunakan lembar panduan bertahap (langkah 1: gambar bentuk dasar, langkah 2: tambahkan detail, dst.). Murid yang cepat dapat langsung bereksplorasi tanpa panduan dan diminta mencoba menerapkan minimal 4 dari 5 unsur rupa secara eksplisit.
- Produk: Murid yang cepat dapat melanjutkan dengan menambahkan catatan di pinggir sketsa berupa keterangan unsur rupa yang mereka gunakan (labeling). Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu cukup menyelesaikan sketsa garis besar dengan satu unsur rupa yang sudah jelas terlihat dan komposisi yang seimbang.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua sketsa (seimbang dan tidak seimbang) dan meminta murid memilih mana yang lebih baik serta memberi alasan lisan singkat — untuk memetakan pemahaman awal tentang keseimbangan.
- Guru bertanya lisan: 'Siapa yang bisa menyebutkan satu unsur seni rupa yang pernah kalian pelajari?' — untuk mengecek pengetahuan prasyarat tentang unsur rupa.
Proses:- Observasi berkelanjutan saat murid berkarya: guru menggunakan lembar checklist sederhana (nama murid vs. indikator: garis ada/tidak, bidang ada/tidak, tekstur ada/tidak, keseimbangan terlihat/belum).
- Tanya jawab individual saat guru berkeliling: 'Unsur rupa apa yang kamu gunakan di bagian ini?' untuk memantau pemahaman yang sedang berjalan.
- Sesi galeri keliling dan sticky note: guru mengamati respons murid terhadap karya teman sebagai bukti kemampuan mengidentifikasi unsur rupa dan keseimbangan.
Akhir:- Penilaian hasil sketsa menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada empat aspek: penerapan lima unsur rupa, penerapan prinsip keseimbangan, kesesuaian tema, dan kelengkapan sketsa.
- Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai data asesmen diri (assessment as learning) untuk bahan umpan balik guru di pertemuan berikutnya.
Formatif:- Observasi guru selama proses berkarya: apakah murid menerapkan minimal tiga unsur rupa dalam sketsanya.
- Pertanyaan lisan individual saat guru berkeliling: 'Tunjukkan di mana prinsip keseimbanganmu.'
- Sticky note apresiasi antar teman pada sesi galeri keliling.
- Lembar refleksi diri murid di akhir kegiatan inti.
Sumatif:- Penilaian hasil sketsa menggunakan rubrik 4 level berdasarkan: (1) penerapan lima unsur rupa, (2) penerapan prinsip keseimbangan, (3) kesesuaian tema (rumah adat/flora/fauna endemik), (4) kelengkapan dan kerapian sketsa.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Lima Unsur Rupa | Sketsa tidak menunjukkan penerapan unsur rupa yang dapat diidentifikasi (hanya coretan tidak beraturan). | Sketsa menunjukkan penerapan 1–2 unsur rupa (misalnya hanya garis dan bidang) secara tidak konsisten. | Sketsa menunjukkan penerapan 3–4 unsur rupa dengan cukup jelas dan konsisten. | Sketsa menunjukkan penerapan kelima unsur rupa (garis, bidang, warna/nilai, tekstur, ruang) secara jelas, konsisten, dan saling mendukung komposisi. | | Penerapan Prinsip Keseimbangan | Komposisi sketsa sangat tidak seimbang; objek berkumpul di satu sisi tanpa pertimbangan visual. | Ada upaya menyeimbangkan komposisi tetapi hasilnya belum berhasil; satu sisi masih jauh lebih 'berat' dari sisi lain. | Komposisi sketsa cukup seimbang; keseimbangan simetris atau asimetris terlihat meskipun belum sempurna. | Komposisi sketsa seimbang dengan jelas (simetris atau asimetris), dan murid dapat menjelaskan pilihan keseimbangan yang digunakan. | | Kesesuaian Tema | Sketsa tidak dapat dikenali sebagai rumah adat atau flora/fauna; tidak ada kaitan dengan tema kearifan lokal. | Sketsa menunjukkan upaya menggambar objek bertema, tetapi objek sulit dikenali tanpa penjelasan verbal. | Sketsa menampilkan rumah adat atau flora/fauna endemik yang dapat dikenali dengan cukup jelas. | Sketsa menampilkan rumah adat atau flora/fauna endemik yang jelas dikenali, disertai detail khas yang mencerminkan kearifan lokal daerah murid. | | Kelengkapan dan Kerapian Sketsa | Sketsa sangat tidak lengkap (hanya sebagian kecil digambar) dan/atau garis sangat tidak terkontrol. | Sketsa sebagian besar selesai tetapi banyak bagian yang belum lengkap; garis kurang terkontrol. | Sketsa hampir selesai secara keseluruhan; garis cukup terkontrol dan gambar dapat dipahami. | Sketsa selesai secara menyeluruh, garis terkontrol dengan baik, dan tampilan keseluruhan bersih serta terorganisir. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu murid tentang unsur rupa dan keseimbangan?
- Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk berkarya sesuai kemampuannya? Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah berjalan efektif?
- Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih dalam memahami prinsip keseimbangan? Apa yang akan saya lakukan di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu 2×35 menit cukup untuk ketiga tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
Refleksi Murid:- Unsur rupa mana yang paling mudah kamu terapkan dalam sketsa hari ini? Unsur mana yang paling sulit?
- Apakah sketsamu sudah terasa seimbang? Apa yang akan kamu ubah jika kamu menggambar ulang?
- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang seni rupa atau daerahmu sendiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Bab III hal. 69–77
- Kartu visual/poster lima unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur, ruang) yang disiapkan guru
- Contoh gambar fauna endemik karya siswa (referensi: Gambar 3.6 Tarsius, Della Naradika/Kemendikbudristek 2022)
- Kertas gambar A4 atau A3 (satu lembar per murid)
- Pensil (2B atau HB) untuk membuat sketsa
- Penghapus
- Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan apresiasi galeri
- Lembar panduan bertahap (untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan) — disiapkan guru
- Lembar refleksi diri murid — disiapkan guru
- Lembar observasi/checklist guru untuk asesmen proses
|