MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Mencari Ide dari Kearifan Lokal INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Mencari Ide dari Kearifan Lokal |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui diskusi kelompok dan pengamatan gambar/benda, murid dapat mengumpulkan minimal 3 ide dari kearifan lokal sekitar (seperti rumah adat, flora, atau fauna endemik daerahnya).
- Setelah mengumpulkan ide, murid dapat memilih satu ide kearifan lokal dan menjelaskan alasannya secara lisan atau tertulis sebagai tema karya seni rupa dua dimensi yang akan dibuat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Coba bayangkan, apa hal khas dari daerahmu yang paling membuatmu bangga — bisa berupa bangunan, hewan, atau tanaman? Mengapa hal itu menurutmu istimewa?
- Jika kamu diminta menggambar sesuatu yang mewakili daerahmu kepada teman dari kota lain, kira-kira apa yang akan kamu gambar?
- Menurut kalian, apakah budaya dan kearifan lokal bisa menjadi sumber inspirasi sebuah karya seni? Mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (2 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan menanyakan kabar murid secara singkat (1 menit).
- Guru menampilkan 3–4 gambar karya seni rupa (lukisan atau ilustrasi) yang terinspirasi dari kearifan lokal berbeda daerah di Indonesia, misalnya batik, lukisan rumah adat, atau ilustrasi flora/fauna endemik. Murid diminta mengamati gambar-gambar tersebut selama 1–2 menit (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada beberapa murid: 'Siapa yang tahu nama rumah adat atau hewan khas daerah kita?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang kearifan lokal daerahnya (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: murid akan mengumpulkan ide dari kearifan lokal daerah masing-masing dan memilih satu ide untuk tema karya seni rupa dua dimensi (2 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid: 'Jika kamu diminta menggambar sesuatu yang mewakili daerahmu, apa yang akan kamu gambar?' (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan kartu gambar atau tayangan visual berisi contoh-contoh kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia: rumah adat (Joglo, Rumah Gadang, Honai), flora endemik (Rafflesia, Anggrek Hitam), dan fauna endemik (Komodo, Cendrawasih, Harimau Sumatera). Murid mengamati dengan seksama (3 menit).
- Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Dari gambar-gambar ini, mana yang berasal dari daerah kita sendiri atau daerah yang pernah kalian kunjungi?' Murid menjawab secara bergantian (3 menit).
- Guru menjelaskan pengertian kearifan lokal secara sederhana: 'Kearifan lokal adalah hal-hal khas dari suatu daerah, seperti bangunan tradisional, tumbuhan, atau hewan yang hanya ada atau identik dengan daerah tersebut.' Guru menghubungkan penjelasan dengan gambar yang ditampilkan (3 menit).
- Murid diajak mengidentifikasi unsur-unsur visual yang menarik dari gambar kearifan lokal tersebut — misalnya bentuk atap rumah adat, warna bulu burung, atau pola pada benda budaya — sebagai bekal awal mencari ide (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja 'Peta Ide Kearifan Lokal' berisi kolom: Nama Kearifan Lokal, Asal Daerah, Ciri Khasnya, dan Alasan Menarik sebagai Ide Gambar (2 menit).
- Dalam kelompok, murid berdiskusi untuk mengidentifikasi dan menuliskan minimal 3 kearifan lokal dari daerah sekitar tempat tinggal mereka atau daerah yang mereka ketahui. Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan pertanyaan pandu seperti: 'Adakah bangunan atau hewan khas yang sering kalian lihat di sekitar sini?' (8 menit).
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat (1–2 menit per kelompok) sehingga seluruh kelas mendapat lebih banyak pilihan referensi ide kearifan lokal (6–8 menit).
- Secara individu, setiap murid memilih SATU ide kearifan lokal dari hasil diskusi kelompok yang paling menarik baginya untuk dijadikan tema karya seni rupa dua dimensi. Murid menuliskan ide pilihannya beserta alasan singkat (minimal 2 kalimat) pada kolom 'Ide Pilihanku' di Lembar Kerja (5 menit).
- Murid membuat sketsa awal (coretan/thumbnail sketch) yang sangat sederhana dari ide yang dipilih sebagai langkah awal memvisualisasikan gagasan mereka (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diberikan waktu hening selama 2 menit untuk membaca kembali ide yang mereka pilih dan sketsa awal yang sudah dibuat, sambil memikirkan: 'Apakah ide ini benar-benar mewakili kearifan lokal daerahku? Apakah aku bisa mewujudkannya dalam gambar?' (2 menit).
- Guru memandu sesi refleksi kelompok singkat dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menarik dari proses mencari ide tadi? Apakah ada kesulitan yang kalian temui saat berdiskusi?' Beberapa murid berbagi secara sukarela (3 menit).
- Murid mengisi bagian refleksi diri pada Lembar Kerja: (1) Apa ide yang kupilih? (2) Mengapa aku memilihnya? (3) Apa yang ingin aku pelajari lebih lanjut tentang kearifan lokal ini sebelum menggambarnya? (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada beberapa murid tentang kualitas ide yang mereka pilih, mengapresiasi keberagaman pilihan, dan mendorong murid untuk bangga dengan kearifan lokal daerah mereka (2 menit).
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama-sama: 'Hari ini kita belajar bahwa kearifan lokal daerah kita bisa menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk karya seni rupa.' (2 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid mengangkat tangan atau menunjukkan Lembar Kerja mereka, guru secara visual memeriksa apakah setiap murid sudah mencatat minimal 3 ide dan memilih satu ide beserta alasannya (2 menit).
- Guru menginformasikan tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya murid akan mulai membuat sketsa resmi dan karya dua dimensi berdasarkan ide yang sudah dipilih hari ini. Murid diminta mengamati lebih dalam objek kearifan lokal pilihannya di rumah (dapat melalui gambar di buku, internet, atau bertanya kepada orang tua/keluarga) (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dalam diskusi dan proses pencarian ide hari ini (1 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum mengenal kearifan lokal daerahnya disediakan kartu referensi bergambar berisi daftar kearifan lokal dari berbagai daerah Indonesia (rumah adat, flora, fauna) yang dapat mereka pilih sebagai sumber ide. Murid yang sudah memiliki pengetahuan luas tentang kearifan lokal didorong untuk mengeksplorasi kearifan lokal yang kurang dikenal atau yang hampir punah.
- Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak bimbingan ditempatkan dalam kelompok yang didampingi lebih intensif oleh guru atau teman sebaya yang sudah memahami materi. Murid yang lebih cepat memahami dapat langsung mengeksplorasi lebih banyak pilihan ide dan diminta membantu teman kelompoknya yang masih bingung.
- Produk: Murid yang belum siap membuat sketsa cukup mendeskripsikan ide kearifan lokal pilihannya secara lisan atau menempelkan gambar referensi pada Lembar Kerja. Murid yang sudah siap dapat mengembangkan sketsa awal lebih detail dan menambahkan keterangan warna atau elemen visual yang ingin mereka masukkan ke dalam karya.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang tahu nama rumah adat, hewan khas, atau tanaman khas dari daerah kita?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang kearifan lokal.
- Guru mencatat secara informal murid mana yang sudah memiliki pengetahuan tentang kearifan lokal daerahnya dan mana yang belum, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi proses.
Proses:- Observasi guru selama diskusi kelompok: memantau apakah murid aktif menyumbangkan ide, mendengarkan teman, dan mencatat informasi pada Lembar Kerja.
- Pemeriksaan Lembar Kerja saat kelompok presentasi: guru memastikan setiap murid mencatat minimal 3 ide kearifan lokal.
- Tanya jawab langsung kepada individu saat guru berkeliling: 'Ide apa yang paling menarik bagimu? Mengapa?' untuk memantau proses berpikir murid.
Akhir:- Pengumpulan Lembar Kerja 'Peta Ide Kearifan Lokal' yang sudah diisi lengkap: diperiksa berdasarkan rubrik untuk menilai jumlah ide yang dikumpulkan, kualitas alasan pemilihan, dan sketsa awal yang dibuat.
- Guru melakukan pengecekan visual cepat: setiap murid menunjukkan bagian 'Ide Pilihanku' untuk memastikan semua murid telah menyelesaikan tugas memilih satu tema kearifan lokal sebelum meninggalkan kelas.
Formatif:- Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keterlibatan dan kontribusi setiap murid dalam mengidentifikasi kearifan lokal daerahnya.
- Lembar Kerja 'Peta Ide Kearifan Lokal': diperiksa untuk memastikan murid berhasil mengumpulkan minimal 3 ide kearifan lokal yang valid.
- Pertanyaan lisan selama kegiatan inti untuk memantau pemahaman murid tentang konsep kearifan lokal sebagai sumber ide seni.
Sumatif:- Hasil isian Lembar Kerja: penilaian terhadap kelengkapan ide yang dikumpulkan (minimal 3 ide) dan kualitas alasan pemilihan satu ide untuk tema karya dua dimensi.
- Sketsa awal (thumbnail): dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan ide kearifan lokal yang dipilih, bukan kerapian atau keindahan gambar.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengumpulkan Ide dari Kearifan Lokal [TP 4.3.2.1] | Murid belum dapat mengidentifikasi kearifan lokal daerahnya, atau hanya menyebutkan 1 ide tanpa penjelasan meskipun sudah diberi kartu referensi. | Murid dapat menyebutkan 1–2 ide kearifan lokal dengan bantuan kartu referensi atau bimbingan guru, namun belum mampu menjelaskan ciri khasnya. | Murid dapat mengumpulkan 3 ide kearifan lokal secara mandiri atau dengan sedikit bantuan, dan mampu menuliskan ciri khas dari masing-masing ide. | Murid dapat mengumpulkan lebih dari 3 ide kearifan lokal secara mandiri, menjelaskan ciri khas setiap ide dengan rinci, dan menghubungkannya dengan potensi visual untuk karya seni. | | Memilih Ide untuk Tema Karya Dua Dimensi [TP 4.3.2.2] | Murid belum dapat memilih satu ide kearifan lokal, atau memilih tanpa mampu memberikan alasan apapun. | Murid memilih satu ide kearifan lokal namun alasan yang diberikan sangat umum atau tidak berhubungan dengan potensi karya seni (contoh: 'karena bagus'). | Murid memilih satu ide kearifan lokal dan memberikan alasan yang relevan terkait mengapa ide tersebut menarik untuk dijadikan karya seni dua dimensi (minimal 2 kalimat yang logis). | Murid memilih satu ide kearifan lokal, memberikan alasan yang kuat dan personal, serta menunjukkan sketsa awal yang sudah mencerminkan ide pilihannya dengan elemen visual yang jelas. | | Partisipasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi ide apapun. | Murid hadir dalam diskusi kelompok namun hanya mendengarkan tanpa menyumbangkan ide atau merespons teman. | Murid aktif menyumbangkan minimal satu ide dalam diskusi kelompok dan merespons ide teman dengan sopan. | Murid sangat aktif dalam diskusi, menyumbangkan beberapa ide, merespons dan menanggapi ide teman secara konstruktif, serta membantu kelompok mencapai kesepakatan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil mengumpulkan minimal 3 ide kearifan lokal? Jika tidak, hambatan apa yang paling umum ditemui?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup untuk tujuan pembelajaran?
- Apakah diskusi kelompok berjalan efektif? Murid mana yang perlu mendapat perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
- Apakah media dan contoh kearifan lokal yang ditampilkan sudah relevan dan dekat dengan kehidupan murid di daerah ini?
- Apa yang perlu diperbaiki atau disesuaikan dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih siap membuat karya dua dimensi?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang kearifan lokal daerahmu?
- Ide kearifan lokal apa yang kamu pilih, dan mengapa ide itu paling menarik bagimu dibanding ide-ide lainnya?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit menemukan ide dari kearifan lokal? Apa yang membuatnya mudah atau sulit?
- Hal apa yang ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang kearifan lokal pilihanmu sebelum mulai menggambar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Bab 3 halaman 73–78.
- Kartu gambar/flashcard kearifan lokal Indonesia (rumah adat, flora endemik, fauna endemik) yang disiapkan guru — dapat berupa cetakan gambar berwarna.
- Tayangan visual/slide presentasi berisi foto-foto kearifan lokal dari berbagai daerah Indonesia.
- Lembar Kerja 'Peta Ide Kearifan Lokal' yang dirancang guru (berisi kolom: Nama Kearifan Lokal, Asal Daerah, Ciri Khas, Alasan Menarik, Ide Pilihanku, Sketsa Awal).
- Alat tulis: pensil, penghapus, buku gambar atau kertas HVS untuk sketsa awal.
- Referensi digital opsional (jika tersedia proyektor/layar): gambar-gambar kearifan lokal dari situs kebudayaan atau buku digital Kemendikbudristek.
|