Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Keseimbangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Keseimbangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Keseimbangan

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Unsur Rupa dan Prinsip Keseimbangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Unsur Rupa dan Prinsip Keseimbangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi, murid dapat mengidentifikasi minimal lima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dengan benar.
  2. Melalui diskusi dan analisis contoh karya, murid dapat menjelaskan pengertian dan ciri-ciri prinsip keseimbangan dalam karya seni rupa dengan kata-kata sendiri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba perhatikan tas atau baju yang kamu pakai hari ini — garis, warna, atau bentuk apa saja yang kamu lihat di sana?
  2. Menurutmu, mengapa sebuah gambar atau benda terasa 'enak dilihat' dan terasa seimbang? Apa rahasianya?
  3. Jika kamu menaruh benda berat hanya di satu sisi timbangan, apa yang terjadi? Bagaimana hubungannya dengan sebuah lukisan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua karya seni rupa sederhana (satu gambar motif batik dan satu foto patung) di layar/papan, lalu menanyakan kepada murid secara lisan: 'Apa saja yang kalian lihat pada gambar ini? Ada bentuk apa? Ada warna apa?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid menjawab secara spontan. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar mengenal lima unsur rupa dan prinsip keseimbangan supaya kita bisa memahami dan kelak membuat karya seni yang lebih kaya.' (2 menit)
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan hari ini sehingga murid tahu apa yang akan mereka lakukan. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu visual besar (atau tayangan) berisi contoh nyata masing-masing unsur rupa: (a) Garis — foto rel kereta dan guratan pensil; (b) Bidang — potongan kertas persegi dan lingkaran; (c) Bentuk — foto kubus kayu dan bola; (d) Warna — roda warna sederhana; (e) Tekstur — foto kulit kayu dan kain beludru. Guru menjelaskan masing-masing dengan singkat dan konkret. (8 menit)
  • Murid diminta mengamati kartu visual secara berpasangan dan saling menyebut: 'Unsur rupa ini namanya … dan contohnya adalah …'. Guru berkeliling mendengarkan dan memberi umpan balik lisan singkat. (Prinsip: Berkesadaran — murid fokus mengamati secara sengaja; Bermakna — contoh diambil dari benda sehari-hari di sekitar murid.) (5 menit)
  • Guru menjelaskan konsep prinsip keseimbangan dengan analogi timbangan: 'Bayangkan lukisan adalah timbangan — kalau satu sisi terlalu penuh warna dan bentuk, sisi lain kosong, gambarnya terasa 'berat sebelah'. Keseimbangan membuat karya terasa nyaman dipandang.' Guru menunjukkan dua contoh: satu karya tidak seimbang dan satu karya seimbang, murid diminta mengidentifikasi perbedaannya. (7 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar kerja 'Detektif Seni Rupa' berisi cetak foto atau gambar hitam-putih sebuah karya seni rupa (motif batik lokal atau karya sederhana lainnya). Tugas: lingkari dan beri label setiap unsur rupa yang ditemukan (garis, bidang, bentuk, warna — ditandai area warna, tekstur), lalu berikan tanda bintang di bagian yang menunjukkan keseimbangan dan tuliskan alasannya dalam satu kalimat. (Prinsip: Menggembirakan — format 'detektif' membangun rasa petualangan; Bermakna — karya yang digunakan berakar pada kearifan lokal.) (12 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka dalam 1–2 kalimat kepada kelas. Kelompok lain boleh menambahkan atau merespons. Guru memfasilitasi diskusi singkat dan meluruskan miskonsepsi bila ada. (Prinsip: Komunikasi, Kolaborasi) (6 menit)
  • Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada tiap kelompok, menegaskan jawaban yang tepat dan mendorong perbaikan yang belum tepat. (2 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan kartu refleksi kecil (bisa potongan kertas) kepada setiap murid. Murid menulis jawaban tiga pertanyaan singkat secara mandiri: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah … (2) Unsur rupa yang masih membingungkan bagiku adalah … (3) Aku ingin tahu lebih lanjut tentang … (Prinsip: Berkesadaran — murid memanage proses belajarnya sendiri; Kemandirian) (5 menit)
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi jawaban kartu refleksi mereka. Guru merangkum poin-poin kunci yang muncul dan menghubungkannya kembali ke tujuan pembelajaran. (3 menit)
  • Murid menyimpan kartu refleksi di 'portofolio belajar' mereka sebagai bahan tindak lanjut. (1 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Jadi, hari ini kita sudah mengenal berapa unsur rupa? Apa saja? Dan apa itu prinsip keseimbangan?' Guru memandu secara klasikal. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid secara individu menyebutkan (lisan atau tulisan di sticky note) satu contoh benda di sekitar sekolah atau rumah yang memiliki minimal dua unsur rupa dan terlihat seimbang, beserta alasannya. (4 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya kita akan mulai membuat karya sendiri menggunakan unsur rupa dan prinsip keseimbangan. (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu referensi saku berisi gambar dan nama kelima unsur rupa beserta definisi singkat, sehingga dapat digunakan selama kegiatan lembar kerja. Murid yang sudah mahir dapat diberikan contoh karya seni yang lebih kompleks (misalnya ilustrasi batik dengan motif penuh) untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja berpasangan dengan bimbingan guru atau teman sebaya yang lebih mahir. Murid yang cepat diminta menganalisis dua karya sekaligus dan membandingkan tingkat keseimbangannya, serta menuliskan argumen perbandingannya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup melabeli 3 dari 5 unsur rupa pada lembar kerja. Murid yang cepat diminta membuat sketsa mini sederhana di balik lembar kerja yang menerapkan minimal tiga unsur rupa dan prinsip keseimbangan, sebagai tantangan tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua karya seni rupa (motif batik dan foto patung) dan bertanya secara lisan: 'Apa saja yang kalian lihat? Bentuk, warna, atau garis apa yang ada di sini?' Respons murid dicatat guru sebagai peta pemahaman awal untuk menentukan di mana penjelasan perlu diperdalam.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid bekerja berpasangan mengidentifikasi contoh unsur rupa pada kartu visual: guru mencatat murid yang sudah tepat dan yang masih keliru.
  • Pemantauan lembar kerja 'Detektif Seni Rupa' selama kegiatan kelompok: guru berkeliling, membaca label yang dituliskan murid, dan memberikan umpan balik lisan segera.
  • Presentasi kelompok singkat: guru menilai kemampuan murid menjelaskan temuan unsur rupa dan keseimbangan menggunakan kosakata yang tepat.

Akhir:

  • Murid menyebutkan (lisan atau tulisan di sticky note) satu benda di sekitar sekolah atau rumah yang memiliki minimal dua unsur rupa dan terlihat seimbang, disertai alasan satu kalimat. Dinilai menggunakan rubrik aspek 'Identifikasi Unsur Rupa' dan 'Penjelasan Keseimbangan'.

Formatif:

  • Observasi partisipasi lisan murid saat tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan catatan anekdot guru.
  • Lembar kerja 'Detektif Seni Rupa' kelompok: dinilai ketepatan identifikasi unsur rupa dan kemampuan menunjuk area keseimbangan beserta alasannya.
  • Kartu refleksi individu: digunakan guru untuk memetakan pemahaman dan miskonsepsi yang masih ada.

Sumatif:

  • Asesmen lisan/tulisan di penutup: murid menyebutkan satu contoh benda nyata dengan minimal dua unsur rupa dan menjelaskan keseimbangannya. Dinilai dengan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Unsur RupaMurid tidak dapat menyebutkan unsur rupa atau menyebutkan istilah yang tidak relevan sama sekali.Murid dapat menyebutkan 1–2 unsur rupa dengan benar, namun belum dapat memberikan contoh yang tepat dari karya/benda yang diamati.Murid dapat menyebutkan 3–4 unsur rupa dengan benar disertai contoh yang tepat dari karya/benda yang diamati.Murid dapat mengidentifikasi kelima unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dengan benar dan memberikan contoh konkret yang relevan dari karya atau benda di sekitarnya.
Penjelasan Prinsip KeseimbanganMurid tidak dapat menjelaskan prinsip keseimbangan atau penjelasannya tidak berhubungan dengan konsep yang dipelajari.Murid dapat menyebutkan kata 'keseimbangan' tetapi penjelasannya masih sangat umum dan belum menunjukkan pemahaman tentang distribusi visual dalam karya seni rupa.Murid dapat menjelaskan bahwa keseimbangan berkaitan dengan susunan unsur rupa yang tidak berat sebelah dan dapat menunjuk bagian karya yang seimbang, meskipun penjelasannya belum lengkap.Murid dapat menjelaskan prinsip keseimbangan dengan jelas menggunakan kosakata seni rupa yang tepat, menunjukkan area keseimbangan pada karya, dan memberikan alasan yang logis mengapa karya tersebut terasa seimbang atau tidak.
Partisipasi Diskusi dan KolaborasiMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau tidak berkontribusi pada lembar kerja bersama.Murid terlibat dalam diskusi kelompok hanya jika diminta atau dipanggil guru, kontribusi masih sangat terbatas.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, menyampaikan pendapat minimal sekali, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menyampaikan pendapat yang relevan lebih dari sekali, merespons pendapat teman dengan konstruktif, dan membantu teman yang kesulitan.
Penggunaan Kosakata Seni RupaMurid tidak menggunakan kosakata seni rupa sama sekali dalam penjelasan lisan maupun tulisan.Murid menggunakan 1–2 kosakata seni rupa dengan benar, selebihnya menggunakan istilah umum yang kurang spesifik.Murid menggunakan 3–4 kosakata seni rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan) dengan benar dalam konteks yang tepat.Murid secara konsisten menggunakan kosakata seni rupa yang tepat dan beragam dalam penjelasan lisan maupun tulisan, menunjukkan pemahaman yang terinternalisasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi kelima unsur rupa setelah kegiatan hari ini? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah analogi 'timbangan' untuk prinsip keseimbangan cukup efektif dipahami murid kelas 4? Adakah cara lain yang lebih mudah dipahami?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda?

Refleksi Murid:

  • Dari kelima unsur rupa yang kita pelajari hari ini (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur), mana yang paling mudah kamu temukan di sekitarmu? Mengapa?
  • Bagaimana kamu menjelaskan prinsip keseimbangan kepada teman atau anggota keluargamu dengan bahasa sendiri?
  • Apa yang masih membingungkan atau ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang unsur rupa dan keseimbangan?
  • Bagaimana perasaanmu saat belajar hari ini? Apa yang membuat kamu paling semangat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Fase B (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  2. Kartu visual unsur rupa (dapat dicetak oleh guru atau ditampilkan melalui proyektor/layar): berisi contoh foto garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur dari benda sehari-hari
  3. Contoh gambar/foto karya seni rupa dua dimensi (motif batik lokal) dan tiga dimensi (patung atau kerajinan) — bisa dicetak atau ditampilkan digital
  4. Lembar kerja 'Detektif Seni Rupa' (disiapkan guru): berisi gambar karya seni rupa dengan kolom identifikasi unsur rupa dan keseimbangan
  5. Kartu refleksi individu (potongan kertas A5 atau sticky note)
  6. Alat tulis murid: pensil, pensil warna atau spidol untuk memberi tanda pada lembar kerja
  7. Papan tulis/flipchart untuk menulis rangkuman bersama di akhir pembelajaran
  8. Proyektor atau media tayang (opsional, bila tersedia di sekolah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.