Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati karya seni rupa, murid dapat menelaah karakteristik alat dan bahan yang digunakan dalam karya tersebut secara mandiri.
  2. Murid dapat menyajikan hasil telaah karakteristik alat dan bahan dalam bentuk laporan tertulis atau jurnal visual yang runtut dan menggunakan kosakata seni rupa yang tepat.
  3. Murid dapat memberikan alasan atau argumen yang logis atas kesimpulan telaah karakteristik alat dan bahan yang mereka temukan dari karya seni rupa yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu melihat sebuah lukisan, bagaimana caramu tahu alat apa yang digunakan untuk membuatnya — misalnya kuas, pensil, atau krayon?
  2. Menurutmu, apakah hasil karya yang dibuat dengan cat air akan terlihat berbeda dibandingkan yang dibuat dengan krayon? Apa yang membedakannya?
  3. Jika kamu harus menjelaskan sebuah karya seni kepada teman yang belum pernah melihatnya, informasi apa saja yang paling penting untuk kamu sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid, memastikan murid duduk dengan nyaman dan bahan asesmen (lembar kerja, karya yang akan diamati) sudah siap di meja masing-masing.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 2 gambar karya seni rupa (misal: satu lukisan cat air, satu gambar pensil), lalu bertanya kepada murid secara lisan, 'Menurut kalian, karya mana yang dibuat dengan kuas dan cat? Bagaimana kalian tahu?' — guru mencatat respons murid untuk mengukur pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini murid akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menelaah karakteristik alat dan bahan dari sebuah karya seni rupa dan menuliskannya dalam laporan atau jurnal visual.
  • Guru memberikan motivasi singkat: 'Seperti seorang detektif seni, kalian akan mencari tahu rahasia di balik sebuah karya. Gunakan semua yang sudah kalian pelajari!'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menjelaskan alur dan aturan asesmen sumatif secara singkat: murid bekerja mandiri, waktu yang tersedia, dan produk yang dihasilkan (laporan tertulis atau jurnal visual).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan satu karya seni rupa (reproduksi gambar/foto karya 2D atau 3D) kepada setiap murid. Karya dapat bervariasi antar-murid untuk mendorong kemandirian.
  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk mengamati karya secara seksama dan senyap — memperhatikan tekstur visual, sapuan warna, garis, dan detail permukaan karya.
  • Guru meminta murid menuliskan pada lembar kerja kolom 'Pengamatan Awal': minimal 3 hal yang mereka perhatikan dari karya tersebut tanpa harus menyebutkan nama alat/bahan dulu.
  • Guru mengingatkan kosakata kunci yang boleh digunakan: alat (kuas, pensil, pahat, dll.), bahan (cat air, cat minyak, krayon, tanah liat, dll.), karakteristik (transparan, tebal, halus, kasar, mengalir, kering, dll.).
  • Murid secara mandiri mulai mengidentifikasi: alat apa yang kemungkinan digunakan, bahan apa yang kemungkinan dipakai, dan apa ciri khas (karakteristik) yang mereka temukan sebagai bukti.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan asesmen sumatif secara mandiri: menulis laporan atau membuat jurnal visual tentang hasil telaah karakteristik alat dan bahan dari karya yang diamati.
  • Lembar kerja asesmen memuat struktur berikut yang harus diisi murid: (1) Judul/deskripsi singkat karya, (2) Alat yang digunakan beserta bukti visual yang mendukung, (3) Bahan yang digunakan beserta karakteristik yang terlihat (misal: warna transparan → cat air, garis tegas → pensil/spidol), (4) Kesimpulan: mengapa murid yakin dengan telaahan tersebut.
  • Bagi murid yang memilih jurnal visual: murid boleh membuat sketsa/diagram dengan keterangan tulisan untuk menjelaskan temuan mereka.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja murid tanpa memberikan jawaban — hanya mendampingi dan memberikan dorongan bila murid tampak ragu ('Coba perhatikan lagi bagian ini, apa yang kamu lihat?').
  • Guru mencatat observasi proses kerja murid pada lembar pantau formatif (siapa yang sudah runtut, siapa yang masih butuh scaffolding).
  • Murid diberikan waktu ±25 menit untuk menyelesaikan laporan atau jurnal visual mereka secara mandiri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah menyelesaikan laporan/jurnal visual, murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan) yang disediakan guru: (1) Bagian mana dari telaahmu yang kamu rasa paling yakin? Mengapa? (2) Bagian mana yang masih sulit? (3) Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang alat dan bahan seni rupa?
  • Guru meminta 2–3 murid (sukarela) untuk membacakan atau memperlihatkan jurnal visual mereka kepada kelas secara singkat — bukan untuk dinilai teman, tetapi untuk berbagi temuan menarik.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan keberanian murid berbagi, lalu memberikan umpan balik lisan singkat yang bersifat menguatkan dan konstruktif.
  • Guru mengajak murid berefleksi bersama: 'Setelah kalian menelaah karya ini, apakah cara kalian melihat sebuah karya seni akan berubah ke depannya? Apa yang berubah?'
  • Murid menyerahkan lembar kerja asesmen dan lembar refleksi diri kepada guru.

Penutup:

  • Guru merangkum secara singkat apa yang telah dilakukan murid hari ini: menelaah karakteristik alat dan bahan dari karya seni rupa dan menyajikannya dalam laporan atau jurnal visual.
  • Guru memberikan penguatan positif menyeluruh kepada kelas atas usaha dan keseriusan murid dalam asesmen hari ini.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.
  • Guru mengajak murid menyimpan dan merawat lembar kerja mereka sebagai bagian dari portofolio seni rupa.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberikan karya yang lebih sederhana dan mudah diidentifikasi alat/bahannya (misal: gambar pensil hitam putih yang jelas), disertai kartu kosakata bergambar berisi nama alat, bahan, dan karakteristiknya sebagai referensi. Murid yang sudah mahir diberikan karya dengan teknik campuran (mixed media) sehingga perlu mengidentifikasi lebih dari satu jenis alat dan bahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan lembar kerja terstruktur penuh dengan panduan pertanyaan bertahap ('Apa warnanya? Apakah terlihat tebal atau tipis? Alat apa yang menghasilkan efek seperti itu?'). Murid yang sudah mahir menggunakan lembar kerja terbuka tanpa panduan pertanyaan dan didorong untuk memberikan argumen yang lebih mendalam dan kritis.
  • Produk: Murid memilih bentuk penyajian sesuai kemampuan dan preferensi: laporan tertulis dalam paragraf, atau jurnal visual berupa diagram/sketsa dengan keterangan. Murid yang mengalami kesulitan menulis dapat menyampaikan telaahnya secara lisan kepada guru sebagai alternatif produk asesmen.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 karya seni rupa berbeda (contoh: lukisan cat air dan gambar pensil), kemudian bertanya secara lisan kepada murid: 'Menurut kalian, karya mana yang dibuat dengan kuas dan cat? Bagaimana kalian tahu?' — guru mencatat respons untuk mengetahui sejauh mana murid sudah memahami karakteristik alat dan bahan sebelum asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan laporan/jurnal visual secara mandiri: guru mencatat pada lembar pantau siapa yang mampu mengidentifikasi alat/bahan dengan argumen yang tepat dan siapa yang masih ragu-ragu.
  • Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) yang diisi setelah menyelesaikan produk asesmen, digunakan guru sebagai data umpan balik dan bahan tindak lanjut pembelajaran.

Akhir:

  • Penilaian laporan tertulis atau jurnal visual menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) terhadap 4 aspek: ketepatan identifikasi alat dan bahan, kelengkapan deskripsi karakteristik, kualitas argumen/bukti, dan penggunaan kosakata seni rupa.
  • Guru memberikan umpan balik tertulis pada lembar kerja murid yang dikembalikan pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru saat murid mengerjakan asesmen: mencatat murid yang sudah mampu mengidentifikasi alat dan bahan dengan bukti yang tepat, dan murid yang masih membutuhkan dukungan.
  • Lembar refleksi diri murid (self-assessment) yang diisi setelah menyelesaikan laporan/jurnal visual.
  • Tanya-jawab lisan saat pendahuluan sebagai asesmen diagnostik awal untuk mengecek pemahaman sebelum asesmen sumatif dilaksanakan.

Sumatif:

  • Laporan tertulis atau jurnal visual hasil telaah karakteristik alat dan bahan dari karya seni rupa yang dipilih, dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kode TP 4.2.8.1.
  • Penilaian mencakup: (1) ketepatan identifikasi alat dan bahan, (2) kelengkapan dan kejelasan deskripsi karakteristik, (3) kualitas argumen/bukti yang mendukung kesimpulan, (4) penggunaan kosakata seni rupa yang tepat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Identifikasi Alat dan BahanMurid tidak dapat mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan dalam karya, atau identifikasi tidak relevan sama sekali dengan karya yang diamati.Murid mengidentifikasi 1 alat atau bahan dengan benar, namun belum disertai bukti visual yang mendukung.Murid mengidentifikasi 2 atau lebih alat dan bahan dengan benar, disertai bukti visual yang cukup untuk mendukung identifikasi tersebut.Murid mengidentifikasi alat dan bahan secara lengkap dan akurat, disertai bukti visual yang spesifik dan penjelasan yang rinci tentang mengapa alat/bahan tersebut digunakan dalam karya.
Kelengkapan Deskripsi KarakteristikMurid tidak mendeskripsikan karakteristik alat atau bahan, atau deskripsi sangat minim dan tidak bermakna.Murid mendeskripsikan 1–2 karakteristik alat atau bahan secara umum tanpa detail yang jelas (misal: 'warnanya bagus').Murid mendeskripsikan karakteristik alat dan bahan dengan cukup jelas, menyebut minimal 3 karakteristik yang relevan (misal: transparan, mengalir, tipis).Murid mendeskripsikan karakteristik alat dan bahan secara lengkap, runtut, dan terperinci, mencakup karakteristik visual (tekstur, transparansi, ketebalan) dan karakteristik teknis (cara penggunaan alat tersebut yang terlihat pada karya).
Kualitas Argumen dan BuktiMurid tidak memberikan alasan atau bukti atas kesimpulan telaahnya, atau alasan tidak logis.Murid memberikan alasan sederhana yang kurang dikaitkan langsung dengan karya yang diamati.Murid memberikan argumen yang logis dan mengaitkan temuannya dengan ciri-ciri visual yang terlihat pada karya sebagai bukti.Murid memberikan argumen yang kuat, logis, dan spesifik dengan merujuk pada detail-detail visual tertentu di karya sebagai bukti; kesimpulan disajikan secara meyakinkan dan runtut.
Penggunaan Kosakata Seni RupaMurid tidak menggunakan kosakata seni rupa yang dipelajari, atau menggunakan istilah yang keliru.Murid menggunakan 1–2 kosakata seni rupa yang tepat dalam laporan/jurnal visualnya.Murid menggunakan 3–4 kosakata seni rupa yang tepat dan relevan dalam mendeskripsikan alat, bahan, dan karakteristiknya.Murid menggunakan 5 atau lebih kosakata seni rupa yang tepat dan bervariasi secara konsisten dalam seluruh laporan/jurnal visual, sehingga deskripsi terasa profesional dan komunikatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sudah cukup jelas sehingga murid bisa mengerjakan secara mandiri tanpa kebingungan?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam menelaah karakteristik alat dan bahan? Apa yang mendukung perkembangan mereka?
  • Murid mana yang masih kesulitan? Dukungan apa yang perlu saya berikan pada pertemuan atau pembelajaran berikutnya?
  • Apakah karya yang dipilih sebagai bahan asesmen sudah cukup representatif untuk mengukur kemampuan telaah murid di Fase B?
  • Apakah rubrik yang digunakan sudah mampu menangkap perbedaan capaian murid secara adil dan akurat?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari telaahan karakteristik alat dan bahan yang paling mudah kamu kerjakan hari ini? Mengapa?
  • Bagian mana yang paling sulit? Apa yang membuatnya sulit bagimu?
  • Apakah kamu sudah puas dengan laporan atau jurnal visual yang kamu buat? Apa yang ingin kamu perbaiki jika diberi kesempatan?
  • Setelah belajar menelaah alat dan bahan, apakah cara kamu melihat karya seni berubah? Apa yang berbeda sekarang?

SUMBER BELAJAR

  1. Reproduksi gambar/foto karya seni rupa 2D (contoh: lukisan cat air, gambar pensil, gambar krayon) dan/atau 3D (contoh: foto gerabah, patung kecil, karya campuran) — disiapkan guru, minimal 1 karya per murid.
  2. Lembar kerja asesmen sumatif terstruktur (dengan kolom: pengamatan awal, identifikasi alat, identifikasi bahan, karakteristik, kesimpulan/argumen) — dirancang guru.
  3. Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan) — dirancang guru.
  4. Kartu kosakata seni rupa bergambar (alat: kuas, pensil, pastel, pahat; bahan: cat air, cat minyak, krayon, tanah liat; karakteristik: transparan, tebal, halus, kasar) — sebagai referensi untuk murid yang membutuhkan dukungan.
  5. Raindriati, R. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI — sebagai referensi guru.
  6. Buku Siswa Seni Rupa Kelas 4 (Kurikulum Merdeka) — referensi tambahan murid.
  7. Contoh jurnal visual karakteristik alat dan bahan (Gambar 2.3 dari Buku Guru) — ditampilkan sebagai referensi visual sebelum asesmen bila diperlukan.
  8. Alat tulis murid (pensil, pulpen) dan penggaris untuk membuat jurnal visual.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.