MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 15 JP (15 x 35 menit = 525 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Mengenali alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk berkarya seni rupa
- TP 4.2.2 Mengenali bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam pembuatan karya seni rupa
- TP 4.2.3 Menguji coba alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
- TP 4.2.4 Menguji coba bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Alat apa saja yang biasa kamu bawa dan gunakan saat menggambar atau membuat karya seni di sekolah?
- Mengapa cara kita memegang dan menggunakan gunting berbeda dengan cara menggunakan pensil atau sudip pemodel?
- Apa yang perlu kita perhatikan saat memakai alat seni rupa yang berujung lancip atau berbilah tajam agar tetap aman?
- Mengapa cat air memerlukan air di dalam wadah palet sebelum disapukan, sedangkan krayon dapat langsung digoreskan pada kertas gambar?
- Apa perbedaan rasa rabaan saat kalian menyentuh plastisin dibandingkan dengan potongan kardus, dan bagaimana cara memperlakukan kedua bahan tersebut agar dapat dibentuk?
- Bagaimana cara memegang dan menggerakkan gunting agar kertas terpotong rapi tanpa membahayakan jari tangan kita?
- Mengapa perbedaan tekanan dan kemiringan saat memegang pensil atau sudip menghasilkan bekas goresan yang berbeda pada media?
- Apa yang terjadi pada warna krayon jika kita menekan sangat kuat dibandingkan jika kita menggoreskannya secara perlahan?
- Mengapa kuas harus dibilas di air bersih sebelum mengambil warna cat air yang baru?
- Bagaimana cara membuat plastisin yang tadinya padat dan kaku menjadi lentur dan mudah dibentuk?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa suatu alat seni rupa digunakan secara tepat dan aman?
- Apa perbedaan hasil goresan dan bentukan saat kita menguji coba berbagai jenis bahan pewarna serta bahan lunak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Ragam Alat Gambar, Potong, dan Bentuk serta Prosedur Penggunaannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengenali alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk berkarya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran murid, serta mengondisikan suasana ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini yaitu mengenali ragam alat gambar, potong, dan bentuk beserta prosedur penggunaannya yang aman melalui pertanyaan pemantik (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tebak fungsi fisik 3 benda: guru memperlihatkan pensil 2B, gunting anak, dan sudip plastik, lalu murid menjawab pertanyaan fungsi dasar (acuan kunci diagnostik: 1. Pensil = membuat goresan garis pada kertas; 2. Gunting anak = memisahkan atau memotong bidang kertas; 3. Sudip plastik = meratakan, menekan, atau mengikis bahan lunak seperti plastisin) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati dan meraba langsung ragam benda fisik alat seni rupa di meja peraga (pensil 2B, kuas lukis, gunting anak berujung tumpul, dan sudip plastik pemodel) untuk mengenali karakteristik bentuk ujung mata alat dan gagangnya (10 menit).
- Murid mencermati peragaan guru mengenai prosedur memegang dan menggunakan alat secara aman sesuai fungsinya: pensil dan kuas dipegang di dekat pangkal mata alat untuk menggambar goresan; gunting diarahkan menjauhi badan saat memotong; dan sudip digenggam stabil untuk menekan bahan plastisin (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan interaktif 'Detektif Alat Seni' untuk mengelompokkan 8 kartu benda ke papan klasifikasi 4 kolom (Alat Gambar, Alat Potong, Alat Bentuk, dan Bukan Alat Seni Rupa) (acuan pengelompokan benar: Kartu 1 'Pensil 2B' -> Alat Gambar; Kartu 2 'Kuas Lukis' -> Alat Gambar; Kartu 3 'Gunting Ujung Tumpul' -> Alat Potong; Kartu 4 'Cutter Plastik Anak' -> Alat Potong; Kartu 5 'Sudip Plastik' -> Alat Bentuk; Kartu 6 'Cetakan Plastisin' -> Alat Bentuk; Kartu 7 'Piring Makan' -> Pengalih/Bukan Alat Seni Rupa; Kartu 8 'Palu Besi Besar' -> Pengalih/Bukan Alat Seni Rupa) (20 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Klasifikasi Alat dengan menjodohkan 4 nama alat dengan deskripsi prosedur penggunaan dan keselamatannya yang tepat (acuan pasangan benar: (1) Pensil 2B dipasangkan dengan 'Dipegang miring wajar dan digoreskan perlahan pada kertas tanpa tekanan berlebih'; (2) Kuas lukis dipasangkan dengan 'Disapukan searah pada permukaan kertas tanpa menekan ujung bulu hingga mekar'; (3) Gunting anak dipasangkan dengan 'Jari masuk lubang gagang, bilah diarahkan menjauhi badan saat memotong, dan dioperkan dengan memegang bilah tertutup'; (4) Sudip plastik dipasangkan dengan 'Ditekan dan dikikiskan secara terarah pada plastisin di atas alas papan kerja') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling memeriksa kesesuaian hasil klasifikasi alat dan deskripsi prosedurnya menggunakan kunci acuan bersama guru, lalu murid menyebutkan satu prosedur keselamatan yang paling penting dipatuhi saat bekerja dengan alat potong (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali perbedaan tiga kelompok alat seni rupa (gambar, potong, bentuk) serta pentingnya mengikuti prosedur penggunaannya dengan tertib (10 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya mengenai karakteristik bahan berkarya, dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu alat dengan gambar berwarna dan simbol fungsi visual bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret, serta kartu bertuliskan variasi nama alat teknis yang lebih spesifik bagi murid dengan kemampuan cepat.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan prosedur alat didampingi guru dengan demonstrasi ulang cara memegang alat (scaffolding), sedangkan murid yang cepat selesai diminta memeriksa kembali ketepatan kartu pengalih secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pengenalan alat melalui pemasangan kartu bergambar atau menghubungkan garis klasifikasi pada lembar kerja sesuai kesiapannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya-jawab lisan menggunakan 3 alat fisik riil (pensil 2B, gunting anak, sudip plastik). Pertanyaan: (1) Alat mana yang digunakan untuk membuat goresan garis pada kertas? (acuan: pensil 2B); (2) Alat mana yang digunakan untuk memisahkan atau memotong kertas? (acuan: gunting anak); (3) Alat mana yang digunakan untuk meratakan atau menekan bahan plastisin? (acuan: sudip plastik).
Proses:- Pengamatan kinerja pasangan saat mengelompokkan 8 kartu benda pada permainan 'Detektif Alat Seni'. Acuan benar: Pensil 2B (alat gambar), Kuas lukis (alat gambar), Gunting ujung tumpul (alat potong), Cutter plastik anak (alat potong), Sudip plastik (alat bentuk), Cetakan plastisin (alat bentuk), serta menyisihkan Piring makan dan Palu besi (pengalih/bukan alat seni rupa).
- Pemeriksaan lembar kerja individu yang menjodohkan 4 alat dengan prosedur penggunaan dan keselamatannya (acuan kunci: Pensil 2B digoreskan perlahan; Kuas lukis disapukan searah tanpa ditekan berlebih; Gunting anak digerakkan menjauhi badan dan dioperkan dengan memegang bilah tertutup; Sudip plastik ditekan/dikikis pada plastisin di atas alas datar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 4 butir untuk mengelompokkan alat dan prosedur keselamatan penggunaannya: (1) Pensil warna (acuan kunci: kelompok alat menggambar; prosedur: diraut perlahan dan tidak ditekan keras hingga patah); (2) Gunting kertas anak (acuan kunci: kelompok alat memotong; prosedur: digerakkan menjauhi badan dan diberikan ke orang lain dengan memegang bagian bilah); (3) Sudip plastik (acuan kunci: kelompok alat membentuk; prosedur: digunakan menekan atau mencungkil plastisin di atas alas); (4) Penggaris mika (acuan kunci: kelompok alat bantu gambar garis; prosedur: ditekan stabil di bagian tengah agar tidak bergeser saat pensil digoreskan).
Formatif:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat memilah kartu dalam permainan 'Detektif Alat Seni'.
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Klasifikasi Alat dan Prosedur Penggunaannya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Ragam Alat Gambar, Potong, dan Bentuk | Hanya mampu mengelompokkan 0-1 alat ke dalam kategori yang tepat dari 6 kartu alat target (pensil 2B, kuas lukis, gunting anak, cutter plastik anak, sudip plastik, cetakan plastisin) dan belum mampu menyisihkan 2 kartu pengalih (piring makan, palu besi). | Mampu mengelompokkan 2-3 alat ke dalam kategori yang tepat dengan bantuan bimbingan guru, namun masih keliru menyisihkan kartu pengalih. | Mampu mengelompokkan 4-5 alat ke dalam kategori alat gambar, potong, dan bentuk secara tepat serta mampu menyisihkan kedua kartu pengalih secara mandiri. | Mampu mengelompokkan seluruh 6 alat ke dalam kategori alat gambar, potong, dan bentuk secara tepat, mandiri, dan konsisten serta menyisihkan kedua kartu pengalih tanpa kekeliruan. | | Mengenali Prosedur Penggunaan dan Keselamatan Alat | Hanya mampu memasangkan 0-1 alat dengan prosedur penggunaan dan keselamatan yang tepat dari 4 pasangan target (pensil 2B, kuas lukis, gunting anak, sudip plastik). | Mampu memasangkan 2 dari 4 alat dengan prosedur penggunaan dan keselamatan yang tepat dengan arahan guru. | Mampu memasangkan 3 dari 4 alat dengan prosedur penggunaan dan keselamatan yang tepat secara mandiri. | Mampu memasangkan seluruh 4 alat dengan prosedur penggunaan dan keselamatan yang tepat secara mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media konkret dan kartu alat yang disiapkan berhasil membantu murid memahami perbedaan fungsi alat gambar, potong, dan bentuk?
- Bagian prosedur keselamatan alat mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan dan penegasan ulang kepada murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan berpasangan, apakah pembagian peran berjalan merata dan menyenangkan?
Murid:- Alat seni rupa apa saja yang baru kamu ketahui nama dan cara penggunaannya hari ini?
- Apa langkah keselamatan yang harus selalu kamu ingat ketika memegang atau menyerahkan gunting kepada teman?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar mengenali alat-alat seni rupa hari ini?
Pertemuan 2 — Mengenali Karakteristik Bahan Pewarna dan Bahan Bentuk serta Prosedur Penggunaannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Mengenali bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam pembuatan karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memajang 4 contoh bahan nyata di meja demonstrasi: krayon, cat air, plastisin, dan potongan kardus tebal (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan pengelompokan 4 bahan nyata: (1) Menentukan pewarna kering dan pewarna basah (acuan: pewarna kering = krayon; pewarna basah = cat air); (2) Menentukan bahan bentuk lunak dan bahan bentuk keras/padat (acuan: bahan lunak = plastisin; bahan keras/padat = kardus) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali karakteristik bahan pewarna (kering dan basah) serta bahan bentuk (lunak dan keras) dan memahami prosedur dasar penggunaannya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara bergiliran mengamati wujud fisik dan meraba tekstur 4 bahan seni rupa di meja kelompok: krayon (padat berlilin), cat air dalam botol/tube (kental/cair), plastisin (elastis dan empuk), serta karton tebal (kaku dan padat) seraya menyimak penjelasan guru mengenai pengelompokannya (15 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru tentang prosedur dasar penyiapan setiap bahan: cat air harus diencerkan sedikit air pada palet, krayon digunakan langsung pada bidang kertas kering, plastisin perlu dihangatkan/diremas dengan tangan agar lentur, dan karton ditandai garis pola sebelum diproses (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan 'Detektif Karakter Bahan' dengan memasangkan 6 kartu deskripsi karakteristik dan prosedur (D1 sampai D6) dengan 6 kartu nama bahan (B1 sampai B6) yang disediakan guru: D1 'Pewarna padat berlilin langsung gores tanpa air' dipasangkan dengan B1 'Krayon (Pewarna Kering)'; D2 'Pewarna kental/pasta perlu diencerkan air pada palet' dengan B2 'Cat Air (Pewarna Basah)'; D3 'Pewarna berinti pigmen dalam kayu langsung gores' dengan B3 'Pensil Warna (Pewarna Kering)'; D4 'Bahan elastis kenyal diremas tangan sebelum dibentuk' dengan B4 'Plastisin (Bahan Lunak)'; D5 'Bahan tanah alami dibasahi sedikit air agar tidak retak' dengan B5 'Tanah Liat (Bahan Lunak)'; D6 'Bahan lembaran kaku dibuat pola sebelum digunting/dilipat' dengan B6 'Karton/Kardus (Bahan Keras)' (acuan kunci: D1-B1, D2-B2, D3-B3, D4-B4, D5-B5, D6-B6) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja identifikasi 4 bahan karya: (1) Cat Poster -> Kategori: Pewarna Basah, Prosedur: Dituang ke palet dan dicampur sedikit air sebelum disapukan kuas; (2) Krayon -> Kategori: Pewarna Kering, Prosedur: Digoreskan langsung pada kertas tanpa pengencer; (3) Plastisin -> Kategori: Bahan Lunak, Prosedur: Diremas dan diuleni dengan telapak/jari tangan hingga lentur; (4) Kardus Bekas -> Kategori: Bahan Keras, Prosedur: Digambar pola garis panduan sebelum dipotong atau ditekuk (acuan kunci: klasifikasi dan prosedur sesuai daftar 1 sampai 4) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid mencocokkan bersama hasil permainan detektif dan lembar kerja, mendiskusikan mengapa perlakuan bahan basah berbeda dengan bahan kering serta alasan bahan lunak perlu diremas sebelum dibentuk (10 menit).
- Murid melakukan refleksi diri terpandu dengan menyebutkan satu bahan seni rupa yang paling mereka kenal di lingkungan sekitar beserta satu aturan penting saat menggunakannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari materi bahwa bahan pewarna terbagi menjadi pewarna kering (tanpa pelarut air) dan basah (membutuhkan pelarut/kuas), sedangkan bahan bentuk terbagi menjadi bahan lunak (lentur/diuleni) dan keras (kaku/berpola) (7 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid melalui 3 pertanyaan cek akhir singkat dan menginformasikan rencana kegiatan uji coba alat pada pertemuan berikutnya (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan sampel bahan fisik langsung dengan label visual kategori; murid dengan capaian cepat diberikan kartu telaah bahan tambahan (pastel minyak, arang gambar, lempung alami).
- Proses: Murid yang memerlukan perancah dipandu langsung dalam meraba tekstur dan memilih pasangan kartu; murid mandiri bekerja tanpa petunjuk awal dan menganalisis perbedaan prosedur dua bahan sejenis.
- Produk: Pilihan penyelesaian lembar kerja dapat berupa menjodohkan kartu bergambar berlabel atau menuliskan deskripsi singkat prosedur penyiapan bahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan menggunakan 4 benda konkret di meja guru: (1) 'Pilihlah dari krayon dan cat air, mana yang disebut pewarna kering dan mana pewarna basah?' (acuan: krayon = pewarna kering, cat air = pewarna basah); (2) 'Pilihlah dari plastisin dan kardus tebal, mana yang termasuk bahan lunak dan mana bahan keras?' (acuan: plastisin = bahan lunak, kardus tebal = bahan keras).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemasangan 6 pasang kartu pada permainan 'Detektif Karakter Bahan' (acuan kunci: D1-B1, D2-B2, D3-B3, D4-B4, D5-B5, D6-B6).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi 4 bahan: (1) Cat Poster = Pewarna Basah, prosedur pengenceran air pada palet; (2) Krayon = Pewarna Kering, prosedur gores langsung; (3) Plastisin = Bahan Lunak, prosedur diremas/diuleni; (4) Kardus Bekas = Bahan Keras, prosedur ditandai pola garis sebelum dipotong (acuan: keempat butir diisi lengkap dan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir dengan 3 pertanyaan operasional: (1) 'Apa perbedaan cara menyiapkan cat air dengan krayon sebelum dipakai menggambar?' (acuan: cat air harus dicampur sedikit air di palet, krayon langsung digores tanpa air); (2) 'Bagaimana sifat plastisin saat diraba tangan dan apa yang harus dilakukan sebelum dibentuk?' (acuan: sifatnya empuk/elastis, harus diremas/diuleni dengan tangan agar lentur); (3) 'Kardus termasuk bahan lunak atau keras, dan apa prosedur sebelum memotongnya?' (acuan: kardus termasuk bahan keras/kaku, prosedurnya membuat garis pola terlebih dahulu).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal klasifikasi 4 bahan konkret di meja kelas
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Detektif Karakter Bahan'
- Penilaian lembar kerja mandiri identifikasi karakteristik dan prosedur 4 bahan seni rupa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengenalan Kategori dan Karakteristik Bahan Seni Rupa (Krayon/pewarna kering, Cat poster atau air/pewarna basah, Plastisin/bahan lunak, Kardus/bahan keras) | Mengenali kurang dari 2 kategori dan karakteristik bahan dengan tepat dari 4 bahan target yang diujikan. | Mengenali 2 dari 4 kategori dan karakteristik bahan dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengenali 3 dari 4 kategori dan karakteristik bahan dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. | Mengenali seluruh 4 kategori dan karakteristik bahan dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri dan konsisten. | | Pengenalan Prosedur Penggunaan Bahan Seni Rupa (Krayon: gores langsung; Cat air: diencerkan di palet; Plastisin: diuleni/diremas; Kardus: dipola sebelum dipotong) | Mengenali kurang dari 2 prosedur penyiapan/penggunaan bahan dengan tepat dari 4 bahan target yang diujikan. | Mengenali 2 dari 4 prosedur penyiapan/penggunaan bahan dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengenali 3 dari 4 prosedur penyiapan/penggunaan bahan dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. | Mengenali seluruh 4 prosedur penyiapan/penggunaan bahan dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan sampel fisik bahan konkret (krayon, cat air, plastisin, kardus) efektif membantu murid membedakan karakteristik bahan kering, basah, lunak, dan keras?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan berpasangan 'Detektif Karakter Bahan', apakah semua murid memahami kaitan antara karakteristik bahan dengan prosedur penggunaannya?
Murid:- Bahan seni rupa apa yang paling mudah kamu kenali karakteristik dan cara penggunaannya hari ini?
- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang cara memperlakukan plastisin atau cat air sebelum digunakan berkarya?
Pertemuan 3 — Menguji Coba Alat Menggambar, Memotong, dan Membentuk sesuai Prosedur Keamanan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menguji coba alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam pembuka, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba alat menggambar, memotong, dan membentuk sesuai prosedur keselamatan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal melalui 3 pertanyaan lisan terkait prosedur keselamatan alat: (1) Bagaimana posisi bilah gunting saat dibawa berjalan atau diserahkan kepada teman? (Acuan jawaban: bilah gunting tertutup, ujung diarahkan ke bawah atau digenggam bagian bilahnya, gagang dihadapkan ke arah teman penerima); (2) Di mana posisi jari tangan penahan saat menggunting kertas? (Acuan jawaban: berada di samping atau belakang jalur bilah gunting dengan jarak aman minimal 3-5 cm); (3) Apa yang dilakukan jika mata pensil patah atau sudip kotor saat membentuk plastisin? (Acuan jawaban: diraut di wadah sampah/dibersihkan dengan kain lap agar media tidak rusak dan tidak mengotori ruang kerja) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan prosedur tepat dan aman dalam mengoperasikan 3 ragam alat: (1) Alat gambar (pensil dan spidol: teknik memegang, mengatur sudut kemiringan, dan variasi tekanan); (2) Alat potong (gunting kertas: posisi bilah tegak, teknik menggerakkan bilah perlahan, serta memutar kertas dan bukan guntingnya); (3) Alat bentuk (sudip kayu/plastik: teknik menoreh, memotong, dan melubangi plastisin dengan arah menjauhi badan) (15 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Prosedur: Aman atau Bahaya?' di mana guru membacakan 4 pernyataan situasi dan murid merespons serentak dengan tanda jempol ke atas (Aman) atau jempol ke bawah (Bahaya): (1) 'Menyerahkan gunting ke teman dengan menyodorkan bagian bilah tajam terlebih dahulu' (Kunci: Bahaya; seharusnya menyodorkan bagian gagang gunting); (2) 'Menggerakkan gunting mengikuti garis lengkung dengan cara memutar kertasnya secara perlahan' (Kunci: Aman); (3) 'Menekan pensil gambar sekuat tenaga dengan posisi tegak lurus hingga ujung grafitnya patah' (Kunci: Bahaya/Salah; seharusnya mengatur tekanan dan sudut miring agar kertas tidak robek); (4) 'Menggunakan sudip untuk menoreh garis pada plastisin dengan tarikan ke arah luar menjauhi badan' (Kunci: Aman) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri dan berpasangan melakukan praktik uji coba di 3 stasiun uji alat menggunakan Lembar Uji Coba Alat: (1) Stasiun Gambar: menguji pensil dan spidol untuk menghasilkan 3 variasi goresan (tekanan ringan/garis tipis, tekanan sedang/garis tebal, dan arsir miring); (2) Stasiun Potong: menguji gunting untuk memotong 2 jalur pola uji pada kertas (1 garis lurus 10 cm dan 1 garis lengkung) dengan menjaga jari tangan di luar jalur potong; (3) Stasiun Bentuk: menguji sudip/stik kayu pada adonan plastisin untuk menghasilkan 3 efek permukaan (torehan garis dangkal, lubang titik, dan potongan lurus) dengan arah menjauhi tubuh (30 menit).
- Murid memverifikasi hasil uji coba alat pada Lembar Uji Coba Alat dengan memeriksa kesesuaian efek alat: goresan alat gambar tidak merobek kertas, potongan kertas rapi mengikuti garis pola tanpa terlipat paksa, dan torehan plastisin terbentuk bersih sesuai fungsi mata sudip (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru melakukan refleksi terpandu untuk mengevaluasi pengalaman mengendalikan alat, mendiskusikan kendala yang dialami saat memotong atau menoreh bahan, serta menyimpulkan pentingnya prosedur keamanan agar tangan tidak terluka dan alat bekerja maksimal (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan cek pemahaman prosedur penggunaan alat: (1) Mengapa saat memotong pola melengkung kita disarankan memutar kertasnya bukan guntingnya? (Acuan jawaban: agar potongan lebih halus dan arah gunting tetap stabil serta terkontrol aman); (2) Bagaimana cara menghasilkan garis tebal dengan pensil tanpa membuat kertas berlubang? (Acuan jawaban: memiringkan pensil dan memberi tekanan sedang secara bertahap tanpa menusukkan ujung pensil); (3) Mengapa sudip harus digerakkan ke arah luar menjauhi tubuh saat memotong plastisin? (Acuan jawaban: untuk mencegah ujung sudip meleset dan mengenai badan atau tangan penahan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kedisiplinan murid menerapkan prosedur keselamatan kerja, memandu murid merapikan dan membersihkan seluruh alat ke wadahnya, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar uji potong dengan garis pola lurus tebal bagi murid yang baru belajar mengoperasikan gunting, serta pola gelombang dan zig-zag bagi murid yang sudah terbiasa menggunting.
- Proses: Memberikan pendampingan langsung (scaffolding) pada posisi genggaman tangan saat menggunting atau menoreh sudip bagi murid yang belum stabil motoriknya; memberikan tantangan mandiri mengeksplorasi gradasi tekanan garis pensil bagi murid yang telah mahir.
- Produk: Hasil lembar kerja uji coba diverifikasi berdasarkan ketepatan penerapan prosedur keamanan dan keberhasilan menghasilkan variasi goresan, potongan, serta torehan alat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan awal (3 butir): (1) Bagaimana posisi bilah gunting saat dibawa berjalan atau diserahkan kepada teman? (Acuan: bilah tertutup, ujung menghadap ke bawah atau digenggam bagian bilahnya, gagang dihadapkan ke penerima); (2) Di mana posisi jari tangan penahan saat menggunting kertas? (Acuan: berada di samping atau belakang jalur potong dengan jarak aman minimal 3-5 cm dari bilah); (3) Apa yang dilakukan jika mata pensil patah atau sudip kotor saat membentuk plastisin? (Acuan: diraut di tempat sampah menggunakan rautan secara perlahan/sudip dilap bersih dengan kain sebelum dipakai kembali).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam demonstrasi dan keaktifan menjawab 4 skenario permainan 'Tebak Prosedur: Aman atau Bahaya?'.
- Pengamatan langsung selama praktik uji coba di 3 stasiun: kepatuhan menjaga jarak aman jari dari bilah gunting, pengendalian tekanan alat gambar pada kertas, dan ketepatan arah gerak sudip saat membentuk plastisin.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman prosedur akhir (3 pertanyaan lisan/tertulis): (1) Mengapa saat memotong pola melengkung kita disarankan memutar kertasnya bukan guntingnya? (Acuan: agar hasil potongan lebih rapi dan arah gunting tetap stabil serta terkendali); (2) Bagaimana cara menghasilkan garis tebal dengan pensil tanpa membuat kertas berlubang? (Acuan: pensil dipegang agak miring dan ditekan sedang secara bertahap tanpa menusukkan mata pensil); (3) Mengapa sudip harus digerakkan ke arah luar menjauhi tubuh saat memotong plastisin? (Acuan: untuk menghindari cedera jika sudip tergelincir mengenai badan atau tangan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik uji coba alat menggambar, memotong, dan membentuk menggunakan lembar ceklis prosedur keselamatan.
- Penilaian hasil uji fungsi alat pada Lembar Uji Coba Alat (keberhasilan membuat variasi garis, kepresisian potongan pola, dan torehan sudip).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Prosedur Keamanan Alat Potong dan Bentuk (Gunting dan Sudip) | Belum menerapkan prosedur keamanan; memegang gunting/sudip dengan posisi yang berisiko melukai diri sendiri atau teman dan mengabaikan instruksi keselamatan. | Menerapkan prosedur keamanan alat (menjaga jarak jari saat menggunting, mengarahkan sudip menjauhi badan) hanya ketika diingatkan atau dibimbing oleh guru. | Menerapkan seluruh prosedur keamanan penggunaan gunting dan sudip secara konsisten dan mandiri selama proses uji coba berlangsung. | Menerapkan seluruh prosedur keamanan secara konsisten dan mandiri, serta secara proaktif mengawasi dan mengingatkan teman sebaya untuk menjaga keselamatan kerja. | | Keterampilan Menguji Coba Alat Gambar (Pensil dan Spidol) | Belum mampu mengatur tekanan atau sudut pensil/spidol; goresan tidak bervariasi dan berulang kali merobek media kertas. | Mampu menghasilkan 1 dari 3 variasi goresan (hanya garis tebal atau hanya garis tipis) dan sesekali masih menekan terlalu keras hingga kertas tergores dalam. | Mampu menguji coba dan menghasilkan 3 variasi goresan (garis tipis, garis tebal, dan arsir miring) secara rapi tanpa merobek kertas. | Mampu menguji coba dan menghasilkan seluruh 3 variasi goresan dengan peralihan ketebalan goresan (gradasi tekanan) yang sangat halus, merata, dan terkontrol. | | Keterampilan Menguji Coba Alat Potong dan Membentuk (Gunting dan Sudip) | Belum mampu memotong mengikuti garis pola dan belum mampu menorehkan sudip pada plastisin sesuai fungsinya. | Mampu memotong garis lurus tetapi keluar dari jalur pola, serta hanya mampu menggunakan sudip untuk menekan plastisin tanpa menghasilkan variasi bentuk. | Mampu memotong 2 garis pola (lurus dan lengkung) tepat pada jalur pola serta mampu menggunakan sudip untuk menghasilkan 3 efek plastisin (torehan garis, lubang, potongan) sesuai prosedur. | Mampu memotong kedua pola dengan tepian sangat halus dan presisi, serta mampu mengeksplorasi lebih dari 3 variasi efek tekstur/torehan sudip pada plastisin secara rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mempraktikkan prosedur keselamatan kerja saat menggunakan gunting dan sudip tanpa terjadi insiden?
- Stasiun uji coba mana yang paling membutuhkan bimbingan teknis intensif bagi murid?
Murid:- Alat mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kendalikan saat uji coba tadi? Apa alasannya?
- Aturan keselamatan apa yang akan selalu kamu ingat saat menggunakan gunting atau alat berujung runcing di rumah maupun sekolah?
Pertemuan 4 — Menguji Coba Bahan Pewarna Kering, Pewarna Basah, dan Bahan Lunak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Menguji coba bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, serta memeriksa kesiapan area meja kerja dan kelengkapan bahan (krayon, cat air, kuas, palet, wadah air, plastisin, dan lap) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui demonstrasi cepat 3 bahan: (1) Menguji plastisin kaku; (2) Mencelupkan kuas kotor ke cat kuning; (3) Menggores krayon pada kertas. Murid menjawab 3 pertanyaan lisan kesiapan prosedur: (a) 'Prosedur apa yang dilakukan agar plastisin padat menjadi lunak?' (Acuan benar: diremas-remas/ditekan dengan telapak tangan/kneading hingga hangat dan lentur); (b) 'Apa yang terjadi dan harus dilakukan jika kuas bekas warna biru langsung dimasukkan ke cat kuning?' (Acuan benar: warna kuning menjadi kotor/kehijauan; prosedurnya kuas harus dibilas dalam wadah air bersih lalu dikeringkan pada lap); (c) 'Bagaimana prosedur menghasilkan goresan krayon tebal dan goresan tipis?' (Acuan benar: memberi tekanan kuat untuk goresan tebal/pekat dan menggores mengambang/tekanan ringan untuk tipis) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan prosedur standar keselamatan dan teknik dasar penggunaan 3 jenis bahan pada lembar uji: prosedur menggores krayon tanpa patah, prosedur mengencerkan pigmen cat air dan mengendalikan air pada kuas, serta prosedur melunakkan dan memilin plastisin di atas papan alas kerja (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melaksanakan 'Tantangan Eksplorasi 1 (Pewarna Kering)': murid menguji coba krayon pada Lembar Uji Kotak A dengan menggoreskan teknik gradasi tekanan (blok tebal pekat bertekanan kuat di sisi kiri, bertransisi menjadi goresan tipis arsir ringan di sisi kanan) serta membersihkan remah krayon menggunakan kuas pembersih/tiupan terkontrol tanpa mengotori kertas (15 menit).
- Murid melaksanakan 'Tantangan Eksplorasi 2 (Pewarna Basah)': murid menguji coba cat air pada Lembar Uji Kotak B dengan melakukan sapuan kuas encer (wash) pada kotak pertama, sapuan kuas kental pada kotak kedua, serta mempraktikkan prosedur pembilasan kuas pada wadah air dan menyekanya pada kain lap sebelum berganti warna tanpa membuat kertas robek atau warna tercampur keruh (15 menit).
- Murid melaksanakan 'Tantangan Eksplorasi 3 (Bahan Lunak)': murid menguji coba plastisin pada tatakan plastik melalui 3 prosedur pembentukan dasar: meremas (kneading) hingga lentur elastis, memilin di atas meja dengan dua telapak tangan hingga membentuk silinder seragam sepanjang 10 cm, serta memipihkan sebagian plastisin menjadi lempengan datar setebal 0,5 cm tanpa retak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati hasil uji coba masing-masing dan mencentang Lembar Kontrol Karakteristik Bahan: mencatat sensasi tekstur (kering-berminyak, basah-mengalir, lunak-elastis) dan memeriksa apakah setiap prosedur penggunaan bahan telah terpenuhi sesuai panduan teknis (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru mempraktikkan prosedur pasca-karya: membuang air bilasan kuas secara tertib ke wastafel/ember penampung, mencuci kuas hingga bersih dan meletakkannya dengan bulu menghadap ke atas, menutup rapat wadah cat air dan krayon, serta menyimpan sisa plastisin dalam wadah kedap udara (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung atas kedisiplinan murid mengikuti prosedur teknis bahan, menyimpulkan sifat bahan yang telah diuji, serta mengumumkan bahwa pertemuan ke-5 minggu depan adalah sesi asesmen sumatif identifikasi visual dan eksplorasi bahan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif krayon jumbo (mudah digenggam) bagi murid yang memiliki hambatan motorik halus, serta krayon reguler dan cat air padat/pasta untuk variasi eksplorasi.
- Proses: Memberikan pendampingan intensif saat meremas plastisin dan mengontrol kebasahan kuas untuk murid yang membutuhkan bimbingan; memberikan tantangan teknik blending 2 warna krayon atau gradasi basah-di-atas-basah (wet-on-wet) cat air untuk murid yang cepat menyelesaikan tugas.
- Produk: Hasil uji coba pada Lembar Eksplorasi dinilai berdasarkan keterlaksanaan prosedur pengujian bahan (kering, basah, lunak), bukan pada keindahan gambar atau bentuk artistik akhir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan prosedur penggunaan bahan dengan 3 pertanyaan operasional: (1) Prosedur meremas plastisin kaku agar lentur (Kunci: ditekan dan diremas telapak tangan berulang kali hingga lentur); (2) Prosedur mengganti warna pada kuas cat air (Kunci: dicelup dan dibilas di wadah air bersih lalu diseka kain lap/tisu); (3) Prosedur goresan tebal vs tipis krayon (Kunci: tekanan kuat untuk gores tebal, tekanan ringan/mengambang untuk gores tipis).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan uji coba 3 bahan sesuai prosedur: (1) Pewarna kering: menggoreskan krayon dengan variasi tekanan tebal dan tipis tanpa patah; (2) Pewarna basah: menyapukan cat air dengan kuas, mengontrol kadar air tanpa merobek kertas, serta membilas kuas sebelum ganti warna; (3) Bahan lunak: meremas plastisin sampai lentur, memilin menjadi silinder 10 cm, dan memipihkan lempengan tanpa pecah.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan kelengkapan Lembar Uji Karakteristik Bahan yang memuat: (1) Sampel goresan krayon tebal-tipis; (2) Sampel sapuan cat air encer dan kental dengan kuas yang dibilas bersih; (3) Sampel pilinan silinder dan lempeng pipih plastisin (Kriteria ketercapaian: ketiga bahan berhasil diuji sesuai seluruh prosedur mekanik dasar bahan).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan prosedur uji coba bahan di awal pembelajaran
- Lembar observasi unjuk kerja proses uji coba bahan (krayon, cat air, plastisin) selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Uji Coba Pewarna Kering dan Prosedur Penggunaannya | Belum mampu menggoreskan krayon sesuai prosedur kontrol tekanan (hanya menggores acak tanpa variasi tekanan tebal-tipis) atau krayon patah karena tekanan yang tidak terkontrol. | Mampu menggoreskan krayon dengan 1 variasi tekanan (hanya tebal saja atau tipis saja) dengan bantuan instruksi berulang dari guru. | Mampu menguji coba goresan krayon dengan 2 variasi tekanan (tebal dan tipis) secara tepat dan mandiri sesuai prosedur tanpa mematahkan krayon. | Mampu menguji coba goresan krayon dengan transisi gradasi tekanan tebal ke tipis secara konsisten halus, mandiri, dan menjaga area uji tetap bersih dari serbuk krayon. | | Uji Coba Pewarna Basah dan Prosedur Penggunaannya | Belum mampu mengendalikan kadar air (kertas robek/tergenang) dan tidak mencuci kuas saat berganti warna sehingga warna tercampur kotor. | Mampu menyapukan cat air pada kertas tetapi prosedur membilas dan mengeringkan kuas masih sering terlupa sehingga warna sedikit terkontaminasi. | Mampu menguji coba sapuan cat air encer dan kental secara mandiri serta disiplin membilas kuas di wadah air dan menyekanya pada lap sebelum ganti warna. | Mampu menguji coba sapuan cat air encer dan kental secara presisi, mengontrol kebasahan kuas secara optimal tanpa genangan, dan menjaga kemurnian setiap pigmen warna secara mandiri. | | Uji Coba Bahan Lunak dan Prosedur Penggunaannya | Belum mampu meremas plastisin hingga lentur (plastisin masih kaku dan retak saat dibentuk) serta meninggalkan serpihan kotor di luar tatakan kerja. | Mampu melunakkan plastisin dengan remasan tetapi pilinan yang dihasilkan masih mudah putus dan belum mencapai bentuk silinder yang rapi. | Mampu meremas plastisin hingga lentur, memilin silinder sepanjang 10 cm, serta memipihkan lempengan di atas tatakan kerja sesuai prosedur. | Mampu meremas plastisin hingga sangat plastis, memilin silinder dengan ketebalan merata sepanjang 10 cm, memipihkan lempengan tanpa retakan, dan menjaga tatakan kerja tetap bersih secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk masing-masing stasiun uji coba bahan (kering, basah, lunak) cukup memadai bagi seluruh murid?
- Apakah pengelolaan fasilitas air dan lap pembersih sudah efektif mencegah tumpahan atau kekacauan di ruang kelas?
- Bagian prosedur pengujian bahan mana yang paling membutuhkan bimbingan individual dari guru?
Murid:- Bahan mana yang paling mudah kamu kendalikan saat uji coba: krayon, cat air, atau plastisin?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan saat harus mencuci dan mengeringkan kuas sebelum mengambil warna baru?
- Apa perbedaan kelenturan plastisin sebelum diremas dan sesudah diremas di telapak tanganmu?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengenali alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk berkarya seni rupa
- TP 4.2.2 Mengenali bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam pembuatan karya seni rupa
- TP 4.2.3 Menguji coba alat yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
- TP 4.2.4 Menguji coba bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta memastikan kerapian dan kesiapan meja kerja murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2 untuk mengukur penguasaan murid dalam mengenali serta menguji coba alat dan bahan seni rupa, lalu membagikan instrumen berupa Lembar Kerja Identifikasi Visual serta Lembar Sampel Uji Coba Berpetak kepada kelompok kerja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis pada lembar kerja dan menyimak penjelasan guru mengenai kriteria rubrik penilaian untuk Tugas 1 (identifikasi alat dan bahan) serta Tugas 2 (unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan pada lembar berpetak) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dalam kelompok secara serentak mengerjakan Tugas 1: mengisi tabel identifikasi visual untuk 6 objek rupa target: (1) Gunting (kategori: alat potong; prosedur: memegang pegangan gunting dan mengarahkan bilah memotong menjauhi tubuh), (2) Kuas lukis (kategori: alat gambar/mewarnai; prosedur: mencelupkan bulu kuas secukupnya ke cat lalu menyapukannya secara searah), (3) Sudip plastik (kategori: alat bentuk; prosedur: menggores/menekan bahan lunak perlahan untuk memberi tekstur), (4) Cat air (kategori: pewarna basah; prosedur: dilarutkan air di palet lalu disapukan dengan kuas), (5) Krayon lilin (kategori: pewarna kering; prosedur: digoreskan langsung di kertas dengan tekanan terkontrol), dan (6) Plastisin (kategori: bahan lunak; prosedur: diremas hingga lentur lalu dipilin/dipipihkan), serta mengabaikan 3 opsi pengalih: stapler logam, penggaris tajam, dan minyak goreng (35 menit).
- Murid secara serentak melaksanakan Tugas 2: unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan pada lembar sampel 4 petak kerja: Petak A (uji goresan tebal dan tipis krayon), Petak B (uji sapuan rata cat air tanpa meluber atau merobek kertas), Petak C (uji memotong kertas lurus dan melengkung menggunakan gunting dengan bilah menjauhi tubuh), dan Petak D (uji menorehkan garis/tekstur pada plastisin lunak menggunakan sudip plastik secara aman di atas alas kerja) (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pengecekan mandiri terhadap kelengkapan pengisian tabel Tugas 1 dan hasil eksplorasi 4 petak pada Tugas 2, memastikan seluruh nama kelompok tercantum, serta membersihkan dan merapikan kembali seluruh alat dan bahan ke tempat penyimpanan (5 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan artefak Tugas 1 dan Tugas 2 kepada guru secara tertib, dilanjutkan ulasan singkat guru mengenai ketuntasan capaian pembelajaran Bab 2 (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja sama murid selama menyelesaikan asesmen sumatif, lalu menutup kegiatan dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Penyediaan lembar kerja identifikasi visual dan lembar sampel berpetak dengan petunjuk gambar beresolusi tinggi dan teks instruksi berukuran besar untuk mendukung akses visual yang setara bagi seluruh murid tanpa mengubah standar kompetensi yang diuji.
- Proses: Pemberian akomodasi pembacaan instruksi kerja secara lisan (read-aloud) bagi murid yang memerlukan dukungan literasi membaca instruksi tugas, tanpa membimbing atau memberikan kunci jawaban.
- Produk: Seluruh murid menghasilkan bukti artefak yang sama sesuai acuan sumatif: Lembar Kerja Identifikasi Visual dan Lembar Sampel Uji Coba Berpetak 4 bidang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan fisik artefak kerja: guru memeriksa kelengkapan alat (gunting, sudip plastik, kuas lukis) dan bahan (krayon lilin, cat air, plastisin, kertas sampel) pada masing-masing kelompok sebelum asesmen dimulai.
Proses:- Observasi kepatuhan prosedur keselamatan kerja saat murid menggunakan alat potong (gunting) dan alat bentuk (sudip), serta pemantauan kemandirian kelompok dalam menyelesaikan lembar tugas.
Sumatif Bab:- penugasan lembar kerja identifikasi visual dan unjuk kerja eksplorasi alat-bahan: lembar kerja identifikasi nama, karakteristik, dan prosedur alat-bahan serta lembar sampel eksplorasi goresan pewarna dan uji alat potong/bentuk
- penugasan lembar kerja identifikasi serentak: tabel identifikasi visual berisi nama alat, jenis bahan (basah/kering/lunak), serta langkah prosedur penggunaannya yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (40 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran lembar kerja identifikasi)
- unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan serentak: lembar sampel uji coba berpetak berisi hasil praktik menggoreskan bahan pewarna (kering/basah) dan hasil pengujian alat potong/bentuk sesuai prosedur keamanan kerja (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja uji coba alat dan bahan)
Sumatif:- penugasan lembar kerja identifikasi visual dan unjuk kerja eksplorasi alat-bahan: lembar kerja identifikasi nama, karakteristik, dan prosedur alat-bahan serta lembar sampel eksplorasi goresan pewarna dan uji alat potong/bentuk
- penugasan lembar kerja identifikasi serentak: tabel identifikasi visual berisi nama alat, jenis bahan (basah/kering/lunak), serta langkah prosedur penggunaannya yang dikerjakan seluruh murid secara serentak (40 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran lembar kerja identifikasi)
- unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan serentak: lembar sampel uji coba berpetak berisi hasil praktik menggoreskan bahan pewarna (kering/basah) dan hasil pengujian alat potong/bentuk sesuai prosedur keamanan kerja (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja uji coba alat dan bahan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Nama, Kategori, dan Prosedur Alat serta Bahan Seni Rupa (Tugas 1 - TP 4.2.1 & 4.2.2) | Hanya tepat mengidentifikasi nama, kategori, dan prosedur dari 0 hingga 1 objek target (dari daftar: gunting, kuas lukis, sudip plastik, cat air, krayon lilin, plastisin) atau memilih seluruh 3 opsi pengalih (stapler logam, penggaris tajam, minyak goreng). | Tepat mengidentifikasi nama, kategori, dan prosedur dari 2 hingga 3 objek target (dari daftar: gunting, kuas lukis, sudip plastik, cat air, krayon lilin, plastisin) dan/atau memilih 2 opsi pengalih (dari daftar: stapler logam, penggaris tajam, minyak goreng). | Tepat mengidentifikasi nama, kategori, dan prosedur dari 4 hingga 5 objek target (dari daftar: gunting, kuas lukis, sudip plastik, cat air, krayon lilin, plastisin) serta memilih maksimal 1 opsi pengalih (dari daftar: stapler logam, penggaris tajam, minyak goreng). | Tepat mengidentifikasi nama, kategori, dan prosedur dari seluruh 6 objek target: gunting (alat potong; memotong menjauhi tubuh), kuas lukis (alat gambar; sapuan searah), sudip plastik (alat bentuk; menekan perlahan), cat air (pewarna basah; dilarutkan air), krayon lilin (pewarna kering; goresan langsung), dan plastisin (bahan lunak; diremas hingga lentur) secara lengkap dan mandiri tanpa memilih satu pun opsi pengalih (stapler logam, penggaris tajam, minyak goreng). | | Unjuk Kerja Uji Coba Alat Gambar, Potong, dan Bentuk sesuai Prosedur Keamanan (Tugas 2 - TP 4.2.3) | Belum mampu mempraktikkan prosedur penggunaan pada ketiga alat (dari daftar: kuas lukis, gunting, sudip plastik) sesuai prosedur teknis dan keselamatan kerja meskipun telah diarahkan. | Mempraktikkan prosedur penggunaan secara tepat dan aman pada 1 dari 3 alat target (dari daftar: kuas lukis, gunting, sudip plastik), sementara alat lainnya belum memenuhi prosedur keselamatan. | Mempraktikkan prosedur penggunaan secara tepat dan aman pada 2 dari 3 alat target (dari daftar: kuas lukis/alat gambar, gunting/alat potong, sudip plastik/alat bentuk) pada lembar sampel berpetak. | Mempraktikkan prosedur penggunaan secara tepat dan aman pada seluruh 3 alat target: (1) kuas lukis disapukan secara terkontrol pada petak uji, (2) gunting digunakan memotong kertas mengikuti garis dengan bilah menjauhi tubuh, dan (3) sudip plastik digunakan menoreh plastisin di atas alas kerja secara aman dan mandiri. | | Unjuk Kerja Uji Coba Bahan Pewarna Kering, Pewarna Basah, dan Bahan Lunak (Tugas 2 - TP 4.2.4) | Belum menghasilkan sampel uji coba yang sesuai karakteristik dari ketiga bahan (dari daftar: krayon lilin, cat air, plastisin) atau sampel rusak/robek akibat kesalahan prosedur pengerjaan. | Menghasilkan sampel uji coba yang sesuai dengan karakteristik bahan pada 1 dari 3 bahan target (dari daftar: krayon lilin, cat air, plastisin) pada petak sampel. | Menghasilkan sampel uji coba yang sesuai dengan karakteristik bahan pada 2 dari 3 bahan target (dari daftar: krayon lilin/pewarna kering, cat air/pewarna basah, plastisin/bahan lunak) pada petak sampel. | Menghasilkan sampel uji coba yang sesuai dengan karakteristik dari seluruh 3 bahan target: (1) pewarna kering (krayon lilin menghasilkan goresan pekat dan transisi tipis yang rapi), (2) pewarna basah (cat air tersapu merata tanpa merobek kertas), dan (3) bahan lunak (plastisin lentur dan menampakkan detail bentuk/tekstur) secara lengkap dan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk Tugas 1 dan 65 menit untuk Tugas 2 telah mencukupi bagi seluruh kelompok untuk menuntaskan asesmen secara optimal?
- Bagian mana dari pengujian alat atau bahan yang masih menunjukkan kendala teknis atau prosedur keselamatan di kalangan murid?
Murid:- Alat dan bahan seni rupa apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu uji coba hari ini?
- Langkah keselamatan apa yang paling penting kamu perhatikan saat menggunakan alat potong dan alat bentuk?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023, Bab II: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan.
- Benda fisik alat seni rupa: pensil 2B, kuas lukis, gunting anak (ujung tumpul), sudip plastik pemodel plastisin, dan cetakan plastisin.
- Set Kartu Benda dan Prosedur Permainan 'Detektif Alat Seni'.
- Lembar Kerja Klasifikasi Alat dan Prosedur Penggunaannya.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Kemendikbudristek, Bab II: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan
- Bahan konkret percontohan: krayon lilin, pensil warna, cat air kemasan tube/botol, palet cat, plastisin warna, tanah liat/clay, potongan kardus bekas, dan kertas karton
- Set kartu permainan 'Detektif Karakter Bahan' (6 kartu deskripsi karakteristik dan 6 kartu nama bahan beserta gambar)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Karakteristik dan Prosedur Bahan Seni Rupa
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab II: Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan.
- Alat gambar: pensil 2B, spidol warna, penggaris.
- Alat potong: gunting kertas ujung tumpul ramah anak.
- Alat bentuk: sudip kayu/plastik pemodel atau stik es krim.
- Media uji coba: lembar kerja kertas berpola garis (lurus dan lengkung), plastisin modeling clay.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi), Bab II Menelaah Karakteristik Alat dan Bahan
- Bahan pewarna kering: krayon lilin / oil pastel dan pensil warna
- Bahan pewarna basah: cat air, palet cat, kuas nomor 4/6, wadah air bilas, dan kain lap/tisu
- Bahan lunak: plastisin warna dan alas/tatakan plastik
- Lembar Kerja Siswa: Lembar Uji Karakteristik Bahan (Kotak Uji Krayon, Kotak Uji Cat Air, dan Area Pengamatan Plastisin)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Della Naradika & Rizki Raindriati, Kemendikbudristek, 2023.
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif: Lembar Kerja Identifikasi Visual dan Lembar Sampel Uji Coba Berpetak 4 bidang.
- Perangkat alat dan bahan: gunting tumpul anak, sudip plastik, kuas lukis, cat air, palet, krayon lilin, plastisin, kertas gambar, dan alas kerja plastik.
|