Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Menggambar Sketsa Pakaian Kasual

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Menggambar Sketsa Pakaian Kasual". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Menggambar Sketsa Pakaian Kasual

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menggambar Sketsa Pakaian Kasual

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenggambar Sketsa Pakaian Kasual
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat sketsa pakaian kasual (atasan, bawahan, atau satu set pakaian) berdasarkan gagasan yang telah dipilih melalui proses brainstorming dan pemilihan ide secara mandiri.
  2. Murid dapat menambahkan keterangan pendukung (nama bagian, warna, atau bahan) pada gambar sketsa pakaian kasual yang telah dibuat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pakaian kasual apa yang paling sering kamu pakai saat bermain atau santai di rumah? Apa yang membuatmu menyukainya?
  2. Jika kamu bisa mendesain pakaian kasualmu sendiri, kira-kira seperti apa bentuk dan warnanya?
  3. Mengapa sebuah sketsa pakaian perlu diberi keterangan, tidak cukup hanya gambarnya saja?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan 2–3 gambar sketsa pakaian kasual (kaos, celana, jaket) dan bertanya: 'Apakah kalian pernah menggambar pakaian sebelumnya? Pakaian apa yang ingin kalian gambar hari ini?' — jawaban lisan singkat per murid atau acungkan tangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: membuat sketsa pakaian kasual pilihan sendiri dan menambahkan keterangan pada sketsa tersebut (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu dan mengaitkan dengan pengalaman murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh sketsa pakaian kasual lengkap dengan keterangan (nama bagian seperti 'kerah', 'kantong', 'kancing'; warna; dan bahan). Murid mengamati selama 2–3 menit.
  • Guru mengajak murid mendiskusikan perbedaan antara sketsa yang sudah ada keterangan dan yang belum: 'Mana yang lebih mudah dipahami orang lain? Mengapa?' — diskusi kelas singkat 3 menit.
  • Guru memandu kegiatan brainstorming bersama: murid menyebutkan contoh pakaian kasual yang mereka ketahui (kaos, hoodie, celana pendek, rok, sandal, sneakers, topi kasual, dll.) dan guru menuliskan di papan tulis.
  • Murid mendata gagasan di lembar kerja masing-masing: menuliskan minimal 3 pilihan jenis pakaian kasual yang ingin mereka gambar (bisa atasan, bawahan, atau satu set pakaian).
  • Murid memilih satu gagasan terbaik atau mengombinasikan dua ide menjadi satu konsep sketsa yang akan dibuat.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mulai membuat sketsa pakaian kasual pilihan mereka di kertas A4 menggunakan pensil. Guru mengingatkan: mulai dari bentuk dasar (kotak/lonjong) lalu tambahkan detail (15 menit).
  • Guru berkeliling kelas memberikan umpan balik singkat dan afirmatif: menghargai setiap ide yang muncul, mengarahkan murid yang kesulitan untuk menggambar pakaian rumah atau pakaian bermain sebagai alternatif.
  • Setelah bentuk sketsa selesai, murid menambahkan keterangan pada gambar: memberi label nama bagian pakaian (misal: 'kerah bulat', 'saku samping'), keterangan warna, dan keterangan bahan bila diketahui.
  • Murid memberi judul pada sketsanya sesuai nama pakaian kasual yang digambar.
  • Bagi murid yang sudah selesai lebih cepat, mereka dapat mempertegas garis sketsa dan menambahkan detail ornamen atau motif pada pakaian.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kembali sketsa yang telah dibuat selama 2 menit dan memeriksa apakah semua keterangan sudah lengkap.
  • Murid melakukan penilaian diri menggunakan lembar ceklis sederhana: (1) Apakah aku sudah membuat sketsa pakaian kasual? (2) Apakah sketsaku sudah punya keterangan? (3) Apakah gagasan ini benar-benar ideku sendiri?
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela menunjukkan sketsa mereka ke depan kelas dan menceritakan gagasannya dalam 1–2 kalimat: 'Aku menggambar … karena …'
  • Murid lain memberikan satu kata apresiasi atau komentar positif terhadap sketsa yang ditampilkan (penilaian sejawat lisan).
  • Guru memberikan umpan balik umum: mengapresiasi keberanian berimajinasi dan mengingatkan pentingnya keterangan dalam sketsa untuk memudahkan orang lain memahami ide kita.

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bersama: sketsa pakaian kasual terdiri dari gambar dan keterangan, dan gagasan terbaik lahir dari proses memilih ide sendiri (3 menit).
  • Guru memberikan pertanyaan refleksi penutup untuk murid: 'Hal apa yang paling menyenangkan hari ini? Bagian mana yang masih terasa sulit?' — jawaban lisan atau tulisan singkat di buku (3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: sketsa dapat dilanjutkan dengan pewarnaan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua murid, kemudian mengajak berdoa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan menemukan ide diberi kartu referensi bergambar berisi 6–8 contoh pakaian kasual (kaos polos, celana jeans, jaket, rok, dll.) sebagai inspirasi. Murid yang sudah mahir dipersilakan menggambar satu set pakaian lengkap (atasan + bawahan + alas kaki).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan sketsa secara bertahap dengan panduan langkah-langkah bergambar (step-by-step visual guide). Murid yang cepat menyelesaikan tugasnya dapat membantu teman di sekitarnya dengan berbagi ide (bukan mengerjakan).
  • Produk: Murid menyesuaikan tingkat kompleksitas sketsa sesuai kemampuan: minimal satu item pakaian dengan 2 keterangan (untuk murid yang membutuhkan dukungan), atau satu set pakaian kasual lengkap dengan keterangan warna, bahan, dan nama bagian (untuk murid yang sudah mahir).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan 2–3 contoh gambar sketsa pakaian kasual dan bertanya secara lisan: 'Apakah kalian pernah menggambar pakaian sebelumnya? Pakaian kasual apa yang kalian ketahui?' — untuk mengidentifikasi pengetahuan awal dan kesiapan belajar murid sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid melakukan brainstorming dan memilih gagasan (tahap Memahami): apakah murid mampu menyebutkan contoh pakaian kasual dan memilih satu ide secara mandiri.
  • Observasi dan umpan balik lisan guru saat murid membuat sketsa (tahap Mengaplikasi): apakah sketsa sesuai tema kasual dan apakah keterangan mulai ditambahkan.
  • Lembar ceklis penilaian diri murid 3 poin (tahap Merefleksi): diisi murid sendiri sebagai bukti kesadaran atas proses belajarnya.

Akhir:

  • Guru mengumpulkan hasil sketsa pakaian kasual murid di akhir pembelajaran dan menilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: kualitas sketsa pakaian kasual sesuai gagasan, dan kelengkapan keterangan pada gambar sketsa.

Formatif:

  • Observasi proses brainstorming dan pemilihan gagasan: guru mencatat murid yang aktif berpendapat dan yang masih pasif.
  • Umpan balik lisan berkeliling kelas saat murid mengerjakan sketsa: guru menilai kesesuaian ide dengan tema pakaian kasual.
  • Penilaian diri murid menggunakan lembar ceklis 3 poin di tahap Merefleksi.
  • Penilaian sejawat lisan saat 2–3 murid mempresentasikan sketsa di depan kelas.

Sumatif:

  • Hasil sketsa pakaian kasual dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kualitas sketsa sesuai gagasan yang dipilih, dan (2) kelengkapan keterangan pada gambar sketsa.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membuat Sketsa Pakaian Kasual (TP 4.1.5.1)Murid belum membuat sketsa atau sketsa yang dibuat tidak dapat dikenali sebagai pakaian kasual.Murid membuat sketsa yang dapat dikenali sebagai pakaian, namun belum jelas menggambarkan pakaian kasual atau masih sangat sederhana tanpa detail.Murid membuat sketsa pakaian kasual yang jelas dan dapat dikenali sesuai gagasan yang dipilih, dengan beberapa detail dasar (misalnya kerah, lengan, atau kantong).Murid membuat sketsa pakaian kasual yang jelas, lengkap, dan kreatif sesuai gagasan yang dipilih, dengan detail yang kaya (bentuk, proporsi, motif, atau ornamen) dan mencerminkan ide orisinal.
Menambahkan Keterangan pada Sketsa (TP 4.1.5.2)Murid tidak menambahkan keterangan apa pun pada gambar sketsa.Murid menambahkan 1 keterangan pada sketsa (misalnya hanya judul atau satu nama bagian).Murid menambahkan 2–3 keterangan yang relevan pada sketsa (misalnya nama pakaian, nama bagian, dan warna).Murid menambahkan keterangan lengkap dan informatif pada sketsa (nama pakaian, nama bagian-bagian utama, keterangan warna, dan/atau bahan), sehingga sketsa mudah dipahami orang lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil membuat sketsa pakaian kasual sesuai gagasan mereka sendiri? Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan brainstorming berjalan efektif dalam membantu murid menemukan ide? Apa yang perlu diperbaiki pada langkah ini di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda (murid yang cepat dan murid yang membutuhkan dukungan)?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Dari mana kamu mendapat ide untuk pakaian kasual yang kamu gambar hari ini? Apakah idenya benar-benar idemu sendiri?
  • Bagian mana dari membuat sketsa yang terasa mudah bagimu? Bagian mana yang terasa sulit?
  • Mengapa penting menambahkan keterangan pada sketsamu? Apa yang terjadi jika sketsamu tidak ada keterangannya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab I Menggambar Sketsa, Aktivitas 2: Menggambar Sketsa Pakaian Kasual (hal. 23–24).
  2. Contoh sketsa pakaian kasual yang disiapkan guru (gambar cetak atau ditampilkan di layar/papan tulis).
  3. Kartu referensi bergambar pakaian kasual (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan).
  4. Lembar kerja brainstorming dan pemilihan gagasan (disiapkan guru, format sederhana A5).
  5. Lembar ceklis penilaian diri murid (3 poin, disiapkan guru).
  6. Alat gambar: kertas A4, pensil, penghapus, dan pensil warna atau krayon (opsional untuk penyelesaian).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.