Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mendata dan Memilih Gagasan Sketsa Pakaian Kasual

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Mendata dan Memilih Gagasan Sketsa Pakaian Kasual". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Mendata dan Memilih Gagasan Sketsa Pakaian Kasual

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mendata dan Memilih Gagasan Sketsa Pakaian Kasual

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMendata dan Memilih Gagasan Sketsa Pakaian Kasual
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan brainstorming, murid dapat mendata minimal 5 jenis pakaian kasual dari pengalaman sehari-hari secara lisan maupun tulisan.
  2. Setelah mendata gagasan, murid dapat memilih satu jenis pakaian kasual sebagai ide sketsa dengan memberikan alasan pemilihannya secara sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pakaian apa yang paling sering kamu pakai saat bermain atau bersantai di rumah? Mengapa kamu menyukainya?
  2. Apa bedanya pakaian kasual dengan pakaian sekolah atau pakaian pesta? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri!
  3. Kalau kamu bisa merancang pakaian kasual impianmu sendiri, pakaian seperti apa yang ingin kamu buat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan bertanya: 'Siapa yang tahu apa itu pakaian kasual? Sebutkan satu contoh!' — murid menjawab secara lisan, guru mencatat di papan tulis untuk mengetahui titik awal pengetahuan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk memancing rasa ingin tahu murid, dan mengaitkan topik dengan pengalaman berpakaian sehari-hari murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat: 'Hari ini kita akan mendata banyak jenis pakaian kasual lalu memilih satu ide terbaik untuk dijadikan sketsa nanti.' (2 menit).
  • Guru menampilkan 3–4 gambar contoh pakaian kasual (kaos, celana jeans, jaket, hoodie) sebagai stimulus visual awal (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud pakaian kasual: pakaian nyaman yang dipakai untuk kegiatan sehari-hari seperti bermain, bersantai, atau pergi ke warung — bukan pakaian sekolah atau pesta (3 menit).
  • Guru mengajak murid mengamati gambar referensi pakaian kasual yang ditempel di papan atau ditampilkan lewat proyektor: kaos polos, kaos bergambar, kemeja santai, celana pendek, celana panjang, rok kasual, jaket, hoodie, dan lain-lain (5 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas ringan: 'Di antara gambar ini, mana yang pernah kalian pakai? Mana yang belum pernah kalian lihat sebelumnya?' Murid merespons secara bergantian (4 menit).
  • Guru menekankan bahwa tidak ada ide yang salah — semua jenis pakaian kasual yang dikenal murid adalah ide yang valid dan berharga untuk dicatat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) berupa tabel dua kolom: kolom pertama untuk menuliskan nama jenis pakaian kasual, kolom kedua untuk menuliskan alasan mengapa pakaian itu tergolong kasual (2 menit).
  • Murid melakukan brainstorming mandiri: menuliskan semua jenis pakaian kasual yang mereka ketahui dari pengalaman sehari-hari ke dalam kolom pertama LKM, minimal 5 jenis — boleh ditambah gambar kecil sederhana di sebelah tulisan (10 menit).
  • Setelah mendata, murid berbagi data gagasan mereka dengan teman sebangku selama 2 menit — boleh saling melengkapi daftar jika ada ide baru yang muncul dari teman (2 menit).
  • Murid membaca ulang seluruh daftar gagasan yang telah mereka tulis, lalu melingkari atau memberi tanda bintang pada satu jenis pakaian kasual yang paling ingin mereka jadikan ide sketsa (3 menit).
  • Murid menuliskan alasan pemilihan ide tersebut dalam 1–2 kalimat di bagian bawah LKM: mengapa pakaian itu yang dipilih (misal: karena suka warnanya, karena nyaman dipakai saat bermain, atau karena unik dan belum banyak teman yang menggambarnya) (5 menit).
  • Beberapa murid (3–4 orang) secara sukarela menyampaikan ide pilihannya di depan kelas secara singkat, dan murid lain diminta memberi tepuk tangan sebagai apresiasi (4 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid meninjau kembali LKM mereka: 'Sudah cukupkah data gagasanmu? Apakah ide yang kamu pilih benar-benar yang paling ingin kamu gambar?' Murid diberi waktu 2 menit untuk membaca ulang dan merevisi jika mau (2 menit).
  • Murid menjawab dua pertanyaan refleksi singkat secara tertulis di bagian belakang LKM: (1) Apa yang membuatmu memilih pakaian kasual tersebut? (2) Apa yang perlu kamu perhatikan saat nanti menggambar sketsanya? (4 menit).
  • Guru memandu refleksi bersama secara lisan: 'Apakah hari ini kalian menemukan jenis pakaian kasual yang belum pernah kalian pikirkan sebelumnya? Bagaimana rasanya saat mendapatkan banyak ide?' (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik afirmatif atas proses yang telah dilakukan murid dan mengingatkan bahwa daftar gagasan serta pilihan ide ini akan menjadi bekal untuk membuat sketsa pada pertemuan berikutnya (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat: pakaian kasual adalah pakaian sehari-hari yang nyaman, dan proses mendata serta memilih gagasan adalah langkah awal penting sebelum membuat sketsa (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta murid menunjukkan LKM kepada guru untuk dicek — pastikan setiap murid sudah memiliki minimal 5 data gagasan dan sudah menentukan satu pilihan ide beserta alasannya (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dalam kegiatan hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mulai membuat sketsa berdasarkan pilihan gagasan yang sudah ditentukan hari ini, sehingga LKM perlu disimpan baik-baik.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang mengalami kesulitan menemukan ide pakaian kasual diberikan kartu referensi bergambar berisi 10–12 contoh pakaian kasual beserta namanya sebagai panduan brainstorming. Murid yang sudah mahir dapat diminta mendata pakaian kasual dari berbagai budaya atau negara.
  • Proses: Murid yang lambat dapat mengisi LKM dengan gambar sederhana terlebih dahulu tanpa harus langsung menulis nama, lalu guru membantu memberi label nama bersama. Murid yang cepat selesai diminta membuat sketsa kasar (thumbnail) kecil dari ide pilihan mereka di sisa waktu sebagai pengayaan.
  • Produk: Murid dengan kemampuan menulis terbatas dapat menyampaikan alasan pemilihan gagasan secara lisan kepada guru atau merekamnya di voice note jika tersedia perangkat. Murid yang mampu dapat menuliskan alasan lebih dari 2 kalimat dan menambahkan deskripsi warna atau motif yang diinginkan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: guru bertanya 'Apa itu pakaian kasual? Sebutkan satu contoh!' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang jenis pakaian kasual.
  • Guru mencatat di papan tulis jawaban-jawaban murid untuk dipetakan: murid mana yang sudah memiliki konsep kasual dan mana yang belum, sebagai dasar penyesuaian pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan: guru berkeliling kelas saat murid mengisi LKM untuk memantau kelancaran proses brainstorming dan memberikan stimulus tambahan bila murid kehabisan ide.
  • Pengecekan saat berbagi dengan teman sebangku: guru memperhatikan apakah murid mampu menjelaskan ide mereka secara lisan kepada teman.
  • Umpan balik lisan langsung: guru memberikan respons positif dan pertanyaan pengarah kepada murid yang hasil datanya masih kurang lengkap atau alasan pemilihannya belum jelas.

Akhir:

  • Pengecekan LKM final: guru menilai apakah murid berhasil mendata minimal 5 jenis pakaian kasual dengan benar.
  • Penilaian alasan pemilihan gagasan: guru menilai apakah murid mampu menyampaikan alasan pemilihan satu ide sketsa secara logis dan relevan.
  • Guru mencatat hasil penilaian per murid pada lembar observasi dengan menggunakan 4 level rubrik sebagai referensi tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama brainstorming dan diskusi kelas — guru mencatat murid yang aktif memberikan ide dan yang tampak kesulitan.
  • Pengecekan LKM saat murid mengerjakan: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung pada daftar gagasan yang ditulis murid.
  • Penilaian diri singkat: murid melingkari emoji (senang/biasa/bingung) di LKM untuk menggambarkan perasaan mereka terhadap proses kegiatan hari ini.

Sumatif:

  • Pengecekan hasil LKM di akhir pertemuan: murid dinilai berdasarkan kelengkapan data (minimal 5 gagasan tercatat) dan ketepatan pemilihan ide (satu pilihan disertai alasan).
  • Guru mencatat hasil pada lembar observasi kelas menggunakan rubrik 4 level sebagai dasar umpan balik dan pertimbangan tindak lanjut pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendata Jenis Pakaian KasualMurid menuliskan kurang dari 3 jenis pakaian kasual, dan beberapa di antaranya tidak tergolong pakaian kasual.Murid menuliskan 3–4 jenis pakaian kasual dengan benar meskipun masih perlu diingatkan atau dipandu guru.Murid menuliskan minimal 5 jenis pakaian kasual dengan benar secara mandiri berdasarkan pengalaman sehari-hari.Murid menuliskan lebih dari 5 jenis pakaian kasual dengan benar, disertai detail tambahan (misal: nama jenis, ciri khas, atau gambar pendukung) secara mandiri dan inisiatif sendiri.
Memilih Gagasan Pakaian KasualMurid belum mampu memilih satu gagasan, atau pilihannya tidak relevan dengan konteks pakaian kasual.Murid memilih satu gagasan pakaian kasual namun belum mampu memberikan alasan yang jelas atau alasannya masih sangat singkat.Murid memilih satu gagasan pakaian kasual dan memberikan alasan pemilihan yang logis dalam 1–2 kalimat.Murid memilih satu gagasan pakaian kasual, memberikan alasan yang logis dan personal, serta mampu menjelaskan ciri atau detail yang ingin diwujudkan dalam sketsanya.
Partisipasi dan KeterlibatanMurid pasif selama brainstorming dan diskusi, tidak menuliskan ide atau merespons kegiatan kelas.Murid terlibat dalam beberapa bagian kegiatan namun masih perlu dorongan berulang dari guru untuk berpartisipasi.Murid terlibat aktif dalam brainstorming, diskusi, dan pengisian LKM tanpa perlu banyak dorongan dari guru.Murid terlibat aktif, berinisiatif berbagi gagasan dengan teman, memberikan respons positif atas ide teman, dan mengajukan pertanyaan atau pendapat secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mendata minimal 5 jenis pakaian kasual? Jika belum, strategi apa yang perlu saya siapkan untuk mendukung murid tersebut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan stimulus visual yang saya gunakan cukup efektif untuk memancing ide murid? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang kesulitan maupun murid yang sudah mahir?

Refleksi Murid:

  • Pakaian kasual apa saja yang sudah kamu tulis hari ini? Adakah jenis pakaian yang baru kamu tahu namanya setelah kegiatan ini?
  • Mengapa kamu memilih pakaian kasual itu sebagai ide sketsamu? Apa yang paling menarik darinya?
  • Bagaimana perasaanmu saat mendapatkan banyak ide dalam kegiatan mendata tadi? Apakah ada bagian yang sulit? Bagaimana kamu mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 1 Menggambar Sketsa, Aktivitas 2: Menggambar Sketsa Pakaian Kasual
  2. Lembar Kerja Murid (LKM) berupa tabel data gagasan pakaian kasual (dibuat guru)
  3. Kartu referensi bergambar pakaian kasual: kaos, kemeja santai, celana jeans, celana pendek, rok kasual, jaket, hoodie, dan sebagainya (disiapkan guru sebagai media diferensiasi)
  4. Gambar contoh referensi pakaian kasual dari majalah anak, katalog pakaian, atau cetakan dari internet yang sesuai usia
  5. Papan tulis atau flipchart untuk menampung hasil brainstorming kelas bersama
  6. Alat tulis: pensil, pulpen, dan penghapus untuk pengisian LKM

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.