MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 1 — Menggambar Sketsa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Menggambar Sketsa |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa garis dalam benda-benda di sekitar sebagai rancangan sketsa pakaian
- TP 4.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam menggambar sketsa
- TP 4.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat rancangan garis sketsa pakaian
- TP 4.1.4 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian formal berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 4.1.5 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian kasual berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 4.1.6 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Coba perhatikan pakaian yang kalian kenakan hari ini, garis jenis apa saja yang membentuk kerah, lengan, atau motifnya?
- Bagaimana garis lurus, lengkung, dan zig-zag pada benda-benda di sekitar kita dapat dijadikan ide rancangan sketsa pakaian?
- Benda apa saja di tasmu yang dapat dipakai untuk membuat gambar rancangan awal atau sketsa?
- Bagaimana urutan langkah yang benar saat kita menggunakan pensil, penghapus, dan kertas agar kertas gambar tidak robek atau kotor?
- Bagaimana garis yang dihasilkan jika kita menekan pensil dengan sangat kuat dibandingkan dengan goresan yang ringan?
- Apakah garis lurus kaku cocok untuk menggambarkan lipatan kain pakaian, ataukah ada jenis garis lain yang lebih luwes?
- Pernahkah kamu memperhatikan pakaian seragam guru, jas dokter, atau baju batik saat menghadiri acara resmi di sekitarmu?
- Ciri garis atau bentuk apa yang membedakan pakaian resmi/formal dengan pakaian santai saat bermain di rumah?
- Bagaimana caramu menuangkan bentuk pakaian resmi tersebut ke dalam selembar kertas gambar menjadi sebuah sketsa?
- Pakaian apa yang paling sering dan nyaman kamu pakai saat bermain bersama teman di sekitar rumah?
- Bagaimana kita menceritakan bentuk garis atau motif yang ada pada gambar sketsa pakaian buatan kita dan teman?
- Bagaimana garis lurus, lengkung, dan zig-zag dapat membedakan bentuk pakaian formal dengan pakaian kasual?
- Kosa kata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan untuk menilai keindahan sketsa pakaian hasil karya kita dan teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Unsur Rupa Garis pada Benda Sekitar untuk Rancangan Sketsa Pakaian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa garis dalam benda-benda di sekitar sebagai rancangan sketsa pakaian
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi unsur rupa garis pada benda-benda sekitar sebagai rancangan sketsa pakaian (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu gambar garis dasar (1. garis lurus vertikal, 2. garis lurus horizontal, 3. garis lengkung, 4. garis zig-zag), lalu meminta murid menunjuk dan menyebutkan nama bentuk garis tersebut secara cepat (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 4 benda konkret di dalam kelas (tepian meja/garis lurus horizontal, tiang pintu/garis lurus vertikal, tepi jam dinding/garis lengkung, dan pola anyaman keranjang sampah/garis zig-zag) serta contoh pakaian guru/seragam sekolah (kerah bergaris miring/lurus, ujung lengan bergaris lengkung) dengan panduan pertanyaan guru (15 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru tentang bagaimana unsur rupa garis (lurus, lengkung, zig-zag, bergelombang) dari benda-benda tersebut ditemukan dan ditandai sebagai rancangan dasar bagian-bagian pakaian (misalnya kerah V dengan garis lurus miring, keliman rok bergelombang) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan 'Detektif Garis Pakaian': murid berkeliling kelas selama beberapa menit untuk mencari 4 unsur garis pada benda sekitar dan pakaian teman, lalu mencatatnya pada Lembar Detektif Garis (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Garis secara mandiri dengan mengidentifikasi dan mencocokkan 4 unsur rupa garis yang ditemukan pada benda sekitar ke rancangan bagian pakaian: (1) garis lurus vertikal/horizontal -> garis lipatan/kancing kemeja; (2) garis lengkung -> kerah bulat/lingkar lengan; (3) garis zig-zag -> motif tepi rompi/baju; (4) garis bergelombang -> lipatan renda/rok (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran memeriksa kembali hasil lembar kerjanya, memastikan kesesuaian antara unsur garis yang diamati pada benda dengan bagian pakaian yang dituju (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana garis lurus, lengkung, zig-zag, dan gelombang di sekitar kita menjadi dasar pembentuk sketsa pakaian (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif secara klasikal terhadap hasil identifikasi unsur garis yang telah dilakukan murid (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid mengenai 4 macam garis dan fungsinya pada rancangan pakaian (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu referensi visual rupa garis konkret (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang) bagi murid yang membutuhkan panduan visual tambahan saat pengamatan benda sekitar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan bertahap dengan mengamati 1-2 benda langsung di dekat mejanya, sedangkan murid yang mandiri menantang diri mencari variasi garis pada 4 benda berbeda dan mengaitkannya ke lebih dari satu bagian rancangan pakaian.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi garis dalam bentuk centang/jodoh gambar atau menuliskan/menggambar jenis garis yang ditemukan pada lembar kerja identifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual singkat: Guru menunjukkan 4 kartu gambar garis dasar di papan tulis dan meminta murid menunjuk/menyebutkan namanya. Acuan kunci: Kartu 1 = garis lurus vertikal, Kartu 2 = garis lurus horizontal, Kartu 3 = garis lengkung, Kartu 4 = garis zig-zag. Kriteria: Murid siap jika mampu mengenali minimal 3 dari 4 jenis garis dasar tersebut.
Proses:- Formatif proses: Guru mengamati keterlibatan murid saat mengeksplorasi garis pada benda sekitar dan memeriksa Lembar Detektif Garis. Acuan: Murid mampu menemukan dan menunjukkan minimal 3 jenis garis (lurus, lengkung, zig-zag/gelombang) pada benda sekitar di kelas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Guru menguji pemahaman murid mencocokkan 4 bagian pakaian dengan unsur garis yang tepat pada lembar kerja/tanya jawab lisan. Acuan kunci: (1) kancing/tepi kemeja = garis lurus, (2) lubang leher/kerah kaos oblong = garis lengkung, (3) motif variasi jaket = garis zig-zag, (4) lipatan bawah gaun/rok = garis bergelombang. Kriteria ketuntasan: Minimal 3 dari 4 bagian pakaian dicocokkan dengan unsur garis yang tepat.
Formatif:- Observasi pengamatan murid saat kegiatan 'Detektif Garis Pakaian'
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Garis pada Benda Sekitar untuk Rancangan Sketsa Pakaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Unsur Rupa Garis pada Benda Sekitar untuk Rancangan Pakaian | Mengidentifikasi 1 dari 4 unsur rupa garis (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang) pada benda sekitar untuk rancangan pakaian dengan bimbingan penuh guru. | Mengidentifikasi 2 dari 4 unsur rupa garis (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang) pada benda sekitar untuk rancangan pakaian dengan arahan guru. | Mengidentifikasi 3 dari 4 unsur rupa garis (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang) pada benda sekitar untuk rancangan bagian pakaian secara mandiri dan tepat. | Mengidentifikasi seluruh 4 unsur rupa garis (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang) pada benda sekitar untuk rancangan bagian pakaian secara tepat dan mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kegiatan mengamati benda konkret di sekitar kelas efektif membantu murid mengidentifikasi ragam unsur garis?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi garis yang masih membingungkan bagi sebagian murid dan perlu penguatan di pertemuan berikutnya?
Murid:- Garis jenis apa yang paling mudah kamu temukan pada benda-benda di kelas atau pakaianmu?
- Garis apa yang menurutmu paling menarik untuk digunakan sebagai bentuk kerah atau motif baju?
Pertemuan 2 — Mengenali Alat, Bahan, dan Prosedur Penggunaannya dalam Menggambar Sketsa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam menggambar sketsa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali jenis-jenis alat dan bahan yang dimiliki serta urutan prosedur penggunaannya dalam membuat sketsa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 benda fisik di depan kelas: (1) Pensil grafit 2B, (2) Kertas gambar HVS, (3) Penghapus karet, dan (4) Kuas cat air basah; murid diminta mengacungkan jempol untuk benda yang merupakan alat/bahan sketsa kering dan jempol ke bawah untuk yang bukan (acuan: benda 1, 2, 3 adalah alat/bahan sketsa; benda 4 adalah alat lukis basah/bukan alat sketsa dasar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dan memeriksa alat serta bahan menggambar sketsa yang mereka bawa sendiri di meja masing-masing, yaitu pensil, penghapus, peraut, dan kertas gambar/buku gambar (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan fungsi masing-masing benda serta prosedur penggunaannya secara runtut: memegang pensil dengan posisi rileks (tidak ditekan terlalu keras), menggunakan peraut saat ujung tumpul secara searah di atas wadah sampah, dan menggosok penghapus searah secara perlahan agar kertas tidak terlipat atau robek (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Alat & Prosedur': setiap pasangan menerima 4 kartu alat/bahan dan 4 kartu prosedur, lalu mencocokkannya secara cepat dan menyenangkan (20 menit). Kartu yang dipasangkan: (1) Kartu 'Pensil' berpasangan dengan kartu 'Dipegang rileks untuk menarik garis tipis rancangan'; (2) Kartu 'Penghapus' berpasangan dengan kartu 'Diusap searah dan lembut untuk membersihkan coretan tanpa merusak kertas'; (3) Kartu 'Peraut' berpasangan dengan kartu 'Diputar perlahan searah jarum jam untuk meruncingkan ujung pensil yang tumpul'; (4) Kartu 'Kertas Gambar' berpasangan dengan kartu 'Diletakkan di permukaan rata dan bersih sebagai bidang membuat gambar' (acuan kunci pasangan: 1-1, 2-2, 3-3, 4-4).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Pengenalan Prosedur dengan memberi nomor urut 1 sampai 4 pada 4 kartu alur kerja menggambar sketsa: Kartu A 'Menyiapkan bidang kertas di atas meja rata', Kartu B 'Meraut pensil hingga siap digunakan', Kartu C 'Memegang pensil secara rileks dan menarik garis tipis rancangan', Kartu D 'Mengusap penghapus searah jika ada garis yang perlu diperbaiki' (kunci urutan benar: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan pasangan kartu dan urutan prosedur kerja miliknya bersama teman sebangku dengan membandingkannya terhadap kunci alur di papan tulis (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan mengenai pentingnya mengenali fungsi alat, bahan, serta tata cara penggunaan yang benar agar kegiatan berkarya berjalan lancar dan rapi (10 menit).
- Murid merapikan kembali alat dan bahan ke dalam tempat pensil masing-masing secara mandiri, kemudian kelas ditutup dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu prosedur bergambar konkret, sedangkan murid yang siap diberikan kartu deskripsi teks mandiri.
- Proses: Murid yang masih bingung membedakan prosedur meraut dan menghapus dibimbing dengan demonstrasi langsung secara berpasangan; murid yang sudah mahir dapat mencoba menyusun variasi alur pembersihan sisa hapusan.
- Produk: Tingkat kemandirian dalam mencocokkan kartu alat-prosedur dan mengurutkan tahapan prosedur kerja pada lembar kegiatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi alat dan bahan sketsa di pendahuluan: murid mengidentifikasi 4 benda (pensil grafit, kertas gambar, penghapus, dan kuas cat air basah). Acuan: murid tepat mengenali pensil grafit, kertas gambar, dan penghapus sebagai alat/bahan sketsa, serta menandai kuas cat air basah sebagai bukan alat sketsa dasar.
Proses:- Formatif mencocokkan 4 pasangan kartu alat dan prosedur: (1) Pensil -> Dipegang rileks untuk menarik garis tipis rancangan; (2) Penghapus -> Diusap searah dan lembut untuk membersihkan coretan tanpa merusak kertas; (3) Peraut -> Diputar perlahan searah jarum jam untuk meruncingkan ujung pensil yang tumpul; (4) Kertas Gambar -> Diletakkan di permukaan rata dan bersih sebagai bidang membuat gambar. Acuan: 4 pasangan kartu tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mengurutkan 4 tahapan prosedur kerja sketsa: Murid mengurutkan kartu A (Menyiapkan bidang kertas di atas meja rata), B (Meraut pensil hingga siap digunakan), C (Memegang pensil secara rileks dan menarik garis tipis rancangan), D (Mengusap penghapus searah jika ada garis yang perlu diperbaiki). Acuan kunci urutan benar: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan mencocokkan kartu alat-prosedur
- Pemeriksaan ketepatan pengurutan 4 langkah alur prosedur menggambar sketsa pada lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengenalan Alat dan Bahan Sketsa | Mengenali kurang dari 2 alat dan bahan sketsa yang dimiliki (acuan: pensil, penghapus, peraut, kertas gambar) dengan bantuan penuh. | Mengenali 2 dari 4 alat dan bahan sketsa yang dimiliki (acuan: pensil, penghapus, peraut, kertas gambar) dengan arahan guru. | Mengenali 3 dari 4 alat dan bahan sketsa yang dimiliki (acuan: pensil, penghapus, peraut, kertas gambar) secara tepat. | Mengenali seluruh 4 alat dan bahan sketsa yang dimiliki (acuan: pensil, penghapus, peraut, kertas gambar) secara tepat dan mandiri. | | Pengenalan Prosedur Penggunaan Alat dan Bahan | Mengenali kurang dari 2 prosedur penggunaan alat/bahan sketsa (acuan 4 pasangan: pensil-dipegang rileks, penghapus-diusap searah lembut, peraut-diputar perlahan searah jarum jam, kertas-diletakkan di permukaan rata). | Mengenali 2 dari 4 prosedur penggunaan alat/bahan sketsa sesuai acuan pasangan yang tepat. | Mengenali 3 dari 4 prosedur penggunaan alat/bahan sketsa sesuai acuan pasangan yang tepat. | Mengenali seluruh 4 prosedur penggunaan alat/bahan sketsa secara lengkap dan tepat sesuai acuan pasangan. | | Pengurutan Alur Prosedur Kerja Sketsa | Mengurutkan alur prosedur kerja dengan 1 atau tidak ada langkah yang tepat dari 4 urutan acuan (1-A menyiapkan kertas, 2-B meraut pensil, 3-C menarik garis rileks, 4-D mengusap penghapus). | Mengurutkan 2 dari 4 langkah alur prosedur kerja sketsa sesuai acuan urutan yang tepat. | Mengurutkan 3 dari 4 langkah alur prosedur kerja sketsa sesuai acuan urutan yang tepat. | Mengurutkan seluruh 4 langkah alur prosedur kerja sketsa (1-A, 2-B, 3-C, 4-D) secara tepat dan runtut tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan fungsi serta prosedur spesifik masing-masing alat dan bahan sketsa?
- Bagian prosedur mana (meraut, memegang pensil, atau menghapus) yang masih sering keliru dipahami oleh murid?
Murid:- Alat dan bahan apa saja yang sudah kamu miliki untuk menggambar sketsa hari ini?
- Bagaimana cara menggunakan penghapus dan peraut yang benar agar kertas gambarmu tetap bersih dan tidak rusak?
Pertemuan 3 — Menguji Coba Alat, Bahan, dan Prosedur Pembuatan Garis Sketsa Pakaian — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat rancangan garis sketsa pakaian
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan kesiapan alat tulis berupa kertas gambar, pensil, dan penghapus (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menarik 2 jenis garis sederhana (garis lurus tipis dan garis bergelombang tebal) pada secarik kertas buram untuk mengecek keterampilan awal memvariasikan tekanan pensil (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai prosedur memegang pensil: posisi tegak dengan tekanan kuat untuk garis tegas/tebal dan posisi agak miring dengan tekanan ringan untuk garis tipis rancangan (10 menit).
- Murid menyimak peragaan 4 prosedur tarikan garis untuk bagian pakaian: (1) garis lurus tegas untuk tepi kerah/keliman baju, (2) garis tipis samar untuk garis bantu bentuk dasar pakaian, (3) garis lengkung bergelombang untuk lipatan kain, dan (4) garis putus-putus untuk jahitan tepi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Tebak Tekanan Garis': guru menyebutkan bagian pakaian (misalnya kerah tegak vs lipatan rok) dan murid berlomba menggoreskan jenis garis yang sesuai di papan uji coba masing-masing dengan gembira (10 menit).
- Murid menguji coba alat pensil dan kertas pada lembar uji coba berpetak (4 petak latihan) dengan mempraktikkan prosedur penggunaan alat secara terarah: Petak 1 membuat 3 garis lurus tebal dengan tekanan kuat, Petak 2 membuat 3 garis lurus tipis dengan tekanan ringan, Petak 3 membuat 3 garis bergelombang lentur untuk lipatan baju, dan Petak 4 membuat 3 garis putus-putus untuk jahitan (25 menit).
- Murid menguji coba merangkai garis-garis tersebut menjadi 1 rancangan garis sederhana siluet pakaian (misal: bentuk dasar kaos atau rok) dengan menerapkan prosedur garis tipis terlebih dahulu lalu ditegaskan pada garis tepi pakaian (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati hasil uji coba goresan garis pada lembar kerja masing-masing dan memeriksa apakah ada garis yang robek atau terlalu tipis hingga tidak terlihat (5 menit).
- Murid menyimpulkan prosedur pengaturan tekanan alat pensil yang paling nyaman dan tepat untuk menghasilkan garis rancangan pakaian (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil uji coba variasi garis murid dan meluruskan prosedur pegangan pensil yang masih kaku (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa keterampilan uji coba garis ini akan dipakai untuk membuat sketsa pakaian formal pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh pola kartu panduan visual ketebalan garis bagi murid yang memerlukan acuan fisik.
- Proses: Memberikan bimbingan individual dalam mengatur sudut kemiringan pensil bagi murid yang kesulitan, serta memberikan tantangan variasi kerapatan garis lipatan pakaian bagi murid yang cepat menguasai prosedur.
- Produk: Uji coba rancangan garis siluet pakaian dapat memilih jenis pakaian sederhana (kaos oblong) atau pakaian dengan lipatan lebih variatif (rok lipit/kemeja berkerah).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji petik goresan diagnostik: Murid diminta membuat 2 goresan pada kertas buram, yaitu: (1) garis lurus tipis samar, dan (2) garis bergelombang tebal. Acuan kesiapan: Dikatakan siap jika murid mampu menunjukkan perbedaan kontras ketebalan antara kedua garis tersebut melalui variasi tekanan tangan.
Proses:- Penilaian unjuk kerja uji coba 4 petak latihan garis sketsa pakaian. Acuan target 4 petak: (1) Petak 1: memuat 3 garis lurus tebal hasil tekanan kuat; (2) Petak 2: memuat 3 garis lurus tipis hasil tekanan ringan; (3) Petak 3: memuat 3 garis bergelombang lentur untuk lipatan; (4) Petak 4: memuat 3 garis putus-putus teratur untuk jahitan. Kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 petak memenuhi karakteristik garis dan prosedur penarikan garis yang ditentukan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman teknik akhir: Murid menunjukkan lembar rancangan garis siluet pakaian miliknya. Acuan ketercapaian: Terdapat penerapan minimal 2 jenis garis yang diuji coba (misal: garis tepi tegas dan garis lipatan bergelombang) pada siluet pakaian tanpa kertas robek atau berlubang akibat tekanan berlebih.
Formatif:- Unjuk kerja uji coba alat dan bahan pada lembar uji coba 4 petak variasi garis sketsa pakaian.
- Observasi penerapan prosedur penggunaan pensil (variasi tekanan dan sudut pegangan pensil).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Alat dan Bahan (Variasi Tekanan Garis) | Belum mampu mengontrol tekanan pensil; seluruh goresan memiliki ketebalan yang sama atau kertas robek akibat tekanan berlebih. | Mampu menguji coba variasi tekanan pensil namun hanya menghasilkan 1 jenis garis yang sesuai (garis tebal saja atau tipis saja dari 4 petak target). | Mampu menguji coba alat dan bahan dengan menghasilkan 2 sampai 3 jenis garis secara tepat dari 4 petak target (tebal, tipis, bergelombang, putus-putus). | Mampu menguji coba alat dan bahan secara mandiri dengan menghasilkan seluruh 4 jenis garis secara tepat dan konsisten pada lembar uji coba. | | Penerapan Prosedur Pembuatan Garis Sketsa Pakaian | Belum menerapkan prosedur penarikan garis; rancangan siluet pakaian belum terbentuk menggunakan garis terencana. | Menerapkan prosedur pembuatan garis pada siluet pakaian tetapi hanya menggunakan 1 jenis garis tanpa variasi fungsi (misal: seluruh tepi dan lipatan menggunakan garis tebal kaku). | Menerapkan prosedur pembuatan garis pada siluet pakaian dengan memadukan 2 jenis garis (garis penegas tepi pakaian dan garis bantu/lipatan). | Menerapkan prosedur pembuatan garis secara terstruktur dan mandiri dengan memadukan 3 atau lebih jenis variasi garis (garis rancangan tipis, garis tepi tegas, dan garis lipatan/jahitan) pada rancangan siluet pakaian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan rasa motorik saat menekan pensil secara kuat versus secara ringan?
- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk latihan 4 petak garis cukup memadai bagi seluruh murid?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: menarik garis lurus tebal atau garis lipatan yang bergelombang?
- Bagaimana caramu agar kertas gambarmu tidak kotor atau robek saat menggoreskan garis sketsa?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Sketsa Pakaian Formal Berdasarkan Pengamatan Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.4 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian formal berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan tenang (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta menyiapkan suasana kelas yang tertib dan nyaman untuk berkarya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu gambar pakaian: Gambar 1 (kemeja berkerah rapi berdasi), Gambar 2 (kaos oblong bergambar kartun), Gambar 3 (blazer seragam resmi). Murid diminta mengidentifikasi 2 pakaian formal dari ketiga kartu tersebut (acuan kunci: Gambar 1 kemeja berkerah dan Gambar 3 blazer seragam adalah pakaian formal, sedangkan Gambar 2 adalah pengalih/pakaian santai) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang tahapan pembuatan sketsa pakaian formal: mendata gagasan dari pengamatan lingkungan (seperti seragam sekolah berkerah, blazer, baju batik resmi), memilih satu gagasan terbaik, dan merancang garis bentuk dasar pakaian secara minimalis dan rapi (10 menit).
- Murid bermain kuis tebak cepat 'Garis Formal': guru memodelkan gerakan garis di papan tulis (garis kerah kemeja runcing, garis kancing lurus vertikal, garis saku rapi), lalu murid secara berpasangan menebak bagian pakaian formal yang dimaksud dan mencatat 3 ciri utama pakaian formal (acuan kriteria: memiliki kerah/lipatan leher rapi, bukaan kancing/resleting lurus, bentuk simetris atau potongan teratur) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendata dan memilih satu rancangan pakaian formal yang pernah mereka amati di lingkungan sekitar (misalnya kemeja sekolah berkerah, setelan blazer guru, atau baju batik lengan panjang) pada lembar kerja sketsa (10 menit).
- Murid secara mandiri membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian formal pada kertas gambar A4 menggunakan pensil, yang memuat garis bentuk luar pakaian (siluet), detail bagian formal (seperti kerah, kancing, saku, atau lipatan lengan), serta memberi 2 keterangan teks pendukung bagian sketsa (misalnya: 'kerah kemeja', 'kancing depan', 'saku dada') (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya sketsa pakaian formal di atas meja masing-masing, memeriksa kelengkapan garis bentuk dan keterangan bagian pakaian yang telah dibuat, serta memastikan apakah sketsanya sudah mencerminkan ciri pakaian resmi sesuai pengamatan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan langkah-langkah membuat sketsa pakaian formal (mendata ide, memilih satu gagasan pakaian formal, menggambar garis kontur dan detail formal, serta memberi keterangan) (8 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses berkarya murid hari ini, menginformasikan bahwa karya sketsa pakaian formal disimpan rapi di map portofolio untuk digunakan pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan referensi visual bentuk garis kerah dan kemeja sederhana; murid yang cepat diberikan referensi setelan pakaian formal lengkap (atasan berkerah/blazer dipadu bawahan celana dasar atau rok lipit).
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan menggambar garis bentuk dibimbing bertahap mulai dari garis sumbu simetri; murid yang mahir dipersilakan menambahkan variasi detail formal seperti manset lengan, lipatan kerah bertumpuk, atau aksen saku jas secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan sketsa pakaian formal; murid dengan kesiapan belajar awal membuat sketsa atasan formal berkerah dengan 2 label keterangan, sedangkan murid yang mahir menghasilkan setelan pakaian formal lengkap dengan 3-4 label keterangan bagian busana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengamati 3 gambar pakaian berikut: (1) Gambar kemeja berkerah rapi berdasi, (2) Gambar kaos oblong santai bergambar kartun, (3) Gambar blazer seragam resmi. Murid diminta menunjuk atau menuliskan 2 gambar yang termasuk jenis pakaian formal. (Acuan kunci: gambar 1 dan gambar 3 adalah pakaian formal; gambar 2 adalah pakaian santai/pengalih).
Proses:- Pengamatan langsung saat proses menggambar sketsa pakaian formal di kertas A4 dengan kriteria: (1) ketepatan wujud pakaian formal yang digambar berdasarkan pengamatan (misal seragam sekolah berkerah, blazer, baju batik resmi), (2) kerapian dan kejelasan garis kontur serta detail formal (kerah/kancing/saku), (3) pencantuman minimal 2 keterangan teks pendukung bagian sketsa (misal: 'kerah kemeja', 'kancing depan').
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil karya sketsa pakaian formal yang telah selesai dibuat murid pada kertas A4 berdasarkan 2 kriteria penerimaan operasional: sketsa menampilkan wujud pakaian formal dengan detail khas (seperti kerah atau kancing teratur) dan dilengkapi minimal 2 label teks keterangan bagian pakaian yang sesuai dengan gambar.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi 2 pakaian formal dari 3 kartu visual pakaian.
- Asesmen kinerja proses: lembar observasi pembuatan sketsa pakaian formal (proporsi garis bentuk pakaian formal dan kelengkapan detail bagian pakaian).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Garis Bentuk dan Detail Pakaian Formal | Sketsa belum menampilkan wujud pakaian formal dan belum memuat detail khas pakaian formal (tidak tampak kerah, bukaan kancing, atau kerapian potongan formal). | Sketsa menampilkan wujud pakaian formal secara sederhana namun garis bentuk masih belum terhubung rapi dan detail khas formal (seperti kerah atau kancing) belum lengkap. | Sketsa berhasil menampilkan wujud pakaian formal berdasarkan pengamatan secara jelas dengan garis kontur rapi serta memuat minimal 2 detail khas pakaian formal (seperti kerah kemeja dan kancing/saku). | Sketsa berhasil menampilkan wujud pakaian formal secara sangat rapi, proporsional, dan detail khas formal (seperti kerah terstruktur, kancing lurus, saku, dan manset lengan) digambar dengan garis yang tegas serta terpadu mandiri. | | Pencantuman Keterangan Pendukung Bagian Sketsa | Belum mencantumkan teks keterangan pendukung pada bagian gambar sketsa. | Mencantumkan 1 teks keterangan pendukung pada bagian gambar sketsa secara tepat. | Mencantumkan 2 teks keterangan pendukung yang menunjukkan bagian-bagian pakaian formal secara tepat (misal: 'kerah', 'kancing depan'). | Mencantumkan 3 atau lebih teks keterangan pendukung yang menunjukkan bagian-bagian pakaian formal secara lengkap dan tepat (misal: 'kerah lipat', 'kancing vertikal', 'saku dada'). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu selama 105 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan pembuatan sketsa pakaian formal dari tahap mendata ide hingga menggambar detail?
- Bagian mana dari langkah pembuatan sketsa pakaian formal (garis kerah, kancing, atau siluet baju) yang paling banyak membutuhkan bimbingan langsung dari guru?
Murid:- Bagian pakaian formal mana (kerah, saku, kancing, atau garis baju) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu gambar dalam sketsa tadi?
- Pakaian formal siapa di lingkungan sekitarmu yang menjadi inspirasi utamamu saat menggambar sketsa hari ini?
Pertemuan 5 — Membuat Karya Seni Rupa Sketsa Pakaian Kasual dan Merefleksikan Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.5 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian kasual berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 4.1.6 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat sketsa pakaian kasual/santai dan merefleksikan hasil karya sketsa menggunakan kosa kata seni rupa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar contoh pakaian (Gambar A: Kaos oblong santai; Gambar B: Jas resmi berdasi) dan meminta murid menunjukkan mana yang termasuk pakaian kasual beserta 1 ciri garis/bentuknya (acuan jawaban benar: Gambar A adalah pakaian kasual karena santai/kaos, dengan garis leher melengkung atau potongan sederhana) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati contoh sketsa pakaian kasual (seperti kaos bergambar motif alam/hewan, celana pendek, sweter santai) dan menyimak penjelasan guru tentang kosa kata seni rupa yang relevan: garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, garis gelombang, motif, dan bidang (10 menit).
- Permainan Tebak Kosa Kata Garis: Guru menggambar 3 jenis garis di papan tulis dan murid secara serentak menyebutkan kosa kata seni rupa yang tepat secara gembira (acuan: garis lurus tegak, garis lengkung, dan garis bergelombang) (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid mendata dan memilih gagasan sketsa pakaian kasual yang disukai (misalnya setelan kaos santai bermotif dan celana pendek/rok santai) berdasarkan pengamatan pakaian bermain sehari-hari di lingkungan sekitar (10 menit).
- Murid secara mandiri menggambar karya sketsa pakaian kasual di atas kertas gambar menggunakan pensil, menerapkan unsur rupa garis (lurus, lengkung, atau motif dekoratif kasual) secara cermat (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menuliskan refleksi karya sendiri pada lembar refleksi singkat mengenai jenis garis dan motif yang digunakan pada sketsa buatannya menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa (kriteria: memuat kosa kata seni rupa seperti garis lurus/lengkung/gelombang/bidang secara tepat mendeskripsikan karyanya) (15 menit).
- Murid saling bertukar melihat karya teman sebangku dan menuliskan 1 kalimat refleksi/apresiasi terhadap karya sketsa teman menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (misalnya: 'Sketsa bajumu menggunakan garis lengkung yang rapi pada bagian lengan dan motif garis gelombang') (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru merangkum kegiatan pembelajaran mengenai pembuatan sketsa pakaian kasual dan penggunaan kosa kata seni rupa dalam merefleksikan karya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas karya sketsa dan refleksi tertulis murid, serta mengingatkan persiapan pertemuan berikutnya untuk asesmen sumatif (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual kosa kata seni rupa (garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, motif) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan bertahap dalam menggoreskan garis bentuk dasar pakaian; bagi murid yang lebih cepat, diberikan tantangan mengeksplorasi variasi motif garis kasual yang lebih beragam.
- Produk: Sketsa pakaian kasual murid dapat berupa satu potong pakaian atasan kasual sederhana maupun satu set lengkap (atasan dan bawahan santai) sesuai kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan gambar: 'Perhatikan Gambar A (kaos santai) dan Gambar B (jas resmi). Mana yang merupakan pakaian kasual, dan garis apa yang kamu lihat pada leher baju tersebut?' (Acuan jawaban benar: Gambar A adalah pakaian kasual; memiliki garis lengkung pada leher).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja menggambar sketsa pakaian kasual (memeriksa ketepatan wujud pakaian kasual dan penerapan unsur garis).
- Pemeriksaan lembar refleksi karya: memeriksa ketepatan penggunaan minimal 2 kosa kata seni rupa (pilihan kosa kata: garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, garis gelombang, motif, bidang) dalam mendeskripsikan karya diri sendiri dan teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui pemeriksaan lembar refleksi karya diri sendiri dan teman dengan kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 2 kosa kata seni rupa (misal: garis lurus/lengkung/gelombang/motif/bidang) yang sesuai dengan wujud visual sketsa yang direfleksikan.
Formatif:- Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik membedakan pakaian kasual dan formal serta menyebutkan ciri garis/bentuknya
- Asesmen Proses (Observasi Kinerja): Pengamatan langsung proses pembuatan sketsa pakaian kasual dan penggunaan kosa kata seni rupa pada lembar refleksi karya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Sketsa Pakaian Kasual (TP 4.1.5) | Belum mampu membuat gambar sketsa pakaian kasual yang dapat dikenali. | Membuat gambar sketsa pakaian kasual namun bentuk garis pakaian belum jelas atau belum proporsional. | Membuat karya sketsa pakaian kasual yang jelas dan dapat dikenali dengan memanfaatkan unsur garis sesuai pengalaman/pengamatan pakaian santai sehari-hari. | Membuat karya sketsa pakaian kasual yang sangat jelas, proporsional, dan variatif dalam memadukan garis bentuk serta motif santai secara mandiri. | | Refleksi Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 4.1.6) | Belum mampu menuliskan refleksi atau belum menggunakan kosa kata seni rupa. | Menuliskan refleksi karya diri atau teman tetapi hanya memuat 1 kosa kata seni rupa atau penggunaannya belum sesuai dengan wujud garis karya. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa (seperti garis lurus, lengkung, gelombang, motif) secara tepat sesuai wujud karya. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dan teman sekelas secara lengkap, runtut, dan tepat menggunakan lebih dari 2 kosa kata seni rupa sesuai wujud karya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan konsep sketsa pakaian kasual dengan pakaian formal yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya?
- Apakah murid mampu menggunakan kosa kata seni rupa secara tepat untuk mendeskripsikan unsur garis pada karya sketsanya?
Murid:- Bagian pakaian kasual mana yang paling mudah atau paling menantang untuk kamu gambar garisnya?
- Kosa kata seni rupa apa saja yang kamu gunakan saat menceritakan sketsa buatanmu dan temanmu?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa garis dalam benda-benda di sekitar sebagai rancangan sketsa pakaian
- TP 4.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam menggambar sketsa
- TP 4.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat rancangan garis sketsa pakaian
- TP 4.1.4 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian formal berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 4.1.5 Membuat karya seni rupa berupa sketsa pakaian kasual berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 4.1.6 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana ruang kelas yang tenang dan tertib untuk pelaksanaan asesmen sumatif bab (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1, yakni menunjukkan penguasaan eksplorasi garis, pembuatan sketsa pakaian formal dan kasual, serta refleksi karya menggunakan kosa kata seni rupa (4 menit).
- Guru membagikan paket instrumen asesmen sumatif (Lembar Eksplorasi Garis, Kertas Gambar Sketsa Pakaian, dan Lembar Rekam Refleksi-Apresiasi Lisan Berpasangan) serta menjelaskan tata tertib pengerjaan mandiri dan berpasangan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk teknis Tugas 1 (Eksplorasi Garis), Tugas 2 (Menggambar Sketsa Pakaian Formal dan Kasual), dan Tugas 3 (Refleksi dan Apresiasi Lisan Berpasangan) serta membaca kriteria penilaian pada rubrik yang tertera pada lembar asesmen (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (TP 4.1.1, TP 4.1.2, TP 4.1.3): Murid secara individual dan serentak mengerjakan lembar eksplorasi garis selama 25 menit menggunakan pensil dan penghapus dengan prosedur teknis yang tepat: menggoreskan 3 variasi jenis garis (lurus, lengkung, dan zig-zag dengan tingkat ketebalan/tekanan pensil tipis dan tebal) serta mengidentifikasi penempatan jenis garis tersebut pada rancangan bagian pakaian: (1) garis lurus untuk tepi kemeja/lipatan celana bahan, (2) garis lengkung untuk kerah/lengan baju/leher kaos, dan (3) garis zig-zag untuk motif pakaian/lipatan dinamis/kerutan kain (25 menit).
- Tugas 2 (TP 4.1.4, TP 4.1.5): Murid secara individual mengerjakan pembuatan dua lembar karya gambar sketsa rancangan pakaian selama 45 menit berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar: Lembar A berisi sketsa pakaian formal (seperti kemeja berkerah tegak dan celana panjang bahan/rok lipit dengan garis lurus dominan yang rapi dan proporsional) beserta keterangan bagian pakaiannya (kerah, kancing, saku, keliman); Lembar B berisi sketsa pakaian kasual (seperti kaos oblong/hoodie santai dan celana pendek/jeans dengan garis lengkung santai yang proporsional) beserta keterangan bagian pakaiannya (leher bulat, lipatan lengan, saku santai) (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3 (TP 4.1.6): Murid duduk berpasangan secara serentak selama 15 menit untuk saling memperlihatkan sketsa karyanya; setiap murid merefleksikan karya sendiri secara lisan dan memberikan apresiasi lisan terhadap karya teman pasangannya dengan mengisi lembar rekam lisan berpasangan menggunakan 4 kosa kata seni rupa wajib: 'garis' (tebal/tipis/lurus/lengkung), 'bentuk' (simetris/bidang pakaian), 'kerapian' (kebersihan arsiran/penghapusan garis bantu), dan 'proporsi' (keseimbangan ukuran atasan dan bawahan) (15 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh artefak hasil asesmen sumatif: lembar eksplorasi garis, dua lembar gambar sketsa (formal dan kasual), serta lembar rekam refleksi-apresiasi lisan berpasangan (3 menit).
- Guru merangkum perjalanan belajar Bab 1 'Menggambar Sketsa', memberikan penegasan atas ketercapaian seluruh rangkaian tujuan pembelajaran bab, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi muatan materi/kriteria; lembar tugas sumatif dan jenis pakaian yang dirancang seragam untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk tugas secara perlahan atau penataan posisi duduk bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan/koordinasi gerak halus, tanpa mengubah batas waktu pengerjaan maupun standar penilaian.
- Produk: Format produk akhir tetap sama (artefak eksplorasi garis, 2 lembar sketsa pakaian formal & kasual dengan keterangan bagian, serta lembar rekam lisan berpasangan); murid dapat memilih jenis model busana spesifik sesuai pengamatan lingkungannya asalkan memenuhi kategori formal dan kasual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat gambar mandiri (pensil 2B, penghapus, penggaris, kertas gambar) sebelum asesmen sumatif dimulai.
Proses:- Observasi guru terhadap kepatuhan prosedur menggambar, kemandirian kerja, dan ketertiban interaksi lisan saat kegiatan saling apresiasi berpasangan.
Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja, produk gambar, dan penilaian lisan berpasangan: lembar eksplorasi garis beserta identifikasi garis rancangan pakaian, karya gambar sketsa pakaian formal dan kasual dengan detail keterangan, serta catatan hasil saling apresiasi lisan karya teman menggunakan kosa kata seni rupa
- unjuk kerja serentak: lembar kerja eksplorasi garis yang memuat variasi jenis garis (lurus, lengkung, zig-zag) menggunakan pensil dan penghapus dengan prosedur yang tepat serta identifikasi penggunaannya pada bagian rancangan pakaian (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik dan eksplorasi garis)
- penilaian produk: dua lembar karya gambar sketsa rancangan pakaian (satu pakaian formal dan satu pakaian kasual) yang proporsional berdasarkan pengamatan lingkungan beserta keterangan bagian-bagian pakaiannya (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk sketsa rupa)
- penilaian lisan berpasangan serentak: lembar rekam lisan berpasangan yang berisi catatan refleksi atas sketsa diri sendiri dan apresiasi lisan terhadap karya sketsa teman menggunakan kosa kata seni rupa (seperti garis, bentuk, kerapian, proporsi) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis refleksi dan apresiasi seni)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja, produk gambar, dan penilaian lisan berpasangan: lembar eksplorasi garis beserta identifikasi garis rancangan pakaian, karya gambar sketsa pakaian formal dan kasual dengan detail keterangan, serta catatan hasil saling apresiasi lisan karya teman menggunakan kosa kata seni rupa
- unjuk kerja serentak: lembar kerja eksplorasi garis yang memuat variasi jenis garis (lurus, lengkung, zig-zag) menggunakan pensil dan penghapus dengan prosedur yang tepat serta identifikasi penggunaannya pada bagian rancangan pakaian (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik dan eksplorasi garis)
- penilaian produk: dua lembar karya gambar sketsa rancangan pakaian (satu pakaian formal dan satu pakaian kasual) yang proporsional berdasarkan pengamatan lingkungan beserta keterangan bagian-bagian pakaiannya (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk sketsa rupa)
- penilaian lisan berpasangan serentak: lembar rekam lisan berpasangan yang berisi catatan refleksi atas sketsa diri sendiri dan apresiasi lisan terhadap karya sketsa teman menggunakan kosa kata seni rupa (seperti garis, bentuk, kerapian, proporsi) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis refleksi dan apresiasi seni)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Garis dan Prosedur Penggunaan Alat (TP 4.1.1, 4.1.2, 4.1.3) | Membuat 1 variasi jenis garis (hanya lurus atau lengkung saja), penggunaan pensil/penghapus belum tepat (kertas sobek atau kotor), dan tidak mampu mengidentifikasi penempatan garis pada bagian rancangan pakaian. | Membuat 2 variasi jenis garis (misalnya lurus dan lengkung tanpa zig-zag), penggunaan alat cukup tepat namun tekanan pensil belum bervariasi, serta mengidentifikasi tepat 1 penempatan jenis garis pada bagian rancangan pakaian (daftar acuan: garis lurus untuk tepi/lipatan celana bahan, garis lengkung untuk kerah/leher kaos, garis zig-zag untuk motif/kerutan kain). | Membuat lengkap 3 variasi jenis garis (lurus, lengkung, dan zig-zag) dengan prosedur pensil dan penghapus yang tepat, serta mengidentifikasi tepat 2 dari 3 penempatan garis pada bagian pakaian sesuai daftar acuan. | Membuat lengkap 3 variasi jenis garis (lurus, lengkung, dan zig-zag) dengan variasi tekanan garis (tebal dan tipis), penggunaan alat pensil dan penghapus sangat rapi dan bersih, serta mengidentifikasi tepat seluruh 3 penempatan garis pada bagian rancangan pakaian sesuai daftar acuan. | | Pembuatan Sketsa Pakaian Formal dan Kasual (TP 4.1.4, 4.1.5) | Hanya menghasilkan 1 sketsa pakaian (formal saja atau kasual saja), bentuk belum proporsional, serta tidak menyertakan keterangan bagian pakaian. | Menghasilkan 2 sketsa pakaian (formal dan kasual), namun karakteristik keduanya belum dapat dibedakan dengan jelas, proporsi kurang seimbang, dan hanya mencantumkan 1-2 keterangan bagian pakaian pada salah satu sketsa. | Menghasilkan 2 sketsa pakaian yang membedakan dengan jelas ciri pakaian formal (kemeja/celana bahan/rok) dan kasual (kaos/hoodie/jeans), proporsi pakaian tampak seimbang, serta memuat minimal 3 keterangan bagian pakaian di setiap lembar (acuan formal: kerah, kancing, saku, keliman; acuan kasual: lingkar leher, lipatan lengan, saku santai). | Menghasilkan 2 sketsa pakaian formal dan kasual dengan karakter garis yang sangat khas dan proporsi sangat seimbang berdasarkan pengamatan lingkungan, serta memuat lengkap minimal 4 keterangan bagian pakaian di kedua lembar secara detail dan tepat. | | Refleksi dan Apresiasi Karya dengan Kosa Kata Seni Rupa (TP 4.1.6) | Belum mampu menyampaikan refleksi diri maupun apresiasi karya teman secara lisan, atau hanya menggunakan kata umum (seperti 'bagus'/'jelek') tanpa menggunakan kosa kata seni rupa. | Menyampaikan refleksi diri dan apresiasi karya teman secara lisan dengan menggunakan tepat 1-2 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (daftar acuan: garis, bentuk, kerapian, proporsi) pada lembar rekam. | Menyampaikan refleksi diri dan apresiasi lisan karya teman secara berpasangan dengan menggunakan tepat 3 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (garis, bentuk, kerapian, proporsi) sesuai dengan fakta visual karya yang diamati. | Menyampaikan refleksi diri dan apresiasi lisan karya teman secara berpasangan secara mandiri, runtut, dan tepat menggunakan seluruh 4 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (garis, bentuk, kerapian, proporsi) secara mendalam sesuai fakta visual karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan seluruh 3 rangkaian tugas sumatif secara tuntas dan mandiri?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menghubungkan eksplorasi teknik garis ke dalam pembuatan produk sketsa pakaian formal dan kasual?
- Apakah murid sudah mampu membiasakan diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat saat mengapresiasi dan merefleksikan karya seni?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan sketsa pakaian formal dan kasual yang paling berhasil saya selesaikan hari ini?
- Kosa kata seni rupa apa yang paling membantu saya saat menjelaskan kelebihan gambar sketsa teman sebangku saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Benda-benda konkret di lingkungan kelas (meja, jam dinding, kusen pintu, keranjang)
- Contoh ragam pakaian (seragam sekolah, kemeja, rompi)
- Lembar Kerja Identifikasi Garis / Lembar Detektif Garis
- Kartu peraga 4 jenis garis dasar (lurus, lengkung, zig-zag, gelombang)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2023. Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi). Penulis: Della Naradika, Rizki Raindriati.
- Alat dan bahan nyata: pensil grafit 2B, kertas HVS/buku gambar, penghapus karet, peraut pensil.
- Set kartu berpasangan: 4 kartu nama alat/bahan dan 4 kartu deskripsi prosedur penggunaan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi). Penulis: Della Naradika & Rizki Raindriati.
- Kertas gambar A4 / buku gambar murid.
- Pensil grafit (2B/HB) dan penghapus.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Unit Bab 1 Menggambar Sketsa.
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas IV SD.
- Kertas gambar A4 atau buku gambar, pensil 2B, penghapus, dan penggaris.
- Kartu gambar contoh pakaian formal (kemeja sekolah berkerah, blazer, baju batik resmi) dan pakaian santai sebagai pembanding.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas IV SD
- Contoh gambar sketsa pakaian kasual (kaos, celana pendek, sweter)
- Kertas gambar A4, pensil, penghapus, dan penggaris
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023, Unit/Bab 1 'Menggambar Sketsa'
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 1: Lembar Eksplorasi Garis, Kertas Gambar Sketsa Pakaian A4, dan Format Lembar Rekam Refleksi-Apresiasi Lisan Berpasangan
- Pensil grafit (2B), penghapus karet, dan penggaris lurus
|