MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Merakit dan Mendetailkan Bentuk 3D Satwa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Merakit dan Mendetailkan Bentuk 3D Satwa |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merakit seluruh bagian tubuh satwa (kepala, badan, kaki, ekor) menjadi satu kesatuan bentuk 3D yang utuh dengan menggunakan lem atau selotip kertas.
- Murid dapat menambahkan detail seperti mata, corak, dan tekstur pada bentuk 3D satwa menggunakan cat atau spidol sehingga karya terlihat menyerupai satwa yang dilindungi yang dipilih.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagian tubuh satwa pilihanmu sudah siap, kira-kira bagian mana yang paling sulit untuk disambungkan dan bagaimana cara agar sambungannya kuat?
- Apa yang membuat satwa pilihanmu terlihat unik dan berbeda dari hewan lain — corak, warna, atau tekstur apa yang harus kamu tambahkan agar orang langsung mengenalinya?
- Jika karyamu dipajang di galeri sekolah, detail apa yang ingin kamu tonjolkan supaya penonton tahu ini adalah satwa yang dilindungi dan perlu dijaga?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid dan meminta mereka mengambil kantong penyimpanan berisi bagian-bagian tubuh satwa yang dibuat pada pertemuan sebelumnya.
- Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat: 'Coba pegang bagian kepala dan badan satwa kalian — apakah ukurannya sudah sesuai? Bagian mana yang belum kalian selesaikan?' Murid menjawab secara lisan atau menunjukkan langsung.
- Guru menampilkan contoh karya 3D satwa yang sudah selesai (gambar atau benda jadi) dan mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini murid akan merakit semua bagian menjadi satu bentuk utuh, lalu menambahkan detail agar satwa terlihat nyata.
- Guru mengingatkan aturan kerja: jaga kebersihan meja, gunakan lem secukupnya, dan simpan alat di tempat semula.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan dua gambar referensi satwa yang dilindungi (misalnya harimau sumatera dan komodo) dan mengajak murid mengamati: mana bagian yang terhubung satu sama lain, bagaimana posisi kaki terhadap badan, di mana letak mata dan corak.
- Murid diminta menyebutkan secara lisan urutan perakitan yang logis: 'Menurut kalian, bagian mana yang harus direkatkan pertama kali agar bentuknya tidak roboh?' — guru mencatat jawaban murid di papan tulis sebagai panduan bersama.
- Guru mendemonstrasikan teknik merekatkan dua bagian dengan lem: tempelkan lem pada kedua permukaan, tekan selama 10 detik, perkuat dengan selotip kertas jika perlu. Murid mengamati dengan seksama.
- Guru menjelaskan bahwa detail (mata, corak, tekstur) ditambahkan setelah seluruh bagian terekat agar cat tidak mudah rusak saat proses perakitan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mulai merakit bagian-bagian satwa mereka secara mandiri sesuai urutan yang disepakati: badan terlebih dahulu sebagai pijakan, lalu kepala, kemudian kaki, dan terakhir ekor atau bagian pelengkap lain.
- Guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung: menanyakan pilihan teknik murid, mendorong murid yang kesulitan untuk mencoba solusi alternatif (misalnya menambah lapisan selotip kertas pada sambungan yang lemah).
- Setelah seluruh bagian terekat dan bentuk terasa kokoh, murid mulai menambahkan detail menggunakan cat atau spidol: pertama mengecat warna dasar tubuh, kemudian menambahkan corak (belang, bintik, sisik), dan terakhir menggambar mata.
- Murid yang selesai lebih cepat didorong untuk melapisi seluruh permukaan dengan lem putih tipis agar warna lebih tahan dan karya tampak berkilap (kegiatan pengayaan).
- Guru memfasilitasi diskusi singkat berpasangan: 'Tunjukkan karya kamu ke teman sebangku — apakah temanmu bisa langsung menebak satwa apa yang kamu buat? Jika belum, detail apa yang perlu ditambahkan?'
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid meletakkan karya mereka di atas meja dan melakukan 'gallery walk' singkat selama 5 menit: berjalan mengelilingi meja teman dan mengamati minimal dua karya lain.
- Setiap murid memberikan satu komentar positif tertulis (pada selembar sticky note kecil atau kertas) untuk karya teman yang diamati: 'Hal yang paling aku suka dari karyamu adalah ...' dan menempelkannya di sisi karya tersebut.
- Murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membaca komentar yang diterima, lalu menjawab pertanyaan refleksi diri di lembar kerja: 'Bagian mana yang paling berhasil? Apa yang akan aku lakukan berbeda jika mengulang proses ini?'
- Guru meminta 2-3 murid sukarela untuk berbagi refleksi singkat di depan kelas.
Penutup:- Guru mengajak murid membersihkan meja kerja: membuang sisa potongan kertas, menutup cat, dan menyimpan alat pada tempatnya.
- Murid memberi nama dan kelas pada karya yang sudah selesai, lalu menyimpannya di tempat yang aman (kardus/rak kelas) agar tidak rusak.
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh: menyebutkan 2-3 hal yang berjalan baik di kelas hari ini dan satu hal yang bisa ditingkatkan bersama.
- Guru menyampaikan kaitan karya hari ini dengan nilai pelestarian satwa: 'Dengan membuat karya ini, kalian sudah menunjukkan kepedulian terhadap satwa yang dilindungi di Indonesia.'
- Guru menutup pembelajaran dan menginformasikan bahwa karya akan dipajang pada akhir unit sebagai bentuk apresiasi.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan referensi gambar satwa bergaris-besar (outline) yang sudah disiapkan guru sebagai panduan visual dalam menempatkan detail warna dan corak.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan bantuan perakitan awal oleh guru atau teman sebaya (buddy system) untuk bagian yang paling sulit (misalnya menempelkan kaki). Murid yang sudah siap lebih cepat dapat mengeksplorasi tekstur tambahan menggunakan bahan lain seperti potongan kain, benang, atau biji-bijian kecil.
- Produk: Murid yang belum selesai merakit seluruh bagian cukup menyelesaikan rakitan utuh tanpa detail tambahan; detail dapat dilanjutkan di sesi berikutnya. Murid yang sudah selesai dan ingin tantangan lebih dapat membuat alas/diorama sederhana dari kardus 10x10 cm sebagai tampilan karya.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid mengeluarkan bagian-bagian karya dari kantong penyimpanan dan melakukan pengecekan cepat: 'Tunjukkan bagian kepala, badan, dan kaki satwa kalian — apakah semua bagian sudah ada dan siap disambung?'
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah tahu bagian mana yang akan disambung pertama kali?' untuk mendeteksi pemahaman awal tentang urutan perakitan dan menyesuaikan intensitas bimbingan.
Proses:- Observasi langsung saat tahap Mengaplikasi menggunakan checklist: (1) murid dapat merekatkan minimal 3 bagian tubuh dengan kokoh, (2) murid mulai menambahkan minimal 1 jenis detail (warna dasar, corak, atau mata).
- Umpan balik lisan guru kepada individu murid selama berkeliling berdasarkan hasil pengamatan.
- Penilaian sejawat melalui sticky note: murid menulis satu apresiasi spesifik untuk karya teman, melatih kemampuan murid mengevaluasi karya secara artistik.
Akhir:- Penilaian karya 3D selesai menggunakan rubrik 4 aspek dengan 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
- Lembar refleksi diri tertulis murid: menjawab dua pertanyaan — 'Bagian mana dari karyaku yang paling berhasil?' dan 'Apa yang akan aku lakukan berbeda jika mengulang proses ini?' sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
Formatif:- Observasi proses perakitan: guru mengamati dan mencatat kemampuan murid menyambungkan bagian tubuh satwa secara kokoh menggunakan lembar observasi sederhana.
- Diskusi berpasangan (peer feedback) saat tahap Mengaplikasi: murid saling menilai apakah satwa teman sudah bisa dikenali berdasarkan bentuk dan detailnya.
- Pertanyaan lisan selama guru berkeliling: 'Mengapa kamu memilih warna ini? Bagaimana cara kamu memastikan sambungan ini tidak lepas?'
Sumatif:- Penilaian karya akhir berdasarkan rubrik 4 aspek: keutuhan rakitan, kesesuaian bentuk dengan satwa yang dipilih, kelengkapan detail (mata/corak/tekstur), dan kerapian karya.
- Lembar refleksi diri murid yang diisi pada tahap Merefleksi sebagai bukti kesadaran murid terhadap proses belajarnya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keutuhan Rakitan | Kurang dari 2 bagian tubuh terekat; bentuk mudah lepas atau tidak berdiri. | 2-3 bagian tubuh terekat namun sambungan rapuh atau tidak seimbang. | Seluruh bagian tubuh terekat dengan cukup kokoh; bentuk utuh dan dapat berdiri sendiri. | Seluruh bagian tubuh terekat dengan sangat kokoh, proporsional, dan karya dapat berdiri tegak tanpa bantuan; sambungan tidak terlihat kasar. | | Kesesuaian Bentuk dengan Satwa | Bentuk 3D tidak dapat dikenali sebagai satwa tertentu. | Bentuk 3D menyerupai hewan secara umum namun belum spesifik menunjukkan ciri khas satwa yang dipilih. | Bentuk 3D dapat dikenali sebagai satwa yang dipilih berdasarkan proporsi tubuh dan ciri utama (misalnya jumlah kaki, bentuk kepala). | Bentuk 3D sangat menyerupai satwa yang dipilih dengan proporsi yang tepat dan ciri khas yang menonjol sehingga langsung dapat dikenali tanpa penjelasan. | | Kelengkapan Detail | Tidak ada detail tambahan; karya hanya berupa bentuk polos tanpa warna atau corak. | Terdapat 1 jenis detail (misalnya hanya warna dasar saja). | Terdapat 2 jenis detail (misalnya warna dasar dan corak atau mata); detail cukup mencerminkan ciri satwa. | Terdapat 3 jenis detail atau lebih (warna dasar, corak/tekstur, dan mata); detail akurat mencerminkan ciri visual satwa yang dipilih. | | Kerapian Karya | Karya sangat tidak rapi: lem berlebihan menutupi banyak bagian, cat tumpang tindih tidak terkontrol. | Karya cukup rapi pada beberapa bagian namun masih terdapat banyak bekas lem atau cat yang tidak disengaja. | Karya secara keseluruhan rapi; bekas lem dan cat minimal dan tidak mengganggu tampilan karya. | Karya sangat rapi dan bersih; penggunaan lem dan cat terkontrol dengan baik sehingga karya terlihat seperti produk yang direncanakan dengan cermat. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua murid menyelesaikan perakitan dan penambahan detail, atau perlu penyesuaian pada pertemuan berikutnya?
- Murid mana yang membutuhkan dukungan tambahan dalam teknik perakitan, dan strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini?
- Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memicu rasa ingin tahu dan memberi arah yang cukup untuk murid memulai bekerja secara mandiri?
- Bagaimana kualitas umpan balik antar murid dalam sesi peer feedback — apakah murid sudah mampu memberikan komentar yang spesifik dan konstruktif?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari karyamu yang paling kamu banggakan hari ini, dan mengapa?
- Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat merakit bagian-bagian tubuh satwa, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?
- Jika kamu bisa mengulang proses membuat karya ini dari awal, apa satu hal yang akan kamu lakukan secara berbeda?
SUMBER BELAJAR- Bagian-bagian tubuh satwa 3D dari kertas/koran bekas yang dibuat pada pertemuan sebelumnya (disimpan dalam kantong berlabel nama murid)
- Lem kertas (lem putih/PVA) dan selotip kertas
- Cat poster atau cat air berbagai warna
- Spidol warna-warni ukuran kecil dan sedang
- Kuas cat berbagai ukuran (1 set per murid atau per kelompok)
- Palet cat atau piring plastik kecil sebagai tempat mencampur warna
- Gambar referensi satwa yang dilindungi di Indonesia (dicetak atau ditampilkan di layar): harimau sumatera, komodo, orangutan, badak bercula satu, dll.
- Kardus potongan ukuran 10x10 cm atau 20x20 cm sebagai alas karya (opsional, untuk pengayaan)
- Sticky note atau potongan kertas kecil untuk kegiatan peer feedback
- Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)
- Buku Guru Seni Rupa Kelas 3 Fase B — Bab 9 Membuat Bentuk 3D
|