Modul AjarPertemuan 1Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Bentuk 3D dan Satwa Dilindungi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Mengenal Bentuk 3D dan Satwa Dilindungi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Bentuk 3D dan Satwa Dilindungi

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 9 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Bentuk 3D dan Satwa Dilindungi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Bentuk 3D dan Satwa Dilindungi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi bentuk 3D (bola, silinder, kubus) yang terdapat pada tubuh satwa dilindungi melalui pengamatan gambar dengan tepat.
  2. Murid dapat memilih satu satwa dilindungi dan merencanakan bentuk-bentuk 3D yang akan digunakan untuk membuat karya patung satwa tersebut secara tertulis atau sketsa sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat harimau, komodo, atau orang utan? Di mana kamu melihatnya, dan apa yang membuatmu ingat dengan hewan itu?
  2. Kalau kamu perhatikan bentuk tubuh hewan itu, kira-kira bagian mana yang bentuknya seperti bola, seperti tabung, atau seperti kotak?
  3. Mengapa beberapa hewan di Indonesia hampir punah, dan apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga mereka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk melingkar atau berkelompok kecil agar suasana terasa akrab dan nyaman. (5 menit)
  • Guru menampilkan 3–4 gambar satwa dilindungi Indonesia (misalnya: harimau sumatera, komodo, orang utan, badak bercula satu) di papan tulis atau layar proyektor.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu melihat hewan ini? Di mana? Apa yang membuatnya spesial?' untuk menggali pengetahuan awal murid. (Asesmen Awal/Diagnostik)
  • Guru mendengarkan jawaban murid, mencatat siapa yang sudah mengenal satwa dilindungi dan siapa yang belum, sebagai dasar diferensiasi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal bentuk 3D pada tubuh satwa dilindungi dan merencanakan karya 3D yang akan mereka buat pada pertemuan berikutnya.
  • Guru memotivasi murid bahwa dengan membuat karya seni bertema satwa dilindungi, mereka turut menjaga kecintaan terhadap kekayaan alam Indonesia.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep bentuk 3D secara sederhana: bola (bulat ke segala arah), silinder/tabung (seperti kaleng), dan kubus/kotak (seperti dadu). Guru menunjukkan benda nyata di kelas sebagai contoh jika tersedia. (Berkesadaran: murid diajak fokus mengamati benda konkret)
  • Guru memperlihatkan gambar satu satwa (contoh: orang utan) dan bersama murid mengidentifikasi bagian-bagian tubuhnya: 'Kepala orang utan bentuknya mirip apa? Badannya? Lengannya?' Guru menuliskan jawaban murid di papan tulis.
  • Murid mengamati gambar satwa pilihan mereka sendiri (dari lembar gambar yang dibagikan atau ditampilkan di layar) dan diminta menjawab secara lisan atau menuliskan di lembar kerja: 'Sebutkan tiga bagian tubuh satwamu dan bentuk 3D yang paling mendekati!' (Bermakna: murid menghubungkan pengamatan visual dengan konsep geometri 3D)
  • Guru berkeliling, mendengarkan, dan memberikan umpan balik lisan singkat kepada setiap murid. Guru mencatat murid yang kesulitan membedakan bentuk 3D sebagai bahan diferensiasi. (Asesmen Proses — observasi dan tanya jawab)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memilih satu satwa dilindungi yang paling mereka sukai dari daftar gambar yang tersedia. Guru memberi kebebasan memilih agar murid merasa memiliki karya mereka. (Menggembirakan: pilihan bebas meningkatkan motivasi)
  • Murid mengisi 'Lembar Rencana Karya 3D' sederhana yang berisi: (a) nama satwa yang dipilih, (b) gambar/sketsa sederhana satwa tersebut, (c) daftar bagian tubuh satwa dan bentuk 3D yang akan dibuat untuk setiap bagian (contoh: kepala = bola, badan = telur/ellipsoid, kaki = silinder).
  • Guru memandu murid yang membutuhkan bantuan dengan pertanyaan pengarah: 'Kalau kamu mau membuat kepala badak dari kertas koran, bentuk apa yang kamu remas dulu?' (Bermakna: perencanaan dihubungkan dengan tindakan nyata yang akan dilakukan)
  • Murid yang selesai lebih cepat diminta menambahkan keterangan ukuran relatif (besar/sedang/kecil) pada setiap bagian tubuh satwanya sebagai tantangan tambahan. (Diferensiasi produk untuk murid cepat)
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela mempresentasikan pilihan satwa dan rencana bentuk 3D mereka di depan kelas. Teman-teman merespons dengan bertepuk tangan atau memberikan satu kata pujian. (Menggembirakan: apresiasi antarteman)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: 'Bagian mana dari kegiatanmu hari ini yang paling mudah? Bagian mana yang paling sulit?' Murid menuliskan atau menggambar ekspresi wajah (emoji) di sudut lembar kerja mereka. (Berkesadaran: murid mengelola proses belajar secara sadar)
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apakah ada bagian tubuh satwa yang bentuk 3D-nya susah kamu bayangkan? Bagaimana kamu akan mencoba mengatasinya?' (Bermakna: murid memaknai hambatan sebagai bagian dari proses belajar)
  • Guru mengaitkan kembali kegiatan dengan nilai kepedulian lingkungan: 'Dengan membuat karya satwa dilindungi, kita mengingatkan diri sendiri dan orang lain bahwa hewan-hewan ini perlu dijaga. Bagaimana perasaanmu?' (Bermakna: seni dihubungkan dengan tanggung jawab sebagai warga negara)
  • Murid menyimpan Lembar Rencana Karya 3D mereka di dalam kantong/amplop yang sudah diberi nama dan kelas, untuk digunakan pada pertemuan berikutnya. (Asesmen Proses — lembar rencana sebagai bukti perencanaan)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyebutkan satu hal yang mereka pelajari hari ini dengan cara 'Hari ini aku tahu bahwa...' secara bergantian (beberapa murid secara acak). (5 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menegaskan kembali pentingnya menjaga satwa dilindungi Indonesia.
  • Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya: murid akan mulai membuat bentuk 3D satwa pilihan mereka menggunakan koran bekas.
  • Guru meminta murid membawa koran bekas dari rumah sebagai persiapan pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam. (Asesmen Akhir — guru mengumpulkan Lembar Rencana Karya 3D untuk diperiksa sebagai asesmen sumatif pertemuan ini)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal satwa dilindungi diberikan lembar informasi bergambar singkat (1 halaman) berisi foto dan nama 4–5 satwa dilindungi beserta deskripsi singkat bentuk tubuhnya, sehingga mereka punya cukup referensi visual sebelum mengisi lembar rencana.
  • Proses: Murid yang kesulitan mengidentifikasi bentuk 3D dibimbing guru atau teman sebaya dengan menggunakan benda konkret di kelas (bola, kaleng, kotak) sebagai acuan langsung. Murid yang sudah cepat memahami dapat diminta mengidentifikasi lebih dari tiga bentuk 3D pada tubuh satwanya.
  • Produk: Murid yang sudah siap dapat membuat sketsa satwanya lebih detail dengan menambahkan keterangan ukuran relatif setiap bagian (besar/sedang/kecil) dan menuliskan urutan perakitan yang akan mereka lakukan. Murid yang masih kesulitan cukup mengisi nama satwa dan menyebutkan minimal dua bentuk 3D secara lisan kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar satwa dilindungi dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Hewan apa ini? Pernahkah kamu melihatnya? Apa yang kamu tahu tentang hewan ini?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang satwa dilindungi dan konsep bentuk.
  • Guru mengamati respons murid dan mencatat siapa yang sudah mengenal konsep bentuk geometri dasar sebagai pijakan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi dan tanya jawab saat murid mengidentifikasi bentuk 3D pada gambar satwa: guru menilai apakah murid dapat menyebutkan nama bentuk (bola, silinder, kubus) dan menunjukkan bagian tubuh satwa yang sesuai.
  • Pemeriksaan Lembar Rencana Karya 3D saat murid mengerjakan: guru berkeliling dan memberikan umpan balik lisan tentang kesesuaian pemilihan bentuk 3D dengan bagian tubuh satwa.
  • Observasi saat presentasi singkat: guru menilai kemampuan murid menjelaskan pilihannya kepada teman.

Akhir:

  • Pengumpulan Lembar Rencana Karya 3D sebagai bukti pencapaian TP [3.9.1.1] dan [3.9.1.2]: guru memeriksa apakah murid telah mengidentifikasi minimal 3 bentuk 3D pada tubuh satwa dan membuat rencana pembuatan yang logis.
  • Guru menggunakan rubrik 4 level untuk menilai Lembar Rencana Karya 3D.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat guru mengidentifikasi bentuk 3D pada gambar satwa bersama murid (tahap Memahami)
  • Observasi guru saat murid mengisi Lembar Rencana Karya 3D — guru mencatat ketepatan identifikasi bentuk 3D dan kelengkapan perencanaan (tahap Mengaplikasi)
  • Lembar refleksi diri (emoji/tulisan singkat) yang diisi murid di sudut lembar kerja (tahap Merefleksi)

Sumatif:

  • Lembar Rencana Karya 3D yang diselesaikan murid: dinilai berdasarkan ketepatan mengidentifikasi bentuk 3D pada bagian tubuh satwa dan kelengkapan rencana pembuatan karya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Bentuk 3D pada Satwa (TP 3.9.1.1)Murid belum dapat menyebutkan atau mencocokkan bentuk 3D (bola, silinder, kubus) pada bagian tubuh satwa, meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan 1 bentuk 3D yang sesuai dengan bagian tubuh satwa dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat mengidentifikasi 2–3 bentuk 3D yang sesuai dengan bagian tubuh satwa secara mandiri.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 bentuk 3D pada berbagai bagian tubuh satwa secara mandiri dan dapat menjelaskan alasannya.
Merencanakan Karya 3D Satwa Pilihan (TP 3.9.1.2)Murid belum memilih satwa atau belum mengisi rencana bentuk 3D sama sekali.Murid memilih satwa dan menuliskan 1 bentuk 3D yang akan dibuat, namun rencana belum lengkap atau kurang sesuai dengan bentuk tubuh satwa.Murid memilih satwa dan membuat rencana yang mencakup minimal 3 bagian tubuh beserta bentuk 3D yang akan dibuat, disertai sketsa sederhana.Murid memilih satwa, membuat rencana lengkap untuk semua bagian tubuh utama dengan bentuk 3D yang tepat, disertai sketsa dan keterangan ukuran relatif atau urutan perakitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan antara bentuk 3D (bola, silinder, kubus) setelah kegiatan hari ini? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan cukup efektif memancing rasa ingin tahu murid terhadap satwa dilindungi?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Satwa apa yang kamu pilih hari ini, dan mengapa kamu memilihnya?
  • Bentuk 3D apa yang kamu temukan pada tubuh satwamu? Mana yang paling mudah kamu kenali?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagimu? Bagian mana yang terasa sulit?
  • Apa yang ingin kamu coba lakukan pada pertemuan berikutnya saat mulai membuat karya 3D satwamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek)
  2. Gambar/foto satwa dilindungi Indonesia: harimau sumatera, orang utan, komodo, badak bercula satu, gajah sumatera (disiapkan guru dalam bentuk cetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  3. Lembar Rencana Karya 3D (dibuat oleh guru, berisi kolom: nama satwa, sketsa, bagian tubuh, bentuk 3D yang dipilih)
  4. Benda konkret sebagai peraga bentuk 3D: bola plastik, kaleng/tabung bekas, kotak/dadu (jika tersedia di kelas)
  5. Koran bekas (untuk diperkenalkan sebagai bahan utama karya di pertemuan berikutnya)
  6. Proyektor/layar atau papan tulis untuk menampilkan gambar satwa
  7. Alat tulis: pensil, krayon, atau spidol untuk mengisi Lembar Rencana Karya 3D

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.