Modul AjarPertemuan 5Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Presentasi dan Refleksi Karya Model Bangunan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Presentasi dan Refleksi Karya Model Bangunan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Presentasi dan Refleksi Karya Model Bangunan

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Presentasi dan Refleksi Karya Model Bangunan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPresentasi dan Refleksi Karya Model Bangunan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu mempresentasikan model bangunan kelompoknya dengan menjelaskan bentuk geometris yang digunakan.
  2. Siswa mampu memberikan apresiasi terhadap karya teman menggunakan kosakata seni rupa (bentuk, garis, warna).
  3. Siswa mampu merefleksikan proses pembuatan karya dan menyebutkan kesulitan serta hal yang dipelajari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu melihat model bangunan yang sudah jadi, bentuk geometris apa yang paling banyak kamu temukan dan mengapa pembuatnya memilih bentuk itu?
  2. Bagaimana cara kamu menceritakan karya yang sudah dibuat agar orang lain bisa memahami dan menghargainya?
  3. Apa hal paling menantang yang kamu rasakan saat membuat model bangunan, dan apa yang kamu pelajari dari tantangan itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa siswa dan meminta satu siswa memimpin doa bersama. (3 menit)
  • Guru mengecek kesiapan belajar: meminta siswa mengeluarkan model bangunan kelompok yang sudah selesai dibuat pada pertemuan sebelumnya dan menaruhnya di atas meja kelompok. (2 menit)
  • Asesmen awal diagnostik: Guru bertanya singkat secara lisan, 'Siapa yang bisa menyebutkan satu bentuk geometris yang ada di model bangunan kelompokmu?' — guru mencatat jawaban sebagai gambaran kesiapan siswa. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangkitkan rasa ingin tahu, kemudian menjelaskan tujuan kegiatan hari ini: setiap kelompok akan mempresentasikan karya, memberikan apresiasi ke teman, dan merefleksikan proses belajar. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis daftar kosakata seni rupa yang akan dipakai hari ini: bentuk (kubus, silinder, kerucut, limas, balok), garis (lurus, lengkung, diagonal), dan warna (primer, sekunder, terang, gelap). Guru memberi contoh kalimat apresiasi sederhana: 'Model bangunan ini menggunakan bentuk kotak dan silinder. Garis lurusnya membuat bangunan terlihat kokoh.' (5 menit)
  • Siswa bersama guru mengulang kosakata tersebut dengan cara menunjuk bagian-bagian pada satu contoh model bangunan yang dipilih secara acak. Guru bertanya, 'Ini garis apa? Ini bentuk apa?' dan siswa menjawab bersama secara lisan. (Prinsip Berkesadaran: siswa diajak hadir dan sadar terhadap kosakata yang digunakan.)
  • Guru menjelaskan alur presentasi: setiap kelompok mendapat waktu 3 menit untuk presentasi, kemudian kelompok lain mendapat giliran memberikan satu kalimat apresiasi menggunakan kosakata seni rupa yang baru diulas. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Presentasi kelompok dilaksanakan secara bergantian. Setiap kelompok maju ke depan membawa model bangunannya, menunjukkan bagian-bagian tertentu, dan menjelaskan: (a) nama bangunan yang dibuat, (b) minimal 3 bentuk geometris yang digunakan, (c) alasan memilih bentuk-bentuk tersebut. (Prinsip Bermakna: siswa menghubungkan karya dengan pilihan desain yang nyata dan beralasan.)
  • Sementara satu kelompok presentasi, kelompok lain menyimak dan masing-masing siswa menuliskan satu kalimat apresiasi di 'Kartu Apresiasi' (selembar kertas kecil yang sudah disiapkan guru). Kalimat harus menggunakan minimal satu kosakata seni rupa dari daftar yang ada di papan. (Prinsip Menggembirakan: format kartu membuat apresiasi terasa seperti 'hadiah' kepada teman.)
  • Setelah presentasi selesai, kelompok penerima membacakan beberapa kartu apresiasi yang diterima dari teman-temannya. Guru mendampingi dan membantu bila ada kata yang perlu diperbaiki, tanpa menyalahkan, dengan cara mengucap ulang kalimat yang benar. (Prinsip Bermakna: umpan balik sebaya memperkuat pembelajaran nyata.)
  • Guru memantau dan mencatat observasi: apakah siswa menggunakan kosakata seni rupa dengan tepat, serta apakah penjelasan presentasi menyebut bentuk geometris secara spesifik. Catatan ini digunakan sebagai asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan 'Lembar Refleksi Diri' berisi tiga pertanyaan: (1) Apa bagian yang paling kamu sukai dari proses membuat model bangunan? (2) Apa kesulitan yang kamu alami dan bagaimana kamu mengatasinya? (3) Apa satu hal baru yang kamu pelajari dari membuat dan melihat karya teman? Siswa mengisi secara mandiri selama 5 menit. (Prinsip Berkesadaran: refleksi mendorong siswa menyadari proses belajar mereka sendiri.)
  • Guru mengundang 3–4 siswa secara sukarela untuk berbagi jawaban refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan mengaitkan jawaban siswa dengan konsep bentuk geometris yang telah dipelajari sepanjang Bab 8. (Prinsip Bermakna: guru membantu siswa melihat koneksi antara pengalaman dan pembelajaran.)
  • Siswa yang tidak presentasi memberikan 'jempol atau bintang' (gesture tangan atau simbol tertulis di kartu) kepada teman yang berbagi refleksi sebagai bentuk apresiasi singkat dan penguatan positif. (Prinsip Menggembirakan: atmosfer apresiasi yang ringan dan menyenangkan.)

Penutup:

  • Guru mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Hari ini kita sudah melakukan apa saja?' — guru menampung 2–3 jawaban siswa, lalu merangkumnya. (3 menit)
  • Asesmen akhir: Guru meminta setiap siswa menuliskan di sticky note atau kartu keluar (exit ticket) satu bentuk geometris yang mereka sebutkan dalam presentasi dan satu kosakata seni rupa yang digunakan saat memberikan apresiasi. Kartu dikumpulkan ke guru. (4 menit)
  • Guru memberikan penguatan positif secara menyeluruh terhadap usaha semua kelompok dan menyampaikan bahwa setiap karya memiliki keunikannya masing-masing.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: model bangunan akan dipajang di kelas sebagai pameran mini selama satu minggu agar bisa dilihat oleh teman-teman dari kelas lain.
  • Seorang siswa memimpin doa penutup. Guru mengucapkan salam dan menutup pembelajaran. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang belum menguasai kosakata seni rupa, guru menyediakan 'Kartu Bantuan Kata' bergambar yang menunjukkan contoh visual setiap kosakata (contoh: gambar kubus dengan label 'kubus', gambar garis lengkung dengan label 'garis lengkung'). Siswa dapat merujuk kartu ini saat presentasi atau menulis apresiasi.
  • Proses: Untuk siswa yang belum percaya diri presentasi, guru memperbolehkan mereka mempresentasikan hanya satu bagian model (misalnya bagian atap saja) dan didampingi teman sekelompok. Untuk siswa yang sudah siap dan cepat, guru menantang mereka menjelaskan mengapa kombinasi bentuk geometris yang mereka pilih membuat bangunan terlihat lebih kuat atau indah.
  • Produk: Siswa yang belum berkembang cukup menuliskan satu kalimat apresiasi sederhana. Siswa yang sudah berkembang lebih didorong untuk menulis dua kalimat apresiasi yang menyebut minimal dua kosakata seni rupa berbeda, atau menambahkan saran konstruktif yang santun.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru bertanya kepada beberapa siswa, 'Bentuk geometris apa yang ada di model bangunan kelompokmu?' untuk mengecek kesiapan dan ingatan siswa terhadap materi bentuk geometris dari pertemuan sebelumnya.
  • Guru mengamati apakah siswa dapat menyebut nama bentuk geometris (kubus, silinder, dll.) atau masih bingung — hasilnya digunakan untuk menentukan apakah perlu review kosakata lebih lama saat tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi terstruktur saat presentasi: guru menggunakan lembar observasi sederhana (daftar nama kelompok) dan memberi tanda centang bila siswa menyebut minimal 3 bentuk geometris secara tepat.
  • Kartu Apresiasi dikumpulkan dan diperiksa: guru mengecek apakah minimal satu kosakata seni rupa digunakan dengan benar dalam kalimat apresiasi.
  • Guru mencatat siswa yang kesulitan menemukan kata atau ragu saat presentasi sebagai bahan umpan balik langsung dan tindak lanjut diferensiasi.

Akhir:

  • Exit Ticket: setiap siswa menyerahkan kartu berisi (1) satu bentuk geometris yang disebutkan saat presentasi dan (2) satu kosakata seni rupa yang digunakan saat apresiasi. Guru menilai ketepatan dan kelengkapan jawaban.
  • Lembar Refleksi Diri dikumpulkan: guru membaca dan menilai apakah siswa mampu menyebutkan kesulitan konkret yang dialami dan satu hal yang dipelajari — bukan sekadar jawaban umum.

Formatif:

  • Observasi guru saat presentasi kelompok: apakah siswa menyebut nama bentuk geometris secara spesifik dan tepat.
  • Kartu Apresiasi: dinilai kesesuaian penggunaan kosakata seni rupa (bentuk, garis, warna) dalam kalimat apresiasi yang ditulis siswa.
  • Lembar Refleksi Diri: dinilai kemampuan siswa mengidentifikasi kesulitan dan hal yang dipelajari secara jujur dan konkret.

Sumatif:

  • Exit Ticket (kartu keluar): siswa menuliskan satu bentuk geometris dari presentasi dan satu kosakata seni rupa yang digunakan saat apresiasi — digunakan untuk mengukur ketercapaian TP 3.8.5.1 dan 3.8.5.2.
  • Lembar Refleksi Diri yang telah diisi: digunakan sebagai bukti ketercapaian TP 3.8.5.3.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Presentasi Model Bangunan (TP 3.8.5.1)Siswa tidak dapat menjelaskan bentuk geometris pada modelnya, atau hanya menyebut nama bangunan tanpa menunjuk bentuk spesifik.Siswa dapat menyebut 1–2 bentuk geometris pada modelnya dengan bantuan pertanyaan dari guru.Siswa dapat menyebutkan minimal 3 bentuk geometris pada modelnya secara mandiri dan menunjuk bagian yang dimaksud.Siswa dapat menyebutkan minimal 3 bentuk geometris, menunjuk bagian yang dimaksud, dan menjelaskan alasan pemilihan bentuk tersebut dengan kalimat yang jelas.
Apresiasi Karya Teman (TP 3.8.5.2)Siswa tidak menulis atau hanya menulis kalimat umum tanpa menggunakan kosakata seni rupa (contoh: 'bagus sekali').Siswa menulis satu kalimat apresiasi namun penggunaan kosakata seni rupa kurang tepat atau tidak relevan dengan karya yang diamati.Siswa menulis satu kalimat apresiasi yang menggunakan minimal satu kosakata seni rupa (bentuk, garis, atau warna) secara tepat dan relevan.Siswa menulis dua kalimat apresiasi yang menggunakan minimal dua kosakata seni rupa berbeda secara tepat, relevan, dan disampaikan dengan santun.
Refleksi Proses Pembuatan Karya (TP 3.8.5.3)Siswa tidak mengisi lembar refleksi atau hanya menulis 'tidak ada' dan 'sudah' tanpa penjelasan.Siswa mengisi lembar refleksi dengan satu jawaban yang masih sangat umum (contoh: 'susah' tanpa menjelaskan apa yang susah).Siswa mampu menyebutkan satu kesulitan konkret yang dialami dan satu hal yang dipelajari dari proses pembuatan karya.Siswa mampu menyebutkan kesulitan konkret, menjelaskan cara mengatasinya, dan menyebutkan minimal dua hal yang dipelajari dari proses pembuatan maupun dari melihat karya teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok mendapat waktu dan kesempatan yang cukup untuk presentasi? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan mendatang?
  • Apakah penggunaan kosakata seni rupa oleh siswa sudah tepat dan beragam? Kosakata apa yang masih perlu diperkuat?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan (Kartu Bantuan Kata, pendampingan presentasi) benar-benar membantu siswa yang membutuhkan? Apakah ada siswa yang masih belum terfasilitasi dengan baik?
  • Apakah suasana apresiasi antarteman terasa tulus dan mendukung, atau ada dinamika kelompok yang perlu diperhatikan ke depan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari presentasimu yang kamu rasa sudah bagus, dan bagian mana yang ingin kamu perbaiki?
  • Saat memberikan apresiasi kepada teman, kata seni rupa apa yang kamu pakai? Apakah kamu merasa sudah menggunakannya dengan benar?
  • Apa satu hal yang kamu pelajari hari ini dari melihat karya kelompok lain yang berbeda dari karya kelompokmu sendiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Model bangunan 3D dari kardus yang dibuat siswa pada pertemuan sebelumnya (Pertemuan 1–4 Bab 8)
  2. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III (Fase B) — Bab 8: Eksplorasi Bentuk Geometris pada Bangunan
  3. Papan tulis atau flipchart untuk menampilkan daftar kosakata seni rupa
  4. Kartu Apresiasi (selembar kertas kecil berukuran ±10x7 cm, disiapkan guru, satu per siswa)
  5. Lembar Refleksi Diri (satu lembar per siswa, berisi 3 pertanyaan refleksi yang disiapkan guru)
  6. Kartu Bantuan Kata bergambar (untuk diferensiasi — disiapkan guru, berisi gambar dan label kosakata seni rupa)
  7. Exit Ticket / Kartu Keluar (selembar kertas kecil, satu per siswa)
  8. Sticky note (opsional, sebagai alternatif exit ticket atau kartu jempol/bintang)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.