MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Mendesain dan Membuat Model Bangunan dari Kardus INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Mendesain dan Membuat Model Bangunan dari Kardus |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Siswa mampu merancang model bangunan sederhana dengan menggabungkan bentuk geometris dari kardus.
- Siswa mampu membuat model bangunan 3 dimensi dari kardus dengan teknik potong, lipat, dan rekat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Coba perhatikan gedung sekolah kita — bentuk apa saja yang kamu temukan di sana: kotak, silinder, atau yang lain?
- Kalau kamu bisa membangun rumah impianmu sendiri, kira-kira bentuknya akan seperti apa?
- Menurutmu, mengapa bangunan-bangunan di sekitar kita banyak menggunakan bentuk geometris seperti persegi panjang dan segitiga?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan siswa agar siap belajar.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan 3–4 foto bangunan sederhana (rumah, sekolah, menara) dan meminta siswa menyebut nama bentuk geometris yang mereka lihat. Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal siswa.
- Guru menyampaikan topik pertemuan hari ini: merancang dan membuat model bangunan 3 dimensi dari kardus.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: siswa akan bisa membuat sketsa rancangan dan mewujudkannya menjadi model bangunan nyata dari kardus.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu siswa.
- Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: mengamati, merancang, membuat, lalu berbagi cerita tentang karya.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar atau contoh nyata berbagai bangunan (rumah, masjid, gedung bertingkat, menara) dan memandu diskusi kelas: bentuk geometris apa yang menyusun bangunan tersebut? (kotak, silinder, kerucut, piramida, prisma)
- Siswa diminta menyebut dan menunjuk langsung bentuk-bentuk yang mereka temukan pada gambar tersebut, sambil guru menuliskan daftar bentuk di papan tulis.
- Guru menunjukkan contoh model bangunan sederhana yang sudah jadi dari kardus, lalu menjelaskan secara singkat teknik dasar: cara memotong kardus dengan gunting, cara melipat untuk membentuk sudut, dan cara merekatkan menggunakan lem.
- Guru mendemonstrasikan langkah membuat satu bentuk dasar (misalnya kotak/kubus kecil dari kardus) dari awal hingga selesai agar siswa memahami prosesnya.
- Guru membagikan lembar kerja sketsa rancangan kepada setiap siswa dan menjelaskan cara mengisinya: gambar tampak depan bangunan, tentukan bagian-bagian bangunan, dan beri nama bentuk geometrisnya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Siswa mulai mengisi lembar kerja sketsa rancangan secara individu: menggambar model bangunan yang ingin dibuat, menandai bagian-bagian bangunan, dan menuliskan bentuk geometris yang akan digunakan di masing-masing bagian (misalnya: atap = segitiga/kerucut, dinding = persegi panjang, menara = silinder).
- Guru berkeliling memantau sketsa siswa, memberikan umpan balik singkat dan pertanyaan penggali ('Bagian ini bentuk apa, ya? Kira-kira bisa dibuat dari kardus seperti apa?'), serta mencatat temuan untuk asesmen proses.
- Setelah sketsa selesai (sekitar 10 menit), siswa mengambil bahan yang tersedia (kardus, gunting, lem, kertas warna) dan mulai membuat model bangunan 3 dimensi sesuai rancangan masing-masing.
- Siswa menerapkan teknik potong, lipat, dan rekat sesuai yang telah didemonstrasikan guru. Guru mengingatkan agar menggunakan alas koran agar meja tetap bersih.
- Guru memfasilitasi dengan berkeliling, memberi bantuan teknis bila diperlukan (misalnya cara melipat sudut 90 derajat atau cara merekatkan bagian yang sulit), serta mendorong siswa untuk terus mencoba meski hasilnya belum sempurna.
- Siswa yang sudah selesai lebih cepat dapat menambahkan detail dekoratif pada model bangunannya (jendela, pintu, warna, tekstur) menggunakan kertas warna atau pensil warna.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah model bangunan selesai (atau waktu membuat habis), siswa meletakkan karya di atas meja masing-masing dan melakukan 'gallery walk' singkat: berjalan mengelilingi kelas mengamati karya teman selama 3 menit.
- Setiap siswa diminta menyiapkan satu kalimat apresiasi untuk karya teman dan satu hal yang ingin mereka coba tiru atau kembangkan dari karya teman tersebut.
- Beberapa siswa (2–3 orang) secara sukarela menceritakan di depan kelas: bangunan apa yang mereka buat, bentuk geometris apa saja yang mereka gunakan, dan satu tantangan yang mereka hadapi saat membuat.
- Guru memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Bagian mana yang paling sulit? Bagaimana kalian mengatasinya? Apa yang akan kalian lakukan berbeda jika membuat lagi?'
- Siswa mengisi lembar refleksi mandiri singkat (3 pertanyaan: Apa yang berhasil aku buat? Apa yang sulit? Apa yang ingin aku coba lain kali?).
Penutup:- Guru mengajak siswa membersihkan meja dan merapikan sisa bahan/potongan kardus bersama-sama.
- Guru melakukan asesmen akhir singkat: meminta 2–3 siswa menyebutkan nama bentuk geometris yang mereka gunakan dalam model bangunan dan alasan pemilihannya.
- Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua siswa, menekankan bahwa proses mencoba itu lebih penting dari hasil yang sempurna.
- Guru menyimpulkan pembelajaran: bentuk geometris yang dipelajari di Matematika ternyata ada di sekitar kita, termasuk pada bangunan, dan kita bisa membuatnya sendiri.
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (bila ada) atau menginformasikan bahwa karya akan dipajang di kelas.
- Guru menutup kelas dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk siswa yang belum mengenal bentuk geometris 3 dimensi, guru menyediakan kartu referensi bergambar bentuk-bentuk geometris (kubus, balok, silinder, kerucut, limas) beserta contoh bangunan yang menggunakannya, sehingga siswa bisa merujuk kartu tersebut saat merancang.
- Proses: Untuk siswa yang membutuhkan lebih banyak dukungan, guru menyediakan template/pola potong kardus siap pakai sehingga mereka bisa langsung melipat dan merekat tanpa perlu memotong dari nol. Untuk siswa yang lebih cepat, mereka ditantang untuk membuat minimal dua bangunan berbeda dan menyusunnya menjadi satu 'kawasan' kecil.
- Produk: Siswa yang lebih cepat dan percaya diri dapat menambahkan elemen dekoratif (mengecat, menempel kertas warna, membuat taman kecil di sekitar bangunan) dan menyiapkan penjelasan lisan 2–3 kalimat tentang karyanya. Siswa yang memerlukan lebih banyak waktu cukup menyelesaikan satu bangunan utama dengan minimal dua bentuk geometris.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan foto 3–4 bangunan sederhana dan meminta siswa menyebutkan nama bentuk geometris yang mereka kenali pada bangunan tersebut.
- Guru mencatat siswa yang sudah mengenal bentuk 3 dimensi (kubus, silinder, kerucut) dan yang baru mengenal bentuk 2 dimensi (persegi, segitiga) untuk menyesuaikan tingkat dukungan yang diberikan.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah membuat sesuatu dari kardus sebelumnya? Apa yang kamu buat?'
Proses:- Observasi langsung saat siswa mengisi lembar sketsa: apakah siswa mampu mengidentifikasi dan menggambar minimal dua bentuk geometris berbeda untuk bagian-bagian bangunan.
- Pemantauan saat praktik membuat: apakah siswa mampu menggunakan teknik potong, lipat, dan rekat secara tepat tanpa mengalami kesulitan berulang.
- Pertanyaan penggali selama praktik: 'Kamu menggunakan bentuk apa untuk bagian ini? Mengapa? Bagaimana cara kamu merekatkannya agar kuat?'
- Catatan anekdotal guru terhadap 3–5 siswa yang memerlukan perhatian khusus (baik yang membutuhkan bantuan maupun yang perlu tantangan lebih).
Akhir:- Penilaian model bangunan 3 dimensi yang dihasilkan berdasarkan rubrik 4 aspek: kesesuaian dengan rancangan sketsa, penggunaan minimal dua bentuk geometris, kerapian teknik (potong, lipat, rekat), dan kreativitas tampilan.
- Penilaian lembar sketsa rancangan: apakah siswa mampu menggambarkan rancangan secara jelas dan menandai nama bentuk geometris yang digunakan.
- Penilaian refleksi mandiri siswa: kemampuan siswa mengidentifikasi apa yang berhasil, apa yang sulit, dan apa yang ingin dicoba lain kali.
Formatif:- Observasi guru saat siswa menyebutkan bentuk geometris pada foto bangunan di tahap pendahuluan (asesmen awal).
- Pemeriksaan lembar kerja sketsa rancangan: kesesuaian antara bentuk geometris yang dipilih dengan bagian bangunan yang dirancang.
- Observasi proses kerja: kemampuan siswa menerapkan teknik potong, lipat, dan rekat secara mandiri.
- Pertanyaan lisan penggali saat guru berkeliling ('Bentuk apa ini? Mengapa kamu memilih bentuk ini untuk bagian atap?').
Sumatif:- Penilaian produk: model bangunan 3 dimensi dari kardus dinilai berdasarkan rubrik (kesesuaian rancangan, penggunaan bentuk geometris, kerapian teknik, dan kreativitas).
- Penilaian lembar sketsa rancangan: kelengkapan dan kesesuaian antara sketsa dengan model yang dibuat.
- Presentasi lisan singkat (2–3 siswa): kemampuan menyebutkan bentuk geometris yang digunakan dan alasannya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang Model Bangunan (Sketsa) | Sketsa tidak jelas atau tidak menunjukkan bagian-bagian bangunan yang dapat dikenali. Tidak ada bentuk geometris yang ditandai. | Sketsa menunjukkan satu bagian bangunan yang dapat dikenali. Minimal satu bentuk geometris ditandai, meskipun belum tepat. | Sketsa menunjukkan bangunan dengan 2–3 bagian yang jelas (misalnya dinding dan atap). Dua bentuk geometris ditandai dengan benar. | Sketsa lengkap dan jelas menunjukkan bangunan dengan 3 bagian atau lebih. Tiga bentuk geometris atau lebih ditandai dengan tepat disertai keterangan nama bentuk. | | Penggunaan Bentuk Geometris pada Model | Model tidak menunjukkan bentuk geometris yang dapat dikenali. Bentuk tidak sesuai dengan konsep bangunan. | Model menggunakan satu bentuk geometris yang dapat dikenali, meskipun pelaksanaannya belum rapi. | Model menggunakan dua bentuk geometris berbeda yang dapat dikenali dan sesuai dengan bagian bangunan (misalnya kotak untuk dinding, segitiga untuk atap). | Model menggunakan tiga bentuk geometris atau lebih yang berbeda, digunakan secara tepat sesuai fungsi bagian bangunan, dan membentuk tampilan bangunan yang kohesif. | | Penerapan Teknik Potong, Lipat, dan Rekat | Model tidak berdiri tegak atau mudah lepas. Teknik potong, lipat, dan rekat belum diterapkan. | Model berdiri namun kurang kokoh. Salah satu dari tiga teknik (potong/lipat/rekat) sudah diterapkan dengan cukup baik. | Model berdiri dengan cukup kokoh. Dua dari tiga teknik diterapkan dengan baik dan hasil potongan serta rekatannya cukup rapi. | Model berdiri kokoh. Ketiga teknik (potong, lipat, dan rekat) diterapkan dengan baik, hasil potongan rapi, lipatan lurus, dan rekatan kuat serta bersih. | | Kreativitas dan Orisinalitas Karya | Model hanya meniru contoh yang diberikan guru tanpa tambahan ide sendiri. | Model sebagian besar meniru contoh, namun ada satu elemen tambahan dari ide sendiri (misalnya warna atau detail kecil). | Model menunjukkan beberapa ide orisinal: ada variasi bentuk atau detail yang tidak ada di contoh guru, misalnya jendela, pintu, atau ornamen sederhana. | Model menunjukkan ide yang sangat orisinal dan kreatif: desain unik, penggunaan bahan tambahan yang inovatif, dan detail yang memperkaya tampilan bangunan secara keseluruhan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah demonstrasi teknik potong, lipat, dan rekat cukup jelas sehingga semua siswa dapat mengikuti tanpa kebingungan?
- Apakah alokasi waktu antara merancang sketsa dan membuat model sudah proporsional, atau perlu disesuaikan di pertemuan serupa berikutnya?
- Siswa mana yang memerlukan lebih banyak dukungan, dan strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini?
- Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing keterlibatan aktif siswa dalam memahami hubungan bentuk geometris dengan bangunan nyata?
- Apa yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan kelas saat kegiatan praktik berlangsung (misalnya distribusi bahan, kebersihan, kebisingan)?
Refleksi Murid:- Bentuk geometris apa saja yang kamu gunakan untuk membuat bangunanmu hari ini?
- Bagian mana dari proses membuat bangunanmu yang paling sulit? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang bentuk-bentuk yang ada di bangunan sekitar kita?
- Kalau kamu bisa membuat model bangunan lagi, apa yang ingin kamu coba buat berbeda?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas 3, Kemdikbud (Bab 8: Eksplorasi Bentuk Geometris pada Bangunan)
- Kardus bekas kemasan (berbagai ukuran dan ketebalan)
- Gunting ujung tumpul (satu per siswa)
- Lem putih/PVA atau lem stick
- Kertas lipat warna dan kertas HVS untuk detail dekorasi
- Koran bekas sebagai alas kerja
- Bahan tambahan opsional: tutup botol bekas, sedotan, potongan karton
- Pensil warna atau krayon untuk mewarnai model
- Foto atau gambar berbagai bangunan (rumah, sekolah, masjid, gedung) untuk bahan pengamatan
- Lembar kerja sketsa rancangan bangunan (dibuat guru)
- Lembar refleksi mandiri siswa (dibuat guru)
- Kartu referensi bentuk geometris 3 dimensi bergambar (untuk diferensiasi)
|