Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Alat dan Bahan untuk Membuat Model Bangunan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Mengenal Alat dan Bahan untuk Membuat Model Bangunan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Alat dan Bahan untuk Membuat Model Bangunan

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Alat dan Bahan untuk Membuat Model Bangunan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Alat dan Bahan untuk Membuat Model Bangunan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu menyebutkan minimal 4 alat dan bahan (kardus, gunting, lem, pewarna) yang digunakan untuk membuat model bangunan dengan benar.
  2. Siswa mampu mendemonstrasikan cara menggunakan gunting dan lem dengan aman dan tepat sesuai prosedur yang diajarkan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang membangun rumah atau gedung? Alat dan bahan apa saja yang mereka gunakan?
  2. Jika kalian ingin membuat miniatur rumah dari barang-barang di sekitar kalian, kira-kira bahan apa yang bisa dipakai?
  3. Mengapa kita perlu berhati-hati saat menggunakan gunting dan lem? Apa yang bisa terjadi kalau kita tidak berhati-hati?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran siswa dan memastikan suasana kelas kondusif.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan 'Siapa yang pernah bermain kardus bekas di rumah? Apa yang kalian buat?' untuk menggali pengetahuan awal siswa tentang bahan sederhana dalam berkarya.
  • Guru menampilkan foto atau contoh nyata model bangunan sederhana dari kardus, lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kira-kira, bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat model seperti ini?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: siswa akan mengenal alat dan bahan untuk membuat model bangunan serta belajar menggunakannya dengan aman.
  • Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan bahwa keterampilan ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk membuat model bangunan sungguhan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meletakkan di atas meja peraga: kardus bekas, gunting, lem putih (PVA), dan pewarna (cat air atau krayon). Siswa diminta mengamati setiap benda tersebut selama 1-2 menit dalam keheningan penuh (mindful observation).
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Benda mana yang sudah pernah kalian gunakan? Untuk apa biasanya?' — siswa menjawab secara bergantian.
  • Guru menjelaskan nama, fungsi, dan cara menyiapkan masing-masing alat dan bahan: (1) Kardus — bahan utama struktur bangunan; (2) Gunting — alat memotong kardus; (3) Lem putih/PVA — perekat antar bagian; (4) Pewarna — untuk mewarnai model. Penjelasan disertai demonstrasi langsung oleh guru menggunakan benda nyata.
  • Guru menjelaskan aturan keselamatan saat menggunakan gunting: ujung gunting selalu mengarah ke bawah/meja, tidak berlari sambil memegang gunting, dan lem tidak boleh dimakan atau dimasukkan ke mata.
  • Siswa mencatat nama alat dan bahan beserta fungsinya di buku gambar masing-masing menggunakan tulisan dan gambar sederhana (sketsa cepat).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Tiap kelompok mendapat satu set alat dan bahan: potongan kardus kecil, gunting, dan lem.
  • Guru memandu demonstrasi bersama langkah demi langkah cara menggunakan gunting dengan aman: posisi jari, arah guntingan, dan cara mengoper gunting ke teman. Siswa menirukan gerakan guru secara bersamaan (tanpa memotong dulu).
  • Siswa berlatih memotong kardus kecil mengikuti garis lurus yang sudah digambar guru di atas kardus, dengan bimbingan guru berkeliling memantau.
  • Guru mendemonstrasikan cara menggunakan lem dengan tepat: ambil lem secukupnya, oleskan merata di permukaan kardus, tempelkan dan tekan selama beberapa detik. Siswa berlatih merekatkan dua potongan kardus kecil.
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan mencoba menjawab: 'Alat mana yang paling sulit digunakan? Mengapa?' — jawaban dibagikan secara lisan kepada kelas.
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat berkeliling, memuji langkah yang tepat dan mengoreksi cara penggunaan yang kurang aman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Siswa secara individu mengisi lembar refleksi singkat (bisa dalam bentuk gambar + kata) yang berisi: (1) Gambarkan satu alat yang kamu pelajari hari ini, (2) Tuliskan satu aturan keselamatan yang kamu ingat, (3) Tuliskan satu hal yang ingin kamu coba pada pertemuan berikutnya.
  • Beberapa siswa sukarela berbagi hasil refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan positif dan memberikan penguatan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemandu refleksi kelas: 'Apa yang paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang alat dan bahan ini?' dan 'Mengapa aturan keselamatan saat menggunakan gunting itu penting?'
  • Guru merangkum bersama siswa: menyebut ulang 4 alat/bahan dan satu aturan keselamatan utama, mengajak siswa menyebutkan bersama-sama sebagai penguatan hafalan.

Penutup:

  • Guru mengajak siswa membereskan dan menyimpan kembali semua alat dan bahan ke tempat semula dengan rapi sebagai pembiasaan tanggung jawab.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: memanggil 3-4 siswa secara acak untuk menyebutkan nama alat/bahan dan menunjukkan cara memegang gunting yang benar.
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi siswa hari ini.
  • Guru menyampaikan preview pertemuan berikutnya: siswa akan mulai membuat model bangunan menggunakan alat dan bahan yang sudah dipelajari hari ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak siswa berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang belum mengenal alat: guru menyediakan kartu gambar alat-bahan berlabel yang bisa dipegang dan diamati lebih dekat. Untuk siswa yang sudah familiar: guru memberikan pertanyaan tambahan seperti 'Alat tambahan apa lagi yang bisa kita gunakan selain yang ada di meja?'
  • Proses: Untuk siswa yang kesulitan menggunting: gunakan gunting berpegas (spring scissors) yang lebih mudah dikendalikan, dan dampingi secara langsung. Untuk siswa yang sudah mahir menggunting: beri tantangan memotong mengikuti garis lengkung.
  • Produk: Untuk siswa yang belum berkembang: cukup menggambar dan melabeli 2 alat di buku gambar. Untuk siswa berkembang: menggambar semua 4 alat, menulis fungsi, dan menambahkan aturan keselamatannya.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan di pendahuluan: 'Siapa yang pernah memakai gunting? Siapa yang pernah pakai lem? Untuk apa?' — bertujuan menggali pengalaman awal siswa dengan alat-bahan tersebut tanpa penilaian formal.
  • Guru mencatat secara cepat siswa mana yang sudah familiar dan mana yang belum, untuk digunakan sebagai dasar pengelompokan atau pendampingan diferensiasi.

Proses:

  • Ceklis observasi saat tahap Mengaplikasi: guru mengamati apakah siswa (1) memegang gunting dengan posisi benar, (2) menggunting mengikuti garis, (3) mengambil lem secukupnya, (4) menekan hasil tempelan dengan tepat.
  • Pertanyaan lisan kepada kelompok saat guru berkeliling: 'Apa nama benda ini? Apa fungsinya?' untuk memverifikasi pemahaman TP 3.8.2.1.
  • Pengamatan hasil lembar refleksi individu: apakah siswa dapat menyebutkan satu aturan keselamatan dengan benar.

Akhir:

  • Tes lisan individual (sampling 3-4 siswa acak): siswa diminta menyebutkan 4 alat/bahan dan fungsinya masing-masing (mengukur TP 3.8.2.1).
  • Demonstrasi singkat: siswa diminta menunjukkan cara memegang gunting dengan aman dan cara mengoles lem yang tepat di depan guru (mengukur TP 3.8.2.2).

Formatif:

  • Observasi langsung saat siswa berlatih menggunakan gunting dan lem — guru menggunakan lembar ceklis pengamatan.
  • Pertanyaan lisan saat diskusi kelompok: siswa menyebutkan nama dan fungsi alat/bahan.
  • Lembar refleksi individu (gambar + tulisan singkat) yang dikerjakan pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Asesmen lisan di akhir pembelajaran: siswa secara individu menyebutkan minimal 3 dari 4 alat/bahan beserta fungsinya.
  • Demonstrasi singkat cara memegang gunting dengan benar dan cara mengoleskan lem yang tepat oleh guru kepada 3-4 siswa terpilih secara acak.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan alat dan bahan (TP 3.8.2.1)Siswa tidak dapat menyebutkan nama alat/bahan yang ditunjukkan guru.Siswa dapat menyebutkan 1-2 nama alat/bahan tetapi belum dapat menyebutkan fungsinya.Siswa dapat menyebutkan 3-4 nama alat/bahan beserta fungsinya dengan benar.Siswa dapat menyebutkan semua 4 alat/bahan beserta fungsi dan alasan pentingnya masing-masing dalam membuat model bangunan.
Menggunakan gunting dengan aman dan tepat (TP 3.8.2.2)Siswa memegang gunting dengan posisi tidak aman (jari tidak pada posisi benar, arah ujung tidak terkendali) meski sudah diingatkan.Siswa memegang gunting dengan posisi yang cukup aman tetapi hasil guntingan jauh melenceng dari garis atau tidak mengikuti arahan.Siswa memegang gunting dengan posisi aman dan dapat menggunting mengikuti garis dengan hasil yang cukup rapi.Siswa memegang gunting dengan posisi aman, menggunting rapi mengikuti garis, dan secara aktif mengingatkan teman tentang aturan keselamatan.
Menggunakan lem dengan tepat (TP 3.8.2.2)Siswa menggunakan lem terlalu banyak atau terlalu sedikit sehingga kardus tidak merekat sama sekali.Siswa menggunakan lem dalam jumlah yang kurang sesuai (terlalu berlebihan) tetapi kardus berhasil merekat.Siswa menggunakan lem secukupnya, mengoleskan secara merata, dan menempelkan kardus hingga merekat dengan baik.Siswa menggunakan lem secukupnya, mengoleskan merata, menempelkan dengan tepat, dan membersihkan sisa lem yang keluar dengan mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua siswa berhasil menyebutkan minimal 3 dari 4 alat/bahan dengan fungsinya? Siswa mana yang perlu pendampingan tambahan?
  • Apakah demonstrasi cara menggunakan gunting dan lem cukup jelas dan mudah ditiru siswa? Bagian mana yang perlu diperjelas pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah menjangkau siswa dengan kemampuan berbeda-beda?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup untuk semua siswa?

Refleksi Murid:

  • Alat dan bahan apa saja yang kamu pelajari hari ini? Coba sebutkan dan gambarkan satu di buku gambarmu.
  • Apa satu aturan keselamatan yang paling kamu ingat saat menggunakan gunting?
  • Bagian mana yang menurutmu paling menyenangkan hari ini? Mengapa?
  • Apa yang ingin kamu coba atau perbaiki saat membuat model bangunan nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek)
  2. Kardus bekas kemasan berbagai ukuran (disiapkan guru/siswa dari rumah)
  3. Gunting anak berujung tumpul (1 buah per 2 siswa)
  4. Lem putih/PVA (1 botol per kelompok)
  5. Pewarna: krayon atau cat air (1 set per kelompok)
  6. Koran bekas sebagai alas kerja
  7. Contoh/foto model bangunan dari kardus untuk bahan apersepsi (bisa dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  8. Lembar refleksi siswa (disiapkan guru, berisi kolom gambar dan tulisan singkat)
  9. Lembar ceklis observasi guru untuk asesmen proses

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.