MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Apresiasi dan Refleksi Karya Cetak INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Apresiasi dan Refleksi Karya Cetak |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyajikan karya cetak yang telah dibuat dan menjelaskan proses pembuatannya kepada teman dan guru dengan menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (bentuk, pola, cetak).
- Murid dapat merefleksikan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman dengan menyebutkan minimal dua hal yang disukai serta satu hal yang ingin diperbaiki menggunakan kosakata seni rupa (bentuk, pola, cetak).
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kalau kamu melihat karya cetakmu sendiri, bagian mana yang paling membuatmu bangga? Mengapa?
- Bagaimana cara kita menceritakan proses membuat karya cetak agar orang lain bisa mengerti dan ikut merasakannya?
- Ketika melihat karya temanmu, kata-kata apa yang bisa kamu gunakan untuk memuji atau memberi saran dengan cara yang baik?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, mengajak murid duduk melingkar (circle time) di depan karya cetak masing-masing yang sudah dipajang di atas meja atau ditempel di dinding kelas.
- Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang ingat langkah pertama saat kita membuat karya cetak minggu lalu?' dan 'Kosakata apa yang sudah kamu tahu tentang seni rupa?' Guru mencatat respons sebagai data diagnostik.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan berbagi cerita tentang karya cetak kita dan belajar cara menghargai karya teman dengan kata-kata yang baik dan tepat.'
- Guru menampilkan Kartu Kosakata Seni Rupa bergambar (bentuk, pola, cetak, tekstur, warna) di papan tulis atau layar sebagai jangkar visual sepanjang pelajaran.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan keterhubungan murid dengan karyanya.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mengamati dua contoh karya cetak (bisa karya pertemuan sebelumnya atau contoh dari buku): satu karya yang sederhana dan satu karya yang lebih kompleks pola/bentuknya.
- Guru mengajak murid membandingkan dua karya tersebut dengan panduan pertanyaan terarah: 'Bentuk apa yang kamu lihat? Apakah polanya berulang? Bagaimana cara pencetakannya kira-kira?' — murid menjawab secara lisan bergantian.
- Guru mengenalkan atau menguatkan kembali tiga kosakata kunci hari ini: BENTUK (apa wujudnya), POLA (bagaimana bentuk itu diulang atau disusun), dan CETAK (bagaimana karya dibuat dengan cara menekan/menggesek objek ke kertas). Guru menuliskan ketiga kata di papan dengan ilustrasi kecil di sampingnya.
- Guru mendemonstrasikan cara menyajikan karya dengan singkat menggunakan template kalimat pemandu: 'Karya ini berjudul… Aku membuat bentuk… dengan cara… Pola yang aku buat adalah… Bagian yang paling aku suka adalah…' agar murid memiliki kerangka berbicara yang jelas.
- Murid diberi waktu 3 menit untuk membaca ulang karyanya sendiri secara diam-diam (mindful looking) dan mencatat dua hal di lembar mini mereka: (1) satu kata untuk mendeskripsikan bentuk yang mereka buat, dan (2) satu langkah proses yang paling mereka ingat.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Kelas dibagi menjadi kelompok kecil 3–4 murid. Setiap murid membawa karya cetaknya ke kelompok masing-masing.
- Sesi Gallery Walk Mini: secara bergiliran, setiap murid mempresentasikan karyanya kepada kelompok selama ±1,5 menit menggunakan template kalimat pemandu yang sudah dicontohkan guru. Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik lisan singkat.
- Setelah setiap murid selesai mempresentasikan, anggota kelompok yang lain memberikan apresiasi menggunakan 'Bintang dan Harapan': satu murid menyebut satu hal yang mereka sukai dari karya tersebut (Bintang) dan satu murid menyebut satu hal yang menurutnya bisa dikembangkan (Harapan), menggunakan kosakata bentuk/pola/cetak.
- Guru mengingatkan norma apresiasi yang menghargai: 'Kita berbicara tentang karya, bukan tentang orangnya. Kita gunakan kata-kata yang membangun semangat teman kita.'
- Setelah semua anggota kelompok selesai, guru mengajak 2–3 murid sukarela mempresentasikan karyanya di depan kelas sehingga seluruh kelas dapat mengapresiasi bersama.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengisi Lembar Refleksi Diri sederhana (bisa berupa lembar cetak atau sticky note berwarna) secara mandiri dan jujur. Lembar berisi tiga pertanyaan: (1) Bagian mana dari karya cetakku yang paling aku sukai? Mengapa? (2) Apa satu hal yang ingin aku perbaiki atau coba lain kali? (3) Apa satu kata seni rupa baru yang aku pelajari atau gunakan hari ini?
- Murid menempelkan lembar refleksi diri di bagian belakang atau di samping karya mereka sebagai satu kesatuan portofolio pertemuan ini.
- Guru memandu diskusi refleksi kelas singkat (5 menit): 'Apa yang kalian rasakan ketika teman memberi apresiasi terhadap karya kalian? Apa bedanya melihat karya sendiri sebelum dan sesudah teman memberi komentar?'
- Guru merangkum temuan diskusi dan menghubungkannya dengan makna apresiasi seni: bahwa setiap karya memiliki nilai dan proses yang unik, dan kita bisa terus belajar dari karya sendiri maupun karya orang lain.
Penutup:- Guru mengajak murid kembali ke posisi lingkaran. Guru meminta 2–3 murid secara sukarela menyebutkan satu kosakata seni rupa yang mereka gunakan hari ini beserta artinya (asesmen akhir lisan cepat).
- Guru mengumpulkan Lembar Refleksi Diri murid sebagai asesmen sumatif pertemuan ini dan kartu mini deskripsi kosakata sebagai bukti belajar.
- Guru memberikan penguatan positif menyeluruh: memuji keberanian murid mempresentasikan karya dan kualitas apresiasi yang diberikan kepada teman.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Karya cetak kalian adalah bukti kerja keras dan kreativitas kalian. Dengan belajar mengapresiasi karya sendiri dan teman, kalian tumbuh menjadi seniman dan penonton seni yang bijak.'
- Guru menutup pelajaran.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih kesulitan menggunakan kosakata seni rupa disediakan Kartu Kosakata bergambar yang bisa dipegang selama presentasi dan pengisian refleksi. Murid yang sudah sangat fasih didorong untuk menggunakan lebih dari tiga kosakata seni rupa dan menambahkan perbandingan antara karyanya sendiri dengan karya teman.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mempresentasikan karya secara berpasangan (tandem) dengan teman yang lebih percaya diri, atau menjawab pertanyaan refleksi secara lisan kepada guru alih-alih menulis. Murid yang cepat dapat diminta menjadi 'Pemandu Galeri' yang membantu teman memilih kosakata yang tepat.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat melengkapi template kalimat pemandu yang sudah tersedia (fill-in-the-blank). Murid yang sudah berkembang dapat menulis paragraf bebas tentang proses dan perasaan mereka terhadap karya, termasuk membandingkan dua karya teman menggunakan kosakata seni rupa.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang masih ingat langkah-langkah membuat karya cetak kita?' dan 'Kosakata seni rupa apa yang sudah kamu tahu?' — guru mencatat respons untuk memetakan kesiapan belajar murid sebelum kegiatan inti dimulai.
- Guru meminta murid menunjuk salah satu kosakata di Kartu Kosakata (bentuk, pola, cetak) dan menyebutkan artinya dengan kata-kata sendiri sebagai cek awal pengetahuan prior.
Proses:- Observasi dan pencatatan oleh guru selama sesi Gallery Walk Mini: apakah murid mampu menyebutkan minimal dua langkah proses pembuatan karya cetak dan menggunakan setidaknya satu kosakata seni rupa.
- Umpan balik lisan guru selama murid bergiliran mempresentasikan — guru memberikan pertanyaan lanjutan bila jawaban murid masih sangat umum ('Bisa ceritakan lebih lanjut tentang pola yang kamu buat?').
- Observasi kualitas apresiasi antarteman dalam sesi Bintang dan Harapan: apakah murid menggunakan kosakata seni rupa dan apakah apresiasi bersifat spesifik terhadap karya.
Akhir:- Lembar Refleksi Diri yang dikumpulkan di akhir: dinilai berdasarkan kelengkapan tiga pertanyaan, penggunaan kosakata seni rupa (bentuk, pola, cetak), dan kedalaman refleksi personal.
- Tes lisan cepat saat penutup: 2–3 murid secara sukarela menyebutkan satu kosakata seni rupa beserta penggunaannya dalam konteks karya cetak hari ini.
Formatif:- Observasi lisan selama sesi Gallery Walk Mini: guru mencatat apakah murid menggunakan kosakata seni rupa (bentuk, pola, cetak) saat mempresentasikan dan mengapresiasi karya.
- Pantauan partisipasi selama sesi Bintang dan Harapan: apakah apresiasi yang diberikan relevan, menggunakan kosakata seni rupa, dan bersifat konstruktif.
- Pengecekan lembar mini kosakata yang diisi murid saat tahap Memahami sebagai bukti pemahaman awal.
Sumatif:- Lembar Refleksi Diri murid yang menilai kemampuan murid merefleksikan karyanya sendiri menggunakan kosakata seni rupa secara tertulis.
- Presentasi karya lisan dinilai menggunakan rubrik dengan aspek: kelengkapan penjelasan proses, ketepatan penggunaan kosakata seni rupa, dan keberanian menyajikan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyajikan karya dan menjelaskan proses pembuatan (TP 3.7.6.1) | Murid tidak dapat menjelaskan proses pembuatan karyanya, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan karya cetak yang dibuat. | Murid menyebutkan satu langkah proses pembuatan karya cetak dengan bantuan pertanyaan guru atau Kartu Kosakata, tanpa menggunakan kosakata seni rupa. | Murid dapat menjelaskan dua atau lebih langkah proses pembuatan karya cetak secara mandiri dan menggunakan setidaknya satu kosakata seni rupa (bentuk, pola, atau cetak) secara tepat. | Murid menjelaskan proses pembuatan secara runtut dan lengkap (dari awal hingga akhir), menggunakan minimal dua kosakata seni rupa secara tepat dan kontekstual, serta menyampaikan dengan percaya diri tanpa bantuan. | | Merefleksikan karya sendiri (TP 3.7.6.2 — refleksi diri) | Murid tidak dapat mengidentifikasi bagian yang disukai atau yang ingin diperbaiki dari karyanya sendiri. | Murid menyebutkan satu hal yang disukai atau satu hal yang ingin diperbaiki dari karyanya, namun belum menggunakan kosakata seni rupa. | Murid merefleksikan karyanya dengan menyebutkan satu hal yang disukai dan satu hal yang ingin diperbaiki menggunakan setidaknya satu kosakata seni rupa. | Murid merefleksikan karyanya secara mendalam: menyebutkan lebih dari satu hal yang disukai dan satu hal yang ingin dikembangkan, menggunakan minimal dua kosakata seni rupa, dan menghubungkan refleksi dengan proses berkarya yang telah dilakukan. | | Mengapresiasi karya teman (TP 3.7.6.2 — apresiasi sejawat) | Murid tidak memberikan apresiasi terhadap karya teman, atau komentar yang diberikan tidak relevan dengan karya. | Murid memberikan apresiasi umum terhadap karya teman ('bagus', 'aku suka') tanpa menggunakan kosakata seni rupa. | Murid memberikan apresiasi yang spesifik terhadap satu aspek karya teman (misalnya: 'Aku suka polanya karena bentuknya berulang rapi') menggunakan setidaknya satu kosakata seni rupa. | Murid memberikan apresiasi yang spesifik terhadap lebih dari satu aspek karya teman menggunakan minimal dua kosakata seni rupa, serta menambahkan saran yang konstruktif dan menghargai ('Bintang dan Harapan') secara mandiri. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan karya dan mengapresiasi karya teman? Jika tidak, apa yang perlu diubah dari pengaturan kelompok atau waktu?
- Seberapa fasih murid menggunakan kosakata seni rupa (bentuk, pola, cetak) secara mandiri? Apakah Kartu Kosakata cukup membantu, ataukah perlu strategi scaffolding yang berbeda?
- Apakah suasana apresiasi antarteman terasa aman dan saling menghargai? Apa yang bisa diperkuat untuk membangun budaya saling mengapresiasi yang lebih kuat di kelas ini?
- Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu kosakata, template kalimat, pilihan presentasi berpasangan) menjangkau murid yang membutuhkan dukungan dan murid yang sudah sangat berkembang?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari karya cetakmu yang paling kamu banggakan hari ini? Ceritakan mengapa!
- Satu hal apa yang ingin kamu coba atau perbaiki jika kamu membuat karya cetak lagi?
- Apa kosakata seni rupa baru yang kamu pelajari atau gunakan hari ini? Coba buat satu kalimat dengan kata itu!
- Bagaimana perasaanmu ketika teman mengapresiasi karyamu? Apa yang ingin kamu katakan kepada teman yang sudah mengapresiasi karyamu dengan baik?
SUMBER BELAJAR- Karya cetak murid dari pertemuan sebelumnya (pertemuan 1–5 Bab 7)
- Kartu Kosakata Seni Rupa bergambar (bentuk, pola, cetak, tekstur, warna) — dibuat guru atau dicetak dari buku siswa
- Lembar Refleksi Diri murid (template dengan tiga pertanyaan panduan — dapat berupa lembar cetak atau sticky note)
- Template kalimat pemandu presentasi (ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas 3 Fase B
- Buku Guru Seni Rupa Fase B (Panduan Khusus Fase B)
- Papan pajang atau dinding kelas untuk memajang karya
- Alat tulis (pensil, spidol untuk mengisi lembar refleksi)
|