MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Kreasi Stempel Jari dan Penggabungan Pola INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Kreasi Stempel Jari dan Penggabungan Pola |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membuat karya cetak menggunakan jari sebagai stempel dengan cat/pewarna basah, kemudian menambahkan detail menggunakan pensil atau spidol sehingga menghasilkan bentuk yang dapat dikenali.
- Murid dapat menggabungkan beberapa jenis stempel (stempel kardus, stempel jari, dan/atau stempel lainnya) untuk membentuk pola yang lebih kompleks dan ekspresif pada selembar kertas.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat cetakan telapak atau jari tanganmu? Kira-kira bisa dibuat menjadi apa saja ya?
- Bayangkan jika kamu menempelkan jarimu berkali-kali dengan berbagai warna — pola seperti apa yang bisa kamu ciptakan?
- Menurut kamu, apa bedanya gambar yang dibuat dengan kuas biasa dan gambar yang dibuat dari cetakan jari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar (5 menit).
- Asesmen awal: Guru menampilkan 2 contoh karya (karya stempel jari dan karya stempel kardus) dan bertanya kepada murid: 'Menurut kalian, gambar ini dibuat dengan cara apa? Pernah coba belum?' — catat respons singkat untuk memahami pengetahuan awal murid (3 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang murid merespons dengan bebas (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan kegiatan hari ini: membuat karya cetak dari stempel jari dan menggabungkannya dengan stempel lain untuk membentuk pola yang lebih seru (2 menit).
- Guru memastikan meja dan bahan sudah siap: cat/pewarna basah (cat air atau cat poster), kertas HVS/gambar, pensil, spidol, potongan kardus bekas bertekstur, tisu/lap tangan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan contoh langkah-langkah membuat stempel jari secara langsung di depan kelas: mencelupkan ujung jari ke cat, menempelkan ke kertas, lalu menambahkan detail dengan spidol. Murid mengamati dengan seksama (3 menit).
- Guru meminta 1–2 murid sukarela maju dan mencoba menempelkan jari mereka ke kertas contoh — seluruh kelas mengamati hasil cetakannya (2 menit).
- Guru mengajak murid mendiskusikan: 'Bentuk apa yang kalian lihat dari cetakan jari tadi? Bagian jari mana yang menghasilkan bentuk berbeda (ujung jari, sisi jari, telapak)?' Murid menjawab secara lisan (3 menit).
- Guru menunjukkan cara menggabungkan stempel jari dengan stempel kardus untuk membentuk pola — misalnya: cetakan jari sebagai tubuh hewan, kardus bertekstur sebagai sayap atau ekor — dan menjelaskan bahwa murid bebas membuat ide pola sendiri (3 menit).
- Murid diminta menyebutkan satu ide pola atau objek yang ingin mereka buat hari ini sebelum mulai bekerja — guru mencatat atau meminta murid menuliskan idenya di sudut kertas (2 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mulai berkarya secara mandiri: mencelupkan jari ke cat dan membuat cetakan jari di kertas. Guru mengingatkan agar murid berani bereksperimen dengan berbagai jari, berbagai tekanan, dan berbagai warna (10 menit).
- Setelah cetakan jari terbentuk dan sedikit mengering, murid menambahkan detail menggunakan pensil atau spidol untuk memperjelas bentuk (misalnya: cetakan jari oval diberi detail menjadi wajah, badan hewan, bunga, dsb.) — ini adalah perwujudan TP 3.7.5.1 (5 menit).
- Murid melanjutkan karya dengan menggabungkan stempel jari bersama stempel lain yang tersedia (kardus bertekstur atau bahan lain) untuk membentuk pola yang lebih kompleks dan bercerita — ini adalah perwujudan TP 3.7.5.2 (8 menit).
- Guru berkeliling, memberi umpan balik positif dan pertanyaan pandu: 'Coba tambahkan satu stempel lagi di sini, kira-kira cocok nggak?' atau 'Bagian ini bisa dikasih detail apa ya supaya lebih jelas?' (selama sesi berkarya).
- Diferensiasi proses: Murid yang membutuhkan bantuan dapat menggunakan lembar panduan bergambar langkah-langkah (visual guide) yang disiapkan guru. Murid yang sudah selesai lebih cepat ditantang membuat pola kedua dengan tema berbeda atau mencoba teknik cetak bagian telapak penuh.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Karya murid ditampilkan di atas meja atau ditempelkan di papan kelas untuk 'galeri mini' — murid diminta berjalan mengelilingi dan mengamati karya teman (3 menit).
- Asesmen sejawat: Setiap murid memilih satu karya teman yang menurutnya paling menarik polanya dan menyampaikan alasannya dalam 1 kalimat kepada teman tersebut secara lisan — guru memfasilitasi agar suasana tetap positif dan menghargai (3 menit).
- Murid mengisi lembar refleksi diri sederhana (boleh gambar + kata) dengan 3 pertanyaan: (1) Ide apa yang kamu buat? (2) Bagian karya mana yang paling kamu suka? (3) Apa yang ingin kamu coba lagi lain kali? (4 menit).
- Guru meminta 2–3 murid berbagi hasil refleksinya kepada kelas secara singkat (2 menit).
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: teknik apa yang sudah mereka pelajari hari ini dan apa yang membuat pola menjadi lebih menarik (2 menit).
- Asesmen akhir: Guru meminta murid menunjukkan karyanya dan secara lisan menyebutkan jenis stempel apa saja yang mereka gunakan dan bentuk atau pola apa yang ingin mereka ceritakan lewat karya tersebut (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi menyeluruh terhadap keberanian dan kreativitas murid selama berkarya.
- Murid diminta membersihkan meja, mencuci tangan, dan merapikan alat bahan bersama-sama — guru menekankan pentingnya menjaga kebersihan setelah berkarya seni (3 menit).
- Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah mengenal teknik cetak sebelumnya dapat diberikan referensi gambar pola lebih kompleks (pola geometris, pola motif nusantara sederhana) sebagai inspirasi tambahan. Murid yang belum pernah menggunakan cat dapat memulai dengan stempel jari satu warna saja.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan disediakan lembar panduan visual (langkah bergambar) dan dapat bekerja berdampingan dengan teman sebaya yang lebih mandiri. Murid yang cepat selesai ditantang membuat pola kedua dengan tema yang berbeda atau mencoba mencetak seluruh telapak tangan sebagai elemen tambahan.
- Produk: Murid yang memiliki kemampuan motorik lebih tinggi dapat diminta menulis 1–2 kalimat judul atau cerita singkat tentang karya mereka di bawah hasil cetakannya. Murid yang masih berkembang cukup menghasilkan karya dengan minimal 5 cetakan jari dan 1 detail spidol/pensil yang terlihat.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 2 karya stempel (stempel jari dan stempel kardus) dan bertanya: 'Menurut kalian, gambar ini dibuat dengan cara apa?' — respons murid digunakan untuk mengukur pengetahuan awal tentang teknik cetak.
- Guru bertanya: 'Siapa yang sudah pernah mencoba melukis atau menggambar dengan jari?' — untuk memetakan pengalaman prior knowledge murid.
Proses:- Observasi langsung oleh guru selama sesi berkarya — guru mencatat murid yang masih kesulitan mengontrol tekanan jari atau belum dapat menambahkan detail yang bermakna.
- Pertanyaan pandu individual saat guru berkeliling: 'Kamu mau buat bentuk apa dari cetakan jari ini? Bagian mana yang mau kamu tambahkan detail?'
- Asesmen sejawat di sesi galeri mini: murid memilih satu karya teman yang menarik dan menyampaikan alasannya — guru memantau kualitas respons untuk menilai kemampuan apresiasi dan penalaran kritis.
Akhir:- Penilaian karya selesai menggunakan rubrik 4 level pada 3 aspek: keterbacaan bentuk stempel jari, kualitas detail tambahan, dan penggabungan pola dari berbagai stempel.
- Presentasi lisan singkat: murid menyampaikan jenis stempel yang dipakai dan ide di balik karya mereka — dinilai dari kelancaran dan kejelasan penyampaian.
- Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai bahan evaluasi guru untuk merencanakan tindak lanjut.
Formatif:- Observasi guru selama proses berkarya: mengamati cara murid memegang dan menempelkan jari, ketepatan penggunaan cat, dan kemampuan menggabungkan berbagai jenis stempel.
- Tanya jawab lisan saat guru berkeliling: guru mengajukan pertanyaan pandu tentang pilihan warna, bentuk, dan ide pola yang sedang dibuat murid.
- Asesmen sejawat di sesi galeri mini: murid memberikan komentar positif lisan terhadap karya teman.
Sumatif:- Penilaian karya akhir menggunakan rubrik 4 aspek: (1) keterbacaan bentuk stempel jari, (2) kualitas detail yang ditambahkan dengan pensil/spidol, (3) keberhasilan penggabungan minimal 2 jenis stempel, dan (4) kompleksitas pola yang dihasilkan.
- Presentasi lisan singkat di penutup: murid menyebutkan jenis stempel yang digunakan dan menjelaskan ide pola atau cerita di balik karyanya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterbacaan Bentuk Stempel Jari (TP 3.7.5.1) | Cetakan jari tidak menghasilkan bentuk yang dapat dikenali; cap tidak jelas atau terlalu bercampur. | Cetakan jari menghasilkan bentuk yang dapat dikenali oleh guru, namun kurang dari 50% teman sekelas dapat mengenalinya. | Cetakan jari menghasilkan bentuk yang dapat dikenali oleh 51–90% teman sekelas. | Cetakan jari menghasilkan bentuk yang jelas dan dapat dikenali oleh 90–100% teman sekelas. | | Kualitas Detail Tambahan dengan Pensil/Spidol (TP 3.7.5.1) | Tidak ada detail yang ditambahkan, atau detail tidak berkaitan dengan bentuk cetakan jari. | Ada detail yang ditambahkan tetapi sangat minimal (1 garis/titik saja) sehingga kurang memperjelas bentuk. | Detail yang ditambahkan cukup jelas dan membantu memperjelas bentuk atau karakter yang dimaksud. | Detail yang ditambahkan kaya, tepat, dan secara signifikan memperkuat kejelasan bentuk serta menambah ekspresi pada karya. | | Penggabungan Berbagai Stempel menjadi Pola (TP 3.7.5.2) | Hanya menggunakan satu jenis stempel saja; tidak ada upaya penggabungan. | Mencoba menggabungkan 2 jenis stempel, namun susunan terlihat acak dan belum membentuk pola yang dapat dikenali. | Berhasil menggabungkan 2 jenis stempel dengan susunan yang terorganisasi dan membentuk pola sederhana yang dapat dikenali. | Berhasil menggabungkan 2 atau lebih jenis stempel dengan komposisi yang terencana, menghasilkan pola kompleks yang ekspresif dan memiliki cerita atau tema yang jelas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengikuti langkah-langkah pembuatan stempel jari dengan baik? Hambatan apa yang paling sering muncul?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan karya dan sesi galeri mini? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Apakah instruksi dan demonstrasi yang saya berikan sudah cukup jelas sehingga murid dapat bekerja mandiri?
- Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya, dan strategi apa yang akan saya gunakan?
Refleksi Murid:- Ide apa yang kamu buat dari stempel jarimu hari ini?
- Bagian dari karyamu yang paling kamu suka adalah bagian yang mana? Kenapa?
- Apa yang terasa sulit hari ini? Apa yang ingin kamu coba lagi atau kamu ubah jika bisa mengulangnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Fase B (Kelas 3–4), Kemendikbudristek.
- Contoh karya stempel jari dan stempel kardus yang disiapkan oleh guru sebagai model.
- Video referensi: 'Arty & Crafty / Finger Painting Art' — https://www.youtube.com/watch?v=sxfHNwgy25o
- Cat air atau cat poster (warna-warni).
- Kertas HVS atau kertas gambar ukuran A4.
- Pensil dan spidol warna hitam/berwarna.
- Potongan kardus bekas bertekstur sebagai stempel tambahan.
- Palet atau wadah kecil untuk cat.
- Tisu atau lap basah untuk membersihkan tangan.
- Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan sederhana dengan ruang gambar dan tulis).
- Lembar panduan visual bergambar langkah-langkah (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan tambahan).
|