Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Membuat Desain Stempel Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Membuat Desain Stempel Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Membuat Desain Stempel Sederhana

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Desain Stempel Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Desain Stempel Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang desain stempel dengan bentuk geometris sederhana (segitiga, lingkaran, oval) pada kardus ukuran 5x5 cm secara mandiri.
  2. Murid dapat menguji coba penggunaan alat dan bahan (kardus, tali/benang/plastisin, lem) untuk membuat stempel dengan prosedur yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat cap atau stempel? Di mana kalian menemukannya dan untuk apa biasanya stempel digunakan?
  2. Bentuk-bentuk apa saja yang sering kalian lihat pada kain batik atau kain tradisional daerah kalian? Apakah ada bentuk segitiga, lingkaran, atau bentuk lainnya?
  3. Jika kalian bisa membuat stempel sendiri, bentuk apa yang ingin kalian buat dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak murid duduk melingkar atau berkelompok kecil (2–3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama: 'Pernahkah kalian melihat stempel? Di mana dan untuk apa?' — murid diberi waktu menjawab singkat (2 menit).
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menunjukkan kartu bergambar bentuk geometris (segitiga, lingkaran, oval, persegi) dan meminta murid menyebutkan nama bentuk yang mereka kenal. Guru mencatat murid yang sudah/belum mengenal bentuk-bentuk tersebut (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan merancang desain stempel kita sendiri menggunakan bentuk geometris, lalu mencoba membuat stempelnya dari kardus dan tali/benang/plastisin.' (2 menit).
  • Guru memastikan semua bahan dan alat tersedia di meja masing-masing atau kelompok: kardus 5x5 cm, tali/benang kasur atau plastisin, lem, pensil, dan kertas untuk mencap (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan contoh foto atau benda nyata stempel tradisional (batik cap, stempel kantor, cap jempol) dan bertanya: 'Apa yang membuat cap ini bisa meninggalkan gambar di kertas?' — murid berdiskusi singkat berpasangan (2 menit).
  • Guru menjelaskan konsep bidang positif dan negatif secara sederhana: 'Bagian yang menonjol (tali/benang yang ditempel) akan menyerap cat dan mencetak gambar — itulah bidang positif. Bagian yang datar adalah bidang negatif yang tidak ikut tercetak.' Guru mendemonstrasikan dengan kardus contoh (3 menit).
  • Murid mengamati contoh desain stempel geometris sederhana yang sudah jadi (guru membawa contoh atau menampilkan gambar). Murid diminta menyebutkan bentuk geometris yang mereka lihat — segitiga, lingkaran, oval — dan mendiskusikan apakah bentuk-bentuk itu mengingatkan pada pola kain daerah mereka (3 menit).
  • Guru menjelaskan langkah kerja secara berurutan menggunakan papan tulis atau kartu langkah: (1) Sketsa desain di kardus, (2) Tempel tali/benang/plastisin mengikuti sketsa, (3) Tunggu lem kering, (4) Oleskan cat, (5) Capkan ke kertas (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengambil kardus 5x5 cm masing-masing dan mulai membuat sketsa desain stempel dengan pensil. Guru mengingatkan: pilih 1–2 bentuk geometris (segitiga, lingkaran, atau oval) dan buat garis yang jelas agar mudah ditempel (5 menit).
  • Murid menempelkan tali/benang kasur atau membentuk plastisin mengikuti garis sketsa di atas kardus menggunakan lem. Guru berkeliling memberi umpan balik proses: 'Apakah talinya sudah mengikuti bentuk yang kamu inginkan? Sudah menempel kuat?' (7 menit).
  • Sambil menunggu lem mengering (sekitar 5 menit), murid yang sudah selesai dapat membuat sketsa bentuk geometris tambahan di kardus cadangan, atau mencatat/menggambar rencana kombinasi desain mereka di buku sketsa/kertas kosong.
  • Setelah lem kering, murid mengoleskan cat pada bagian tali/benang/plastisin secara merata menggunakan kuas atau jari, lalu dengan hati-hati mencapkan kardus ke kertas. Murid boleh bereksperimen: putar stempel, cetak berulang, atau kombinasikan dua stempel berbeda untuk melihat efek yang dihasilkan (8 menit).
  • Guru melakukan asesmen proses: mengamati cara murid memegang dan mengaplikasikan stempel, serta memberikan umpan balik langsung kepada murid yang mengalami kesulitan (misalnya: cat terlalu tipis, tali belum menempel kuat). Murid yang sudah berhasil diminta membantu teman di sebelahnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menempelkan hasil cetakan stempel mereka di papan pajangan atau meja tampilan bersama. Kelas melakukan 'galeri mini' — murid berjalan mengelilingi karya teman selama 2 menit dan mengamati berbagai bentuk stempel yang dihasilkan (2 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi kelas: 'Bentuk mana yang paling mudah dikenali? Mengapa?' dan 'Apa yang berbeda antara rencana desainmu dengan hasil cetakannya?' — murid menjawab secara lisan bergantian (3 menit).
  • Penilaian sejawat singkat: setiap murid diminta memilih satu karya teman yang bentuk geometrisnya paling jelas terlihat dan menuliskan nama teman serta alasannya di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas sobekan) — ini menjadi data asesmen sebagai pembelajaran (3 menit).
  • Murid mengisi refleksi diri singkat dengan menjawab dua pertanyaan di buku gambar atau lembar refleksi: (1) 'Bentuk geometris apa yang kamu buat dan apakah hasilnya seperti yang kamu rencanakan?' (2) 'Apa yang akan kamu coba berbeda jika membuat stempel lagi?' (3 menit).

Penutup:

  • Murid menuliskan nama pada hasil karya cetakan stempel mereka dan merapikan/membersihkan area kerja masing-masing (2 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kalian sudah merancang desain stempel dengan bentuk geometris dan mencoba membuat serta menggunakannya. Bentuk geometris seperti segitiga, lingkaran, dan oval bisa menjadi dasar berbagai karya seni, termasuk batik cap yang sudah digunakan ribuan tahun lalu.' (2 menit).
  • Asesmen akhir: Guru mengamati dan mencatat hasil cetakan stempel setiap murid berdasarkan rubrik (kejelasan bentuk geometris, kerapian tempel tali/benang). Karya dikumpulkan atau dipajang untuk dokumentasi (1 menit).
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: 'Pertemuan depan kita akan menggunakan stempel yang sudah kita buat untuk menciptakan pola yang lebih lengkap.' (1 menit).
  • Guru menutup dengan apresiasi: 'Kalian sudah bekerja seperti seniman asli hari ini. Setiap desain kalian unik dan itu yang membuat seni menjadi spesial.' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal bentuk geometris diberi kartu referensi bergambar bentuk segitiga, lingkaran, dan oval dengan labelnya untuk dijadikan panduan saat membuat sketsa. Murid yang sudah mahir diperkenalkan dengan konsep menggabungkan 2–3 bentuk menjadi satu desain yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan cetakan/template bentuk geometris (stensil kertas) untuk menjiplak sketsa di kardus sebelum ditempel tali. Murid yang cepat selesai diminta mencoba membuat stempel kedua dengan bentuk berbeda atau mengombinasikan dua stempel untuk membuat pola berulang.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman minimal dengan menghasilkan satu cetakan stempel yang dapat dikenali bentuk geometrisnya. Murid yang mampu lebih dapat menghasilkan cetakan dengan kombinasi dua bentuk geometris dan menciptakan pola berulang di selembar kertas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan kartu bergambar bentuk geometris (segitiga, lingkaran, oval, persegi) dan meminta murid menyebutkan nama bentuk yang mereka kenal — dilakukan di awal pendahuluan untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang bentuk geometris sebelum kegiatan merancang dimulai.
  • Guru bertanya singkat: 'Siapa yang pernah melihat atau mencoba membuat cap/stempel sebelumnya?' untuk mengetahui pengalaman awal murid dengan teknik cetak.

Proses:

  • Observasi guru selama tahap Mengaplikasi: mengamati cara murid menggambar sketsa (apakah bentuk geometris dapat dikenali), cara menempel tali/benang (apakah mengikuti garis sketsa), dan cara mengaplikasikan cat serta mencap ke kertas.
  • Umpan balik lisan langsung kepada murid selama proses membuat: guru memberikan satu komentar spesifik dan satu saran perbaikan kepada setiap murid ('Bentuknya sudah jelas, coba tekan kardus lebih rata supaya catnya merata').
  • Penilaian sejawat saat galeri mini: murid mengidentifikasi karya teman yang bentuk geometrisnya paling dapat dikenali dan menuliskan alasan singkatnya.

Akhir:

  • Guru menilai hasil cetakan stempel menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: kejelasan bentuk geometris dan kerapian proses (lihat rubrik).
  • Guru membaca refleksi tertulis murid untuk mengevaluasi kesadaran murid terhadap proses belajar dan rencana perbaikan ke depan.
  • Dokumentasi karya (foto atau karya asli dipajang) sebagai portofolio perkembangan kompetensi Menciptakan dan Berpikir dan Bekerja Artistik.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid membuat sketsa desain dan menempel tali/benang — guru mencatat murid yang perlu bantuan dan memberikan umpan balik lisan segera.
  • Penilaian sejawat: murid memilih karya teman yang bentuk geometrisnya paling jelas dan menuliskan alasannya (sticky note).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman murid tentang bentuk geometris dan konsep bidang positif.

Sumatif:

  • Penilaian hasil cetakan stempel menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kejelasan bentuk geometris pada cetakan, dan (2) kerapian serta ketepatan proses penempelan tali/benang/plastisin.
  • Refleksi tertulis murid (2 pertanyaan) sebagai bukti kesadaran murid terhadap proses belajarnya sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kejelasan Bentuk Geometris pada Hasil CetakanBentuk pada cetakan stempel tidak dapat dikenali sebagai bentuk geometris (segitiga, lingkaran, atau oval); kurang dari 50% teman sekelas dapat mengenali bentuk tersebut.Bentuk geometris samar-samar terlihat pada cetakan namun kurang jelas; sekitar 51–70% teman sekelas dapat mengenali bentuk tersebut.Bentuk geometris (segitiga, lingkaran, atau oval) terlihat jelas pada cetakan; 71–90% teman sekelas dapat mengenali bentuk tersebut.Bentuk geometris sangat jelas dan konsisten pada cetakan stempel; 91–100% teman sekelas dapat mengenali bentuk tersebut. Murid mampu mengombinasikan dua bentuk atau lebih.
Kerapian dan Ketepatan Proses (Penempelan Tali/Benang/Plastisin)Tali/benang/plastisin tidak mengikuti sketsa; banyak bagian terlepas atau tidak menempel; hasil cetakan tidak meninggalkan bekas yang berarti di kertas.Tali/benang/plastisin sebagian mengikuti sketsa namun ada beberapa bagian yang terlepas atau tidak rata; cetakan meninggalkan bekas namun tidak merata.Tali/benang/plastisin mengikuti sketsa dengan baik dan menempel kuat; cetakan meninggalkan bekas yang cukup merata di kertas.Tali/benang/plastisin menempel rapi dan kuat mengikuti sketsa geometris dengan presisi; cetakan meninggalkan bekas yang merata dan bersih. Murid menunjukkan kontrol alat dan bahan yang baik secara mandiri.
Kemampuan Merancang Desain (Sketsa pada Kardus)Sketsa desain tidak menunjukkan bentuk geometris yang dapat diidentifikasi; murid tidak dapat menyelesaikan rancangan tanpa bantuan intensif.Sketsa menunjukkan upaya membuat bentuk geometris namun bentuknya belum proporsional atau sulit dikenali; murid membutuhkan beberapa kali bantuan guru.Sketsa menunjukkan bentuk geometris yang dapat dikenali (segitiga, lingkaran, atau oval) dengan ukuran yang sesuai di kardus 5x5 cm; murid dapat bekerja dengan mandiri setelah instruksi awal.Sketsa menunjukkan bentuk geometris yang jelas, proporsional, dan menunjukkan pertimbangan estetis (misalnya: penempatan bentuk di tengah, kombinasi dua bentuk); murid merancang secara mandiri penuh dan dapat menjelaskan alasan pilihannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menghasilkan minimal satu cetakan stempel yang bentuk geometrisnya dapat dikenali? Murid mana yang perlu pendampingan lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah strategi diferensiasi (kartu referensi untuk murid yang membutuhkan dukungan, tantangan ekstra untuk murid yang cepat) berjalan efektif? Apa yang perlu diubah?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid dan menghubungkan materi dengan pengalaman nyata mereka (kain tradisional daerah)?

Refleksi Murid:

  • Bentuk geometris apa yang kamu buat pada stempelmu? Apakah hasil cetakannya seperti yang kamu rencanakan sejak awal?
  • Bagian mana dari membuat stempel yang menurutmu paling sulit? Apa yang sudah kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Jika kamu bisa membuat stempel lagi, apa yang akan kamu coba perbaiki atau ubah dari desain dan cara kerjamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbud) — Bab 7 Eksplorasi Bentuk Melalui Teknik Cetak, hlm. 97–100.
  2. Kardus bekas ukuran 5x5 cm (satu per murid, plus cadangan).
  3. Tali goni, benang kasur, atau plastisin.
  4. Lem PVA/lem putih.
  5. Cat tempera atau tinta bak (warna pekat, 2–3 warna pilihan).
  6. Kuas kecil atau kapas untuk mengoleskan cat.
  7. Kertas HVS atau kertas gambar untuk media cetak.
  8. Pensil untuk membuat sketsa desain.
  9. Kartu referensi bentuk geometris (segitiga, lingkaran, oval) buatan guru sebagai alat bantu diferensiasi.
  10. Contoh foto atau gambar stempel tradisional (batik cap, stempel kayu) sebagai bahan diskusi visual.
  11. Lembar refleksi murid (atau buku gambar/jurnal belajar).
  12. Sticky note atau kertas kecil untuk penilaian sejawat.
  13. Video referensi kreasi stempel jari: https://www.youtube.com/watch?v=sxfHNwgy25o (opsional, sebagai inspirasi tambahan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.