MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Menggambar dengan Kesan Ruang: Latar Depan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Menggambar dengan Kesan Ruang: Latar Depan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Siswa mampu menggambar objek latar depan dengan ukuran besar dan detail.
- Siswa mampu menerapkan garis cakrawala dalam gambar untuk membagi ruang.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu memotret selfie? Mengapa wajahmu tampak sangat besar di foto itu dibandingkan benda-benda di belakangmu?
- Jika kamu berdiri di tepi jalan dan melihat pohon-pohon yang berjejer menjauh, mengapa pohon yang paling dekat tampak lebih besar dan jelas?
- Di mana kira-kira letak langit dan tanah bertemu ketika kamu melihat pemandangan jauh? Garis apa itu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kehadiran siswa dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Asesmen awal diagnostik: Guru meminta siswa menggambar cepat sebuah pohon di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas selembar), lalu menempelkannya di papan. Guru mengamati apakah siswa sudah mengenal konsep besar-kecil dan dekat-jauh dalam gambar (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi siswa untuk menjawab secara lisan. Respons siswa dicatat sebagai data awal pemahaman (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar menggambar objek latar depan yang besar dan detail, serta membuat garis cakrawala agar gambar kita terasa berkedalaman.' (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta dua siswa maju ke depan kelas: satu berdiri di depan guru (dekat), satu berdiri di sudut belakang ruangan (jauh). Guru mengukur tinggi masing-masing siswa menggunakan jarak ibu jari dan telunjuk dari sudut pandangnya, lalu memperlihatkan hasilnya kepada kelas.
- Guru bertanya: 'Siapa yang kelihatan lebih besar? Mengapa bisa begitu?' dan mendorong siswa untuk mengungkapkan pengamatannya (berpikir kritis).
- Guru menjelaskan konsep kesan ruang secara sederhana: objek di latar depan tampak besar, detail, dan warnanya jelas; objek di latar belakang tampak kecil, tidak detail, dan warnanya pudar.
- Guru menunjukkan contoh gambar pemandangan sederhana di papan tulis atau layar, lalu menggambar garis cakrawala (garis horizon) secara langsung sambil menjelaskan fungsinya sebagai pembagi antara langit dan tanah.
- Guru menunjukkan posisi latar depan pada kertas: 'Objek latar depan biasanya diletakkan di bagian bawah kertas, dekat dengan kita — itulah yang kita gambar hari ini.'
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan kertas gambar A4 kepada setiap siswa.
- Siswa diminta membuat garis cakrawala terlebih dahulu: sebuah garis horizontal di sekitar sepertiga bagian atas kertas sebagai batas langit dan tanah.
- Siswa memilih objek yang ingin digambar di latar depan (misalnya: diri sendiri seperti selfie, pohon besar, bunga, atau hewan peliharaan) sesuai pengalaman dan imajinasi mereka.
- Siswa menggambar objek latar depan dengan ukuran besar — memenuhi area bawah kertas — dan menambahkan detail sebanyak mungkin (misalnya: tekstur daun, lipatan baju, atau bulu hewan).
- Guru berkeliling memantau proses, memberikan umpan balik lisan yang spesifik: 'Garis cakrawalamu sudah bagus! Coba buat objekmu lebih besar lagi agar terasa dekat.' dan mencatat perkembangan tiap siswa (asesmen proses).
- Guru memberi tanda dua menit sebelum waktu menggambar habis agar siswa bisa menyelesaikan gambarnya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Siswa diminta melihat kembali gambar mereka dan menjawab dua pertanyaan yang ditulis guru di papan: (1) 'Apakah objek latar depanku sudah tampak besar dan detail?' (2) 'Apakah garis cakrawalaku sudah membagi langit dan tanah dengan jelas?'
- Siswa memberi tanda bintang pada bagian gambar mereka yang paling mereka sukai, lalu menuliskan satu kalimat singkat di balik kertas: 'Yang paling aku bangga dari gambarku adalah...'
- Beberapa siswa (3–4 sukarelawan) diajak memperlihatkan gambarnya ke kelas dan menceritakan pilihan objek latar depan mereka secara singkat.
- Guru memberikan apresiasi positif dan merangkum pembelajaran: 'Kalian sudah berhasil membuat garis cakrawala dan menggambar objek latar depan yang besar dan detail. Itu adalah langkah pertama membuat gambar yang punya kesan ruang.'
Penutup:- Guru memandu siswa melakukan refleksi lisan berpasangan (think-pair): 'Ceritakan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini kepada teman di sebelahmu.' (3 menit).
- Asesmen akhir: Guru mengumpulkan hasil gambar siswa sebagai bukti karya dan mengisi catatan observasi singkat berdasarkan rubrik (gambar dikembalikan pada pertemuan berikutnya dengan catatan umpan balik).
- Guru menyampaikan kaitan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya: 'Minggu depan kita akan belajar menambahkan latar tengah dan latar belakang, sehingga gambar kalian akan semakin terasa dalam.'
- Guru menutup kelas dengan salam dan motivasi singkat. (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk siswa yang belum memahami konsep besar-kecil: guru menyediakan kartu referensi bergambar contoh latar depan yang sudah dilabeli. Untuk siswa yang sudah paham: guru memperkenalkan konsep warna lebih jelas di latar depan vs warna pudar di latar belakang sebagai tantangan tambahan.
- Proses: Siswa yang membutuhkan dukungan lebih dapat memulai dengan menjiplak outline objek dari template yang disediakan guru, kemudian menambahkan detail sendiri. Siswa yang cepat selesai didorong untuk menambahkan minimal dua objek berbeda di latar depan dengan tingkat detail tinggi.
- Produk: Siswa bebas memilih objek latar depan berdasarkan minat dan pengalaman pribadi (diri sendiri, hewan, tumbuhan, atau benda favorit), sehingga produk akhir bervariasi dan personal bermakna bagi masing-masing siswa.
ASESMENAwal:- Siswa menggambar cepat sebuah pohon di kertas kecil tanpa instruksi khusus. Guru mengamati apakah siswa sudah memiliki intuisi tentang proporsi besar-kecil dan letak objek. Hasil ini digunakan untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan di tahap Memahami.
Proses:- Observasi berkeliling: guru mengamati dan mencatat apakah (a) garis cakrawala sudah tergambar, (b) objek latar depan ditempatkan di bagian bawah kertas, (c) objek digambar dengan ukuran besar relatif terhadap kertas.
- Pertanyaan pancingan kepada siswa yang terlihat bingung: 'Kalau objek ini dekat denganmu, harusnya kamu gambar besar atau kecil?'
- Catatan singkat pada lembar observasi kelas (nama siswa dan status: sudah paham / perlu bantuan / melampaui ekspektasi).
Akhir:- Pengumpulan karya gambar siswa. Guru menilai menggunakan rubrik dua aspek: ukuran dan detail objek latar depan, serta penerapan garis cakrawala. Karya dikembalikan pada pertemuan berikutnya disertai catatan umpan balik tertulis yang spesifik dan konstruktif.
Formatif:- Observasi langsung saat siswa menggambar: guru mencatat apakah siswa menempatkan objek latar depan di bagian bawah kertas dengan ukuran besar.
- Pertanyaan lisan selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman konsep garis cakrawala.
- Umpan balik lisan individual saat guru berkeliling kelas.
Sumatif:- Penilaian hasil karya gambar menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) ukuran dan detail objek latar depan, dan (2) ketepatan penerapan garis cakrawala.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ukuran dan Detail Objek Latar Depan | Objek digambar kecil dan tidak ada detail yang dapat dikenali. Posisi objek tidak menunjukkan pemahaman tentang latar depan. | Objek digambar dengan ukuran sedang, beberapa detail mulai tampak namun belum konsisten. Posisi objek mulai mendekati area bawah kertas. | Objek digambar dengan ukuran besar di bagian bawah kertas dan menampilkan detail yang cukup jelas (misalnya fitur wajah, tekstur, atau pola). | Objek digambar dengan ukuran besar dan penuh detail yang kaya (tekstur, pola, ekspresi, atau ornamen tambahan). Posisi dan proporsi menunjukkan pemahaman kesan ruang yang kuat. | | Penerapan Garis Cakrawala | Tidak ada garis cakrawala dalam gambar, atau garis yang ada tidak berfungsi sebagai pembagi ruang. | Garis cakrawala ada namun letaknya kurang tepat (terlalu rendah atau terlalu tinggi) sehingga pembagian ruang belum terasa jelas. | Garis cakrawala tergambar dengan cukup tepat dan berhasil membagi area langit dan tanah secara visual. | Garis cakrawala tergambar tepat dan konsisten, membagi ruang dengan jelas. Siswa mampu menjelaskan fungsinya secara lisan ketika ditanya guru. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh siswa berhasil memahami konsep latar depan dan garis cakrawala? Siswa mana yang membutuhkan penguatan di pertemuan berikutnya?
- Apakah demonstrasi langsung (mengukur tinggi siswa dari sudut pandang) efektif membangun pemahaman konsep kesan ruang?
- Apakah alokasi waktu untuk tahap Mengaplikasi mencukupi sehingga siswa tidak terburu-buru menyelesaikan gambar?
- Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau kebutuhan siswa yang paling lambat dan paling cepat di kelas ini?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara menggambar agar terasa dekat?
- Di bagian mana gambarmu yang paling kamu sukai, dan mengapa?
- Kalau kamu boleh menggambar ulang, apa yang ingin kamu ubah atau tambahkan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Fase B (Kegiatan 6 — Mengenal Kesan Ruang)
- Kertas gambar A4 (1 lembar per siswa)
- Pensil hitam (HB atau 2B)
- Krayon atau pensil warna
- Penghapus
- Contoh gambar pemandangan sederhana yang menunjukkan garis cakrawala dan tiga latar (dapat dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
- Papan tulis dan kapur/spidol untuk demonstrasi langsung
- Kartu referensi bergambar contoh latar depan (untuk siswa yang membutuhkan dukungan tambahan)
- Lembar observasi kelas untuk asesmen proses guru
|