Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengamati Kesan Ruang di Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Mengamati Kesan Ruang di Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengamati Kesan Ruang di Sekitar

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengamati Kesan Ruang di Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengamati Kesan Ruang di Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu mengidentifikasi kesan ruang (latar depan, tengah, belakang) pada gambar atau lingkungan sekitar.
  2. Siswa mampu menjelaskan perbedaan ukuran objek pada jarak dekat, menengah, dan jauh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu berfoto bersama teman? Mengapa orang yang paling depan tampak lebih besar dibanding orang yang ada di belakang?
  2. Jika kamu berdiri di tepi jalan dan melihat pohon yang jauh sekali, apakah pohon itu terlihat sama besarnya dengan pohon yang ada di dekatmu?
  3. Bagaimana cara kamu menggambar sebuah pemandangan agar terlihat ada jarak antara benda-benda yang dekat dan yang jauh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menunjukkan dua gambar pemandangan (satu gambar datar tanpa kesan ruang, satu gambar dengan latar depan-tengah-belakang) dan bertanya, 'Gambar mana yang terlihat lebih nyata? Mengapa?' Catat respons siswa sebagai titik awal pemahaman (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik hari ini: 'Hari ini kita akan belajar tentang kesan ruang — bagaimana benda yang dekat dan jauh bisa tampak berbeda ukurannya' (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Setelah belajar hari ini, kalian bisa menunjukkan mana latar depan, tengah, dan belakang, serta bisa menjelaskan kenapa benda yang jauh kelihatan lebih kecil' (2 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama tentang foto bersama teman untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak satu siswa maju ke depan kelas, berdiri berdampingan dengan guru. Siswa lain diminta membandingkan tinggi guru dan teman mereka (2 menit).
  • Guru meminta siswa tersebut berjalan 5 langkah menjauh, lalu guru menggunakan rentang jari (ibu jari dan telunjuk) untuk 'mengukur' tinggi siswa dari sudut pandangnya. Guru bertanya: 'Sekarang temanmu tampak lebih besar atau lebih kecil?' (3 menit).
  • Guru menjelaskan konsep latar depan, tengah, dan belakang: benda di latar depan tampak besar, detail, dan warnanya lebih terang; benda di latar tengah tampak lebih kecil; benda di latar belakang tampak paling kecil, kurang detail, dan warnanya lebih pudar (5 menit).
  • Guru menunjukkan contoh gambar pemandangan atau foto yang jelas memperlihatkan tiga lapis ruang. Siswa diminta menunjuk bagian mana yang latar depan, tengah, dan belakang (3 menit).
  • Guru mengajak siswa mengamati lingkungan kelas atau jendela: 'Benda mana yang ada di latar depan kita sekarang? Mana yang di belakang?' (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Siswa diajak keluar kelas sejenak (atau ke jendela/koridor) untuk mengamati pemandangan nyata sekitar sekolah selama 3–4 menit. Mereka diminta memperhatikan: benda apa yang kelihatan besar dan dekat, mana yang sedang, mana yang kecil dan jauh (5 menit).
  • Kembali ke kelas, setiap siswa menerima lembar kerja berupa gambar pemandangan kosong yang sudah dibagi tiga bagian (latar depan, tengah, belakang) dengan label yang sudah tercetak. Siswa bertugas menuliskan atau menggambar benda-benda yang mereka amati tadi di bagian yang tepat (10 menit).
  • Siswa diminta memberikan keterangan singkat di bawah gambar mereka: mengapa mereka meletakkan benda tertentu di latar depan atau belakang. Ini melatih siswa menjelaskan pilihan mereka dengan kosakata seni (latar depan, tengah, belakang, besar, kecil, detail, pudar) (5 menit).
  • Guru berkeliling mengamati pekerjaan siswa, memberikan umpan balik lisan singkat dan mencatat siapa yang sudah memahami konsep dan siapa yang masih perlu bantuan (sebagai asesmen proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Beberapa siswa (3–4 sukarelawan) diminta mempresentasikan lembar kerja mereka secara singkat: menunjukkan benda apa yang mereka tempatkan di tiap lapis ruang dan alasannya (5 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Apakah semua orang meletakkan benda yang sama di latar depan? Kenapa bisa berbeda-beda? Apakah itu salah?' — mendorong siswa memahami bahwa perspektif pengamat bisa berbeda (3 menit).
  • Siswa mengisi tiket keluar (exit ticket) di balik lembar kerja mereka: gambar tiga kotak kecil berlabel 'Depan', 'Tengah', 'Belakang' dan satu pertanyaan: 'Tuliskan satu contoh benda yang biasanya ada di latar belakang sebuah gambar pemandangan dan jelaskan kenapa ukurannya kecil.' (4 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja dan exit ticket sebagai bukti asesmen akhir pertemuan ini.

Penutup:

  • Guru bersama siswa membuat kesimpulan bersama: 'Hari ini kita belajar bahwa benda yang dekat tampak besar dan detail, benda yang jauh tampak kecil dan kurang detail. Ini disebut kesan ruang dengan tiga lapis: latar depan, tengah, dan belakang.' (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada siswa: 'Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini? Adakah yang masih membingungkan?' (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh siswa dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya mereka akan mulai membuat gambar menggunakan konsep kesan ruang ini (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak siswa berdoa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang masih kesulitan membedakan lapis ruang, guru menyediakan kartu gambar visual bergambar tiga lapis ruang yang sudah diberi warna berbeda (depan=gelap, tengah=sedang, belakang=pudar) sebagai alat bantu konkret selama mengerjakan lembar kerja.
  • Proses: Siswa yang sudah cepat memahami konsep didorong untuk mengamati lebih dari satu sudut pandang dan membandingkan dua pemandangan berbeda (misalnya sudut depan sekolah vs. sudut taman); mereka juga dapat diminta menjelaskan konsep kepada teman sebaya (peer teaching) sebagai pengayaan.
  • Produk: Siswa yang membutuhkan dukungan lebih dapat melengkapi lembar kerja hanya dengan menggambar atau menempel gambar dari majalah/print-out ke bagian latar yang sesuai, tanpa harus menulis keterangan panjang; siswa yang sudah mahir dapat menambahkan keterangan tertulis yang lebih rinci menggunakan kosakata seni.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar pemandangan (satu tanpa kesan ruang, satu dengan tiga lapis ruang yang jelas) dan meminta siswa memilih mana yang 'terlihat lebih nyata' serta menyebutkan alasannya secara lisan. Guru mencatat pemahaman awal siswa untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.

Proses:

  • Selama siswa mengerjakan lembar kerja (tahap Mengaplikasi), guru berkeliling dan mengajukan pertanyaan individual: 'Kenapa kamu meletakkan pohon ini di bagian depan?' atau 'Mengapa gunung di gambarmu tampak sangat kecil?'
  • Guru mencatat nama siswa yang sudah tepat, yang masih ragu, dan yang salah penempatan pada lembar observasi singkat untuk menentukan tindak lanjut.

Akhir:

  • Exit ticket: siswa menjawab secara tertulis di balik lembar kerja — 'Sebutkan satu benda yang biasanya ada di latar belakang gambar pemandangan dan jelaskan mengapa ukurannya tampak kecil.' Jawaban dinilai menggunakan rubrik identifikasi dan penjelasan kesan ruang.

Formatif:

  • Observasi guru selama aktivitas pengamatan lingkungan: apakah siswa dapat menunjuk latar depan, tengah, belakang dengan benar.
  • Lembar kerja penempatan benda pada tiga lapis ruang: dinilai ketepatan penempatan dan kemampuan memberikan alasan.
  • Diskusi kelas saat sesi refleksi: kualitas penjelasan lisan siswa tentang alasan penempatan benda.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pertemuan: siswa menuliskan satu contoh benda di latar belakang dan menjelaskan mengapa ukurannya kecil — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi latar depan, tengah, dan belakangSiswa tidak dapat menunjukkan atau membedakan ketiga lapis ruang meskipun dengan bantuan.Siswa dapat menunjukkan salah satu lapis ruang (misalnya hanya latar depan) dengan benar, tetapi belum konsisten untuk ketiganya.Siswa dapat mengidentifikasi ketiga lapis ruang (depan, tengah, belakang) dengan benar pada gambar yang diberikan guru.Siswa dapat mengidentifikasi ketiga lapis ruang dengan benar pada gambar yang diberikan maupun pada lingkungan nyata di sekitarnya secara mandiri.
Menjelaskan perbedaan ukuran objek berdasarkan jarakSiswa tidak dapat menjelaskan mengapa ukuran objek berbeda berdasarkan jarak, bahkan dengan pertanyaan pengarah dari guru.Siswa mengetahui bahwa benda jauh tampak kecil, tetapi penjelasannya belum menggunakan kosakata seni yang tepat (latar depan/tengah/belakang).Siswa dapat menjelaskan perbedaan ukuran objek pada jarak dekat, menengah, dan jauh menggunakan kosakata seni yang sesuai.Siswa dapat menjelaskan perbedaan ukuran objek secara rinci, menyertakan contoh konkret dari pengamatannya sendiri, dan menggunakan kosakata seni dengan tepat dan lancar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa dapat mengidentifikasi ketiga lapis ruang di akhir pertemuan ini? Siswa mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah aktivitas pengamatan langsung di lingkungan sekolah efektif membantu siswa memahami konsep kesan ruang secara konkret?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan diskusi bermakna dari siswa?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik perhatian siswa, dan bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara melihat benda yang dekat dan jauh?
  • Menurutmu, mengapa penting untuk tahu tentang latar depan, tengah, dan belakang saat membuat gambar?
  • Adakah bagian dari pelajaran hari ini yang masih membingungkanmu? Apa yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Rupa Kelas 3 SD — Bab 6 Mengenal Kesan Ruang
  2. Buku Guru Seni Rupa Kelas 3 SD — Panduan Kegiatan 6
  3. Gambar pemandangan contoh (cetak atau ditampilkan via proyektor) yang menunjukkan tiga lapis ruang dengan jelas
  4. Lembar kerja bergambar pemandangan kosong yang terbagi tiga bagian (latar depan, tengah, belakang) — disiapkan guru
  5. Kartu visual bantu (untuk diferensiasi) bergambar tiga lapis ruang dengan warna berbeda
  6. Lingkungan sekitar sekolah (halaman, koridor, atau pemandangan dari jendela kelas) sebagai objek pengamatan langsung
  7. Alat tulis: pensil dan pewarna (opsional untuk pengayaan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.