MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Mengamati dan Mengidentifikasi Tekstur di Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Mengamati dan Mengidentifikasi Tekstur di Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Siswa mampu mengamati dan mengidentifikasi tekstur (halus, kasar, licin, berbulu) pada benda-benda di lingkungan sekitar melalui indera peraba.
- Siswa mampu mengelompokkan benda berdasarkan jenis teksturnya (tekstur alami dan buatan) dengan benar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu memegang batu kerikil dan kapas? Apa yang kamu rasakan? Apakah keduanya terasa sama?
- Menurutmu, mengapa permukaan kulit jeruk terasa berbeda dengan permukaan meja? Apa yang menyebabkan perbedaan itu?
- Coba lihat sekeliling kelasmu sekarang — benda mana yang menurutmu paling kasar dan paling halus? Bagaimana kamu bisa yakin?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa bersama sebelum memulai pelajaran (menumbuhkan keimanan dan rasa syukur atas indra peraba sebagai anugerah Tuhan).
- Guru mengecek kehadiran siswa dan mengondisikan suasana belajar yang nyaman.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menunjukkan dua benda kontras (misalnya kain halus dan amplas) dan meminta 2–3 siswa maju untuk meraba, lalu bertanya: 'Apa yang kamu rasakan?' dan 'Sudah pernahkah kalian mendengar kata TEKSTUR?' Guru mencatat respons siswa di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menjadi detektif tekstur — kita akan meraba, mengamati, dan mengelompokkan benda-benda di sekitar kita!'
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu siswa dan memberi waktu 2 menit bagi siswa mendiskusikan jawabannya dengan teman sebangku.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep tekstur secara singkat menggunakan bahasa yang mudah dipahami: tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang bisa dirasakan dengan meraba (indera peraba) atau dilihat (indera penglihatan).
- Guru memperkenalkan 4 jenis tekstur utama beserta contoh konkret: halus (permukaan kaca, kertas HVS), kasar (batu bata, batang pohon), licin (plastik, daun talas), dan berbulu/berpori (kain handuk, busa).
- Guru memperkenalkan dua kategori tekstur: ALAMI (berasal dari alam, contoh: daun, batu, kayu, kulit jeruk) dan BUATAN (hasil produksi manusia, contoh: kain, plastik, keramik). Guru menampilkan gambar atau benda nyata untuk masing-masing kategori.
- [Berkesadaran] Guru mengajak siswa untuk menutup mata sejenak, menarik napas perlahan, dan benar-benar merasakan tekstur meja masing-masing dengan ujung jari selama 30 detik. Guru memandu: 'Fokuskan perhatianmu — apa yang kamu rasakan di ujung jarimu?' Kegiatan ini melatih kesadaran inderawi.
- Siswa menyebutkan kata-kata yang menggambarkan apa yang mereka rasakan, dan guru menuliskan kosakata tekstur di papan tulis sebagai kamus mini kelas (halus, kasar, licin, berbulu, berpori, lembut, bergerigi, dll.).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- [Menggembirakan] Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan 'Tas Misteri Tekstur' — sebuah kantong kain berisi 6–8 benda kecil (batu kecil, kain perca, daun kering, potongan plastik, kapas, kayu kecil, karet penghapus, dll.) yang tidak boleh dilihat dulu.
- Setiap siswa secara bergantian memasukkan tangan ke dalam tas, meraba satu benda tanpa melihat, lalu mendeskripsikan teksturnya kepada teman kelompok menggunakan kata-kata dari kamus mini kelas. Teman lain menebak benda apa itu.
- Setelah semua benda dikeluarkan, setiap kelompok mengisi 'Lembar Kerja Detektif Tekstur': siswa menuliskan nama benda, jenis tekstur yang dirasakan (halus/kasar/licin/berbulu), dan kategori tekstur (alami/buatan) pada tabel yang telah disiapkan guru.
- [Bermakna] Guru mengajak siswa keluar kelas selama 5 menit (atau berkeliling di dalam kelas jika tidak memungkinkan) untuk meraba permukaan benda nyata di lingkungan sekolah: dinding, lantai, tanaman, bangku, pohon, dll. Siswa mencatat minimal 3 benda tambahan pada lembar kerjanya.
- [Asesmen proses] Guru berkeliling mengamati proses pengisian lembar kerja, memberi umpan balik lisan kepada kelompok, dan mencatat siswa yang mengalami kesulitan membedakan tekstur alami dan buatan untuk ditindaklanjuti.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil lembar kerja mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok): menyebutkan 2 benda yang paling menarik dan menjelaskan mengapa tekstur benda tersebut termasuk alami atau buatan.
- Guru memandu diskusi kelas: 'Apakah ada kelompok yang menemukan benda dengan tekstur yang sama tetapi berbeda kategori (alami vs buatan)? Apa yang bisa kita simpulkan tentang tekstur di sekitar kita?'
- [Berkesadaran] Guru mengajak siswa menulis atau menggambar secara singkat di sudut lembar kerjanya: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang tekstur adalah...' dan 'Satu benda di rumahku yang ingin aku cek teksturnya adalah...' Kegiatan ini mendorong koneksi antara pembelajaran di sekolah dan kehidupan sehari-hari.
- Guru mengaitkan materi dengan rasa syukur: 'Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena diberikan indera peraba yang membantu kita merasakan dan menikmati keindahan dan keragaman alam ciptaan-Nya.'
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh kepada kelas tentang pola yang ditemukan, meluruskan miskonsepsi yang muncul selama presentasi kelompok, dan memperkuat pemahaman tentang perbedaan tekstur alami dan buatan.
Penutup:- Guru bersama siswa membuat kesimpulan bersama: 'Tekstur adalah... Tekstur alami contohnya... Tekstur buatan contohnya...' (siswa melengkapi secara lisan).
- Asesmen akhir: Guru membagikan 'Kartu Keluar' (exit ticket) berisi 3 gambar benda. Siswa menuliskan jenis tekstur dan kategori (alami/buatan) untuk masing-masing benda. Kartu dikumpulkan sebelum siswa pulang sebagai data asesmen sumatif pertemuan ini.
- Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya: 'Minggu depan, kita akan menggunakan tekstur yang kita temukan hari ini untuk membuat karya seni dengan teknik gosok — seru sekali!'
- Guru mengajak siswa merapikan benda-benda yang digunakan dan membuang sampah pada tempatnya sebagai wujud akhlak terhadap lingkungan.
- Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi siswa dan mengajak berdoa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan kartu bergambar berwarna dengan label nama tekstur yang sudah tertulis di bawah gambar benda, sehingga siswa bisa mencocokkan visual dengan kata. Untuk siswa yang lebih cepat: guru menyediakan 'Kartu Tantangan' berisi pertanyaan lanjutan seperti 'Apakah sebuah benda bisa memiliki lebih dari satu jenis tekstur? Berikan contohnya!'
- Proses: Untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi secara langsung saat kegiatan meraba, menggunakan pertanyaan terpandu ('Coba rasakan — apakah permukaannya mulus atau bergerigi?'). Untuk siswa yang lebih cepat: mereka diberi peran sebagai 'asisten detektif' yang membantu teman kelompok mendeskripkan tekstur menggunakan kosakata yang lebih beragam.
- Produk: Untuk siswa yang membutuhkan dukungan lebih: lembar kerja cukup diisi dengan mencentang pilihan yang tersedia (tabel dengan pilihan ganda). Untuk siswa yang lebih cepat: lembar kerja diperluas dengan kolom tambahan untuk menggambar tekstur yang ditemukan menggunakan arsiran pensil, sebagai awal eksplorasi teknik gosok di pertemuan berikutnya.
ASESMENAwal:- Guru menunjukkan dua benda kontras (kain halus dan amplas) dan meminta 2–3 siswa meraba lalu mendeskripsikan perbedaannya — untuk mengetahui sejauh mana siswa sudah familiar dengan konsep tekstur sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar kata TEKSTUR? Menurut kalian, apa artinya?' — respons dicatat sebagai peta konsep awal di papan tulis.
Proses:- Observasi selama kegiatan Tas Misteri Tekstur: guru mencatat nama siswa yang mampu/belum mampu menggunakan kosakata tekstur yang tepat saat mendeskripsikan benda.
- Pemantauan pengisian Lembar Kerja Detektif Tekstur: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung jika siswa keliru mengkategorikan tekstur alami dan buatan.
- Pengamatan partisipasi saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan siswa menjelaskan alasan pengelompokkan dengan kalimat yang logis.
Akhir:- Kartu Keluar (exit ticket): berisi 3 gambar benda (misalnya daun, keramik lantai, batu kali). Siswa menuliskan (1) jenis tekstur yang diperkirakan dan (2) kategori alami atau buatan untuk setiap benda. Dinilai berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek identifikasi tekstur dan pengelompokkan kategori.
Formatif:- Observasi guru selama kegiatan 'Tas Misteri Tekstur': kemampuan siswa mendeskripsikan tekstur secara lisan menggunakan kosakata yang tepat.
- Pengamatan guru saat siswa mengisi Lembar Kerja Detektif Tekstur: ketepatan pengelompokkan benda ke dalam kategori alami dan buatan.
- Umpan balik lisan selama presentasi kelompok: kejelasan penjelasan siswa tentang alasan pengelompokkan tekstur.
Sumatif:- Kartu Keluar (exit ticket): siswa mengidentifikasi jenis tekstur dan kategori (alami/buatan) dari 3 gambar benda yang diberikan guru — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Lembar Kerja Detektif Tekstur yang telah diisi siswa: kelengkapan data, ketepatan identifikasi tekstur, dan ketepatan pengelompokkan kategori.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Tekstur Benda (TP 3.5.1.1) | Siswa belum mampu menyebutkan jenis tekstur benda (halus, kasar, licin, berbulu) meskipun sudah meraba benda secara langsung, atau memberikan deskripsi yang tidak relevan. | Siswa mampu menyebutkan 1 jenis tekstur dengan benar dari benda yang diraba, namun masih memerlukan bimbingan atau pertanyaan terpandu dari guru. | Siswa mampu mengidentifikasi jenis tekstur dengan benar untuk sebagian besar benda (minimal 4 dari 6 benda) secara mandiri menggunakan kosakata yang tepat. | Siswa mampu mengidentifikasi jenis tekstur dengan benar untuk semua benda secara mandiri dan mampu menjelaskan alasannya menggunakan kosakata tekstur yang kaya dan tepat. | | Mengelompokkan Tekstur Alami dan Buatan (TP 3.5.1.2) | Siswa belum mampu membedakan tekstur alami dan buatan, atau mengkategorikan semua benda ke dalam satu kategori saja. | Siswa mampu mengelompokkan sebagian benda ke dalam kategori alami dan buatan dengan benar (kurang dari separuh) namun masih memerlukan bimbingan guru. | Siswa mampu mengelompokkan sebagian besar benda (minimal 4 dari 6 benda) ke dalam kategori alami dan buatan dengan benar secara mandiri. | Siswa mampu mengelompokkan semua benda ke dalam kategori alami dan buatan dengan benar secara mandiri dan mampu memberikan penjelasan logis mengapa suatu benda termasuk kategori tersebut. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam kegiatan meraba dan mengidentifikasi tekstur? Jika ada yang pasif, apa penyebabnya?
- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan cukup memancing rasa ingin tahu siswa? Pertanyaan mana yang paling efektif?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu siswa dengan kebutuhan belajar yang berbeda? Apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
- Sejauh mana hasil Kartu Keluar menunjukkan pencapaian tujuan pembelajaran? Siswa mana yang perlu mendapat perhatian khusus di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Benda apa yang paling menarik yang kamu raba hari ini? Bagaimana teksturnya?
- Apa perbedaan antara tekstur alami dan tekstur buatan? Bisakah kamu memberikan contoh dari rumahmu?
- Hal apa yang masih membuatmu bingung tentang tekstur hari ini? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III (Kurikulum Merdeka)
- Benda-benda konkret dari lingkungan sekitar: batu kecil, daun kering, kapas, kain perca, potongan plastik, kayu kecil, karet penghapus, keramik kecil (untuk Tas Misteri Tekstur)
- Kantong kain buram/tas kain untuk kegiatan 'Tas Misteri Tekstur'
- Lembar Kerja Detektif Tekstur (disiapkan guru: tabel identifikasi nama benda, jenis tekstur, kategori alami/buatan)
- Kartu Keluar (exit ticket) berisi 3 gambar benda — disiapkan guru
- Kartu bergambar kosakata tekstur untuk diferensiasi (disiapkan guru)
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kosakata dan peta konsep bersama
|