MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 5 — Eksplorasi Membuat Bentuk 3 Dimensi: Hewan di Sekitarku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Eksplorasi Membuat Bentuk 3 Dimensi: Hewan di Sekitarku |
|---|
| Alokasi Waktu | 29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.5.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar
- TP 3.5.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar
- TP 3.5.3 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar berupa bentuk hewan
- TP 3.5.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan patung kucing di atas meja dengan gambar kucing di kertas gambar?
- Bagian mana dari patung hewan yang dapat disentuh dan menempati tempat di meja?
- Bagaimana permukaan kulit atau bulu hewan saat kamu sentuh, apakah terasa halus, kasar, atau bersisik?
- Mengapa ukuran kepala, badan, dan kaki pada patung hewan harus seimbang dan pas agar terlihat wajar?
- Bahan apa saja di sekitar kita yang bertekstur lunak dan mudah dibentuk menjadi tubuh hewan?
- Alat bantu apa yang paling cocok dan aman untuk memotong atau membentuk detail seperti mata dan telinga hewan?
- Bagaimana cara kita mengubah segumpal bahan lunak (plastisin/tanah liat) menjadi bentuk bulat seperti kepala kucing?
- Apa yang terjadi jika plastisin kita pilin atau kita pipihkan menggunakan jari tangan?
- Bagaimana bentuk bagian tubuh utama seperti kepala dan badan hewan yang sering kalian jumpai di sekitar?
- Bagaimana cara membentuk bahan plastisin atau lempung agar menjadi bagian badan hewan yang bervolume tiga dimensi dan kokoh?
- Bagian detail apa saja (seperti telinga, ekor, mata, atau kaki) yang perlu ditambahkan agar patung hewanmu terlihat semakin mirip dengan aslinya?
- Bagaimana cara menempelkan dan merakit bagian detail agar menempel kokoh pada badan utama hewan yang sudah dibuat?
- Bagaimana cara memastikan karya 3 dimensi hewan buatanmu sudah kokoh dan dapat berdiri seimbang?
- Sentuhan akhir apa yang dapat kamu tambahkan agar bentuk hewanmu terlihat rapi dan utuh sesuai hewan di sekitarmu?
- Unsur rupa apa saja (seperti bentuk, warna, atau tekstur) yang paling tampak pada patung hewan buatanmu?
- Bagaimana caramu menceritakan bagian karya yang sudah berhasil dan bagian yang masih ingin kamu perbaiki menggunakan kata-kata seni rupa?
- Bagaimana caramu menyampaikan hal menarik pada patung hewan buatan temanmu dengan bahasa seni rupa yang tepat?
- Kosakata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan saat mengamati bentuk, tekstur, dan proporsi karya teman sekelas?
- Bagaimana caramu membentuk bahan lunak menjadi tubuh hewan yang utuh dan seimbang?
- Unsur rupa dan prinsip desain apa saja yang tampak pada patung hewan buatanmu?
- Kosakata seni rupa apa yang paling tepat untuk mengapresiasi karya temanmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Unsur Rupa Bentuk dan Ruang pada Karya Seni Rupa 3 Dimensi Hewan di Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menunjukkan selembar kertas bergambar kucing (karya 2D) dan sebuah model patung kelinci dari plastisin (karya 3D), lalu melakukan diagnostik awal dengan meminta murid mengangkat kartu hijau jika benda memiliki ruang/isi dan kartu merah jika datar (acuan: gambar kertas = datar/kartu merah; patung kelinci = beruang/kartu hijau) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur rupa bentuk dan ruang pada karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati secara langsung 3 model karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan: (1) patung ayam dari plastisin, (2) figurin gajah dari kayu/plastik, dan (3) patung kura-kura dari tanah liat (7 menit).
- Guru memandu murid mengenali unsur bentuk (bervolume, memiliki panjang, lebar, tinggi) dan unsur ruang (menempati ruangan nyata serta dapat dilihat dan diraba dari berbagai arah: depan, belakang, samping) pada ketiga model tersebut (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan 'Tebak Bentuk & Ruang Tiga Dimensi': murid secara berpasangan mengambil kartu kuis yang memuat 4 gambar benda hewan dan memilih mana yang merupakan karya 3 dimensi berdasarkan kepemilikan volume dan ruang (10 menit). [Daftar 4 benda: (1) Figurin jerapah dari plastisin -> 3D; (2) Stiker foto burung merpati datar -> 2D; (3) Patung kucing dari tanah liat -> 3D; (4) Gambar ikan pada kertas gambar -> 2D; acuan benar: benda (1) dan (3) adalah 3D karena bervolume dan menempati ruang nyata; benda (2) dan (4) adalah 2D karena datar].
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Pengamatan Unsur 3D untuk mengidentifikasi unsur rupa bentuk dan ruang pada karya 3D patung bebek (15 menit). [Rincian tugas: mencentang 4 ciri unsur rupa yang teramati: (a) memiliki panjang, lebar, dan tinggi [Benar]; (b) hanya memiliki panjang dan lebar [Salah]; (c) menempati ruang nyata di atas meja [Benar]; (d) dapat dilihat dan disentuh dari berbagai arah [Benar]. Acuan jawaban benar: mencentang opsi a, c, dan d].
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil Lembar Pengamatan dan mencocokkan ciri bentuk dan ruang yang telah diidentifikasi pada patung bebek (5 menit).
- Murid merangkum pemahaman dengan menyebutkan kembali 2 unsur rupa yang membedakan benda 3 dimensi hewan dengan gambar 2 dimensi (acuan: memiliki bentuk bervolume/panjang-lebar-tinggi dan menempati ruang nyata) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengidentifikasi unsur rupa bentuk dan ruang pada karya 3D hewan (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (unsur tekstur dan prinsip proporsi 3D), kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda konkret patung hewan berukuran berbeda dan foto pembanding untuk murid yang membutuhkan bantuan visual-taktil konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi dengan meraba langsung sisi panjang, lebar, dan tinggi pada patung; murid yang mahir mengidentifikasi unsur bentuk dan ruang pada patung hewan dengan sudut pandang berbeda secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi unsur bentuk dan ruang melalui centang checklist bergambar atau tulisan sederhana pada lembar pengamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal perbedaan benda datar dan benda bervolume menggunakan 2 media pemantik: gambar kucing pada kertas dan patung kelinci dari plastisin. Murid mengangkat kartu hijau (bervolume/menempati ruang) atau merah (datar/tidak menempati ruang nyata). Acuan: gambar kucing = kartu merah; patung kelinci = kartu hijau.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan identifikasi pada permainan dan Lembar Pengamatan Patung Bebek. Kriteria ketercapaian: tepat menandai minimal 3 dari 4 ciri unsur bentuk dan ruang karya 3D (Acuan: (1) memiliki panjang, lebar, dan tinggi; (2) menempati ruang nyata; (3) dapat dilihat dari segala arah; bukan hanya panjang dan lebar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tulis cepat: Murid menyebutkan 2 ciri utama karya 3D bertema hewan yang menunjukkan unsur bentuk dan ruang (acuan jawaban: memiliki volume/panjang-lebar-tinggi dan menempati ruang nyata/bisa dilihat dari berbagai arah).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal respon kartu warna (kategori datar 2D vs bervolume 3D)
- Observasi unjuk kerja permainan 'Tebak Bentuk & Ruang Tiga Dimensi'
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi unsur bentuk dan ruang karya 3D
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Unsur Bentuk pada Karya Seni Rupa 3 Dimensi Hewan | Belum mampu mengenali unsur bentuk bervolume (panjang, lebar, tinggi) pada karya patung hewan walau dengan bimbingan guru penuh. | Mampu mengenali unsur bentuk bervolume (panjang, lebar, tinggi) pada patung hewan jika dibimbing dengan perabaan langsung oleh guru. | Mampu mengidentifikasi unsur bentuk bervolume (memiliki panjang, lebar, dan tinggi) pada karya seni rupa 3 dimensi hewan secara tepat dan mandiri. | Mampu mengidentifikasi unsur bentuk bervolume pada karya 3 dimensi hewan secara konsisten pada berbagai jenis patung hewan secara mandiri dan tepat. | | Identifikasi Unsur Ruang pada Karya Seni Rupa 3 Dimensi Hewan | Belum mampu mengenali bahwa karya patung hewan menempati ruang nyata dan dapat dilihat dari berbagai sisi. | Mampu menunjukkan bahwa patung hewan menempati ruang nyata setelah diarahkan melihat patung dari arah depan dan belakang. | Mampu mengidentifikasi unsur ruang (menempati ruang nyata, memiliki kedalaman, dapat dilihat/diraba dari segala arah) pada karya 3D hewan secara tepat. | Mampu mengidentifikasi unsur ruang pada karya 3D hewan secara mandiri, menyeluruh dari semua sudut pandang (depan, belakang, samping, atas) tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model konkret patung hewan membantu murid memahami konsep bentuk bervolume dan ruang nyata secara jelas?
- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup bagi seluruh murid untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi unsur rupa 3 dimensi?
Murid:- Bagian mana dari patung hewan yang membantumu tahu bahwa patung itu memiliki ruang dan isi?
- Apa hal baru yang kamu rasakan saat menyentuh patung hewan dibandingkan hanya melihat gambarnya?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Tekstur dan Prinsip Desain Proporsi pada Bentuk 3 Dimensi Hewan di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur tekstur (nyata dan semu) serta prinsip desain proporsi (perbandingan ukuran bagian tubuh) pada karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 1 miniatur kura-kura plastik dan meminta 2-3 murid menyentuh tempurungnya serta menyebutkan jenis rasa permukaannya (acuan jawaban: kasar/bergelombang) dan membandingkan ukuran kepala terhadap tempurungnya (acuan jawaban: kepala lebih kecil dari tempurung) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati 3 contoh karya/model 3 dimensi hewan yang disediakan guru di depan kelas: Model 1 (patung kelinci berbulu halus), Model 2 (patung buaya bertekstur kasar/bergerigi), dan Model 3 (patung jerapah dengan leher panjang proporsional) secara saksama (10 menit).
- Guru memandu murid membedakan unsur rupa tekstur nyata (dapat diraba dan dilihat, misalnya bulu tiruan lembut atau sisik buatan yang kasar) serta prinsip proporsi (perbandingan ukuran bagian tubuh hewan: kepala, badan, dan anggota gerak) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Melalui permainan interaktif 'Tebak Tekstur Misteri', murid secara bergiliran memasukkan tangan ke dalam 'Kotak Raba' tanpa melihat untuk mengidentifikasi tekstur permukaan 3 benda model 3 dimensi hewan: Model A (miniatur domba tekstur wol lembut), Model B (miniatur ikan tekstur sisik licin/beralur), dan Model C (miniatur badak tekstur kasar/berkerut) (15 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja Pengamatan berisi 4 nomor identifikasi model 3 dimensi hewan: (1) Miniatur Gajah, (2) Miniatur Kelinci, (3) Miniatur Ayam, dan (4) Miniatur Kucing (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengidentifikasi unsur rupa tekstur dan prinsip proporsi pada lembar kerja tersebut dengan mengisi tabel pengamatan berdasarkan acuan: No 1 Miniatur Gajah (tekstur: kasar/berkerut; proporsi: telinga dan badan besar, mata kecil seimbang); No 2 Miniatur Kelinci (tekstur: halus/lembut; proporsi: telinga panjang tegak seimbang dengan kepala); No 3 Miniatur Ayam (tekstur: berlapis/kasar pada sayap dan kaki; proporsi: jengger kecil, paruh runcing proporsional dengan kepala); No 4 Miniatur Kucing (tekstur: halus/lembut; proporsi: ekor ramping seimbang dengan panjang badan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil identifikasi tekstur dan proporsi yang telah dicatat, mencocokkan dengan pengamatan visual dan rabaan langsung pada model hewan 3 dimensi (10 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa unsur rupa tekstur memberikan karakter nyata pada permukaan karya 3 dimensi, sedangkan prinsip proporsi menjaga keseimbangan ukuran bagian tubuh hewan agar tampak serasi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam mengenali tekstur dan proporsi pada karya 3 dimensi (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan mengucap syukur dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan model 3 dimensi hewan dengan perbedaan kontras tekstur yang jelas (sangat kasar vs sangat halus) bagi murid yang membutuhkan scaffolding sensori raba.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan rabaan langsung secara terbimbing bersama guru, sedangkan murid yang mahir mengamati variasi perbandingan proporsi ukuran detail (seperti proporsi panjang cakar atau moncong terhadap kepala).
- Produk: Format isian lembar kerja menyediakan opsi centang deskripsi tekstur/proporsi bagi murid yang membutuhkan bantuan menulis, dan kolom deskripsi mandiri bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: Guru meminta murid meraba tempurung miniatur kura-kura dan bertanya: (1) 'Bagaimana tekstur permukaan tempurung ini saat diraba?' (acuan jawaban: kasar atau bergelombang/tidak rata), dan (2) 'Bagaimana ukuran kepala kura-kura dibandingkan dengan tempurungnya?' (acuan jawaban: ukuran kepala lebih kecil dan seimbang/proporsional menempel pada tempurung yang besar).
Proses:- Observasi unjuk kerja pengamatan mandiri pada Lembar Kerja Pengamatan 4 model 3 dimensi hewan. Acuan kunci jawaban: (1) Miniatur Gajah: tekstur kasar/berkerut, proporsi badan besar dan telinga lebar seimbang; (2) Miniatur Kelinci: tekstur halus/lembut, proporsi telinga panjang proporsional di atas kepala; (3) Miniatur Ayam: tekstur kasar/berlapis pada bulu dan kaki, proporsi kaki ramping menyangga badan; (4) Miniatur Kucing: tekstur halus/lembut, proporsi panjang ekor dan badan seimbang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir kegiatan: Murid diminta menyebutkan secara tepat 1 contoh tekstur dan 1 contoh perbandingan proporsi ukuran tubuh yang tepat pada salah satu model 3 dimensi hewan yang diamati (acuan: tekstur halus/kasar/lembut; proporsi menyebutkan perbandingan ukuran bagian tubuh misalnya kepala kelinci seimbang dengan telinga panjangnya).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui tanya-jawab dan rabaan langsung pada model kura-kura plastik
- Asesmen formatif proses menggunakan lembar observasi dan lembar kerja identifikasi tekstur dan prinsip desain proporsi pada karya seni rupa 3 dimensi hewan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Unsur Rupa Tekstur pada Bentuk 3 Dimensi Hewan | Belum mampu mengidentifikasi tekstur rabaan (kasar, halus, atau berkerut) pada keempat model 3 dimensi hewan yang diamati. | Mampu mengidentifikasi tekstur rabaan secara tepat pada 1-2 dari 4 model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi tekstur rabaan secara tepat pada 3 dari 4 model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi tekstur rabaan secara tepat pada seluruh (4 dari 4) model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan secara mandiri. | | Identifikasi Prinsip Desain Proporsi pada Bentuk 3 Dimensi Hewan | Belum mampu mengidentifikasi perbandingan proporsi ukuran bagian tubuh pada keempat model 3 dimensi hewan yang diamati. | Mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran bagian tubuh (proporsi) secara tepat pada 1-2 dari 4 model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran bagian tubuh (proporsi) secara tepat pada 3 dari 4 model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran bagian tubuh (proporsi) secara tepat pada seluruh (4 dari 4) model 3 dimensi hewan yang diamati sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media model 3 dimensi hewan yang disediakan memberikan pengalaman raba tekstur dan perbandingan proporsi yang cukup jelas bagi murid?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu dapat merasakan perbedaan tekstur halus dan kasar pada model hewan yang kamu raba?
- Bagian tubuh hewan mana yang menurutmu paling mudah diukur keseimbangan proporsinya?
Pertemuan 3 — Mengenali Karakteristik Alat dan Bahan untuk Membuat Bentuk 3 Dimensi Hewan di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali karakteristik berbagai alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 benda: (1) plastisin, (2) stik es krim, dan (3) gunting tumpul anak, lalu menanyakan bahan mana yang lunak dan alat mana yang berfungsi memotong (acuan: plastisin = bahan lunak/mudah dibentuk; stik es krim = bahan keras/alat bantu meratakan/mencongkel; gunting tumpul = alat potong yang aman) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 4 sampel bahan dan alat pembentuk 3 dimensi di meja kelas: (A) Plastisin/playdough, (B) Tanah liat/lempung, (C) Sudip plastik/stik es krim, (D) Tusuk gigi berujung tumpul (10 menit).
- Guru memandu murid mengenali karakteristik fisik bahan dan fungsi alat: plastisin berkarakter lentur, kenyal, tidak mudah retak, cocok untuk hewan kecil; tanah liat berkarakter padat, alami, membutuhkan kelembapan air; sudip plastik berfungsi untuk memotong dan menggores tekstur; tusuk gigi tumpul berfungsi untuk membuat lubang dan garis detail (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan raba dan kenali karakteristik bahan 'Tebak Tekstur Kotak Ajaib': murid secara bergiliran memasukkan tangan ke dalam kotak tanpa melihat untuk meraba 3 benda uji: (1) plastisin (kenyal/lentur), (2) batu kerikil (keras/pengalih bukan bahan lunak 3D), dan (3) tanah liat (padat/lembut lembap), lalu menyebutkan karakteristik bahan yang diraba (15 menit).
- Murid secara mandiri melakukan eksplorasi sensori memegang, menekan, dan meremas sampel bahan (plastisin dan tanah liat) serta mencoba alat bantu (sudip/stik) untuk memverifikasi sifat bahan: mudah dibentuk, mempertahankan bentuk, atau mudah putus (20 menit).
- Murid mencatat hasil pengenalan karakteristik alat dan bahan pada Lembar Kerja Eksplorasi Alat dan Bahan yang memuat 4 butir analisis kecocokan untuk bentuk hewan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali kecocokan karakteristik bahan lunak yang telah dicoba untuk membuat bagian tubuh hewan tertentu (misal: plastisin cocok untuk bagian kuping/belalai kelinci karena lentur) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan karakteristik utama bahan lunak dan fungsi alat bantu dalam pembuatan karya 3 dimensi bentuk hewan di sekitar (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan kegiatan uji coba pembentukan bahan lunak pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh bahan lunak sintetis (plastisin) dan bahan lunak alami (tanah liat) dengan variasi tingkat kekenyalan dan kelembapan yang berbeda.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan perabaan terbimbing dengan lembar panduan visual sifat bahan (lembut vs keras), sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi karakteristik bahan diminta membandingkan ketahanan bentuk kedua bahan ketika ditekan sudip.
- Produk: Pengisian Lembar Kerja Eksplorasi Alat dan Bahan dapat diselesaikan dengan centang checklist sederhana atau melengkapi kalimat deskriptif karakteristik sifat bahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai 3 objek: (1) plastisin, (2) stik es krim, (3) gunting anak. Murid diminta mengenali mana bahan lunak yang dapat dibentuk dan alat potong yang aman (Kunci/acuan: plastisin = bahan lunak yang lentur dan mudah dibentuk; stik es krim = alat bantu menekan/menggores; gunting anak = alat potong).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan eksplorasi perabaan bahan dan pencatatan Lembar Kerja Eksplorasi 4 butir: (1) Plastisin berkarakter lunak/lentur; (2) Tanah liat berkarakter padat/mudah dibentuk dengan air; (3) Sudip plastik berfungsi untuk memotong/meratakan; (4) Tusuk gigi tumpul berfungsi untuk membuat detail/lubang mata hewan (Acuan ketepatan: minimal 3 dari 4 identifikasi bahan/alat tepat sesuai karakteristik fisiknya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup berupa 2 pertanyaan: (1) Mengapa batu keras tidak cocok digunakan untuk pemodelan bentuk tubuh hewan bagi pemula dibanding plastisin? (Acuan: batu keras tidak bisa dibentuk dengan tangan/sudip tanpa alat pahat khusus); (2) Apa fungsi alat sudip plastik saat membuat bentuk hewan? (Acuan: memotong bahan lunak atau menggores tekstur tubuh hewan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan menggunakan lembar amatan keterlibatan sensori raba dan pengenalan fungsi alat
- Penilaian Lembar Kerja Eksplorasi Alat dan Bahan 3 Dimensi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Karakteristik Bahan Lunak 3 Dimensi | Belum mampu mengenali karakteristik bahan plastisin dan tanah liat (hanya mengenali 0-1 karakteristik bahan dengan tepat dari 2 bahan yang disediakan: plastisin [lentur/kenyal] dan tanah liat [padat/lembut]). | Mengenali karakteristik salah satu bahan lunak dengan tepat (1 dari 2 bahan tepat: plastisin [lentur/kenyal] atau tanah liat [padat/lembut]). | Mengenali karakteristik kedua bahan lunak (plastisin [lentur/kenyal] dan tanah liat [padat/lembut]) secara tepat dengan sedikit bimbingan guru. | Mengenali karakteristik kedua bahan lunak (plastisin [lentur/kenyal] dan tanah liat [padat/lembut]) secara tepat, mandiri, dan mampu membedakan daya lenturnya saat ditekan. | | Mengenali Karakteristik dan Fungsi Alat Pembentuk 3 Dimensi | Belum mampu mengenali fungsi alat sudip plastik dan tusuk gigi tumpul untuk membuat karya 3 dimensi (0 alat tepat). | Mengenali fungsi 1 dari 2 alat pembentuk dengan tepat (sudip untuk memotong/meratakan ATAU tusuk gigi untuk membuat lubang/garis detail). | Mengenali fungsi kedua alat pembentuk (sudip untuk memotong/meratakan DAN tusuk gigi untuk membuat garis detail/lubang) secara tepat. | Mengenali fungsi kedua alat pembentuk secara tepat serta mampu memilih alat bantu yang paling aman dan sesuai untuk membuat tekstur tubuh hewan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif meraba dan mengeksplorasi karakteristik fisik alat dan bahan lunak secara langsung?
- Bagian mana dari pengenalan alat dan bahan yang masih membuat murid keliru atau ragu?
- Apakah media dan bahan nyata yang disiapkan mencukupi untuk eksplorasi mandiri setiap murid?
Murid:- Bahan mana yang paling kamu sukai saat kamu sentuh dan remas tadi, plastisin atau tanah liat?
- Alat bantu apa yang menurutmu paling mudah digunakan untuk menggores atau membuat bentuk mata hewan?
Pertemuan 4 — Menguji Coba Prosedur Pembentukan Bahan Lunak untuk Membuat Bentuk 3 Dimensi Hewan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta menyiapkan meja kerja yang sudah dialasi papan/plastik alas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan alat dan bahan lunak yang dibawa serta 1 cara meremas bahan lunak tersebut (acuan: bahan lunak seperti plastisin/playdough/tanah liat; alat bantu seperti tusuk gigi/stik es krim/pisau plastik) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba 4 teknik dasar prosedur pembentukan bahan lunak (memilin, meremas/membulat, memipihkan, dan mencungkil/menggores) sebagai persiapan membentuk hewan 3 dimensi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan secara berurutan 4 prosedur pembentukan bahan lunak di depan kelas: (1) meremas dan membulatkan (membuat bola plastisin), (2) memilin (menggulung plastisin di atas alas hingga memanjang seperti cacing), (3) memipihkan (menekan bola plastisin menjadi lempengan datar seperti sirip/telinga), dan (4) menggores/mencungkil menggunakan alat bantu tusuk gigi/stik es krim untuk memberi tekstur garis (10 menit).
- Murid secara mandiri mengamati contoh hasil bentuk dari masing-masing 4 prosedur yang diperagakan guru di meja peraga (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memberikan tantangan menyenangkan 'Tantangan 4 Bentuk Bahan Lunak': setiap murid mengambil 4 gumpal kecil plastisin untuk menguji coba secara langsung keempat prosedur pembentukan yang didemonstrasikan (5 menit).
- Murid menguji coba prosedur 1: meremas dan memutar bahan lunak dengan kedua telapak tangan hingga membentuk bulatan bola (acuan: permukaan rata membulat) (10 menit).
- Murid menguji coba prosedur 2: menggelindingkan bahan lunak maju-mundur di atas alas meja hingga menjadi pilinan silinder panjang (acuan: silinder memanjang tidak putus) (10 menit).
- Murid menguji coba prosedur 3: menekan gumpalan bahan lunak dengan ibu jari atau telapak tangan hingga menjadi lempengan pipih (acuan: ketebalan rata dan pipih) (10 menit).
- Murid menguji coba prosedur 4: menggunakan alat bantu stik es krim atau tusuk gigi untuk membuat 3 guratan garis tekstur pada permukaan lempengan atau bulatan plastisin (acuan: menghasilkan goresan garis yang terlihat jelas) (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses uji coba setiap murid menggunakan lembar observasi asesmen proses dan memberikan bimbingan langsung kepada murid yang membutuhkan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menata 4 sampel hasil uji coba prosedur pembentukan (bulatan, pilinan, pipihan, dan goresan) di atas kertas kerja masing-masing (5 menit).
- Murid mengidentifikasi secara mandiri prosedur mana yang paling mudah dan prosedur mana yang paling membutuhkan tenaga jari tangan saat membentuk bahan lunak (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan kembali 4 prosedur pembentukan bahan lunak yang telah diuji coba (membulat, memilin, memipihkan, menggores/mencungkil dengan alat) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan ketercapaian 4 sampel uji coba prosedur pembentukan pada meja murid (3 menit).
- Murid merapikan sisa bahan lunak dan membersihkan meja kerja masing-masing (1 menit).
- Guru menyampaikan bahwa teknik yang sudah diuji coba ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk mulai membuat bagian tubuh utama hewan, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan bahan lunak dengan tingkat kelembutan berbeda (playdough buatan sendiri yang lebih empuk untuk murid dengan kekuatan motorik jari terbatas, dan plastisin standar untuk murid lainnya).
- Proses: Bagi murid yang kesulitan memilin silinder secara merata, guru memberikan scaffolding berupa panduan menekan lembut dengan dua tangan terbuka secara perlahan; bagi murid yang cepat menyelesaikan, diberi tantangan mencoba memilin dengan ketebalan yang bervariasi (tebal dan sangat tipis).
- Produk: Variasi ketebalan atau ukuran sampel uji coba disesuaikan dengan kelenturan bahan dan kemampuan koordinasi motorik murid tanpa mengubah 4 jenis prosedur yang diuji.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru meminta murid menyebutkan alat dan bahan lunak yang disiapkan serta 1 cara meremas bahan lunak tersebut. (Acuan: Murid menyebutkan bahan lunak yang dibawa seperti plastisin/tanah liat/dough, dan alat bantu seperti tusuk gigi/stik es krim; serta memeragakan/menyebut cara meremas bahan lunak agar lentur).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan uji coba 4 prosedur pembentukan: (1) membulat (membuat bola dengan kedua telapak tangan), (2) memilin (membuat bentuk memanjang silinder), (3) memipihkan (menekan menjadi lembaran datar), dan (4) menggores dengan alat bantu tusuk gigi/stik es krim (membuat tekstur garis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan kelengkapan bukti belajar pada penutup: Guru memeriksa keberadaan 4 sampel hasil uji coba prosedur pembentukan bahan lunak pada meja murid. (Acuan keberhasilan: Terdapat 4 sampel bentuk lengkap yaitu 1 bentuk bulatan, 1 bentuk pilinan memanjang, 1 bentuk lempengan pipih, dan 1 sampel berpola goresan garis alat bantu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba 4 prosedur pembentukan bahan lunak (membulat, memilin, memipihkan, menggores dengan alat bantu).
- Pemeriksaan hasil 4 sampel bentuk uji coba prosedur pada lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Prosedur Pembentukan Bahan Lunak (Membulat, Memilin, Memipihkan, Menggores dengan Alat) | Murid hanya mampu menguji coba 1 dari 4 prosedur pembentukan bahan lunak dengan tepat secara mandiri, atau memerlukan bantuan penuh guru. | Murid mampu menguji coba 2 dari 4 prosedur pembentukan bahan lunak (dari daftar: membulat, memilin, memipihkan, menggores) dengan bentuk yang sesuai acuan secara mandiri. | Murid mampu menguji coba 3 dari 4 prosedur pembentukan bahan lunak (dari daftar: membulat, memilin, memipihkan, menggores) dengan bentuk yang sesuai acuan secara mandiri. | Murid mampu menguji coba seluruh 4 prosedur pembentukan bahan lunak (membulat, memilin, memipihkan, dan menggores dengan alat bantu) secara tepat, rapi, dan mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15-10 menit per prosedur pembentukan cukup bagi murid Fase B untuk bereksplorasi dengan bahan lunak?
- Apakah ada murid yang mengalami hambatan motorik saat memilin atau memipihkan bahan lunak dan membutuhkan modifikasi media?
Murid:- Prosedur pembentukan mana yang paling mudah kamu lakukan: membulat, memilin, memipihkan, atau menggores?
- Bagian hewan apa yang kira-kira nanti bisa kamu buat menggunakan bentuk pilinan panjang?
Pertemuan 5 — Membuat Bentuk Bagian Tubuh Utama Hewan Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar berupa bentuk hewan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat bentuk bagian tubuh utama hewan (badan dan kepala) dalam bentuk 3 dimensi dari bahan lunak berdasarkan pengamatan terhadap hewan di sekitar (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid dalam merencanakan pembentukan 3 dimensi hewan sekitar melalui pertanyaan terarah tentang pilihan hewan dan proporsi dasar badan serta kepalanya (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperlihatkan 3 contoh bentuk dasar gumpalan 3 dimensi berbahan lunak (bola untuk kepala, elips memanjang untuk badan berkaki empat seperti kucing, dan bentuk tetesan air untuk badan burung) seraya menunjukkan bahwa bagian utama hewan memiliki volume (panjang, lebar, dan tebal) (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak bermain tebak bentuk tubuh 'Tebak Hewan Rahasia', di mana salah satu murid membuat gumpalan dasar badan hewan pilihannya menggunakan plastisin/lempung secara cepat dan pasangannya menebak apakah gumpalan tersebut adalah badan kucing, ayam, atau ikan berdasarkan bentuk dasar volumenya (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyiapkan bahan lunak (plastisin/tanah liat/clay) dan alas kerja secara mandiri di meja masing-masing (5 menit).
- Murid mulai membuat bagian badan utama hewan yang dipilihnya dari lingkungan sekitar (misalnya kucing, ayam, kelinci, katak, atau ikan) dengan teknik memijat, memilin, dan menggiling bahan hingga terbentuk volume badan yang proporsional dan kokoh (20 menit).
- Murid membuat bagian kepala hewan yang sesuai dengan ukuran badannya serta merekatkan bagian kepala ke bagian badan utama menggunakan teknik pilin dan tekan halus agar menempel menyatu (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid meletakkan hasil bentuk tubuh utama hewan karyanya di atas papan tatakan kerja, lalu mengamati kestabilan bentuk 3 dimensi yang telah dibuat dari berbagai sisi (depan, samping, atas) (5 menit).
- Murid mengecek apakah bentuk badan dan kepalanya sudah mencerminkan ciri bentuk tubuh utama hewan yang diamati di lingkungan sekitarnya (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan proses pembentukan bagian tubuh utama karya 3 dimensi yang telah diselesaikan (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kemandirian dan keterampilan memilin/membentuk volume tubuh utama yang telah dibuat murid (4 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan bentuk tubuh utama dengan aman karena akan dilanjutkan dengan pembuatan detail (anggota tubuh/anggota gerak) pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh panduan visual bentuk geometris dasar (bola, silinder, elipsoid) untuk memodelkan badan hewan bagi murid yang membutuhkan inspirasi bentuk visual.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan mengontrol kelembutan bahan, diberikan bimbingan langkah demi langkah membagi bahan menjadi dua gumpalan (badan besar, kepala sedang); bagi murid yang mahir, ditantang membuat bentuk liukan atau pose tubuh utama tertentu (misalnya kucing melingkar atau burung membungkuk).
- Produk: Bentuk tubuh utama hewan dapat berupa hewan berkaki empat, berkaki dua, atau hewan air di sekitar murid, asalkan menampilkan volume 3 dimensi bagian badan dan kepala yang terpasang kokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan: Guru menanyakan kepada murid, 'Sebutkan hewan di sekitarmu yang ingin kamu buat hari ini, dan bagaimana perbandingan ukuran antara badan dan kepalanya?' (Kriteria penerimaan: Murid dapat menentukan 1 jenis hewan di lingkungan sekitar, misalnya kucing, ayam, atau ikan, dan menyebutkan bahwa badan hewan tersebut berukuran lebih besar daripada kepalanya).
Proses:- Pengamatan langsung selama kegiatan inti pembuatan karya dengan memeriksa: (1) kemampuan murid membentuk gumpalan bervolume untuk badan utama; (2) kemampuan membuat gumpalan kepala; (3) kemampuan menyatukan badan dan kepala hingga berdiri/menempel dengan kokoh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/hasil kerja: Guru memeriksa langsung produk bentuk tubuh utama karya 3 dimensi murid berdasarkan kriteria: (1) wujud 3 dimensi (memiliki volume dan tampak dari segala arah), (2) proporsi dasar badan dan kepala hewan tampak jelas, dan (3) sambungan antara kepala dan badan kokoh tidak mudah lepas.
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pembuatan bentuk badan dan kepala 3 dimensi menggunakan lembar pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Bentuk Bagian Tubuh Utama Hewan 3 Dimensi | Belum mampu membuat bentuk badan dan kepala hewan 3 dimensi; bahan masih berupa lempengan pipih 2 dimensi atau belum terbentuk sama sekali walaupun dengan bimbingan penuh. | Mampu membuat bentuk gumpalan badan atau kepala hewan namun bentuknya masih belum menyerupai bagian tubuh utama hewan yang diamati dan sambungan antara kepala dan badan masih mudah terlepas dengan bantuan guru. | Mampu membuat bentuk bagian tubuh utama hewan (badan dan kepala) secara 3 dimensi bervolume berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dan menyambungkannya secara kokoh dengan sedikit arahan. | Mampu membuat bentuk bagian tubuh utama hewan (badan dan kepala) secara 3 dimensi bervolume secara mandiri dengan proporsi yang tepat dan sambungan yang sangat rapi serta kokoh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan bentuk badan dan kepala hewan?
- Bagian mana dari teknik memilin atau menyambung badan dan kepala yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Hewan apa yang kamu buat hari ini, dan apakah bentuk badannya sudah terlihat seperti hewan tersebut?
- Apa kesulitan yang kamu temukan saat membuat kepala dan menempelkannya ke bagian badan?
Pertemuan 6 — Membuat Bagian Detail dan Merakit Karya Seni Rupa 3 Dimensi Bentuk Hewan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar berupa bentuk hewan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta murid menyiapkan bahan bentuk badan utama hewan yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memeriksa bentuk badan utama hewannya dan menyebutkan 3 bagian detail yang harus dibuat untuk melengkapi bentuk hewan tersebut (acuan bagian detail hewan amatan di sekitar: telinga, ekor, kaki, moncong/paruh, atau sayap) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat bagian-bagian detail hewan dan merakitnya menjadi bentuk 3 dimensi yang utuh dan kokoh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi pemodelan guru tentang teknik membuat bagian detail (memilin plastisin/lempung untuk ekor atau kaki, membulatkan untuk mata, memipihkan untuk telinga) dan teknik merakitnya menggunakan tekanan atau bantuan tusuk gigi sebagai pasak (10 menit).
- Murid mengikuti permainan interaktif 'Tebak Bentuk Detail': guru menunjukkan 3 contoh bentuk detail terpisah (pilinan panjang melengkung, dua segitiga pipih, dan 4 silinder pendek), lalu murid menebak secara serempak bagian tubuh hewan apa itu (acuan kunci tebakan: pilinan melengkung = ekor kucing; dua segitiga pipih = telinga kelinci/kucing; 4 silinder pendek = kaki hewan berkaki empat) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri membuat bagian-bagian detail hewan (seperti mata, telinga, tanduk, paruh, kaki, atau ekor) dari bahan lunak sesuai pengamatan terhadap hewan yang dipilih pada pertemuan sebelumnya (20 menit).
- Murid merakit bagian-bagian detail tersebut ke badan utama hewan menggunakan teknik penekanan, penghalusan sambungan, atau penyambungan dengan tusuk gigi/lidi agar bagian detail menempel kokoh dan bentuk 3 dimensi hewan dapat berdiri/seimbang (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya 3 dimensi masing-masing di atas meja kerja dan mengamati kekokohan sambungan serta kelengkapan bagian detail hewannya (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan teknik penting dalam merakit bagian detail agar karya seni rupa 3 dimensi tidak mudah lepas (5 menit).
- Murid merapikan sisa bahan dan meja kerja serta meletakkan karya di area aman untuk persiapan tahap akhir pertemuan berikutnya (5 menit)
- Guru memberikan penguatan atas kemandirian dan usaha murid dalam merakit karya, lalu menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih jenis detail yang dibuat sesuai tingkat kerumitan hewan pilihannya (detail dasar seperti telinga dan ekor untuk bentuk sederhana, atau detail tambahan seperti tekstur bulu/sisik dan cakar untuk bentuk yang lebih kompleks).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik halus diberikan panduan langkah demi langkah dalam memilin dan merapatkan sambungan, sedangkan murid yang mahir didorong merakit detail yang lebih rumit secara mandiri tanpa bantuan pasak tambahan.
- Produk: Variasi jumlah detail dan ukuran detail yang dirakit disesuaikan dengan proporsi badan utama hewan yang telah dibuat masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan membuat detail melalui tanya jawab singkat di awal pembelajaran: Murid menyebutkan minimal 3 bagian detail yang dibutuhkan untuk melengkapi patung hewan pilihannya. Acuan verifikasi guru: bagian detail yang disebutkan sesuai anatomi hewan yang dipilih (misal: kucing -> telinga, ekor, kaki; burung -> paruh, sayap, cakar).
Proses:- Pengamatan berkala saat tahap Mengaplikasi terhadap: (1) kemampuan membentuk minimal 3 bagian detail yang proporsional sesuai bentuk hewan amatan; (2) ketepatan teknik merakit bagian detail ke badan utama hingga menempel kokoh (tidak mudah lepas saat digerakkan perlahan).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil karya di akhir sesi: Guru memeriksa keutuhan rakitan karya 3 dimensi murid berdasarkan kriteria: (1) memuat minimal 3 bagian detail (misal: telinga, ekor, kaki); (2) seluruh bagian detail terpasang menyatu pada badan utama dan kokoh (tidak rontok saat dipindahkan).
Formatif:- Unjuk kerja praktik pembuatan bagian detail dan perakitan karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Bagian Detail Hewan 3 Dimensi | Membuat kurang dari 2 bagian detail hewan dan bentuknya belum menyerupai bagian tubuh hewan yang diamati. | Membuat 2 bagian detail hewan yang bentuknya mulai menyerupai bagian tubuh hewan yang diamati dengan bantuan guru. | Membuat minimal 3 bagian detail hewan (misal: telinga, ekor, kaki/sayap) yang bentuknya menyerupai bagian tubuh hewan yang diamati secara mandiri. | Membuat 4 atau lebih bagian detail hewan yang bentuknya sangat mirip, proporsional, dan rapi sesuai pengamatan hewan di lingkungan sekitar secara mandiri. | | Perakitan Bagian Detail ke Badan Utama | Bagian detail belum terpasang pada badan utama atau langsung lepas saat disentuh. | Merakit sebagian detail ke badan utama namun sambungan masih rapuh dan mudah lepas bila digerakkan. | Merakit seluruh bagian detail ke badan utama dengan sambungan yang rapat dan menempel kokoh secara mandiri. | Merakit seluruh bagian detail ke badan utama secara kokoh, rapi tanpa retakan pada sambungan, serta menghasilkan posisi patung hewan yang seimbang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi murid kelas 3 untuk membuat detail sekaligus merakitnya hingga kokoh?
- Bagian detail mana yang paling banyak mengalami kendala teknis saat disambungkan oleh murid, dan perbaikan pemodelan apa yang perlu disiapkan untuk kelompok berikutnya?
Murid:- Bagian detail hewan mana yang paling mudah dan paling sulit kamu buat hari ini?
- Apakah bagian detail yang kamu pasang sudah menempel kuat dan tidak mudah lepas dari badan patung hewanmu?
Pertemuan 7 — Menyelesaikan Tahap Akhir Pembuatan Karya Seni Rupa 3 Dimensi Bentuk Hewan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar berupa bentuk hewan
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak murid memeriksa kesiapan karya 3 dimensi hewan yang telah dirakit pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pemeriksaan langsung pada model 3 dimensi hewan masing-masing murid dengan 2 kriteria kesiapan tahap akhir: (1) kelengkapan bagian tubuh (kepala, badan, anggota gerak), dan (2) kekokohan sambungan dasar antarbagian (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 1 contoh model karya 3 dimensi bentuk hewan yang telah melalui tahap penyelesaian akhir (permukaan tertutup rapi, sambungan tidak longgar, posisi seimbang) dan 1 contoh model yang belum diselesaikan (sambungan masih goyah dan terdapat celah terbuka) (10 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik penyelesaian tahap akhir: memperkuat sambungan yang rentan lepas dengan lilitan selotip kertas/perekat tambahan, merapikan permukaan bentuk tubuh hewan dengan lapisan kertas/lem penutup, dan memastikan karya dapat berdiri/diletakkan dengan stabil (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan 'Tantangan Keseimbangan dan Kerapian': murid menguji kestabilan karya hewan masing-masing di atas meja secara mandiri, kemudian menandai bagian sambungan yang masih goyah atau permukaan yang masih berlubang/terlepas (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan tahap akhir pembuatan karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan dengan merekatkan dan memperkuat sambungan bagian tubuh yang longgar menggunakan selotip kertas atau lem (25 menit).
- Murid melanjutkan penyelesaian permukaan karya dengan meratakan lapisan penutup (kertas rekat/bubur kertas/selotip) sehingga bentuk hewan dari hasil pengamatan lingkungan sekitar menjadi rapi, kokoh, dan utuh secara 3 dimensi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya 3 dimensi hewan yang sudah selesai di atas meja masing-masing, memeriksa kembali kekokohan dan kestabilan posisinya secara berkesadaran tanpa bantuan guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penyelesaian karya murid dan mengonfirmasi bahwa seluruh karya 3 dimensi hewan siap dikeringkan dan disimpan dengan aman untuk kegiatan refleksi pada pertemuan berikutnya (7 menit).
- Murid merapikan sisa bahan perekat, membersihkan area kerja masing-masing secara mandiri, dan guru menutup kegiatan pembelajaran (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif bahan perapian permukaan sesuai kebutuhan karya (potongan selotip kertas untuk perbaikan cepat, atau potongan kertas berperekat lem putih untuk perataan permukaan halus).
- Proses: Murid yang karyanya masih sangat rapuh/goyah diberikan panduan bertahap untuk memperkuat titik tumpu kaki/dasar terlebih dahulu; murid yang sambungannya sudah kokoh dapat langsung berfokus pada penghalusan tekstur permukaan dan perapian bentuk.
- Produk: Tingkat kerumitan penyelesaian akhir disesuaikan dengan wujud hewan yang dibuat (hewan berkaki empat memerlukan penguatan tumpuan kaki seimbang; hewan melata/ikan berfokus pada keutuhan lekukan tubuh dan penutup celah).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan diagnostik terhadap karya rakitan dari Pertemuan 6 dengan 2 butir kriteria: (1) Kelengkapan bagian utama dan detail hewan (acuan: kepala, badan, dan anggota gerak/kaki/sayap/ekor sudah terpasang); (2) Kekokohan sambungan fisik (acuan: sambungan tidak langsung terlepas saat karya diangkat perlahan dari meja).
Proses:- Observasi keterlaksanaan tahap akhir pembuatan karya 3 dimensi hewan: (1) Penguatan sambungan tubuh hewan yang masih longgar dengan perekat tambahan; (2) Penutupan celah dan perapian permukaan bentuk hewan hingga membentuk wujud 3 dimensi yang utuh dan stabil.
Akhir Pertemuan:- Cek penyelesaian fisik karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan di akhir sesi: karya memenuhi 3 kriteria hasil akhir: (1) sambungan antarbagian menempel erat dan tidak lepas saat diuji, (2) seluruh permukaan bentuk utama tertutup rapi tanpa celah sambungan yang robek, dan (3) karya dapat diletakkan stabil/seimbang di atas bidang datar.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyelesaian tahap akhir karya 3 dimensi bentuk hewan (kestabilan tumpuan, kekokohan sambungan, dan kerapian permukaan bentuk)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyelesaian Tahap Akhir Karya 3 Dimensi Bentuk Hewan | Belum mampu memperkuat sambungan dan merapikan permukaan bentuk hewan; bagian tubuh masih mudah lepas dan belum dapat diletakkan stabil meski dengan bimbingan penuh. | Mampu memperkuat sebagian sambungan bentuk hewan dengan bantuan guru, namun permukaan karya masih menyisakan celah terbuka dan karya belum sepenuhnya stabil. | Mampu memperkuat seluruh sambungan dan merapikan permukaan karya 3 dimensi bentuk hewan hingga kokoh, rapi, dan seimbang secara mandiri dengan sedikit arahan. | Mampu menyelesaikan tahap akhir karya 3 dimensi bentuk hewan secara mandiri dan sangat rapi; sambungan sangat kokoh, permukaan tertutup sempurna, dan bentuk hewan berdiri/terletak dengan keseimbangan yang sangat stabil. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk merapikan dan memperkuat sambungan karya 3 dimensi hewan mereka?
- Bagian penyelesaian akhir mana (keseimbangan tumpuan atau penutupan celah permukaan) yang membutuhkan pendampingan paling intensif?
Murid:- Apakah karya 3 dimensi hewan buatanmu sekarang sudah kokoh dan tidak mudah lepas bagian-bagiannya?
- Bagian mana dari karya hewanmu yang paling rapi setelah kamu selesaikan hari ini?
Pertemuan 8 — Merefleksikan Karya Seni Rupa 3 Dimensi Diri Sendiri Menggunakan Kosakata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar merefleksikan karya seni rupa 3 dimensi buatan diri sendiri yang telah selesai menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memperlihatkan contoh model 3 dimensi hewan dan mengajukan pertanyaan pemetaan kosakata seni rupa: 'Sebutkan 3 kosakata unsur rupa untuk mendeskripsikan ciri fisik karya ini!' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan minimal 2 dari daftar unsur rupa yang tepat: bentuk [misal: bulat/lonjong/tabung], tekstur [misal: halus/kasar/bergerigi], dan warna [misal: cerah/gelap/cokelat/kuning]) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperkenalkan 'Kartu Kosakata Seni Rupa' di papan tulis yang memuat 4 kategori kata refleksi karya 3D: (1) Bentuk (bulat, lonjong, pipih, silindris); (2) Tekstur (halus, kasar, licin, bergelombang); (3) Proporsi (seimbang, besar, kecil, ramping); dan (4) Ekspresi/Kesan (rapi, kokoh, dinamis, ceria) (10 menit).
- Permainan Menjodohkan Kata: Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat mencocokkan kartu kosakata seni rupa dengan bagian fisik patung peraga di depan kelas (misal: kartu 'tekstur kasar' dipasangkan ke permukaan tempurung kura-kura, kartu 'proporsi besar' dipasangkan ke kepala kelinci) untuk menguatkan pemahaman makna kata secara menyenangkan (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Setiap murid meletakkan karya patung 3 dimensi hewan buatan masing-masing di atas meja kerja dan mengamati secara saksama detail bentuk, tekstur, serta proporsinya dari berbagai sudut pandang (10 menit).
- Murid mengisi Lembar Refleksi Diri secara mandiri dengan melengkapi 4 panduan kalimat refleksi menggunakan kosakata seni rupa: (1) 'Bentuk bagian tubuh hewan karyaku adalah ...', (2) 'Tekstur permukaan yang berhasil kubuat terasa ...', (3) 'Proporsi ukuran antara kepala dan badan tampak ...', dan (4) 'Bagian yang ingin kutingkatkan lagi adalah ...' (Acuan kriteria: setiap butir wajib menggunakan minimal satu kosakata seni rupa yang sesuai dengan wujud nyata karya masing-masing) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar bersama karyanya dan secara bergantian membacakan hasil refleksi diri tentang karya 3 dimensi miliknya sendiri dengan fokus pada ketepatan penggunaan kosakata rupa yang dipilih (15 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan pemilihan kosakata seni rupa yang digunakan murid dalam mendeskripsikan kelebihan dan area perbaikan karya mereka (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menggunakan kosakata seni rupa yang tepat saat merefleksikan hasil karya diri sendiri agar dapat memahami capaian berkarya secara objektif (5 menit).
- Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Pertemuan 9), yaitu mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan pilihan kata rupa bergambar (glosarium mini rupa); murid yang sudah mahir diberikan daftar kosakata pengayaan seperti plastis, asimetris, dan ritmis.
- Proses: Murid yang belum lancar menulis refleksi dibimbing langsung oleh guru melalui tanya jawab lisan terbimbing untuk mengisi lembar refleksi; murid mandiri mengisi lembar refleksi secara utuh.
- Produk: Murid dapat menuliskan refleksi dalam bentuk poin-poin sederhana dengan 4 kosakata kunci atau uraian deskripsi reflektif lengkap 2-3 kalimat per aspek.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengamati satu patung hewan peraga dan menyebutkan 3 kosakata rupa yang mendeskripsikan fisiknya. Acuan jawaban benar: memuat minimal 2 unsur rupa yang tepat dari pilihan (Bentuk: bulat/lonjong/silindris; Tekstur: kasar/halus/bergerigi; Proporsi: seimbang/besar/kecil; Warna: cerah/gelap/polos).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam mencocokkan kartu kosakata seni rupa pada tahap Memahami.
- Pemeriksaan draf isian 4 butir Lembar Refleksi Diri pada tahap Mengaplikasi untuk memastikan kosakata bentuk, tekstur, dan proporsi digunakan secara akurat sesuai wujud fisik karya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui konfirmasi lisan pada tahap Merefleksi: Murid menyebutkan 1 kelebihan dan 1 bagian yang ingin diperbaiki dari karya patung hewannya sendiri menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa (Acuan kriteria penerimaan: pernyataan memuat kosakata rupa seperti bentuk, tekstur, atau proporsi secara tepat dan relevan dengan wujud fisik patung buatannya).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pengenalan kosakata rupa 3 dimensi
- Penilaian unjuk kerja pengisian Lembar Refleksi Diri berbasis rubrik kosakata seni rupa
- Catatan anekdotal guru saat murid membacakan refleksi karya 3 dimensi miliknya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosakata Seni Rupa dalam Merefleksikan Karya Diri Sendiri | Belum menggunakan kosakata seni rupa; refleksi diri hanya menyebutkan suka atau tidak suka secara umum tanpa menyebut unsur bentuk, tekstur, atau proporsi karya. | Menggunakan 1 kosakata seni rupa (misal: bentuk saja atau tekstur saja) saat merefleksikan karya diri sendiri, masih membutuhkan bimbingan penuh dari guru. | Menggunakan 2-3 kosakata seni rupa (mencakup bentuk, tekstur, dan/atau proporsi) secara tepat sesuai wujud fisik karya patung hewan miliknya secara mandiri. | Menggunakan 4 atau lebih kosakata seni rupa secara tepat, variatif, dan runtut untuk mendeskripsikan unsur bentuk, tekstur, proporsi, serta kesan karya diri sendiri secara mandiri tanpa bantuan. | | Ketepatan Identifikasi Kelebihan dan Area Perbaikan Karya Sendiri | Belum mampu mengidentifikasi kelebihan maupun bagian yang perlu diperbaiki pada karya 3 dimensi miliknya sendiri. | Mampu mengidentifikasi 1 hal (kelebihan saja atau perbaikan saja) pada karya sendiri namun belum dikaitkan dengan unsur rupa karyanya. | Mampu mengidentifikasi kelebihan dan bagian yang perlu diperbaiki pada karya sendiri secara tepat dengan mengaitkannya pada unsur rupa (bentuk/tekstur/proporsi). | Mampu mengidentifikasi kelebihan dan bagian yang perlu diperbaiki pada karya sendiri secara rinci dan objektif serta mengusulkan rencana perbaikan visual yang jelas berbasis unsur rupa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kosakata seni rupa yang disediakan cukup mudah dipahami dan digunakan oleh murid kelas 3 untuk merefleksikan karyanya?
- Bagian mana dari kegiatan refleksi diri yang paling membantu murid mengenali pencapaian berkarya mereka secara jujur dan mandiri?
- Bagaimana efektivitas permainan menjodohkan kartu kata dalam membangun perbendaharaan kata rupa murid sebelum mengisi lembar refleksi?
Murid:- Kosakata seni rupa apa yang paling tepat untuk menggambarkan patung hewan buatanmu?
- Bagian patung hewan mana yang menurutmu paling berhasil kamu buat, dan mengapa?
- Apa hal paling menantang saat kamu menceritakan karya buatanmu sendiri?
Pertemuan 9 — Mengapresiasi Karya Seni Rupa 3 Dimensi Teman Sekelas Menggunakan Kosakata Seni Rupa yang Sesuai — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menata meja pameran mini karya 3 dimensi hewan hasil karya teman sekelas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat memasangkan 3 kartu kosakata seni rupa dengan artinya: (1) Bentuk 3 Dimensi, (2) Tekstur Kasar/Halus, (3) Proporsi Seimbang (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak panduan guru di papan tulis mengenai penggunaan 4 kosakata seni rupa untuk mengapresiasi karya teman sekelas, yaitu: (1) bentuk 3 dimensi (memiliki ruang/volume), (2) tekstur permukaan (halus, kasar, beralur), (3) proporsi (keseimbangan ukuran antarbagian tubuh hewan), dan (4) warna/ekspresi visual (15 menit).
- Murid bersama guru membedah satu contoh kalimat apresiasi karya seni rupa menggunakan format apresiasi positif: 'Saya mengapresiasi karya [nama hewan] milik [nama teman] karena memiliki [pilihan kosa kata: bentuk/tekstur/proporsi] yang [kata sifat rupa yang sesuai]' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan kegiatan 'Jelajah Galeri Apresiasi' (Gallery Walk) dengan berkeliling mengamati karya patung 3 dimensi hewan buatan teman sekelas secara bergantian (15 menit).
- Setiap murid memilih 2 karya patung hewan teman sekelas yang berbeda untuk diapresiasi menggunakan Lembar Apresiasi Karya Teman yang memuat 3 butir unsur: bentuk, tekstur, dan proporsi (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan membacakan catatan apresiasi yang telah ditulis kepada teman pemilik karya yang diapresiasi menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari (15 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pentingnya mengapresiasi karya orang lain dengan kosakata seni rupa yang tepat dan santun (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian apresiasi murid serta menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa mengakhiri bab karena masih ada asesmen sumatif (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata sifat rupa (misal: proporsional, lonjong, bulat, kasar beralur, halus licin) bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam memilih kosakata.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan merangkai kalimat diberikan kartu kalimat pemantik berlubang (scaffolding), sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan memberikan apresiasi pada 3 karya sekaligus dengan kosakata seni rupa yang lebih variatif.
- Produk: Apresiasi dituangkan dalam Lembar Apresiasi berupa tulisan terstruktur atau pemilihan label kosakata bergradasi yang ditempel di samping karya teman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menjodohkan 3 kartu kosakata rupa dengan deskripsinya. Butir kartu: (1) Kartu 'Bentuk 3D' dipasangkan dengan 'karya yang memiliki volume dan ruang'; (2) Kartu 'Tekstur' dipasangkan dengan 'sifat permukaan benda saat diraba'; (3) Kartu 'Proporsi' dipasangkan dengan 'keseimbangan perbandingan ukuran antarbagian'. Kriteria ketercapaian awal: Murid mampu menjodohkan minimal 2 dari 3 kartu dengan tepat sesuai acuan tersebut.
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan penggunaan kosakata rupa saat kegiatan Gallery Walk dan pengisian Lembar Apresiasi Karya Teman terhadap 2 karya yang dipilih. Acuan kriteria: menyebutkan minimal 2 dari 3 kosakata seni rupa target (bentuk, tekstur, proporsi) secara tepat mendeskripsikan ciri fisik karya teman yang diamati.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Apresiasi Karya Teman Sekelas. Acuan penerimaan: Lembar apresiasi memuat nama teman yang diapresiasi, nama hewan, dan minimal 2 kalimat apresiasi yang masing-masing menggunakan minimal 1 kosa kata seni rupa yang sesuai (pilihan kosa kata target: bentuk bervolume/tiga dimensi, tekstur kasar/halus/beralur, proporsi seimbang/sesuai).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja apresiasi karya teman sekelas menggunakan lembar apresiasi tertulis/lisan berfokus pada ketepatan kosa kata seni rupa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosakata Seni Rupa dalam Mengapresiasi Karya Teman | Belum mampu menggunakan kosakata seni rupa target (bentuk, tekstur, proporsi) dalam mengapresiasi karya teman sekelas; komentar apresiasi masih di luar aspek visual karya seni rupa. | Menggunakan 1 kosakata seni rupa target (bentuk, tekstur, atau proporsi) secara tepat sesuai kondisi fisik karya teman sekelas dengan bimbingan guru. | Menggunakan 2 kosakata seni rupa target (dari pilihan: bentuk, tekstur, proporsi) secara tepat sesuai kondisi fisik karya teman sekelas secara mandiri. | Menggunakan ketiga kosakata seni rupa target (bentuk, tekstur, dan proporsi) secara tepat dan runtut sesuai kondisi fisik karya teman sekelas secara mandiri. | | Kesesuaian Pengamatan Unsur Rupa pada Karya Teman | Deskripsi apresiasi tidak sesuai dengan objek bentuk 3 dimensi hewan teman yang diamati. | Deskripsi apresiasi sesuai dengan objek karya teman hanya pada 1 bagian/unsur rupa tubuh hewan yang diamati. | Deskripsi apresiasi sesuai dengan objek karya teman pada 2 karya teman yang diamati mencakup detail bentuk dan permukaannya. | Deskripsi apresiasi sangat mendalam dan tepat mengidentifikasi keunikan bentuk, tekstur, dan proporsi pada 2 atau lebih karya teman yang diamati secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan Gallery Walk efektif dalam memfasilitasi setiap murid mengamati dan mengapresiasi karya teman secara aktif?
- Bagian kosakata seni rupa manakah yang masih sering tertukar penggunaannya oleh murid saat memberikan apresiasi?
Murid:- Kosakata seni rupa apa yang paling sering kamu gunakan saat melihat patung hewan buatan temanmu?
- Bagaimana perasaanmu ketika temanmu mengapresiasi keindahan bentuk atau tekstur pada patung hewan buatanmu?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa 3 dimensi bertema hewan di sekitar
- TP 3.5.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar
- TP 3.5.3 Membuat karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar berupa bentuk hewan
- TP 3.5.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid memeriksa kesiapan alat serta bahan lunak (plastisin/lempung) yang telah disiapkan di atas meja masing-masing (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 5 yang mencakup tiga rangkaian tugas mandiri: pembuatan patung 3 dimensi hewan, tes lisan identifikasi unsur dan prinsip rupa, serta apresiasi karya teman (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 secara runtut: Tugas 1 (pembuatan karya 3D mandiri selama 45 menit), Tugas 2 (tes lisan 1 menit per murid saat dipanggil ke meja guru selama 28 menit yang berlangsung paralel saat pengerjaan karya), dan Tugas 3 (kartu apresiasi serentak selama 22 menit) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan di sekitar menggunakan bahan lunak (plastisin/lempung) secara aman dan menghasilkan produk hewan yang utuh serta proporsional (45 menit).
- Tugas 2: Bersamaan dengan pengerjaan Tugas 1, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru untuk tes lisan terpandu berdurasi 1 menit per murid (total 28 murid = 28 menit). Guru menunjukkan patung model kelinci dan murid wajib menyebutkan minimal satu unsur rupa (pilihan benar: bentuk figuratif/gilik/bulat, tekstur halus/kasar/berpola) dan satu prinsip desain (pilihan benar: proporsi kepala terhadap badan, keseimbangan simetris/berdiri tegak). Acuan pengalih/jawaban salah: warna dingin, garis arsir, ritme nada, fungsi pakai (28 menit).
- Tugas 3: Seluruh murid meletakkan patung hewan hasil karyanya di atas meja masing-masing, melakukan pengamatan keliling (gallery walk) dengan tertib, lalu serentak mengisi lembar kartu apresiasi untuk satu karya teman dengan mencantumkan minimal dua kosakata seni rupa (pilihan kata: bentuk, tekstur, ruang, volume, proporsi, keseimbangan) beserta kalimat catatan apresiasi yang sesuai (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru meminta murid secara mandiri meletakkan kartu apresiasi di samping patung teman yang diamati, lalu memeriksa kelengkapan meja kerja dan mengumpulkan seluruh lembar asesmen (0 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan perapian meja kerja, membersihkan sisa bahan secara mandiri dan bertanggung jawab (tidak ada ceceran bahan di lantai) (0 menit).
- Guru memberikan penguatan umum atas ketercapaian asesmen sumatif Bab 5, mengumumkan berakhirnya bab seni rupa 3 dimensi, dan menutup sesi dengan doa penutup (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: media visual patung hewan pada tes lisan ditempatkan pada jarak pandang yang jelas dan dapat disentuh bagi murid yang membutuhkan kepastian visual/taktil tanpa mengubah materi yang diuji.
- Proses: Akomodasi proses: murid yang memerlukan dukungan motorik halus diberikan alat bantu pemotong lunak (spatula plastik tumpul) untuk mempermudah pengerjaan tanpa mengubah standar karya yang dinilai.
- Produk: Akomodasi produk: format penulisan pada kartu apresiasi menyediakan opsi kolom bergaris panduan bagi murid yang membutuhkan bantuan tulisan tangan rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat, bahan lunak (plastisin/lempung), dan alat pemodelan plastik tumpul di meja murid sebelum asesmen sumatif dimulai.
Proses:- Observasi kepatuhan keselamatan kerja dan kebersihan penggunaan alat/bahan secara mandiri selama pengerjaan Tugas 1.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja praktik pembuatan karya 3 dimensi, pengamatan identifikasi lisan, dan apresiasi karya serentak: Karya 3 dimensi hewan di sekitar yang proporsional, unjuk kerja penggunaan alat/bahan secara aman, identifikasi lisan unsur rupa dan prinsip desain, serta lembar catatan apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa
- Unjuk kerja praktik pembuatan produk 3 dimensi: Seluruh murid secara serentak membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar (misal: plastisin/lempung/bubur kertas) menggunakan alat dan bahan ramah lingkungan secara aman dan menghasilkan produk hewan yang utuh serta proporsional (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian proses pembuatan dan produk karya 3 dimensi)
- Tes lisan terpandu rotasi meja guru: Jawaban lisan murid berdurasi 1 menit per murid saat dipanggil ke meja guru (28 menit / 1 menit = 28 murid) menyebutkan minimal satu unsur rupa (bentuk/tekstur) dan satu prinsip desain (keseimbangan/proporsi) pada model patung hewan yang ditunjukkan (28 menit; individual; instrumen: Daftar ceklis identifikasi unsur rupa dan prinsip desain)
- Penilaian antarteman dan apresiasi karya serentak: Catatan singkat pada kartu apresiasi yang diisi seluruh murid serentak setelah berkeliling mengamati karya meja teman (gallery walk), memuat refleksi kelebihan dan saran menggunakan kosakata seni rupa (misal: bentuk, tekstur, proporsi) (27 menit; individual; instrumen: Lembar kartu apresiasi dan rubrik kosakata seni rupa)
Sumatif:- Unjuk kerja praktik pembuatan karya 3 dimensi, pengamatan identifikasi lisan, dan apresiasi karya serentak: Karya 3 dimensi hewan di sekitar yang proporsional, unjuk kerja penggunaan alat/bahan secara aman, identifikasi lisan unsur rupa dan prinsip desain, serta lembar catatan apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa
- Unjuk kerja praktik pembuatan produk 3 dimensi: Seluruh murid secara serentak membuat bentuk 3 dimensi hewan di sekitar (misal: plastisin/lempung/bubur kertas) menggunakan alat dan bahan ramah lingkungan secara aman dan menghasilkan produk hewan yang utuh serta proporsional (50 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian proses pembuatan dan produk karya 3 dimensi)
- Tes lisan terpandu rotasi meja guru: Jawaban lisan murid berdurasi 1 menit per murid saat dipanggil ke meja guru (28 menit / 1 menit = 28 murid) menyebutkan minimal satu unsur rupa (bentuk/tekstur) dan satu prinsip desain (keseimbangan/proporsi) pada model patung hewan yang ditunjukkan (28 menit; individual; instrumen: Daftar ceklis identifikasi unsur rupa dan prinsip desain)
- Penilaian antarteman dan apresiasi karya serentak: Catatan singkat pada kartu apresiasi yang diisi seluruh murid serentak setelah berkeliling mengamati karya meja teman (gallery walk), memuat refleksi kelebihan dan saran menggunakan kosakata seni rupa (misal: bentuk, tekstur, proporsi) (27 menit; individual; instrumen: Lembar kartu apresiasi dan rubrik kosakata seni rupa)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Bentuk 3D dan Penggunaan Bahan (TP 3.5.2 & TP 3.5.3) | Belum mampu membentuk bagian tubuh hewan secara utuh; prosedur penggunaan bahan lunak belum aman dan meninggalkan sisa berantakan tanpa struktur yang berdiri mandiri. | Mampu membentuk sebagian tubuh hewan (misal hanya badan/kepala) dengan bahan lunak secara aman, namun proporsi antarbagian belum seimbang dan figur belum stabil/kokoh. | Mampu membuat bentuk 3 dimensi hewan secara utuh (kepala, badan, anggota gerak) menggunakan alat dan bahan lunak secara aman, menghasilkan produk yang proporsional dan dapat berdiri stabil. | Mampu membuat bentuk 3 dimensi hewan secara utuh, proporsional, berdiri kokoh, dengan pengolahan detail tekstur tubuh yang rapi serta penggunaan alat dan bahan lunak secara aman dan mandiri. | | Identifikasi Unsur Rupa dan Prinsip Desain (TP 3.5.1) | Tidak menyebutkan unsur rupa maupun prinsip desain dengan tepat pada model patung hewan yang ditunjukkan, atau hanya memilih opsi pengalih (warna dingin, garis arsir, ritme nada, fungsi pakai). | Menyebutkan hanya 1 hal dengan tepat (antara 1 unsur rupa: bentuk/tekstur ATAU 1 prinsip desain: proporsi/keseimbangan), namun masih menyebutkan 1 opsi pengalih. | Menyebutkan tepat minimal 1 unsur rupa (bentuk/tekstur) DAN minimal 1 prinsip desain (proporsi/keseimbangan) pada model patung hewan tanpa memilih opsi pengalih (Acuan: bentuk figuratif/gilik/bulat, tekstur halus/kasar, proporsi badan-kepala, keseimbangan berdiri tegak). | Menyebutkan tepat 2 unsur rupa (bentuk dan tekstur) DAN 2 prinsip desain (proporsi dan keseimbangan) secara lengkap dan mandiri tanpa keraguan serta tanpa memilih opsi pengalih. | | Apresiasi dan Refleksi Menggunakan Kosakata Seni Rupa (TP 3.5.4) | Kartu apresiasi belum terisi atau hanya berisi komentar umum di luar seni rupa tanpa memuat kosakata seni rupa yang ditentukan. | Mengisi kartu apresiasi dengan memuat 1 kosakata seni rupa yang tepat (dari pilihan: bentuk, tekstur, ruang, volume, proporsi, keseimbangan), namun kalimat catatan apresiasi belum sesuai dengan karya yang diamati. | Mengisi kartu apresiasi dengan memuat minimal 2 kosakata seni rupa yang tepat (dari daftar acuan: bentuk, tekstur, ruang, volume, proporsi, keseimbangan) dan menuliskan catatan apresiasi yang sesuai dengan kelebihan atau saran karya teman. | Mengisi kartu apresiasi secara lengkap dengan menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa yang tepat (dari daftar acuan: bentuk, tekstur, ruang, volume, proporsi, keseimbangan) serta memberikan uraian apresiasi objektif yang sangat relevan dengan karya teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes lisan 1 menit per murid berjalan efektif dan tidak mengganggu fokus pengerjaan karya 3 dimensi murid lainnya?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 dalam menerapkan proporsi bentuk tubuh hewan saat memanipulasi bahan lunak?
- Apakah murid telah terbiasa menggunakan kosakata seni rupa secara tepat saat memberikan apresiasi tertulis kepada teman?
Murid:- Bagian tubuh hewan mana yang paling menantang untuk kubentuk agar seimbang dan tidak mudah jatuh?
- Kosakata seni rupa apa saja yang sudah berhasil kugunakan untuk menceritakan patung hewan teman sekelasku?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Contoh karya rupa 3 dimensi hewan di sekitar (patung ayam dari plastisin, patung kura-kura dari tanah liat, figurin jerapah)
- Gambar/foto 2 dimensi hewan di sekitarku
- Kartu respon warna dan Lembar Pengamatan Unsur 3D
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2023)
- Aneka model/miniatur 3 dimensi hewan (gajah, kelinci, ayam, kucing, kura-kura, domba, ikan, badak) dengan variasi tekstur dan proporsi
- Kotak Raba (Mystery Box) untuk pengenalan tekstur
- Lembar Kerja Pengamatan Murid
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Bahan lunak eksplorasi: plastisin/playdough warna-warni dan tanah liat/lempung pemodelan
- Alat bantu pemodelan: sudip plastik, stik es krim, tusuk gigi berujung tumpul, dan papan alas plastik
- Kotak misteri raba (kotak ajaib kardus berisi bahan eksplorasi)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Bahan lunak (plastisin warna-warni / playdough / tanah liat sintetis).
- Alat bantu pembentuk: stik es krim, tusuk gigi tumpul, dan papan/plastik alas kerja.
- Bahan lunak pemodelan (plastisin/tanah liat/clay modelling)
- Papan alas plastik/tatak kerja
- Gambar/foto referensi hewan di lingkungan sekitar (kucing, kelinci, ayam, burung, ikan)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022/Edisi Revisi), Bab 5
- Bahan lunak (plastisin, clay, atau lempung/tanah liat)
- Alat bantu sambung dan bentuk (tusuk gigi tumpul, lidi pendek, alat sudip/stik es krim)
- Bentuk badan utama patung hewan hasil karya Pertemuan 5
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 5
- Model contoh karya 3 dimensi hewan yang sudah selesai rapi dan yang belum rapi
- Bahan penyelesaian: selotip kertas, kertas koran/bekas pelapis, lem putih (PVA), dan kuas/alat perekat
- Karya seni rupa 3 dimensi hewan hasil buatan masing-masing murid dari Pertemuan 7
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2024)
- Set Kartu Kosakata Seni Rupa (Bentuk, Tekstur, Proporsi, Kesan)
- Lembar Refleksi Diri Berkarya 3 Dimensi
- Karya seni rupa 3 dimensi bentuk hewan hasil karya murid kelas 3.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Kartu Kosakata Seni Rupa (Bentuk, Tekstur, Proporsi) dan Lembar Apresiasi Karya Teman.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Bahan lunak (plastisin / lempung model / clay ramah anak).
- Peralatan pemodelan tumpul (spatula plastik, tusuk gigi tumpul pembuat tekstur).
- Model patung 3D hewan guru (sebagai stimulus tes lisan identifikasi).
- Lembar Kartu Apresiasi Siswa.
|