Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Refleksi dan Apresiasi Karya Komposisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Refleksi dan Apresiasi Karya Komposisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Refleksi dan Apresiasi Karya Komposisi

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Refleksi dan Apresiasi Karya Komposisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikRefleksi dan Apresiasi Karya Komposisi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu merefleksikan karya sendiri dan teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa (misal: seimbang, simetris, radial) secara lisan maupun tertulis.
  2. Siswa mampu mengapresiasi karya teman dengan memberikan tanggapan positif dan saran membangun secara sopan dan konstruktif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu melihat karya teman yang sudah selesai, apa hal pertama yang langsung kamu perhatikan — dan mengapa?
  2. Apa bedanya bilang 'karyamu bagus' dengan bilang 'komposisinya seimbang karena warnanya tersebar merata'? Mana yang lebih berguna buat teman kamu?
  3. Ketika kamu melihat karyamu sendiri sekarang, adakah satu hal yang ingin kamu ubah — dan kosakata seni rupa apa yang bisa menjelaskan alasanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak siswa duduk membentuk setengah lingkaran (atau duduk melingkar di karpet) agar semua karya yang dipajang bisa terlihat oleh semua siswa.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua karya komposisi sederhana (bisa karya anonim dari pertemuan sebelumnya atau contoh buatan guru), lalu bertanya singkat, 'Siapa yang bisa menyebut satu kata seni rupa untuk menggambarkan karya ini?' Guru mencatat kata-kata yang muncul di papan tulis untuk memetakan pemahaman awal siswa.
  • Guru menghubungkan respons siswa dengan pembelajaran sebelumnya: 'Minggu-minggu lalu kita sudah membuat komposisi. Hari ini giliran kita jadi pengamat dan pemberi tanggapan yang baik.'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dalam bahasa sederhana: 'Kita akan belajar bagaimana melihat karya dengan teliti, memakai kata-kata seni rupa yang sudah kita pelajari, dan memberi komentar yang membangun untuk teman.'
  • Guru memperkenalkan pertanyaan pemantik pertama dan memberi siswa 1 menit untuk berpikir diam-diam sebelum beberapa siswa berbagi jawaban (think-pair-share singkat).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan atau memproyeksikan 'Kartu Kosakata Seni Rupa' berisi 6–8 istilah pilihan: seimbang, simetris, asimetris, radial, kontras, harmoni, ritme, proporsi. Setiap istilah disertai gambar contoh visual sederhana.
  • Guru menjelaskan setiap istilah dengan contoh langsung: guru menunjuk bagian karya contoh di papan dan berkata, misalnya, 'Ini disebut simetris karena sisi kiri dan kanan memiliki bentuk yang sama.'
  • Siswa secara berpasangan mendapat satu kartu bergambar (karya anonim atau contoh komposisi sederhana). Pasangan bertugas: (a) pilih 2 kosakata dari Kartu Kosakata yang cocok menggambarkan karya itu, dan (b) tuliskan di sticky note alasan singkatnya (1 kalimat per kosakata).
  • Beberapa pasangan berbagi temuannya ke kelas. Guru memberikan umpan balik langsung: mengonfirmasi penggunaan kosakata yang tepat dan meluruskan yang kurang tepat dengan penjelasan singkat tanpa menyalahkan.
  • Guru menekankan: 'Menggunakan kosakata seni rupa bukan untuk menilai bagus atau jelek, tapi untuk menjelaskan apa yang kita lihat dengan lebih tepat.'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu 'Galeri Apresiasi': semua karya komposisi siswa (dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dalam Bab 4) dipajang di meja atau ditempel di dinding dengan nama pemiliknya ditutup (karya anonim untuk sesi ini).
  • Setiap siswa mendapat dua sticky note berwarna: satu warna untuk 'Tanggapan Positif' dan satu warna lain untuk 'Saran Membangun'. Guru menjelaskan format tanggapan menggunakan kerangka sederhana yang ditulis di papan: (a) Tanggapan Positif → 'Saya suka [bagian karya] karena [kosakata seni rupa]…'; (b) Saran Membangun → 'Menurutku akan lebih [kosakata seni rupa] jika [saran konkret]…'
  • Siswa berjalan mengamati minimal 2 karya teman (bukan karya sendiri) selama ± 8 menit. Untuk setiap karya yang dipilih, siswa menuliskan satu sticky note tanggapan positif ATAU satu sticky note saran membangun, lalu menempelkannya di bawah karya tersebut.
  • Setelah galeri, setiap siswa menemukan karyanya sendiri dan membaca sticky note yang ditinggalkan teman. Siswa juga menulis refleksi diri di selembar kertas kecil: 'Satu hal yang aku bangga dari karyaku adalah… karena (kosakata seni rupa)…' dan 'Satu hal yang ingin aku tingkatkan adalah…'
  • Guru memantau dan memberikan scaffolding individual: mendekati siswa yang terlihat kesulitan menemukan kata, membantu dengan pertanyaan pancingan seperti, 'Coba lihat bagian ini — apakah kamu melihat pola yang berulang? Kosakata apa yang cocok untuk itu?'

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak siswa kembali duduk melingkar. Karya-karya diambil kembali oleh pemiliknya beserta sticky note dari teman.
  • Sesi 'Berbagi Cerita Singkat' (sukarela, 3–4 siswa): siswa yang ingin berbagi menceritakan satu tanggapan yang paling berkesan yang mereka terima dari teman, dan menjelaskan mengapa tanggapan itu berguna atau menarik bagi mereka.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas ringan: 'Apakah ada perbedaan antara tanggapan yang hanya bilang bagus dan tanggapan yang memakai kosakata seni rupa? Mana yang lebih membantu?' Guru mencatat poin-poin kunci di papan tulis.
  • Siswa mengisi 'Lembar Refleksi Diri' singkat (bisa lisan untuk siswa yang kesulitan menulis) dengan tiga pertanyaan: (1) Kosakata seni rupa apa yang paling sering aku pakai hari ini? (2) Satu hal yang aku pelajari dari karya teman adalah… (3) Untuk karya selanjutnya, aku ingin mencoba…
  • Guru menutup tahap inti dengan apresiasi kolektif: 'Kalian sudah menjadi pengamat dan pemberi tanggapan yang luar biasa hari ini. Itu adalah keterampilan yang dipakai seniman sungguhan di seluruh dunia.'

Penutup:

  • Guru mengajak siswa melakukan 'Exit Ticket' lisan atau tertulis: setiap siswa menyebut atau menuliskan satu kosakata seni rupa yang paling diingat hari ini dan satu contoh penggunaannya (asesmen akhir formatif-sumatif).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap kualitas apresiasi yang diberikan siswa hari ini: hal-hal yang sudah sangat baik dan hal yang bisa terus ditingkatkan.
  • Guru mengingatkan bahwa kemampuan merefleksi dan mengapresiasi karya adalah bagian penting dari menjadi seorang seniman dan pengamat seni yang baik.
  • Guru mengajak siswa merapikan ruang kelas bersama-sama (karya disimpan atau dipajang sesuai kesepakatan kelas).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan apresiasi atas partisipasi seluruh siswa.

Diferensiasi:

  • Konten: Siswa yang belum menguasai kosakata seni rupa diberi Kartu Kosakata bergambar yang lebih sederhana (hanya 4 istilah: seimbang, simetris, banyak warna, sedikit warna). Siswa yang sudah mahir diberi tantangan menggunakan minimal 3 kosakata berbeda dalam satu tanggapan dan diminta menjelaskan hubungan antar elemen yang mereka amati.
  • Proses: Siswa yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya saat menulis sticky note, atau menyampaikan tanggapan secara lisan kepada guru alih-alih tertulis. Siswa yang sudah lancar dapat diminta menjadi 'pemandu galeri' yang membantu menjelaskan kosakata kepada teman yang bertanya.
  • Produk: Siswa dapat memilih menyampaikan refleksi diri dalam bentuk tulisan pendek, gambar/sketsa beranotasi, atau secara lisan kepada guru. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat membuat 'Kartu Apresiasi' yang lebih lengkap dengan menganalisis minimal dua elemen komposisi dari karya pilihan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua karya komposisi sederhana di awal pembelajaran dan meminta siswa menyebut kosakata seni rupa yang mereka ingat untuk mendeskripsikan karya tersebut.
  • Guru mencatat kosakata yang muncul di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal siswa: mana yang sudah dikuasai, mana yang belum. Hasil ini digunakan untuk menentukan siswa mana yang perlu scaffolding lebih di tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi langsung saat siswa bekerja berpasangan dengan Kartu Kosakata: guru berkeliling dan mencatat apakah siswa dapat mencocokkan kosakata dengan karya secara tepat.
  • Pemantauan sticky note selama Galeri Apresiasi: guru membaca isi sticky note yang ditempel siswa dan memberikan umpan balik lisan singkat jika ditemukan penggunaan kosakata yang kurang tepat.
  • Pantauan Lembar Refleksi Diri yang diisi siswa di akhir tahap Mengaplikasi: guru memperhatikan apakah siswa mampu mengidentifikasi kekuatan dan area peningkatan karyanya sendiri.

Akhir:

  • Exit Ticket: setiap siswa menyebut atau menuliskan satu kosakata seni rupa yang diingat dan satu kalimat contoh penggunaannya untuk mendeskripsikan karya yang diamati.
  • Lembar Refleksi Diri yang dikumpulkan: dinilai berdasarkan rubrik dua aspek — (1) ketepatan dan variasi penggunaan kosakata seni rupa, dan (2) kualitas apresiasi/tanggapan terhadap karya teman.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi Galeri Apresiasi: apakah siswa menggunakan kosakata seni rupa yang tepat dalam sticky note mereka.
  • Pemantauan sticky note tanggapan: guru membaca konten sticky note untuk menilai apakah tanggapan positif dan saran sudah menggunakan kosakata seni rupa dan bersifat konstruktif.
  • Diskusi kelas pada tahap Merefleksi: guru menilai kemampuan siswa menjelaskan perbedaan tanggapan umum vs. tanggapan berbasis kosakata seni rupa.

Sumatif:

  • Exit Ticket akhir pertemuan: siswa menyebut/menulis satu kosakata seni rupa beserta contoh penggunaannya dari karya yang mereka amati hari ini.
  • Lembar Refleksi Diri siswa yang dikumpulkan: dinilai berdasarkan kelengkapan dan ketepatan penggunaan kosakata seni rupa serta kedalaman refleksi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosakata Seni Rupa dalam RefleksiSiswa tidak menggunakan kosakata seni rupa, hanya menggunakan kata umum seperti 'bagus', 'jelek', atau 'suka'.Siswa menggunakan 1 kosakata seni rupa namun penerapannya kurang tepat atau tidak disertai penjelasan.Siswa menggunakan 1–2 kosakata seni rupa dengan tepat dan disertai penjelasan singkat yang relevan dengan karya.Siswa menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa dengan tepat, disertai penjelasan yang jelas dan menunjukkan pemahaman hubungan antar elemen dalam karya.
Kualitas Apresiasi dan Tanggapan terhadap Karya TemanTanggapan tidak diberikan, atau hanya berupa penilaian singkat tanpa penjelasan ('bagus' atau 'tidak suka') dan tidak bersifat membangun.Siswa memberikan tanggapan positif atau saran, namun masih sangat umum dan belum menggunakan kosakata seni rupa secara spesifik.Siswa memberikan tanggapan positif DAN saran membangun yang jelas, menggunakan kosakata seni rupa, dan disampaikan dengan sopan.Siswa memberikan tanggapan positif dan saran membangun yang spesifik, menggunakan kosakata seni rupa dengan tepat, menjelaskan alasan dengan rinci, dan disampaikan dengan cara yang menghargai usaha teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah siswa berhasil menggunakan minimal satu kosakata seni rupa secara tepat dalam tanggapan mereka hari ini? Jika belum, strategi apa yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah format Galeri Apresiasi berjalan efektif untuk semua siswa, termasuk yang pemalu atau yang kesulitan menulis? Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup?
  • Apakah alokasi waktu per tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu diskusi yang bermakna? Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan siswa yang pasif?

Refleksi Murid:

  • Kosakata seni rupa apa yang paling mudah kamu gunakan hari ini? Kosakata mana yang masih terasa sulit?
  • Bagaimana perasaanmu ketika membaca tanggapan yang diberikan teman untuk karyamu?
  • Apakah kamu merasa sudah memberikan tanggapan yang berguna untuk teman? Apa yang ingin kamu lakukan lebih baik lagi?
  • Satu hal baru yang kamu pelajari tentang karya seni hari ini adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Karya komposisi siswa dari pertemuan sebelumnya (Bab 4, Pertemuan 1–3)
  2. Kartu Kosakata Seni Rupa bergambar (dibuat guru): seimbang, simetris, asimetris, radial, kontras, harmoni, ritme, proporsi
  3. Sticky note dua warna (untuk tanggapan positif dan saran membangun)
  4. Lembar Refleksi Diri siswa (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan terbuka)
  5. Papan tulis/whiteboard untuk mencatat kosakata dan poin diskusi kelas
  6. Buku Guru Seni Rupa Fase B — Panduan Khusus Fase B (Kemendikbudristek)
  7. Contoh karya komposisi anonim (2 buah) untuk demonstrasi di pendahuluan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.