Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Membuat Kolase dengan Komposisi Seimbang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Membuat Kolase dengan Komposisi Seimbang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Membuat Kolase dengan Komposisi Seimbang

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Kolase dengan Komposisi Seimbang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Kolase dengan Komposisi Seimbang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu membuat kolase sederhana dengan menerapkan komposisi seimbang (formal, informal, atau radial) menggunakan kertas lipat atau bahan alam.
  2. Siswa mampu menggunakan alat dan bahan (gunting, lem, kertas) dengan prosedur yang tepat selama proses membuat kolase.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu memperhatikan lantai ubin di rumah atau sekolah? Mengapa polanya terlihat rapi dan tidak berantakan?
  2. Jika kamu meletakkan benda besar di sisi kiri sebuah gambar, apa yang perlu kamu lakukan di sisi kanan agar gambarnya terlihat seimbang?
  3. Bahan apa saja yang bisa kamu temukan di sekitarmu yang bisa ditempel menjadi sebuah karya yang indah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa siswa, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menunjukkan dua gambar kolase (satu seimbang, satu tidak seimbang) dan bertanya kepada siswa mana yang terlihat lebih nyaman dipandang dan mengapa. Guru mencatat respons siswa untuk memahami pemahaman awal mereka tentang keseimbangan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: siswa akan membuat kolase menggunakan kertas lipat dengan komposisi yang seimbang.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
  • Guru memastikan semua alat dan bahan (kertas lipat warna, gunting, lem, kertas dasar A4) sudah tersedia di meja masing-masing siswa.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menggambar di papan tulis tiga jenis komposisi seimbang: formal (simetris kiri-kanan), informal (seimbang secara visual walau tidak identik), dan radial (memancar dari titik tengah). Guru menjelaskan masing-masing dengan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari (misalnya: wajah manusia untuk formal, taman bunga untuk informal, bunga matahari untuk radial).
  • Guru meminta siswa mengamati beberapa contoh kolase yang sudah jadi (dicetak atau ditempel di papan) dan meminta mereka menunjuk: 'Ini keseimbangan jenis apa?' Siswa menjawab secara lisan.
  • Guru mendemonstrasikan teknik dasar membuat potongan kertas lipat: melipat kertas secara horizontal lalu vertikal hingga membentuk bujur sangkar, kemudian menggunting sesuai bentuk yang diinginkan (segitiga, lingkaran, atau bentuk bebas). Guru menekankan prosedur penggunaan gunting yang aman: ujung gunting menghadap ke bawah, jari tidak melewati mata gunting.
  • Siswa diberi waktu 2 menit untuk mencoba melipat dan menggunting satu potongan kertas kecil sebagai latihan singkat sebelum membuat karya utama.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Siswa mulai membuat kolase secara mandiri di atas kertas dasar A4. Langkah pertama: siswa memilih satu jenis komposisi seimbang yang ingin mereka terapkan (formal, informal, atau radial) dan memberi tanda titik pusat atau garis tengah di kertas dasar sebagai panduan.
  • Siswa menggunting kertas lipat warna menjadi berbagai bentuk (minimal 5 potongan) sesuai rencana komposisinya.
  • Siswa menyusun potongan-potongan kertas di atas kertas dasar terlebih dahulu tanpa dilem, untuk memeriksa apakah komposisinya sudah seimbang. Guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung: 'Coba bandingkan sisi kiri dan kanan karyamu, apakah sudah terasa seimbang?'
  • Setelah susunan dirasa seimbang, siswa menempel potongan kertas menggunakan lem dengan rapi.
  • Siswa yang sudah selesai lebih awal diajak menambahkan detail atau hiasan tambahan pada karyanya sebagai pengayaan.
  • Siswa yang membutuhkan bantuan lebih dapat menggunakan template garis tengah yang sudah disiapkan guru dan diminta fokus membuat komposisi formal (simetris) yang lebih mudah dipahami.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta siswa meletakkan karya mereka di meja masing-masing, lalu melakukan 'Gallery Walk' singkat (siswa berjalan melihat karya teman selama 2 menit).
  • Setelah kembali ke tempat duduk, guru meminta beberapa siswa (2-3 orang sukarela) untuk menceritakan karya mereka: 'Kamu memilih keseimbangan jenis apa? Mengapa?'
  • Siswa mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan sederhana dengan centang): (1) Aku sudah membuat komposisi yang seimbang. (2) Aku menggunakan gunting dan lem dengan prosedur yang benar. (3) Aku bangga dengan karyaku hari ini.
  • Guru mengajak siswa berdiskusi singkat: 'Apakah ada bagian yang sulit tadi? Apa yang akan kamu coba berbeda jika membuat kolase lagi?'
  • Siswa menuliskan nama mereka di bagian belakang karya dan membersihkan area kerja masing-masing.

Penutup:

  • Guru bersama siswa merangkum pembelajaran hari ini: apa itu komposisi seimbang, tiga jenisnya, dan prosedur membuat kolase yang benar. (5 menit)
  • Guru memberikan umpan balik positif secara umum terhadap karya-karya yang dihasilkan siswa.
  • Guru menyampaikan informasi pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan memimpin doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Siswa yang belum memahami konsep keseimbangan dapat diberikan kartu contoh bergambar tiga jenis komposisi seimbang yang bisa dijadikan referensi selama berkarya. Siswa yang sudah memahami lebih awal dapat diperkenalkan dengan konsep ritme dalam komposisi sebagai pengayaan.
  • Proses: Siswa yang membutuhkan pendampingan lebih diarahkan untuk membuat komposisi formal (simetris) dengan bantuan template garis tengah. Siswa yang bekerja lebih cepat didorong bereksperimen dengan komposisi radial atau mencoba memadukan dua jenis keseimbangan dalam satu karya.
  • Produk: Siswa yang tidak memiliki akses gunting atau kertas lipat dapat menggunakan bahan alam yang dibawa dari rumah (daun kering, kelopak bunga, ranting kecil) atau menggambar potongan bentuk dengan pensil lalu mewarnainya sebagai alternatif kolase.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan dua gambar kolase (satu seimbang, satu tidak seimbang) dan meminta siswa memilih mana yang lebih enak dilihat serta menjelaskan alasannya secara lisan. Tujuan: mengidentifikasi pemahaman awal siswa tentang konsep keseimbangan visual sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati cara siswa memegang dan menggunakan gunting (keamanan dan ketepatan prosedur) serta bagaimana siswa menyusun potongan kertas sebelum menempel (apakah mempertimbangkan keseimbangan).
  • Tanya jawab langsung perorangan atau kelompok kecil: 'Kamu mau bikin keseimbangan apa? Sudah seimbang belum menurut kamu?' untuk memancing penalaran kritis siswa terhadap karyanya sendiri.

Akhir:

  • Penilaian karya kolase yang telah selesai menggunakan rubrik 4 level pada aspek: (1) ketepatan komposisi seimbang, (2) kerapian tempel dan kebersihan karya, (3) prosedur penggunaan alat dan bahan.
  • Lembar refleksi diri siswa diisi di akhir pembelajaran sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Formatif:

  • Observasi guru saat siswa menyusun potongan kertas (sebelum ditempel): apakah komposisi sudah menunjukkan keseimbangan.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: siswa mengidentifikasi jenis keseimbangan pada contoh karya yang ditunjukkan guru.
  • Umpan balik langsung guru saat berkeliling di tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Penilaian hasil karya kolase menggunakan rubrik 4 aspek: ketepatan komposisi seimbang, kerapian tempelan, penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur, dan kreativitas pilihan bentuk/warna.
  • Lembar refleksi diri siswa (self-assessment) sebagai bukti kesadaran proses belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi SeimbangPotongan kertas ditempel secara acak tanpa mempertimbangkan keseimbangan; karya tampak tidak teratur.Ada upaya membuat keseimbangan namun belum konsisten; satu sisi terlihat jauh lebih berat dibanding sisi lain.Komposisi menunjukkan keseimbangan yang cukup jelas (formal, informal, atau radial) meskipun ada sedikit ketidaksimetrisan.Komposisi seimbang diterapkan dengan konsisten dan jelas (formal, informal, atau radial); karya tampak harmonis dan terencana.
Prosedur Penggunaan Alat dan BahanSiswa menggunakan gunting dan lem tanpa memperhatikan prosedur; hasil guntingan tidak terbentuk dan lem berlebihan di mana-mana.Siswa menggunakan alat dengan prosedur yang sebagian benar; ada beberapa kesalahan penggunaan yang masih perlu dibimbing.Siswa menggunakan gunting dan lem dengan prosedur yang tepat; hasil guntingan cukup rapi dan lem digunakan secukupnya.Siswa menggunakan semua alat dan bahan dengan prosedur yang sangat tepat, aman, dan efisien; hasil guntingan rapi dan penggunaan lem terkontrol.
Kerapian dan Kebersihan KaryaKarya tampak sangat tidak rapi; banyak lem berlebih, potongan tidak menempel dengan baik, dan area kerja tidak dibersihkan.Karya cukup rapi meskipun masih ada beberapa bagian yang terlipat, terlepas, atau terdapat lem yang terlihat berlebihan.Karya terlihat rapi, potongan menempel dengan baik, dan area kerja dibersihkan setelah selesai.Karya sangat rapi dan bersih; semua potongan menempel sempurna, tidak ada lem berlebih yang terlihat, dan area kerja sangat bersih.
Kreativitas Pilihan Bentuk dan WarnaSiswa hanya menggunakan bentuk persegi panjang sederhana (tidak dipotong) dan tidak mempertimbangkan kombinasi warna.Siswa mencoba memotong bentuk yang berbeda namun pilihan warna dan bentuk masih sangat terbatas.Siswa menggunakan beragam bentuk potongan dan kombinasi warna yang cukup menarik dalam karyanya.Siswa menunjukkan kreativitas tinggi dalam memilih dan memadukan bentuk yang unik serta kombinasi warna yang harmonis dan menarik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa berhasil memahami perbedaan tiga jenis komposisi seimbang? Siswa mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan efektif menjangkau siswa dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang paling membuat siswa antusias? Bagaimana cara meningkatkannya di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Jenis komposisi seimbang apa yang kamu buat hari ini? Kenapa kamu memilih jenis itu?
  • Bagian mana yang paling sulit saat membuat kolase tadi? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Apa yang ingin kamu coba atau perbaiki jika kamu membuat kolase lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek)
  2. Contoh karya kolase cetak atau gambar bertema komposisi seimbang (disiapkan guru)
  3. Kertas lipat warna berbagai warna
  4. Gunting (1 per siswa)
  5. Lem stick atau lem cair
  6. Kertas dasar A4 putih atau berwarna muda (1 per siswa)
  7. Template garis tengah (untuk siswa yang membutuhkan diferensiasi proses)
  8. Kartu referensi 3 jenis komposisi seimbang bergambar (untuk diferensiasi konten)
  9. Bahan alam alternatif: daun kering, kelopak bunga, ranting kecil (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.