MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 4 — Kisah Gunting dan Tempel INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Kisah Gunting dan Tempel |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.4.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa kolase kertas
- TP 3.4.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya kolase
- TP 3.4.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam teknik menggunting dan menempel
- TP 3.4.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui teknik gunting dan tempel
- TP 3.4.5 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 3.4.6 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya melalui karya kolase persahabatan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Potongan kertas apa saja yang kalian lihat pada contoh gambar kolase ini?
- Bentuk dan warna apa yang paling mudah kalian temukan pada karya tempelan kertas tersebut?
- Mengapa sebuah gambar kolase terasa pas dan tidak berat sebelah saat kita pandang?
- Bagaimana kita bisa menemukan susunan bentuk yang berulang secara teratur pada sebuah karya kolase kertas?
- Benda apa saja di atas meja yang bisa kita gunakan untuk memotong kertas?
- Apa perbedaan antara alat dan bahan yang kita pakai saat membuat kolase kertas?
- Bagaimana cara memegang gunting dan mengarahkan bilahnya agar aman untuk diri sendiri dan orang lain?
- Mengapa saat menempel kita tidak boleh mengoleskan lem terlalu banyak pada kertas?
- Benda atau tanaman apa saja yang pernah kamu lihat di halaman sekolah atau taman rumah?
- Bagaimana cara kita membuat gambar pola dari benda-benda di lingkungan sekitar agar mudah dipotong dan ditempel menjadi kolase?
- Bagaimana caramu menyusun potongan kertas agar gambar lingkungan di sekitarmu terlihat hidup?
- Teknik gunting dan tempel apa yang paling membantumu menutupi pola sketsa dengan rapi?
- Kata-kata rupa apa saja yang bisa kita gunakan untuk menceritakan bagian paling menarik dari karya kolase kita?
- Bagaimana cara kita menyampaikan hal yang indah pada karya teman menggunakan kosa kata seni rupa?
- Bagaimana sebuah karya seni tempel bisa menyampaikan rasa sayang atau terima kasih kepada sahabatmu?
- Bentuk dan warna kertas apa yang paling pas untuk menggambarkan perasaan senang atau harapanmu bersama teman?
- Bagaimana kita menuangkan rasa sayang dan harapan kepada sahabat ke dalam selembar karya kolase pohon persahabatan?
- Kata seni rupa apa saja yang bisa kita gunakan saat menceritakan keindahan warna dan bentuk kolase buatan teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Unsur Rupa Bentuk dan Warna pada Karya Kolase Kertas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa kolase kertas
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengenali dan menunjukkan unsur rupa bentuk serta warna pada contoh karya seni rupa kolase kertas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan satu lembar contoh kolase sederhana 'Bunga Matahari' lalu mengajukan 2 pertanyaan identifikasi: 'Sebutkan 1 bentuk geometri pada kelopak/daun' dan 'Sebutkan 2 warna kertas yang ditempel' (acuan jawaban: bentuk segitiga/lingkaran; warna kuning, hijau, atau cokelat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengamati sebuah contoh karya kolase kertas bertema 'Pemandangan Kebun' yang berukuran besar di papan tulis (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati unsur rupa bentuk (geometris: segitiga pada atap, persegi panjang pada batang, lingkaran pada matahari; organis: bentuk daun berlekuk bebas) dan unsur warna (merah, biru, kuning, hijau) yang tersusun dari tempelan kertas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan tantangan interaktif 'Detektif Unsur Rupa': guru menunjukkan 4 kartu gambar detail dari karya kolase (Kartu 1: potongan kertas bulat kuning; Kartu 2: potongan kertas segitiga merah; Kartu 3: potongan kertas bentuk daun hijau; Kartu 4: potongan kertas persegi biru), lalu murid secara bergiliran menunjukkan bentuk dan warna yang tepat (acuan: Kartu 1 = lingkaran/bulat, kuning; Kartu 2 = segitiga, merah; Kartu 3 = bentuk organis/daun, hijau; Kartu 4 = persegi/kotak, biru) (10 menit).
- Murid menerima Lembar Aktivitas berisi 1 gambar karya kolase 'Ikan di Laut' dan secara mandiri menandai serta mencocokkan 4 unsur rupa yang diminta: (1) Bentuk segitiga pada ekor ikan -> warna jingga; (2) Bentuk lingkaran pada gelembung air -> warna biru muda; (3) Bentuk oval pada tubuh ikan -> warna kuning; (4) Bentuk garis bergelombang pada rumput laut -> warna hijau (acuan jawaban: 4 pasangan bentuk dan warna tersebut) (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil pengamatan pada Lembar Aktivitas dengan panduan kunci jawaban yang ditampilkan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid mengungkapkan apa yang dirasakan saat berhasil menemukan unsur bentuk dan warna pada karya kolase kertas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa karya kolase kertas tersusun dari berbagai unsur rupa utama, yaitu bentuk dan warna (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh kolase dengan kontras warna tinggi dan bentuk geometri tunggal (lingkaran dan segitiga); murid yang siap diberikan kolase dengan ragam bentuk organis dan gradasi warna.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara langsung oleh guru dengan menunjuk satu per satu potongan kertas; murid mandiri mengerjakan lembar aktivitas secara individual.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi bentuk dan warna pada lembar aktivitas sesuai target tingkat kemampuannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan menunjukkan contoh kolase bunga: murid diminta menyebutkan minimal 1 bentuk dan 2 warna kertas potongan (acuan: bentuk segitiga/lingkaran; warna kuning, hijau, cokelat).
Proses:- Pengamatan saat permainan Detektif Unsur Rupa menggunakan 4 kartu gambar potongan kolase (acuan: Kartu 1 = lingkaran, kuning; Kartu 2 = segitiga, merah; Kartu 3 = bentuk organis/daun, hijau; Kartu 4 = persegi, biru).
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Aktivitas 'Ikan di Laut' yang memuat 4 butir penandaan unsur bentuk dan warna (acuan: 1=segitiga & jingga; 2=lingkaran & biru muda; 3=oval & kuning; 4=bentuk rumput/bergelombang & hijau).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pencocokan mandiri 4 butir lembar kerja dengan kunci acuan guru di papan tulis untuk melihat ketuntasan identifikasi unsur bentuk dan warna (target: minimal 3 dari 4 butir terjawab tepat).
Formatif:- Kuis lisan tebak cepat unsur rupa bentuk dan warna pada kartu kolase (permainan Detektif Unsur Rupa)
- Penilaian kinerja pengamatan pada Lembar Aktivitas Identifikasi Unsur Bentuk dan Warna pada Kolase Kertas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Unsur Rupa Bentuk pada Kolase Kertas (Acuan: segitiga, lingkaran, oval, bentuk rumput laut) | Belum mampu menunjukkan unsur bentuk pada karya kolase kertas walau dengan bimbingan penuh (0 dari 4 bentuk tepat). | Mampu menunjukkan 1-2 dari 4 unsur bentuk pada karya kolase kertas dengan bantuan guru. | Mampu menunjukkan 3 dari 4 unsur bentuk pada karya kolase kertas secara tepat dan mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 4 unsur bentuk pada karya kolase kertas secara tepat tanpa kekeliruan secara mandiri. | | Identifikasi Unsur Rupa Warna pada Kolase Kertas (Acuan: jingga, biru muda, kuning, hijau) | Belum mampu menunjukkan unsur warna kertas kolase dengan tepat (0 dari 4 warna tepat). | Mampu menunjukkan 1-2 dari 4 unsur warna potongan kertas dengan tepat. | Mampu menunjukkan 3 dari 4 unsur warna potongan kertas dengan tepat secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 4 unsur warna potongan kertas dengan tepat tanpa ragu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media contoh karya kolase yang dipajang cukup jelas terlihat oleh seluruh murid untuk mengamati bentuk dan warnanya?
- Bagian mana dari aktivitas identifikasi bentuk dan warna yang dirasa paling menantang bagi murid kelas 3?
Murid:- Bentuk dan warna potongan kertas apa yang paling cepat kamu kenali dalam gambar kolase tadi?
- Apakah kamu merasa senang saat menemukan bentuk-bentuk kertas yang tersembunyi di dalam karya kolase?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Prinsip Desain Keseimbangan dan Pola pada Karya Kolase Kertas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa kolase kertas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi prinsip desain keseimbangan dan pola pada contoh karya kolase kertas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu contoh kolase mini: Kartu A (pola berulang segitiga-lingkaran-segitiga-lingkaran) dan Kartu B (keseimbangan simetris kupu-kupu kiri dan kanan sama), lalu meminta murid menunjuk mana yang menunjukkan susunan berulang dan mana yang beratnya seimbang antara sisi kiri dan kanan (acuan: Kartu A menunjukkan pola berulang; Kartu B menunjukkan keseimbangan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memajang 2 karya kolase peraga di papan tulis: Kolase 1 bergambar vas bunga simetris dengan penataan bentuk seimbang di sisi kiri dan kanan; Kolase 2 bergambar bingkai hiasan dengan susunan bentuk kertas persegi dan lingkaran berselang-seling membentuk pola berulang (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati peraga sambil menjelaskan konsep esensial prinsip desain: keseimbangan (kesan seimbang/sama berat visual antara sisi kanan dan kiri atau penataan yang stabil) dan pola (susunan bentuk atau warna yang berulang secara teratur) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan visual berpasangan 'Detektif Prinsip Desain': setiap pasang murid menerima Lembar Aktivitas yang memuat 4 gambar karya kolase kertas berikut: Gambar 1: Kolase Kupu-Kupu (sayap kiri dan kanan sama persis susunan bentuknya); Gambar 2: Kolase Pagar Hias (susunan potongan kertas persegi merah-kuning-merah-kuning berulang teratur); Gambar 3: Kolase Rumah di Tengah Padang (pohon di kiri diseimbangkan dengan batu besar dan matahari di kanan sehingga tampak seimbang asimetris); Gambar 4: Kolase Sisik Ikan (potongan kertas setengah lingkaran berjajar berulang rapi) (10 menit).
- Murid bekerja sama mengidentifikasi dan menandai prinsip desain utama pada masing-masing gambar: memberi label 'Keseimbangan' atau 'Pola' pada kolom lembar kerja (acuan: Gambar 1 = Keseimbangan; Gambar 2 = Pola; Gambar 3 = Keseimbangan; Gambar 4 = Pola) (25 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses murid, memberikan bimbingan bagi pasangan yang ragu membedakan antara perulangan teratur (pola) dan pembagian beban visual (keseimbangan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas hasil identifikasi dari keempat gambar, mencocokkan alasan penandaan prinsip desain yang ditemukan (10 menit).
- Murid menyampaikan bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat menemukan pola atau keseimbangan pada karya kolase (5 menit).
Penutup:- Guru membagikan lembar cek pemahaman akhir berupa 2 butir soal identifikasi cepat karya kolase (acuan: Butir 1 Kolase Candi sisi kiri-kanan sama = Keseimbangan; Butir 2 Kolase batas tepi segitiga biru-kuning-biru-kuning = Pola) (3 menit).
- Guru menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya keseimbangan dan pola dalam menciptakan keindahan karya kolase kertas (1 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar peraga dengan garis bantu sumbu simetri putus-putus pada gambar keseimbangan bagi murid yang memerlukan dukungan visual lebih jelas.
- Proses: Murid yang sudah mahir mengidentifikasi jenis keseimbangan secara mandiri (apakah simetris atau asimetris), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan fokus pada penandaan seimbang vs berulang dengan pendampingan terbimbing guru.
- Produk: Tuntutan bukti identifikasi sama untuk seluruh murid, yaitu mencentang/menuliskan label 'Keseimbangan' atau 'Pola' secara tepat pada lembar kerja 4 gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan di awal pelajaran melalui tanya jawab interaktif menggunakan 2 kartu kolase mini: Kartu A (pola berulang segitiga-lingkaran) dan Kartu B (kupu-kupu seimbang simetris). Kriteria kesiapan: Murid tepat menunjukkan Kartu A sebagai susunan berulang dan Kartu B sebagai susunan yang seimbang kiri-kanannya.
Proses:- Observasi unjuk kerja dan pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Aktivitas 'Detektif Prinsip Desain' yang memuat 4 gambar kolase: Gambar 1: Kolase Kupu-Kupu (kunci: Keseimbangan); Gambar 2: Kolase Pagar Hias (kunci: Pola); Gambar 3: Kolase Rumah di Tengah Padang (kunci: Keseimbangan); Gambar 4: Kolase Sisik Ikan (kunci: Pola).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat tertulis (2 butir): (1) Kolase Candi dengan sisi kiri dan kanan tampak sama berat/seimbang (kunci: Keseimbangan); (2) Kolase hiasan tepi bermotif segitiga biru-kuning-biru-kuning berselang-seling (kunci: Pola). Murid dinyatakan paham jika menjawab tepat kedua butir tersebut.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi peragaan kartu mini pola vs keseimbangan.
- Asesmen formatif proses: Lembar Aktivitas 'Detektif Prinsip Desain' (identifikasi 4 gambar kolase kertas).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Prinsip Desain Keseimbangan pada Karya Kolase Kertas | Belum mampu mengidentifikasi karya kolase yang menunjukkan prinsip keseimbangan dari 2 gambar target (Gambar 1 dan Gambar 3 dijawab keliru). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 gambar kolase yang menunjukkan prinsip keseimbangan dengan tepat (antara Gambar 1 atau Gambar 3). | Mampu mengidentifikasi seluruh (2 dari 2) gambar kolase yang menunjukkan prinsip keseimbangan secara tepat (Gambar 1: Keseimbangan dan Gambar 3: Keseimbangan) dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengidentifikasi seluruh (2 dari 2) gambar kolase yang menunjukkan prinsip keseimbangan secara tepat (Gambar 1 dan Gambar 3) secara mandiri dan konsisten. | | Identifikasi Prinsip Desain Pola pada Karya Kolase Kertas | Belum mampu mengidentifikasi karya kolase yang menunjukkan prinsip pola dari 2 gambar target (Gambar 2 dan Gambar 4 dijawab keliru). | Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 gambar kolase yang menunjukkan prinsip pola dengan tepat (antara Gambar 2 atau Gambar 4). | Mampu mengidentifikasi seluruh (2 dari 2) gambar kolase yang menunjukkan prinsip pola secara tepat (Gambar 2: Pola dan Gambar 4: Pola) dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengidentifikasi seluruh (2 dari 2) gambar kolase yang menunjukkan prinsip pola secara tepat (Gambar 2 dan Gambar 4) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh visual kolase yang ditampilkan cukup jelas memperlihatkan perbedaan antara prinsip keseimbangan dan prinsip pola?
- Bagian mana dari penjelasan prinsip desain yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid kelas 3?
Murid:- Bagaimana caramu mengenali bahwa sebuah karya kolase memiliki susunan pola yang teratur?
- Apa tanda yang kamu lihat ketika sebuah gambar kolase dikatakan memiliki keseimbangan?
Pertemuan 3 — Mengenali Karakteristik dan Fungsi Alat Potong, Alat Tempel, serta Bahan Kolase Kertas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya kolase
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali karakteristik dan fungsi alat potong, alat tempel, serta bahan kolase kertas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 4 benda fisik nyata di depan kelas: (1) gunting ujung tumpul, (2) lem stik/kertas, (3) kertas origami, dan (4) penghapus pensil sebagai pengalih; lalu menanyakan benda mana yang berfungsi untuk memotong, menempel, menjadi bahan yang ditempel, dan mana yang bukan alat/bahan kolase (acuan jawaban benar: gunting = alat potong, lem stik = alat tempel, kertas origami = bahan kolase, penghapus = bukan alat/bahan kolase) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru mengenai ciri fisik (karakteristik) serta fungsi alat potong (gunting kertas dengan bilah logam berujung bulat/tumpul untuk memotong), alat tempel (lem stik/lem cair yang lengket dan basah/padat untuk merekatkan), serta bahan kolase kertas (kertas lipat/origami, kertas koran, dan kertas kado yang bertekstur tipis, mudah dipotong, dan berwarna) (15 menit).
- Murid secara berpasangan diajak bermain tebak raba 'Kantong Rahasia Kolase' (prinsip Menggembirakan), meraba salah satu benda di dalam kantong kain tanpa melihat (pilihan benda di kantong: gunting anak tumpul, lem stik, dan lembar kertas kado) lalu menebak nama benda, karakteristiknya (keras/berbilah, lengket/silinder, atau tipis/lembut), serta fungsinya untuk membuat kolase (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Aktivitas 'Pengelompokan Alat dan Bahan Kolase' yang memuat 6 gambar benda: (1) gunting anak, (2) lem stik, (3) kertas origami, (4) lem cair, (5) kertas koran bekas, dan (6) sendok plastik sebagai gambar pengalih (10 menit).
- Murid secara mandiri memasangkan ke-6 gambar benda tersebut ke dalam 3 kolom kategori: 'Alat Potong', 'Alat Tempel', dan 'Bahan Kolase' serta menandai silang pada gambar pengalih (acuan kunci pengelompokan: Kolom Alat Potong = (1) gunting anak; Kolom Alat Tempel = (2) lem stik dan (4) lem cair; Kolom Bahan Kolase = (3) kertas origami dan (5) kertas koran bekas; Pengalih diberi tanda silang/tidak masuk kolom = (6) sendok plastik) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan pada Lembar Aktivitas, memeriksa karakteristik pembeda antara alat (benda yang dipakai bekerja: gunting, lem) dan bahan (benda yang habis/menjadi wujud karya: kertas) (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali karakteristik dan fungsi dari alat potong, alat tempel, dan bahan kertas untuk kolase (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik atas ketepatan murid mengenali alat dan bahan kolase hari ini, serta menutup kegiatan belajar dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh fisik konkret alat potong, alat tempel, dan aneka jenis kertas bagi murid yang membutuhkan pengamatan taktil langsung.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan bimbingan langsung saat meraba karakteristik benda, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diberikan lembar pengelompokan tambahan dengan variasi jenis kertas (kertas kado, majalah, kertas manila).
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar pengelompokan kategori alat dan bahan kolase yang sama sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengidentifikasi fungsi 4 benda fisik yang ditunjukkan guru: (1) gunting anak tumpul, (2) lem stik, (3) kertas origami, dan (4) penghapus pensil (acuan kunci: benda (1) gunting = alat potong; benda (2) lem stik = alat tempel; benda (3) kertas origami = bahan kolase yang ditempel; benda (4) penghapus = pengalih/bukan alat atau bahan kolase).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam mengenali karakteristik fisik pada aktivitas tebak raba 'Kantong Rahasia Kolase' (mengenali ciri gunting: berbilah/keras; lem: silinder/lengket; kertas kado: tipis/lembut).
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan pada Lembar Aktivitas Mandiri berisi 6 benda (acuan kunci: Kategori Alat Potong: gunting anak; Kategori Alat Tempel: lem stik, lem cair; Kategori Bahan Kolase: kertas origami, kertas koran; Pengalih: sendok plastik disilang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Murid menyebutkan 1 ciri fisik pembeda antara alat tempel (lem stik/lem cair yang permukaannya lengket) dan bahan kolase kertas (lembaran tipis yang ditempeli lem).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai fungsi 4 benda sampel.
- Penilaian kinerja penugasan pada Lembar Aktivitas 'Pengelompokan Alat dan Bahan Kolase' (6 butir gambar termasuk 1 pengalih).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Karakteristik dan Fungsi Alat Potong, Alat Tempel, dan Bahan Kolase Kertas (Acuan 5 target: gunting anak, lem stik, lem cair, kertas origami, kertas koran; serta 1 pengalih: sendok plastik) | Mengenali tepat 1–2 dari 5 target alat dan bahan kolase ke dalam kategori fungsinya, serta masih memasukkan sendok plastik sebagai alat/bahan kolase. | Mengenali tepat 3 dari 5 target alat dan bahan kolase ke dalam kategori fungsinya, serta masih keliru memasukkan sendok plastik sebagai alat/bahan kolase. | Mengenali tepat 4 dari 5 target alat dan bahan kolase ke dalam kategori fungsinya, serta tepat menyilang sendok plastik sebagai pengalih. | Mengenali seluruh 5 target alat dan bahan kolase (gunting anak sebagai alat potong; lem stik dan lem cair sebagai alat tempel; kertas origami dan kertas koran sebagai bahan kolase) ke dalam kategori fungsinya secara tepat, mandiri, dan tepat menyilang sendok plastik sebagai pengalih. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara pengertian 'alat' (gunting, lem) dan 'bahan' (kertas)?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid mengenali karakteristik alat dan bahan kolase?
Murid:- Benda apa yang menurutmu paling mudah kamu kenali karakteristik dan fungsinya hari ini?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu apa bedanya lem dan gunting saat membuat kolase?
Pertemuan 4 — Menguji Coba Prosedur Penggunaan Alat Potong dan Alat Tempel secara Aman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam teknik menggunting dan menempel
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan alat (gunting ujung bulat, lem stik/kertas, kertas pola uji coba) di meja masing-masing (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta memperagakan cara memegang gunting tanpa kertas dan menunjukkan bagian bilah aman ke arah depan meja, serta menjawab pertanyaan lisan tentang cara membawa gunting saat berjalan (acuan benar: jari jempol di lubang atas, jari telunjuk/tengah di lubang bawah, bilah runcing mengarah menjauhi badan, saat membawa gunting digenggam pada bilah tertutup dengan ujung menghadap ke bawah) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan 4 prosedur aman penggunaan alat potong dan tempel di depan kelas: (1) postur memotong menjauhi jari pemegang kertas, (2) memutar kertas saat memotong kurva bukan memelintir tangan, (3) mengoleskan lem tipis dan merata hanya pada bagian tepi belakang kertas, (4) menutup kembali lem dan meletakkan gunting dalam posisi tertutup di sisi meja (10 menit).
- Permainan interaktif 'Lampu Hijau - Lampu Merah Keselamatan': Guru memperagakan 3 tindakan acak (misal: berjalan membawa gunting terbuka mengarah ke depan; mengoleskan lem menggunakan jari hingga meluber tebal; meletakkan gunting tertutup rapi di sudut meja), lalu murid mengangkat kartu hijau jika prosedur aman atau kartu merah jika prosedur berbahaya (acuan: tindakan 1 = Merah, tindakan 2 = Merah, tindakan 3 = Hijau) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima lembar uji coba keterampilan yang memuat 3 garis panduan potong: garis lurus (panjang 15 cm), garis zig-zag (panjang 15 cm, 4 sudut), dan garis lengkung/lingkaran (diameter 8 cm) (5 menit).
- Murid menguji coba prosedur memotong kertas mengikuti 3 garis panduan tersebut dengan menerapkan prosedur keselamatan: bilah gunting menjauhi badan, menggerakkan kertas saat memotong lengkung, dan menjaga jarak jari minimal 2 cm dari mata gunting (25 menit).
- Murid menguji coba prosedur penempelan potongan hasil potong ke atas kertas dasar uji coba: mengoleskan lem secara merata dan tipis pada 4 sudut/tepi kertas uji coba tanpa lem belepotan atau menembus permukaan kertas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil uji coba masing-masing berdasarkan dua pertanyaan kendali mutu: 'Apakah garis potongan saya rapi tanpa sobek?' dan 'Apakah kertas saya menempel rata tanpa sisa lem yang basah keluar?' (10 menit).
- Murid melakukan perapian area kerja: memastikan tutup lem terpasang rapat, gunting diletakkan di tempat aman, serta memungut sisa potongan kertas kecil ke dalam tempat sampah meja (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil uji coba prosedur menggunting dan menempel berdasarkan lembar observasi proses (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya prosedur keselamatan kerja dalam menggunting dan menempel, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik diberikan garis panduan potong lebih tebal (lebar garis 3 mm) dengan kontras tinggi, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan garis pola potong kombinasi lurus dan lengkung lebih rapat.
- Proses: Murid yang belum stabil dalam menggunting didampingi secara langsung oleh guru dengan teknik pegangan terpandu (hand-over-hand), sedangkan murid yang mandiri mempraktikkan pengujian secara langsung sesuai urutan instruksi.
- Produk: Murid pemula menuntaskan minimal 2 pola potongan (garis lurus dan garis lengkung) dengan penempelan bersih; murid mahir menuntaskan ketiga variasi potongan (lurus, zig-zag, lengkung) secara mandiri dan presisi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan diagnostik penggunaan alat: Murid memegang gunting dan menunjukkan posisi aman membawa serta mengarahkan bilah gunting. (Acuan benar: jempol di cincin atas, jari lainnya di cincin bawah, bilah menjauhi badan, ujung bilah tertutup menghadap bawah saat dibawa berjalan).
Proses:- Observasi kinerja menguji coba prosedur menggunting dan menempel saat murid mengerjakan 3 garis uji coba (lurus, zig-zag, lengkung) dan menempelkannya dengan teknik lem tepi merata tanpa luberan lem keluar bidang tempel.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil uji coba lembar potongan dan tempel: Murid mengumpulkan lembar uji coba yang memuat potongan 3 bentuk garis dengan kriteria (1) potongan mengikuti alur garis tanpa robek dan (2) potongan tertempel rata tanpa tumpahan lem keluar garis tepi.
Formatif:- Observasi unjuk kerja keselamatan dan ketepatan prosedur menggunting
- Pemeriksaan lembar uji coba penempelan (kerataan dan kebersihan lem)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Prosedur Penggunaan Alat Potong (Gunting) secara Aman | Memegang gunting tidak tepat, mengarahkan bilah ke arah tubuh atau dekat jari tangan, dan tidak mampu memotong mengikuti alur garis panduan. | Mampu memegang gunting dengan posisi jari benar dan bilah menjauhi tubuh, tetapi memotong garis lurus masih melenceng dan ragu memotong garis lengkung. | Mampu memegang dan menggunakan gunting secara aman sesuai prosedur pada garis lurus dan garis lengkung dengan jarak jari aman serta alur rapi. | Secara mandiri dan konsisten menerapkan seluruh prosedur keamanan memotong pada 3 pola garis (lurus, zig-zag, lengkung) dengan koordinasi memutar kertas secara mulus dan presisi. | | Prosedur Penggunaan Alat Tempel (Lem) | Mengoleskan lem secara berlebihan hingga kertas basah melengkung/robek atau lem tidak menutupi bidang sehingga kertas mudah lepas. | Mampu mengoleskan lem pada kertas, tetapi lem masih meluber ke luar tepi potongan pada lebih dari 2 titik. | Mampu mengoleskan lem secara merata dan tipis pada tepi kertas, potongan menempel rata dengan maksimal 1 titik luberan kecil lem. | Secara mandiri mengoleskan lem dengan takaran sangat tepat, kertas tertempel rata, rapat di seluruh tepi, tanpa ada sisa lem yang meluber atau mengotori permukaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi keselamatan penggunaan gunting dan lem tersampaikan secara jelas dan dipatuhi oleh semua murid selama kegiatan berlangsung?
- Bagian pola potong mana (lurus, zig-zag, atau lengkung) yang paling banyak membutuhkan bimbingan motorik halus dari guru?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: menggunting garis lurus, zig-zag, atau garis lengkung?
- Apa yang harus kamu ingat saat berjalan sambil membawa gunting di dalam kelas?
Pertemuan 5 — Membuat Sketsa dan Pola Kolase Bertema Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui teknik gunting dan tempel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan ruang belajar agar rapi dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang sketsa dan pola kolase bertema lingkungan sekitar sebelum ditempel pada pertemuan berikutnya (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid mengamati 3 gambar objek lingkungan di papan tulis (Pohon rindang, Bunga matahari, Kupu-kupu) dan secara lisan menyebutkan 1 garis dasar pembentuk pola luarnya (acuan penerimaan: pohon = gabungan garis tegak dan lengkung/awan; bunga = garis lingkaran dan lengkung helai; kupu-kupu = garis lengkung sayap simetris) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperagakan di papan tulis cara mengubah objek nyata lingkungan sekitar (seperti sebatang pohon atau setangkai bunga) menjadi garis bentuk luar (kontur/sketsa sederhana) yang terbagi menjadi bagian-bagian bidang pola yang siap diisi potongan kolase (10 menit).
- Murid bermain tebak bentuk cepat 'Tebak Garis Polaku': Guru menggambar garis kontur sederhana dari objek alam (pohon cemara, daun sirih, batu kali) lalu murid menebak objek lingkungan yang dimaksud dengan ceria dan bersemangat (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyiapkan kertas gambar A4 dan pensil, lalu memilih 1 tema objek lingkungan sekitar berdasarkan pengalaman pengamatan mereka (pilihan tema objek: pohon rindang di halaman, bunga mekar di taman, atau kupu-kupu di semak-semak) (10 menit).
- Murid menggambar sketsa utama objek lingkungan yang dipilih secara proporsional dan jelas pada bidang kertas gambar (20 menit).
- Murid membagi sketsa utama tersebut menjadi garis-garis batas pola bidang bidang tertentu (misalnya memisahkan pola daun, pola batang, atau helai mahkota) sebagai panduan letak tempelan kolase yang rapi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan lembar sketsa dan pola kolasenya di atas meja masing-masing untuk memeriksa kembali kejelasan batas garis bidang objek lingkungannya secara mandiri (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil sketsa dan pola garis murid yang sudah jelas dan siap untuk proses gunting dan tempel pada pertemuan berikutnya (5 menit).
- Murid merapikan alat gambar ke tempatnya masing-masing serta menyimpan lembar sketsa di map portofolio kelas secara mandiri dan bertanggung jawab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih salah satu dari 3 pilihan objek lingkungan sekitar (pohon, bunga taman, atau kupu-kupu) sesuai minat dan pengalaman pengamatannya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik dipandu guru membuat bentuk kontur geometri sederhana (lingkaran dan persegi panjang) sebelum merangkainya jadi bentuk alam, sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan membagi pola bidang menjadi beberapa sekat detail.
- Produk: Hasil berupa gambar sketsa dan pembagian pola kolase bertema lingkungan sekitar dengan tingkat kerumitan bidang sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik mengenali garis pembentuk sketsa objek alam dari 3 gambar pemantik di papan tulis: (1) Pohon rindang, (2) Bunga matahari, (3) Kupu-kupu (kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 garis dasar penyusun pola kontur objek tersebut, seperti garis lengkung untuk mahkota bunga/tajuk pohon atau garis lurus/tegak untuk batang pohon).
Proses:- Observasi formatif saat murid menggambar sketsa dan membagi pola objek lingkungan pada kertas gambar A4 dengan fokus pada keterbacaan garis kontur dan batas bidang pola rancangan kolase.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan kelayakan rancangan sketsa: pemeriksaan kelengkapan garis bidang sketsa murid (acuan ketercapaian: sketsa menampilkan 1 objek lingkungan sekitar yang dapat dikenali secara jelas dan memiliki garis pemisah bidang pola untuk area tempelan kolase).
Formatif:- Penilaian kinerja pembuatan sketsa dan pola kolase bertema lingkungan sekitar menggunakan lembar observasi dan rubrik unjuk kerja.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Sketsa Objek Lingkungan Sekitar | Belum mampu membuat sketsa objek lingkungan sekitar yang dapat dikenali meskipun telah diarahkan. | Membuat sketsa objek lingkungan sekitar dengan bimbingan intensif dari guru agar bentuk objek tampak jelas. | Membuat sketsa objek lingkungan sekitar (pohon, bunga, atau kupu-kupu) secara mandiri dan bentuk objek tampak jelas. | Membuat sketsa objek lingkungan sekitar secara mandiri dengan proporsi bentuk objek yang sangat seimbang dan jelas. | | Pembagian Pola Garis Bidang Kolase | Belum membuat garis pembagi pola bidang di dalam sketsa objek. | Membuat garis pembagi pola bidang di dalam sketsa namun garis belum jelas atau membutuhkan bantuan guru. | Membuat garis pembagi pola bidang di dalam sketsa secara mandiri dengan garis tegas dan batas bidang yang jelas. | Membuat garis pembagi pola bidang di dalam sketsa secara mandiri, sangat rapi, tegas, serta memudahkan penempatan potongan bahan kolase. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi membuat sketsa dan membagi bidang pola dapat dipahami murid kelas 3 dengan mudah?
- Apakah murid menunjukkan kemandirian dan kreativitas dalam menuangkan pengalaman pengamatan lingkungan sekitar ke dalam sketsanya?
Murid:- Bagian mana dari gambar sketsa objek lingkungan sekitar yang paling kamu sukai?
- Apakah garis pola yang kamu buat sudah cukup jelas untuk ditempeli kertas pada pertemuan berikutnya?
Pertemuan 6 — Menyelesaikan Pembuatan Karya Seni Rupa Kolase Lingkungan Sekitar dengan Teknik Gunting dan Tempel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui teknik gunting dan tempel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan meminta murid menyiapkan lembar sketsa lingkungan sekitar yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan diagnostik awal dengan meminta murid memeriksa kelengkapan alat (gunting, lem) dan bahan (kertas warna/origami/daun kering) serta memastikan sketsa lingkungan siap ditempel (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyelesaikan karya kolase bertema lingkungan sekitar menggunakan teknik gunting dan tempel secara rapi dan mandiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memperagakan kembali cara menggunting kertas menjadi serpihan kecil/potongan berpola dan teknik membubuhkan lem secukupnya pada sketsa agar kertas tidak basah atau robek (10 menit).
- Murid menyimak dan mempraktikkan permainan pemanasan jari 'Tebak Gunting Cepat': murid berlatih menggunting satu helai kertas selebar 2 cm menjadi 4 potongan geometris kecil (persegi, segitiga) secara cepat dan tepat (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mulai menggunting kertas warna, kertas bekas, atau bahan alam sesuai warna dan bentuk objek pada sketsa lingkungan sekitar masing-masing (misal: pohon, bunga, rumah, atau jalanan) (20 menit).
- Murid menempelkan potongan-potongan bahan menggunakan lem ke atas sketsa lingkungan sekitar secara bertahap dari bidang latar belakang menuju objek utama (20 menit).
- Murid merapikan tepian potongan tempelan, memastikan seluruh bidang pola sketsa tertutup rapat tanpa celah putih berlebih dan lem merekat kuat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya kolasenya di atas meja masing-masing, memeriksa kebersihan sisa potongan kertas di meja kerja, dan memastikan karya kolasenya telah selesai secara utuh (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan proses berkarya teknik gunting dan tempel untuk menghasilkan kolase lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru mengonfirmasi ketuntasan karya seluruh murid dan mengumumkan bahwa hasil karya ini akan digunakan untuk sesi apresiasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi bahan tempel berupa kertas origami siap pakai bagi murid yang butuh kepraktisan warna, serta lembaran koran/daun kering untuk variasi tekstur bagi yang ingin bereksplorasi lebih luas.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penataan lem dan ukuran potongan bagi murid yang canggung menggunting, serta membebaskan murid mahir memvariasikan potongan ukuran mikro untuk detail objek yang lebih kaya.
- Produk: Tingkat kerumitan penempelan disesuaikan dengan sketsa murid, dengan standar minimal seluruh bidang objek utama pada sketsa tertutup bahan kolase.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan bahan dan sketsa (diagnostik kesiapan): Guru memeriksa kesiapan media murid dengan kriteria: (1) Sketsa lingkungan sekitar dari pertemuan 5 tersedia, (2) Kertas warna/bahan kolase tersedia minimal 3 warna/jenis, (3) Alat gunting dan lem siap pakai. (Acuan: murid yang memenuhi 3 kriteria langsung mulai menggunting; jika sketsa belum selesai, guru menyediakan pola garis objek lingkungan sederhana seperti pohon/taman).
Proses:- Observasi kinerja pembuatan kolase selama kegiatan inti berlangsung menggunakan lembar amatan: (1) Kemampuan menggunting bahan sesuai bentuk yang dibutuhkan pola sketsa, (2) Kerapian penempelan bahan menutupi pola sketsa lingkungan sekitar tanpa banyak lem tercecer di luar garis.
Akhir Pertemuan:- Cek ketuntasan karya kolase lingkungan sekitar pada akhir sesi dengan kriteria penerimaan operasional: (1) Karya kolase menampilkan objek lingkungan sekitar sesuai sketsa, (2) Potongan bahan menutupi minimal 80% bidang sketsa utama, (3) Tempelan merekat kuat dan tidak mudah lepas.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja proses pembuatan kolase (ketepatan teknik menggunting bahan dan menempelkannya sesuai garis pola sketsa lingkungan sekitar)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Teknik Menggunting Bahan Kolase | Menggunting bahan dengan ukuran dan bentuk yang tidak beraturan serta kesulitan mengikuti ukuran bidang sketsa lingkungan. | Menggunting bahan menjadi potongan-potongan dengan bentuk terarah namun ukuran masih belum konsisten dengan bidang sketsa. | Menggunting bahan dengan rapi dan ukuran potongan konsisten sesuai kebutuhan bidang sketsa lingkungan sekitar. | Menggunting berbagai variasi bentuk dan ukuran potongan bahan secara sangat rapi, presisi, dan mandiri sesuai kontur detail sketsa lingkungan sekitar. | | Penyelesaian Karya Kolase Bertema Lingkungan Sekitar dengan Teknik Menempel | Menempel potongan bahan belum menutupi sebagian besar bidang sketsa dan banyak tempelan yang terlepas. | Menempel potongan bahan hingga menutupi sebagian pola sketsa objek lingkungan sekitar, tetapi lem masih basah/tercecer di luar garis bidang. | Menyelesaikan penempelan kolase hingga menutupi bidang sketsa objek lingkungan sekitar dengan rapi dan perekat menempel kuat. | Menyelesaikan seluruh karya kolase objek lingkungan sekitar dengan penempelan yang sangat rapat, bersih, bebas ceceran lem, serta komposisi warna bidang yang padu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan penempelan kolase lingkungan sekitar?
- Bagian mana dari teknik menggunting atau menempel yang masih menjadi kendala bagi sebagian besar murid?
Murid:- Bagian mana dari gambar lingkungan sekitar pada karyamu yang paling kamu sukai saat ditempel?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat menempelkan potongan kertas yang kecil pada sketsamu?
Pertemuan 7 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Kolase Diri Sendiri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.5 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memfasilitasi penataan karya kolase lingkungan sekitar hasil pertemuan 6 di atas meja masing-masing (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencocokkan 3 kartu kosa kata seni rupa ke contoh visual karya di papan tulis (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru tentang 5 kartu kosa kata seni rupa beserta artinya yang ditempel di papan tulis: (1) Warna hangat (merah, kuning, oranye), (2) Warna sejuk (biru, hijau, ungu), (3) Bentuk geometris (segitiga, persegi, lingkaran), (4) Bentuk organik (bentuk bebas dedaunan/awan), dan (5) Tekstur (kasar/halus dari jenis kertas) (15 menit).
- Murid mengikuti permainan tebak kosa kata rupa secara berpasangan: murid A mengambil salah satu dari 5 kartu kata rupa dan murid B menunjuk bagian karya kolase miliknya yang sesuai dengan kartu tersebut secara bergantian (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menuliskan refleksi karya diri sendiri pada lembar refleksi dengan melengkapi 2 kalimat panduan: 'Pada karyaku, aku menggunakan unsur ... (pilihan: warna hangat/warna sejuk/bentuk geometris/bentuk organik/tekstur) pada bagian ...' dan 'Bagian yang paling aku sukai adalah ... karena ...' (15 menit).
- Murid melakukan kegiatan apresiasi karya keliling meja (gallery walk) berpasangan untuk mengamati karya kolase teman sebangku dan menuliskan 1 catatan apresiasi menggunakan minimal 1 kosa kata seni rupa yang tepat pada lembar apresiasi teman (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tiga pasang perwakilan murid membacakan refleksi karya diri sendiri dan apresiasi untuk karya teman menggunakan kosa kata seni rupa di depan kelas (15 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap penggunaan kosa kata rupa yang tepat dalam mengungkapkan pendapat tentang keunikan karya seni rupa kolase (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama manfaat kosa kata seni rupa dalam membantu menceritakan keindahan karya diri dan teman (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membawa karya kolase dan perlengkapan gunting-tempel untuk kegiatan pembuatan kolase persahabatan pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan kartu panduan visual kosa kata seni rupa bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam mengingat istilah visual.
- Proses: Murid yang mahir diarahkan menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa saat menuliskan apresiasi, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan fokus menggunakan 1 kosa kata dengan panduan kalimat rumpang.
- Produk: Refleksi dan apresiasi dituangkan dalam lembar tertulis berstruktur bagi seluruh murid dengan variasi jumlah kosa kata yang digunakan (1 hingga 2 kosa kata).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik mencocokkan 3 kartu kosa kata seni rupa ke bagian karya kolase percontohan. Kartu dan acuan jawaban: (1) Kartu 'Warna hangat' -> murid menunjuk bagian kertas merah/kuning/oranye; (2) Kartu 'Bentuk geometris' -> murid menunjuk bagian potongan segitiga/kotak/lingkaran; (3) Kartu 'Tekstur' -> murid menunjuk bagian permukaan kertas bergelombang/kasar/halus. Kriteria kesiapan: Menjodohkan minimal 2 kartu secara tepat.
Proses:- Pemeriksaan lembar refleksi karya diri sendiri: murid mengidentifikasi minimal 1 unsur rupa pada karyanya sendiri menggunakan kosa kata seni rupa (warna hangat/sejuk, bentuk geometris/organik, tekstur) secara tepat sesuai wujud fisik karya.
- Pemeriksaan lembar apresiasi karya teman: murid menuliskan apresiasi karya teman dengan menyertakan minimal 1 kosa kata seni rupa yang relevan dengan bagian karya yang diapresiasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk satu karya kolase murid lalu menanyakan: 'Sebutkan satu kosa kata seni rupa yang paling menonjol pada karya ini beserta bagian karyanya!'. Acuan jawaban benar: murid menyebutkan salah satu dari 5 kosa kata (warna hangat, warna sejuk, bentuk geometris, bentuk organik, tekstur) dan menunjuk bagian karya yang benar-benar memuat unsur tersebut.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian lembar refleksi karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa
- Penilaian unjuk kerja pengisian lembar apresiasi karya teman menggunakan kosa kata seni rupa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa | Belum mampu menyebutkan unsur rupa pada karya sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat walau telah dibimbing. | Menyebutkan 1 unsur rupa pada karya sendiri dengan kosa kata seni rupa namun bagian karya yang ditunjuk belum sepenuhnya tepat. | Menyebutkan 1 unsur rupa pada karya sendiri menggunakan kosa kata seni rupa (warna hangat/sejuk, bentuk geometris/organik, atau tekstur) secara tepat sesuai bagian karyanya. | Menyebutkan 2 atau lebih unsur rupa pada karya sendiri menggunakan kosa kata seni rupa secara tepat dan mandiri sesuai wujud karyanya. | | Apresiasi Karya Teman Sekelas Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa | Belum mampu memberikan apresiasi pada karya teman menggunakan kosa kata seni rupa. | Menuliskan apresiasi karya teman tetapi kosa kata seni rupa yang digunakan belum sesuai dengan bagian karya yang diamati. | Menuliskan apresiasi pada karya teman menggunakan minimal 1 kosa kata seni rupa yang tepat dan relevan dengan wujud karya teman. | Menuliskan apresiasi pada karya teman secara mandiri menggunakan 2 atau lebih kosa kata seni rupa yang sangat tepat dan relevan dengan wujud karya teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu memahami dan menggunakan kosa kata seni rupa saat mengamati karya diri dan teman?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses gallery walk saling mengapresiasi karya?
Murid:- Kosa kata seni rupa apa yang paling kamu sukai saat menceritakan karyamu?
- Bagian mana dari karya temanmu yang paling menarik setelah kamu amati hari ini?
Pertemuan 8 — Menghasilkan Karya Seni Rupa Kolase Persahabatan yang Berdampak pada Perasaan dan Harapan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.6 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya melalui karya kolase persahabatan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan: murid memilih salah satu dari 2 simbol perasaan/harapan persahabatan (Kartu A: simbol hati warna cerah bermakna gembira/sayang; Kartu B: simbol bintang warna kuning bermakna harapan saling mendukung) lalu menyebutkan secara lisan perasaan atau harapan yang ingin dihadirkan (kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 perasaan senang/sayang atau 1 harapan baik untuk sahabat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghasilkan karya seni rupa kolase bertema persahabatan yang berdampak pada perasaan gembira atau mewakili harapan baik (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menunjukkan 2 contoh visual kolase kertas sederhana: Contoh 1 menampilkan bentuk bunga cerah (bermakna rasa gembira berteman) dan Contoh 2 menampilkan bentuk dua tangan berjabat di bawah matahari terbit (mewakili harapan selalu rukun), kemudian memandu murid mengamati bagaimana bentuk dan warna kertas dapat mewakili perasaan hangat serta harapan persahabatan (7 menit).
- Murid memainkan permainan tebak rasa visual yang menggembirakan: guru mengangkat 3 kartu potongan bentuk berwarna (Kartu 1: Lingkaran kuning tersenyum; Kartu 2: Hati merah muda; Kartu 3: Tunas hijau), murid secara serempak menebak perasaan atau harapan yang terpancar dari potongan tersebut (kunci jawaban acuan: Kartu 1 = keceriaan/bahagia, Kartu 2 = kasih sayang/kehangatan, Kartu 3 = harapan persahabatan yang terus tumbuh) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyiapkan kertas gambar, aneka potongan kertas warna (kertas lipat/majalah bekas), gunting, dan lem kertas, lalu secara berkesadaran menetapkan 1 tema perasaan atau harapan persahabatan yang ingin dituangkan ke dalam karya (misalnya: rasa syukur atas teman baik, atau harapan bermain bersama dengan damai) (5 menit).
- Murid secara mandiri menggunting dan menata bentuk-bentuk visual (seperti jabat tangan, bingkai hati, bunga kebaikan, atau bintang harapan) serta merekatkannya dengan teknik kolase kertas hingga menghasilkan karya seni rupa kolase persahabatan yang utuh (20 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid meletakkan karya kolase persahabatannya di atas meja masing-masing, lalu mengamati karyanya sendiri untuk memeriksa apakah perwujudan bentuk dan warnanya sudah berhasil menyampaikan perasaan atau harapan yang diinginkan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung pada proses visualisasi perasaan dan harapan dalam karya kolase murid (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melalui susunan guntingan dan tempelan kertas, kita dapat menciptakan karya seni rupa kolase yang berdampak membahagiakan perasaan dan mewakili harapan baik bagi sahabat (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut persiapan bahan untuk pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan pola bentuk dasar siap gunting (seperti bentuk hati dan bintang), sedangkan murid yang sudah mahir dapat merancang bentuk visual ekspresif secara mandiri.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mendapatkan panduan langsung dalam memadukan warna kertas yang mewakili perasaan, sedangkan murid mahir langsung bereksplorasi secara mandiri.
- Produk: Variasi kompleksitas karya kolase: murid pemula menghasilkan kolase dengan minimal 1 simbol utama perasaan/harapan persahabatan, sedangkan murid mahir memadukan 2 atau lebih simbol visual yang saling melengkapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan visualisasi perasaan: Murid memilih salah satu dari 2 kartu simbol (Kartu A: Hati merah muda; Kartu B: Bintang kuning) dan menyebutkan perasaan atau harapan persahabatan yang diwakili (kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan Kartu A dengan rasa kasih sayang/senang/gembira berteman, atau Kartu B dengan harapan saling mendukung/rukun/sukses bersama).
Proses:- Observasi kinerja berkarya: Mengamati kemandirian murid dalam menggunting, menata, dan merekatkan bahan kolase kertas untuk mewujudkan simbol visual perasaan atau harapan persahabatan (kriteria: karya tersusun rekat dan memuat bentuk simbolis perasaan/harapan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk karya kolase persahabatan: Memeriksa keberadaan simbol visual dan kesesuaian karya terhadap perasaan/harapan persahabatan yang diusung murid (kriteria penerimaan: karya kolase memuat minimal 1 bentuk visual teridentifikasi, seperti hati, bintang, bunga, atau tangan berjabat, yang merepresentasikan perasaan positif atau harapan baik bagi sahabat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pembuatan karya kolase persahabatan
- Pemeriksaan keselarasan visual karya dengan perasaan atau harapan yang dimaksudkan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghasilan Karya Kolase Persahabatan Berdampak Perasaan dan Harapan | Belum mampu menghasilkan karya kolase yang memuat bentuk simbol visual persahabatan; tempelan kertas belum membentuk objek yang mewakili perasaan atau harapan. | Menghasilkan karya kolase yang memuat 1 bentuk visual persahabatan sederhana, namun perwujudan perasaan atau harapan belum tampak jelas secara visual tanpa bantuan guru. | Menghasilkan karya kolase persahabatan secara mandiri dengan susunan bentuk dan warna yang jelas mewakili 1 perasaan positif (misal: senang/sayang) atau 1 harapan baik (misal: selalu rukun). | Menghasilkan karya kolase persahabatan secara mandiri dengan komposisi bentuk dan warna yang padu, memadukan lebih dari 1 simbol visual yang secara mendalam mewakili perasaan sekaligus harapan baik persahabatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan karya kolase persahabatan mereka?
- Bagaimana respons emosional murid saat menuangkan perasaan dan harapannya ke dalam bentuk kolase kertas?
Murid:- Perasaan atau harapan apa yang berhasil kamu wujudkan dalam karya kolase persahabatanmu hari ini?
- Bagian mana dari kolase buatanmu yang paling kamu sukai saat kamu tempelkan?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa kolase kertas
- TP 3.4.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya kolase
- TP 3.4.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam teknik menggunting dan menempel
- TP 3.4.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui teknik gunting dan tempel
- TP 3.4.5 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 3.4.6 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya melalui karya kolase persahabatan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan meja kerja murid agar tertata rapi dan bersih (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Bab 4 yang mencakup tiga bagian: Tugas 1 Identifikasi visual serentak, Tugas 2 Praktik kolase pohon persahabatan, dan Tugas 3 Apresiasi lisan berpasangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar ceklis Tugas 1 dan memajang contoh karya kolase pohon di papan tulis (karya memuat: bentuk geometris persegi dan lingkaran, bentuk organis daun dan awan, warna hangat merah/kuning, serta pola berulang pada dedaunan) (2 menit).
- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengisi lembar ceklis bergambar untuk menandai alat potong, alat tempel, bahan kolase, serta unsur bentuk dan pola warna berdasarkan contoh karya yang dipajang (13 menit).
- Butir Tugas 1 terdiri atas 4 nomor: (1) Alat potong: gunting ujung tumpul vs pengalih penggaris besi dan pensil; (2) Alat tempel: lem kertas vs pengalih penghapus dan rautan; (3) Bahan kolase: kertas origami dan koran bekas vs pengalih plastisin dan kawat; (4) Unsur rupa dan pola pada contoh kolase: bentuk organis daun serta pola warna hijau tua-muda berselang-seling vs pengalih bentuk segitiga dan warna hitam pekat. Guru mengumpulkan lembar ceklis serentak (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja kertas karton/gambar dasar dan mengingatkan prosedur keselamatan memegang gunting ujung tumpul serta pemakaian lem secukupnya untuk Tugas 2 (5 menit).
- Murid secara mandiri membuat karya kolase pohon persahabatan bertema lingkungan sekitar dengan memotong dan menempel kertas origami/koran bekas menjadi bentuk batang, ranting, dan daun yang rapi tanpa ceceran lem berlebih (32 menit).
- Murid menyematkan satu potongan kertas khusus bertuliskan/bergambar lambang harapan atau perasaan persahabatan (misalnya simbol hati untuk kasih sayang atau bintang untuk impian bersama) pada tajuk pohon kolasenya (7 menit).
- Guru melakukan observasi keliling mencatat ketepatan prosedur penggunaan alat potong secara aman dan kerapian teknik tempel (1 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengatur posisi duduk murid menjadi 14 pasang dan menjelaskan panduan berbicara bergantian pada Tugas 3 menggunakan kosa kata seni rupa: bentuk (geometris/organis), warna (cerah/kontras/pola), dan perasaan/harapan yang dimuat (3 menit).
- Setiap pasang murid berbicara serentak bergantian saling menunjukkan karya, menceritakan karya diri sendiri, dan memberikan komentar apresiasi terhadap karya pasangannya (20 menit).
- Guru berkeliling kelas membawa lembar observasi untuk memantau dan mencatat penggunaan kosa kata seni rupa serta pemaknaan perasaan dalam apresiasi lisan murid (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum dan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif (3 menit).
- Guru memandu murid merapikan kembali sisa potongan kertas dan alat berkarya ke tempat semula, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi materi untuk menjaga standardisasi asesmen sumatif; bahan acuan visual dan lembar kerja seragam untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pendampingan verbal membaca instruksi ceklis bagi murid yang memerlukan penyesuaian membaca, tanpa memberi tahu kunci jawaban.
- Produk: Format bukti produk tetap sama (karya kolase pohon persahabatan dan ceklis), variasi hanya pada kebebasan pemilihan susunan warna dan bentuk potongan kertas sesuai ekspresi murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat dan bahan yang dibawa murid di atas meja masing-masing: gunting ujung tumpul, lem kertas, kertas lipat/koran bekas, dan pensil.
Proses:- Pemantauan kepatuhan prosedur keselamatan kerja saat memegang gunting dan ketertiban penggunaan lem saat membuat karya kolase.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja praktik berkarya kolase dan apresiasi lisan berpasangan: artefak karya kolase pohon persahabatan bertema lingkungan sekitar, lembar ceklis identifikasi alat/bahan dan unsur rupa, serta rekaman catatan observasi apresiasi dan refleksi lisan murid
- identifikasi visual dan ceklis serentak: lembar ceklis bergambar yang diisi serentak oleh seluruh murid untuk mengenali jenis alat potong, alat tempel, bahan kertas, serta menandai unsur bentuk dan pola warna pada contoh karya kolase yang dipajang di papan tulis (20 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis identifikasi visual dan kunci pedoman penskoran)
- unjuk kerja praktik dan penilaian produk karya seni: karya kolase pohon persahabatan bertema lingkungan sekitar yang memuat potongan kertas hasil uji coba teknik gunting dan tempel secara aman, rapi, serta mewakili ungkapan perasaan atau harapan murid (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk kolase dan lembar observasi keselamatan kerja)
- unjuk kerja lisan apresiasi berpasangan serentak: penyampaian komentar apresiasi dan refleksi lisan secara berpasangan (14 pasang berbicara serentak bergantian saling menceritakan karya diri dan teman menggunakan kosa kata seni rupa) yang dipantau guru dengan lembar observasi keliling (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi apresiasi lisan dan catatan anekdot)
Sumatif:- penilaian kinerja praktik berkarya kolase dan apresiasi lisan berpasangan: artefak karya kolase pohon persahabatan bertema lingkungan sekitar, lembar ceklis identifikasi alat/bahan dan unsur rupa, serta rekaman catatan observasi apresiasi dan refleksi lisan murid
- identifikasi visual dan ceklis serentak: lembar ceklis bergambar yang diisi serentak oleh seluruh murid untuk mengenali jenis alat potong, alat tempel, bahan kertas, serta menandai unsur bentuk dan pola warna pada contoh karya kolase yang dipajang di papan tulis (20 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis identifikasi visual dan kunci pedoman penskoran)
- unjuk kerja praktik dan penilaian produk karya seni: karya kolase pohon persahabatan bertema lingkungan sekitar yang memuat potongan kertas hasil uji coba teknik gunting dan tempel secara aman, rapi, serta mewakili ungkapan perasaan atau harapan murid (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk kolase dan lembar observasi keselamatan kerja)
- unjuk kerja lisan apresiasi berpasangan serentak: penyampaian komentar apresiasi dan refleksi lisan secara berpasangan (14 pasang berbicara serentak bergantian saling menceritakan karya diri dan teman menggunakan kosa kata seni rupa) yang dipantau guru dengan lembar observasi keliling (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi apresiasi lisan dan catatan anekdot)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Alat, Bahan, Unsur Rupa, dan Prinsip Desain (Tugas 1 - TP 3.4.1 & TP 3.4.2) | Mengidentifikasi 1 dari 4 butir tepat pada lembar ceklis (Acuan: (1) Alat potong: gunting; (2) Alat tempel: lem kertas; (3) Bahan: kertas origami/koran; (4) Unsur & pola: bentuk organis daun & pola warna berselang-seling; Pengalih: penggaris, rautan, kawat, bentuk segitiga/hitam pekat) dan menandai lebih dari 2 pilihan pengalih. | Mengidentifikasi 2 dari 4 butir tepat sesuai daftar acuan dan masih menandai 2 pilihan pengalih. | Mengidentifikasi 3 dari 4 butir tepat sesuai daftar acuan dan hanya menandai maksimal 1 pilihan pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 4 butir secara tepat sesuai daftar acuan tanpa memilih opsi pengalih sama sekali. | | Prosedur Penggunaan Alat Potong/Tempel dan Pembuatan Kolase Lingkungan (Tugas 2 - TP 3.4.3 & TP 3.4.4) | Potongan kertas tidak membentuk struktur pohon lingkungan, lem menempel tidak beraturan/berceceran basah di luar bidang, serta memegang gunting dengan cara yang membahayakan diri sendiri. | Membentuk siluet pohon namun susunan potongan kertas belum rapat, tepi guntingan kasar, dan lem masih sedikit berceceran, memegang gunting aman setelah diingatkan. | Membentuk pohon lingkungan secara jelas dengan potongan kertas tertempel rata, teknik menggunting rapi sesuai garis pola, dan menerapkan prosedur penggunaan gunting secara aman mandiri. | Membentuk pohon lingkungan yang sangat terstruktur, seluruh potongan kertas tertempel kuat, rapi, bersih tanpa ceceran lem, serta prosedur pemotongan dan penempelan dilakukan sangat aman dan tertib. | | Makna Perasaan/Harapan pada Kolase Persahabatan (Tugas 2 - TP 3.4.6) | Karya kolase tidak memuat simbol, warna, atau unsur rupa yang menunjukkan ungkapan perasaan maupun harapan persahabatan. | Memuat unsur visual persahabatan namun belum mampu mengaitkannya dengan perasaan atau harapan ketika ditanya guru. | Menyematkan minimal 1 simbol visual yang jelas (misalnya bentuk hati, jabat tangan, atau bintang) yang mewakili perasaan sayang atau harapan baik bagi sahabat. | Menyematkan simbol visual yang terpadu harmonis dengan pohon persahabatan dan secara jelas memancarkan ungkapan perasaan tulus serta harapan bagi sahabat. | | Apresiasi dan Refleksi Lisan Berpasangan (Tugas 3 - TP 3.4.5) | Belum mampu menyampaikan komentar lisan mengenai karya diri maupun karya pasangan, atau tidak menggunakan kosa kata seni rupa sama sekali. | Menyampaikan komentar lisan tentang karya diri dan teman namun hanya memakai 1 kosa kata seni rupa (misal hanya menyebut warna saja) dengan bimbingan guru. | Menyampaikan apresiasi dan refleksi lisan secara berpasangan dengan lancar menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa yang tepat (misal menyebut bentuk organis daun dan pola warna). | Menyampaikan apresiasi dan refleksi lisan berpasangan secara mandiri, santun, dan komprehensif menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa (bentuk, warna, tekstur, atau keseimbangan) untuk memaknai karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen dan rubrik penilaian sumatif dapat mengukur capaian keenam TP bab secara adil dan terpercaya?
- Bagaimana kesiapan motorik halus murid kelas 3 saat menggunting dan menempel secara mandiri selama durasi asesmen berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari kolase pohon persahabatan buatanku yang paling aku sukai dan membuatku bangga?
- Bagaimana perasaanku saat menceritakan hasil karyaku dan mendengarkan pendapat dari sahabatku?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemdikbudristek 2023), Bab 4: Kisah Gunting dan Tempel
- Contoh karya kolase kertas bertema 'Pemandangan Kebun' dan 'Ikan di Laut'
- Kartu peraga 'Detektif Unsur Rupa' berisi detail potongan bentuk geometris dan organis berwarna
- Lembar Aktivitas Murid: Identifikasi Unsur Bentuk dan Warna pada Kolase Kertas
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, Bab IV 'Kisah Gunting dan Tempel')
- Contoh peraga karya seni rupa kolase kertas bermotif simetris dan berpola berulang
- Lembar Aktivitas Siswa 'Detektif Prinsip Desain'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4: Kisah Gunting dan Tempel.
- Benda konkret: Gunting anak berujung tumpul, lem stik, lem cair kertas, kertas origami, kertas koran, kertas kado, sendok plastik (pengalih).
- Lembar Aktivitas Siswa: Pengelompokan Alat dan Bahan Kolase.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Gunting khusus anak berujung tumpul (ujung bulat)
- Lem kertas stik atau lem colek dalam wadah aman
- Lembar kerja pola uji coba menggunting (garis lurus, garis zig-zag, garis lengkung)
- Kertas dasar polos untuk uji coba penempelan
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4 'Kisah Gunting dan Tempel'.
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas 3 SD.
- Kertas gambar A4, pensil 2B, dan penghapus.
- Contoh gambar sketsa pola sederhana bertema tumbuhan/hewan taman.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Kertas gambar berisi sketsa lingkungan sekitar (hasil karya pertemuan 5)
- Kertas warna-warni (origami/kertas bekas/majalah)
- Gunting kertas anak
- Lem kertas/lem putih
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 4
- Karya seni rupa kolase lingkungan sekitar hasil karya murid pertemuan 6
- Set kartu kosa kata seni rupa (warna hangat, warna sejuk, bentuk geometris, bentuk organik, tekstur)
- Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III Kemendikdasmen 2025 (Bab IV: Kisah Gunting dan Tempel)
- Kertas gambar/kertas karton A4 sebagai bidang dasar kolase
- Kertas lipat origami warna-warni, kertas majalah bekas, gunting anak, dan lem kertas
- Contoh visual kartu simbol perasaan (hati, bintang, bunga, jabatan tangan)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kertas karton/gambar ukuran A4, kertas origami aneka warna, potongan koran bekas, gunting ujung tumpul, dan lem kertas
- Contoh model pajangan kolase pohon persahabatan di papan tulis
- Lembar Ceklis Tugas 1 dan Lembar Panduan Apresiasi Berpasangan Tugas 3
|