Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Menggambar Bagian Cerita Favorit

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Menggambar Bagian Cerita Favorit". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Menggambar Bagian Cerita Favorit

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menggambar Bagian Cerita Favorit

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenggambar Bagian Cerita Favorit
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggambar satu adegan dari cerita yang dibaca dengan menunjukkan tokoh dan latar secara jelas dalam sebuah karya 2 dimensi.
  2. Murid dapat menggunakan garis pijak dan perbedaan ukuran objek untuk menunjukkan kesan jarak (dekat–jauh) dalam gambar cerita.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu bisa masuk ke dalam buku cerita favoritmu, adegan mana yang paling ingin kamu kunjungi dan mengapa?
  2. Bagaimana caranya agar orang yang melihat gambarmu langsung tahu bahwa ada sesuatu yang jauh dan ada yang dekat, tanpa kamu harus menuliskan keterangannya?
  3. Apa yang membuat sebuah gambar cerita terasa 'hidup' — benda, tokoh, atau latarnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak duduk melingkar (atau di bangku masing-masing). Berdoa bersama sesuai kebiasaan kelas. (3 menit)
  • Guru menampilkan 2–3 ilustrasi buku cerita anak (bisa dari buku fisik atau gambar yang dicetak) dan bertanya secara lisan: 'Menurutmu, adegan apa yang sedang digambar di sini? Bagaimana kamu tahu?' — sebagai asesmen awal untuk mengukur pemahaman murid tentang tokoh, latar, dan kesan jarak dalam gambar. (5 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Kalau kamu bisa masuk ke dalam buku cerita favoritmu, adegan mana yang paling ingin kamu kunjungi?' Murid berbagi jawaban singkat secara bergilir atau berpasangan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menggambar adegan favorit dari cerita yang pernah kita baca, dan belajar cara membuat gambar yang menunjukkan mana yang dekat dan mana yang jauh.' (2 menit)
  • Guru membagikan kertas gambar dan mempersilakan murid menyiapkan alat gambar. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid memilih satu buku cerita yang mereka sukai (bisa dari koleksi kelas, perpustakaan, atau cerita yang sudah dibaca sebelumnya). Murid yang tidak membawa buku dapat menggunakan cerita rakyat atau dongeng yang mereka hafal. (2 menit)
  • Murid duduk dalam kelompok kecil (4–6 orang) dan berbagi cerita: bagian mana yang paling disukai, siapa tokohnya, di mana kejadiannya, dan kapan waktu kejadiannya. Setiap murid mendapat giliran berbicara ±1 menit. (8 menit)
  • Guru memandu diskusi singkat tentang konsep garis pijak: 'Perhatikan lantai atau tanah dalam ilustrasi ini — itulah garis pijak, tempat tokoh atau benda berdiri. Benda yang dekat kita gambar lebih besar dan lebih ke bawah kertas; benda yang jauh kita gambar lebih kecil dan lebih ke atas kertas.' Guru mendemonstrasikan dengan cepat di papan tulis: menggambar dua pohon — satu besar di bawah, satu kecil di atas — lalu menanyakan mana yang terasa lebih dekat. (7 menit)
  • Murid mengamati kembali ilustrasi buku cerita mereka dan mencari contoh garis pijak serta perbedaan ukuran pada gambar tersebut, kemudian menyebutkannya ke teman kelompok. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mulai membuat sketsa ringan (dengan pensil) adegan favorit yang sudah didiskusikan. Guru mengingatkan: 'Tentukan dulu garis pijak — buat garis mendatar di kertas sebagai 'tanah'. Lalu tempatkan tokoh utama di atas garis itu.' (2 menit)
  • Murid melanjutkan sketsa dengan menggambar tokoh dan latar (pohon, rumah, langit, dll.). Guru mendorong murid menambahkan minimal satu objek 'jauh' (lebih kecil, lebih ke atas kertas) dan satu objek 'dekat' (lebih besar, lebih ke bawah kertas). (10 menit)
  • Murid menebalkan dan mewarnai gambar menggunakan pensil warna, krayon, atau spidol sesuai ketersediaan. Guru berkeliling, memberikan umpan balik singkat per murid: menunjuk bagian yang sudah menampilkan garis pijak atau perbedaan ukuran dengan baik, dan menanyakan 'Mana tokoh utamanya? Latar apa yang kamu gambar?' (8 menit)
  • Guru meminta beberapa murid (sukarela) untuk menunjukkan sketsa sementara ke kelompok dan menceritakan adegan yang sedang digambar. Kelompok memberikan satu komentar positif. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyelesaikan gambar dan menuliskan namanya di bagian belakang karya. (2 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan 'galeri diam': karya ditaruh di meja masing-masing, murid berjalan mengelilingi kelas selama 3 menit untuk melihat karya teman. Setiap murid mendapat dua stiker kecil untuk ditempelkan pada karya teman yang menurutnya paling berhasil menunjukkan tokoh dengan jelas dan paling berhasil menunjukkan kesan jarak. (3 menit)
  • Murid kembali ke tempat duduk dan mengisi lembar refleksi mini (lisan atau tertulis, 2–3 kalimat): 'Apa yang paling berhasil dalam gambarku hari ini? Apa yang ingin aku perbaiki lain kali?' (3 menit)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Siapa yang sudah berhasil membuat garis pijak? Tunjukkan.' — murid mengangkat karya mereka. Guru memberi penguatan positif. (2 menit)

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menggambar adegan favorit dari cerita, lengkap dengan tokoh dan latar. Kita juga belajar cara membuat gambar tampak punya kedalaman dengan garis pijak dan perbedaan ukuran.' (2 menit)
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid menyerahkan karya. Sambil menerima karya, guru mengajukan satu pertanyaan lisan per murid (atau beberapa murid secara acak): 'Tunjukkan bagian mana di gambarmu yang menunjukkan sesuatu yang jauh.' (3 menit)
  • Murid membereskan meja dan alat gambar. Guru mengingatkan untuk menyimpan karya dengan hati-hati. (2 menit)
  • Penutup dan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca dapat memilih cerita yang didengar (dongeng lisan dari guru atau audio) sebagai sumber adegan. Murid yang sudah terbiasa menggambar dapat diberi panduan tambahan tentang overlap (tumpang tindih objek) sebagai teknik kedalaman lanjutan.
  • Proses: Murid yang kesulitan memulai mendapat kartu panduan bergambar berisi 3 langkah: (1) buat garis pijak, (2) gambar tokoh utama, (3) tambahkan latar. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan detail latar (langit, tekstur tanah, bayangan) untuk memperkaya gambar.
  • Produk: Murid dengan kemampuan motorik halus terbatas boleh menggunakan kertas lebih besar (A3) dan krayon tebal. Murid yang ingin mengekspresikan lebih dapat menambahkan gelembung dialog singkat pada tokoh di gambarnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2–3 ilustrasi buku cerita dan bertanya lisan: 'Siapa tokoh yang ada di gambar ini? Di mana kejadiannya? Benda mana yang terasa paling dekat denganmu?' — untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang elemen tokoh, latar, dan kesan ruang dalam gambar sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi dan umpan balik lisan saat murid berdiskusi kelompok dan saat menggambar: guru mencatat murid yang sudah/belum mampu mengidentifikasi tokoh dan latar, serta yang sudah/belum menerapkan garis pijak.
  • Galeri diam dengan stiker penilaian sejawat: murid menilai karya teman berdasarkan kejelasan tokoh dan kesan jarak — hasilnya digunakan guru sebagai data proses belajar.

Akhir:

  • Karya gambar dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada dua aspek: kelengkapan tokoh dan latar, serta penggunaan garis pijak dan perbedaan ukuran.
  • Pertanyaan lisan saat pengumpulan karya: 'Tunjukkan bagian mana di gambarmu yang menunjukkan sesuatu yang jauh.' — untuk mengonfirmasi pemahaman konseptual murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan tokoh dan latar dari cerita pilihannya.
  • Umpan balik lisan saat guru berkeliling selama tahap menggambar: fokus pada keberadaan garis pijak dan perbedaan ukuran objek.
  • Penilaian sejawat melalui galeri diam menggunakan stiker (satu untuk tokoh terjelas, satu untuk kesan jarak terbaik).

Sumatif:

  • Karya gambar murid dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kelengkapan tokoh dan latar, (2) penggunaan garis pijak dan perbedaan ukuran.
  • Pertanyaan lisan singkat saat pengumpulan karya: murid menunjuk bagian gambar yang menunjukkan kesan jauh/dekat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Tokoh dan Latar (TP 3.3.2.1)Gambar tidak menunjukkan tokoh yang dapat dikenali dan tidak ada latar yang jelas; adegan cerita tidak terbaca.Gambar menunjukkan tokoh (meski masih sangat sederhana) tetapi latar hampir tidak ada atau tidak sesuai cerita.Gambar menunjukkan tokoh yang dapat dikenali dan latar yang sesuai cerita; adegan cerita cukup terbaca.Gambar menampilkan tokoh dengan detail yang menggambarkan karakter dan latar yang kaya (waktu, tempat, suasana); adegan cerita sangat terbaca dan ekspresif.
Penggunaan Garis Pijak dan Perbedaan Ukuran (TP 3.3.2.2)Tidak ada garis pijak; semua objek mengambang atau berukuran sama; tidak ada kesan jarak.Ada upaya membuat garis pijak atau perbedaan ukuran, tetapi penerapannya tidak konsisten dan kesan jarak belum terasa.Garis pijak terlihat jelas dan ada perbedaan ukuran antara objek dekat dan jauh; kesan jarak cukup terbaca.Garis pijak digunakan dengan tepat; perbedaan ukuran objek diterapkan secara konsisten pada seluruh gambar sehingga kesan kedalaman/jarak sangat terasa dan mendukung narasi gambar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami konsep garis pijak melalui demonstrasi yang saya lakukan? Bagian mana yang perlu saya jelaskan lebih konkret di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (diskusi kelompok, menggambar, galeri) sudah seimbang, atau ada tahap yang terlalu panjang/pendek?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut dalam menggambar tokoh atau menerapkan perbedaan ukuran, dan apa langkah tindak lanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari gambarku yang paling aku sukai dan mengapa?
  • Apakah aku sudah berhasil menunjukkan mana yang dekat dan mana yang jauh di gambarku? Bagaimana caraku melakukannya?
  • Kalau aku menggambar adegan cerita lagi, apa satu hal yang ingin aku coba atau perbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku cerita anak pilihan murid (dari koleksi kelas atau perpustakaan sekolah)
  2. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas 3 (Kemdikbudristek) — referensi kegiatan dan konsep garis pijak
  3. Kertas gambar A4 (atau A3 untuk diferensiasi)
  4. Pensil, penghapus
  5. Pensil warna, krayon, atau spidol warna
  6. Contoh ilustrasi buku cerita (dicetak atau ditampilkan guru) untuk apersepsi dan demonstrasi
  7. Papan tulis/whiteboard untuk demonstrasi menggambar garis pijak
  8. Stiker kecil (2 warna) untuk kegiatan penilaian sejawat galeri diam
  9. Lembar refleksi mini murid (opsional: bisa dilakukan lisan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.