MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 3 — Berkreasi dengan Warna INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Berkreasi dengan Warna |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.3.1 Mengidentifikasi unsur rupa warna dalam benda-benda di sekitar
- TP 3.3.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan pewarna yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
- TP 3.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar dengan mengolah warna
- TP 3.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai tentang warna
- TP 3.3.5 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan melalui pemilihan warna
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Warna apa saja yang paling sering kalian jumpai pada benda-benda di dalam ruang kelas kita?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa dua benda di kelas memiliki warna yang berbeda atau serupa?
- Bagaimana perbedaan goresan krayon saat ditekan kuat dibandingkan saat ditekan lembut?
- Apa yang terjadi pada warna krayon jika kita mencampurkan dua warna berbeda secara bertumpuk di atas kertas?
- Bagaimana perbedaan goresan pensil warna saat kita menekannya secara lembut dibandingkan saat menekannya dengan kuat?
- Apa yang perlu kita lakukan agar ujung pensil warna tidak mudah patah saat digunakan?
- Benda atau tanaman apa yang paling menarik perhatianmu saat melihat ke luar jendela kelas?
- Bagaimana kita bisa memindahkan bentuk benda yang kita amati ke atas kertas menjadi sebuah sketsa garis dan bentuk sederhana?
- Bagaimana kita bisa mewarnai sketsa lingkungan sekitar agar terlihat hidup dan menarik?
- Warna apa saja yang kalian pilih untuk mewarnai bagian dedaunan, tanah, atau dinding bangunan pada gambar lingkunganmu?
- Bagaimana warna pada sebuah gambar bisa membuat kita merasa gembira, tenang, atau bersemangat?
- Kata seni rupa apa saja tentang warna yang bisa kita pakai untuk menceritakan perasaan saat melihat karya sendiri atau teman?
- Bagaimana warna pada gambar lingkungan sekitar dapat menunjukkan suasana perasaan kita seperti ceria, tenang, atau teduh?
- Bagaimana cara kita menceritakan pilihan warna pada gambar sendiri dan mengapresiasi warna karya teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Unsur Rupa Warna pada Benda-Benda di Lingkungan Sekitar Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Mengidentifikasi unsur rupa warna dalam benda-benda di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada lingkungan sekitar kelas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati 3 kartu warna yang ditunjukkan guru (merah, kuning, biru) dan menyebutkan warna masing-masing serta menunjuk 1 benda di kelas yang warnanya serupa (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memandu murid mengamati beragam warna pada benda di ruang kelas (papan tulis, daun tanaman pot, seragam, sampul buku, tas) dan mengonstruksi pemahaman bahwa warna merupakan salah satu unsur rupa visual yang melekat pada benda (15 menit).
- Murid menyimak demonstrasi identifikasi warna dasar/primer dan sekunder sederhana (merah, kuning, biru, hijau, jingga/oranye, ungu, cokelat, hitam, putih) yang tampak pada perabot dan alat tulis kelas (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Berburu Warna Kelas' di mana tiap pasangan murid dibekali Lembar Pengamatan untuk mencari dan mencocokkan minimal 5 benda di kelas dengan daftar warna target: merah, kuning, biru, hijau, cokelat (25 menit).
- Pasangan murid memeriksa dan mencatat hasil temuannya pada lembar kerja: mencantumkan nama benda dan unsur warna yang teridentifikasi sesuai benda nyata di kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil pengamatan warna benda dengan pasangan di sebelahnya untuk mengonfirmasi ketepatan identifikasi warna objek yang ditemukan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa benda-benda di sekitar kelas memiliki unsur rupa warna yang beragam dan dapat dikenali secara langsung (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman singkat dan umpan balik langsung kepada murid terhadap hasil lembar pengamatan unsur rupa warna benda kelas (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu contoh warna bantu bagi murid yang masih ragu membedakan gradasi warna benda di kelas.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mencari 3 warna utama (merah, kuning, biru); murid yang telah lancar ditantang mengidentifikasi hingga 6-8 variasi warna benda di sekitar kelas.
- Produk: Format pelaporan hasil identifikasi warna berupa centang tabel bergambar warna atau penulisan nama benda berdampingan dengan kotak warna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi warna: Murid menyebutkan nama warna dari 3 kartu warna yang diperlihatkan guru secara berurutan dan menunjuk benda kelas yang sesuai. Acuan kunci jawaban: Kartu 1 = merah (contoh benda acuan: tempat pensil merah / sampul buku merah); Kartu 2 = kuning (contoh benda acuan: penggaris plastik kuning / tempat bekal kuning); Kartu 3 = biru (contoh benda acuan: taplak meja biru / botol minum biru).
Proses:- Formatif lembar pengamatan 'Berburu Warna Kelas': Memeriksa ketepatan murid mengidentifikasi minimal 5 warna benda di kelas dari daftar target 5 warna berikut. Acuan: (1) Warna Merah -> nama benda nyata kelas yang berwarna merah (misal: tempat pensil/sampul); (2) Warna Kuning -> nama benda nyata kelas berwarna kuning (misal: lemari/buku/wadah); (3) Warna Biru -> nama benda nyata kelas berwarna biru (misal: kotak kapur/papan absen); (4) Warna Hijau -> nama benda nyata kelas berwarna hijau (misal: daun tanaman hias/gorden); (5) Warna Cokelat -> nama benda nyata kelas berwarna cokelat (misal: meja kayu/pintu kelas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau tulisan singkat menyebutkan 2 benda di kelas beserta warna dominannya dari daftar 3 opsi stimulus benda yang ditunjuk guru: (A) Papan tulis (acuan: putih/hijau), (B) Meja murid (acuan: cokelat), (C) Daun tanaman pot kelas (acuan: hijau). Kriteria ketepatan: minimal 2 benda teridentifikasi warnanya secara tepat sesuai warna fisik benda tersebut.
Formatif:- Asesmen diagnostik identifikasi warna awal melalui peragaan 3 kartu warna.
- Observasi unjuk kerja dan lembar pengamatan identifikasi unsur rupa warna benda kelas selama aktivitas berburu warna.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi unsur rupa warna pada benda-benda di sekitar kelas | Mengidentifikasi dengan tepat 1 atau kurang dari 5 warna benda target di kelas sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 warna benda target di kelas sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 4 dari 5 warna benda target di kelas sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 5 warna benda target di kelas sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dan mengidentifikasi unsur rupa warna pada benda nyata di dalam kelas tanpa kesulitan?
- Bagian mana dari aktivitas berburu warna yang paling efektif membantu murid mengenali unsur rupa warna?
Murid:- Benda apa di kelas yang warnanya paling mudah dan paling sulit kamu kenali hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mencari benda-benda berwarna bersama teman pasanganmu?
Pertemuan 2 — Mengenali dan Menguji Coba Alat Bahan Krayon serta Prosedur Penggunaannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan pewarna yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan memeriksa kelengkapan alat pewarna krayon serta kertas gambar murid (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan krayon miliknya dan menjawab pertanyaan singkat mengenai tekstur krayon (acuan: krayon bertekstur lilin/berminyak, padat, menghasilkan goresan tebal/pekat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali karakteristik krayon dan menguji coba prosedur penggunaannya melalui variasi goresan serta pencampuran warna (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan prosedur memegang krayon yang benar (posisi jari tidak terlalu dekat dengan ujung agar krayon tidak patah) dan prosedur keselamatan dasar (tidak memasukkan krayon ke mulut, menjaga kebersihan meja) (8 menit).
- Guru memperagakan 3 prosedur teknik dasar uji coba krayon pada selembar kertas di papan tulis: (1) teknik tebal-tipis melalui variasi tekanan tangan (tekanan kuat menghasilkan warna pekat, tekanan lembut menghasilkan warna transparan/tipis); (2) teknik pulasan searah (rapat dan menutup permukaan putih kertas); serta (3) teknik pencampuran (blending) dua warna bertumpuk secara bergradasi (misalnya kuning di atas merah) (12 menit).
- Murid mencermati dan mengenali ciri-ciri visual dari ketiga hasil uji coba goresan krayon yang dicontohkan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Uji Coba Krayon yang memuat 4 kotak uji eksplorasi: Kotak 1 (Tekanan Kuat), Kotak 2 (Tekanan Lembut/Tipis), Kotak 3 (Pulasan Rapat Searah), dan Kotak 4 (Campuran 2 Warna Bertumpuk) (5 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan seru 'Tebak Tekanan Krayon': guru membunyikan ketukan cepat tanda murid menggores krayon dengan tekanan lembut di kertas buram, lalu ketukan lambat-mantap tanda murid menggores dengan tekanan kuat, melatih kepekaan motorik tangan secara menyenangkan (10 menit).
- Murid secara mandiri melakukan uji coba pada Lembar Uji Coba Krayon dengan mempraktikkan prosedur penggunaan krayon pada 4 kotak yang tersedia: menggoreskan krayon bertekanan kuat di Kotak 1, bertekanan lembut di Kotak 2, pulasan rapat satu arah di Kotak 3, dan menumpuk dua warna berbeda (misal: biru dan kuning, atau merah dan kuning) di Kotak 4 sesuai prosedur penggunaan yang aman dan benar (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil goresan pada 4 kotak uji coba miliknya untuk mengenali perbedaan efek tekanan dan percampuran warna yang dihasilkan krayon (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan prosedur penggunaan krayon yang tepat (cara memegang krayon agar tidak patah, mengatur tekanan, dan cara meratakan warna krayon) (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan keterisian 4 kotak uji coba krayon dan menanyakan 1 pertanyaan penegas prosedur (acuan: agar krayon tidak patah, jangan ditekan terlalu condong/berlebihan pada ujung yang panjang) (5 menit).
- Murid merapikan kembali krayon ke dalam kotaknya, membersihkan sisa remah krayon di meja masing-masing, dan mencuci tangan (prosedur kebersihan) (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (mengenali dan menguji coba alat bahan pensil warna) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar uji coba dengan garis bantu batas tepi yang lebih tebal bagi murid yang membutuhkan panduan motorik visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengatur tekanan krayon, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan memegang tangan murid untuk merasakan tekanan kuat versus lembut; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan menguji coba tumpukan 3 warna krayon pada bidang ekstra di lembar yang sama.
- Produk: Kriteria penilaian difokuskan pada pemenuhan prosedur pengujian krayon pada 4 kotak uji eksplorasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengenali bahan krayon dan menyebutkan ciri fisiknya saat dipegang atau digoreskan (acuan jawaban: krayon terasa berlilin/berminyak, padat, dan meninggalkan bekas goresan pekat/tebal pada kertas).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan prosedur penggunaan krayon pada 4 kotak lembar uji coba: (1) Kotak Tekanan Kuat (acuan: goresan menghasilkan warna tebal, pekat, padat); (2) Kotak Tekanan Lembut (acuan: goresan warna tipis, transparan, tampak serat kertas); (3) Kotak Pulasan Rapat (acuan: pulasan krayon searah menutup putih kertas tanpa celah); (4) Kotak Campuran 2 Warna (acuan: dua warna krayon ditumpuk dan membaur menghasilkan efek perpaduan warna baru).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman operasional di akhir sesi: Memeriksa kelengkapan pengujian 4 kotak uji coba krayon dan meminta murid menyebutkan 1 prosedur menjaga krayon agar tidak patah saat digunakan (acuan kriteria: memegang badan krayon tidak terlalu jauh dari ujung gores atau tidak menekan ujung krayon secara berlebihan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengujian krayon pada lembar uji coba (4 kotak uji coba krayon)
- Tanya jawab diagnostik awal dan cek pemahaman akhir mengenai prosedur penggunaan krayon
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali karakteristik alat bahan krayon | Belum mampu mengenali sifat dan hasil goresan krayon walaupun telah diberikan bimbingan. | Mampu mengenali sifat krayon (berminyak/berlilin) namun keliru membedakan hasil goresan krayon tekanan kuat dan tekanan lembut. | Mampu mengenali sifat krayon dan membedakan dengan tepat hasil goresan tebal (tekanan kuat) serta goresan tipis (tekanan lembut) pada lembar uji coba. | Mampu mengenali sifat krayon serta mengidentifikasi dengan sangat tepat seluruh perbedaan hasil goresan tebal, tipis, pulasan rapat, dan tumpukan warna secara mandiri. | | Menguji coba prosedur penggunaan krayon | Belum mampu menerapkan prosedur menggores krayon dengan variasi tekanan dan posisi pegang yang aman (krayon patah atau goresan acak-acakan di luar kotak). | Mampu menguji coba goresan krayon pada 1-2 kotak uji coba dengan prosedur memegang krayon yang cukup aman. | Mampu menguji coba krayon sesuai prosedur pada minimal 3 dari 4 kotak uji coba (tekanan kuat, lembut, pulasan rapat, dan pencampuran warna) secara tepat. | Mampu menguji coba seluruh 4 kotak uji coba (tekanan kuat, tekanan lembut, pulasan rapat, dan pencampuran 2 warna) secara tepat dan mandiri sesuai seluruh prosedur teknis dan keselamatan penggunaan alat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk uji coba mandiri 4 teknik goresan krayon mencukupi bagi seluruh murid?
- Apakah ada murid yang mengalami kesulitan motorik saat membedakan tekanan kuat dan tekanan lembut pada krayon?
Murid:- Bagian uji coba krayon mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apa yang kamu pelajari tentang cara memegang krayon agar tidak mudah patah saat dipakai menggores?
Pertemuan 3 — Mengenali dan Menguji Coba Alat Bahan Pensil Warna serta Prosedur Penggunaannya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan pewarna yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan pensil warna miliknya dan merespons pertanyaan: 'Manakah bagian inti pigmen dan bagian kayu pelindung pada pensil warna?' (acuan: ujung berwarna runcing adalah inti pigmen warna, selubung luar berbahan kayu untuk melindungi pigmen dan pegangan tangan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan prosedur penggunaan pensil warna yang aman dan tepat: cara meraut dengan rautan putar searah tanpa paksaan, posisi memegang pensil (kemiringan sekitar 45 derajat), dan pengaruh tekanan tangan terhadap kepekatan goresan (10 menit).
- Murid menyimak dan mencocokkan karakteristik pensil warna dengan lembar panduan prosedur (inti pigmen keras menghasilkan garis halus dan detail, tidak mudah blepotan seperti krayon) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan 'Tantangan Goresan 3 Tingkat Tekanan' secara ceria dan menggembirakan pada lembar uji coba: membuat goresan arsiran lembut (arsir tipis), goresan sedang (arsir sedang), dan goresan bertekanan kuat (arsir pekat) menggunakan 2 warna pensil warna berbeda (15 menit).
- Murid menguji coba prosedur meraut pensil warna secara mandiri hingga runcing sempurna tanpa mematahkan mata pensil, lalu mengarsir lingkaran kecil berdiameter 3 cm hingga penuh dan rapi tanpa melewati garis batas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil uji coba goresannya sendiri dengan panduan daftar periksa: keterlihatan perbedaan 3 tingkat tekanan (tipis, sedang, pekat) dan ketuntasan meraut pensil warna tanpa patah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap praktik uji coba dan prosedur penggunaan pensil warna yang telah dilakukan murid (5 menit).
- Murid merapikan kembali alat pensil warna dan serpihan hasil rautan ke tempat sampah, kemudian guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya tentang membuat sketsa karya seni rupa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pensil warna standar dan pensil warna segitiga (jumbo/ergonomis) bagi murid yang membutuhkan penyesuaian motorik halus.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada murid yang kesulitan mengatur tekanan tangan saat meraut atau mengarsir; murid yang cepat diberikan tantangan mencoba variasi 4 tingkat tekanan warna.
- Produk: Uji coba goresan pada lembar uji coba dinilai berdasarkan variasi tekanan goresan dan keberhasilan prosedur meraut yang rapi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik mengenali bagian dan fungsi pensil warna. Guru meminta murid memegang pensil warna lalu menunjuk 2 bagian fisik: (1) Inti pigmen pewarna, (2) Selubung kayu pelindung (acuan jawaban: murid dapat menunjuk dan membedakan inti runcing berwarna sebagai pewarna goresan dan batang kayu sebagai pegangan pelindung).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan uji coba goresan 3 tingkat tekanan (tipis, sedang, pekat) pada lembar uji coba. Kriteria ketepatan: menghasilkan perbedaan kontras yang jelas antara arsiran bertekanan ringan (warna samar/tipis), tekanan sedang (warna rata), dan tekanan kuat (warna pekat/tebal).
- Pengamatan langsung prosedur meraut pensil warna: memutar rautan secara perlahan searah jarum jam, tidak menekan terlalu keras ke dasar rautan, dan mata pensil runcing tanpa patah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui pengamatan hasil lembar uji coba pensil warna murid. Kriteria penerimaan: lembar uji coba terisi lengkap dengan (1) minimal 1 baris arsiran tipis, (2) 1 baris arsiran sedang, (3) 1 baris arsiran pekat, serta (4) 1 lingkaran kecil berdiameter 3 cm terisi arsiran pensil warna secara penuh tanpa meluber keluar garis.
Formatif:- Unjuk kerja uji coba goresan pensil warna (3 tingkat tekanan: tipis, sedang, pekat)
- Observasi prosedur penggunaan pensil warna (prosedur meraut aman dan teknik memegang pensil)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali karakteristik alat pensil warna | Belum mampu mengenali bagian fisik dan fungsi inti pewarna serta selubung kayu pensil warna meski diarahkan. | Mampu mengenali salah satu bagian fisik pensil warna (hanya inti pewarna atau selubung kayu) dengan bantuan guru. | Mampu mengenali kedua bagian fisik (inti pigmen dan selubung kayu) beserta fungsinya secara mandiri. | Mampu mengenali kedua bagian fisik beserta fungsinya secara mandiri dan konsisten membedakannya dengan alat pewarna lain. | | Menguji coba alat pewarna (pensil warna) | Belum mampu membuat goresan dengan perbedaan tekanan (semua goresan bertekanan sama samar atau sama rusak). | Mampu menghasilkan 2 tingkat variasi goresan tekanan pensil warna (hanya tipis dan pekat) pada lembar uji coba. | Mampu menghasilkan 3 tingkat variasi tekanan goresan pensil warna secara lengkap dan jelas (tipis, sedang, pekat) pada lembar uji coba. | Mampu menghasilkan 3 tingkat variasi tekanan goresan (tipis, sedang, pekat) secara konsisten, halus, dan terkontrol pada lembar uji coba. | | Menerapkan prosedur penggunaan pensil warna | Belum mampu menerapkan prosedur memegang dan meraut pensil warna dengan aman (mata pensil sering patah akibat ditekan terlalu keras). | Mampu memegang pensil warna dengan benar tetapi masih membutuhkan bantuan saat mempraktikkan prosedur meraut agar mata pensil tidak patah. | Mampu menerapkan prosedur memegang pensil (kemiringan tepat) dan meraut pensil warna secara aman hingga runcing tanpa patah secara mandiri. | Mampu menerapkan prosedur memegang dan meraut secara mandiri, rapi, aman, serta menjaga kebersihan serpihan kayu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan efek tekanan goresan pensil warna dengan jelas?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk kegiatan pengenalan, demonstrasi meraut, dan uji coba goresan?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat mencoba pensil warna: membuat goresan tipis atau goresan pekat?
- Apakah pensil warnaku berhasil diraut hingga runcing tanpa patah?
Pertemuan 4 — Membuat Sketsa Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar dengan mengolah warna
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati lingkungan sekitar sekolah dan membuat sketsa karya seni rupa menggunakan pensil berdasarkan objek nyata yang diamati (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan menggambar sketsa dengan meminta murid menggambar 2 bentuk dasar (lingkaran dan persegi) di selembar kertas buram (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan cara membuat sketsa garis tipis dari benda nyata di sekitar kelas (misal: tanaman pot atau bangku taman) dengan menyederhanakan bentuk ke dalam garis dasar (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan pengamatan berkesadaran (mindful observation) di area taman sekolah/halaman kelas untuk memilih 1 objek nyata (pohon, bunga dalam pot, pagar taman, atau ayunan) dan mencatat dalam ingatan bentuk-bentuk dasarnya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Tantangan 'Detektif Garis': Murid secara mandiri membuat sketsa kasar menggunakan pensil pada buku gambar/kertas gambar A4 berdasarkan objek lingkungan yang baru saja diamati, menyusun tata letak (komposisi objek utama dan latar sederhana) (20 menit).
- Murid mempertegas garis sketsa utama dan menambahkan detail bentuk objek lingkungan yang diamati agar siap untuk tahap pewarnaan pada pertemuan berikutnya (10 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid meletakkan sketsa masing-masing di atas meja, lalu saling melihat sketsa teman sebangku untuk mencocokkan apakah sketsa tersebut dikenali sebagai objek lingkungan sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sketsa adalah rancangan gambar dasar yang menangkap bentuk objek dari hasil pengamatan lingkungan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses pembuatan sketsa, mengingatkan murid untuk menyimpan sketsa dengan rapi karena akan diwarnai pada pertemuan ke-5, dan menutup pertemuan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan sudut pandang pengamatan: mengamati langsung tanaman di pot depan kelas bagi yang membutuhkan fokus dekat, atau pemandangan halaman sekolah secara lebih luas bagi yang siap dengan objek majemuk.
- Proses: Memberikan panduan bantuan visual garis bantu dasar bagi murid yang membutuhkan bimbingan teknis sketsa; memberikan keleluasaan murid mahir menambahkan detail latar lingkungan.
- Produk: Sketsa berupa 1 objek utama lingkungan (untuk murid dengan kesiapan pemula) atau kombinasi beberapa objek lingkungan sekitar (untuk murid mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas diagnostik cepat di buku buram: Murid menggambar 2 bentuk geometri dasar (lingkaran dan persegi/kotak) menggunakan pensil. Kriteria kesiapan: mampu menarik garis dasar yang menyatu dan proporsional (acuan: bentuk lingkaran tertutup melengkung dan persegi bersudut empat terhubung).
Proses:- Catatan observasi guru saat tahap Mengaplikasi: memeriksa apakah sketsa yang digambar murid bersumber dari objek lingkungan sekolah yang nyata (bukan imajinasi kartun murni) dan memuat minimal 1 objek utama dengan garis kontur bentuk yang jelas.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil sketsa akhir pertemuan 4: Lembar sketsa dikumpulkan dan diperiksa kelengkapan garis dasarnya (acuan: memuat minimal 1 figur/objek lingkungan sekolah yang dapat dikenali bentuknya sebagai dasar pewarnaan di pertemuan berikutnya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pembuatan sketsa berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar menggunakan lembar ceklis kriteria sketsa bentuk.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Sketsa Berbasis Pengamatan Lingkungan | Sketsa belum menggambarkan bentuk objek lingkungan nyata yang diamati; garis masih acak dan belum membentuk wujud objek. | Sketsa menampilkan objek lingkungan nyata namun garis bentuk masih sangat samar, terputus-putus, atau bentuk belum proporsional. | Sketsa menampilkan minimal 1 objek lingkungan nyata dengan garis kontur yang jelas, bentuk proporsional, dan tata letak bidang gambar tertata baik. | Sketsa menampilkan objek lingkungan nyata secara rinci dengan garis kontur tegas dan proporsional, serta memuat detail latar lingkungan secara mandiri dan harmonis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengamatan di luar kelas (10 menit) berjalan tertib dan efektif memunculkan ide sketsa murid?
- Bagian mana dari teknik pembuatan sketsa yang paling banyak membutuhkan bimbingan individual guru?
Murid:- Benda apa yang kamu pilih untuk dijadikan sketsa hari ini?
- Bagian mana dari gambarmu yang menurutmu paling mirip dengan benda aslinya di sekolah?
Pertemuan 5 — Membuat Karya Seni Rupa Berbasis Pengamatan Lingkungan Sekitar dengan Mengolah Warna — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar dengan mengolah warna
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan pasangan warna yang tepat untuk 3 objek lingkungan di sekitarnya berdasarkan kartu panduan visual: (1) daun mangga segar -> hijau; (2) batang pohon jati -> cokelat; (3) langit cerah -> biru muda (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat karya gambar lingkungan sekitar dengan mengolah warna (pewarnaan penuh, gradasi, atau kombinasi warna) pada sketsa yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan teknik pengolahan warna pada bidang gambar sederhana di papan pajang: teknik perataan warna dasar, teknik tumpang tindih warna (blending/gradasi dua warna seperti kuning ke hijau untuk daun), dan pemilihan variasi warna berdasarkan hasil amatan lingkungan nyata (10 menit).
- Murid mencermati kembali sketsa lingkungan sekitar yang telah mereka buat di kertas gambar ukuran A4 masing-masing dan merencanakan minimal 3 area utama yang akan diolah warnanya (misal: area pohon/tanaman, area bangunan/benda buatan, area latar/tanah/langit) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan tantangan ceria 'Tebak Kombinasi Warna Lingkungan' selama 5 menit: guru menunjukkan kartu warna (misal: kuning + biru), murid serempak menebak warna daun muda atau rumput yang dihasilkan (5 menit).
- Murid mulai membuat karya dengan mewarnai sketsa amatan lingkungan sekitar menggunakan alat pewarna (krayon atau pensil warna), menerapkan pengolahan minimal 3 variasi/kombinasi warna pada bidang-bidang gambar secara cermat dan mandiri (30 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis individu, memantau kerapian pengisian warna pada bidang sketsa, serta keterwakilan objek amatan lingkungan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya di atas meja masing-masing, memeriksa kelengkapan pewarnaan pada seluruh bidang sketsa amatan lingkungan, serta menandai bagian warna yang berhasil diolah dengan rapi dan padat (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini mengenai pentingnya pengolahan warna agar objek lingkungan pada gambar tampak nyata dan selaras (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses berkarya mandiri murid serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh bagan panduan gradasi warna dasar (hijau tua-hijau muda, cokelat tua-cokelat muda).
- Proses: Murid yang sudah mahir diberi tantangan mengolah minimal 4 tingkatan kombinasi warna pada satu objek (misal gradasi batang pohon atau bayangan bangunan), sedangkan murid yang masih berkembang fokus pada perataan warna bidang tanpa keluar garis.
- Produk: Variasi tingkat kerumitan percampuran warna pada karya gambar amatan lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan mencocokkan warna objek lingkungan nyata berdasarkan 3 butir target: (1) Daun mangga segar -> hijau; (2) Batang pohon jati -> cokelat; (3) Langit cerah siang hari -> biru muda. (Kriteria: Murid siap jika mampu menyebutkan minimal 2 dari 3 pasangan warna acuan tersebut dengan tepat).
Proses:- Pengamatan langsung selama proses berkarya: memeriksa ketelitian murid dalam mengolah dan mengisi warna pada sketsa amatan lingkungan (bidang tertutup rapi, tidak keluar batas berlebih, memuat minimal 3 variasi/kombinasi warna objek).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk karya gambar: penilaian kelengkapan hasil karya seni rupa berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dengan mengolah minimal 3 warna objek (area tanaman, tanah/bangunan, dan latar) secara terisi penuh dan rapi.
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pewarnaan karya gambar amatan lingkungan
- Pemeriksaan hasil karya gambar berbasis rubrik pengolahan warna
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan karya seni rupa berbasis amatan lingkungan | Belum mampu membuat karya gambar sesuai sketsa objek amatan lingkungan sekitar, sebagian besar bidang gambar masih kosong. | Membuat karya gambar sesuai sketsa objek amatan lingkungan sekitar, namun hanya 1 objek amatan yang diwujudkan secara visual. | Membuat karya gambar sesuai sketsa objek amatan lingkungan sekitar dengan menampilkan minimal 2 objek amatan lingkungan secara jelas. | Membuat karya gambar sesuai sketsa objek amatan lingkungan sekitar secara utuh, mandiri, dan menampilkan 3 objek amatan lingkungan atau lebih secara terperinci. | | Pengolahan warna pada karya | Hanya menggunakan 1 warna tunggal tanpa variasi atau sebagian besar bidang objek amatan belum terwarnai. | Menerapkan 2 warna pada objek amatan lingkungan sekitar, namun pewarnaan belum rata atau banyak coretan keluar batas garis. | Mengolah minimal 3 variasi warna pada objek amatan lingkungan sekitar dengan pulasan warna yang rata dan mengisi bidang gambar. | Mengolah lebih dari 3 variasi/kombinasi warna (termasuk gradasi/blending warna) pada objek amatan lingkungan secara rapi, padat, dan menyeluruh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk pewarnaan mandiri mencukupi bagi sebagian besar murid?
- Bagian pengolahan warna mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan langsung dari guru?
Murid:- Objek lingkungan apa yang paling rapi dan menarik warna yang berhasil kamu buat hari ini?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan saat memadukan warna pada gambarmu?
Pertemuan 6 — Menghasilkan Karya Gambar dan Merefleksikan Pilihan Warna terhadap Perasaan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai tentang warna
- TP 3.3.5 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan melalui pemilihan warna
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar serta melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh gambar berwarna: Gambar A (pemandangan taman penuh warna cerah kuning-jingga) dan Gambar B (pemandangan malam warna biru tua-ungu), lalu meminta murid memilih kosa kata perasaan dan sifat warna yang sesuai (acuan diagnostik: Gambar A cocok dengan perasaan 'ceria/hangat/gembira'; Gambar B cocok dengan perasaan 'tenang/teduh/damai') (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang hubungan pemilihan warna dengan perasaan yang ditimbulkan serta kosa kata seni rupa tentang warna (ceria, tenang, hangat, sejuk, kontras, harmonis) (10 menit).
- Murid memainkan permainan tebak rasa warna secara berpasangan: murid mencocokkan 4 kartu warna dengan label perasaan yang tepat (Kartu 1: Kuning-Merah cerah -> perasaan riang/bersemangat; Kartu 2: Biru muda-Hijau pupus -> perasaan tenang/sejuk; Kartu 3: Hitam-Abu gelap -> perasaan sedih/sunyi; Kartu 4: Jingga-Merah bata -> perasaan hangat/ramai; acuan: kecocokan 4 pasangan tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menghasilkan karya gambar bebas pada kertas gambar yang mewakili perasaan tertentu (misalnya senang, damai, atau bersemangat) melalui pemilihan warna yang disengaja untuk memberi dampak rasa tersebut (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan 1-2 kalimat refleksi pada sudut kertas gambarnya mengenai pilihan warna dan dampaknya terhadap perasaan menggunakan kosa kata seni rupa (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 1 kosa kata sifat warna seperti cerah/hangat/sejuk/kontras dan 1 kata perasaan yang dihasilkan) (10 menit).
- Murid saling bertukar karya dengan teman sebangku untuk mengapresiasi pilihan warna karya teman dengan mengisi lembar apresiasi sederhana menggunakan kosa kata warna yang sesuai (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana warna yang dipilih dalam karya dapat menyampaikan perasaan tertentu serta meninjau kosa kata seni rupa yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kegiatan refleksi dan apresiasi hari ini serta menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan daftar rujukan kosa kata seni rupa tentang warna (ceria, tenang, sejuk, hangat, kontras, harmonis) di papan tulis bagi murid yang memerlukan dukungan kosakata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah memilih 2 paduan warna untuk satu perasaan, sedangkan murid yang mahir ditantang memadukan 3-4 variasi warna untuk menghadirkan nuansa perasaan tertentu.
- Produk: Refleksi karya dapat diungkapkan dalam bentuk kalimat tertulis sederhana atau penyampaian lisan terstruktur sesuai format pemandu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid mengamati 2 gambar berwarna dan mengidentifikasi perasaan yang muncul serta kosa kata sifat warnanya (acuan: Gambar A dengan dominasi kuning/merah muda berpasangan dengan perasaan ceria/hangat; Gambar B dengan dominasi biru tua/kelabu berpasangan dengan perasaan tenang/teduh).
Proses:- Formatif proses selama Mengaplikasi: Guru memeriksa kesesuaian antara maksud perasaan yang ingin disampaikan murid dengan pemilihan warna pada gambarnya (acuan kriteria: warna cerah/hangat untuk rasa gembira/semangat; warna sejuk/lembut untuk rasa tenang/damai).
- Formatif proses selama Merefleksi: Memeriksa lembar refleksi dan apresiasi murid terhadap ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa tentang warna (kosa kata target: ceria, tenang, hangat, sejuk, kontras, atau harmonis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan minimal 1 kosa kata warna dan dampaknya pada perasaan berdasarkan karya yang telah dibuatnya (kriteria penerimaan: keterkaitan logis antara pilihan warna dan efek rasa yang disebutkan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid memilih dan menerapkan warna pada karya gambar untuk mewakili perasaan.
- Penilaian lembar refleksi diri dan apresiasi karya teman menggunakan kosa kata seni rupa tentang warna.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemilihan Warna yang Berdampak pada Perasaan (TP 3.3.5) | Memilih warna secara acak tanpa keterkaitan yang jelas dengan perasaan yang ingin disampaikan. | Memilih warna yang mulai selaras dengan perasaan yang ingin disampaikan dengan bimbingan guru. | Menghasilkan karya gambar dengan pemilihan warna yang selaras dan berdampak jelas pada perasaan secara mandiri. | Menghasilkan karya gambar dengan pemilihan paduan warna yang sangat kaya, selaras, dan memberikan dampak nuansa perasaan yang kuat secara mandiri. | | Refleksi dan Apresiasi Karya dengan Kosa Kata Warna (TP 3.3.4) | Belum dapat merefleksikan pilihan warna karya diri maupun teman menggunakan kosa kata seni rupa. | Merefleksikan atau mengapresiasi karya menggunakan 1 kosa kata seni rupa tentang warna dengan bantuan pertanyaan pemandu. | Merefleksikan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa tentang warna secara tepat dan mandiri. | Merefleksikan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman menggunakan lebih dari 2 kosa kata seni rupa tentang warna secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu mengaitkan pilihan warna dengan ekspresi perasaan secara sadar dan bermakna?
- Apakah penggunaan kosa kata seni rupa tentang warna sudah dipahami dan digunakan secara tepat oleh murid saat merefleksi dan mengapresiasi?
Murid:- Perasaan apa yang ingin kamu tunjukkan melalui warna-warna di gambarmu hari ini?
- Kosa kata seni rupa apa tentang warna yang paling kamu sukai saat melihat gambar temanmu?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Mengidentifikasi unsur rupa warna dalam benda-benda di sekitar
- TP 3.3.2 Mengenali dan menguji coba alat dan bahan pewarna yang dimiliki serta prosedur penggunaannya
- TP 3.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar dengan mengolah warna
- TP 3.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai tentang warna
- TP 3.3.5 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan melalui pemilihan warna
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa singkat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan kemampuan menggambar lingkungan sekitar dengan pewarnaan ekspresif dan mengapresiasi warna secara lisan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis Asesmen Sumatif Tugas 1: setiap murid secara mandiri membuat karya gambar pemandangan/suasana lingkungan sekitar di kertas A4 menggunakan krayon atau pensil warna dengan goresan rapi serta memilih warna yang mencerminkan suasana perasaan tertentu (misalnya ceria dengan kuning/oranye cerah, tenang dengan biru/putih, atau teduh dengan hijau/cokelat) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 Asesmen Sumatif (Penilaian Produk Berkarya Serentak): membuat karya gambar suasana lingkungan sekitar pada kertas A4 dengan menerapkan prosedur penggunaan alat pewarna (krayon/pensil warna) secara rapi dan memilih warna ekspresif yang mencerminkan suasana perasaan (ceria, tenang, atau teduh) secara mandiri (60 menit).
- Murid melaksanakan Tugas 2 Asesmen Sumatif (Unjuk Kerja Apresiasi dan Identifikasi Berpasangan Serentak): murid duduk berpasangan saling mengamati karya teman sebangku dan mengidentifikasi unsur warna pada benda kelas di sekitarnya. Setiap murid secara bergiliran menyebutkan minimal 2 nama unsur warna pada karya/benda (pilihan: merah, kuning, biru, hijau, oranye, cokelat, ungu), merefleksikan alasan memilih warna pada gambarnya sendiri untuk mewakili perasaan, serta menyampaikan 1 kalimat apresiasi positif untuk karya temannya menggunakan kosa kata seni rupa (seperti ceria, hangat, tenang, sejuk, atau rapi); guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian pada lembar observasi (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merapikan meja, mengumpulkan lembar karya A4, dan secara hening memikirkan proses berkarya serta apresiasi yang baru saja diselesaikan (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi penutupan asesmen sumatif bab dan apresiasi atas ketertiban serta kemandirian seluruh murid selama asesmen berlangsung (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: murid yang memerlukan dukungan motorik halus diperbolehkan memilih alat warna yang paling nyaman digenggam (pensil warna berdiameter tebal atau krayon berpelindung kertas) tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran wicara, guru mendekat untuk mendengarkan ulasan lisan berpasangan secara personal dengan waktu jeda yang cukup tanpa mengubah tuntutan indikator.
- Produk: Standar bukti dan kriteria penilaian produk gambar A4 serta unjuk kerja lisan tetap sama untuk seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat berkarya (kertas A4, pensil gambar, krayon, dan pensil warna) sebelum asesmen sumatif dimulai.
Proses:- Pemantauan kemandirian murid dan kepatuhan prosedur teknis penggunaan alat pewarna selama sesi berkarya serentak berlangsung.
Sumatif Bab:- penilaian produk dan unjuk kerja terpadu (karya gambar ekspresif lingkungan sekitar serta apresiasi lisan keliling): karya gambar lingkungan sekitar dengan penerapan teknik pewarnaan yang mewakili suasana perasaan tertentu, disertai ulasan lisan identifikasi warna dan apresiasi karya teman secara berpasangan
- penilaian produk berkarya serentak: karya gambar pemandangan/suasana lingkungan sekitar di kertas gambar A4 yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan, menunjukkan uji coba perpaduan alat warna (krayon/pensil warna) dengan goresan yang rapi dan pemilihan warna ekspresif yang mencerminkan suasana perasaan (misalnya ceria, tenang, atau teduh) (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk (kriteria: prosedur penggunaan alat pewarna, kesesuaian objek lingkungan sekitar, dan kejelasan ekspresi suasana perasaan lewat warna))
- unjuk kerja apresiasi dan identifikasi berpasangan serentak: penyampaian lisan terstruktur saat saling mengamati karya teman sebangku dan benda kelas secara serentak; tiap murid menunjukkan serta menyebutkan nama unsur warna pada karya/benda, merefleksikan alasan memilih warna pada gambarnya sendiri, serta menyampaikan 1 kalimat apresiasi positif untuk karya temannya menggunakan istilah seni rupa sederhana; guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian secara acak/berkeliling (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja apresiasi (indikator: ketepatan identifikasi nama warna, kemampuan refleksi pilihan warna diri, dan penggunaan kosa kata seni rupa saat mengapresiasi))
Sumatif:- penilaian produk dan unjuk kerja terpadu (karya gambar ekspresif lingkungan sekitar serta apresiasi lisan keliling): karya gambar lingkungan sekitar dengan penerapan teknik pewarnaan yang mewakili suasana perasaan tertentu, disertai ulasan lisan identifikasi warna dan apresiasi karya teman secara berpasangan
- penilaian produk berkarya serentak: karya gambar pemandangan/suasana lingkungan sekitar di kertas gambar A4 yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan, menunjukkan uji coba perpaduan alat warna (krayon/pensil warna) dengan goresan yang rapi dan pemilihan warna ekspresif yang mencerminkan suasana perasaan (misalnya ceria, tenang, atau teduh) (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk (kriteria: prosedur penggunaan alat pewarna, kesesuaian objek lingkungan sekitar, dan kejelasan ekspresi suasana perasaan lewat warna))
- unjuk kerja apresiasi dan identifikasi berpasangan serentak: penyampaian lisan terstruktur saat saling mengamati karya teman sebangku dan benda kelas secara serentak; tiap murid menunjukkan serta menyebutkan nama unsur warna pada karya/benda, merefleksikan alasan memilih warna pada gambarnya sendiri, serta menyampaikan 1 kalimat apresiasi positif untuk karya temannya menggunakan istilah seni rupa sederhana; guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian secara acak/berkeliling (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja apresiasi (indikator: ketepatan identifikasi nama warna, kemampuan refleksi pilihan warna diri, dan penggunaan kosa kata seni rupa saat mengapresiasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Prosedur Penggunaan Alat Pewarna (TP 3.3.2) | Goresan pewarna belum merata dan belum mengikuti prosedur alat (banyak bagian robek atau kotor melebihi batas gambar). | Menerapkan prosedur penggunaan alat pewarna (krayon atau pensil warna) namun goresan masih kurang rapi dan ada bidang warna yang keluar garis secara dominan. | Menerapkan prosedur penggunaan alat pewarna (krayon atau pensil warna) dengan goresan yang rapi dan menutup bidang gambar secara baik. | Menerapkan prosedur penggunaan alat pewarna (krayon atau pensil warna) secara sangat rapi, menutup bidang gambar secara konsisten dan bersih tanpa cela. | | Karya Seni Rupa Objek Lingkungan Sekitar (TP 3.3.3) | Objek gambar belum menggambarkan lingkungan sekitar dan tidak menunjukkan pengolahan warna. | Menampilkan 1 objek lingkungan sekitar sederhana (misalnya hanya pohon atau satu rumah) dengan olahan warna dasar yang terbatas. | Menampilkan minimal 2 objek lingkungan sekitar yang terpadu (misal: halaman sekolah, taman, jalan, atau deretan rumah) dengan pengolahan bidang warna yang jelas. | Menampilkan komposisi lengkap lingkungan sekitar (memuat 3 atau lebih unsur lingkungan: bangunan/rumah, pepohonan/tanaman, dan jalan/lapangan) dengan olahan perpaduan warna yang kaya dan terpadu. | | Ekspresi Suasana Perasaan Lewat Warna (TP 3.3.5) | Pilihan warna acak dan belum menunjukkan kaitan dengan suasana perasaan tertentu. | Memilih warna namun suasana perasaan yang disampaikan belum konsisten (misal: perpaduan warna kontras acak tanpa arah suasana). | Memilih perpaduan warna yang konsisten mencerminkan 1 suasana perasaan yang dipilih (pilihan acuan: ceria dengan dominan kuning/oranye; tenang dengan dominan biru/putih; teduh dengan dominan hijau/cokelat). | Memilih perpaduan warna yang sangat kuat dan bernuansa dalam mencerminkan suasana perasaan (ceria, tenang, atau teduh) secara harmonis pada seluruh gambar. | | Identifikasi Unsur Warna pada Benda/Karya (TP 3.3.1) | Belum mampu menyebutkan nama unsur warna pada karya teman atau benda kelas secara tepat. | Menyebutkan tepat 1 nama unsur warna pada karya teman atau benda kelas sesuai acuan (daftar warna acuan: merah, kuning, biru, hijau, oranye, cokelat, ungu). | Menyebutkan tepat 2 nama unsur warna pada karya teman atau benda kelas sesuai daftar warna acuan (merah, kuning, biru, hijau, oranye, cokelat, ungu). | Menyebutkan tepat 3 atau lebih nama unsur warna pada karya teman dan benda kelas sesuai daftar warna acuan tanpa kekeliruan. | | Refleksi dan Apresiasi Kosa Kata Seni Rupa (TP 3.3.4) | Belum dapat merefleksikan alasan pilihan warna diri dan belum menyampaikan apresiasi kepada teman. | Menyampaikan alasan memilih warna pada gambarnya sendiri, namun belum menggunakan kosa kata seni rupa saat mengapresiasi karya teman. | Merefleksikan alasan pemilihan warna pada gambar sendiri terkait suasana perasaannya dan menyampaikan 1 kalimat apresiasi positif kepada karya teman dengan menggunakan minimal 1 kosa kata seni rupa (pilihan acuan kata: ceria, tenang, teduh, sejuk, hangat, atau rapi). | Merefleksikan alasan pemilihan warna gambar sendiri secara lugas dan menyampaikan apresiasi positif kepada teman dengan tepat menggunakan 2 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 60 menit untuk pengerjaan gambar dan 30 menit untuk apresiasi berpasangan terlaksana secara tertib dan efektif?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 dalam mengekspresikan suasana perasaan melalui olahan warna dan kosa kata apresiasi?
Murid:- Suasana perasaan apa yang paling terlihat dari warna-warna pada gambar yang kubuat hari ini?
- Bagian apa yang paling aku sukai saat melihat dan mengapresiasi pilihan warna pada gambar teman sebangku?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas III SD Kemendikbudristek
- Benda-benda konkret di lingkungan ruang kelas (meja, kursi, papan tulis, buku, tas, daun pot)
- Kartu warna (merah, kuning, biru, hijau, cokelat)
- Lembar pengamatan 'Berburu Warna Kelas'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)
- Set krayon (pewarna lilin/oil pastel) milik masing-masing murid
- Lembar Uji Coba Krayon (kertas gambar berpola 4 kotak eksplorasi)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
- Set pensil warna (isi minimal 12 warna)
- Rautan pensil putar/manual
- Lembar uji coba goresan (kertas gambar/HVS berpetak dan berpola lingkaran)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas III
- Buku gambar/kertas gambar ukuran A4
- Pensil 2B dan penghapus
- Lingkungan taman dan halaman sekolah sebagai objek pengamatan langsung
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
- Kertas gambar sketsa hasil amatan lingkungan dari Pertemuan 4
- Pewarna kering (krayon atau pensil warna)
- Kartu panduan visual warna objek lingkungan
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas III
- Kertas gambar ukuran A4
- Pewarna (krayon dan pensil warna)
- Kartu contoh paduan warna dan label perasaan
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek).
- Kertas gambar A4.
- Alat pewarna: krayon dan pensil warna.
- Benda-benda di lingkungan kelas sebagai objek pengamatan warna.
|