MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Warna untuk Mengekspresikan Suasana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Warna untuk Mengekspresikan Suasana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Siswa mampu mengamati dan menjelaskan penggunaan warna untuk mengekspresikan suasana (misal: cerah, tenang, sedih) dalam karya seni rupa.
- Siswa mampu membuat karya seni rupa yang menggambarkan suasana atau waktu tertentu menggunakan pilihan warna yang tepat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat langit saat pagi hari yang cerah dan saat sore hari yang mendung? Warna apa yang kamu lihat, dan bagaimana perasaanmu saat itu?
- Kalau kamu sedang sangat bahagia, warna apa yang ingin kamu gambar? Kalau kamu sedang sedih, warna apa yang muncul di pikiranmu?
- Menurutmu, mengapa seniman memilih warna-warna tertentu dalam lukisannya — apakah hanya karena indah, atau ada alasan lain?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa siswa dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pelajaran (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar sederhana (misal: pantai cerah berwarna kuning-oranye dan hutan lebat berwarna biru-abu), lalu bertanya kepada 3–4 siswa secara acak, 'Suasana apa yang kamu rasakan dari gambar ini? Mengapa?' Guru mencatat respons siswa untuk memetakan pemahaman awal (5 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi siswa untuk menjawab secara lisan. Guru menampung semua jawaban tanpa menghakimi (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana warna bisa menceritakan perasaan dan suasana, lalu kita akan membuat karya sendiri menggunakan warna pilihan kita.' (2 menit).
- Guru memastikan meja kerja siswa bersih dan perlengkapan (kertas gambar, cat air/tempera, kuas, palet, wadah air, celemek) sudah tersedia atau dibagikan (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 4–6 contoh karya seni rupa (dapat berupa gambar cetak atau tayangan layar) yang menggambarkan suasana berbeda: pagi cerah (kuning, oranye, putih), malam tenang (biru gelap, ungu, hitam), hujan sedih (abu-abu, biru muda, putih), dan pesta ceria (merah, kuning, hijau cerah). Guru meminta siswa mengamati diam-diam selama 1 menit penuh sebelum berkomentar.
- Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan terpandu: 'Warna apa yang paling banyak muncul di gambar ini? Suasana apa yang kamu rasakan? Apakah ada warna yang terasa hangat? Warna mana yang terasa dingin?' Siswa menjawab secara bergantian (5 menit).
- Guru menjelaskan konsep 'warna hangat' (merah, kuning, oranye — memberi kesan cerah, semangat, gembira) dan 'warna dingin' (biru, hijau, ungu — memberi kesan tenang, sejuk, atau kadang sedih) dengan cara mengajak siswa menyebutkan contoh dari kehidupan nyata mereka (misal: warna matahari terbit, warna laut, warna pohon di malam hari). (7 menit).
- Siswa diminta menuliskan atau menyebutkan secara lisan: 'Satu suasana atau waktu dalam sehari yang paling berkesan untukku adalah ... dan warna yang cocok untuknya adalah ...' sebagai persiapan berkarya. (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru menjelaskan tugas berkarya: setiap siswa membuat satu karya lukis/gambar yang menggambarkan satu suasana atau waktu tertentu (pagi, siang, sore, malam, hujan, pesta, dll.) menggunakan pilihan warna yang sesuai dengan perasaan yang ingin mereka ungkapkan. Ukuran kertas A4 atau buku gambar. (2 menit).
- Siswa mulai berkarya secara mandiri. Guru berkeliling kelas, memberi pujian proses, dan mengajukan pertanyaan pendampingan seperti: 'Suasana apa yang kamu gambar?', 'Mengapa kamu memilih warna itu?', 'Apakah warna yang kamu pakai sudah mewakili perasaanmu?' (15 menit).
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati pilihan warna setiap siswa dan mencatat: apakah siswa mampu menghubungkan pilihan warna dengan suasana yang dimaksud. Guru memberikan umpan balik lisan singkat kepada siswa yang terlihat ragu atau belum memilih warna secara sadar.
- Siswa yang sudah selesai lebih awal dapat menambahkan detail pada karya atau menuliskan judul karya beserta kalimat pendek yang menjelaskan suasana yang digambarkan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah karya selesai, guru mengajak 3–4 siswa secara sukarela untuk menunjukkan karyanya kepada kelas dan menjelaskan: 'Suasana apa yang kamu gambar dan mengapa kamu memilih warna-warna itu?' (5 menit).
- Guru memandu refleksi kelompok kelas: 'Apakah kamu bisa menebak suasana dari karya temanmu hanya dengan melihat warnanya, sebelum temanmu menjelaskan?' Siswa menjawab dan guru menghubungkan jawabannya dengan konsep ekspresi warna yang telah dipelajari.
- Siswa menuliskan atau mengisi lembar refleksi sederhana (bisa lisan jika waktu terbatas): 'Warna yang aku pilih adalah ... Suasana yang ingin aku tunjukkan adalah ... Aku merasa (mudah/agak sulit/sulit) karena ...' (3 menit).
Penutup:- Guru mengajak siswa merapikan alat dan bahan bersama-sama dan memastikan tempat kerja bersih kembali (2 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir singkat: meminta 2–3 siswa menyebutkan satu hal yang mereka pelajari hari ini tentang warna dan suasana ('Exit Ticket' lisan). (3 menit).
- Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar bahwa warna bukan sekadar untuk membuat gambar jadi indah — warna bisa menceritakan perasaan dan suasana. Seniman menggunakan warna untuk berbicara tanpa kata-kata.' (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas proses berkarya siswa, bukan hanya hasil akhirnya: 'Ibu/Bapak bangga karena kalian semua berani memilih warna sendiri dan menjelaskan alasannya.'
- Guru menutup pelajaran dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Siswa yang belum memahami konsep warna hangat/dingin diberikan kartu referensi warna bergambar (visual sederhana berisi contoh warna beserta contoh suasananya, misal: kuning = matahari pagi = ceria) yang bisa ditempel di meja sebagai panduan selama berkarya.
- Proses: Siswa yang cepat selesai dan sudah mampu diminta untuk membuat dua versi karya: satu suasana yang menyenangkan dan satu suasana yang tenang, lalu membandingkan pilihan warna keduanya. Siswa yang membutuhkan lebih banyak waktu cukup menyelesaikan satu karya dengan didampingi pertanyaan pemandu dari guru.
- Produk: Siswa yang lebih ekspresif dapat menambahkan judul karya dan kalimat penjelas singkat di bawah gambarnya. Siswa yang belum percaya diri menulis cukup menyampaikan penjelasan karyanya secara lisan kepada guru saat guru berkeliling.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar dengan palet warna kontras (hangat vs. dingin) dan bertanya secara lisan kepada beberapa siswa: 'Perasaan apa yang kamu rasakan dari gambar ini?' untuk memetakan pengetahuan awal siswa tentang hubungan warna dan suasana.
- Guru mencatat siswa yang sudah dapat menghubungkan warna dengan perasaan dan siswa yang belum, sebagai dasar pengelompokan atau diferensiasi selama kegiatan.
Proses:- Observasi selama berkarya: guru mengamati dan mencatat apakah setiap siswa membuat pilihan warna secara sadar (dapat menjelaskan alasan) atau sekadar acak.
- Pertanyaan pendampingan lisan saat guru berkeliling kelas: 'Suasana apa yang kamu gambar?', 'Mengapa kamu memilih warna ini?', 'Apakah warna ini mewakili perasaanmu?'
- Umpan balik langsung diberikan guru kepada siswa yang terlihat ragu dalam memilih warna, dengan pertanyaan pemandu bukan jawaban langsung.
Akhir:- Exit Ticket lisan: 2–3 siswa menyebutkan satu hal yang mereka pelajari tentang warna dan suasana.
- Penilaian karya menggunakan rubrik: aspek kesesuaian warna dengan suasana yang digambarkan, dan aspek kemampuan menjelaskan pilihan warna secara lisan maupun tulisan.
Formatif:- Observasi pilihan warna siswa selama proses berkarya: apakah siswa mampu menghubungkan warna yang dipilih dengan suasana yang dimaksud.
- Pertanyaan lisan pendampingan saat guru berkeliling: 'Suasana apa yang kamu gambar? Mengapa kamu memilih warna ini?'
- Presentasi mini karya oleh 3–4 siswa sukarela di akhir tahap Merefleksi.
Sumatif:- Karya lukis/gambar siswa dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kesesuaian pilihan warna dengan suasana yang dimaksud, dan (2) kemampuan siswa menjelaskan alasan pilihan warna dalam karyanya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman hubungan warna dan suasana (TP 3.2.3.1) | Siswa belum dapat menjelaskan hubungan antara warna dan suasana, atau penjelasannya tidak berkaitan dengan karya yang dibuat. | Siswa dapat menyebutkan suasana yang ingin digambarkan, tetapi belum dapat menjelaskan alasan pemilihan warna secara jelas. | Siswa dapat menjelaskan hubungan antara warna yang dipilih dan suasana yang dimaksud dengan kalimat yang cukup jelas. | Siswa dapat menjelaskan hubungan warna dan suasana dengan rinci, menyebutkan contoh dari kehidupan nyata atau karya seni lain sebagai perbandingan. | | Kesesuaian pilihan warna dalam karya (TP 3.2.3.2) | Pilihan warna dalam karya tidak mencerminkan suasana yang dimaksud; tidak ada konsistensi antara niat dan hasil karya. | Pilihan warna dalam karya sedikit mencerminkan suasana yang dimaksud, meski belum konsisten di seluruh bagian karya. | Pilihan warna dalam karya cukup konsisten dan mencerminkan suasana atau waktu yang ingin disampaikan siswa. | Pilihan warna sangat konsisten, kaya ekspresi, dan secara jelas menyampaikan suasana atau waktu tertentu kepada pengamat tanpa perlu penjelasan tambahan. | | Kemandirian dan proses berkarya | Siswa sangat bergantung pada bantuan guru atau teman untuk menentukan warna dan memulai karya. | Siswa memerlukan beberapa kali dorongan dari guru untuk memulai atau melanjutkan karya secara mandiri. | Siswa dapat berkarya secara mandiri dengan sesekali bertanya kepada guru untuk konfirmasi. | Siswa berkarya sepenuhnya secara mandiri, aktif mencoba pilihan warna, dan berani mengambil keputusan kreatif sendiri. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna dari siswa?
- Apakah semua siswa — termasuk yang lebih pendiam atau lambat — mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri dan mendapat umpan balik selama berkarya?
- Apakah alokasi waktu cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu penyesuaian di pertemuan berikutnya?
- Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan hari ini dalam mendukung siswa dengan kecepatan belajar berbeda?
Refleksi Murid:- Suasana atau waktu apa yang kamu gambar hari ini, dan warna apa yang kamu pilih untuk menggambarkannya?
- Apakah kamu merasa warna yang kamu pilih sudah mewakili perasaan atau suasana yang kamu maksud? Mengapa?
- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang warna dan perasaan?
- Apakah ada yang ingin kamu coba berbeda jika kamu mengulang karya ini besok?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Seni Rupa Kelas 3 Fase B — Kurikulum Merdeka (Kegiatan 2: Eksplorasi Warna Primer dan Sekunder, serta bagian Eksplorasi Warna)
- Contoh karya seni rupa (cetak atau digital) yang menampilkan berbagai suasana dengan palet warna berbeda — dapat diunduh dari sumber terbuka atau disiapkan guru
- Kertas gambar A4 atau buku gambar
- Cat air, cat tempera, atau pewarna basah lain (termasuk pewarna alam seperti kunyit, secang, atau bunga telang bila tersedia)
- Kuas berbagai ukuran
- Palet atau wadah kecil untuk mencampur warna
- Wadah air untuk mencuci kuas
- Celemek atau kaos bekas untuk melindungi seragam
- Kartu referensi warna bergambar (untuk diferensiasi — dibuat guru, berisi contoh warna dan suasana yang sesuai)
- Lembar refleksi murid sederhana (opsional, dapat digantikan refleksi lisan)
|