MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B) Topik: Eksperimen Mencampur Warna INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Eksperimen Mencampur Warna |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Siswa mampu melakukan eksperimen mencampur warna secara sistematis dan mencatat hasilnya.
- Siswa mampu membuat kolase dari potongan kertas berwarna hasil campuran warna sendiri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu mencampur dua warna cat dan hasilnya berbeda dari yang kamu bayangkan? Warna apa yang muncul?
- Kalau kamu hanya punya cat merah, kuning, dan biru, kira-kira warna apa saja yang bisa kamu buat?
- Bagaimana caranya membuat warna hijau tanpa membeli cat hijau?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, memimpin doa, dan mengecek kehadiran siswa (2 menit).
- Guru meminta siswa mengamati 2–3 kartu warna yang ditempel di papan — satu warna primer dan satu warna sekunder — lalu bertanya: 'Warna mana yang menurutmu campuran dari dua warna lain?' (asesmen awal diagnostik: guru mencatat respons lisan siswa untuk memetakan pemahaman awal tentang warna primer dan sekunder, sekitar 3 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan ruang bagi 2–3 siswa untuk menjawab secara bebas (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan bereksperimen mencampur warna lalu membuat kolase dari kertas yang sudah kita warnai sendiri.' (2 menit).
- Guru menunjukkan contoh tabel eksperimen sederhana (kolom: Warna A + Warna B = Hasil) dan contoh kolase jadi sebagai gambaran produk akhir (2 menit).
- Siswa memakai celemek atau kaos bekas sebelum memulai kegiatan (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memperkenalkan tiga warna primer (merah, kuning, biru) menggunakan kertas warna besar yang ditempel di papan, lalu mengajak siswa menyebutkan bersama-sama nama masing-masing warna (2 menit).
- Guru mendemonstrasikan satu percampuran warna di depan kelas: meneteskan cat merah dan kuning di atas palet, lalu mencampurnya dengan kuas perlahan sambil berkata lantang: 'Merah ditambah kuning menghasilkan… apa?' — siswa menebak sebelum guru selesai mencampur (3 menit).
- Siswa mengamati perubahan warna yang terjadi secara langsung dan guru meminta satu siswa menuliskan hasilnya di tabel demonstrasi papan tulis (1 menit).
- Guru menjelaskan bahwa siswa akan melakukan hal yang sama secara mandiri dengan mencatat semua hasil percampuran di tabel eksperimen masing-masing (1 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Setiap siswa menerima selembar kertas HVS/gambar, palet kecil, kuas, wadah air, dan 3 warna cat dasar (merah, kuning, biru). Guru membagikan juga tabel eksperimen tercetak dengan 6 baris kosong (1 menit).
- Siswa secara sistematis mencampur warna primer sesuai urutan yang ada di tabel: merah+kuning, merah+biru, kuning+biru, lalu mencoba variasi takaran (lebih banyak satu warna) untuk mendapatkan nuansa berbeda — misalnya oranye kemerahan vs oranye kekuningan (10 menit). Guru berkeliling memberikan umpan balik satu per satu dan mencatat observasi proses (asesmen proses).
- Setiap hasil percampuran dioleskan langsung ke kertas HVS sebagai 'kertas warna eksperimen', lalu siswa menuliskan keterangan di tabel: warna apa yang dicampur dan warna hasil yang didapat (5 menit).
- Setelah tabel terisi minimal 4 baris, siswa menggunting kertas HVS berwarna tersebut menjadi potongan-potongan bentuk bebas (lingkaran, segitiga, atau bentuk organik) (5 menit).
- Siswa menyusun dan menempel potongan kertas berwarna di atas kertas gambar menjadi sebuah kolase bertema bebas — boleh bentuk binatang, pemandangan, atau pola abstrak (10 menit). Guru mengingatkan siswa untuk menggunakan minimal 3 warna hasil campuran mereka sendiri.
- Guru memberi sinyal waktu tersisa 2 menit agar siswa menyelesaikan tempelan terakhir dan memastikan semua potongan sudah merekat dengan baik (2 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Siswa berhenti berkarya dan mengamati hasil kolase serta tabel eksperimen milik sendiri selama 1 menit dalam ketenangan (momen berkesadaran: guru meminta siswa bertanya dalam hati — 'Apakah hasilnya seperti yang aku bayangkan?') (1 menit).
- Guru meminta 2–3 siswa secara sukarela berbagi: satu warna hasil campuran yang paling mengejutkan atau paling mereka sukai, dan alasannya (3 menit).
- Setiap siswa menuliskan satu kalimat refleksi di balik kertas gambar: 'Hal baru yang aku temukan hari ini adalah…' (2 menit).
- Siswa saling menunjukkan kolase kepada teman sebangku dan memberikan satu komentar positif tentang karya teman (peer appreciation, 2 menit).
Penutup:- Guru mengajak siswa merapikan meja, mencuci kuas, dan membuang sisa kertas ke tempat sampah (3 menit).
- Guru memajang 3–4 kolase terpilih (rotasi tiap pertemuan) di papan kelas sebagai apresiasi karya (1 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat dengan menunjuk 3 siswa secara acak: 'Apa yang kamu campur untuk mendapat warna hijau?' dan 'Apa satu hal yang kamu pelajari hari ini?' (3 menit).
- Guru merangkum pembelajaran: mengingatkan kembali bahwa tiga warna primer bisa menghasilkan banyak warna baru, dan bahwa karya seni bisa dibuat dari percobaan sederhana (2 menit).
- Guru menutup kelas dengan salam dan memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh siswa hari ini (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Siswa yang sudah menguasai pencampuran dasar dapat diberikan tantangan tambahan: mencampur tiga warna sekaligus untuk menemukan warna coklat atau abu-abu. Siswa yang belum familiar dengan warna primer dapat diberikan kartu referensi bergambar yang menunjukkan hasil campuran sebagai panduan visual.
- Proses: Siswa yang membutuhkan bantuan lebih dapat duduk berdekatan dengan guru atau teman sebaya yang sudah paham (peer buddy) selama tahap eksperimen. Guru menyederhanakan tabel menjadi 3 baris saja untuk siswa yang kesulitan menulis. Siswa yang cepat selesai dapat diminta membantu mendokumentasikan hasil eksperimen kelas di papan tulis.
- Produk: Siswa yang memiliki keterbatasan motorik halus dapat menggunakan potongan kertas yang sudah dipotong guru sebelumnya sehingga fokus pada penyusunan kolase. Siswa yang ingin berekspresi lebih luas diizinkan menambahkan coretan dengan spidol di atas kolase untuk mempertegas bentuk yang mereka buat.
ASESMENAwal:- Guru menunjukkan 2–3 kartu warna (campuran dan primer) di papan dan meminta siswa menjawab secara lisan: warna mana yang menurutnya hasil campuran dua warna lain.
- Guru mencatat respons siswa untuk memetakan pemahaman awal — siapa yang sudah tahu konsep warna primer/sekunder dan siapa yang belum.
Proses:- Observasi guru saat berkeliling: apakah siswa mencampur warna secara sistematis (satu kombinasi per baris) atau acak.
- Cek pengisian tabel eksperimen: minimal 4 baris terisi dengan keterangan warna yang dicampur dan hasil yang didapat.
- Umpan balik lisan langsung dari guru kepada siswa yang kesulitan menentukan nama warna hasil campuran.
Akhir:- Penilaian kolase menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: ketepatan pencatatan eksperimen dan kualitas karya kolase.
- Pertanyaan lisan acak kepada 3 siswa di penutup untuk memverifikasi pemahaman tentang pencampuran warna primer.
- Kalimat refleksi tertulis siswa ('Hal baru yang aku temukan hari ini adalah…') dibaca guru sebagai data umpan balik pembelajaran.
Formatif:- Observasi langsung oleh guru selama tahap eksperimen pencampuran warna: apakah siswa bekerja sistematis dan mengisi tabel dengan benar.
- Cek tabel eksperimen siswa di tengah kegiatan untuk memastikan minimal 4 kombinasi warna sudah dicoba dan dicatat.
- Penilaian sejawat (peer appreciation) saat siswa saling memperlihatkan kolase di akhir tahap Merefleksi.
Sumatif:- Kolase hasil karya siswa dinilai menggunakan rubrik berdasarkan dua aspek: (1) kelengkapan dan ketepatan tabel eksperimen, dan (2) kreativitas serta kerapian kolase.
- Tanya jawab lisan di penutup sebagai asesmen pemahaman akhir tentang konsep pencampuran warna primer.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksperimen Mencampur Warna (Tabel) | Siswa tidak mengisi tabel eksperimen atau hanya mencoba 1 kombinasi warna tanpa keterangan yang jelas. | Siswa mengisi 2–3 baris tabel dengan kombinasi warna tetapi keterangan hasil campuran belum tepat atau tidak lengkap. | Siswa mengisi minimal 4 baris tabel secara sistematis dengan keterangan warna yang dicampur dan hasil yang tepat. | Siswa mengisi seluruh tabel (6 baris atau lebih) secara sistematis, mencatat hasil dengan tepat, dan mencoba variasi takaran untuk menghasilkan nuansa warna yang berbeda. | | Pembuatan Kolase | Kolase belum selesai atau tidak menggunakan warna hasil campuran sendiri; potongan kertas sebagian besar tidak menempel. | Kolase selesai dengan menggunakan 1–2 warna hasil campuran; susunan potongan terlihat acak dan kurang rapi. | Kolase selesai menggunakan minimal 3 warna hasil campuran sendiri; susunan potongan membentuk komposisi yang dapat dikenali dan cukup rapi. | Kolase selesai dengan menggunakan minimal 3 warna hasil campuran sendiri secara kreatif; komposisi harmonis, rapi, dan siswa dapat menjelaskan pilihan warna yang digunakan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh siswa berhasil mengisi tabel eksperimen dengan minimal 4 kombinasi warna? Jika tidak, di mana kendala yang paling sering muncul?
- Apakah alokasi waktu cukup untuk menyelesaikan eksperimen sekaligus kolase dalam satu pertemuan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini efektif membantu siswa yang kesulitan tanpa menghambat siswa yang cepat?
- Bagaimana kualitas pertanyaan pemantik — apakah berhasil memancing rasa ingin tahu siswa sebelum kegiatan dimulai?
Refleksi Murid:- Warna apa yang paling mengejutkan kamu hari ini saat kamu mencampurnya? Kenapa mengejutkan?
- Apakah hasil kolase kamu sesuai dengan yang kamu bayangkan di awal? Apa yang berbeda?
- Kalau kamu bisa mengulang kegiatan ini, apa satu hal yang ingin kamu coba berbeda?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek) — Kegiatan 2: Eksplorasi Warna Primer dan Sekunder
- Cat air, cat tempera, atau pewarna makanan (merah, kuning, biru)
- Kertas HVS putih untuk kertas eksperimen yang akan diwarnai
- Kertas gambar A4 sebagai alas kolase
- Palet atau wadah kecil untuk mencampur warna
- Kuas ukuran sedang dan wadah air pencuci kuas
- Gunting dan lem stick atau lem cair
- Tabel eksperimen warna tercetak (format: Warna A + Warna B = Hasil)
- Kartu referensi warna primer dan sekunder (untuk siswa yang membutuhkan panduan visual)
- Celemek atau kaos bekas untuk melindungi seragam siswa
|