Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Eksplorasi Garis dan Bentuk untuk Mengekspresikan Perasaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Eksplorasi Garis dan Bentuk untuk Mengekspresikan Perasaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Eksplorasi Garis dan Bentuk untuk Mengekspresikan Perasaan

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Eksplorasi Garis dan Bentuk untuk Mengekspresikan Perasaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikEksplorasi Garis dan Bentuk untuk Mengekspresikan Perasaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu mengamati dan mengidentifikasi bagaimana garis dan bentuk dapat mengekspresikan perasaan (senang, sedih, marah) melalui pengamatan karya seni dan diskusi kelas.
  2. Siswa mampu membuat karya seni rupa yang mengekspresikan suasana hati tertentu menggunakan pilihan garis dan bentuk yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa senang atau sedih lalu ingin menggambar sesuatu? Kira-kira gambar seperti apa yang muncul di pikiran kalian?
  2. Kalau garis bisa 'berbicara', menurutmu garis lurus dan garis zigzag punya perasaan yang sama atau berbeda? Mengapa?
  3. Bagaimana cara seniman menunjukkan perasaan marah atau senang hanya melalui garis dan bentuk, tanpa menggunakan kata-kata?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa siswa dan mengajak duduk melingkar atau dalam posisi nyaman selama ±2 menit.
  • Guru memandu siswa melakukan 'napas seni': tarik napas dalam sambil menutup mata, bayangkan perasaan yang sedang dirasakan hari ini, lalu hembuskan perlahan (berkesadaran, ±2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal: meminta siswa menunjukkan kartu emosi (senang/sedih/marah) yang mewakili suasana hati mereka hari ini, sekaligus menggali pengetahuan awal tentang jenis garis dan bentuk yang pernah mereka buat (±3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan menampung jawaban siswa secara lisan tanpa menghakimi (±3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana garis dan bentuk bisa mengungkapkan perasaan, lalu kita akan membuat karya sendiri.' (±2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 3 contoh karya sederhana (bisa digambar di papan tulis atau kartu visual): (1) karya dengan garis-garis melengkung lembut dan bentuk bulat — mewakili perasaan senang/tenang; (2) karya dengan garis-garis patah/zigzag dan bentuk runcing — mewakili perasaan marah; (3) karya dengan garis-garis terkulai/layu dan bentuk tidak beraturan — mewakili perasaan sedih. (±5 menit)
  • Guru meminta siswa mengamati ketiga karya tersebut dengan seksama, lalu menebak: 'Karya mana yang menurutmu menunjukkan perasaan senang? Mengapa?' Dorong siswa memperhatikan arah garis, ketebalan, dan bentuk yang digunakan. (±4 menit)
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: siswa menyebutkan kata sifat untuk mendeskripsikan setiap jenis garis (contoh: garis lengkung = lembut, menyenangkan; garis zigzag = tajam, tegang). Guru mencatat kata-kata tersebut di papan sebagai 'kamus perasaan garis'. (±5 menit)
  • Guru meminta siswa mencoba membuat 3 garis di buku gambar masing-masing: satu garis yang terasa 'senang', satu yang terasa 'sedih', dan satu yang terasa 'marah', sambil merasakan tekanan tangan dan gerakan mereka. (Berkesadaran — ±4 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta setiap siswa memilih satu perasaan yang ingin mereka ekspresikan hari ini (senang, sedih, atau marah) dan menuliskan/menggambar ikon perasaan tersebut di pojok kertas mereka. (±2 menit)
  • Siswa mulai membuat karya bebas di kertas gambar: mengekspresikan perasaan pilihan mereka menggunakan garis dan bentuk. Guru mengingatkan mereka untuk merujuk 'kamus perasaan garis' di papan tulis sebagai panduan. (±15 menit)
  • Selama proses berkarya, guru berkeliling, mengamati, dan memberikan umpan balik proses secara individual: menanyakan 'Perasaan apa yang ingin kamu gambar di sini?' dan 'Garis seperti apa yang sudah kamu pilih?'
  • Guru memperdengarkan musik latar yang sesuai (musik ceria, lembut, atau dramatis) untuk membantu siswa terhubung dengan suasana hati mereka saat berkarya. (Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah selesai berkarya, siswa berhenti sejenak dan mengamati karya mereka sendiri selama ±1 menit dalam keheningan. Guru memandu: 'Lihat karyamu. Apakah garis dan bentuk yang kamu buat sudah mewakili perasaan yang kamu pilih?' (Berkesadaran — ±2 menit)
  • Siswa menuliskan refleksi singkat di secarik kertas kecil (atau sticky note) berisi 2 kalimat: (1) Perasaan apa yang aku ekspresikan dan garis/bentuk apa yang aku gunakan; (2) Bagian mana dari karyaku yang paling aku sukai. (±5 menit)
  • Guru mengundang 2–3 siswa sukarela untuk berbagi karya mereka kepada kelas: menunjukkan karya dan menyebutkan perasaan yang ingin mereka ekspresikan. Teman-teman sekelas memberikan respons singkat dengan kata positif. (±4 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak siswa menyimpulkan bersama: 'Jadi, garis dan bentuk ternyata bisa menceritakan perasaan kita tanpa kata-kata. Garis lengkung bisa terasa senang, garis zigzag bisa terasa marah.' (±2 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: siswa mengisi 'lembar bintang satu menit' — menggambar satu garis yang mewakili perasaan mereka SETELAH belajar hari ini dan menuliskan satu kata perasaan di bawahnya. (±3 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas siswa hari ini. Karya dan refleksi dikumpulkan sebagai portofolio. (±2 menit)
  • Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya (eksplorasi warna untuk mengekspresikan suasana). (±1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang belum familiar dengan jenis-jenis garis, guru menyediakan lembar referensi bergambar berisi contoh garis dan bentuk beserta label emosi yang sesuai. Untuk siswa yang sudah menguasai, tantang mereka mengeksplorasi perasaan yang lebih kompleks (seperti bingung, takut, atau kagum) dan mendiskusikan pilihan garis mereka.
  • Proses: Siswa yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat mulai dengan menebalkan contoh garis yang disediakan guru sebelum membuat karya bebas. Siswa yang cepat selesai didorong untuk menambahkan lapisan kedua pada karya mereka: mengulang pola garis dengan variasi ketebalan atau ukuran bentuk untuk memperkuat ekspresi perasaan.
  • Produk: Siswa boleh memilih medium sesuai kemampuan motorik: krayon (lebih mudah dikontrol), spidol (garis tegas), atau pensil warna (lebih halus). Siswa yang memiliki hambatan motorik halus dapat menggunakan kertas berukuran lebih besar dan alat gambar yang lebih tebal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta siswa menunjukkan kartu emosi (senang/sedih/marah) untuk memetakan suasana hati dan kesiapan belajar.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah menggambar sesuatu saat sedang punya perasaan kuat? Gambar apa yang dibuat?' — untuk mengukur pengetahuan awal tentang hubungan ekspresi dan seni.

Proses:

  • Observasi guru saat diskusi 'kamus perasaan garis': apakah siswa mampu mengidentifikasi minimal satu karakteristik visual garis yang terhubung dengan emosi tertentu.
  • Observasi proses berkarya: guru mencatat di lembar observasi sederhana apakah setiap siswa (a) memilih perasaan secara sadar, (b) menggunakan garis/bentuk yang sesuai perasaan tersebut, dan (c) terlibat aktif selama proses.
  • Pertanyaan probing individual saat berkeliling: 'Ceritakan garis yang kamu buat — itu terasa seperti perasaan apa?'

Akhir:

  • Karya siswa dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek ekspresi perasaan melalui garis/bentuk dan aspek refleksi diri.
  • Lembar refleksi siswa (2 kalimat tentang perasaan yang diekspresikan dan bagian karya yang disukai) dikumpulkan sebagai bagian portofolio.
  • Lembar 'bintang satu menit' di penutup: siswa menggambar garis suasana hati pasca-belajar sebagai bukti keterhubungan emosi dengan medium visual.

Formatif:

  • Pengamatan guru selama diskusi pemantik: apakah siswa mampu menghubungkan ciri visual garis/bentuk dengan emosi tertentu.
  • Observasi proses berkarya: guru mencatat apakah siswa membuat pilihan garis dan bentuk secara sadar (bukan acak) untuk mengekspresikan perasaan yang dipilih.
  • Umpan balik lisan individual saat guru berkeliling: pertanyaan terbuka tentang pilihan garis dan bentuk yang dibuat siswa.

Sumatif:

  • Karya siswa dinilai berdasarkan rubrik: kesesuaian antara perasaan yang dipilih dengan garis dan bentuk yang digunakan, serta keberanian berekspresi.
  • Lembar refleksi siswa (2 kalimat) dinilai sebagai bukti kemampuan siswa mengartikulasikan proses kreatif mereka.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati hubungan garis/bentuk dengan perasaan (TP 3.1.3.1)Siswa belum dapat menghubungkan ciri visual garis atau bentuk dengan emosi tertentu, bahkan dengan bantuan guru.Siswa dapat mengidentifikasi hubungan garis/bentuk dengan emosi tertentu jika diberikan contoh langsung dan pertanyaan pengarah dari guru.Siswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan secara lisan hubungan antara minimal 2 jenis garis/bentuk dengan emosi yang berbeda secara mandiri.Siswa dapat mengidentifikasi, menjelaskan, dan membandingkan bagaimana berbagai garis dan bentuk mengekspresikan emosi yang berbeda, serta memberikan alasan visual yang jelas.
Membuat karya yang mengekspresikan suasana hati (TP 3.1.3.2)Karya yang dibuat tidak menunjukkan hubungan yang dapat dikenali antara garis/bentuk yang digunakan dengan perasaan yang dimaksudkan.Karya menunjukkan upaya mengekspresikan perasaan, namun pilihan garis dan bentuk belum konsisten atau masih membutuhkan penjelasan guru untuk dipahami.Karya secara jelas mengekspresikan satu perasaan tertentu melalui pilihan garis dan bentuk yang konsisten, dan siswa dapat menjelaskan pilihannya.Karya secara kuat dan khas mengekspresikan perasaan melalui pilihan garis dan bentuk yang beragam, disengaja, dan ekspresif; siswa mampu mengartikulasikan proses kreatifnya dengan rinci.
Refleksi diri terhadap proses dan karyaSiswa tidak dapat menuliskan atau menyampaikan refleksi tentang karyanya.Siswa dapat menyebutkan perasaan yang diekspresikan namun belum dapat menjelaskan pilihan visual yang dibuat.Siswa menuliskan 2 kalimat refleksi yang mencakup perasaan yang diekspresikan dan bagian karya yang disukai dengan jelas.Siswa menuliskan refleksi yang rinci, menghubungkan pilihan garis/bentuk dengan perasaan yang ingin disampaikan, dan mengidentifikasi bagian yang ingin diperbaiki atau dikembangkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil mendorong siswa untuk berpikir tentang hubungan antara garis, bentuk, dan perasaan? Bagian mana yang perlu diperkuat?
  • Apakah semua siswa terlibat aktif dalam proses berkarya? Siswa mana yang membutuhkan dukungan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (lembar referensi, pilihan medium) cukup efektif menjangkau siswa dengan kebutuhan belajar berbeda?
  • Apakah alokasi waktu per tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah seimbang? Mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Garis atau bentuk apa yang paling cocok untuk menggambarkan perasaanmu hari ini? Mengapa?
  • Apa bagian dari karyamu yang paling kamu sukai? Apa yang ingin kamu ubah jika boleh menggambar lagi?
  • Sesuatu baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara garis dan bentuk bisa bercerita tentang perasaan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III — Rizki Raindriati (Kemdikbud, 2021), halaman 69–72: Kegiatan 1 Eksplorasi Garis dan Bentuk.
  2. Kartu visual contoh karya (dibuat guru di papan tulis atau dicetak): 3 karya sederhana yang merepresentasikan perasaan senang, sedih, dan marah.
  3. Kartu emosi (3 pilihan: senang, sedih, marah) — 1 set per siswa, dapat dibuat dari kertas warna.
  4. Kertas gambar A4 atau A3 — 1–2 lembar per siswa.
  5. Alat gambar pilihan: krayon, spidol warna, atau pensil warna.
  6. Sticky note atau kertas kecil untuk lembar refleksi.
  7. Musik latar instrumental (opsional): playlist musik ceria, lembut, dan dramatis untuk mendukung suasana berkarya.
  8. Papan tulis/whiteboard untuk mencatat 'kamus perasaan garis' bersama kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.