Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Bentuk Geometris dan Organis

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 3 dengan topik "Mengenal Bentuk Geometris dan Organis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3: Mengenal Bentuk Geometris dan Organis

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Bentuk Geometris dan Organis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Bentuk Geometris dan Organis
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa mampu membedakan bentuk geometris (lingkaran, segitiga, persegi) dan bentuk organis (daun, awan) dengan menyebutkan ciri-ciri masing-masing.
  2. Siswa mampu menggambar minimal satu bentuk geometris dan satu bentuk organis berdasarkan pengamatan benda nyata atau gambar referensi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba lihat benda-benda di sekitar kita — mana yang menurutmu punya bentuk yang rapi dan teratur, dan mana yang bentuknya bebas seperti di alam?
  2. Kalau kamu melihat daun dan ubin lantai, kira-kira apa perbedaan bentuknya?
  3. Mengapa menurutmu bentuk awan tidak pernah sama persis setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa siswa dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 4 gambar (lingkaran, segitiga, daun, awan) lalu bertanya, 'Menurut kalian, gambar mana yang bentuknya buatan manusia dan mana yang berasal dari alam? Angkat tangan!' Guru mencatat respons siswa untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar mengenal dua jenis bentuk dalam seni rupa — bentuk geometris dan bentuk organis, lalu mencoba menggambarnya sendiri.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Coba lihat benda-benda di sekitar kita — mana yang punya bentuk rapi dan teratur, dan mana yang bentuknya bebas seperti di alam?' Siswa diberi waktu 1–2 menit untuk mengamati ruang kelas dan berbagi pendapat singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan dua kelompok gambar di papan tulis atau layar: kelompok bentuk geometris (lingkaran, segitiga, persegi) dan kelompok bentuk organis (daun singkong, awan, batu sungai).
  • Guru menjelaskan secara singkat: bentuk geometris memiliki sisi dan sudut yang teratur dan biasanya dibuat oleh manusia, sedangkan bentuk organis mengikuti pola alam dan pinggirnya cenderung melengkung bebas.
  • Siswa diajak mengamati benda nyata yang dibawa guru (penggaris segitiga, koin/lingkaran, daun asli, gambar awan). Sambil memegang benda, siswa diminta merasakan dan mendeskripsikan tepinya: 'Bagaimana rasanya — tajam, lurus, atau melengkung?'
  • Guru membimbing diskusi kelas singkat: siswa menyebutkan satu contoh bentuk geometris dan satu contoh bentuk organis yang mereka temukan di sekitar sekolah.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap siswa mendapat lembar kerja berisi dua kolom: 'Bentuk Geometris' dan 'Bentuk Organis'.
  • Guru meminta siswa mengamati benda referensi (daun asli atau gambar yang disediakan) lalu menggambar minimal satu bentuk geometris dan satu bentuk organis di kolom masing-masing.
  • Siswa diberi kebebasan memilih alat gambar (pensil, krayon, atau spidol) dan menentukan ukuran gambar sendiri — tidak ada aturan 'harus sama persis', yang penting bentuknya dapat dibedakan.
  • Selama menggambar, guru berkeliling memantau proses, mengajukan pertanyaan panduan seperti: 'Bagian mana yang membuatmu tahu ini bentuk organis?' sebagai asesmen proses.
  • Siswa yang selesai lebih awal (diferensiasi murid cepat) diminta menambahkan 2–3 contoh lain di luar kolom, atau memberi warna pada gambar mereka.
  • Siswa yang membutuhkan dukungan lebih (diferensiasi murid lambat) dapat menggunakan kartu contoh bentuk yang disediakan guru sebagai panduan meniru sebelum mencoba menggambar sendiri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah selesai menggambar, siswa berpasangan dan saling menunjukkan hasil gambar masing-masing.
  • Masing-masing siswa menyebutkan kepada pasangannya: 'Gambar mana yang menurutmu bentuk geometris dan mana yang organis? Mengapa?' — latihan komunikasi lisan sekaligus penguatan konsep.
  • Guru memilih 3–4 hasil gambar (beragam kualitas) untuk ditampilkan dan dibahas bersama kelas: apa yang sudah tepat, apa yang masih perlu diperjelas.
  • Guru memandu refleksi individu: 'Bentuk mana yang lebih mudah kamu gambar — geometris atau organis? Kenapa menurutmu begitu?' Siswa menuliskan jawaban singkat di bagian bawah lembar kerja (1–2 kalimat).

Penutup:

  • Guru mengajak siswa menyimpulkan bersama: 'Jadi, apa perbedaan utama bentuk geometris dan bentuk organis?' Guru menegaskan kembali poin kunci dengan bahasa sederhana.
  • Asesmen akhir: guru membagikan kartu keluar (exit ticket) berisi gambar 4 bentuk acak. Siswa diminta melingkari bentuk geometris dan memberi tanda bintang pada bentuk organis — dikumpulkan sebelum keluar kelas.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha seluruh siswa hari ini: 'Semua sudah mencoba dengan sungguh-sungguh, bagus sekali!'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang belum mengenal bentuk-bentuk dasar, sediakan kartu visual bergambar bentuk geometris dan organis disertai nama dan ciri singkatnya sebagai bahan bacaan pendamping.
  • Proses: Siswa yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu contoh bentuk untuk ditiru terlebih dahulu sebelum menggambar mandiri. Siswa yang sudah cepat memahami diminta mengidentifikasi bentuk-bentuk di lingkungan sekolah secara mandiri sambil menunggu teman selesai.
  • Produk: Siswa dengan kemampuan lebih tinggi dapat menggambar sebuah pemandangan sederhana yang memuat minimal 2 bentuk geometris dan 2 bentuk organis dalam satu gambar utuh. Siswa yang masih dalam proses dapat mengumpulkan lembar kerja dua kolom sebagai produk utama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 gambar (lingkaran, segitiga, daun, awan) dan meminta siswa mengangkat tangan untuk memilah mana yang 'buatan manusia' dan mana yang 'dari alam' — hasilnya digunakan guru untuk mengetahui titik awal pemahaman siswa sebelum materi dimulai.

Proses:

  • Guru berkeliling saat siswa menggambar dan mengajukan pertanyaan panduan seperti 'Bagian mana yang membuatmu tahu ini bentuk organis?' untuk memantau pemahaman konsep.
  • Guru mencatat siswa yang tampak bingung atau keliru mengkategorikan bentuk untuk diberikan bantuan segera.
  • Diskusi berpasangan saat merefleksi digunakan guru sebagai data proses apakah siswa mampu mengomunikasikan pemahaman bentuk secara lisan.

Akhir:

  • Exit ticket: siswa mengidentifikasi bentuk geometris dan organis dari 4 gambar acak — dinilai ketepatan kategorisasi (skor 0–4).
  • Lembar kerja gambar dua kolom dikumpulkan dan dinilai berdasarkan rubrik aspek membedakan bentuk dan aspek menggambar bentuk.

Formatif:

  • Observasi lisan saat diskusi kelas pada tahap Memahami: apakah siswa dapat menyebutkan perbedaan bentuk geometris dan organis.
  • Pengamatan berkeliling saat siswa menggambar pada tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar observasi singkat dengan dua indikator (dapat membedakan bentuk, dapat menggambar bentuk).
  • Diskusi berpasangan pada tahap Merefleksi: guru memantau kemampuan siswa menjelaskan pilihan bentuk kepada teman.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pembelajaran: siswa melingkari bentuk geometris dan memberi tanda bintang pada bentuk organis dari 4 gambar yang disediakan.
  • Hasil lembar kerja gambar dua kolom dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Bentuk Geometris dan OrganisSiswa belum mampu membedakan bentuk geometris dan organis, atau jawaban tidak relevan dengan ciri bentuk.Siswa dapat membedakan bentuk geometris dan organis dengan bantuan penuh dari guru atau kartu contoh.Siswa dapat membedakan bentuk geometris dan organis secara mandiri dan menyebutkan minimal satu ciri masing-masing.Siswa dapat membedakan bentuk geometris dan organis secara mandiri, menyebutkan lebih dari satu ciri, dan memberikan contoh tambahan dari lingkungan sekitar.
Menggambar Bentuk Geometris dan OrganisGambar yang dihasilkan belum dapat dikenali sebagai bentuk geometris atau organis.Siswa dapat menggambar salah satu bentuk (geometris atau organis) yang dapat dikenali, meskipun masih memerlukan bimbingan.Siswa dapat menggambar satu bentuk geometris dan satu bentuk organis yang keduanya dapat dikenali secara mandiri.Siswa dapat menggambar lebih dari satu bentuk geometris dan organis yang jelas dapat dikenali, dengan detail tambahan yang mencerminkan pengamatan cermat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa sudah dapat membedakan bentuk geometris dan organis di akhir pelajaran ini? Siapa yang masih perlu pendampingan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu siswa? Bagaimana cara meningkatkannya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh tahapan — termasuk menggambar dan refleksi berpasangan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Bentuk mana yang lebih mudah kamu gambar — geometris atau organis? Mengapa?
  • Sebutkan satu contoh bentuk geometris dan satu contoh bentuk organis yang kamu temukan di sekitar sekolah hari ini!
  • Apa yang ingin kamu coba atau pelajari lebih lanjut tentang bentuk-bentuk dalam seni rupa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III (Fase B) — Kegiatan 1: Eksplorasi Garis dan Bentuk
  2. Benda nyata: penggaris segitiga, koin, daun asli, gambar awan
  3. Kartu visual bentuk geometris dan organis (dibuat guru atau dicetak)
  4. Lembar kerja dua kolom: 'Bentuk Geometris' dan 'Bentuk Organis'
  5. Kartu keluar (exit ticket) berisi 4 gambar untuk asesmen akhir
  6. Alat gambar: pensil, krayon, atau spidol warna
  7. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan contoh gambar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.