Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3 Bab 1: Seni Rupa di Sekitarku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 3 untuk Bab 1 "Seni Rupa di Sekitarku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 3 Bab 1: Seni Rupa di Sekitarku

Seni Rupa - Kelas 3

Bab 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Seni Rupa di Sekitarku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 1 — Seni Rupa di Sekitarku
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa dalam benda-benda di sekitar sekolah atau rumah
  2. TP 3.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk menggambar unsur rupa
  3. TP 3.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam membuat garis dan bentuk
  4. TP 3.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
  5. TP 3.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kita mengamati permukaan lantai keramik dan bingkai jendela di kelas, unsur rupa apa saja yang tampak pada tepian serta bentuknya?
  2. Bagaimana kita mengenali perbedaan antara unsur titik, garis, dan bidang pada benda-benda yang ada di halaman sekolah kita?
  3. Benda apa saja yang biasa kamu lihat di ruang tamu atau dapur rumahmu, dan seperti apa bentuknya?
  4. Warna apa saja yang tampak pada perabot atau peralatan makan di rumahmu?
  5. Alat gambar apa saja yang ada di dalam kotak pensilmu hari ini?
  6. Apa perbedaan hasil warna krayon dan pensil warna saat dipakai membuat garis?
  7. Bagaimana cara memegang dan merawat alat gambarmu agar tidak mudah patah?
  8. Bagaimana perbedaan goresan garis tebal dan tipis saat kamu menggunakan pensil dibanding krayon?
  9. Apa yang terjadi jika kita menekan krayon dengan kuat atau mengarsirnya secara miring untuk membuat bentuk?
  10. Benda atau pemandangan apa yang paling menarik perhatianmu saat berjalan di sekitar halaman sekolah?
  11. Bagaimana caramu memindahkan bentuk pohon, gedung kelas, atau pagar sekolah ke dalam selembar kertas gambar?
  12. Unsur rupa apa saja (seperti garis, bentuk, atau warna) yang paling banyak kamu gunakan pada gambar lingkungan sekolah buatanmu kemarin?
  13. Bagaimana caramu menceritakan bagian gambar buatanmu sendiri dengan menyebutkan jenis garis, bentuk, atau warnanya?
  14. Bagaimana kita menuangkan unsur garis, bentuk, dan warna dari lingkungan sekolah ke dalam selembar kertas gambar?
  15. Kosakata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan saat menceritakan kembali karya gambar buatan sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Unsur Titik, Garis, dan Bidang pada Benda-Benda di Sekitar Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa dalam benda-benda di sekitar sekolah atau rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi unsur titik, garis, dan bidang pada benda-benda di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan menunjukkan 3 gambar benda: (1) paku payung pada papan tulis, (2) tali tiang bendera, (3) permukaan daun pintu kelas, lalu meminta murid secara acak menunjuk atau menyebutkan unsur rupa utama yang paling menonjol pada masing-masing benda (acuan kunci: paku payung = titik, tali tiang bendera = garis, permukaan daun pintu = bidang datar segiempat) untuk memetakan pemahaman awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid memperhatikan secara cermat benda-benda di dalam ruang kelas (seperti motif lubang ventilasi, garis sambungan ubin, dan permukaan meja tulis) untuk mengamati bagaimana unsur titik, garis, dan bidang hadir secara nyata (7 menit).
  • Guru mendemonstrasikan konsep unsur rupa melalui peragaan visual konkret: titik sebagai tanda noktah paling kecil, garis sebagai goresan memanjang lurus atau lengkung, dan bidang sebagai area datar berpembatas (misalnya persegi atau lingkaran) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan kelompok 'Detektif Unsur Rupa': setiap murid menerima kartu panduan observasi untuk mencari dan mengidentifikasi unsur titik, garis, dan bidang pada benda-benda nyata di lingkungan sekitar sekolah (misalnya kepala baut pagar, garis tiang bendera, permukaan ubin lantai, dan pot bunga) dengan antusias (15 menit).
  • Murid secara mandiri mencatat hasil identifikasinya pada lembar kerja berisi 4 benda lingkungan sekolah: (1) kepala paku jam dinding, (2) garis mistar kayu guru, (3) papan tulis kelas, (4) lubang kisi-kisi angin; lalu menandai unsur rupa dominan yang teridentifikasi (acuan: benda 1 = titik, benda 2 = garis lurus, benda 3 = bidang persegi panjang, benda 4 = titik/bidang kecil berpola) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil identifikasinya secara mandiri dengan membandingkan catatan pengamatan terhadap acuan ciri-ciri titik, garis, dan bidang yang dipandu guru (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan identifikasi murid serta mengonfirmasi bahwa unsur titik, garis, dan bidang selalu menyusun wujud visual benda-benda di sekitar kita (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara mengidentifikasi unsur titik, garis, dan bidang pada benda di sekitar sekolah (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual dengan contoh gambar pembanding unsur rupa, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati benda lingkungan yang memiliki kombinasi dua unsur sekaligus.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan bimbingan langsung saat mengamati benda kelas, sedangkan murid mandiri melakukan eksplorasi pengamatan langsung di area sekitar kelas.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dengan cara mencentang tabel bergambar atau menuliskan nama unsur rupa secara langsung pada lembar observasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik mengenali unsur rupa pada 3 gambar benda: (1) paku payung, (2) tali tiang bendera, (3) permukaan pintu kelas. Kriteria kesiapan: Murid siap jika mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 3 unsur rupa dengan tepat (acuan: paku payung = titik, tali bendera = garis, permukaan pintu = bidang).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dan pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja identifikasi 4 benda di lingkungan sekolah: (1) kepala paku jam dinding, (2) garis mistar kayu, (3) papan tulis, (4) lubang kisi-kisi angin (acuan kunci: benda 1 = titik, benda 2 = garis, benda 3 = bidang, benda 4 = titik/bidang kecil).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk bingkai jendela kelas dan meminta murid menyebutkan unsur garis tepi dan unsur bidang kacanya (acuan jawaban: tepian bingkai = unsur garis; permukaan kaca bening = unsur bidang datar segiempat).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengidentifikasi unsur rupa pada 3 gambar benda
  • Lembar observasi identifikasi unsur titik, garis, dan bidang pada 4 benda di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Unsur Rupa (Titik, Garis, Bidang) pada Benda di Lingkungan SekolahHanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 unsur rupa pada benda sekolah yang diamati sesuai acuan dengan bantuan penuh guru.Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 unsur rupa pada benda sekolah yang diamati sesuai acuan dengan sedikit arahan guru.Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 unsur rupa pada benda sekolah yang diamati secara tepat dan mandiri sesuai acuan (acuan: kepala paku = titik, mistar = garis, papan tulis = bidang, lubang kisi-kisi angin = titik/bidang kecil).Mampu mengidentifikasi seluruh 4 unsur rupa pada benda sekolah yang diamati secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa kekeliruan sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan benda konkret di lingkungan sekolah mempermudah murid dalam membedakan unsur titik, garis, dan bidang?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif dalam memfasilitasi pemahaman mendalam murid tentang unsur rupa?

Murid:

  • Benda apa di sekolah yang paling mudah kamu kenali unsur garis atau bidangnya?
  • Apakah kamu sekarang dapat membedakan antara titik, garis, dan bidang saat melihat benda di sekitarmu?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Unsur Bentuk dan Warna pada Benda-Benda di Sekitar Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa dalam benda-benda di sekitar sekolah atau rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar benda rumah (piring bulat warna putih dan lemari kotak warna cokelat) lalu meminta murid menyebutkan bentuk dan warnanya (acuan: piring = bentuk lingkaran/bulat, warna putih; lemari = bentuk persegi panjang/kotak, warna cokelat) guna memetakan kesiapan murid mengidentifikasi unsur bentuk dan warna (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 gambar benda perabot rumah tangga pada kartu visual: (1) Cermin gantung dinding, (2) Tudung saji meja makan, (3) Jam dinding rumah, (4) Vas bunga keramik (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati dan menguraikan unsur rupa bentuk (geometris seperti lingkaran, persegi, silinder maupun bentuk bebas/organis) dan unsur warna (primer: merah, kuning, biru; sekunder: hijau, jingga, ungu; netral: putih, hitam, cokelat) yang tampak pada 4 kartu visual tersebut (acuan unsur: Cermin gantung = bentuk persegi panjang, warna cokelat/kayu; Tudung saji = bentuk setengah bola/lingkaran, warna merah muda/pink; Jam dinding = bentuk lingkaran, warna biru; Vas bunga = bentuk silinder/bebas melengkung, warna putih berhias biru) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Eksplorasi Rupa Rumah yang memuat 4 gambar situasi sudut rumah: (1) Dapur: Panci di atas kompor, (2) Ruang Keluarga: Bantal sofa duduk, (3) Kamar Tidur: Kasur busa bertutup sprei, (4) Ruang Makan: Gelas minum kaca bening (10 menit).
  • Melalui tantangan detektif rupa yang menyenangkan, murid bekerja secara mandiri mengidentifikasi dan mencatat bentuk serta warna dominan dari keempat benda rumah tersebut pada lembar kerja (acuan kunci: Panci = bentuk tabung/silinder atau lingkaran atas, warna perak/abu-abu/hitam; Bantal sofa = bentuk persegi/kotak, warna kuning/hijau/motif sesuai gambar lembar kerja; Kasur = bentuk balok/persegi panjang, warna biru/putih; Gelas = bentuk silinder/tabung meninggi, warna transparan/bening atau kebiruan) (25 menit).
  • Murid memeriksa kembali hasil identifikasinya secara mandiri dengan mencocokkan ciri-ciri fisik visual benda pada gambar sebelum dikumpulkan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mendiskusikan kemudahan dan kesulitan saat membedakan bentuk serta warna pada benda-benda rumah yang telah diamati (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa setiap benda di sekitar rumah memiliki unsur rupa berupa bentuk dan warna yang beraneka ragam (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat terhadap 1 benda rumah yang ada di kelas (kotak bekal) (acuan: bentuk persegi/kotak, warna sesuai fisik wadah bekal) dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu visual benda rumah dengan warna dan bentuk yang sangat kontras (lingkaran merah, kubus kuning) untuk murid yang membutuhkan perancah visual jelas.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing dalam mengamati satu per satu atribut bentuk lalu warna bagi murid yang belum mandiri, serta memberikan tantangan identifikasi 6 benda rumah untuk murid yang lebih cepat.
  • Produk: Murid dapat menuliskan nama bentuk dan warna atau menandai opsi bentuk dan warna pada lembar bergambar sesuai kesiapan menulisnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 2 gambar benda rumah: piring bulat putih dan lemari kotak cokelat. Indikator kesiapan: murid mampu menyebutkan bentuk piring (bulat/lingkaran) dan warnanya (putih), serta bentuk lemari (kotak/persegi panjang) dan warnanya (cokelat). Acuan jawaban: Piring = bentuk bulat/lingkaran, warna putih; Lemari = bentuk kotak/persegi panjang, warna cokelat.

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Eksplorasi Rupa Rumah yang mengidentifikasi unsur bentuk dan warna pada 4 benda rumah: (1) Panci dapur, (2) Bantal sofa, (3) Kasur kamar tidur, (4) Gelas ruang makan. Kriteria ketepatan: menyebutkan bentuk dan warna yang tepat sesuai acuan visual (Panci: bentuk tabung/silinder/lingkaran, warna abu-abu/hitam; Bantal: bentuk persegi/kotak, warna kuning/hijau; Kasur: bentuk persegi panjang/balok, warna biru/putih; Gelas: bentuk silinder/tabung, warna bening/transparan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid mengamati 1 benda nyata perlengkapan rumah yang dibawa (kotak bekal makan plastik) dan menyebutkan unsur bentuk serta warnanya secara tepat (acuan: bentuk kotak/persegi atau oval/bulat sesuai wujud aslinya, warna merah/biru/kuning sesuai wujud fisik kotak bekal yang ditunjukkan).

Formatif:

  • Observasi diagnostik lisan pada pendahuluan
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Eksplorasi Rupa Rumah (identifikasi bentuk dan warna 4 benda rumah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Unsur Bentuk pada Benda-Benda di Sekitar RumahBelum mampu mengidentifikasi bentuk pada 4 benda rumah yang diamati (0 benda tepat dari 4 benda acuan: panci, bantal sofa, kasur, gelas) walau telah dibimbing.Mampu mengidentifikasi bentuk pada 1-2 benda rumah secara tepat dari 4 benda acuan (panci: tabung/silinder/lingkaran; bantal sofa: persegi/kotak; kasur: persegi panjang/balok; gelas: silinder/tabung) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi bentuk pada 3 benda rumah secara tepat dari 4 benda acuan (panci: tabung/silinder/lingkaran; bantal sofa: persegi/kotak; kasur: persegi panjang/balok; gelas: silinder/tabung) secara mandiri.Mampu mengidentifikasi seluruh bentuk pada 4 benda rumah secara tepat dari seluruh 4 benda acuan (panci: tabung/silinder/lingkaran; bantal sofa: persegi/kotak; kasur: persegi panjang/balok; gelas: silinder/tabung) secara mandiri dan konsisten.
Identifikasi Unsur Warna pada Benda-Benda di Sekitar RumahBelum mampu mengidentifikasi warna pada 4 benda rumah yang diamati (0 warna tepat dari 4 benda acuan: panci, bantal sofa, kasur, gelas) walau telah dibimbing.Mampu mengidentifikasi warna pada 1-2 benda rumah secara tepat dari 4 benda acuan (panci: abu-abu/hitam; bantal sofa: kuning/hijau; kasur: biru/putih; gelas: bening/transparan) dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi warna pada 3 benda rumah secara tepat dari 4 benda acuan (panci: abu-abu/hitam; bantal sofa: kuning/hijau; kasur: biru/putih; gelas: bening/transparan) secara mandiri.Mampu mengidentifikasi seluruh warna pada 4 benda rumah secara tepat dari seluruh 4 benda acuan (panci: abu-abu/hitam; bantal sofa: kuning/hijau; kasur: biru/putih; gelas: bening/transparan) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar benda di sekitar rumah membantu murid mengidentifikasi bentuk dan warna secara mandiri?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi rupa rumah yang paling diminati dan mudah dipahami oleh murid?

Murid:

  • Benda rumah mana yang paling mudah kamu tebak bentuk dan warnanya hari ini?
  • Apakah kamu sekarang bisa mengenali bentuk dan warna benda-benda lain yang ada di kamarmu?

Pertemuan 3 — Mengenali Alat Tulis, Pewarna Kering, dan Prosedur Penggunaannya untuk Menggambar Unsur Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk menggambar unsur rupa

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak cepat dengan menunjukkan 4 kartu gambar alat: (1) pensil grafit, (2) spidol, (3) krayon, dan (4) pensil warna. Guru meminta murid secara lisan menyebutkan nama alat tersebut dan mengelompokkan mana yang tergolong alat tulis pembuat garis dasar dan pewarna kering (acuan: pensil grafit = alat tulis/sketsa dasar; spidol = alat pembuat garis tegas; krayon dan pensil warna = pewarna kering) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid mengamati dan mengenali karakteristik fisik 4 alat menggambar milik sendiri: pensil grafit, penghapus, pensil warna, dan krayon dari segi ketajaman ujung, tekstur batang, dan jenis goresannya (15 menit).
  • Guru mendemonstrasikan 4 prosedur keselamatan dan teknik dasar penggunaan alat: (1) memegang pensil dengan posisi jemari rileks berjarak 2 cm dari ujung runcing agar tidak patah, (2) teknik menajamkan pensil dengan rautan putar secara searah dan mengumpulkan serpihan sampah di wadah, (3) memegang krayon dengan telapak jari stabil tanpa menekan terlalu keras ke kertas, (4) menggunakan penghapus secara satu arah agar kertas gambar tidak robek (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan 'Tebak Alat & Pasangkan Prosedur': Murid bekerja secara berpasangan mencocokkan 4 kartu nama alat dan bahan dengan 4 kartu prosedur penggunaan yang tepat: Kartu A (Pensil Grafit 2B) dipasangkan dengan Prosedur 1 (Digunakan untuk membuat sketsa garis tipis dan titik dasar, diraut runcing secara aman); Kartu B (Krayon) dipasangkan dengan Prosedur 2 (Digunakan untuk mengisi warna bidang tebal, digenggam tidak terlalu dekat ujungnya dan tidak ditekan berlebihan agar tidak patah); Kartu C (Pensil Warna) dipasangkan dengan Prosedur 3 (Digunakan untuk membuat garis warna berulang dan arsiran rapi, diraut sedang); Kartu D (Penghapus Karet) dipasangkan dengan Prosedur 4 (Digunakan mengoreksi garis secara perlahan satu arah agar permukaan kertas tidak rusak) (acuan: A-1, B-2, C-3, D-4) (20 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Pengenalan Prosedur Menggambar dengan mengidentifikasi serta mencentang pernyataan prosedur yang benar atau salah pada 4 butir: (1) Menekan krayon sekuat tenaga saat mewarnai adalah cara yang benar [Salah: krayon mudah patah], (2) Meraut pensil dilakukan hingga ujungnya runcing sedang dan serpihannya dibuang ke tempat sampah [Benar], (3) Pensil warna cocok digunakan untuk mengarsir garis warna yang rapi [Benar], (4) Menggosok penghapus secara bolak-balik keras-keras melindungi kertas dari sobek [Salah: kertas bisa lecek dan robek] (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali alat dan bahan gambar masing-masing, memastikan setiap alat tersimpan rapi pada tempatnya dengan ujung terlindung sesuai prosedur perawatan alat (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bersama tentang 4 jenis alat/bahan menggambar (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) dan prosedur penting penggunaannya agar aman dan awet (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik cek pemahaman singkat melalui 1 pertanyaan langsung: 'Mengapa kita tidak boleh menekan krayon terlalu kuat saat menggambar unsur bidang?' (acuan: agar krayon tidak mudah patah dan kertas tidak berlubang/rusak), serta menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya alat-alat ini akan diuji coba dalam membuat variasi garis dan bentuk (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah prosedur bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan karakteristik krayon dan pensil warna, guru memberikan pendampingan terbimbing; bagi murid cepat, murid diminta menganalisis 2 situasi tambahan terkait keamanan alat (misal: bahaya melempar rautan atau meninggalkan krayon di bawah sinar matahari langsung).
  • Produk: Format penyampaian hasil identifikasi dapat berupa lembar centang bergambar atau mencocokkan kartu pasangan secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan dan tebak cepat mengenali 4 alat gambar: pensil grafit, spidol, krayon, dan pensil warna berdasarkan kartu gambar (acuan: pensil grafit = alat tulis/sketsa; spidol = pembuat garis tegas; krayon dan pensil warna = pewarna kering).

Proses:

  • Pengamatan ketepatan murid dalam menjodohkan 4 pasangan kartu alat dan prosedur: Pensil Grafit 2B -> Sketsa garis tipis dan titik dasar, diraut runcing aman; Krayon -> Mengisi warna bidang tebal, tidak ditekan berlebihan; Pensil Warna -> Membuat garis warna dan arsiran rapi, diraut sedang; Penghapus Karet -> Mengoreksi garis perlahan satu arah (acuan kunci: A-1, B-2, C-3, D-4).
  • Penilaian ketepatan menjawab 4 butir lembar kerja benar/salah prosedur penggunaan alat gambar (kunci jawaban: Butir 1 = Salah, Butir 2 = Benar, Butir 3 = Benar, Butir 4 = Salah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menjelaskan alasan prosedur penggunaan krayon tidak boleh ditekan terlalu kuat (kriteria penerimaan: menyebutkan agar krayon tidak patah atau kertas tidak sobek/rusak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu alat dan prosedur penggunaan (4 pasang kartu)
  • Pemeriksaan lembar identifikasi benar-salah prosedur penggunaan alat gambar (4 butir pernyataan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Alat Tulis dan Pewarna KeringMengenali paling banyak 1 dari 4 alat gambar (pensil grafit, penghapus, krayon, pensil warna) dengan tepat sesuai karakteristik fisiknya.Mengenali 2 sampai 3 dari 4 alat gambar (pensil grafit, penghapus, krayon, pensil warna) dengan tepat sesuai karakteristik fisiknya.Mengenali seluruh 4 alat gambar (pensil grafit, penghapus, krayon, pensil warna) dengan tepat sesuai karakteristik fisiknya.Mengenali seluruh 4 alat gambar dengan tepat dan mandiri serta konsisten membedakan fungsi spesifiknya tanpa keraguan.
Mengenali Prosedur Penggunaan Alat dan BahanMengenali paling banyak 1 dari 4 prosedur penggunaan dan perawatan alat (pensil, krayon, pensil warna, penghapus) pada tugas penjodohan kartu dan lembar benar/salah.Mengenali 2 sampai 3 dari 4 prosedur penggunaan dan perawatan alat pada tugas penjodohan kartu dan lembar benar/salah.Mengenali seluruh 4 prosedur penggunaan dan perawatan alat secara tepat pada tugas penjodohan kartu (A-1, B-2, C-3, D-4) dan lembar benar/salah (1=S, 2=B, 3=B, 4=S).Mengenali seluruh 4 prosedur penggunaan dan perawatan alat secara tepat, mandiri, serta mampu menunjukkan alasan keamanan prosedur tersebut secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan karakteristik fisik dan prosedur penggunaan antara pensil warna dan krayon secara mandiri?
  • Bagian mana dari langkah demonstrasi prosedur penggunaan alat yang paling efektif dipahami oleh murid?

Murid:

  • Alat gambar apa yang paling kamu kenali cara penggunaannya hari ini?
  • Bagaimana caramu menjaga krayon atau pensil gambarmu agar tidak patah saat digunakan?

Pertemuan 4 — Menguji Coba Alat dan Bahan Menggambar serta Prosedur Penggunaannya dalam Membuat Variasi Garis dan Bentuk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam membuat garis dan bentuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran serta kesiapan murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba alat gambar (pensil, krayon, spidol) dan kertas dengan berbagai prosedur untuk membuat variasi garis dan bentuk (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid mengamati 3 contoh goresan garis pada kartu peraga di papan tulis (garis lurus tipis, garis tebal bertekstur, garis tegas pekat) dan menebak alat yang digunakan (acuan jawaban benar: garis tipis abu-abu = pensil; garis tebal bertekstur lilin = krayon; garis pekat basah merata = spidol) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang prosedur penggunaan alat: variasi tekanan pensil (tekan kuat untuk garis tebal, tekan lembut untuk garis tipis), posisi ujung krayon tegak vs rebah/miring, dan sapuan spidol searah agar kertas tidak sobek (15 menit).
  • Murid menyiapkan alat gambar masing-masing (pensil 2B, krayon, spidol) dan selembar kertas gambar berpetak eksplorasi yang dibagikan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menggembirakan 'Jelajah Garis dan Bentuk': Murid secara mandiri melakukan uji coba membuat 4 variasi garis (lurus, lengkung, zig-zag, spiral) menggunakan pensil, spidol, dan krayon dengan prosedur tekanan yang berbeda pada kolom lembar eksplorasi (20 menit).
  • Murid melanjutkan uji coba membuat variasi bentuk (bentuk geometris beraturan seperti lingkaran/segitiga dan bentuk organis bebas) menggunakan perpaduan teknik garis dan isian warna krayon dengan posisi tegak dan rebah pada kertas (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati hasil lembar uji cobanya sendiri untuk memeriksa ketepatan penerapan prosedur alat pada variasi garis dan bentuk yang telah dibuat (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil uji coba: prosedur penggunaan alat (posisi tegak/rebah dan tekanan tangan) menghasilkan karakter garis dan bentuk yang berbeda-beda (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemandirian dan ketelitian murid dalam menguji coba alat dan bahan, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar eksplorasi bergaris bantu samar bagi murid yang membutuhkan panduan motorik halus, dan lembar polos bebas bagi murid yang sudah terampil.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mengatur tekanan krayon/pensil, sedangkan murid yang mandiri diberi tantangan eksplorasi gradasi tekanan garis.
  • Produk: Variasi jumlah goresan bentuk dan garis disesuaikan dengan kesiapan motorik (minimal 4 variasi garis dan 2 variasi bentuk).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 3 kartu contoh goresan garis: (1) garis lurus tipis abu-abu, (2) garis tebal bertekstur lilin, (3) garis tegas pekat hitam. Kriteria ketercapaian: murid tepat menyebutkan minimal 2 dari 3 alat yang digunakan (acuan: 1 = pensil, 2 = krayon, 3 = spidol).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan prosedur penggunaan alat (mengatur tekanan pensil, memegang krayon tegak/rebah, dan menggores spidol searah) untuk membuat minimal 4 variasi garis (lurus, lengkung, zig-zag, spiral) dan 2 variasi bentuk (geometris dan organis) pada lembar uji coba.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lembar hasil uji coba alat dan bahan: Murid menunjukkan lembar kerja yang memuat uji coba alat pensil, krayon, dan spidol dengan kriteria minimal terisi 4 jenis variasi garis (lurus, lengkung, zig-zag, spiral) dan 2 variasi bentuk (geometris dan organis) sesuai prosedur penggunaan alat.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja eksplorasi lembar uji coba alat dan bahan dalam membuat variasi garis dan bentuk

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Uji Coba Penggunaan Alat dan Bahan Sesuai ProsedurHanya menguji coba 1 jenis alat gambar dan belum menerapkan prosedur tekanan atau posisi alat dengan tepat.Menguji coba 2 jenis alat gambar dengan menerapkan prosedur tekanan atau posisi alat secara tepat pada sebagian garis/bentuk.Menguji coba 3 jenis alat gambar (pensil, krayon, spidol) dengan menerapkan prosedur tekanan dan posisi alat secara tepat sesuai petunjuk kerja.Menguji coba 3 jenis alat gambar (pensil, krayon, spidol) secara mandiri dengan kontrol tekanan dan posisi alat yang sangat presisi dan konsisten di seluruh bidang uji.
Variasi Garis dan Bentuk yang DihasilkanMenghasilkan kurang dari 3 jenis variasi garis dan belum menghasilkan variasi bentuk.Menghasilkan 3 jenis variasi garis dan 1 variasi bentuk pada lembar uji coba.Menghasilkan minimal 4 variasi garis (lurus, lengkung, zig-zag, spiral) dan minimal 2 variasi bentuk (geometris dan organis) secara jelas.Menghasilkan lebih dari 4 variasi garis dan lebih dari 2 variasi bentuk dengan variasi ketebalan serta karakter goresan yang kaya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengikuti prosedur penggunaan masing-masing alat (pensil, spidol, krayon) dengan aman dan tertib?
  • Bagian prosedur mana yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang mengalami kesulitan motorik halus?

Murid:

  • Alat gambar mana yang paling mudah kamu kendalikan untuk membuat garis tebal dan tipis?
  • Apa perbedaan yang kamu rasakan saat membuat bentuk menggunakan pensil dibandingkan dengan krayon?

Pertemuan 5 — Membuat Karya Seni Rupa Gambar Berdasarkan Hasil Pengamatan terhadap Lingkungan Sekitar Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat gambar berdasarkan hasil pengamatan langsung pada lingkungan sekitar sekolah (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan dua gambar sketsa sederhana, yaitu Sketsa A (gambar pohon dan ayunan halaman sekolah) dan Sketsa B (gambar pemandangan laut/pantai), lalu meminta murid menunjuk sketsa mana yang menggambarkan lingkungan sekolah beserta alasannya (acuan: Sketsa A benar karena memuat objek lingkungan sekolah seperti pohon sekolah dan ayunan; Sketsa B salah/pengalih karena pantai bukan lingkungan sekitar sekolah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid keluar menuju halaman sekolah untuk melakukan 'Safari Pengamatan', mengamati secara berkesadaran bentuk-bentuk bangunan, pepohonan, taman, dan benda di sekitar sekolah (15 menit).
  • Guru memandu murid memilih minimal satu objek atau sudut lingkungan sekolah yang akan digambar (misalnya taman bunga, deretan ruang kelas, tiang bendera, atau gerbang sekolah) dan mencatat unsur rupa utamanya secara mental (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid kembali ke kelas dan memulai 'Tantangan Seniman Cilik Sketsa Cepat': membuat sketsa dasar garis dan bentuk dari objek lingkungan sekolah yang telah diamati pada kertas gambar berukuran A4 menggunakan pensil (15 menit).
  • Murid mengembangkan sketsa menjadi karya gambar utuh lingkungan sekolah secara mandiri, melengkapi rincian objek hasil pengamatan (seperti daun pada pohon, jendela pada dinding kelas, atau tiang bendera) (20 menit).
  • Murid menyelesaikan pewarnaan pada karya gambar lingkungan sekolah menggunakan alat pewarna kering (krayon atau pensil warna) sesuai dengan pengamatan visual nyata lingkungan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil karyanya di atas meja masing-masing, memeriksa kelengkapan objek gambar dan kesesuaiannya dengan lingkungan sekolah yang diamati (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses berkarya hari ini tentang bagaimana pengamatan langsung membantu menuangkan bentuk nyata ke dalam karya gambar (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemandirian murid dalam berkarya dan menyampaikan kegiatan pada pertemuan berikutnya yaitu merefleksikan karya gambar diri sendiri, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sudut pandang pengamatan yang bervariasi: sudut lingkungan terdekat (teras depan kelas) bagi murid yang memerlukan ruang amatan terfokus, dan area halaman terbuka bagi murid yang siap mengamati komposisi lanskap yang lebih luas.
  • Proses: Memberikan bimbingan bertahap (scaffolding) berupa panduan membuat bentuk dasar geometris bagi murid yang kesulitan memulai sketsa objek lingkungan sekolah, serta memberi keleluasaan bagi murid mahir untuk mengeksplorasi komposisi objek majemuk.
  • Produk: Karya gambar lingkungan sekolah dengan kompleksitas rincian objek yang disesuaikan: gambar 1 objek tunggal utama lingkungan sekolah yang jelas bagi murid berkembang, atau lanskap lingkungan sekolah dengan 2 objek atau lebih bagi murid yang mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi visual objek lingkungan sekolah: Guru memperlihatkan dua gambar sketsa: (1) Sketsa A (halaman sekolah dengan pohon dan ayunan), (2) Sketsa B (pemandangan pantai berpasir dan kapal). Murid diminta menunjuk gambar mana yang mewakili lingkungan sekolah. Acuan jawaban benar: Murid memilih Sketsa A karena objek pohon taman dan ayunan adalah benda lingkungan sekolah, sedangkan pantai pada Sketsa B bukan lingkungan sekolah.

Proses:

  • Lembar observasi proses membuat karya: Guru mengamati keterlaksanaan tahapan pembuatan gambar oleh murid (membuat sketsa objek lingkungan sekolah, melengkapi detail objek, dan mewarnai karya). Kriteria pengamatan: (1) Karya memuat objek nyata lingkungan sekolah yang diamati (misalnya gedung kelas, pohon, pagar, tiang bendera), (2) Pengerjaan karya dilakukan secara mandiri dari tahap sketsa hingga pewarnaan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk karya gambar: Guru memeriksa lembar karya gambar lingkungan sekolah yang telah selesai dibuat murid. Kriteria penerimaan produk: Gambar menampilkan wujud objek lingkungan sekitar sekolah yang dapat dikenali secara visual (minimal 1 objek utama lingkungan sekolah) yang dikerjakan dengan tuntas.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi objek lingkungan sekolah melalui perbandingan sketsa visual.
  • Observasi unjuk kerja proses berkarya: pengamatan keterlibatan murid dalam membuat karya gambar berdasarkan hasil pengamatan langsung.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Objek Gambar dengan Pengamatan Lingkungan SekolahBelum mampu menampilkan objek lingkungan sekitar sekolah pada karyanya; gambar memuat objek khayalan yang tidak ada di lingkungan sekolah.Menampilkan gambar objek lingkungan sekolah tetapi belum jelas atau memerlukan bimbingan penuh untuk menghubungkan hasil pengamatan ke kertas gambar.Mampu membuat karya gambar yang menampilkan minimal satu objek lingkungan sekolah sesuai hasil pengamatan secara mandiri.Mampu membuat karya gambar yang menampilkan perpaduan dua objek atau lebih dari lingkungan sekolah secara rinci dan mandiri berdasarkan pengamatan visual.
Penyelesaian Karya Gambar Seni RupaBelum menyelesaikan sketsa dasar objek lingkungan sekolah hingga waktu berkarya berakhir.Menyelesaikan sketsa dasar garis dan bentuk objek lingkungan sekolah, namun tahap pewarnaan belum terselesaikan.Menyelesaikan karya gambar lingkungan sekolah secara utuh mulai dari sketsa hingga pewarnaan objek.Menyelesaikan karya gambar lingkungan sekolah secara utuh, rapi, dan tuntas pada seluruh bidang gambar mulai dari sketsa hingga pewarnaan penuh secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengamatan langsung di halaman sekolah efektif membantu murid menemukan ide objek gambar lingkungan sekitar?
  • Bagian mana dari proses pembuatan gambar (sketsa atau pewarnaan) yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis guru?

Murid:

  • Objek lingkungan sekolah apa yang paling kamu sukai saat kamu gambar hari ini?
  • Apa hal paling mudah dan hal paling menantang yang kamu rasakan saat menggambar pemandangan sekolahmu?

Pertemuan 6 — Merefleksikan Unsur Rupa pada Karya Gambar Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa yang Sesuai — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan karya gambar lingkungan sekitar buatan diri sendiri dari pertemuan sebelumnya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menempelkan 3 kartu bertuliskan kosa kata seni rupa di papan tulis, yaitu (1) Garis lurus/lengkung/bergelombang, (2) Bentuk geometris/organis, dan (3) Warna primer/sekunder/hangat/dingin. Guru meminta murid secara lisan menyebutkan 1 contoh unsur rupa yang mereka ingat dan sudah digambar pada karyanya sendiri (acuan: murid menyebut minimal 1 kategori unsur rupa secara tepat) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan kembali lembar karya gambar lingkungan sekitar buatan masing-masing murid yang telah dibuat pada Pertemuan 5 (5 menit).
  • Guru memandu murid mencermati dan mengenali kembali bank kosa kata seni rupa yang tertulis di papan tulis: unsur garis (lurus, lengkung, zig-zag, bergelombang, putus-putus), unsur bentuk (persegi, lingkaran, segitiga, bentuk daun/pohon/organis), dan unsur warna (merah, kuning, biru, hijau, cokelat, warna cerah/gelap/hangat/dingin) (10 menit).
  • Guru memberikan contoh cara merefleksikan sebuah gambar contoh menggunakan kalimat panduan: 'Pada gambarku, aku menggunakan garis lengkung untuk batang pohon, bentuk persegi untuk jendela gedung, dan warna hijau cerah untuk dedaunan' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Berburu Unsur Rupaku': murid berdiri, mengamati karyanya masing-masing, dan mengangkat kartu simbol (garis/bentuk/warna) begitu guru membunyikan lonceng untuk menandai unsur yang paling mereka sukai pada karyanya sendiri (10 menit).
  • Guru membagikan Lembar Refleksi Diri yang berisi 4 butir panduan refleksi tertulis/lisan: (1) Jenis garis yang terdapat pada gambar diri sendiri; (2) Jenis bentuk yang terdapat pada gambar diri sendiri; (3) Pilihan warna yang dominan pada gambar diri sendiri; (4) Bagian gambar yang paling berhasil dibuat beserta alasan unsur rupanya (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi dengan mengamati karya gambarnya sendiri dan mencocokkannya dengan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara bergantian dalam kelompok meja (masing-masing 3-4 murid) membacakan lembar refleksi diri masing-masing di depan teman kelompoknya, menunjukkan letak unsur rupa pada gambar buatan sendiri (15 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa murid saat merefleksikan gambarnya sendiri (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa (garis, bentuk, warna) untuk mengenali dan menceritakan kembali karya seni buatan sendiri (4 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan menanyakan 1 kosa kata rupa yang berhasil digunakan oleh murid hari ini untuk merefleksikan gambarnya (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 1) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan visual yang memuat gambar contoh jenis garis, bentuk, dan warna berdampingan dengan teks istilahnya. Murid yang mahir disediakan daftar kosa kata seni rupa lanjutan seperti tekstur semu dan kesan warna hangat/dingin.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara berkala dalam mencocokkan unsur pada gambarnya dengan kosa kata seni rupa pada lembar refleksi. Murid mahir melakukan refleksi mandiri secara penuh.
  • Produk: Murid dapat menuangkan refleksinya dalam bentuk tulisan kalimat sederhana pada lembar refleksi atau menyampaikannya secara lisan langsung kepada guru dengan menunjuk bagian karyanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan 1 unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) yang terdapat pada gambar lingkungan sekolah buatan mereka di Pertemuan 5. Kriteria kesiapan: Murid siap jika mampu menyebutkan minimal 1 kosa kata unsur rupa secara tepat (Daftar acuan unsur rupa: Garis [lurus/lengkung/zig-zag/bergelombang], Bentuk [lingkaran/persegi/segitiga/organis], Warna [primer/sekunder/merah/kuning/biru/hijau/cokelat]).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Refleksi Diri dan observasi lisan saat murid merefleksikan gambarnya sendiri. Lembar refleksi memuat 4 butir: (1) Menyebutkan jenis garis pada gambar sendiri (acuan: minimal 1 jenis garis tepat, misal garis lurus/lengkung/bergelombang); (2) Menyebutkan jenis bentuk pada gambar sendiri (acuan: minimal 1 jenis bentuk tepat, misal persegi/lingkaran/daun); (3) Menyebutkan warna yang digunakan (acuan: minimal 2 warna tepat sesuai gambar); (4) Menyebutkan bagian gambar yang disukai dengan mengaitkannya pada unsur rupa (acuan: menghubungkan bagian objek dengan salah satu unsur garis/bentuk/warna secara tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: Setiap murid menyebutkan 1 kalimat refleksi tentang karyanya sendiri yang memuat minimal 1 kosa kata seni rupa (acuan: kalimat memuat kata 'garis [jenis garis]', 'bentuk [jenis bentuk]', atau 'warna [nama/sifat warna]' yang benar-benar ada pada gambar buatannya).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik pengenalan kosa kata seni rupa (garis, bentuk, warna) berdasarkan karya murid.
  • Asesmen Proses: Observasi unjuk kerja dan pemeriksaan lembar refleksi diri murid dalam mengidentifikasi dan merefleksikan unsur rupa pada karya gambarnya sendiri menggunakan kosa kata seni rupa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa untuk Merefleksikan Karya SendiriBelum mampu menyebutkan unsur rupa pada karya sendiri atau menyebutkan unsur rupa tanpa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai meski telah dibimbing guru.Mampu merefleksikan karya sendiri dengan menyebutkan 1 unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dengan bantuan/panduan penuh dari guru.Mampu merefleksikan karya sendiri dengan menyebutkan minimal 2-3 unsur rupa (garis, bentuk, dan/atau warna) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara mandiri sesuai lembar refleksi.Mampu merefleksikan karya sendiri secara lengkap mencakup seluruh 4 butir refleksi (garis, bentuk, warna, serta bagian yang paling berhasil beserta alasannya) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan bank kosa kata di papan tulis efektif membantu murid mengingat dan memilih istilah seni rupa yang tepat?
  • Apakah lembar refleksi diri yang disediakan cukup mudah dipahami dan diisi oleh murid kelas 3?
  • Bagian mana dari kegiatan refleksi yang paling membutuhkan bimbingan intensif dari guru?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa baru apa saja yang kamu gunakan untuk menceritakan gambarmu hari ini?
  • Apakah kamu merasa lebih mudah menceritakan gambarmu setelah mengetahui nama-nama garis, bentuk, dan warna?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Mengidentifikasi unsur rupa dalam benda-benda di sekitar sekolah atau rumah
  • TP 3.1.2 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya untuk menggambar unsur rupa
  • TP 3.1.3 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya dalam membuat garis dan bentuk
  • TP 3.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
  • TP 3.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa singkat, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan meja kerja kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 1, yakni pembuatan produk gambar lingkungan sekolah dan unjuk kerja refleksi lisan secara mandiri (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar gambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan tugas 1: menggambar objek lingkungan sekolah (seperti pohon, gedung kelas, pagar, atau taman) dengan memadukan unsur garis, bidang/bentuk, dan pewarna kering sesuai prosedur penggunaan alat yang rapi (5 menit).
  • Guru menjelaskan alur tugas 2: saat waktu menggambar selesai, murid merapikan meja secara tertib, lalu bergilir satu per satu ke meja guru untuk menyampaikan refleksi lisan karya sendiri selama 1,5 menit dengan panduan 3 pertanyaan refleksi: (1) Apa objek lingkungan sekolah yang digambar?, (2) Unsur garis dan bentuk apa saja yang digunakan?, (3) Warna apa saja yang dipilih dan bagaimana alat pewarna digunakan? (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Serentak): Murid secara mandiri mengerjakan karya gambar berdasarkan hasil pengamatan objek lingkungan sekolah di kertas gambar menggunakan pensil dan pewarna kering (krayon/pensil warna) dengan menerapkan variasi garis, bentuk, dan warna sesuai prosedur penggunaan alat (55 menit).
  • Tugas 2 (Rotasi Lisan): Murid merapikan alat dan bahan masing-masing di meja, sementara guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) untuk menyampaikan refleksi lisan mengenai unsur garis, bentuk, warna, serta prosedur alat pada karyanya menggunakan lembar ceklis dan rubrik asesmen sumatif (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memberikan konfirmasi bahwa seluruh rangkaian pengambilan data asesmen sumatif Bab 1 telah selesai dan mengumpulkan seluruh lembar produk gambar murid (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan karya dan unjuk kerja refleksi lisan Bab 1 (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar gambar dan kriteria asesmen sumatif seragam untuk seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan dukungan motorik halus diperbolehkan memilih krayon berpegangan besar atau pensil warna segitiga; murid yang ragu dalam lisan dipandu dengan kartu pertanyaan pemantik refleksi tanpa mengurangi kriteria penilaian.
  • Produk: Format produk seragam berupa 1 lembar gambar lingkungan sekolah dan rekaman/ceklis refleksi lisan mandiri berdurasi 1,5 menit.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat gambar mandiri (buku gambar/kertas, pensil, penghapus, krayon/pensil warna) sebelum asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Observasi kepatuhan prosedur penggunaan alat dan kemandirian pengerjaan karya gambar selama 55 menit di kelas.

Sumatif Bab:

  • penilaian produk karya seni rupa terpadu dan unjuk kerja refleksi lisan: karya gambar lingkungan sekolah yang memuat aneka unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna) hasil eksplorasi alat/bahan serta rekaman lisan refleksi diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat
  • unjuk kerja praktik dan produk karya serentak: lembar karya gambar murid yang dibuat serentak di kelas berdasarkan pengamatan objek lingkungan sekolah, menampilkan penerapan variasi unsur rupa (garis, bentuk, warna) dan prosedur penggunaan alat gambar yang tepat (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk dan lembar observasi unjuk kerja)
  • penilaian lisan bergiliran: penyampaian lisan refleksi diri tentang unsur garis, bentuk, dan warna pada karya sendiri selama 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain merapikan alat dan bahan (45 menit / 1,5 menit = 30 slot, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan rubrik penilaian lisan)

Sumatif:

  • penilaian produk karya seni rupa terpadu dan unjuk kerja refleksi lisan: karya gambar lingkungan sekolah yang memuat aneka unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna) hasil eksplorasi alat/bahan serta rekaman lisan refleksi diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat
  • unjuk kerja praktik dan produk karya serentak: lembar karya gambar murid yang dibuat serentak di kelas berdasarkan pengamatan objek lingkungan sekolah, menampilkan penerapan variasi unsur rupa (garis, bentuk, warna) dan prosedur penggunaan alat gambar yang tepat (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk dan lembar observasi unjuk kerja)
  • penilaian lisan bergiliran: penyampaian lisan refleksi diri tentang unsur garis, bentuk, dan warna pada karya sendiri selama 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain merapikan alat dan bahan (45 menit / 1,5 menit = 30 slot, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis dan rubrik penilaian lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan dan Penerapan Unsur Rupa (Garis dan Bentuk)Gambar belum menunjukkan objek lingkungan sekolah; hanya memuat 1 jenis garis atau tidak membentuk bidang/bentuk yang jelas.Menampilkan objek lingkungan sekolah dengan menerapkan 1 jenis garis dan 1 jenis bentuk (misalnya hanya garis lurus dan bentuk kotak).Menampilkan objek lingkungan sekolah dengan menerapkan minimal 2 jenis garis (misal garis lurus dan lengkung) serta 2 jenis bentuk (misal bentuk kotak dan segitiga/organis) secara jelas.Menampilkan objek lingkungan sekolah secara kaya dan rinci dengan menerapkan lebih dari 2 jenis garis (lurus, lengkung, zig-zag) serta memadukan bentuk geometris dan organis secara tepat.
Penggunaan Alat dan Pewarnaan (Warna dan Prosedur)Pewarnaan belum merata, menggunakan kurang dari 2 warna, dan prosedur alat belum rapi (banyak coretan di luar bidang).Menggunakan 2 variasi warna, namun teknik penggunaan alat pewarna kering masih belum merata atau keluar dari garis batas bentuk.Menggunakan minimal 3 variasi warna (primer/sekunder) dengan prosedur penggunaan pewarna kering yang rapi dan menutup bidang gambar sesuai batas bentuk.Menggunakan variasi warna yang kaya (lebih dari 3 warna) dengan teknik pulasan/arsiran pewarna kering yang sangat rapi, padat, dan bersih tanpa keluar batas bidang.
Refleksi Lisan Karya Diri SendiriTidak dapat menyebutkan unsur rupa pada karyanya sendiri atau memerlukan bantuan penuh untuk menjawab 3 pertanyaan refleksi.Mampu menyebutkan objek gambar dan 1 kosa kata unsur rupa (garis atau warna saja) pada karyanya dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan secara mandiri dalam 1,5 menit mengenai objek gambar, menyebutkan 2 jenis garis/bentuk, serta 2 warna yang dipakai pada karyanya dengan kosa kata seni rupa yang sesuai.Mampu menyampaikan refleksi diri secara runtut dan mandiri mengenai objek gambar, menguraikan variasi garis, bentuk, warna, serta prosedur alat yang digunakan dengan kosa kata seni rupa yang tepat dan percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 55 menit untuk produk gambar dan 30 menit untuk rotasi lisan (1,5 menit per anak) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana capaian ketuntasan murid pada pemahaman unsur rupa dan keterampilan penggunaan alat gambar di akhir Bab 1 ini?

Murid:

  • Bagian mana dari gambar lingkungan sekolah buatanmu yang paling kamu sukai hasilnya?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat menceritakan garis, bentuk, dan warna pada gambarmu di depan guru?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas III SD Kemendikbudristek 2022
  2. Benda-benda nyata di lingkungan sekolah (papan tulis, mistar, ubin, jendela, pintu, pagar)
  3. Lembar Kerja Pengamatan Detektif Unsur Rupa
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi)
  5. Kartu gambar benda-benda perabot rumah tangga (cermin, tudung saji, jam dinding, vas bunga)
  6. Lembar Eksplorasi Rupa Rumah (gambar situasi dapur, ruang tamu, kamar, ruang makan)
  7. Benda konkrit di kelas (kotak bekal makan murid)
  8. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  9. Kotak alat tulis dan gambar milik murid (pensil grafit 2B, peraut, penghapus karet, pensil warna, krayon)
  10. Set kartu pasangan alat gambar dan kartu prosedur penggunaan alat
  11. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022, Bab 1 Aktivitas 1.10)
  12. Buku Siswa Seni Rupa Kelas III
  13. Kertas gambar ukuran A4 / lembar petak eksplorasi
  14. Alat gambar: pensil 2B, krayon/oil pastel, dan spidol warna
  15. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas III
  16. Kertas gambar ukuran A4 atau buku gambar
  17. Pensil dan penghapus untuk membuat sketsa
  18. Pewarna kering (krayon atau pensil warna)
  19. Lingkungan fisik sekitar sekolah (halaman, taman, gedung kelas, tiang bendera)
  20. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, Edisi Revisi).
  21. Karya gambar lingkungan sekitar sekolah buatan murid dari Pertemuan 5.
  22. Papan tulis dan kartu bertuliskan bank kosa kata seni rupa (unsur garis, bentuk, warna).
  23. Lembar Refleksi Diri murid.
  24. Kertas gambar ukuran A4
  25. Pensil gambar dan penghapus
  26. Krayon atau pensil warna
  27. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2023)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.