Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Dampak Emosional Karya Seni

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Dampak Emosional Karya Seni". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Dampak Emosional Karya Seni

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Dampak Emosional Karya Seni

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikDampak Emosional Karya Seni
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menceritakan perubahan perasaan atau pikiran setelah melihat suatu karya seni (milik sendiri atau teman)
  2. Murid mampu mengidentifikasi emosi yang dirasakan saat melihat karya seni (senang, sedih, terinspirasi, dll)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni milikmu atau teman?
  2. Apakah ada karya seni yang membuatmu senang, sedih, atau terinspirasi?
  3. Bagaimana perasaanmu berubah setelah melihat sebuah karya seni?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: kita akan belajar tentang perasaan yang muncul saat melihat karya seni
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah merasa senang atau sedih saat melihat gambar atau karya seni?'
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan antusiasme: 'Apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni milikmu atau teman?'
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan: melihat beberapa karya seni dan menceritakan perasaan yang muncul

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan 3-4 karya seni sederhana (gambar, lukisan, atau karya murid dari pertemuan sebelumnya) di depan kelas
  • Guru mengajak murid mengamati setiap karya dengan seksama selama 1-2 menit per karya
  • Guru memberikan contoh menceritakan perasaan: 'Bu Guru merasa senang melihat warna cerah di gambar ini, seperti sedang bermain di taman'
  • Murid diminta diam sejenak dan merasakan apa yang ada di hati mereka saat melihat karya tersebut (praktik berkesadaran)
  • Guru mengenalkan nama-nama emosi sederhana dengan bantuan kartu emosi atau ekspresi wajah: senang, sedih, kaget, terinspirasi, tenang, semangat
  • Murid diminta menunjuk kartu emosi yang sesuai dengan perasaan mereka saat melihat setiap karya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
  • Setiap kelompok diberikan 2-3 karya seni (bisa karya teman sekelas atau gambar sederhana)
  • Murid diminta berdiskusi dalam kelompok: emosi apa yang dirasakan saat melihat karya tersebut
  • Setiap anak dalam kelompok menceritakan perasaannya secara bergantian (tidak ada jawaban benar atau salah)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan penuntun: 'Mengapa kamu merasa senang?', 'Bagian mana yang membuatmu terinspirasi?'
  • Murid diminta menuliskan atau menggambar emosi yang mereka rasakan di lembar kerja sederhana (bisa dengan emotikon atau kata-kata pendek)
  • Setiap kelompok memilih satu perwakilan untuk menceritakan hasil diskusi mereka di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing untuk refleksi pribadi
  • Murid diminta memikirkan: 'Apakah perasaanku berubah setelah melihat karya seni tadi? Dari apa menjadi apa?'
  • Guru memberikan waktu hening 1-2 menit untuk murid merenungkan pengalaman mereka (praktik berkesadaran)
  • Murid diminta menuliskan atau menggambar di buku catatan: satu hal baik atau perasaan positif yang mereka dapat dari melihat karya seni hari ini
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela (tidak dipaksa)
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid menceritakan perasaan mereka: 'Setiap perasaan kalian itu penting dan tidak ada yang salah'
  • Guru menguatkan pembelajaran: karya seni bisa membuat kita merasakan berbagai emosi, dan itu adalah hal yang indah

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan lembar kerja mereka (penilaian hasil)
  • Guru memberikan pertanyaan refleksi untuk murid: 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perasaanmu saat melihat karya seni?'
  • Guru memberikan penguatan positif: setiap orang bisa merasakan emosi yang berbeda dari karya seni yang sama, dan semua itu benar
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca/menulis, gunakan kartu emosi bergambar atau stiker emotikon. Untuk murid yang sudah lancar, ajak menulis kalimat lengkap tentang perasaan mereka.
  • Proses: Murid yang pemalu dapat menceritakan perasaan mereka kepada guru secara pribadi atau melalui tulisan. Murid yang percaya diri dapat menjadi presenter kelompok.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan perasaan: menggambar emotikon, menulis kata sederhana, atau bercerita lisan. Hasil tidak harus sama, yang penting dapat mengidentifikasi emosi yang dirasakan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah merasa senang atau sedih saat melihat gambar atau karya seni?'
  • Observasi respon murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengalaman awal mereka

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mengamati karya seni (apakah fokus, antusias, atau bingung)
  • Catatan anekdotal saat diskusi kelompok: kemampuan menceritakan emosi dan mendengarkan teman
  • Penilaian lembar kerja sementara: apakah murid dapat mencocokkan emosi dengan karya yang dilihat
  • Pertanyaan penuntun guru selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman: 'Mengapa kamu merasa senang?', 'Bagian mana yang membuatmu sedih?'

Akhir:

  • Penilaian lembar kerja akhir: ketepatan mengidentifikasi emosi (minimal 2 emosi berbeda)
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik: kejelasan menceritakan perasaan dan perubahan emosi
  • Penilaian refleksi individu: kemampuan menceritakan satu hal baik atau perubahan perasaan setelah melihat karya seni
  • Penilaian diri murid: 'Apakah aku bisa menceritakan perasaanku hari ini?'

Formatif:

  • Observasi saat murid mengamati karya seni: apakah mereka fokus dan terlibat
  • Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan menceritakan perasaan dan mendengarkan teman
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman tentang emosi

Sumatif:

  • Penilaian lembar kerja: kemampuan mengidentifikasi dan menuliskan/menggambar emosi yang dirasakan
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan menceritakan perubahan perasaan setelah melihat karya seni
  • Penilaian refleksi tertulis atau gambar di buku catatan murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi emosi saat melihat karya seniMurid belum dapat menyebutkan emosi yang dirasakan atau tidak memberikan responMurid dapat menyebutkan 1 emosi sederhana (senang/sedih) dengan bimbingan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 emosi yang dirasakan saat melihat karya seni secara mandiriMurid dapat menyebutkan berbagai emosi dan menjelaskan mengapa merasakan emosi tersebut
Kemampuan menceritakan perubahan perasaan setelah melihat karya seniMurid belum dapat menceritakan perubahan perasaan atau tidak memberikan responMurid dapat menceritakan perasaan awal atau akhir saja, tetapi belum menjelaskan perubahannyaMurid dapat menceritakan perubahan perasaan (dari apa ke apa) dengan contoh sederhanaMurid dapat menceritakan perubahan perasaan dengan detail dan memberikan alasan mengapa perasaan berubah
Keberanian mengekspresikan perasaan di hadapan temanMurid tidak berani atau tidak mau berbicara di depan temanMurid berani berbicara dengan suara pelan atau hanya kepada guruMurid berani menceritakan perasaannya di hadapan kelompok kecil dengan jelasMurid berani dan percaya diri menceritakan perasaannya di depan kelas dengan ekspresif
Kemampuan menemukan hal baik dari karya seni bagi dirinyaMurid belum dapat menemukan atau menyebutkan hal baik dari karya seniMurid dapat menyebutkan hal baik yang umum (bagus, indah) dengan bimbingan guruMurid dapat menyebutkan hal baik spesifik (membuat senang, memberi semangat, terinspirasi) secara mandiriMurid dapat menjelaskan hal baik secara mendalam dan mengaitkan dengan pengalaman pribadinya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal satu emosi yang dirasakan saat melihat karya seni?
  • Bagaimana saya dapat membantu murid yang masih pemalu untuk berani mengekspresikan perasaannya?
  • Apakah strategi diskusi kelompok efektif untuk memfasilitasi murid menceritakan perasaan mereka?
  • Karya seni mana yang paling memicu respons emosional dari murid? Mengapa?
  • Apa yang perlu saya tingkatkan dalam memfasilitasi pembelajaran tentang dampak emosional karya seni di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perasaanmu saat melihat karya seni?
  • Emosi apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni tadi? (senang, sedih, terinspirasi, atau lainnya)
  • Apakah perasaanmu berubah setelah melihat karya seni? Dari apa menjadi apa?
  • Hal baik apa yang kamu dapatkan dari melihat karya seni hari ini?
  • Apakah kamu merasa berani menceritakan perasaanmu di depan teman-teman? Bagaimana rasanya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka (Bab 8: Hal Baik dari Sebuah Karya Seni)
  2. Buku Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
  3. Karya seni murid dari pertemuan sebelumnya
  4. Kartu emosi bergambar (senang, sedih, kaget, terinspirasi, tenang, semangat)
  5. Reproduksi karya seni sederhana (gambar, lukisan, atau poster)
  6. Lembar kerja identifikasi emosi
  7. Kertas gambar dan alat tulis (pensil warna, krayon)
  8. Papan tulis dan spidol untuk menampilkan karya seni

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.