MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A) Topik: Dampak Emosional Karya Seni INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Dampak Emosional Karya Seni |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menceritakan perubahan perasaan atau pikiran setelah melihat suatu karya seni (milik sendiri atau teman)
- Murid mampu mengidentifikasi emosi yang dirasakan saat melihat karya seni (senang, sedih, terinspirasi, dll)
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni milikmu atau teman?
- Apakah ada karya seni yang membuatmu senang, sedih, atau terinspirasi?
- Bagaimana perasaanmu berubah setelah melihat sebuah karya seni?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: kita akan belajar tentang perasaan yang muncul saat melihat karya seni
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah merasa senang atau sedih saat melihat gambar atau karya seni?'
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan antusiasme: 'Apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni milikmu atau teman?'
- Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan: melihat beberapa karya seni dan menceritakan perasaan yang muncul
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan 3-4 karya seni sederhana (gambar, lukisan, atau karya murid dari pertemuan sebelumnya) di depan kelas
- Guru mengajak murid mengamati setiap karya dengan seksama selama 1-2 menit per karya
- Guru memberikan contoh menceritakan perasaan: 'Bu Guru merasa senang melihat warna cerah di gambar ini, seperti sedang bermain di taman'
- Murid diminta diam sejenak dan merasakan apa yang ada di hati mereka saat melihat karya tersebut (praktik berkesadaran)
- Guru mengenalkan nama-nama emosi sederhana dengan bantuan kartu emosi atau ekspresi wajah: senang, sedih, kaget, terinspirasi, tenang, semangat
- Murid diminta menunjuk kartu emosi yang sesuai dengan perasaan mereka saat melihat setiap karya
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
- Setiap kelompok diberikan 2-3 karya seni (bisa karya teman sekelas atau gambar sederhana)
- Murid diminta berdiskusi dalam kelompok: emosi apa yang dirasakan saat melihat karya tersebut
- Setiap anak dalam kelompok menceritakan perasaannya secara bergantian (tidak ada jawaban benar atau salah)
- Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan penuntun: 'Mengapa kamu merasa senang?', 'Bagian mana yang membuatmu terinspirasi?'
- Murid diminta menuliskan atau menggambar emosi yang mereka rasakan di lembar kerja sederhana (bisa dengan emotikon atau kata-kata pendek)
- Setiap kelompok memilih satu perwakilan untuk menceritakan hasil diskusi mereka di depan kelas
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing untuk refleksi pribadi
- Murid diminta memikirkan: 'Apakah perasaanku berubah setelah melihat karya seni tadi? Dari apa menjadi apa?'
- Guru memberikan waktu hening 1-2 menit untuk murid merenungkan pengalaman mereka (praktik berkesadaran)
- Murid diminta menuliskan atau menggambar di buku catatan: satu hal baik atau perasaan positif yang mereka dapat dari melihat karya seni hari ini
- Beberapa murid diminta berbagi refleksi mereka secara sukarela (tidak dipaksa)
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid menceritakan perasaan mereka: 'Setiap perasaan kalian itu penting dan tidak ada yang salah'
- Guru menguatkan pembelajaran: karya seni bisa membuat kita merasakan berbagai emosi, dan itu adalah hal yang indah
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan lembar kerja mereka (penilaian hasil)
- Guru memberikan pertanyaan refleksi untuk murid: 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perasaanmu saat melihat karya seni?'
- Guru memberikan penguatan positif: setiap orang bisa merasakan emosi yang berbeda dari karya seni yang sama, dan semua itu benar
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca/menulis, gunakan kartu emosi bergambar atau stiker emotikon. Untuk murid yang sudah lancar, ajak menulis kalimat lengkap tentang perasaan mereka.
- Proses: Murid yang pemalu dapat menceritakan perasaan mereka kepada guru secara pribadi atau melalui tulisan. Murid yang percaya diri dapat menjadi presenter kelompok.
- Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan perasaan: menggambar emotikon, menulis kata sederhana, atau bercerita lisan. Hasil tidak harus sama, yang penting dapat mengidentifikasi emosi yang dirasakan.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah merasa senang atau sedih saat melihat gambar atau karya seni?'
- Observasi respon murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengalaman awal mereka
Proses:- Observasi partisipasi murid saat mengamati karya seni (apakah fokus, antusias, atau bingung)
- Catatan anekdotal saat diskusi kelompok: kemampuan menceritakan emosi dan mendengarkan teman
- Penilaian lembar kerja sementara: apakah murid dapat mencocokkan emosi dengan karya yang dilihat
- Pertanyaan penuntun guru selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman: 'Mengapa kamu merasa senang?', 'Bagian mana yang membuatmu sedih?'
Akhir:- Penilaian lembar kerja akhir: ketepatan mengidentifikasi emosi (minimal 2 emosi berbeda)
- Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik: kejelasan menceritakan perasaan dan perubahan emosi
- Penilaian refleksi individu: kemampuan menceritakan satu hal baik atau perubahan perasaan setelah melihat karya seni
- Penilaian diri murid: 'Apakah aku bisa menceritakan perasaanku hari ini?'
Formatif:- Observasi saat murid mengamati karya seni: apakah mereka fokus dan terlibat
- Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan menceritakan perasaan dan mendengarkan teman
- Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman tentang emosi
Sumatif:- Penilaian lembar kerja: kemampuan mengidentifikasi dan menuliskan/menggambar emosi yang dirasakan
- Penilaian presentasi kelompok: kejelasan menceritakan perubahan perasaan setelah melihat karya seni
- Penilaian refleksi tertulis atau gambar di buku catatan murid
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengidentifikasi emosi saat melihat karya seni | Murid belum dapat menyebutkan emosi yang dirasakan atau tidak memberikan respon | Murid dapat menyebutkan 1 emosi sederhana (senang/sedih) dengan bimbingan guru | Murid dapat menyebutkan 2-3 emosi yang dirasakan saat melihat karya seni secara mandiri | Murid dapat menyebutkan berbagai emosi dan menjelaskan mengapa merasakan emosi tersebut | | Kemampuan menceritakan perubahan perasaan setelah melihat karya seni | Murid belum dapat menceritakan perubahan perasaan atau tidak memberikan respon | Murid dapat menceritakan perasaan awal atau akhir saja, tetapi belum menjelaskan perubahannya | Murid dapat menceritakan perubahan perasaan (dari apa ke apa) dengan contoh sederhana | Murid dapat menceritakan perubahan perasaan dengan detail dan memberikan alasan mengapa perasaan berubah | | Keberanian mengekspresikan perasaan di hadapan teman | Murid tidak berani atau tidak mau berbicara di depan teman | Murid berani berbicara dengan suara pelan atau hanya kepada guru | Murid berani menceritakan perasaannya di hadapan kelompok kecil dengan jelas | Murid berani dan percaya diri menceritakan perasaannya di depan kelas dengan ekspresif | | Kemampuan menemukan hal baik dari karya seni bagi dirinya | Murid belum dapat menemukan atau menyebutkan hal baik dari karya seni | Murid dapat menyebutkan hal baik yang umum (bagus, indah) dengan bimbingan guru | Murid dapat menyebutkan hal baik spesifik (membuat senang, memberi semangat, terinspirasi) secara mandiri | Murid dapat menjelaskan hal baik secara mendalam dan mengaitkan dengan pengalaman pribadinya |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal satu emosi yang dirasakan saat melihat karya seni?
- Bagaimana saya dapat membantu murid yang masih pemalu untuk berani mengekspresikan perasaannya?
- Apakah strategi diskusi kelompok efektif untuk memfasilitasi murid menceritakan perasaan mereka?
- Karya seni mana yang paling memicu respons emosional dari murid? Mengapa?
- Apa yang perlu saya tingkatkan dalam memfasilitasi pembelajaran tentang dampak emosional karya seni di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang perasaanmu saat melihat karya seni?
- Emosi apa yang kamu rasakan saat melihat karya seni tadi? (senang, sedih, terinspirasi, atau lainnya)
- Apakah perasaanmu berubah setelah melihat karya seni? Dari apa menjadi apa?
- Hal baik apa yang kamu dapatkan dari melihat karya seni hari ini?
- Apakah kamu merasa berani menceritakan perasaanmu di depan teman-teman? Bagaimana rasanya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka (Bab 8: Hal Baik dari Sebuah Karya Seni)
- Buku Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Karya seni murid dari pertemuan sebelumnya
- Kartu emosi bergambar (senang, sedih, kaget, terinspirasi, tenang, semangat)
- Reproduksi karya seni sederhana (gambar, lukisan, atau poster)
- Lembar kerja identifikasi emosi
- Kertas gambar dan alat tulis (pensil warna, krayon)
- Papan tulis dan spidol untuk menampilkan karya seni
|