Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Asesmen Sumatif: Menceritakan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menceritakan Pengalaman dan Perasaan Berkarya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Asesmen Sumatif: Menceritakan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif: Menceritakan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikAsesmen Sumatif: Menceritakan Pengalaman dan Perasaan Berkarya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menceritakan pengalaman dan perasaan saat berkreasi seni rupa secara lisan atau tulisan dengan menggunakan bahasa sehari-hari
  2. Murid mampu menunjukkan karya seni rupa yang telah dibuat dan menjelaskan proses pembuatannya dari tahap ide hingga karya jadi
  3. Murid mampu merefleksikan dampak positif dari proses berkarya terhadap perasaan dirinya sendiri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan saat membuat karya seni rupa kemarin?
  2. Bagian mana yang paling menyenangkan atau paling sulit ketika membuat karyamu?
  3. Apa yang ingin kamu ceritakan tentang karyamu kepada teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan membangun suasana yang nyaman dan menyenangkan (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen diagnostik dengan menanyakan apakah murid membawa karya yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menceritakan pengalaman dan perasaan saat berkarya serta menjelaskan proses pembuatan karya
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan memori dan perasaan murid tentang proses berkarya mereka

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan contoh cara menceritakan pengalaman berkarya dengan memodelkan menggunakan sebuah karya (bisa karya guru atau contoh karya murid)
  • Guru menjelaskan bahwa cerita dapat mencakup: sumber gagasan, langkah-langkah pembuatan, alat dan bahan yang digunakan, isi atau kisah dalam karya, dan perasaan yang dialami
  • Murid mengamati karya mereka sendiri dengan seksama sambil mengingat kembali proses pembuatannya
  • Guru memfasilitasi murid untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang akan diceritakan dengan menggunakan panduan pertanyaan sederhana (apa idenya, bagaimana membuatnya, apa yang dirasakan)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyiapkan karya seni rupa mereka dan berlatih menceritakan secara mandiri terlebih dahulu (latihan internal)
  • Murid mempresentasikan karya mereka secara bergantian di depan kelas atau dalam kelompok kecil (3-4 orang)
  • Setiap murid menunjukkan karyanya dan menceritakan: apa yang digambar/dibuat, mengapa memilih ide tersebut, bagaimana langkah-langkahnya, alat dan bahan apa yang digunakan, dan perasaan apa yang dialami saat berkarya
  • Teman-teman yang mendengarkan diberi kesempatan memberikan apresiasi atau mengajukan pertanyaan sederhana
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik positif dan mencatat kemampuan murid menggunakan rubrik penilaian

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menuliskan atau menggambar emoji yang menggambarkan perasaan mereka setelah bercerita tentang karya (refleksi tertulis sederhana)
  • Guru memfasilitasi refleksi kelompok dengan menanyakan: Apa yang kamu pelajari hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah bercerita tentang karyamu?
  • Murid berbagi pengalaman tentang karya teman yang menginspirasi mereka atau hal menarik yang mereka dengar dari cerita teman
  • Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian dan usaha murid dalam menceritakan pengalaman dan perasaan berkarya mereka

Penutup:

  • Guru menyimpulkan pembelajaran dengan menekankan bahwa setiap karya dan cerita murid sangat berharga
  • Guru melakukan asesmen sumatif akhir dengan memastikan semua murid telah dinilai menggunakan rubrik
  • Murid diminta merefleksikan pembelajaran dengan menjawab: Apa yang paling menyenangkan hari ini? Apa yang bisa diperbaiki untuk karya berikutnya?
  • Guru menutup pembelajaran dengan memberikan motivasi untuk terus berkarya dan mengekspresikan perasaan melalui seni rupa (5 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan berbicara dapat memilih menceritakan dengan tulisan sederhana atau menggambar emoji untuk setiap tahap proses. Murid yang sudah lancar dapat menambahkan detail cerita seperti tantangan yang dihadapi dan cara mengatasinya.
  • Proses: Murid yang pemalu dapat bercerita dalam kelompok kecil terlebih dahulu sebelum ke forum kelas. Murid yang percaya diri dapat menjadi model atau membantu teman yang kesulitan menyusun cerita. Guru memberikan scaffolding berupa kartu bantuan dengan pertanyaan pemandu.
  • Produk: Murid dapat memilih format penyampaian: lisan di depan kelas, lisan dalam kelompok kecil, atau kombinasi lisan-tulisan. Murid yang sudah mahir dapat membuat cerita lebih lengkap dengan menambahkan refleksi tentang dampak karya bagi dirinya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan apakah murid membawa karya yang telah dibuat
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengecek kesiapan murid mengingat proses berkarya mereka
  • Observasi awal terhadap antusiasme dan kesiapan murid untuk berbagi cerita

Proses:

  • Observasi saat murid berlatih menceritakan karya secara mandiri
  • Catatan anekdot tentang kemampuan murid menjelaskan sumber gagasan, langkah-langkah, alat/bahan, dan perasaan
  • Umpan balik verbal langsung untuk membantu murid memperbaiki cara bercerita
  • Penilaian partisipasi murid dalam memberikan apresiasi kepada teman

Akhir:

  • Penilaian menggunakan rubrik sumatif saat murid mempresentasikan karya dan menceritakan pengalaman berkarya
  • Evaluasi kemampuan murid menjelaskan proses pembuatan karya dari ide hingga jadi
  • Penilaian refleksi tertulis atau visual (emoji) tentang perasaan dan pengalaman berkarya
  • Dokumentasi karya dan cerita murid sebagai portofolio

Formatif:

  • Observasi selama murid berlatih menceritakan karya secara mandiri
  • Tanya jawab untuk memeriksa pemahaman murid tentang langkah-langkah berkarya yang telah dilakukan
  • Umpan balik langsung saat murid mempresentasikan karya di depan teman-teman

Sumatif:

  • Penilaian presentasi karya menggunakan rubrik yang mencakup kemampuan menceritakan pengalaman, menjelaskan proses, dan mengungkapkan perasaan
  • Penilaian produk berupa catatan atau gambar refleksi murid tentang perasaan dan pengalaman berkarya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman dan perasaan berkaryaMurid belum dapat menceritakan pengalaman dan perasaan saat berkarya, memerlukan banyak bantuan guruMurid dapat menceritakan sebagian kecil pengalaman atau perasaan dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guruMurid dapat menceritakan pengalaman dan perasaan saat berkarya dengan cukup lengkap, sesekali memerlukan bantuanMurid dapat menceritakan pengalaman dan perasaan saat berkarya dengan lengkap dan jelas secara mandiri
Menjelaskan proses pembuatan karyaMurid belum dapat menjelaskan langkah-langkah pembuatan karya sama sekaliMurid dapat menyebutkan 1-2 langkah pembuatan karya dengan bantuanMurid dapat menjelaskan sebagian besar langkah pembuatan karya (dari ide, proses, hingga hasil) dengan cukup runtutMurid dapat menjelaskan seluruh proses pembuatan karya dengan runtut, jelas, dan detail
Menjelaskan sumber gagasan dan pilihan alat/bahanMurid tidak dapat menjelaskan dari mana idenya berasal atau alat/bahan yang digunakanMurid dapat menyebutkan idenya atau alat/bahan tetapi tidak dapat menjelaskan alasan pemilihannyaMurid dapat menjelaskan sumber gagasan dan alat/bahan yang digunakan dengan alasan sederhanaMurid dapat menjelaskan sumber gagasan dan alasan pemilihan alat/bahan dengan jelas dan logis
Kemampuan komunikasi dan kepercayaan diriMurid sangat pemalu dan tidak mau menunjukkan atau bercerita tentang karyanyaMurid mau menunjukkan karya tetapi bercerita dengan sangat singkat dan suara tidak terdengarMurid dapat menunjukkan karya dan bercerita dengan cukup jelas dan percaya diriMurid menunjukkan karya dan bercerita dengan sangat percaya diri, jelas, dan ekspresif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk bercerita dan dinilai dengan adil?
  • Strategi apa yang efektif untuk membantu murid yang pemalu atau kesulitan mengungkapkan perasaan?
  • Bagaimana cara meningkatkan kemampuan murid dalam menjelaskan proses berkarya di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah rubrik yang digunakan sudah sesuai dan dapat mengukur kemampuan murid secara akurat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu rasakan setelah menceritakan karyamu kepada teman-teman?
  • Bagian mana dari ceritamu yang paling mudah atau paling sulit untuk dijelaskan?
  • Apa yang kamu pelajari dari mendengarkan cerita teman-teman tentang karya mereka?
  • Apa yang ingin kamu lakukan berbeda untuk karya seni rupa berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni rupa murid yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (karya 2D atau 3D)
  2. Buku Guru Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka
  3. Kartu bantuan berisi pertanyaan pemandu untuk bercerita (sumber gagasan, langkah-langkah, alat/bahan, perasaan)
  4. Lembar refleksi sederhana atau kertas untuk menggambar emoji perasaan
  5. Papan display atau meja untuk memajang karya saat presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.