Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Merefleksikan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Merefleksikan Pengalaman dan Perasaan Berkarya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Merefleksikan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Merefleksikan Pengalaman dan Perasaan Berkarya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMerefleksikan Pengalaman dan Perasaan Berkarya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menceritakan pengalaman dan perasaan yang dialami selama proses berkarya seni rupa dengan bahasa sehari-hari
  2. Murid mampu mengidentifikasi bagian atau momen yang paling berkesan dalam proses pembuatan karyanya
  3. Murid mampu menilai kelebihan dan hal yang bisa diperbaiki dari karya seni rupa yang telah dibuatnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang paling kamu ingat saat membuat karya seni kemarin?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika karyamu sudah jadi?
  3. Hal apa yang paling seru atau paling sulit saat berkarya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi lagu pendek tentang seni atau kreativitas untuk membangun suasana gembira (5 menit)
  • Guru mengingatkan kembali karya seni rupa yang telah dibuat murid di pertemuan sebelumnya dengan menunjukkan beberapa contoh karya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar menceritakan pengalaman dan perasaan kita saat berkarya
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat karya apa yang kamu buat kemarin?' dan 'Bagaimana perasaanmu saat membuatnya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dengan karya masing-masing di hadapan mereka
  • Guru menjelaskan bahwa setiap karya seni punya cerita dan perasaan di baliknya, seperti kita punya cerita sendiri setiap hari
  • Guru memberikan contoh dengan menceritakan pengalamannya sendiri saat membuat sebuah karya sederhana: dari mana idenya, bagaimana prosesnya, perasaan apa yang muncul
  • Guru menunjukkan kata-kata perasaan sederhana di kartu bergambar (senang, bangga, bingung, lelah, semangat) untuk membantu murid mengenali perasaan mereka
  • Murid diminta mengamati kembali karya mereka sendiri secara saksama selama 2-3 menit

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta mengisi lembar refleksi bergambar sederhana dengan panduan guru: menggambar emotikon perasaan mereka, melingkari bagian karya yang paling mereka sukai, dan menuliskan/menggambar alat/bahan yang mereka pakai
  • Murid berpasangan untuk saling menceritakan pengalaman berkarya mereka: apa yang mereka buat, mengapa memilih bentuk/warna itu, bagaimana perasaan mereka
  • Guru berkeliling memfasilitasi percakapan dan memberikan pertanyaan pemantik bila murid kesulitan: 'Bagian mana yang paling seru?' 'Apa yang kamu rasakan saat memilih warna ini?'
  • Beberapa murid (3-4 anak) diminta maju ke depan untuk menceritakan pengalaman dan perasaan mereka kepada seluruh kelas dengan bahasa mereka sendiri
  • Murid lain memberikan tepuk tangan dan boleh mengajukan satu pertanyaan sederhana kepada teman yang menceritakan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melihat kembali karya mereka dan bertanya: 'Apa yang sudah bagus dari karyamu?' dan 'Apa yang ingin kamu coba lagi lain kali?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka pelajari dari proses berkarya di kertas refleksi
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian rasakan setelah menceritakan karya kalian?' 'Apakah ada yang belajar hal baru tentang diri sendiri?'
  • Murid diminta memberikan bintang atau stiker pada karya sendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha mereka
  • Guru menegaskan bahwa setiap proses berkarya adalah pengalaman berharga dan setiap perasaan yang muncul adalah wajar dan penting untuk dikenali

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menceritakan pengalaman dan perasaan kita saat berkarya. Setiap karya punya cerita!' (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengangkat kartu emotikon yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini
  • Murid diminta menempelkan karya dan lembar refleksi mereka di pojok pajangan kelas
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian mereka berbagi cerita dan perasaan
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan mengajak murid untuk terus menghargai setiap proses belajar mereka

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menulis, gunakan lembar refleksi dengan lebih banyak gambar dan simbol. Untuk murid yang sudah lancar, sediakan lembar dengan ruang untuk menulis kalimat lebih panjang
  • Proses: Murid yang pemalu dapat bercerita dalam kelompok kecil (2-3 orang) terlebih dahulu sebelum ke kelas besar. Murid yang percaya diri dapat diminta menjadi model pertama dalam menceritakan pengalaman mereka
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan refleksi: melalui cerita lisan, tulisan sederhana, gambar, atau kombinasi ketiganya sesuai kenyamanan mereka

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat karya apa yang kamu buat?' untuk mengecek ingatan dan kesiapan murid
  • Observasi ekspresi dan antusiasme murid saat guru menunjukkan karya-karya mereka

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati kembali karya mereka: apakah fokus dan terlibat
  • Mendengarkan percakapan berpasangan: apakah murid dapat menyampaikan ide dan perasaan dengan bahasa sendiri
  • Mengecek lembar refleksi bergambar: apakah murid dapat mengidentifikasi perasaan, bagian favorit, dan alat/bahan yang digunakan
  • Observasi saat murid menceritakan di depan kelas: kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa sehari-hari, koneksi antara pengalaman dan perasaan

Akhir:

  • Lembar refleksi bergambar yang telah diisi lengkap oleh murid
  • Observasi saat murid mengangkat kartu emotikon: apakah mereka dapat mengidentifikasi perasaan mereka setelah pembelajaran
  • Produk akhir: karya seni rupa yang sudah diberi apresiasi (stiker/bintang) oleh murid sendiri sebagai bentuk refleksi diri

Formatif:

  • Observasi selama murid menceritakan pengalaman kepada pasangan
  • Mendengarkan respon murid terhadap pertanyaan pemantik
  • Mengamati kelengkapan isian lembar refleksi bergambar

Sumatif:

  • Penilaian lembar refleksi bergambar yang telah diisi murid
  • Penilaian kemampuan bercerita di depan kelas (untuk murid yang maju)
  • Penilaian kemampuan mengidentifikasi kelebihan dan area perbaikan karya sendiri

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman berkaryaMurid belum dapat menceritakan pengalaman berkarya atau hanya diam saat diminta berceritaMurid dapat menyebutkan 1-2 hal tentang proses berkarya (misalnya alat yang digunakan atau bentuk yang dibuat) dengan bantuan guruMurid dapat menceritakan proses berkarya dengan menyebutkan ide, langkah pembuatan, dan alat/bahan yang digunakanMurid dapat menceritakan pengalaman berkarya secara runtut dan detail, termasuk alasan pemilihan ide, proses, dan hasil akhir dengan bahasa yang jelas
Mengidentifikasi dan menyampaikan perasaanMurid belum dapat menyampaikan perasaan apa pun terkait proses berkaryaMurid dapat menunjukkan satu perasaan sederhana (senang/sedih) dengan bantuan kartu emotikonMurid dapat menyampaikan 2-3 perasaan yang dialami selama proses berkarya (misalnya: senang, lelah, bangga) dengan bahasa sendiriMurid dapat menyampaikan beragam perasaan dengan detail, menjelaskan kapan dan mengapa perasaan itu muncul selama proses berkarya
Merefleksi karya sendiriMurid belum dapat mengidentifikasi aspek apa pun dari karyanyaMurid dapat menunjukkan satu bagian karya yang disukai dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan kelebihan karya sendiri dan satu hal yang bisa diperbaikiMurid dapat menilai karyanya secara seimbang: menyebutkan kelebihan, kekurangan, dan memberikan ide perbaikan atau pengembangan untuk karya berikutnya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka?
  • Strategi mana yang paling efektif dalam membantu murid mengungkapkan perasaan mereka?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan merefleksikan pengalaman berkarya? Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka di pembelajaran berikutnya?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam kegiatan refleksi?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu ingat dari proses membuat karyamu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan pengalaman berkarya kepada teman?
  • Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri hari ini?
  • Apakah ada yang ingin kamu coba lagi atau lakukan berbeda di karya berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni rupa murid yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya
  2. Lembar refleksi bergambar (dengan kolom emotikon, bagian favorit, alat/bahan)
  3. Kartu emotikon perasaan (senang, bangga, bingung, lelah, semangat, dll)
  4. Stiker atau gambar bintang untuk apresiasi diri
  5. Papan pajangan kelas untuk memajang karya dan refleksi
  6. Buku Guru Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka
  7. Musik latar yang menenangkan untuk aktivitas refleksi (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.