MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 7 — Pengalaman dan Perasaan Berkreasi Seni Rupa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Pengalaman dan Perasaan Berkreasi Seni Rupa |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.7.1 Merefleksikan karya diri sendiri berdasarkan proses berkreasi seni rupa
- TP 2.7.2 Mengapresiasi karya diri sendiri berdasarkan hasil berkreasi seni rupa
- TP 2.7.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan dirinya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat mulai membuat karya gambar yang lalu, apa hal pertama yang kalian siapkan atau lakukan?
- Mengapa kalian memilih bahan tertentu (seperti krayon atau pensil warna) untuk karya kalian?
- Apa kesulitan yang pernah kalian alami saat menggambar atau mewarnai karya kalian sendiri?
- Apa yang kalian lakukan ketika krayon patah, warna keluar garis, atau kertas robek saat membuat karya?
- Bagian mana dari karya gambarmu yang paling kamu sukai saat kamu pandang?
- Mengapa kamu memilih bagian tersebut sebagai bagian yang paling kamu sukai?
- Pengalaman berkesan apa yang pernah membuat perasaanmu sangat gembira, bangga, atau tenang?
- Bagaimana kita bisa menuangkan perasaan senang atau bersemangat itu ke dalam gambar dan warna?
- Pengalaman berkesan apa yang paling ingin kamu gambar hari ini agar perasaanmu menjadi senang atau lega?
- Bagian mana dari gambarmu nanti yang menurutmu paling indah atau membanggakan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Merefleksikan Tahapan Awal dan Pemilihan Bahan dalam Proses Berkreasi Seni Rupa Diri Sendiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.1 Merefleksikan karya diri sendiri berdasarkan proses berkreasi seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan murid untuk fokus mengamati karya gambar yang pernah mereka buat sebelumnya yang sudah disiapkan di atas meja masing-masing (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengingat kembali dan merefleksikan tahapan awal saat mulai membuat karya serta alasan memilih bahan yang digunakan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat dengan meminta 2-3 perwakilan murid menunjukkan satu bahan yang ada di karyanya dan menyebutkan urutan paling awal saat berkarya (acuan diagnostik: menyebutkan langkah awal seperti mencari ide/membuat sketsa dan menyebutkan nama bahan pewarna/kertas yang dipilih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati karya seni rupa milik sendiri dari portofolio sebelumnya dan mendengarkan penjelasan guru mengenai dua komponen proses awal berkreasi: (1) Tahap awal berkarya (menemukan ide atau membuat garis sketsa pertama); (2) Alasan pemilihan bahan (misalnya memilih krayon karena warnanya cerah dan tebal, atau pensil warna karena mudah diarsir rapi) (10 menit).
- Guru mengadakan permainan tebak kilat menggembirakan 'Tunjuk Tahapan Awal': guru menyebutkan 2 situasi ('Langsung mewarnai tebal' vs 'Menyiapkan kertas dan menggambar bentuk dasar'), lalu murid serentak mengangkat kartu hijau jika merupakan tahap awal yang tepat atau kartu kuning jika bukan (acuan: 'Menyiapkan kertas dan menggambar bentuk dasar' adalah kartu hijau; 'Langsung mewarnai tebal' adalah kartu kuning) (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Refleksi Diri 'Awal Karyaku' yang memuat 2 bagian panduan refleksi proses karya sendiri: Bagian A (tahapan awal: apa yang dilakukan pertama kali saat membuat karya tersebut) dan Bagian B (pemilihan bahan: alat/bahan apa yang dipilih serta alasan memilihnya) (5 menit).
- Murid secara mandiri merefleksikan karya buatannya sendiri dengan melengkapi lembar tersebut berdasarkan karya nyata di depannya (kriteria operasional penerimaan: murid menuliskan/mencentang tindakan awal yang sebenarnya dilakukan seperti membuat sketsa/menyiapkan ide, serta menuliskan minimal 1 bahan yang dipakai beserta alasan fungsi praktisnya) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar dan secara bergiliran dalam kelompok meja saling memperlihatkan karyanya serta menceritakan kembali refleksi tahap awal dan pemilihan bahan karyanya secara jujur dan sadar (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa setiap karya seni dimulai dari tahapan awal tertentu dan pemilihan bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan karya (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap refleksi murid dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan merefleksikan kesulitan yang dihadapi selama berkarya beserta cara mengatasinya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan lembar refleksi dengan pilihan gambar/opsi centang tahapan awal dan pilihan bahan visual, sedangkan murid yang mandiri mengisi pertanyaan pemandu isian terbuka.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terarah pada murid yang masih ragu mengingat tahapan awal berkaryanya melalui pertanyaan pancingan bertahap.
- Produk: Refleksi dituangkan dalam bentuk centang terpandu bersimbol visual untuk murid yang belum lancar menulis, atau kalimat refleksi sederhana untuk murid yang sudah lancar menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: guru meminta murid menunjuk karyanya dan menjawab: 'Apa yang kamu buat pertama kali pada kertas ini, dan bahan apa yang kamu pakai?' (Acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan kegiatan awal konkret seperti membuat sketsa/garis tepi/menentukan ide gambar, serta mengenali bahan yang dipakai seperti pensil/krayon/pensil warna).
Proses:- Pemeriksaan pengisian Lembar Refleksi Diri 'Awal Karyaku' selama tahap mengaplikasi. Lembar dinilai berdasarkan 2 kriteria: (1) Ketepatan mengidentifikasi tahapan awal berkreasi sendiri (acuan: memilih/menuliskan tindakan awal nyata seperti membuat garis dasar atau memilih tema gambar); (2) Ketepatan menjelaskan alasan pemilihan bahan (kriteria: menyebutkan nama bahan yang dipakai pada karya dan alasan fungsional yang masuk akal, seperti krayon karena warnanya cerah/cepat penuh, atau pensil warna karena tidak mudah keluar garis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan lisan acak kepada murid: 'Apakah pemilihan bahan mempengaruhi hasil awal karyamu?' (Kriteria penerimaan: murid menyatakan ya/tidak disertai alasan bahwa bahan yang dipilih menentukan cara menggambar di awal).
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan pemeriksaan lembar refleksi diri mengenai tahapan awal dan alasan pemilihan bahan dalam proses berkarya diri sendiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Tahapan Awal Berkreasi | Belum mampu mengidentifikasi tindakan atau langkah pertama yang dilakukan saat memulai berkarya. | Mampu menyebutkan langkah awal berkarya hanya dengan panduan dan bantuan penuh dari guru. | Mampu merefleksikan dan menyebutkan tahapan awal berkaryanya sendiri secara tepat dan mandiri. | Mampu merefleksikan tahapan awal berkaryanya secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa keraguan. | | Refleksi Pemilihan Bahan Berkarya | Belum mampu mengidentifikasi bahan yang digunakan pada karyanya sendiri beserta alasannya. | Mampu menyebutkan bahan yang digunakan tetapi belum dapat memberikan alasan pemilihannya. | Mampu menyebutkan bahan yang digunakan pada karyanya serta memberikan alasan fungsional sederhana pemilihannya secara mandiri. | Mampu menyebutkan bahan yang digunakan pada karyanya serta menguraikan alasan pemilihan bahan tersebut secara jelas dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid kelas 2 mampu mengingat kembali proses dan langkah awal yang mereka lakukan saat membuat karya sebelumnya?
- Bagaimana efektivitas penggunaan Lembar Refleksi Diri dalam membantu murid memikirkan alasan pemilihan bahan karyanya?
Murid:- Apakah aku ingat hal pertama yang aku gambar saat membuat karya ini?
- Apakah aku merasa bahan yang kupilih sudah cocok untuk gambarku?
Pertemuan 2 — Merefleksikan Kesulitan dan Usaha Penyelesaian dalam Proses Berkreasi Seni Rupa Diri Sendiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.1 Merefleksikan karya diri sendiri berdasarkan proses berkreasi seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru dan murid melakukan tanya jawab singkat mengenai pengalaman berkarya sebelumnya untuk memusatkan perhatian pada refleksi tantangan saat membuat karya (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan kesulitan yang dialami dan usaha penyelesaiannya saat proses berkreasi seni rupa diri sendiri (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan sebuah gambar contoh yang memiliki bagian tercoret tidak sengaja, lalu memodelkan cara mengingat kembali kesulitan dan cara mengatasinya (misalnya: 'Waktu membuat gambar ini, krayonku patah dan keluar garis, lalu aku merapikannya dengan menebalkan garis tepinya') (7 menit).
- Murid menyimak dan mengenali bahwa dalam proses berkreasi seni rupa, setiap orang wajar menemui kesulitan dan selalu ada usaha untuk menyelesaikannya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengamati salah satu karya gambar yang pernah mereka buat sendiri pada kegiatan sebelumnya (5 menit).
- Dalam permainan tebak kartu ekspresi 'Tantangan dan Solusi', murid secara berpasangan saling menunjukkan kartu simbol kesulitan (krayon patah, warna keluar garis, kertas terlipat) dan menceritakan kesulitan apa yang benar-benar terjadi pada karya mereka sendiri beserta usaha yang mereka lakukan saat itu (15 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi Lembar Refleksi Proses Berkarya dengan mencentang/menuliskan 1 kesulitan yang dialami pada karyanya dan 1 tindakan penyelesaian yang telah dilakukannya (misalnya: kesulitan = warna keluar garis, usaha = mewarnai latar belakang agar tertutup) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil refleksinya untuk menyadari bahwa kesulitan dalam berkarya adalah bagian alami dari proses belajar seni rupa (5 menit).
- Beberapa murid secara sukarela menyebutkan kembali kesulitan dan usaha penyelesaiannya berdasarkan lembar refleksi yang telah diisi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas kemampuan murid mengidentifikasi kesulitan dan usaha penyelesaian dalam proses berkarya diri sendiri (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap kesulitan saat membuat karya seni dapat diatasi dengan usaha dan ketenangan (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa menyimpulkan akhir bab karena materi berlanjut ke pertemuan berikutnya (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kartu bergambar pilihan kesulitan dan solusi konkret; murid yang mandiri langsung merefleksikan dari karyanya.
- Proses: Bimbingan langsung secara individual bagi murid yang ragu mengingat proses karyanya; pemberian kebebasan refleksi mandiri bagi murid yang sudah lancar.
- Produk: Murid dapat menyampaikan refleksinya melalui centang gambar pada lembar kerja bergambar atau menuliskan kalimat sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan secara lisan: 'Siapa yang saat membuat karyanya pernah mengalami krayon patah atau warna keluar garis? Apa yang kalian lakukan waktu itu?' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 kejadian sulit sederhana dan 1 tindakan spontan yang dilakukannya saat membuat karya).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Refleksi Proses Berkarya: murid mengidentifikasi 1 kesulitan dan 1 usaha penyelesaian pada karya sendiri (Kriteria penerimaan: kesulitan yang disebutkan sesuai dengan proses pembuatan karya sendiri, dan tindakan penyelesaian yang dipilih/dituliskan relevan untuk mengatasi kesulitan tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: murid menyebutkan kembali secara ringkas 1 kesulitan dan 1 usaha yang mereka lakukan saat membuat karyanya (Kriteria penerimaan: menyebutkan kesulitan konkret dan usaha penyelesaian yang rasional sesuai karyanya sendiri).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mengidentifikasi kesulitan dan usaha penyelesaian pada karyanya
- Pemeriksaan Lembar Refleksi Proses Berkarya (identifikasi kesulitan dan usaha penyelesaian)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan kesulitan dan usaha penyelesaian dalam proses berkreasi | Belum mampu mengidentifikasi kesulitan maupun usaha penyelesaian dalam proses pembuatan karya diri sendiri meskipun telah dibimbing guru. | Mampu mengidentifikasi kesulitan dalam proses pembuatan karya diri sendiri, tetapi belum mampu menyebutkan usaha penyelesaiannya tanpa bantuan penuh guru. | Mampu merefleksikan 1 kesulitan dan 1 usaha penyelesaian dalam proses pembuatan karya diri sendiri secara tepat dengan sedikit bimbingan. | Mampu merefleksikan kesulitan dan usaha penyelesaian dalam proses pembuatan karya diri sendiri secara tepat, jelas, dan mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengingat kembali proses berkreasi dan mengenali kesulitan yang dihadapinya?
- Apakah stimulasi dan pemodelan yang diberikan guru membantu murid bersikap terbuka mengakui kesulitan tanpa rasa takut salah?
Murid:- Bagian mana dari proses membuat gambarmu yang terasa paling sulit?
- Apakah kamu merasa terbantu setelah memikirkan cara mengatasi kesulitan pada gambarmu?
Pertemuan 3 — Mengapresiasi Bagian yang Paling Disukai pada Hasil Berkreasi Seni Rupa Diri Sendiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.2 Mengapresiasi karya diri sendiri berdasarkan hasil berkreasi seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengondisikan murid untuk menyiapkan satu karya seni rupa yang pernah dibuat sebelumnya dari map portofolio masing-masing (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menunjuk satu bagian visual pada karyanya (misal: warna, bentuk figur, atau latar) dan menyebutkan apakah mereka menyukai bagian tersebut (acuan ketercapaian: murid mampu secara sadar menunjuk 1 elemen visual karyanya dan menyatakan suka/tidak suka) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan cara mengamati hasil karya sendiri secara saksama dengan memajang satu contoh karya lukis di papan tulis dan menunjukkan bagian yang paling menarik perhatian (misalnya: 'Bapak paling suka bagian warna kuning matahari ini karena terlihat sangat cerah') (10 menit).
- Murid mempraktikkan pengamatan berkesadaran pada karyanya sendiri, mengamati detail garis, warna, dan bentuk objek yang ada pada hasil karyanya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid memainkan aktivitas 'Kaca Pembesar Apresiasi', di mana setiap murid membuat bingkai lingkaran dari jari tangan mereka untuk mengarahkan pandangan ke 1 bagian visual karyanya yang paling disukai (15 menit).
- Murid menandai bagian yang paling disukai pada hasil karyanya menggunakan stiker bintang kecil yang dibagikan guru (10 menit).
- Murid mengisi kartu apresiasi diri sederhana: menunjuk bagian yang dipilih (misal: bentuk figur, warna rumput, atau goresan garis) dan menyampaikan alasan kesukaannya (kriteria penerimaan: murid menyebutkan bagian spesifik yang ditandai bintang dan menyatakan minimal 1 alasan visual, misal: warnanya terang, bentuknya rapi, atau garisnya tegas) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeluk diri sendiri atau mengelus dada sambil memandang hasil karya yang sudah diapresiasi sebagai tanda menghargai jerih payah berkaryanya (5 menit).
- Murid menyampaikan perasaannya setelah berhasil menemukan dan mengakui bagian terbaik pada hasil karyanya sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap hasil karya seni rupa memiliki bagian istimewa yang patut diapresiasi oleh diri sendiri (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemandirian murid dalam mengenali kelebihan karyanya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pilihan unsur rupa konkret (warna, bentuk, atau garis) untuk dicermati; murid yang lebih cepat dapat mengamati dan memilih lebih dari satu detail unsur yang disukai.
- Proses: Murid yang belum lancar menuliskan alasan dibimbing menyampaikan alasannya secara lisan langsung kepada guru saat pendampingan individual.
- Produk: Kartu apresiasi diri dapat berupa ceklis pilihan elemen visual berserta kata kunci sederhana bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta memperlihatkan karyanya, menunjuk satu bagian visual (warna/bentuk/garis), dan menyatakan bagian mana yang membuat mereka tertarik (kriteria acuan ketercapaian: murid mampu menunjukkan minimal 1 elemen spesifik pada karyanya sendiri, bukan sekadar memegang karya secara umum).
Proses:- Pemeriksaan kartu apresiasi diri dan penandaan stiker bintang: Guru memeriksa kesesuaian antara stiker bintang yang ditempel pada karya dengan pengisian kartu apresiasi (kriteria ketercapaian: (1) stiker bintang tertempel pada 1 bagian visual spesifik karya; (2) murid menyebutkan bagian tersebut; (3) murid menyatakan minimal 1 alasan yang berkaitan dengan unsur visual karya seperti warna/bentuk/kerapian/corak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid mengangkat karyanya dan membacakan/mengutarakan 1 kalimat apresiasi dirinya, misalnya: 'Saya paling suka bagian [sebutkan bagian] karena [sebutkan alasan visual]' (kriteria penerimaan: memuat objek visual spesifik dan alasan yang relevan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menentukan bagian yang paling disukai pada karyanya menggunakan stiker bintang dan mencatat alasannya pada kartu apresiasi diri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengapresiasi bagian yang paling disukai pada hasil berkreasi seni rupa diri sendiri | Belum dapat menentukan bagian hasil karya yang disukai walau telah diarahkan guru. | Mampu menunjuk bagian hasil karya yang disukai dengan stiker bintang, tetapi belum dapat menyampaikan alasan kesukaannya. | Mampu menentukan bagian hasil karya yang paling disukai dengan menempelkan stiker bintang serta menyebutkan 1 alasan visual dengan jelas secara mandiri. | Mampu menentukan bagian hasil karya yang paling disukai dengan tepat dan menguraikan lebih dari 1 alasan visual secara rinci dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu menemukan bagian yang mereka banggakan/sukai dari karya buatannya sendiri tanpa rasa rendah diri?
- Bagian mana dari langkah pengamatan berkesadaran yang paling efektif membantu murid mengenali detail karyanya?
Murid:- Bagian mana dari gambarmu yang membuatmu merasa paling senang ketika melihatnya?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa hasil karyamu memiliki bagian yang sangat bagus?
Pertemuan 4 — Menghasilkan Karya Seni Rupa Gambar Ekspresi Pengalaman yang Berdampak pada Perasaan Dirinya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan dirinya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal: menunjukkan 2 kartu emotikon (Wajah Gembira dan Wajah Tenang), lalu meminta murid memilih salah satu perasaan yang ingin mereka rasakan hari ini dan mengaitkannya dengan peristiwa nyata (misalnya: bermain sepeda atau berkumpul dengan keluarga) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak contoh karya gambar ekspresi yang ditunjukkan guru tentang pengalaman berkesan (misalnya gambar bermain layang-layang dengan langit cerah) serta mengamati bagaimana warna dan bentuk dapat mengekspresikan perasaan hati (10 menit).
- Murid diajak melakukan permainan tebak rasa warna: guru menyebutkan emosi (senang, tenang, ceria) dan murid mengangkat krayon dengan warna pilihan yang menurut mereka mewakili perasaan tersebut secara menggembirakan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan kertas gambar A4, pensil, dan krayon atau pensil warna secara mandiri di meja masing-masing (5 menit).
- Murid mulai membuat karya seni rupa gambar ekspresi berdasarkan pengalaman pribadinya yang menyenangkan atau menenangkan hati (misalnya bermain di taman, berlibur bersama keluarga, atau memelihara hewan) (30 menit).
- Murid mewarnai gambar ekspresinya dengan kombinasi warna yang dipilih sendiri untuk memperkuat suasana hati yang berdampak positif dan menyenangkan bagi dirinya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya di atas meja masing-masing, mengamati hasil karyanya sendiri secara tenang, dan merasakan dampak suasana hati yang muncul setelah melihat gambar yang dibuatnya (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid merapikan alat dan bahan menggambar kembali ke tempat penyimpanan masing-masing (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap usaha berkarya murid hari ini serta menyampaikan kegiatan pembelajaran berikutnya untuk pertemuan minggu depan sebelum menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan contoh tema pengalaman nyata konkret (misal: bermain bola, merayakan ulang tahun, piknik, atau bermain bersama kucing peliharaan) bagi murid yang membutuhkan inspirasi gagasan.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang ragu menarik garis awal dengan panduan menggambar bentuk dasar sederhana (lingkaran, segitiga, kotak); murid yang sudah lancar diarahkan mengeksplorasi komposisi latar belakang gambar secara mandiri.
- Produk: Murid bebas memilih fokus pengalaman dan media pewarna (krayon, pensil warna, atau spidol) untuk mewujudkan gambar ekspresi sesuai kenyamanan dirinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pengenalan hubungan pengalaman dan perasaan: Murid diminta memilih 1 dari 2 kartu emotikon (Wajah Gembira / Wajah Tenang) dan menyebutkan 1 pengalaman nyata yang menimbulkan perasaan tersebut (kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan minimal 1 peristiwa nyata yang dialami, misalnya 'bermain sepeda bersama teman' atau 'bermain boneka di rumah').
Proses:- Pengamatan langsung saat murid berkarya menggambar ekspresi pengalaman: memeriksa apakah gambar memuat visualisasi pengalaman nyata murid dan menerapkan warna yang mencerminkan suasana perasaan positif bagi dirinya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir: Murid menunjukkan karyanya di mejanya dan menandai simbol perasaan (senang/bangga/tenang) pada sudut kertas gambarnya sebagai bukti bahwa karya tersebut berdampak positif pada perasaan dirinya (kriteria penerimaan: karya memuat objek pengalaman diri dan murid menyatakan perasaan positif terhadap karyanya).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja selama proses membuat gambar ekspresi pengalaman dan catatan ketercapaian perasaan positif murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Visualisasi Pengalaman Nyata | Belum mampu memvisualisasikan pengalaman nyata ke dalam gambar (gambar berupa coretan acak tanpa bentuk peristiwa/objek pengalaman diri). | Mampu menggambar objek pengalaman diri namun masih sangat terbatas dan membutuhkan bimbingan penuh guru untuk membentuk figur/peristiwa. | Mampu menggambar visualisasi peristiwa pengalaman diri yang bermakna secara jelas dan mandiri. | Mampu menggambar visualisasi peristiwa pengalaman diri secara utuh, kaya detail peristiwa pendukung, serta mandiri. | | Dampak Karya pada Perasaan Diri | Belum menunjukkan keterhubungan antara gambar/pilihan warna dengan suasana perasaan diri (tampak enggan atau belum merasakan dampak karya). | Mulai memilih warna dan bentuk untuk mengekspresikan suasana hati, namun masih ragu dalam menyatakan dampak positif karya pada perasaannya. | Mewujudkan karya dengan warna ekspresif yang berdampak positif (menimbulkan rasa senang, bangga, atau tenang) pada perasaan dirinya. | Mewujudkan karya ekspresif yang sangat kuat memancarkan suasana perasaan positif dan secara konsisten memberikan kepuasan serta ketenangan/kebahagiaan mendalam pada dirinya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi membuat gambar ekspresi pengalaman dapat dipahami murid kelas 2 dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan dan suasana emosi murid selama proses menciptakan karya seni rupa berlangsung?
- Apakah karya yang dihasilkan murid benar-benar memberikan rasa senang, bangga, atau ketenangan bagi diri mereka?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah selesai menggambar pengalaman berkesanmu hari ini?
- Apakah melihat hasil gambarmu sendiri membuat hatimu merasa senang atau tenang?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.1 Merefleksikan karya diri sendiri berdasarkan proses berkreasi seni rupa
- TP 2.7.2 Mengapresiasi karya diri sendiri berdasarkan hasil berkreasi seni rupa
- TP 2.7.3 Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan dirinya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 7, yaitu membuat karya gambar pengalaman berkesan, mengisi lembar apresiasi diri, serta menceritakan proses berkarya secara lisan kepada guru (3 menit).
- Guru membagikan kertas gambar A4 dan lembar refleksi diri bergambar serta memberikan arahan persiapan alat warna (krayon/pensil warna) di meja masing-masing (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan petunjuk teknis 3 tugas sumatif: Tugas 1 membuat gambar pengalaman pribadi yang memengaruhi perasaan, Tugas 2 mengisi lembar refleksi visual bergambar, dan Tugas 3 maju bergiliran ke meja guru untuk wawancara refleksi lisan singkat (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa gambar ekspresi pengalaman yang berkesan (misalnya bermain bersama keluarga, mengunjungi kebun binatang, atau merayakan ulang tahun) menggunakan alat gambar pilihan mereka untuk mengungkapkan perasaan dirinya (50 menit).
- Tugas 2: Seluruh murid secara mandiri mengisi lembar refleksi diri visual dengan mewarnai 1 emotikon perasaan diri (senang, bangga, atau puas) dan mencentang 1 bagian karya buatannya yang paling disukai (misalnya bagian objek utama, pilihan warna, atau latar belakang gambar) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3: Secara bergiliran murid dipanggil ke meja guru (sekitar 1,2 menit per murid untuk 28 murid) membawa hasil karya dan lembar refleksi untuk menjawab 2 pertanyaan refleksi proses: (1) 'Bagaimana tahapanmu saat membuat gambar ini dari awal sampai selesai?' dan (2) 'Bagaimana perasaanmu selama menjalani proses membuat karya ini?' (33 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar karya dan lembar refleksi bergambar yang telah selesai dinilai (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha mandiri dalam menyelesaikan karya dan proses refleksi bab 7 (1 menit).
- Guru merangkum pembelajaran Bab 7 tentang bagaimana seni rupa membantu kita mengingat pengalaman dan mengekspresikan perasaan, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format media: murid dapat memilih menggambar menggunakan krayon tebal, pensil warna, atau spidol sesuai kenyamanan genggaman motorik halus tanpa mengubah kompetensi berkarya.
- Proses: Akomodasi akses petunjuk: murid yang membutuhkan penguatan instruksi lisan dapat dibacakan ulang butir pertanyaan wawancara tanpa mengubah indikator penilaian refleksi.
- Produk: Akomodasi bentuk respons: pada lembar refleksi diri, murid dapat menandai emotikon dengan melingkari atau mencentang jika mengalami kendala motorik saat mewarnai ikon.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik dan alat gambar murid sebelum asesmen sumatif dimulai (memastikan kertas, pensil, dan pewarna telah siap di atas meja murid).
Proses:- Observasi ketertiban dan kemandirian pengerjaan karya seni rupa serentak di kelas.
Sumatif Bab:- penilaian produk berkarya rupa, lembar refleksi bergambar mandiri, dan unjuk kerja lisan singkat bergantian: karya seni rupa gambar ekspresi emosi/pengalaman, lembar penilaian diri bergambar (stiker emotikon dan ceklis perasaan), serta penjelasan lisan singkat mengenai tahapan berkreasi dan perasaannya
- penilaian produk serentak: karya seni rupa (gambar ekspresi pengalaman yang berkesan) yang dibuat seluruh murid secara serentak di kelas menggunakan alat/bahan yang dipilih, menampilkan ungkapan perasaan diri melalui goresan dan warna (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kesesuaian tema pengalaman, eksplorasi bentuk/warna, ketercapaian ekspresi perasaan))
- penilaian diri serentak: isian lembar refleksi diri visual yang dikerjakan seluruh murid serentak dengan menandai/mewarnai emotikon perasaan (senang/bangga/puas) dan memilih bagian karya buatannya sendiri yang paling disukai (15 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi diri bergambar (skala visual emotikon dan daftar cek apresiasi karya))
- unjuk kerja lisan singkat bergiliran: penjelasan reflektif lisan langsung di meja guru sekitar 1,4 menit per anak saat mengumpulkan karya dan lembar refleksi bergambar (40 menit / 1,4 menit = 28 murid, muat 1 kelas penuh) tentang tahapan yang dilalui saat berkarya serta perasaan yang dialaminya (40 menit; individual; instrumen: panduan wawancara reflektif singkat dan lembar observasi ketercapaian refleksi lisan)
Sumatif:- penilaian produk berkarya rupa, lembar refleksi bergambar mandiri, dan unjuk kerja lisan singkat bergantian: karya seni rupa gambar ekspresi emosi/pengalaman, lembar penilaian diri bergambar (stiker emotikon dan ceklis perasaan), serta penjelasan lisan singkat mengenai tahapan berkreasi dan perasaannya
- penilaian produk serentak: karya seni rupa (gambar ekspresi pengalaman yang berkesan) yang dibuat seluruh murid secara serentak di kelas menggunakan alat/bahan yang dipilih, menampilkan ungkapan perasaan diri melalui goresan dan warna (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kesesuaian tema pengalaman, eksplorasi bentuk/warna, ketercapaian ekspresi perasaan))
- penilaian diri serentak: isian lembar refleksi diri visual yang dikerjakan seluruh murid serentak dengan menandai/mewarnai emotikon perasaan (senang/bangga/puas) dan memilih bagian karya buatannya sendiri yang paling disukai (15 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi diri bergambar (skala visual emotikon dan daftar cek apresiasi karya))
- unjuk kerja lisan singkat bergiliran: penjelasan reflektif lisan langsung di meja guru sekitar 1,4 menit per anak saat mengumpulkan karya dan lembar refleksi bergambar (40 menit / 1,4 menit = 28 murid, muat 1 kelas penuh) tentang tahapan yang dilalui saat berkarya serta perasaan yang dialaminya (40 menit; individual; instrumen: panduan wawancara reflektif singkat dan lembar observasi ketercapaian refleksi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan diri (TP 2.7.3) | Belum mampu menggambar objek pengalaman dan goresan warna belum mencerminkan ekspresi perasaan diri. | Menggambar objek pengalaman sederhana, namun goresan warna dan wujud bentuk belum tuntas mengekspresikan perasaan diri. | Menghasilkan karya gambar pengalaman yang jelas dan mengekspresikan perasaan dirinya melalui pilihan bentuk dan warna secara tuntas. | Menghasilkan karya gambar pengalaman yang sangat detail, kaya perpaduan warna dan bentuk, serta secara mendalam dan mandiri memancarkan ekspresi perasaan dirinya. | | Mengapresiasi karya diri sendiri berdasarkan hasil berkreasi (TP 2.7.2) | Belum dapat memilih emotikon perasaan maupun menentukan bagian karya sendiri yang disukai pada lembar refleksi. | Mampu menandai emotikon perasaan diri, namun belum menentukan bagian karya yang paling disukai. | Mampu menandai emotikon perasaan diri (senang/bangga/puas) dan memilih bagian karya sendiri yang paling disukai pada lembar refleksi secara tepat. | Mampu menandai emotikon perasaan diri dan memilih bagian karya yang disukai pada lembar refleksi secara mandiri serta konsisten dengan hasil karyanya. | | Merefleksikan karya diri sendiri berdasarkan proses berkreasi seni rupa (TP 2.7.1) | Belum dapat menyebutkan tahapan yang dilalui saat berkarya maupun perasaan yang dialami saat proses berkarya ketika ditanya guru. | Menyebutkan 1 tahapan berkarya atau 1 perasaan dalam proses berkarya dengan bantuan bimbingan pertanyaan guru. | Menyebutkan minimal 2 tahapan berkarya (misal: menggambar ide/sketsa dan mewarnai) serta menyebutkan 1 perasaan yang dialami selama proses berkarya secara lisan dengan lancar. | Menyebutkan seluruh tahapan berkarya secara runtut dan menceritakan dinamika perasaannya selama proses berkarya secara mendalam dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu wawancara lisan 1-2 menit per anak mencukupi untuk seluruh murid di kelas?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam merefleksikan proses berkarya dan mengenali perasaannya sendiri?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyelesaikan gambarmu hari ini?
- Apakah kamu merasa bangga dengan hasil karya senimu sendiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Karya seni rupa gambar portofolio murid yang telah dibuat sebelumnya.
- Lembar Refleksi Diri 'Awal Karyaku' berformat centang dan isian singkat.
- Karya gambar buatan murid sendiri dari pertemuan sebelumnya
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Kartu simbol 'Tantangan dan Solusi' (gambar krayon patah, warna keluar garis, kertas terlipat/robek, merapikan garis)
- Lembar Refleksi Proses Berkarya Seni Rupa Fase A
- Karya seni rupa buatan murid yang tersimpan dalam portofolio
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek)
- Stiker bintang dan kartu apresiasi diri sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
- Kertas gambar A4
- Krayon, pensil warna, atau spidol warna
- Pensil dan penghapus
- Kartu gambar emotikon perasaan
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
- Kertas gambar A4, pensil gambar, pensil warna, krayon.
- Lembar penilaian diri bergambar (skala visual emotikon dan daftar cek pilihan bagian karya).
|