MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 6 — Berkreasi Karya Seni Rupa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Berkreasi Karya Seni Rupa |
|---|
| Alokasi Waktu | 15 JP (15 x 35 menit = 525 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.6.1 Menguji coba alat yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
- TP 2.6.2 Menguji coba bahan yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
- TP 2.6.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman terhadap lingkungan sekitar
- TP 2.6.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja alat gambar yang kalian bawa di dalam kotak pensil hari ini?
- Bagaimana garis yang dihasilkan jika pensil ditekan kuat dibandingkan dengan digores lembut?
- Apa yang terjadi pada warna di kertas jika krayon atau pensil warna ditekan kuat-kuat?
- Bagaimana perbedaan goresan antara pensil warna dan krayon saat digosokkan di atas kertas?
- Peristiwa menyenangkan apa di sekitar rumah atau sekolah yang paling kamu ingat?
- Bagaimana caramu menuangkan ingatan tentang lingkungan sekitar itu menjadi sebuah gambar di atas kertas?
- Benda atau hewan apa di sekitar lingkunganmu yang bentuknya paling kamu sukai?
- Bagaimana caramu membentuk plastisin agar bisa berdiri tegak dan memiliki ruang seperti benda aslinya?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa alat dan bahan pewarna yang kamu bawa siap digunakan untuk menggambar?
- Pengalaman berkesan apa di sekitar rumah atau sekolah yang ingin kamu wujudkan dalam gambar dua dimensi?
- Benda atau makhluk hidup apa di sekitar kelas yang ingin kamu bentuk menggunakan plastisin?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menguji Coba Alat Gambar yang Dimiliki untuk Berkreasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menguji coba alat yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan meja belajar murid (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengeluarkan 3 alat gambar yang dimiliki (pensil tulis biasa, pensil warna/krayon, dan spidol), lalu bertanya: 'Alat mana yang menghasilkan goresan paling tebal?' (Acuan jawaban benar: spidol menghasilkan garis paling tebal, pensil menghasilkan garis paling tipis/halus) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menguji coba berbagai alat gambar yang dimiliki untuk menghasilkan variasi goresan garis pada kertas gambar dua dimensi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperagakan cara menguji coba satu alat gambar (pensil) di papan tulis dengan 3 variasi goresan: garis lurus tipis (tekanan lembut), garis lurus tebal (tekanan kuat), dan garis bergelombang (10 menit).
- Murid menyimak dan mengenali perbedaan hasil goresan berdasarkan cara memegang serta tekanan pada alat gambar yang digunakan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan seru 'Jelajah Garis Rahasia': murid membuat 4 jenis goresan garis pada selembar kertas uji coba menggunakan alat gambar pensil dan spidol: (1) garis lurus tipis, (2) garis lurus tebal, (3) garis zig-zag cepat, dan (4) garis lengkung meliuk-liuk (20 menit).
- Murid secara mandiri menguji coba alat gambar ketiga yang mereka miliki (misalnya pensil warna atau krayon) untuk membuat pola arsiran silang dan lingkaran berulang di kolom uji coba kertas gambar (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil uji coba goresan antar-alat yang mereka lakukan sendiri di mejanya: mengamati alat mana yang paling mudah meluncur licin di kertas dan mana yang membutuhkan tekanan lebih kuat (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap alat gambar memiliki sifat goresan yang berbeda (spidol tegas dan tebal, pensil fleksibel tebal-tipisnya) (10 menit).
- Murid merapikan kembali alat-alat gambarnya ke tempat pensil secara tertib dan guru menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh lembar bidang uji coba berpetak bagi murid yang membutuhkan panduan visual arah goresan.
- Proses: Murid yang sudah terampil diberikan tantangan menguji coba gradasi ketebalan goresan pensil dari sangat halus hingga sangat pekat, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan dibantu cara memegang alat gambar dengan posisi genggaman yang stabil.
- Produk: Variasi jumlah jenis goresan garis hasil uji coba alat gambar pada kertas eksplorasi (minimal 3 jenis garis untuk bimbingan, 4 jenis garis atau lebih untuk yang mandiri).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman fungsi alat gambar: Guru menunjukkan 3 alat (pensil, spidol, krayon) dan meminta murid menunjuk mana yang menghasilkan garis paling tebal saat digoreskan sekali. (Acuan: spidol menghasilkan garis paling pekat/tebal; pensil menghasilkan garis tipis).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan uji coba 3 alat gambar yang dimiliki dengan membuat variasi goresan garis (garis tipis, tebal, lengkung, zig-zag) pada lembar eksplorasi berpetak.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar uji coba goresan murid: memastikan murid telah menguji coba minimal 2 alat gambar berbeda yang dimiliki dengan menghasilkan sekurang-kurangnya 3 variasi jenis goresan garis (garis lurus tipis, garis tebal, garis meliuk/zig-zag). Acuan kriteria: goresan tampak nyata di kertas dengan perbedaan ketebalan atau pola garis antar-alat yang diuji.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba alat gambar di lembar eksplorasi garis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian alat gambar untuk karya dua dimensi | Hanya menggoreskan 1 alat gambar tanpa mencoba variasi tekanan atau arah goresan garis. | Menguji coba 1 alat gambar dengan 2 variasi goresan garis (misalnya garis tebal dan tipis) dengan bimbingan guru. | Menguji coba 2 alat gambar yang dimiliki secara mandiri dan menghasilkan minimal 3 variasi goresan garis (tebal, tipis, dan bergelombang/zig-zag). | Menguji coba 3 alat gambar yang dimiliki secara mandiri dengan menghasilkan 4 variasi goresan garis atau lebih serta pola arsiran yang beragam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid antusias dan mampu mengendalikan alat gambar yang mereka miliki saat membuat variasi goresan?
- Apakah instruksi singkat dan pengulangan peragaan sudah cukup jelas bagi murid kelas 2?
Murid:- Alat gambar mana yang paling kamu sukai saat digoreskan di kertas?
- Garis apa yang paling mudah kamu buat dengan pensilmu?
Pertemuan 2 — Menguji Coba Bahan Pewarna Kering yang Dimiliki untuk Berkreasi Karya Seni Rupa Dua Dimensi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.2 Menguji coba bahan yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kesiapan perlengkapan bahan pewarna kering (pensil warna atau krayon) yang dibawa murid dari rumah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar goresan pewarna kering: Gambar A (goresan pensil warna berarsir tipis), Gambar B (goresan krayon tebal mengkilap), dan Gambar C (goresan pensil warna tebal pekat). Murid diminta mengidentifikasi jenis bahan pewarna kering pada Gambar A dan B dengan mengangkat tangan (acuan: Gambar A = pensil warna; Gambar B = krayon) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba bahan pewarna kering yang dimiliki (pensil warna, krayon, atau pastel) melalui eksplorasi tekanan goresan dan percampuran warna pada lembar uji (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang 2 teknik menguji bahan pewarna kering: (1) variasi tekanan gores (tekanan lembut menghasilkan warna terang/tipis, tekanan kuat menghasilkan warna gelap/pekat); (2) tumpang-tindih dua warna berbeda (misal warna kuning ditimpa biru menghasilkan hijau) (10 menit).
- Murid mengamati 3 contoh kotak uji di papan tulis: Kotak 1 goresan tekanan lembut, Kotak 2 goresan tekanan kuat, dan Kotak 3 tumpang-tindih dua warna, lalu menyebutkan perbedaan visual kepekatan warnanya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Uji Coba Pewarna Kering yang memuat 4 kotak eksplorasi: Kotak 1 'Goresan Tipis/Lembut', Kotak 2 'Goresan Tebal/Kuat', Kotak 3 'Campuran Warna A + B', dan Kotak 4 'Goresan Bebas Gradasi' (5 menit).
- Murid memainkan 'Tantangan Detektif Warna': guru membunyikan lonceng sebagai aba-aba untuk menguji coba bahan pewarna kering miliknya di Kotak 1 dengan goresan sangat lembut, lalu berganti menggores sangat kuat di Kotak 2 secara riang dan bersemangat (15 menit).
- Murid secara mandiri melanjutkan pengujian bahan di Kotak 3 dengan menggoreskan satu warna dasar lalu menimpanya dengan warna kedua untuk melihat efek percampuran bahan keringnya (misalnya: merah ditimpa kuning, atau biru ditimpa kuning) (15 menit).
- Murid menguji coba bahan pewarna keringnya di Kotak 4 dengan membuat transisi goresan dari tekanan kuat berangsur-angsur melemah menjadi tekanan lembut (gradasi tekan) menggunakan bahan yang dimilikinya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan Lembar Uji Coba di atas mejanya masing-masing dan mencermati hasil goresan bahan pewarna miliknya (5 menit).
- Murid memeriksa apakah bahan pewarna kering miliknya lebih mudah menghasilkan warna pekat saat ditekan kuat atau saat digores berulang-ulang, serta menyadari tekstur khas bahan yang dipakainya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil uji coba: bahan pewarna kering menghasilkan efek kepekatan yang berbeda tergantung kuat-lemahnya tekanan dan dapat ditumpuk untuk menghasilkan efek campuran warna (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam menguji bahan miliknya dan mengingatkan murid untuk merapikan kembali bahan pewarna kering ke dalam wadah masing-masing agar tidak patah untuk digunakan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid menggunakan bahan pewarna kering yang dimilikinya masing-masing (pensil warna, krayon lilin, krayon minyak, atau pastel).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menggoreskan tekanan, guru memberikan panduan bertahap memegang bahan; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan menguji coba tumpang-tindih 3 variasi warna sekaligus di lembar uji balik.
- Produk: Hasil uji coba pada Lembar Eksplorasi mencerminkan karakter bahan yang dimiliki masing-masing murid tanpa diseragamkan jenis bahannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik mengenali efek visual 2 bahan pewarna kering melalui gambar: guru memperlihatkan Gambar A (goresan pensil warna tipis berarsir) dan Gambar B (goresan krayon tebal padat). Kriteria ketercapaian: murid tepat mengenali minimal 1 dari 2 gambar bahan pewarna kering (acuan: Gambar A = pensil warna; Gambar B = krayon).
Proses:- Pengamatan langsung selama tahap Mengaplikasi menggunakan lembar observasi ketercapaian 4 kotak uji coba bahan pewarna kering: (1) Kotak 1 goresan lembut/tipis, (2) Kotak 2 goresan kuat/tebal, (3) Kotak 3 campuran tumpang-tindih dua warna, (4) Kotak 4 transisi gradasi tekan dari tebal ke tipis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman hasil uji coba pada Lembar Eksplorasi: murid menunjukkan hasil goresan pada Kotak 2 (goresan kuat) dan Kotak 3 (campuran warna). Kriteria penerimaan: Kotak 2 menunjukkan warna yang tampak lebih pekat/gelap dibandingkan Kotak 1, dan Kotak 3 memperlihatkan batas tumpang-tindih dua warna yang membaur secara kasat mata.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba variasi tekanan goresan (lembut dan kuat) serta tumpang-tindih warna pada lembar uji
- Pemeriksaan Lembar Uji Coba Pewarna Kering murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian variasi tekanan gores pada bahan pewarna kering (Kotak 1 dan 2) | Belum mampu membedakan tekanan gores; hasil goresan lembut dan kuat terlihat sama tipis atau sama tebal dengan bantuan penuh guru. | Mampu menguji coba tekanan gores tetapi perbedaan kepekatan antara goresan lembut dan goresan kuat belum tampak jelas. | Mampu menguji coba variasi tekanan gores secara mandiri sehingga terlihat perbedaan jelas antara warna tipis (tekanan lembut) dan warna pekat (tekanan kuat). | Mampu menguji coba variasi tekanan gores secara mandiri dan sangat konsisten menghasilkan rentang kepekatan dari sangat lembut hingga sangat pekat tanpa merusak kertas/mematahkan bahan. | | Pengujian pencampuran tumpang-tindih bahan pewarna kering (Kotak 3) | Belum mampu menimpa dua warna bahan pewarna kering pada area yang sama walau dibimbing guru. | Menggoreskan dua warna pada area yang sama tetapi kedua warna belum bertumpuk (masih terpisah berdampingan). | Mampu menguji coba tumpang-tindih dua warna bahan pewarna kering pada area yang sama hingga memunculkan efek percampuran warna secara mandiri. | Mampu menguji coba tumpang-tindih dua warna bahan pewarna kering secara merata dan rapi hingga memunculkan perpaduan warna baru yang jelas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi variasi tekanan gores dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh murid kelas 2?
- Bagaimana variasi bahan pewarna kering yang dibawa murid memengaruhi kemudahan mereka dalam melakukan uji coba pencampuran warna?
Murid:- Apakah bahan pewarna milikmu terasa lebih licin atau lebih kesat saat digoreskan di kertas?
- Bagian mana yang paling kamu sukai: saat menekan pewarna kuat-kuat atau saat menumpuk dua warna berbeda?
Pertemuan 3 — Membuat Karya Seni Rupa Dua Dimensi Berdasarkan Pengalaman terhadap Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman terhadap lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan menggambar dengan menunjukkan 3 gambar contoh pengalaman lingkungan sekitar (halaman sekolah saat istirahat, kebun rumah, dan jalan di depan rumah) lalu meminta murid menyebutkan satu pengalaman lingkungan sekitar yang ingin mereka tuangkan ke dalam gambar (acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal satu peristiwa nyata yang pernah dialami di lingkungan sekolah, rumah, atau sekitarnya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara memilih ide karya dua dimensi (gambar) berdasarkan pengalaman nyata di lingkungan sekitar, seperti bermain di halaman rumah, menyiram tanaman di kebun, atau suasana lapangan sekolah saat jam istirahat (10 menit).
- Murid diajak melakukan permainan tebak gambar singkat 'Jejak Ingatanku' di mana guru menggambar cepat bentuk sederhana (pohon dan ayunan) lalu murid menebak pengalaman lingkungan yang sesuai, membangkitkan suasana gembira sebelum berkarya (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyiapkan kertas gambar, pensil gambar, serta pewarna kering (krayon atau pensil warna) di atas meja masing-masing secara tertib (5 menit).
- Murid membuat sketsa dasar gambar dua dimensi di atas kertas gambar berdasarkan pengalaman pribadi terhadap lingkungan sekitar yang telah dipilihnya (20 menit).
- Murid menyelesaikan pembuatan karya dua dimensi dengan mewarnai seluruh bidang gambar menggunakan pewarna kering hingga tuntas sesuai imajinasi pengalamannya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya dua dimensi di atas meja masing-masing dan mengamati hasil karyanya sendiri untuk memastikan objek lingkungan yang digambar telah mencerminkan pengalaman yang diingatnya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas kemandirian murid dalam menuntaskan pembuatan karya dua dimensi berdasarkan pengalamannya (3 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya, yaitu membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar (1 menit).
- Guru bersama murid menutup pelajaran dengan merapikan alat dan bahan, lalu berdoa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pilihan tema pengalaman yang sangat dekat (suasana kamar atau halaman rumah), sedangkan murid yang sudah mahir dapat memilih pengalaman lingkungan yang memuat lebih banyak objek (pasar, taman bermain, atau kebun binatang).
- Proses: Murid yang kesulitan memulai dibimbing dengan bantuan pertanyaan pemantik bertahap untuk memunculkan objek utama, sedangkan murid yang mandiri langsung menggambar dan mewarnai secara mandiri.
- Produk: Variasi detail objek dan kelengkapan latar belakang pada karya dua dimensi disesuaikan dengan kesiapan motorik serta kemandirian murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat kesiapan memilih pengalaman lingkungan: Guru memperlihatkan 3 gambar situasi lingkungan (1: taman bunga rumah, 2: lapangan upacara sekolah, 3: jalan desa) lalu menanyakan: 'Sebutkan 1 pengalamanmu sendiri di lingkungan sekitar yang ingin kamu jadikan gambar!' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal satu pengalaman konkret di lingkungan sekitar, misalnya 'bermain sepeda di halaman rumah', 'menyiram bunga di kebun', atau 'bermain bola di lapangan sekolah').
Proses:- Pengamatan formatif saat tahap Mengaplikasi menggunakan rubrik proses: Mengamati ketepatan visualisasi pengalaman lingkungan sekitar ke dalam bidang dua dimensi dan ketuntasan penyelesaian karya (sketsa hingga pewarnaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir unjuk kerja: Guru memeriksa hasil akhir karya seni rupa dua dimensi murid berdasarkan 2 kriteria keberhasilan produk: (1) Memuat objek lingkungan sekitar yang mewakili pengalaman nyata murid (seperti rumah, pohon, jalan, halaman sekolah, dsb.), dan (2) Karya dua dimensi diselesaikan secara utuh dengan pewarnaan (kriteria ketercapaian: kedua kriteria terpenuhi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja selama proses pembuatan karya seni rupa dua dimensi menggunakan lembar amatan berkarya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Karya Seni Rupa Dua Dimensi Berdasarkan Pengalaman Lingkungan Sekitar | Belum mampu membuat karya dua dimensi yang memuat unsur objek lingkungan sekitar pengalaman pribadi walau telah dibimbing guru. | Membuat karya dua dimensi yang memuat objek lingkungan sekitar berdasarkan pengalaman pribadi dengan bimbingan penuh guru hingga selesai sebagian. | Membuat karya dua dimensi yang memuat objek lingkungan sekitar berdasarkan pengalaman pribadi secara mandiri hingga selesai dan terwarnai rapi. | Membuat karya dua dimensi yang memuat beragam objek lingkungan sekitar secara detail dan utuh berdasarkan pengalaman pribadi secara mandiri dengan pewarnaan penuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dalam memantik ingatan pengalaman lingkungan sekitar cukup jelas dipahami oleh anak kelas 2?
- Apakah alokasi waktu 50 menit untuk proses membuat sketsa dan mewarnai cukup bagi seluruh murid menyelesaikan karyanya?
Murid:- Bagian mana dari gambarmu yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa senang menceritakan pengalaman lingkungan sekitarmu lewat gambar?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Berdasarkan Hasil Pengamatan terhadap Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru menunjukkan sebuah benda tiga dimensi sederhana (cangkir atau miniatur kucing) dan sebuah gambar kertas dua dimensi, lalu meminta murid menyebutkan perbedaannya: benda mana yang bervolume/bisa dipegang dari segala arah (acuan: benda 3 dimensi memiliki ruang/ketebalan dan dapat disentuh dari berbagai sisi, sedangkan gambar hanya datar di kertas) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat karya seni rupa tiga dimensi menggunakan bahan lunak berdasarkan hasil pengamatan benda atau hewan di sekitar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 contoh bentuk karya tiga dimensi dari lingkungan sekitar yang disiapkan guru di meja: (1) miniatur kucing/hewan berkaki empat, (2) wadah/cangkir air, dan (3) buah apel/mangga, lalu mengenali ciri bentuk dasarnya (bulat, tabung, atau memiliki kaki penyangga) (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan teknik dasar memanipulasi bahan lunak (meremas, memilin, dan membulatkan) di atas alas kerja plastik agar bentuknya kokoh dan seimbang (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memilih satu objek pengamatan dari lingkungan sekitar yang ingin dibuat: wadah (cangkir/mangkuk/pot bunga) atau miniatur hewan (kucing/kelinci/kambing) (5 menit).
- Murid melakukan 'Tantangan Meremas Menyenangkan': meremas segumpal plastisin atau playdough di atas alas kerja menjadi bentuk bola padat dalam hitungan 10 detik sebagai pemanasan motorik (5 menit).
- Murid membentuk bahan lunak (plastisin/playdough) menjadi karya seni rupa tiga dimensi sesuai objek lingkungan yang dipilih, dengan memastikan karya memiliki volume (panjang, lebar, dan tebal/tinggi) serta dapat diletakkan stabil di atas meja (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menata hasil karyanya masing-masing di atas meja kerja beralas plastik, lalu memeriksa apakah bentuk tiga dimensinya sudah dapat berdiri seimbang dan merepresentasikan objek lingkungan yang diamati (10 menit).
Penutup:- Murid merapikan sisa bahan lunak dan membersihkan meja kerja masing-masing secara tertib (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid membuat karya tiga dimensi dan menyampaikan bahwa karya ini akan disimpan untuk kegiatan pameran/penilaian sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh konkret fisik (miniatur hewan dan cangkir) serta kartu panduan langkah bergambar bagi murid yang membutuhkan inspirasi bentuk visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik didampingi pada teknik memilin dan menyambung bagian dasar karya; murid yang terampil diarahkan menambahkan detail tekstur (garis bulu atau pegangan wadah).
- Produk: Murid bebas memilih membuat bentuk tiga dimensi berupa wadah terbuka (cangkir/mangkuk/pot) atau miniatur hewan di lingkungan sekitar sesuai minat dan kemampuannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan pemahaman awal di pendahuluan mengenai ciri karya tiga dimensi: murid diminta menunjuk benda yang memiliki ruang/ketebalan dan dapat dipegang dari segala sisi di antara gambar datar di kertas dan sebuah cangkir/miniatur (acuan: benda 3 dimensi adalah cangkir/miniatur karena memiliki ruang, panjang, lebar, dan tinggi/ketebalan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid membentuk bahan lunak menjadi karya seni tiga dimensi (memeriksa keterwujudan dimensi ruang/volume, keseimbangan/stabilitas berdiri di atas meja, dan kesesuaian dengan objek lingkungan yang dipilih).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil karya tiga dimensi di meja murid pada tahap refleksi penutup: memeriksa apakah karya berwujud tiga dimensi utuh (bervolume), mampu berdiri tegak/stabil mandiri di atas meja, dan mencerminkan bentuk objek lingkungan sekitar (wadah atau hewan) sesuai kriteria rubrik.
Formatif:- Observasi unjuk kerja selama proses pembentukan karya seni rupa tiga dimensi menggunakan lembar amatan/rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kewujudan Bentuk Tiga Dimensi (Volume) | Karya masih berbentuk pipih/dua dimensi menyerupai lempengan dan belum memiliki ketebalan atau ruang tiga dimensi. | Karya mulai dibentuk timbul namun sebagian besar masih berupa lempengan pipih dan belum kokoh membentuk ruang tiga dimensi. | Karya berwujud tiga dimensi utuh memiliki panjang, lebar, dan tebal/tinggi dengan struktur volume yang jelas. | Karya berwujud tiga dimensi utuh dengan volume yang proporsional, padat, dan kokoh di setiap sisinya. | | Representasi Hasil Pengamatan Objek Lingkungan Sekitar | Bentuk karya belum menyerupai objek lingkungan sekitar (wadah atau hewan) yang dipilih. | Bentuk karya mulai menunjukkan ciri samar dari objek lingkungan sekitar (wadah atau hewan) tetapi belum lengkap bentuk dasarnya. | Bentuk karya secara jelas menampilkan ciri utama objek lingkungan yang diamati (misalnya memiliki cekungan untuk wadah atau memiliki 4 kaki untuk hewan). | Bentuk karya menampilkan ciri utama objek lingkungan yang diamati secara lengkap beserta detail bentuk pendukungnya. | | Kestabilan Karya Tiga Dimensi | Karya tidak dapat diletakkan mandiri di atas meja (selalu roboh/amblas tanpa ditopang tangan). | Karya dapat diletakkan di atas meja namun mudah goyah atau miring. | Karya dapat berdiri tegak dan seimbang secara stabil di atas permukaan meja tanpa bantuan penopang. | Karya berdiri sangat kokoh, seimbang sempurna di atas permukaan meja, serta tahan goncangan ringan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi teknik memanipulasi bahan lunak cukup jelas dipahami oleh seluruh murid kelas 2?
- Apakah pemilihan objek (wadah dan miniatur hewan) memudahkan murid mengekspresikan hasil pengamatan lingkungannya?
- Bagaimana kesiapan murid dalam menjaga kestabilan karya tiga dimensi yang mereka buat?
Murid:- Apakah kamu senang membentuk plastisin/playdough menjadi benda tiga dimensi hari ini?
- Bagian mana dari pembuatan karyamu yang paling mudah dan paling sulit dibentuk?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.6.1 Menguji coba alat yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
- TP 2.6.2 Menguji coba bahan yang dimiliki untuk berkreasi karya seni rupa dua dimensi
- TP 2.6.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengalaman terhadap lingkungan sekitar
- TP 2.6.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir bab, yaitu menguji coba alat dan bahan pewarna, membuat karya gambar dua dimensi, serta membuat karya bentuk tiga dimensi dari plastisin secara mandiri (4 menit).
- Guru membimbing murid menyiapkan alat gambar (pensil/krayon), bahan pewarna kering (pensil warna/krayon), kertas gambar, dan plastisin di atas meja masing-masing (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk pengerjaan 3 rincian tugas sumatif berdurasi total 90 menit: (1) Uji coba goresan alat dan bahan di lembar kertas uji coba; (2) Membuat karya gambar 2D bertema pengalaman di lingkungan sekitar; (3) Membuat karya 3D plastisin memodelkan objek sekitar (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Seluruh murid secara serentak dan mandiri melakukan uji coba goresan alat gambar (pensil membuat garis tebal, tipis, lurus, lengkung) dan bahan pewarna kering (pensil warna/krayon membuat gradasi tebal-tipis atau percampuran warna) pada lembar kertas uji coba berukuran A5 (acuan ceklis: memuat minimal 2 jenis garis dari pensil dan 2 variasi ketebalan/arsiran warna) (20 menit).
- Tugas 2: Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa dua dimensi pada kertas gambar A4 bertema pengalaman diri di lingkungan sekitar (kriteria penerimaan: memuat objek visual pengalaman nyata seperti bermain di halaman/taman/rumah, memiliki komposisi bidang gambar terisi, dan diberi pewarnaan penuh menggunakan bahan pewarna kering yang dimiliki) (30 menit).
- Tugas 3: Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa tiga dimensi memodelkan satu objek nyata (hewan, tumbuhan, atau benda di lingkungan sekitar kelas) menggunakan plastisin dengan teknik memijat, memilin, dan menyambung hingga menghasilkan bentuk bervolume yang dapat berdiri/diletakkan stabil (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merapikan seluruh sisa plastisin, alat gambar, dan bahan pewarna ke tempat semula, lalu meletakkan ketiga artefak hasil karya (lembar uji coba, gambar 2D, dan model 3D) dengan rapi di atas meja masing-masing untuk dinilai (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kemandirian, dan ketuntasan menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif seni rupa (3 menit).
- Guru memandu murid merefleksikan proses berkarya secara mandiri dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual: guru menunjukkan contoh format peletakan bidang kertas dan panduan visual langkah uji coba bagi murid yang membutuhkan kejelasan instruksi tanpa mengubah target penilaian.
- Proses: Pemberian waktu jeda motorik halus singkat di meja bagi murid yang mengalami kelelahan jari saat membentuk plastisin atau menggores krayon, tanpa menambah alokasi waktu total maupun bantuan pengerjaan.
- Produk: Standar bukti produk tetap seragam (lembar uji coba, gambar 2D, dan karya 3D plastisin), kebebasan diberikan pada pemilihan objek pengalaman diri dan bentuk pengamatan lingkungan sekitar.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja praktik dan penilaian produk: lembar eksplorasi goresan uji coba alat dan bahan pewarna, produk karya seni rupa dua dimensi bertema pengalaman di lingkungan sekitar, serta produk karya seni rupa tiga dimensi plastisin hasil pengamatan objek sekitar
- unjuk kerja praktik serentak: lembar kertas uji coba berisi goresan eksperimen alat gambar (pensil/krayon) dan bahan pewarna kering yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di meja masing-masing (25 menit; individual; instrumen: lembar ceklis eksplorasi alat dan bahan)
- penilaian produk serentak: karya gambar dua dimensi pada kertas gambar bertema pengalaman diri di lingkungan sekitar yang digambar dan diwarnai serentak oleh seluruh murid di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya dua dimensi)
- penilaian produk serentak: produk karya bentuk tiga dimensi dari plastisin yang memodelkan benda/hewan/tumbuhan hasil pengamatan di lingkungan sekitar kelas, dikerjakan serentak di meja masing-masing (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya tiga dimensi)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja praktik dan penilaian produk: lembar eksplorasi goresan uji coba alat dan bahan pewarna, produk karya seni rupa dua dimensi bertema pengalaman di lingkungan sekitar, serta produk karya seni rupa tiga dimensi plastisin hasil pengamatan objek sekitar
- unjuk kerja praktik serentak: lembar kertas uji coba berisi goresan eksperimen alat gambar (pensil/krayon) dan bahan pewarna kering yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di meja masing-masing (25 menit; individual; instrumen: lembar ceklis eksplorasi alat dan bahan)
- penilaian produk serentak: karya gambar dua dimensi pada kertas gambar bertema pengalaman diri di lingkungan sekitar yang digambar dan diwarnai serentak oleh seluruh murid di kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya dua dimensi)
- penilaian produk serentak: produk karya bentuk tiga dimensi dari plastisin yang memodelkan benda/hewan/tumbuhan hasil pengamatan di lingkungan sekitar kelas, dikerjakan serentak di meja masing-masing (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya tiga dimensi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Uji coba alat gambar dua dimensi (TP 2.6.1) | Belum mampu menggoreskan alat gambar (pensil) untuk menguji variasi garis pada kertas uji coba. | Menggoreskan alat gambar (pensil) tetapi hanya menghasilkan 1 jenis garis monoton (hanya garis lurus/acak tanpa variasi tebal-tipis). | Menguji coba alat gambar (pensil) dengan menghasilkan minimal 2 jenis garis (lurus/lengkung/tebal/tipis) secara mandiri sesuai acuan lembar uji coba. | Menguji coba alat gambar (pensil) secara terampil dan mandiri menghasilkan lebih dari 3 variasi garis (tebal, tipis, lurus, lengkung, zig-zag) dengan kontrol tekanan alat yang sangat baik. | | Uji coba bahan pewarna kering dua dimensi (TP 2.6.2) | Belum mampu menggoreskan bahan pewarna kering pada lembar uji coba. | Menggoreskan bahan pewarna kering tetapi hanya 1 warna tunggal tanpa variasi tekanan atau arsiran. | Menguji coba bahan pewarna kering dengan menghasilkan minimal 2 variasi ketebalan/arsiran atau percampuran warna secara mandiri sesuai acuan lembar uji coba. | Menguji coba bahan pewarna kering secara terampil menghasilkan percampuran warna yang rata, gradasi halus tebal ke tipis, dan kerapian goresan yang tinggi. | | Membuat karya seni rupa dua dimensi bertema pengalaman lingkungan sekitar (TP 2.6.3) | Belum mampu membuat karya gambar dua dimensi bertema pengalaman lingkungan sekitar. | Membuat gambar dua dimensi tetapi objek pengalaman belum tampak jelas atau pewarnaan masih sangat sedikit (kurang dari separuh bidang gambar). | Membuat karya gambar dua dimensi yang memvisualisasikan objek pengalaman nyata di lingkungan sekitar secara jelas dengan komposisi bidang terisi dan diwarnai penuh secara mandiri. | Membuat karya gambar dua dimensi bertema pengalaman lingkungan sekitar dengan detail objek yang kaya, komposisi seimbang, dan pewarnaan rapi serta harmonis secara mandiri. | | Membuat karya seni rupa tiga dimensi hasil pengamatan objek sekitar (TP 2.6.4) | Belum mampu membentuk plastisin menjadi karya tiga dimensi. | Membentuk plastisin tetapi bentuk objek pengamatan belum dapat dikenali atau bagian-bagian bentuk mudah lepas/tidak menyatu. | Membuat karya tiga dimensi plastisin yang memodelkan bentuk benda/hewan/tumbuhan hasil pengamatan sekitar secara jelas, memiliki volume tiga dimensi, dan bagian bentuk tersambung kokoh. | Membuat karya tiga dimensi plastisin dengan detail bentuk objek pengamatan yang proporsional, bervolume utuh, kokoh, dan dapat berdiri/diletakkan stabil secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit untuk pengerjaan 3 rincian tugas sumatif serentak sudah cukup bagi murid Fase A?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 2 dalam mengelola alat, bahan, dan plastisin saat penilaian berlangsung?
- Apakah instrumen lembar ceklis dan rubrik sumatif dapat memotret ketercapaian keempat TP bab ini secara objektif?
Murid:- Karya mana yang paling kamu sukai hasilnya: goresan warna, gambar pengalamanmu, atau patung plastisinmu?
- Bagian tugas mana yang paling mudah dan bagian mana yang paling menantang untuk kamu selesaikan sendiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Kertas gambar/buku gambar ukuran A4.
- Alat gambar milik murid: pensil grafis, spidol warna, pensil warna/krayon.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab 6: Berkreasi Karya Seni Rupa
- Lembar Uji Coba Pewarna Kering berpetak 4 kotak
- Bahan pewarna kering milik murid (pensil warna, krayon lilin, krayon minyak, atau pastel)
- Kertas gambar dan papan tulis untuk peragaan guru
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kertas gambar ukuran A4
- Pensil gambar dan penghapus
- Pewarna kering (krayon atau pensil warna)
- Contoh gambar bertema pengalaman lingkungan sekitar
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi).
- Bahan lunak (plastisin, playdough buatan, atau tanah liat/lempung).
- Alas kerja plastik dan wadah penyimpanan karya.
- Contoh konkret objek 3 dimensi (cangkir, mangkuk kecil, atau miniatur hewan).
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Buku gambar/kertas gambar ukuran A4.
- Kertas HVS/lembar uji coba ukuran A5.
- Alat gambar: pensil 2B dan penghapus.
- Bahan pewarna kering: pensil warna atau krayon.
- Plastisin aneka warna dan alas papan/plastik meja.
|