Modul AjarPertemuan 5Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Membuat Karya Tiga Dimensi (Patung Sederhana atau Miniatur)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Membuat Karya Tiga Dimensi (Patung Sederhana atau Miniatur)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Membuat Karya Tiga Dimensi (Patung Sederhana atau Miniatur)

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 5 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Membuat Karya Tiga Dimensi (Patung Sederhana atau Miniatur)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMembuat Karya Tiga Dimensi (Patung Sederhana atau Miniatur)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membuat karya tiga dimensi sederhana (miniatur hewan atau wadah) dari bahan lunak dengan teknik bentuk yang tepat
  2. Murid mampu menghasilkan karya tiga dimensi yang dapat berdiri seimbang dan memiliki struktur kokoh
  3. Murid mampu mengenali dan menguji coba alat dan bahan lunak (tanah liat/plastisin/playdough) dalam proses berkarya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa perbedaan karya seni dua dimensi dan tiga dimensi yang pernah kalian lihat?
  2. Hewan berkaki empat apa yang kalian suka? Bagaimana bentuk tubuh dan kakinya agar bisa berdiri dengan seimbang?
  3. Bahan lunak apa saja yang bisa kita pakai untuk membuat miniatur atau wadah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan beberapa contoh karya dua dimensi (gambar, foto) dan tiga dimensi (mainan, wadah) lalu meminta murid mengidentifikasi perbedaannya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: membuat karya tiga dimensi dari bahan lunak yang dapat berdiri seimbang
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu keingintahuan murid tentang bentuk hewan berkaki empat atau wadah

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak mengamati contoh karya tiga dimensi (miniatur hewan, wadah) yang dibawa guru atau melalui gambar
  • Guru menjelaskan perbedaan karya dua dimensi (panjang × lebar) dan tiga dimensi (panjang × lebar × tinggi) dengan contoh konkret
  • Murid membuat daftar karya tiga dimensi yang mereka ketahui di buku catatan
  • Guru memperkenalkan pilihan karya: miniatur hewan berkaki empat atau wadah sederhana (gelas, mangkuk, pot)
  • Murid mengamati bahan lunak yang tersedia (tanah liat/plastisin/playdough) dan menguji tekstur serta kemampuan bentuknya
  • Guru mendemonstrasikan teknik dasar membentuk: membulatkan, memipihkan, menarik, dan menyambung bagian
  • Murid berlatih teknik dasar dengan membuat bentuk bulat, pipih, dan silinder dari bahan lunak

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih jenis karya yang akan dibuat: miniatur hewan berkaki empat atau wadah
  • Murid membuat sketsa sederhana gagasan karyanya (bentuk tubuh hewan atau bentuk wadah) di kertas
  • Murid memulai membentuk karya tiga dimensi dari bahan lunak sesuai gagasan
  • Untuk miniatur hewan: murid membentuk badan, kepala, dan empat kaki dengan proporsi yang memungkinkan berdiri seimbang
  • Untuk wadah: murid membentuk dasar dan dinding wadah dengan teknik pilin, pijit, atau cetak sederhana
  • Guru berkeliling memberi umpan balik dan bantuan sesuai kebutuhan murid (diferensiasi proses)
  • Murid menguji keseimbangan karyanya: apakah miniatur hewan bisa berdiri di atas keempat kakinya, apakah wadah kokoh dan stabil
  • Murid melakukan perbaikan jika karya belum seimbang atau belum kokoh

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyelesaikan karyanya dan memberikan judul atau nama pada karya
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana: apa yang mudah dan sulit dalam membuat karya, bagian mana yang paling disukai
  • Murid berpasangan dengan teman sebangku untuk saling mengapresiasi karya (penilaian sejawat sederhana)
  • Guru memfasilitasi beberapa murid untuk berbagi pengalaman berkarya dan tantangan yang dihadapi
  • Murid merefleksi: apa yang akan diperbaiki jika membuat karya serupa lagi, strategi apa yang berhasil

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengamati karya murid menggunakan rubrik penilaian
  • Murid menata karya di meja untuk galeri kelas sederhana (murid berjalan mengamati karya teman)
  • Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan kreativitas murid
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyimpulkan: karya tiga dimensi memiliki volume dan dapat dilihat dari berbagai sisi, keseimbangan penting dalam karya patung
  • Guru memberikan arahan untuk menjaga karya agar dapat dibawa pulang setelah kering (untuk tanah liat) atau langsung dibawa pulang
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih antara membuat miniatur hewan berkaki empat atau wadah sederhana sesuai minat dan pengalaman mereka
  • Proses: Murid yang cepat dapat menambahkan detail pada karya (telinga, ekor, tekstur untuk hewan; hiasan sederhana untuk wadah). Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bimbingan lebih intensif dari guru dalam teknik membentuk dan menyeimbangkan karya. Guru menyediakan template bentuk dasar untuk murid yang kesulitan memulai
  • Produk: Murid dapat menghasilkan karya dengan tingkat kerumitan berbeda: dari bentuk sederhana hingga bentuk dengan detail tambahan. Kriteria keberhasilan tetap sama: karya harus tiga dimensi dan dapat berdiri seimbang

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan beberapa benda (gambar datar, mainan, wadah) dan meminta murid mengelompokkan mana yang dua dimensi dan tiga dimensi
  • Guru bertanya: Siapa yang pernah membuat sesuatu dari tanah liat atau plastisin? Apa yang dibuat?

Proses:

  • Observasi saat murid menguji dan memilih bahan lunak
  • Pengamatan teknik membentuk yang digunakan murid
  • Mengecek kemampuan murid menguji keseimbangan karya dan melakukan perbaikan
  • Tanya jawab informal saat murid bekerja: Bagaimana cara membuat kakinya agar kuat menopang badan? Mengapa wadahnya roboh?

Akhir:

  • Penilaian karya menggunakan rubrik: apakah karya berbentuk tiga dimensi, apakah dapat berdiri seimbang, kreativitas bentuk
  • Penilaian sejawat sederhana: teman memberikan satu hal yang disukai dari karya
  • Lembar refleksi murid: Apa yang mudah dan sulit? Apa yang kamu sukai dari karyamu?
  • Galeri kelas: murid mengamati dan mengapresiasi karya teman

Formatif:

  • Observasi selama murid menguji tekstur bahan lunak dan berlatih teknik dasar
  • Pengamatan proses pembentukan karya: teknik yang digunakan, usaha mencapai keseimbangan
  • Tanya jawab saat guru berkeliling untuk mengecek pemahaman murid tentang keseimbangan dan struktur

Sumatif:

  • Penilaian produk karya tiga dimensi menggunakan rubrik: keberhasilan membuat karya tiga dimensi dari bahan lunak, kemampuan karya berdiri seimbang, kreativitas bentuk
  • Lembar refleksi murid tentang proses berkarya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membuat karya tiga dimensi dari bahan lunakKarya belum menunjukkan bentuk tiga dimensi yang jelas (masih datar atau tidak memiliki volume)Karya menunjukkan bentuk tiga dimensi sederhana namun belum utuh (bagian-bagian belum tersambung dengan baik)Karya berbentuk tiga dimensi utuh (miniatur hewan atau wadah) dengan bagian-bagian yang tersambungKarya berbentuk tiga dimensi utuh dengan detail tambahan yang memperkaya bentuk (telinga, ekor, tekstur, hiasan)
Keseimbangan karyaKarya tidak dapat berdiri sendiri, mudah robohKarya dapat berdiri dengan bantuan penyangga atau dalam posisi tertentu sajaKarya dapat berdiri seimbang dengan stabil di atas kaki/dasarnyaKarya berdiri seimbang dengan struktur yang kokoh dan proporsi yang baik
Kreativitas dan kesesuaian bentukBentuk karya tidak menunjukkan gagasan yang jelasBentuk karya sudah menunjukkan gagasan (hewan atau wadah) namun masih sangat sederhanaBentuk karya jelas menunjukkan gagasan (jenis hewan atau wadah tertentu) dengan ciri khas yang dapat dikenaliBentuk karya menunjukkan gagasan yang jelas dengan karakteristik unik dan sentuhan personal murid
Penguasaan teknik membentukBelum menguasai teknik dasar membentuk, bahan tidak menyatu dengan baikMulai menggunakan teknik dasar (membulatkan, memipihkan) namun hasilnya kurang rapiMenggunakan teknik dasar dengan baik (membulatkan, menarik, menyambung bagian)Menguasai berbagai teknik membentuk dan mampu mengombinasikannya untuk hasil yang rapi dan detail

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid menyelesaikan karya dengan baik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid?
  • Murid mana yang membutuhkan bimbingan lebih dalam teknik membentuk atau mencapai keseimbangan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif membantu murid dengan kemampuan berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam demonstrasi teknik atau pendampingan proses berkarya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan saat membuat karya tiga dimensi hari ini?
  • Bagian mana yang paling sulit? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Apa yang kamu pelajari tentang membuat karya agar bisa berdiri seimbang?
  • Jika membuat lagi, apa yang ingin kamu buat dan apa yang akan kamu ubah?
  • Apa yang kamu rasakan saat melihat karyamu sudah jadi dan bisa berdiri sendiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi)
  2. Buku Siswa Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka
  3. LKPD 14: Latihan Mengelompokkan Karya Dua dan Tiga Dimensi
  4. Contoh karya tiga dimensi: miniatur hewan, wadah, mainan
  5. Bahan lunak: tanah liat/plastisin/playdough (sesuai ketersediaan)
  6. Alas kerja (plastik, koran, atau papan)
  7. Alat bantu sederhana: tusuk gigi, sendok plastik untuk detail (opsional)
  8. Kertas dan pensil untuk sketsa gagasan
  9. Lembar refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.