MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A) Topik: Mengeksplorasi Bahan Lunak untuk Karya Tiga Dimensi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Mengeksplorasi Bahan Lunak untuk Karya Tiga Dimensi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menguji coba bahan lunak (tanah liat, plastisin) untuk membuat bentuk tiga dimensi
- Murid mampu mengenali alat dan bahan yang digunakan untuk membentuk karya tiga dimensi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi jika kita menekan tanah liat dengan kuat? Bagaimana dengan menekannya pelan-pelan?
- Bahan lunak apa saja yang pernah kalian lihat atau sentuh di rumah?
- Bagaimana cara membuat bahan lunak menjadi bentuk yang kita inginkan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
- Guru menunjukkan contoh karya tiga dimensi sederhana (mainan dari plastisin, wadah dari tanah liat) untuk membangun rasa ingin tahu
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mencoba berbagai bahan lunak dan mengenal alat untuk membuat bentuk tiga dimensi
- Asesmen awal: guru bertanya kepada murid, 'Siapa yang pernah bermain dengan tanah liat atau plastisin? Apa yang kalian buat?' untuk mengetahui pengalaman awal murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan bahan lunak yang akan digunakan: tanah liat dan plastisin, dengan menunjukkan kedua bahan secara langsung
- Murid diajak mengamati perbedaan kedua bahan (warna, tekstur, bau) melalui pengamatan visual dan sentuhan
- Guru mendemonstrasikan cara memegang dan merasakan bahan lunak dengan lembut, mengajak murid merasakan tekstur bahan secara sadar
- Murid diberi kesempatan menyentuh dan meremas-remas bahan lunak untuk mengenali sifatnya: lentur, mudah dibentuk, lembut
- Guru memperkenalkan alat sederhana untuk membentuk: tangan, stik kayu/es krim, dan pisau plastik
- Guru menjelaskan fungsi setiap alat: tangan untuk membentuk, stik untuk membuat detail, pisau plastik untuk memotong
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap murid mendapat sebongkah tanah liat atau plastisin seukuran kepalan tangan, guru menyediakan alas plastik di meja masing-masing
- Murid mulai bereksperimen: menekan, meremas, menarik, memuntir bahan lunak untuk merasakan berbagai cara membentuk
- Guru membimbing murid mencoba membuat bentuk-bentuk dasar: bola, panjang seperti ular, pipih seperti kue, menggunakan tangan
- Murid mencoba menggunakan alat sederhana (stik kayu) untuk membuat lubang, garis, atau pola pada bentuk yang sudah dibuat
- Murid diberi kebebasan membuat bentuk tiga dimensi sederhana sesuai imajinasi: buah, hewan sederhana, atau benda kesukaan
- Guru berkeliling memberi bimbingan individual, memberikan pujian atas usaha murid dan mendorong mereka mencoba teknik berbeda
- Murid yang sudah selesai dapat mencoba bahan lunak lainnya (tanah liat ke plastisin atau sebaliknya) untuk membandingkan pengalaman
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid berhenti sejenak dan mengamati karya yang telah mereka buat
- Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Bahan mana yang lebih mudah dibentuk, tanah liat atau plastisin? Mengapa?'
- Murid diajak berbagi pengalaman: 'Apa yang paling kalian sukai saat membentuk bahan lunak tadi?'
- Guru menanyakan: 'Alat apa yang paling membantu kalian? Bagaimana cara menggunakannya?'
- Beberapa murid diminta menunjukkan karya mereka dan menceritakan bentuk apa yang mereka buat dan bagaimana prosesnya
- Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas setiap murid, menekankan bahwa setiap karya unik dan berharga
- Murid menuliskan atau menyampaikan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang bahan lunak
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan satu teknik membentuk yang mereka kuasai
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kita telah mengenal bahan lunak (tanah liat dan plastisin) serta alat untuk membentuk karya tiga dimensi
- Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua sudah berhasil mencoba dan membuat bentuk tiga dimensi, hebat!'
- Murid diminta membersihkan meja dan menyimpan karya mereka di tempat yang telah disediakan
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam, serta memberikan gambaran singkat tentang kegiatan pertemuan berikutnya
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah familiar dengan bahan lunak dapat langsung mencoba membuat bentuk kompleks (hewan dengan detail), sementara murid yang baru pertama kali difokuskan pada bentuk dasar sederhana (bola, tabung)
- Proses: Murid yang cepat menguasai dapat diberi tantangan membuat karya dengan menggabungkan beberapa bentuk dasar, sedangkan murid yang memerlukan lebih banyak waktu mendapat pendampingan individual dari guru untuk eksplorasi bentuk dasar
- Produk: Murid dapat memilih menghasilkan satu karya utuh atau beberapa bentuk dasar yang berbeda sesuai kemampuan dan kecepatan mereka. Ekspektasi jumlah dan kompleksitas disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman murid dengan bahan lunak (tanah liat, plastisin, atau playdough)
- Mengamati respons murid terhadap contoh karya tiga dimensi yang ditunjukkan guru
Proses:- Observasi langsung saat murid meremas dan membentuk bahan lunak
- Mengamati cara murid menggunakan alat (tangan, stik kayu, pisau plastik) untuk membuat bentuk
- Mendengarkan respons murid terhadap pertanyaan guru selama proses eksplorasi
- Dokumentasi foto proses kerja murid untuk melihat perkembangan keterampilan
Akhir:- Penilaian karya tiga dimensi yang dihasilkan murid menggunakan rubrik
- Meminta murid mendemonstrasikan satu teknik membentuk yang mereka kuasai
- Mendengarkan refleksi murid tentang pengalaman mereka dengan bahan lunak dan alat yang digunakan
- Penilaian kemampuan murid menyebutkan perbedaan antara tanah liat dan plastisin
Formatif:- Observasi selama proses eksplorasi: kemampuan murid meremas, membentuk, dan bereksperimen dengan bahan lunak
- Tanya jawab lisan saat kegiatan berlangsung untuk mengetahui pemahaman murid tentang sifat bahan dan fungsi alat
- Pengamatan keterampilan murid menggunakan alat sederhana untuk membuat detail pada karya
Sumatif:- Penilaian karya akhir: bentuk tiga dimensi yang dihasilkan murid dari bahan lunak
- Penilaian kemampuan murid menjelaskan alat dan bahan yang mereka gunakan serta cara penggunaannya
- Rubrik penilaian berdasarkan empat aspek: kemampuan eksplorasi bahan, penggunaan alat, kreativitas bentuk, dan kemampuan merefleksikan proses
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Menguji Coba Bahan Lunak | Murid belum mau menyentuh atau mencoba bahan lunak, memerlukan banyak dorongan dari guru | Murid mulai menyentuh bahan lunak tetapi hanya mencoba satu atau dua cara membentuk (misalnya hanya meremas saja) | Murid mencoba berbagai cara membentuk bahan lunak (menekan, meremas, menarik, memuntir) dan berhasil membuat bentuk dasar | Murid aktif bereksperimen dengan berbagai teknik membentuk, membuat beberapa bentuk berbeda, dan dapat membandingkan sifat tanah liat dan plastisin | | Pengenalan Alat dan Bahan | Murid belum dapat menyebutkan nama bahan atau alat yang digunakan | Murid dapat menyebutkan nama bahan (tanah liat atau plastisin) tetapi belum memahami fungsi alat | Murid dapat menyebutkan nama bahan dan alat serta menjelaskan minimal satu fungsi alat (misalnya stik untuk membuat lubang) | Murid dapat menyebutkan nama semua bahan dan alat yang digunakan, menjelaskan fungsi masing-masing, serta membandingkan kegunaan alat yang berbeda | | Kreativitas dalam Membentuk | Murid hanya meremas bahan tanpa membentuk objek tertentu | Murid membuat satu bentuk dasar sederhana (bola atau tabung) dengan bimbingan guru | Murid membuat bentuk tiga dimensi sederhana yang dapat dikenali (buah, hewan sederhana) secara mandiri | Murid membuat bentuk tiga dimensi dengan detail atau menggabungkan beberapa bentuk dasar menjadi satu karya yang lebih kompleks | | Kemampuan Merefleksikan Proses | Murid belum dapat menceritakan apa yang mereka lakukan atau pelajari | Murid dapat menyebutkan satu hal yang mereka sukai dari kegiatan tetapi belum bisa menjelaskan prosesnya | Murid dapat menjelaskan proses membentuk yang mereka lakukan dan menyebutkan perbedaan antara tanah liat dan plastisin | Murid dapat menjelaskan proses secara rinci, membandingkan kedua bahan, menyebutkan tantangan yang dihadapi, dan apa yang akan mereka coba lain kali |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mengeksplorasi bahan lunak?
- Manakah prinsip pembelajaran (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) yang paling efektif dalam pembelajaran ini?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
- Apa tantangan yang muncul selama pembelajaran dan bagaimana saya dapat mengatasinya di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
Refleksi Murid:- Apa yang paling aku sukai dari kegiatan membentuk bahan lunak hari ini?
- Bahan mana yang lebih mudah kubentuk, tanah liat atau plastisin? Mengapa?
- Apa yang ingin aku buat lagi dengan bahan lunak di lain waktu?
- Hal baru apa yang aku pelajari tentang cara membentuk karya tiga dimensi?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Seni Rupa Kelas 2 Kurikulum Merdeka
- Tanah liat atau lempung
- Plastisin atau playdough
- Alas plastik untuk meja
- Stik kayu atau stik es krim
- Pisau plastik
- Mangkuk kecil berisi air (untuk melembapkan tanah liat)
- Contoh karya tiga dimensi sederhana (mainan, wadah)
- LKPD 14 (Lembar Kerja Murid untuk mengidentifikasi karya dua dan tiga dimensi)
|