Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Eksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mempraktikkan teknik lempeng, cubit, dan tarik menggunakan tanah liat atau plastisin
  2. Mengidentifikasi hasil bentuk dari masing-masing teknik membentuk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika kita tekan tanah liat dengan telapak tangan?
  2. Bagaimana cara membuat bentuk mangkuk dari bola tanah liat?
  3. Teknik apa yang paling mudah kamu lakukan untuk membentuk tanah liat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain dengan tanah liat, plastisin, atau playdough
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Eksplorasi Teknik Membentuk Bahan Lunak
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: hari ini kita akan belajar tiga cara membentuk tanah liat
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyiapkan alas plastik di atas meja dan membagi tanah liat sebesar kepala tangan murid
  • Guru mengajak murid memegang, meremas, dan membentuk tanah liat menjadi bola selama 5-10 menit untuk membiasakan diri dengan bahan
  • Guru menanyakan pengalaman murid: bagaimana tekstur tanah liat? Lembut atau keras? Mudah dibentuk atau tidak?
  • Guru memperagakan teknik lempeng: membuat bola, menekan dengan telapak tangan hingga tipis, mengilas dengan rol kayu, memotong dengan penggaris atau cetakan kue
  • Guru memperagakan teknik cubit (pinching): membuat bola, membenamkan ibu jari ke tengah, mencubit dengan empat jari lain untuk membentuk wadah
  • Guru memperagakan teknik tarik (pulling): menarik bagian tanah liat untuk membentuk detail seperti telinga atau pegangan
  • Guru menunjukkan hasil bentuk dari ketiga teknik dan menjelaskan perbedaannya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan teknik lempeng: membuat bola, menekan, mengilas, dan memotong sesuai keinginan
  • Murid mempraktikkan teknik cubit: membuat bola, membenamkan ibu jari, mencubit untuk membentuk wadah sederhana
  • Murid mempraktikkan teknik tarik: menarik bagian tanah liat untuk menambahkan detail pada bentuk
  • Guru berkeliling membimbing murid, memberikan bantuan sesuai kebutuhan individual
  • Murid menambahkan dekorasi pada hasil karya dengan menempelkan bentuk baru menggunakan teknik pembauran dengan air
  • Murid menata hasil karya dari ketiga teknik di atas meja masing-masing

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati ketiga hasil karya mereka dan mengidentifikasi perbedaan bentuk dari setiap teknik
  • Murid menuliskan atau menceritakan secara lisan: teknik mana yang paling mudah? Teknik mana yang paling sulit? Mengapa?
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: beberapa murid berbagi pengalaman dan hasil karya mereka
  • Murid merefleksi proses belajar: apa yang berhasil? Apa yang ingin diperbaiki di kesempatan berikutnya?
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif untuk setiap murid

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: ada tiga teknik membentuk tanah liat (lempeng, cubit, tarik) dan setiap teknik menghasilkan bentuk yang berbeda
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan hasil karya dan menyebutkan teknik yang digunakan
  • Murid membersihkan meja dan mencuci tangan
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas murid
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan tanah liat diberi waktu lebih lama untuk eksplorasi awal. Murid yang sudah mahir dapat mencoba kombinasi teknik.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bimbingan langsung dari guru. Murid yang cepat dapat membantu teman sebaya dengan pengawasan guru.
  • Produk: Murid dapat memilih membuat wadah sederhana (teknik cubit) atau bentuk datar berhias (teknik lempeng) sesuai kemampuan. Murid yang lebih mahir dapat menggabungkan ketiga teknik dalam satu karya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan: Siapa yang pernah bermain dengan tanah liat atau plastisin?
  • Guru mengamati respon dan antusiasme murid terhadap bahan yang ditunjukkan
  • Guru menilai pengetahuan awal murid tentang cara membentuk bahan lunak

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengeksplorasi tanah liat di tahap pembiasaan
  • Penilaian keterampilan murid saat mempraktikkan teknik lempeng, cubit, dan tarik
  • Guru memberikan umpan balik langsung saat murid berkarya
  • Guru mencatat kemampuan murid dalam mengidentifikasi perbedaan hasil teknik

Akhir:

  • Murid menunjukkan hasil karya dari ketiga teknik dan menyebutkan nama tekniknya
  • Murid menjawab pertanyaan: Apa perbedaan bentuk yang dihasilkan dari ketiga teknik?
  • Guru menilai hasil karya murid menggunakan rubrik
  • Murid melakukan refleksi tertulis atau lisan tentang proses belajar mereka

Formatif:

  • Observasi selama murid mempraktikkan ketiga teknik membentuk
  • Tanya jawab tentang pengalaman murid saat membentuk tanah liat
  • Penilaian sejawat saat murid berbagi hasil karya

Sumatif:

  • Penilaian produk: hasil karya dari ketiga teknik (lempeng, cubit, tarik)
  • Penilaian kemampuan mengidentifikasi perbedaan bentuk dari setiap teknik
  • Rubrik penilaian keterampilan membentuk dan kreativitas

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Teknik LempengMurid belum mampu membuat lempeng tipis, tanah liat masih tebal dan tidak rataMurid mampu membuat lempeng dengan bantuan, hasilnya kurang rataMurid mampu membuat lempeng tipis dan cukup rata secara mandiriMurid mampu membuat lempeng tipis, rata, dan memotongnya dengan rapi sesuai keinginan
Keterampilan Teknik CubitMurid belum mampu membentuk wadah, tanah liat pecah atau tidak berlubangMurid mampu membuat lubang di bola tanah liat tetapi bentuk wadah belum terbentukMurid mampu membentuk wadah sederhana dengan teknik cubit secara mandiriMurid mampu membentuk wadah dengan dinding rata dan menambahkan dekorasi
Keterampilan Teknik TarikMurid belum mampu menarik bagian tanah liat, bagian yang ditarik terlepasMurid mampu menarik tanah liat dengan bantuan, hasilnya kurang rapiMurid mampu menarik bagian tanah liat untuk membentuk detail secara mandiriMurid mampu menarik tanah liat dengan halus dan menambahkan detail yang kreatif
Kemampuan Mengidentifikasi Hasil TeknikMurid belum mampu membedakan hasil dari ketiga teknikMurid mampu menyebutkan satu atau dua teknik yang digunakanMurid mampu menyebutkan ketiga teknik dan menunjukkan hasil masing-masingMurid mampu menjelaskan perbedaan bentuk yang dihasilkan dari ketiga teknik dengan detail
Kreativitas dan KemandirianMurid sangat bergantung pada bantuan guru, belum menunjukkan inisiatif berkaryaMurid mencoba berkarya dengan sering meminta bantuan, kreativitas terbatasMurid berkarya secara mandiri dan menambahkan sentuhan pribadi pada karyaMurid berkarya mandiri dengan kreativitas tinggi, berani bereksperimen dan menghasilkan karya unik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah demonstrasi ketiga teknik sudah cukup jelas bagi seluruh murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk eksplorasi dan praktik sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif memfasilitasi keberagaman kemampuan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam penyampaian materi atau pengelolaan kelas?

Refleksi Murid:

  • Teknik mana yang paling mudah kamu lakukan? Mengapa?
  • Teknik mana yang paling sulit? Apa yang membuatnya sulit?
  • Apa yang kamu sukai dari kegiatan membentuk tanah liat hari ini?
  • Jika ada kesempatan lagi, apa yang ingin kamu buat dengan teknik-teknik ini?
  • Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang membentuk bahan lunak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Bab IV: Eksplorasi Teknik, Alat, dan Bahan untuk Berkarya
  2. Tanah liat atau lempung (sebesar kepala tangan per murid)
  3. Plastisin atau playdough sebagai alternatif bahan lunak
  4. Alas plastik untuk melindungi meja
  5. Rol kayu penggilas atau botol untuk teknik lempeng
  6. Penggaris atau cetakan kue untuk memotong lempeng
  7. Mangkuk atau ember kecil berisi air untuk teknik pembauran
  8. Lap atau tisu untuk membersihkan tangan
  9. Wadah untuk menampung hasil karya murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.