MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A) Topik: Mengenal Alat dan Bahan untuk Karya Tiga Dimensi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Mengenal Alat dan Bahan untuk Karya Tiga Dimensi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengidentifikasi alat (perangkat butsir) dan bahan lunak (tanah liat, plastisin, playdough) untuk berkarya tiga dimensi
- Murid mampu menyebutkan karakteristik bahan lunak alami dan buatan
- Murid mampu mengeksplorasi dan menguji coba alat serta bahan lunak untuk karya tiga dimensi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja benda di sekitar kita yang bisa dibentuk dan diremas-remas seperti plastisin?
- Mengapa tanah liat terasa berbeda dengan plastisin ketika kita pegang?
- Alat apa yang bisa membantu kita membuat bentuk pada bahan lunak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah dan mengajak bernyanyi lagu pendek tentang warna-warni alat seni (5 menit)
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain dengan tanah liat, plastisin, atau playdough di rumah (5 menit)
- Guru menampilkan contoh karya tiga dimensi sederhana (boneka, mangkuk kecil) dan bertanya: Dari bahan apa ini dibuat? (3 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengenal alat dan bahan lunak untuk membuat karya tiga dimensi (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan tiga jenis bahan lunak: tanah liat (alami), plastisin, dan playdough (buatan) di meja demonstrasi
- Murid mengamati perbedaan warna, tekstur, dan bentuk ketiga bahan tersebut
- Guru menjelaskan karakteristik bahan lunak alami (tanah liat): berasal dari alam, warnanya cokelat/abu-abu, perlu air untuk melembapkan, bisa mengering
- Guru menjelaskan karakteristik bahan lunak buatan (plastisin dan playdough): dibuat oleh manusia, warna-warni, lembut, tidak mudah kering
- Guru memperkenalkan alat butsir sederhana (sendok plastik, tusuk gigi, stik es krim) dan mendemonstrasikan cara menggunakannya untuk membuat garis, lubang, dan tekstur pada bahan lunak
- Murid mencatat perbedaan bahan alami dan buatan dalam lembar kerja sederhana dengan gambar dan kata kunci
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan masing-masing murid satu porsi tanah liat dan satu porsi plastisin/playdough (sebesar kepalan tangan anak)
- Guru menyiapkan alas plastik di meja dan mangkuk kecil berisi air untuk melembapkan tanah liat
- Murid mengeksplorasi kedua bahan dengan meremas, menekan, menarik, dan memutar untuk merasakan tekstur dan kelembutan masing-masing bahan (10 menit)
- Murid mencoba menggunakan alat butsir sederhana (sendok plastik, tusuk gigi, stik es krim) untuk membuat pola, lubang, atau garis pada kedua bahan
- Murid membuat bentuk tiga dimensi sederhana sesuai pilihan: bola, mangkuk kecil, atau hewan sederhana menggunakan salah satu bahan pilihan mereka
- Guru berkeliling memberi dukungan dan umpan balik positif, mengajukan pertanyaan: Bahan mana yang lebih mudah dibentuk? Mengapa?
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid berkumpul dalam lingkaran kecil membawa hasil karya mereka
- Setiap murid menceritakan bahan apa yang dipilih dan mengapa memilih bahan tersebut (2-3 murid sebagai perwakilan)
- Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan reflektif: Apa yang kamu rasakan saat meremas tanah liat? Bagaimana perasaanmu saat membuat bentuk dengan alat butsir?
- Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka sukai dari kegiatan hari ini di lembar refleksi
- Guru menegaskan bahwa tidak ada yang salah dalam berkarya seni, setiap hasil adalah proses belajar yang berharga
Penutup:- Guru mengajak murid merapikan area kerja: membersihkan meja, menyimpan alat butsir, dan menempatkan karya di area pengeringan (5 menit)
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu karakteristik bahan alami dan satu karakteristik bahan buatan
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras murid dan mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun
- Guru memberitahu kegiatan pertemuan selanjutnya: membuat karya tiga dimensi yang lebih kompleks (3 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah familiar dengan bahan lunak diberi kesempatan mengeksplorasi teknik mencampur warna pada plastisin. Murid yang baru pertama kali memegang bahan lunak difasilitasi dengan bimbingan langsung dan contoh konkret.
- Proses: Murid yang cepat menguasai dapat membuat 2 bentuk berbeda menggunakan kedua jenis bahan. Murid yang memerlukan waktu lebih lama diberi pendampingan guru atau teman sebaya untuk menyelesaikan satu bentuk sederhana.
- Produk: Murid dapat memilih membuat bentuk geometris sederhana (bola, kubus) atau bentuk imajinatif sesuai kreativitas mereka. Kompleksitas bentuk disesuaikan dengan kemampuan masing-masing murid.
ASESMENAwal:- Tanya jawab pengalaman murid bermain dengan bahan lunak (tanah liat, plastisin, playdough) di rumah atau sekolah sebelumnya
- Observasi kemampuan awal murid dalam menyebutkan nama bahan yang ditunjukkan guru
Proses:- Observasi cara murid mengeksplorasi kedua bahan: apakah murid aktif mencoba berbagai gerakan (meremas, menekan, menarik)
- Tanya jawab selama eksplorasi: Bahan mana yang lebih lembut? Mana yang perlu air?
- Pengamatan penggunaan alat butsir: apakah murid dapat membuat pola atau tekstur dengan alat yang disediakan
- Penilaian diri sederhana: murid menunjukkan dengan jempol (atas/tengah/bawah) seberapa mudah mereka menggunakan bahan
Akhir:- Tes lisan: setiap murid menyebutkan satu karakteristik bahan lunak alami (tanah liat) dan satu karakteristik bahan lunak buatan (plastisin/playdough)
- Penilaian hasil karya tiga dimensi menggunakan rubrik: kemampuan membentuk, penggunaan alat, dan kerapian hasil
- Lembar refleksi: murid menggambar atau menulis bahan mana yang paling mereka sukai dan alasannya
Formatif:- Observasi saat murid mengeksplorasi bahan: apakah murid dapat membedakan tekstur bahan alami dan buatan
- Tanya jawab selama proses: murid dapat menyebutkan nama alat dan fungsinya
- Pengamatan kemampuan murid menggunakan alat butsir dengan tepat
Sumatif:- Penilaian hasil karya tiga dimensi: kelengkapan bentuk, penggunaan alat, dan kerapian
- Tes lisan: murid menyebutkan minimal 2 karakteristik bahan lunak alami dan buatan
- Lembar kerja: murid mencocokkan gambar bahan dengan karakteristiknya
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi alat dan bahan | Murid belum dapat menyebutkan nama alat atau bahan lunak yang digunakan | Murid dapat menyebutkan 1 nama alat atau 1 jenis bahan lunak dengan bantuan guru | Murid dapat menyebutkan 2-3 nama alat dan 2 jenis bahan lunak secara mandiri | Murid dapat menyebutkan semua alat dan bahan lunak serta menjelaskan fungsinya dengan lancar | | Menyebutkan karakteristik bahan | Murid belum dapat menyebutkan perbedaan antara bahan alami dan buatan | Murid dapat menyebutkan 1 karakteristik bahan lunak dengan bantuan pertanyaan guru | Murid dapat menyebutkan 2 karakteristik bahan alami dan 2 karakteristik bahan buatan | Murid dapat menyebutkan minimal 3 karakteristik masing-masing bahan dan menjelaskan perbedaannya dengan jelas | | Mengeksplorasi dan menggunakan alat butsir | Murid kesulitan menggunakan alat butsir dan memerlukan bantuan penuh guru | Murid dapat menggunakan 1 alat butsir dengan bimbingan untuk membuat pola sederhana | Murid dapat menggunakan 2-3 alat butsir secara mandiri untuk membuat pola atau tekstur | Murid dapat menggunakan berbagai alat butsir dengan kreatif dan menghasilkan pola yang bervariasi | | Hasil karya tiga dimensi | Karya belum terbentuk atau masih berupa gumpalan tanpa bentuk jelas | Karya memiliki bentuk dasar sederhana (bola atau silinder) namun kurang rapi | Karya memiliki bentuk tiga dimensi yang jelas dan rapi | Karya memiliki bentuk tiga dimensi yang jelas, rapi, dan menunjukkan detail atau tekstur kreatif |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu eksplorasi bahan sudah cukup untuk semua murid?
- Bagaimana respons murid terhadap bahan lunak alami (tanah liat) versus buatan (plastisin/playdough)?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih dalam menggunakan alat butsir?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
- Apa yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan kelas saat kegiatan eksplorasi bahan?
Refleksi Murid:- Bahan mana yang paling kamu sukai untuk dibentuk? Mengapa?
- Apa yang kamu rasakan saat pertama kali menyentuh tanah liat?
- Alat butsir mana yang paling mudah kamu gunakan?
- Apa yang ingin kamu buat lagi dengan bahan lunak di lain waktu?
- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
SUMBER BELAJAR- Tanah liat atau lempung (bahan lunak alami)
- Plastisin atau playdough (bahan lunak buatan)
- Alat butsir sederhana: sendok plastik, tusuk gigi, stik es krim, garpu plastik
- Alas plastik untuk meja kerja
- Mangkuk atau ember kecil berisi air
- Contoh karya tiga dimensi sederhana (boneka tanah liat, mangkuk kecil)
- Lembar kerja identifikasi bahan (gambar dan kata kunci)
- Lembar refleksi murid
- Buku Guru Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka
- Resep playdough (jika membuat sendiri)
|