Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Pewarna Kering

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Eksplorasi Pewarna Kering". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Pewarna Kering

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Pewarna Kering

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEksplorasi Pewarna Kering
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengeksplorasi penggunaan pewarna kering (pensil warna, krayon, pastel minyak) untuk membuat goresan dan campuran warna pada kertas
  2. Murid mampu membandingkan karakteristik goresan dari berbagai pewarna kering yang digunakan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mewarnai dengan pensil warna, krayon, atau pastel? Bagaimana rasanya?
  2. Menurutmu, apakah semua pewarna kering menghasilkan goresan yang sama?
  3. Apa yang terjadi jika kita mencampur dua warna dengan pewarna kering?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan memastikan semua dalam kondisi siap belajar (5 menit)
  • Guru menunjukkan beberapa jenis pewarna kering (pensil warna, krayon, pastel minyak) dan bertanya kepada murid pewarna mana yang mereka miliki
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengeksplorasi pewarna kering dan membandingkan karakteristik goretannya
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menggunakan pewarna kering: 'Siapa yang pernah mewarnai dengan krayon? Bagaimana hasilnya?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati pewarna kering yang mereka miliki dengan penuh perhatian: bentuknya, teksturnya, dan baunya (Berkesadaran)
  • Guru mendemonstrasikan cara menggunakan masing-masing pewarna kering: cara memegang, menekan, dan membuat goresan pada kertas
  • Guru menjelaskan bahwa setiap pewarna kering memiliki karakteristik berbeda: pensil warna menghasilkan goresan tipis dan detail, krayon menghasilkan goresan tebal dan cerah, pastel minyak menghasilkan warna lembut dan mudah dibaurkan
  • Murid menyiapkan kertas gambar atau buku gambar dan pewarna kering yang dimiliki
  • Guru mengingatkan murid untuk meletakkan kertas bekas di bawah kertas gambar agar meja tetap bersih (khususnya untuk pengguna krayon dan pastel)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mulai mengeksplorasi pewarna kering yang dimiliki dengan membuat berbagai jenis goresan di kertas: goresan tebal, tipis, panjang, pendek, melingkar (Menggembirakan)
  • Murid mencoba mencampur dua warna pada kertas dengan cara menumpuk atau membaurkan warna (Bermakna)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan mengamati cara murid menggunakan pewarna kering
  • Murid yang menggunakan pastel atau krayon diperkenalkan teknik pembauran sederhana: menimpakan sedikit warna kedua pada warna pertama, lalu dibaurkan dengan jari
  • Murid mencatat atau mengingat hasil eksplorasi mereka: warna apa yang dicampur, bagaimana hasilnya, goresan mana yang paling mereka sukai
  • Guru memberikan umpan balik positif dan mendorong murid untuk terus bereksperimen

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid berhenti sejenak dan mengamati hasil eksplorasi mereka sendiri
  • Murid membandingkan goresan yang dihasilkan dari pewarna kering yang berbeda (jika ada teman yang menggunakan pewarna berbeda, mereka dapat saling mengamati)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa perbedaan antara goresan pensil warna, krayon, dan pastel? Mana yang paling mudah digunakan? Mengapa?'
  • Murid menyampaikan pendapat mereka tentang karakteristik pewarna kering yang mereka gunakan
  • Guru membantu murid menyimpulkan: setiap pewarna kering memiliki kelebihan dan kegunaan masing-masing, tidak ada yang paling baik, semua tergantung kebutuhan karya
  • Murid merefleksi proses belajar mereka: 'Apa yang paling menyenangkan hari ini? Apa yang ingin kamu coba lagi?'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan hasil eksplorasi dan menjelaskan satu karakteristik pewarna yang mereka gunakan
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan hasil eksplorasi semua murid
  • Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan menggunakan pewarna kering untuk membuat karya yang lebih lengkap
  • Murid membereskan alat dan bahan, memastikan meja dan area kerja bersih
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih jenis pewarna kering yang mereka miliki atau sukai untuk dieksplorasi (pensil warna, krayon, atau pastel minyak)
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat mencoba lebih banyak kombinasi warna dan teknik pembauran. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu dapat fokus pada satu jenis pewarna dan beberapa warna saja. Guru memberikan scaffolding lebih untuk murid yang kesulitan menggenggam pewarna atau membuat goresan
  • Produk: Murid yang lebih mahir dapat menghasilkan lebih banyak variasi goresan dan campuran warna. Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menghasilkan goresan dasar dengan beberapa warna. Semua hasil diapresiasi sesuai usaha dan kemajuan masing-masing

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid menggunakan pewarna kering sebelumnya
  • Observasi pemahaman awal murid tentang jenis-jenis pewarna kering yang mereka kenali

Proses:

  • Observasi partisipasi dan keterlibatan murid selama eksplorasi pewarna kering
  • Pengamatan keterampilan murid dalam membuat goresan dan mencampur warna
  • Tanya jawab informal saat murid bekerja untuk mengecek pemahaman mereka
  • Catatan anekdotal tentang kemajuan dan kesulitan yang dialami murid

Akhir:

  • Penilaian hasil eksplorasi berdasarkan rubrik: variasi goresan, campuran warna, dan pemahaman karakteristik pewarna
  • Presentasi lisan singkat murid tentang hasil eksplorasi dan karakteristik pewarna yang mereka gunakan
  • Refleksi tertulis atau lisan murid tentang proses belajar mereka

Formatif:

  • Observasi selama eksplorasi: guru mengamati cara murid menggunakan pewarna kering, keberanian mencoba, dan kemampuan membuat variasi goresan
  • Tanya jawab spontan saat murid bekerja untuk menggali pemahaman mereka tentang karakteristik pewarna
  • Penilaian sejawat: murid mengamati hasil kerja teman dan memberikan komentar positif

Sumatif:

  • Penilaian hasil eksplorasi: variasi goresan yang dihasilkan dan campuran warna yang dicoba
  • Penilaian lisan: murid menjelaskan karakteristik pewarna kering yang mereka gunakan berdasarkan pengalaman langsung

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi GoresanMurid hanya membuat 1-2 jenis goresan sederhana dan belum mencoba variasiMurid membuat 3-4 jenis goresan dengan sedikit variasi (tebal/tipis, panjang/pendek)Murid membuat 5-6 jenis goresan dengan variasi yang cukup beragam dan mulai berani bereksperimenMurid membuat lebih dari 6 jenis goresan dengan variasi sangat beragam, kreatif, dan percaya diri dalam bereksperimen
Campuran WarnaMurid belum mencoba mencampur warna atau hanya menggunakan satu warnaMurid mencoba mencampur 1-2 kombinasi warna dengan hasil yang masih sederhanaMurid mencoba mencampur 3-4 kombinasi warna dan mulai menghasilkan warna baru yang menarikMurid mencoba banyak kombinasi warna (lebih dari 4) dan berhasil menghasilkan warna-warna baru yang menarik dengan teknik pembauran yang baik
Pemahaman Karakteristik PewarnaMurid belum dapat menjelaskan perbedaan karakteristik pewarna kering yang digunakanMurid dapat menyebutkan 1 karakteristik dari pewarna kering yang digunakan dengan bimbingan guruMurid dapat menjelaskan 2-3 karakteristik pewarna kering yang digunakan berdasarkan pengalaman langsungMurid dapat menjelaskan karakteristik pewarna kering dengan detail, membandingkan dengan pewarna lain, dan memberikan contoh penggunaan yang sesuai
Kemandirian dan KreativitasMurid sangat bergantung pada contoh guru dan belum berani mencoba sendiriMurid mulai mencoba sendiri setelah melihat contoh guru, namun masih sering meminta bantuanMurid bekerja mandiri dan berani mencoba hal baru dengan sedikit bimbinganMurid bekerja mandiri dengan penuh percaya diri, menunjukkan inisiatif dan kreativitas dalam bereksperimen

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi pewarna kering sesuai kemampuan mereka?
  • Bagaimana saya memfasilitasi murid yang tidak memiliki pewarna kering atau hanya memiliki satu jenis?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid cepat dan lambat?
  • Bagaimana cara saya meningkatkan keterlibatan murid yang tampak kurang percaya diri?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran eksplorasi pewarna kering berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Pewarna kering apa yang kamu gunakan hari ini? Bagaimana menurutmu?
  • Apa yang paling menyenangkan saat mengeksplorasi pewarna kering?
  • Apa yang kamu pelajari tentang goresan dan campuran warna hari ini?
  • Apakah ada kesulitan yang kamu alami? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Apa yang ingin kamu coba lagi di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) - Bab 4: Eksplorasi Teknik, Alat, dan Bahan untuk Berkarya
  2. Pewarna kering: pensil warna, krayon, atau pastel minyak (sesuai yang dimiliki murid)
  3. Kertas gambar atau buku gambar ukuran A4 atau A3
  4. Kertas bekas (koran bekas atau kertas roti) sebagai alas
  5. Contoh hasil eksplorasi goresan pewarna kering (bisa dibuat guru sebelumnya)
  6. Alat dokumentasi: kamera atau smartphone untuk mendokumentasikan proses dan hasil karya murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.