Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Menggali Gagasan dari Pengalaman dan Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Menggali Gagasan dari Pengalaman dan Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 2: Menggali Gagasan dari Pengalaman dan Lingkungan

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menggali Gagasan dari Pengalaman dan Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenggali Gagasan dari Pengalaman dan Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi pengalaman pribadi yang berkesan sebagai sumber gagasan berkarya seni rupa
  2. Murid mampu menceritakan hasil pengamatan lingkungan sekitar sebagai sumber gagasan untuk berkarya seni rupa
  3. Murid mampu menghubungkan pengalaman dan pengamatan dengan ide berkarya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal yang paling menyenangkan yang pernah kamu alami?
  2. Apa yang kamu lihat di sekitar rumah atau sekolah yang menarik?
  3. Bagaimana kita bisa menceritakan pengalaman kita melalui gambar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid dengan menanyakan kabar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah menggambar sesuatu yang pernah kamu lihat atau alami?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menemukan ide untuk berkarya dari pengalaman dan lingkungan kita
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan: mengingat pengalaman, mengamati lingkungan, dan berbagi cerita

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dengan nyaman, menarik napas dalam-dalam untuk fokus (berkesadaran)
  • Guru menceritakan pengalaman pribadi yang berkesan (contoh: pertama kali melihat kupu-kupu) dan menunjukkan bagaimana pengalaman itu bisa menjadi ide gambar
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik: 'Apa hal yang paling menyenangkan yang pernah kamu alami?'
  • Murid diminta menutup mata sejenak dan mengingat satu pengalaman yang berkesan: bermain, jalan-jalan, menemukan sesuatu, atau peristiwa yang membahagiakan
  • Guru membimbing murid mengenali unsur-unsur dari pengalaman mereka: siapa yang ada, di mana, apa yang terjadi, apa yang dilihat
  • Guru mengajak murid mengamati lingkungan kelas atau jendela: apa yang menarik dari benda, warna, bentuk yang ada di sekitar
  • Guru menjelaskan bahwa pengalaman dan pengamatan adalah sumber gagasan untuk berkarya: 'Semua yang kita lihat dan alami bisa menjadi ide gambar atau karya seni'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta memilih satu pengalaman berkesan atau satu benda/pemandangan dari lingkungan yang ingin mereka ceritakan
  • Setiap murid berbagi cerita kepada teman sebangku tentang pengalaman atau hasil pengamatannya: apa yang dilihat, apa yang dirasakan, mengapa berkesan
  • Murid diminta menggambar sketsa sederhana di kertas tentang pengalaman atau hasil pengamatan mereka sebagai rencana karya
  • Guru berkeliling memberikan pertanyaan pembimbing: 'Apa yang paling menarik dari pengalamanmu?', 'Bagian apa yang ingin kamu tunjukkan dalam gambar?'
  • Murid diminta menambahkan catatan kecil di sketsa mereka: siapa/apa yang ada dalam gambar, di mana, dan mengapa mereka memilih ide ini
  • Beberapa murid diminta maju ke depan untuk menceritakan ide mereka kepada teman-teman sekelas (sukarela)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali melingkar dan berbagi: 'Dari mana kamu mendapat ide untuk gambarmu?'
  • Murid diminta merefleksi: apakah mudah atau sulit menemukan ide? Apa yang membantu mereka menemukan ide?
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mencari ide untuk berkarya?'
  • Murid diminta menilai diri sendiri: apakah mereka sudah bisa menceritakan dari mana ide mereka berasal
  • Guru menegaskan kembali: ide untuk berkarya ada di sekitar kita, dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang sudah berani berbagi cerita dan ide mereka

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan sketsa dan menceritakan sumber gagasannya
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pengalaman pribadi dan pengamatan lingkungan adalah sumber ide berkarya
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid diminta mengamati di rumah dan mencatat satu hal menarik yang mereka lihat
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur sudah bisa belajar bersama
  • Guru memberikan motivasi: 'Kalian semua punya cerita dan ide yang menarik untuk diwujudkan menjadi karya seni'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan mengingat pengalaman diberikan contoh konkret (liburan, ulang tahun, bermain). Murid yang cepat dapat diminta mengidentifikasi lebih dari satu sumber gagasan.
  • Proses: Murid yang lambat didampingi guru saat berbagi cerita dan membuat sketsa. Murid yang cepat dapat membuat sketsa lebih detail atau membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menggambar sketsa dengan label sederhana atau bercerita lisan. Murid yang sudah lancar dapat menambahkan deskripsi tertulis lebih lengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid menggambar sesuatu yang pernah dilihat atau dialami
  • Observasi pemahaman awal murid tentang sumber ide berkarya

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat berbagi cerita pengalaman
  • Observasi kemampuan murid mengamati lingkungan dan mengenali hal menarik
  • Penilaian proses pembuatan sketsa ide: apakah murid dapat menghubungkan pengalaman/pengamatan dengan ide karya
  • Mendengarkan cerita murid tentang ide mereka dan memberikan umpan balik

Akhir:

  • Penilaian sketsa ide karya: ada keterkaitan dengan pengalaman atau pengamatan
  • Penilaian kemampuan murid menceritakan sumber gagasan (lisan atau tulisan sederhana)
  • Penilaian diri murid: apakah mereka sudah bisa menemukan ide dari pengalaman dan lingkungan

Formatif:

  • Observasi saat murid menceritakan pengalaman atau hasil pengamatan kepada teman
  • Observasi saat murid membuat sketsa ide karya
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian sketsa dan kemampuan murid menceritakan sumber gagasan dari pengalaman atau pengamatan
  • Catatan deskriptif kemampuan murid mengidentifikasi sumber ide

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi pengalaman pribadi sebagai sumber gagasanMurid belum dapat mengingat atau menyebutkan pengalaman pribadi yang berkesanMurid dapat menyebutkan pengalaman pribadi dengan bantuan guru namun belum mengaitkannya dengan gagasan berkaryaMurid dapat menyebutkan pengalaman pribadi yang berkesan dan mulai mengaitkannya dengan gagasan berkaryaMurid dapat mengidentifikasi pengalaman pribadi yang berkesan dan menjelaskan dengan jelas bagaimana pengalaman itu menjadi sumber gagasan berkarya
Menceritakan hasil pengamatan lingkungan sebagai sumber gagasanMurid belum dapat mengamati atau menyebutkan hal menarik dari lingkungan sekitarMurid dapat menyebutkan benda di lingkungan dengan bantuan namun belum mengaitkannya sebagai sumber gagasanMurid dapat menceritakan hasil pengamatan lingkungan dan mulai mengaitkannya dengan gagasan berkaryaMurid dapat menceritakan hasil pengamatan lingkungan dengan detail dan menjelaskan bagaimana hal itu menjadi sumber gagasan berkarya
Kemampuan membuat sketsa ide berdasarkan sumber gagasanMurid belum dapat membuat sketsa atau sketsa tidak terkait dengan pengalaman/pengamatanMurid dapat membuat sketsa sederhana namun hubungan dengan sumber gagasan belum jelasMurid dapat membuat sketsa yang terkait dengan pengalaman atau pengamatan yang diceritakanMurid dapat membuat sketsa yang jelas terkait dengan sumber gagasan dan mampu menjelaskan detail pilihan visual yang dibuat
Kemampuan komunikasi lisan menceritakan sumber gagasanMurid belum dapat menceritakan dari mana ide karyanya berasalMurid dapat menceritakan sumber gagasan dengan bantuan pertanyaan guruMurid dapat menceritakan sumber gagasan dengan jelas menggunakan kata-kata sendiriMurid dapat menceritakan sumber gagasan dengan detail, antusias, dan menggunakan kosakata yang tepat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah terlibat aktif dalam berbagi pengalaman dan mengamati lingkungan?
  • Apakah strategi pembelajaran sudah membantu murid menemukan sumber gagasan dari pengalaman dan lingkungan mereka sendiri?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki agar murid lebih mudah menggali ide?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang mencari ide untuk berkarya?
  • Dari mana kamu mendapat ide untuk gambarmu?
  • Apakah kamu merasa lebih mudah menemukan ide setelah belajar hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan lain kali jika ingin mencari ide untuk berkarya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka, Bab 3: Menggali Ide untuk Berkarya
  2. Buku Siswa Seni Rupa Kelas II Kurikulum Merdeka
  3. Kertas gambar atau buku gambar
  4. Pensil dan penghapus
  5. Lingkungan kelas dan sekitar sekolah sebagai objek pengamatan
  6. Contoh karya sederhana yang terinspirasi dari pengalaman atau pengamatan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.