MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 3 — Menyimpulkan Karakteristik Alat dan Bahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Menyimpulkan Karakteristik Alat dan Bahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.3.1 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya seni rupa
- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Benda apa saja yang ada di dalam kotak pensilmu hari ini?
- Bagaimana caramu membedakan pensil tulis biasa dengan pensil warna saat melihatnya?
- Apakah bentuk krayon sama dengan bentuk pensil warna yang kamu miliki?
- Kertas apa saja yang kalian bawa hari ini di dalam tas?
- Apakah semua kertas terasa sama halusnya saat diraba?
- Bahan apa yang kita gunakan jika ingin menempelkan kertas?
- Apa yang terjadi pada kertas ketika kita menggoreskan pensil biasa dan pensil warna?
- Bagaimana perbedaan bekas goresan pensil hitam dengan pensil warna jika kita tekan pelan atau kuat?
- Apa yang terjadi jika goresan krayon dan pensil warna kita usap menggunakan jari tangan?
- Apakah warna krayon dan pensil warna bisa hilang bersih jika dihapus dengan penghapus karet?
- Apa yang terjadi jika goresan krayon dan pensil warna kita usap dengan kuas basah?
- Apakah warna krayon bisa tertutup oleh cat air atau air berwarna?
- Apa yang terjadi ketika kita melipat kertas tipis dibandingkan karton tebal?
- Bagaimana perbedaan rasa saat menggunting kertas lipat dan kardus kemasan?
- Alat gambar apa saja yang kamu bawa hari ini dan apa fungsinya?
- Bagaimana bentuk goresan yang dihasilkan saat alat warnamu digoreskan pada kertas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Nama dan Bentuk Alat Tulis serta Pewarna Kering yang Dimiliki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan khidmat (5 menit).
- Guru mengondisikan tempat duduk murid dan menyampaikan tema kegiatan hari ini, yaitu mengenali nama dan bentuk alat tulis serta alat pewarna kering milik sendiri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat 1 batang pensil grafit dan 1 batang krayon di depan kelas, lalu meminta murid secara serentak menyebutkan nama kedua benda tersebut (acuan: pensil/pensil grafit dan krayon/pewarna lilin) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan interaktif guru yang memperlihatkan 4 benda nyata: pensil grafit, pensil warna, krayon, dan spidol (5 menit).
- Murid mengamati secara saksama ciri bentuk fisik keempat alat tersebut: pensil grafit berbentuk batang kayu panjang berujung abu-abu gelap/hitam; pensil warna berbentuk batang kayu panjang berujung warna-warni; krayon berbentuk batang lilin berbalut kertas label; spidol berbentuk tabung plastik berpenutup (10 menit).
- Murid mengeluarkan kotak pensil masing-masing ke atas meja dan meletakkan alat-alat yang dimilikinya secara berkesadaran dan rapi (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan tantangan detektif alat gambar 'Tunjukkan Bendaku!' di mana guru menyebutkan ciri/nama 1 alat lalu murid dengan gembira dan serentak mengangkat benda yang sesuai dari mejanya: Tantangan 1: pensil grafit (batang kayu berujung abu-abu), Tantangan 2: pensil warna (batang kayu berujung warna), Tantangan 3: krayon (batang lilin gemuk), Tantangan 4: spidol (tabung plastik berpenutup) (3 menit).
- Murid mengelompokkan alat-alat yang dibawanya di atas meja menjadi 2 kelompok fisik: kelompok alat tulis (pensil grafit) dan kelompok alat pewarna kering (pensil warna, krayon, spidol) secara mandiri (12 menit).
- Guru membagikan Lembar Pengamatan Berpasangan yang memuat 4 gambar alat (Gambar 1: pensil grafit panjang lancip abu-abu; Gambar 2: pensil warna kayu runcing merah; Gambar 3: krayon silinder lilin hijau terbungkus kertas; Gambar 4: spidol tabung plastik biru bertutup) (10 menit).
- Murid mencocokkan benda fisik asli miliknya dengan gambar pada lembar tugas dan menyebutkan nama bendanya kepada teman sebangkunya (acuan: 1 = pensil grafit, 2 = pensil warna, 3 = krayon, 4 = spidol) sementara guru berkeliling melakukan observasi formatif proses (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diajak duduk tenang dan mengecek kembali seluruh alat yang ada di mejanya, memastikan tidak ada alat milik teman yang tertukar atau terjatuh di lantai (10 menit).
- Murid menjawab pertanyaan refleksi guru tentang perbedaan bentuk fisik yang paling mudah diingat antara pensil warna dan krayon (acuan respon: pensil warna terbuat dari kayu dan runcing, krayon terbuat dari lilin gemuk dan berbalut kertas) (10 menit).
Penutup:- Murid merapikan dan memasukkan kembali semua alat tulis dan pewarna kering ke dalam kotak pensilnya masing-masing secara mandiri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas keberhasilan murid mengenali alat-alat miliknya dengan tepat, mengumumkan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar mengenali bahan kertas, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar alat ukuran besar berperekat bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret dalam mengenali bentuk alat tulis dan pewarna.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan pensil biasa dan pensil warna, guru memberikan pendampingan langsung dengan membandingkan ujung mata pensil secara berdampingan; bagi murid yang sudah cepat, diminta mengelompokkan alat berdasarkan variasi bentuk badannya (segienam, bulat polos, silinder tebal).
- Produk: Murid dapat menunjukkan alat secara langsung dengan memegang benda fisiknya atau dengan menunjuk gambar yang sesuai pada lembar pengamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat di awal pelajaran: Guru mengangkat 1 batang pensil grafit dan 1 batang krayon, lalu meminta murid menyebutkan nama benda tersebut (acuan: Benda 1 = pensil grafit/pensil tulis; Benda 2 = krayon/pewarna lilin). Tindak lanjut: murid yang belum dapat menyebutkan diprioritaskan mendapat pendampingan saat pengamatan langsung.
Proses:- Lembar Ceklis Observasi Pengenalan Alat: Guru mencatat ketepatan murid dalam menunjukkan dan menyebutkan 4 alat target saat kegiatan inti: (1) Pensil grafit (batang kayu runcing abu-abu), (2) Pensil warna (batang kayu berujung warna), (3) Krayon (batang lilin berbalut kertas), (4) Spidol (tabung plastik dengan tutup warna). Penskoran: tepat mengenali 4 alat = berkembang/sangat berkembang; 2-3 alat = mulai berkembang; <2 alat = belum berkembang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat sebelum penutup: Murid diminta mengambil dan menunjukkan 1 alat pewarna lilin (krayon) dan 1 alat tulis utama (pensil grafit) dari dalam kotak pensilnya sendiri ke depan guru (acuan: benda yang diangkat tepat adalah krayon dan pensil grafit).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan detektif 'Tunjukkan Bendaku!' (ketepatan mengangkat alat)
- Pemeriksaan lembar identifikasi fisik 4 alat tulis dan pewarna kering (pensil grafit, pensil warna, krayon, spidol)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Nama dan Bentuk Alat Tulis serta Pewarna Kering | Mengenali kurang dari 2 nama dan bentuk alat dari 4 alat target (pensil grafit, pensil warna, krayon, spidol) yang dimiliki walaupun telah dibimbing penuh oleh guru. | Mengenali 2 sampai 3 nama dan bentuk alat dari 4 alat target (pensil grafit, pensil warna, krayon, spidol) dengan bantuan arahan/petunjuk guru. | Mengenali 4 nama dan bentuk alat target (pensil grafit, pensil warna, krayon, spidol) yang dimiliki secara tepat dan mandiri. | Mengenali seluruh (4) nama dan bentuk alat target yang dimiliki secara tepat, mandiri, serta konsisten menunjukkan ciri pembeda fisiknya (ujung kayu, lilin, tabung plastik) dengan benar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid membawa dan memiliki alat tulis serta pewarna kering sendiri di kelas?
- Apakah instruksi permainan detektif cukup sederhana dan mudah dipahami oleh anak kelas 1 SD?
- Bagaimana respons murid saat mengamati dan membandingkan bentuk krayon dan pensil warna?
Murid:- Alat gambar apa yang paling kamu sukai bentuknya di kotak pensilmu?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan pensil warna dengan pensil tulis biasamu?
Pertemuan 2 — Mengenali Karakteristik Bahan Kertas dan Bahan Pembantu yang Dimiliki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 3 benda nyata: (1) kertas HVS putih, (2) kertas karton tebal, dan (3) botol lem kertas, lalu meminta murid menyebutkan nama ketiga benda tersebut (acuan jawaban: 1 = kertas HVS/kertas tulis, 2 = kertas karton/kertas tebal, 3 = lem kertas/perekat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mengenali jenis bahan kertas dan bahan pembantu (alat perekat dan penjepit) yang dimiliki untuk berkarya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati dan meraba permukaan 4 jenis bahan kertas di atas meja: (1) kertas HVS tipis, (2) kertas gambar/buku gambar bertekstur, (3) kertas lipat/origami berwarna, dan (4) kertas kardus/karton tebal (10 menit).
- Guru memperkenalkan 3 jenis bahan pembantu berkarya beserta fungsinya secara visual: (1) lem stik/cair untuk menempel, (2) selotip/pita perekat untuk merekatkan, dan (3) klip kertas/penjepit untuk menyatukan lembaran tanpa merusak (10 menit).
- Murid diajak bermain 'Tebak Raba Sensori': murid menutup mata, meraba salah satu dari 2 sampel kertas (kertas HVS halus atau kardus bergelombang kasar), lalu menyebutkan jenis kertas yang diraba (kunci acuan: permukaan licin/rata = kertas HVS; permukaan tebal/kasar = kardus) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan bahan kertas dan bahan pembantu yang dimiliki dari kotak perlengkapan masing-masing (5 menit).
- Murid mengelompokkan bahan di atas mejanya menjadi 2 kelompok: kelompok Bahan Kertas (HVS, kertas lipat, kertas gambar) dan kelompok Bahan Pembantu (lem, selotip, klip) (15 menit).
- Murid menyelesaikan Lembar Pengenalan Bahan yang memuat 4 butir penjodohan gambar dengan nama bahan: (1) Gambar kertas beraneka warna dipasangkan ke nama 'Kertas Lipat/Origami', (2) Gambar kertas putih bergaris/polos dipasangkan ke nama 'Kertas HVS/Buku Tulis', (3) Gambar wadah tabung lem putar dipasangkan ke nama 'Lem Kertas', (4) Gambar gulungan bening berperekat dipasangkan ke nama 'Selotip' (acuan kunci: 1-Kertas Lipat, 2-Kertas HVS, 3-Lem Kertas, 4-Selotip) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali perlengkapan masing-masing, memastikan setiap bahan kertas dan bahan pembantu disimpan rapi pada tempatnya dengan penuh tanggung jawab (10 menit).
- Murid menunjukkan satu bahan pembantu yang paling sering mereka gunakan di rumah atau di sekolah dan menyebutkan namanya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali nama-nama bahan kertas dan bahan pembantu yang sudah dikenali hari ini (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menginformasikan bahwa bahan-bahan ini akan digunakan untuk uji coba goresan pada pertemuan selanjutnya, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh fisik kertas asli dengan variasi tekstur yang sangat kontras (kertas amplas halus vs kardus bergelombang) bagi murid yang memerlukan dukungan sensori visual-taktil.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengenali nama bahan pembantu, guru mendampingi dengan menunjukkan benda langsung saat mencocokkan di lembar kerja; murid yang cepat mengenali diberi tantangan memisahkan 6 contoh kertas berbeda ketebalan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan langsung bendanya secara fisik jika belum terampil menarik garis pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan menunjukkan 3 benda: (1) kertas HVS, (2) karton tebal, (3) lem kertas. Guru meminta murid menyebutkan nama benda tersebut (kunci acuan: 1 = kertas HVS/tulis, 2 = karton/kardus tebal, 3 = lem/perekat).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan fisik di meja: Murid meletakkan bahan kertas di sisi kiri dan bahan pembantu di sisi kanan (kunci acuan: sisi kertas berisi lembaran HVS/origami/buku gambar; sisi bahan pembantu berisi lem/selotip/klip).
- Pemeriksaan lembar kerja 4 butir penjodohan (kunci acuan lengkap: Butir 1 = Kertas Lipat/Origami, Butir 2 = Kertas HVS/Buku Tulis, Butir 3 = Lem Kertas, Butir 4 = Selotip).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru mengangkat 1 lembar kertas origami dan 1 botol lem, lalu murid secara klasikal menyebutkan kategori masing-masing (kunci acuan: origami = bahan kertas; botol lem = bahan pembantu/perekat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengelompokan bahan kertas dan bahan pembantu di meja murid
- Lembar penjodohan 4 butir identifikasi gambar bahan kertas dan bahan pembantu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Bahan Kertas dan Bahan Pembantu | Belum mampu mengenali dan memasangkan bahan kertas maupun bahan pembantu (0-1 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mulai mampu mengenali bahan kertas dan bahan pembantu dengan bantuan guru (2 butir tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengenali dan memasangkan bahan kertas serta bahan pembantu secara tepat dan mandiri (3-4 butir tepat dari 4 butir acuan: Kertas Lipat, Kertas HVS, Lem Kertas, Selotip). | Mampu mengenali seluruh 4 butir bahan kertas dan bahan pembantu dengan tepat, mandiri, serta konsisten memilah ragam kertas berdasarkan ciri fisiknya tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid kelas 1 antusias dan terbantu dalam mengenali jenis kertas melalui kegiatan meraba tekstur secara langsung?
- Apakah alokasi waktu untuk pengelompokan bahan pembantu sudah memadai untuk rentang fokus anak usia 6-7 tahun?
Murid:- Bahan kertas mana yang paling kalian sukai teksturnya saat diraba?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu benda apa yang dipakai untuk merekatkan kertas?
Pertemuan 3 — Menguji Coba Goresan Pensil Grafit dan Pensil Warna pada Kertas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan alat tulis berupa pensil grafit (2B/HB), pensil warna, serta selembar kertas uji coba (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan dua alat (pensil grafit dan pensil warna) lalu meminta 2-3 murid mencoba menggoreskan satu garis di papan/kertas besar untuk melihat kesiapan menguji alat gores (acuan: pensil grafit menghasilkan garis abu-abu/hitam, pensil warna menghasilkan garis berwarna) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menguji coba goresan pensil grafit dan pensil warna pada kertas menggunakan berbagai tekanan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan cara memegang pensil grafit dan pensil warna dengan benar di atas kertas uji (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan dua jenis uji coba goresan: goresan tipis dengan tekanan pelan/lembut dan goresan tebal dengan tekanan kuat (10 menit).
- Murid mengamati lembar uji coba yang dibagikan, yang memuat 4 kotak uji goresan: (1) Kotak Goresan Pensil Grafit Tekanan Lembut, (2) Kotak Goresan Pensil Grafit Tekanan Kuat, (3) Kotak Goresan Pensil Warna Tekanan Lembut, dan (4) Kotak Goresan Pensil Warna Tekanan Kuat (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak bermain peran sebagai detektif penguji alat tulis yang sedang mencari rahasia kepekatan goresan di laboratorium kertas (5 menit).
- Murid menguji coba goresan pensil grafit pada Kotak 1 dengan tekanan lembut (menghasilkan garis abu-abu muda/samar) dan Kotak 2 dengan tekanan kuat (menghasilkan garis abu-abu tua/hitam pekat) (10 menit).
- Murid menguji coba goresan pensil warna pada Kotak 3 dengan tekanan lembut (menghasilkan warna muda/transparan) dan Kotak 4 dengan tekanan kuat (menghasilkan warna cerah/pekat menutup permukaan kertas) (15 menit).
- Murid melakukan eksplorasi mandiri menguji variasi arah goresan (garis lurus, garis lengkung, dan arsiran silang) menggunakan kedua alat tersebut pada area bebas di lembar uji (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan lembar uji di atas meja dan mencermati perbedaan kepekatan hasil goresan pensil grafit dan pensil warna yang telah dibuat (10 menit).
- Guru membimbing murid menandai hasil uji coba: memberi tanda centang pada kotak yang goresannya paling tebal dan paling pekat (acuan: kotak tekanan kuat menghasilkan goresan lebih pekat/tebal dibanding kotak tekanan lembut) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil uji coba bahwa tekanan saat menggoreskan pensil grafit dan pensil warna menghasilkan kepekatan goresan yang berbeda (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keterlaksanaan uji coba goresan murid (3 menit).
- Guru mengarahkan murid untuk merapikan pensil serta lembar uji coba ke dalam tempatnya masing-masing dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar uji bergaris pemandu tebal bagi murid yang membutuhkan bantuan motorik halus dan lembar uji polos bagi murid yang sudah terampil.
- Proses: Memberikan bimbingan fisik langsung (hand-over-hand) saat mengatur kekuatan tekanan pensil bagi murid yang kesulitan, serta memberikan keleluasaan mencoba berbagai warna pensil bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menyelesaikan 4 kotak uji dasar; murid yang lebih cepat dapat menambahkan variasi arah goresan (arsir rapat dan longgar) di area eksplorasi tambahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja singkat pada tahap pendahuluan: murid menggoreskan pensil grafit dan pensil warna pada selembar kertas pembuka untuk mengidentifikasi kemampuan memegang alat dan memunculkan bekas goresan (acuan: pensil grafit memunculkan garis monokrom/hitam-abu, pensil warna memunculkan garis berwarna).
Proses:- Lembar observasi uji coba goresan pada 4 kotak uji lembar kerja: (1) Goresan pensil grafit lembut [acuan: garis tipis/abu-abu terang], (2) Goresan pensil grafit kuat [acuan: garis tebal/hitam pekat], (3) Goresan pensil warna lembut [acuan: warna tipis/muda], (4) Goresan pensil warna kuat [acuan: warna pekat/cerah].
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil uji coba lembar kerja: memastikan 4 kotak uji terisi goresan dengan perbedaan tekanan yang terlihat jelas (acuan: goresan tekanan kuat tampak lebih tebal dan pekat daripada tekanan lembut pada kedua jenis alat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan uji coba goresan pensil grafit dan pensil warna dengan tekanan berbeda pada lembar uji
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Uji Coba Goresan Pensil Grafit pada Kertas | Belum mampu menghasilkan goresan pensil grafit pada kertas atau goresan tidak berbekas. | Mampu menggoreskan pensil grafit pada kertas namun belum tampak perbedaan antara tekanan lembut dan tekanan kuat. | Mampu menguji coba goresan pensil grafit dengan menampilkan perbedaan kepekatan antara tekanan lembut (tipis) dan tekanan kuat (tebal/pekat). | Mampu menguji coba goresan pensil grafit dengan mandiri dan konsisten menampilkan gradasi ketebalan goresan (sangat tipis, sedang, hingga sangat pekat). | | Uji Coba Goresan Pensil Warna pada Kertas | Belum mampu menghasilkan goresan pensil warna pada kertas. | Mampu menggoreskan pensil warna pada kertas namun belum tampak perbedaan warna antara tekanan lembut dan tekanan kuat. | Mampu menguji coba goresan pensil warna dengan menampilkan perbedaan kepekatan warna antara tekanan lembut (transparan/muda) dan tekanan kuat (pekat/cerah). | Mampu menguji coba goresan pensil warna dengan mandiri serta menghasilkan variasi goresan warna pekat dan tipis dengan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan rasa motorik saat menggoreskan pensil dengan tekanan pelan dan kuat?
- Apakah instruksi uji coba goresan mudah dipahami dan diikuti oleh seluruh murid Fase A?
- Bagian mana dari kegiatan uji coba goresan yang paling menarik perhatian dan memicu rasa ingin tahu murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjadi detektif yang menguji goresan pensil di kertas?
- Goresan mana yang paling kamu sukai, goresan tipis atau goresan tebal yang pekat?
Pertemuan 4 — Menguji Coba Usapan dan Penghapusan Alat Pewarna Kering Krayon dan Pensil Warna — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan meja agar murid menyiapkan alat pewarna kering berupa krayon serta pensil warna di atas meja (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan alat yang dimaksud saat guru menyebutkan: (1) krayon, (2) pensil warna, lalu menanyakan dugaan murid apakah warna krayon mudah dihapus seperti pensil biasa untuk memetakan kesiapan menguji coba (acuan: murid tepat mengangkat krayon dan pensil warna sesuai sebutan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar uji coba yang memuat 4 kotak pengujian: Kotak 1 (Usapan Krayon), Kotak 2 (Penghapusan Krayon), Kotak 3 (Usapan Pensil Warna), dan Kotak 4 (Penghapusan Pensil Warna) (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan cara melakukan uji coba secara berkesadaran: membuat arsiran tebal merata, mengusap dengan satu jari tangan secara searah, dan menggosokkan penghapus karet dengan tekanan sedang (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain peran sebagai 'Detektif Warna' yang menguji coba ketahanan alat pewarna kering pada lembar uji: mewarnai Kotak 1 dengan krayon lalu mengusapnya dengan ibu jari, serta mewarnai Kotak 3 dengan pensil warna lalu mengusapnya dengan jari yang sama (20 menit).
- Murid melanjutkan pengujian kedua: mewarnai Kotak 2 dengan krayon lalu menghapusnya dengan penghapus karet, serta mewarnai Kotak 4 dengan pensil warna lalu menghapusnya dengan penghapus karet secara mandiri (20 menit).
- Murid mengamati dan mencatat hasil uji coba pada tabel ceklis lembar kerja untuk 4 parameter: (1) Usapan krayon -> warna meluber/luntur ke luar kotak; (2) Penghapusan krayon -> warna sulit hilang/kertas menjadi kotor dan licin; (3) Usapan pensil warna -> warna tidak mudah meluber/tetap di tempat; (4) Penghapusan pensil warna -> warna memudar sebagian/dapat terhapus tetapi meninggalkan bekas (acuan: hasil sesuai 4 parameter uji di atas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran memeriksa kembali jari tangan dan permukaan kertas hasil uji coba untuk menyimpulkan perbedaan daya usap dan daya hapus antara krayon dan pensil warna (5 menit).
- Guru membimbing murid memaknai temuan uji coba: krayon bersifat tebal, berminyak, mudah meluber saat diusap, dan sulit dihapus; sedangkan pensil warna bersifat kering, tidak mudah meluber saat diusap, dan lebih mudah memudar saat dihapus (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil uji coba perlakuan usapan dan penghapusan pada krayon serta pensil warna yang telah dilakukan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa pengecekan lembar hasil uji coba 4 kotak milik murid dan memberikan tindak lanjut untuk menyimpan alat mewarnai dengan rapi sebelum kelas ditutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan area kotak arsir yang lebih kecil (3x3 cm), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan area kotak arsir standar (5x5 cm).
- Proses: Murid yang mengalami kendala motorik halus dibimbing guru langkah demi langkah saat menekan penghapus karet, sedangkan murid mandiri melakukan seluruh tahapan uji coba secara berurutan tanpa bantuan.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar uji coba 4 kotak perlakuan; murid yang lebih cepat diarahkan mencoba menguji usapan menggunakan dua jari berbeda untuk memastikan kekonsistenan hasil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kesiapan alat dan pemahaman awal: Murid diminta mengambil dan menunjukkan krayon serta pensil warna dari kotak pensilnya saat disebutkan oleh guru, lalu merespons apakah krayon dapat dihapus bersih dengan penghapus pensil (acuan tepat: murid menunjukkan krayon dan pensil warna yang benar, serta menduga krayon tidak bisa dihapus bersih/sulit dihapus).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan 4 tindakan uji coba: (1) mengusap krayon dengan ibu jari, (2) menghapus krayon dengan penghapus karet, (3) mengusap pensil warna dengan ibu jari, (4) menghapus pensil warna dengan penghapus karet.
- Pemeriksaan ketepatan pengamatan pada lembar uji 4 kotak dengan acuan: Kotak 1 menghasilkan noda usapan/luberan krayon; Kotak 2 menghasilkan bekas lilin kotor yang sulit hilang; Kotak 3 menghasilkan goresan stabil tanpa banyak luberan; Kotak 4 menghasilkan bekas arsir yang memudar/terhapus sebagian.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman hasil uji coba melalui pemeriksaan kesesuaian tanda ceklis pada lembar kerja murid terhadap 4 karakteristik teruji: (1) krayon meluber saat diusap [Ya], (2) krayon bersih saat dihapus [Tidak], (3) pensil warna meluber saat diusap [Tidak], (4) pensil warna memudar saat dihapus [Ya] (acuan: minimal 3 dari 4 butir ceklis sesuai hasil uji sebenarnya).
Formatif:- Unjuk kerja uji coba langsung perlakuan usapan jari dan penghapusan karet pada goresan krayon dan pensil warna
- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan 4 kotak uji coba alat pewarna kering
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Menguji Coba Usapan Jari pada Krayon dan Pensil Warna | Belum mampu melakukan uji coba usapan jari pada krayon maupun pensil warna meskipun telah dibimbing secara langsung. | Mampu melakukan uji coba usapan jari hanya pada 1 jenis alat pewarna (krayon saja atau pensil warna saja) dengan arahan berulang. | Mampu melakukan uji coba usapan jari pada kedua alat pewarna (krayon dan pensil warna) sesuai petunjuk secara mandiri. | Mampu melakukan uji coba usapan jari pada kedua alat pewarna secara mandiri, rapi, dan konsisten menunjukkan efek luberan krayon vs kestabilan pensil warna. | | Keterampilan Menguji Coba Penghapusan Karet pada Krayon dan Pensil Warna | Belum mampu melakukan uji coba penghapusan menggunakan penghapus karet pada kedua alat pewarna. | Mampu menguji coba penghapusan karet hanya pada salah satu alat pewarna dengan bantuan guru dalam menekan penghapus. | Mampu melakukan uji coba penghapusan karet pada krayon dan pensil warna sesuai teknik secara mandiri hingga terlihat perbedaan efeknya. | Mampu melakukan uji coba penghapusan karet pada kedua alat secara mandiri dan cermat tanpa merobek kertas serta menunjukkan perbedaan daya hapus keduanya secara jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi langkah uji coba usapan dan penghapusan dapat dipahami dan diikuti dengan jelas oleh murid kelas 1?
- Apakah murid menunjukkan rasa ingin tahu saat mengamati perbedaan reaksi warna krayon dan pensil warna?
- Bagian mana dari kegiatan uji coba ini yang paling efektif membantu murid memahami sifat alat pewarna miliknya?
Murid:- Alat pewarna mana yang paling mengotori jarimu saat diusap?
- Alat pewarna mana yang warnanya paling sulit dihilangkan dengan penghapus?
Pertemuan 5 — Menguji Coba Efek Air dan Rintangan Warna pada Alat Pewarna yang Dimiliki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meneteskan setetes air ke atas kertas kosong dan meminta murid mengamati daya serap kertas (acuan: air diserap oleh kertas sehingga basah) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan uji coba efek air dan rintangan warna menggunakan alat pewarna yang dimiliki (krayon lilin dan pensil warna) di atas kertas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dua perlakuan uji: (1) menggores krayon tebal lalu menyapukan kuas basah berair di atasnya; (2) menggores pensil warna lalu menyapukan kuas basah di atasnya, sambil mengajak murid mengamati sifat lilin pada krayon yang menolak air (rintangan warna/wax resist) (10 menit).
- Guru membagikan lembar kerja eksperimen uji coba yang memiliki 2 kolom uji: Kolom A untuk uji goresan krayon diberi usapan air, dan Kolom B untuk uji goresan pensil warna diberi usapan air (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan uji coba pertama: membuat goresan tebal menggunakan krayon pada Kolom A lembar kerja, kemudian menyapukan air berwarna menggunakan kuas di atas goresan tersebut untuk menguji efek rintangan air (acuan hasil uji: krayon menolak air sehingga warna krayon tetap terlihat jelas dan timbul di sela-sela air) (15 menit).
- Murid melakukan uji coba kedua: membuat goresan menggunakan pensil warna pada Kolom B lembar kerja, kemudian menyapukan kuas basah berair di atas goresan tersebut untuk menguji efek air (acuan hasil uji: pensil warna tidak menolak air, air menyerap ke kertas dan sedikit meratakan/memudarkan goresan tanpa efek rintangan lilin) (20 menit).
- Murid bermain tantangan eksperimen 'Pewarna Rahasia': murid membuat pola rahasia menggunakan krayon putih/terang di kotak tantangan lembar kerja, lalu menyapukan kuas berpewarna air di atasnya sehingga pola rahasia muncul akibat rintangan warna (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan kedua hasil uji coba pada lembar kerjanya dan mencentang tabel pengamatan: krayon menolak air (Ya/Tidak) dan pensil warna menolak air (Ya/Tidak) (acuan: krayon = Ya; pensil warna = Tidak) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil uji coba bahwa krayon memiliki lapisan lilin yang mampu menolak air (efek rintangan warna), sedangkan pensil warna biasa menyerap air bersama kertas (5 menit).
- Guru memandu murid merapikan alat pewarna, kuas, dan wadah air ke tempat semula secara tertib, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan krayon dengan ketebalan berbeda (jumbo dan standar) serta pensil warna biasa untuk variasi uji coba rintangan air.
- Proses: Bimbingan langkah demi langkah dalam menakar kebasahan kuas bagi murid yang membutuhkan pendampingan motorik; pemberian kebebasan membuat kombinasi pola rintangan warna bagi murid yang cepat.
- Produk: Lembar hasil uji coba menampilkan minimal 2 goresan teruji efek air (krayon dan pensil warna); murid yang lebih cepat dapat menambahkan eksplorasi pola rintangan warna rahasia.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dan pengamatan tetesan air di kertas: 'Apakah kertas menyerap air?' (acuan: murid menunjukkan/menjawab bahwa kertas menyerap air sehingga basah) untuk mengecek kesiapan memahami media air pada kertas.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan 2 tahapan uji coba pada alat pewarna yang dimiliki: (1) menguji goresan krayon disapu air; (2) menguji goresan pensil warna disapu air. Guru mencatat ketepatan prosedur uji coba murid pada lembar observasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman melalui tabel hasil uji coba pada lembar kerja murid yang memuat 2 pernyataan: (1) Krayon menolak air saat disapu kuas basah (acuan: Ya); (2) Pensil warna menolak air saat disapu kuas basah (acuan: Tidak).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba sapuan air pada goresan krayon dan goresan pensil warna menggunakan lembar amatan uji coba.
- Pemeriksaan hasil lembar kerja eksperimen uji coba rintangan warna dan efek air.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Efek Air pada Alat Pewarna | Belum mampu menguji coba sapuan air pada krayon maupun pensil warna di atas kertas meskipun telah diberi contoh dan bimbingan langsung. | Mampu melakukan uji coba sapuan air pada salah satu alat pewarna (krayon atau pensil warna saja) di atas kertas dengan bantuan arahan guru. | Mampu menguji coba sapuan air pada kedua alat pewarna (krayon dan pensil warna) di atas kertas sesuai instruksi secara mandiri. | Mampu menguji coba sapuan air pada kedua alat pewarna secara mandiri serta melakukan variasi ketebalan goresan untuk membuktikan efek rintangan warna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan penggunaan air dan kuas di meja murid kelas 1 berjalan rapi dan aman?
- Apakah instruksi uji coba efek air dan rintangan warna dapat dipahami dan dipraktikkan murid secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari percobaan bermain air dan krayon tadi yang paling kamu sukai?
- Apa yang terjadi saat krayonmu disapu kuas basah?
Pertemuan 6 — Menguji Coba Karakteristik Bahan Kertas Melalui Teknik Lipat dan Gunting — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan memastikan kesiapan meja belajar yang bersih serta aman (5 menit).
- Guru menunjukkan 3 lembar contoh bahan: kertas origami (tipis), karton kemasan (tebal/kaku), dan kertas koran/majalah (lentur), lalu mengajukan pertanyaan awal untuk menguji kesiapan: 'Manakah di antara kertas ini yang paling mudah dilipat menjadi dua bagian?' (acuan jawaban benar: kertas origami atau koran lebih mudah/lentur dilipat dibandingkan karton tebal) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba karakteristik bahan kertas yang dimiliki melalui teknik melipat dan menggunting (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan cara melipat kertas origami menjadi dua bagian simetris, meraba bekas lipatannya, serta mengguntingnya secara lurus menggunakan gunting anak berujung tumpul (10 menit).
- Guru mengajak murid mengamati dan membandingkan secara visual serta taktil dua tekstur kertas: kertas lipat origami yang halus/lentur dan potongan karton kemasan yang tebal/kaku (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja pengujian berupa tabel uji coba yang memuat 3 bahan: (1) Kertas origami, (2) Kertas koran/majalah, (3) Karton tebal kemasan, serta gunting tumpul anak (5 menit).
- Tantangan 'Detektif Kertas' (permainan uji kelenturan): Murid melakukan uji coba pertama yaitu melipat masing-masing dari ketiga jenis bahan menjadi lipatan segitiga atau persegi, lalu merasakan kelenturan serta kemudahan melipatnya (10 menit).
- Murid melakukan uji coba kedua yaitu menggunting garis lurus sepanjang 10 cm pada ketiga jenis bahan tersebut untuk merasakan perbedaan kemudahan dipotong menggunakan gunting (15 menit).
- Murid mencatat atau menandai hasil uji coba pada lembar kerja uji coba 3 bahan dengan memberi tanda centang pada kolom hasil uji: Kertas origami (Lipat: Sangat mudah/lentur; Gunting: Sangat mudah/ringan), Kertas koran (Lipat: Sangat mudah/lentur; Gunting: Sangat mudah/ringan), Karton kemasan (Lipat: Kaku/sulit; Gunting: Keras/berat) (acuan: sesuai karakteristik fisik ketiga bahan tersebut) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali hasil uji cobanya dan menyimpulkan secara bersama: kertas tipis lentur dan mudah digunting, sedangkan kertas karton tebal lebih kaku dan membutuhkan tenaga lebih besar untuk digunting (10 menit).
- Murid merapikan sisa potongan kertas dan alat gunting ke tempat semula secara tertib dan mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap ketuntasan kegiatan uji coba melipat dan menggunting yang dilakukan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan membaca doa bersama dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik disediakan kertas dengan garis bantu potong yang lebih tebal dan jelas; murid yang lebih terampil diberikan tambahan bahan uji kertas kardus bergelombang.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung dalam memegang gunting bagi murid yang belum mantap memegang gunting; murid mandiri melakukan pemotongan dan pelipatan secara mandiri.
- Produk: Hasil uji coba dicatat melalui simbol centang sederhana pada lembar pengamatan 3 jenis kertas sesuai acuan uji kelenturan dan kemudahan potong.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan motorik dan pemahaman awal: Guru menunjukkan 1 lembar kertas lipat origami tipis dan 1 lembar karton kemasan tebal, lalu meminta murid menunjuk mana yang paling kaku jika ditekuk. (Acuan jawaban benar: karton kemasan tebal ditunjuk sebagai bahan yang lebih kaku/sulit ditekuk dibandingkan kertas origami).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan uji coba melipat dan menggunting 3 bahan: (1) Kertas origami, (2) Kertas koran, (3) Karton tebal kemasan. Dinilai berdasarkan keterlaksanaan uji coba pada seluruh bahan dan kesesuaian tanda pada tabel uji coba (acuan: origami = mudah dilipat dan mudah digunting; koran = mudah dilipat dan mudah digunting; karton = kaku saat dilipat dan berat/keras saat digunting).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir pertemuan: Murid menjawab pertanyaan guru secara lisan atau mengangkat kartu pilihan: 'Antara kertas koran dan karton kardus tebal, bahan mana yang paling ringan dan mudah dipotong gunting?' (Acuan jawaban benar: kertas koran).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan teknik lipat dan teknik gunting pada 3 bahan kertas
- Pemeriksaan lembar hasil uji coba karakteristik 3 bahan kertas (origami, koran, karton kemasan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Menguji Coba Teknik Lipat pada Bahan Kertas | Belum mampu mempraktikkan uji coba melipat pada ketiga jenis kertas walau telah dibimbing guru. | Mampu mempraktikkan uji coba melipat pada 1 jenis kertas dengan bantuan penuh dari guru. | Mampu mempraktikkan uji coba melipat pada ketiga jenis kertas (origami, koran, karton kemasan) secara terarah dan mandiri. | Mampu mempraktikkan uji coba melipat pada ketiga jenis kertas secara mandiri, rapi, serta mampu menguji variasi lipatan ganda secara konsisten. | | Keterampilan Menguji Coba Teknik Gunting pada Bahan Kertas | Belum mampu mempraktikkan uji coba menggunting pada ketiga jenis bahan kertas secara aman. | Mampu mempraktikkan uji coba menggunting pada 1 jenis kertas dengan bantuan/pengawasan ketat guru. | Mampu mempraktikkan uji coba menggunting pada ketiga jenis kertas (origami, koran, karton kemasan) secara aman dan mandiri. | Mampu mempraktikkan uji coba menggunting garis lurus pada ketiga jenis kertas secara aman, tepat pada jalur potong, dan mandiri sepenuhnya. | | Ketepatan Menandai Karakteristik Hasil Uji Coba Bahan | Belum mengisi atau memberi tanda hasil uji kelenturan dan kemudahan menggunting pada tabel uji coba. | Mengisi tanda hasil uji coba dengan tepat hanya untuk 1 dari 3 jenis kertas sesuai acuan. | Mengisi tanda hasil uji coba dengan tepat untuk ketiga jenis kertas (origami: lentur & mudah digunting; koran: lentur & mudah digunting; karton: kaku & keras digunting) sesuai acuan. | Mengisi tanda hasil uji coba dengan tepat untuk seluruh jenis kertas secara mandiri serta melengkapi catatan tekstur permukaan kertas secara rinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mempraktikkan penggunaan gunting dengan aman selama aktivitas uji coba?
- Apakah instruksi pengujian kelenturan kertas dapat dipahami dengan baik oleh murid kelas 1?
Murid:- Kertas mana yang paling kamu sukai saat digunting?
- Apakah tanganmu merasa pegal saat melipat karton yang tebal?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengenali alat dan bahan yang dimiliki untuk membuat karya seni rupa
- TP 1.3.2 Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif hari ini, yaitu menguji coba alat dan bahan pewarna di kertas eksplorasi serta menyebutkan nama dan kegunaan alat yang dibawa (4 menit).
- Guru membagikan selembar kertas gambar eksplorasi kepada setiap murid dan meminta murid menyiapkan alat gambar masing-masing (krayon, pensil warna, spidol) di atas meja (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan petunjuk teknis pelaksanaan tugas: (1) seluruh murid secara serentak membuat variasi goresan dan cap menggunakan minimal 3 jenis alat pewarna yang dimiliki pada lembar kertas eksplorasi; (2) saat kegiatan eksplorasi berlangsung, murid secara bergantian dipanggil satu per satu ke meja guru untuk menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 2 alat yang dibawanya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Eksperimen Serentak): Seluruh murid secara serentak melakukan unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan di lembar kertas eksplorasi masing-masing, menguji coba variasi goresan tebal/tipis krayon, arsiran pensil warna, serta titik/cap spidol yang mereka miliki (40 menit).
- Tugas 2 (Tes Lisan Bergiliran): Bersamaan dengan pengerjaan Tugas 1, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) untuk menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 2 alat/bahan yang dibawanya berdasarkan daftar acuan: (1) Pensil warna: untuk mengarsir/mewarnai goresan halus; (2) Krayon: untuk mewarnai bidang tebal/pekat; (3) Spidol: untuk membuat garis tegas/titik/tepi gambar; (4) Penghapus: untuk membersihkan bekas pensil; (5) Kertas: sebagai bidang/alas membuat gambar (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merapikan kembali alat dan bahan yang digunakan ke dalam tempat pensil masing-masing serta mengumpulkan lembar kertas eksplorasi ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan eksplorasi serta tes lisan hari ini (3 menit).
- Guru menutup sesi asesmen sumatif Bab 3 dan kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar kertas eksplorasi dan jenis alat/bahan yang diuji coba berstandar sama untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pendampingan penataan meja atau penyediaan alat cadangan bagi murid yang mengalami hambatan motorik halus tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Format bukti belajar tetap sama untuk semua murid: lembar kertas eksplorasi uji coba alat pewarna dan jawaban lisan identifikasi 2 alat/bahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat: Guru memeriksa kelengkapan alat gambar yang diletakkan murid di atas meja (krayon, pensil warna, dan/atau spidol) sebelum asesmen dimulai.
Proses:- Observasi keterlibatan mandiri: Guru mengamati ketertiban murid saat menggoreskan alat pewarna di lembar eksplorasi serentak dan kesiapan murid saat giliran dipanggil ke meja guru.
Sumatif Bab:- unjuk kerja eksperimen eksplorasi alat bahan secara serentak dan wawancara lisan singkat rotasi meja guru: lembar hasil uji coba goresan/karakteristik aneka alat dan bahan serta catatan lisan kemampuan menyebutkan nama dan kegunaan alat bahan yang dimiliki
- unjuk kerja eksperimen serentak: lembar kertas eksplorasi berisi variasi goresan dan cap dari alat dan bahan yang dimiliki murid (misal: krayon, pensil warna, spidol) yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan)
- tes lisan bergiliran di meja guru: kemampuan murid menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 2 alat/bahan yang dibawanya, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain menyelesaikan penataan lembar eksperimen (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi identifikasi alat dan bahan)
Sumatif:- unjuk kerja eksperimen eksplorasi alat bahan secara serentak dan wawancara lisan singkat rotasi meja guru: lembar hasil uji coba goresan/karakteristik aneka alat dan bahan serta catatan lisan kemampuan menyebutkan nama dan kegunaan alat bahan yang dimiliki
- unjuk kerja eksperimen serentak: lembar kertas eksplorasi berisi variasi goresan dan cap dari alat dan bahan yang dimiliki murid (misal: krayon, pensil warna, spidol) yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan)
- tes lisan bergiliran di meja guru: kemampuan murid menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 2 alat/bahan yang dibawanya, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain menyelesaikan penataan lembar eksperimen (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi identifikasi alat dan bahan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali alat dan bahan yang dimiliki (TP 1.3.1) | Belum mampu menyebutkan nama maupun kegunaan dari 2 alat/bahan yang dibawa. | Menyebutkan nama 2 alat yang dibawa, tetapi belum mampu menyebutkan kegunaannya dengan tepat sesuai daftar acuan. | Menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 1 alat/bahan yang dibawa dengan tepat sesuai daftar acuan. | Menunjukkan dan menyebutkan nama serta kegunaan 2 alat/bahan yang dibawanya secara tepat sesuai daftar acuan: (1) Pensil warna: untuk mengarsir/mewarnai goresan halus; (2) Krayon: untuk mewarnai bidang tebal/pekat; (3) Spidol: untuk membuat garis tegas/titik/tepi gambar; (4) Penghapus: untuk membersihkan bekas pensil; (5) Kertas: sebagai bidang/alas membuat gambar. | | Menguji coba alat dan bahan yang dimiliki (TP 1.3.2) | Belum melakukan uji coba goresan pada lembar kertas eksplorasi. | Menguji coba goresan hanya dari 1 jenis alat pewarna yang dimiliki pada lembar kertas eksplorasi. | Menguji coba goresan dari 2 jenis alat pewarna yang dimiliki pada lembar kertas eksplorasi. | Menguji coba variasi goresan atau cap secara mandiri menggunakan minimal 3 jenis alat pewarna yang dimiliki (pensil warna, krayon, spidol) pada lembar kertas eksplorasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu rotasi 1,5 menit per murid untuk tes lisan mencukupi untuk menilai seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam mengenali fungsi alat dan mengeksplorasi goresan bahan secara mandiri?
Murid:- Alat gambar mana yang paling kamu sukai saat dicoba goresannya di kertas tadi?
- Apakah kamu sudah tahu kegunaan alat-alat gambar yang ada di kotak pensilmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Kotak pensil dan peralatan murid (pensil grafit, pensil warna, krayon, spidol)
- Lembar Kerja Pengamatan Alat dan Bahan Seni Rupa Kelas 1
- Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 1 SD Kemendikbudristek
- Sampel aneka kertas nyata: kertas HVS, kertas lipat origami, kertas gambar, dan kertas karton/kardus
- Sampel bahan pembantu nyata: lem stik/cair, selotip bening, klip kertas
- Lembar pengenalan bahan bergambar untuk latihan penjodohan
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek)
- Pensil grafit (2B atau HB)
- Pensil warna berbagai warna
- Kertas gambar/kertas HVS lembar uji coba 4 kotak
- Papan titian/meja datar untuk alas menggores
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 3: Menyimpulkan Karakteristik Alat dan Bahan
- Lembar Kerja Eksperimen 4 Kotak Uji Coba (Krayon dan Pensil Warna)
- Set krayon dan pensil warna milik masing-masing murid
- Penghapus karet putih standar sekolah
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
- Krayon lilin (wax crayon) milik murid.
- Pensil warna milik murid.
- Kertas gambar/kertas HVS tebal.
- Kuas lukis kecil, cangkir air, dan pewarna makanan/air berwarna.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kertas lipat origami ukuran minimal 15x15 cm
- Kertas koran/majalah bekas
- Karton kemasan bekas makanan/minuman
- Gunting anak berujung bulat/tumpul
- Lembar kerja pengamatan uji coba kertas
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Kertas gambar/HVS untuk lembar eksplorasi
- Alat pewarna milik murid (pensil warna, krayon, spidol, pensil grafit, penghapus)
- Lembar ceklis observasi guru untuk penilaian lisan
|